cover
Filter by Year

Analysis
E-Journal Martenity and Neonatal
Jurnal Maternity and Neonatal membahas topik sesuai dengan ruang lingkup kebidanan yaitu kesehatan wanita sepanjang daur kehidupannya. Penulis masih berasal dari dosen dan mahasiswa Program Studi D III Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian. Untuk itu kami mengharapkan adanya kiriman artikel terutama dari tenaga kesehatan yang berasal dari luar Prodi D III Kebidanan. Jurnal Martenity and Neonatal diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober.
Articles
12
Articles
Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Pemakaian KB AKDR di Puskesmas Rambah Samo I Informasi Tersebut Diharapkan Dapat Menjadi Pertimbangan Untuk Memperbaiki Pelayanan KB AKDR.

ALDRIANA, NANA ( Prodi DIII Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian )

E-Journal Martenity and Neonatal Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : E-Journal Martenity and Neonatal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penggunaan AKDR di Indonesia masih kalah dibandingkan kontrasepsi jenis lainnya.Data BKKBN menyebutkan dari 29 juta pemakai alat kontrasepsi di tanah air hanya 8 % yang memakai AKDR. Telah dilakukan penelitian terhadap “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Pemakaian KB AKDR Di Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah Samo Wilayah Kerja Puskesmas Rambah Samo I Kabupaten Rokan Hulu”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor faktor yang mempengaruhi rendahnya pemakaian KB AKDR.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan crossectional.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19-25 juli 2012 dengan jumlah sampel 82 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar akseptor di Desa Rambah Samo Barat adalah akseptor KB suntik sebanyak 50 orang dengan persentase 61,0 %, berdasarkan umur, akseptor yang berumur < 20 tahun 7 orang (85%), yang berumur 20-30 tahun 57 orang (59,5%), yang berumur .35 tahun 18 orang (22%). Berdasarkan paritas akseptor yang primipara 25 orang (30,5 %), multipara 47 orang(30,5%), grandemultipara 9 orang (10,9%). Berdasarkan pengetahuan akseptor yang berpengetahuan baik 28 orang (34,1%), yang berpengetahuan cukup 37 orang (45,1%), yang berpengetahuan kurang 17 orang (17,7%). Berdasarkan pendapatan, akseptor yang pendapatan diatas UMK ada 48 orang (58,5%) dan dibawah UMK 34 orang (41,5%).

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pasangan Usia Subur (PUS) Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi Di Dusun II Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang

-, ANDRIA ( Prodi DIII Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian )

E-Journal Martenity and Neonatal Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : E-Journal Martenity and Neonatal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Keluarga Berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga, kontrasepsi adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi, alat atau obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pasangan usia subur (PUS) tidak menggunakan alat kontrasepsi Di Dusun II Desa Tanjung Anom Kec. Pancur Batu Kab. Deli Serdang. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 25 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 April 2010 sampai 20 April 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi data demografi, pertanyaan dari faktor pengetahuan, faktor efek samping, faktor pendapatan keluarga dan faktor agama. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas segi demografi yaitu berdasarkan umur 26-30 tahun 12 0rang (48%), berdasarkan pekerjaan 15 orang (60%) bekerja, 21 orang (84%) beragama islam dan paritas melahirkan 3 kali 16 orang (64%), pengetahuan responden berada dalam klasifikasi cukup 17 responden (68%), 20 orang (80%) menyatakan bahwa ada efek samping sebagai akibat berKB, dari segi pendapatan keluarga mendukung sebanyak 15 orang (60%) untuk tidak berKB, mayoritas 20 responden (80%) dari segi agamanya mendukung untuk berKB, Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan setiap faktor masih mempengaruhi ketidakmauan pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi. Diharapkan adanya penyuluhan yang lebih giat supaya responden yang pengetahuannya baik bisa termotivasi menjadi peserta KB

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Ibu Untuk Memilih Implant Sebagai Alat Kontrasepsi Di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan

MARLIZA, ANANTASIA ( Prodi DIII Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian )

E-Journal Martenity and Neonatal Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : E-Journal Martenity and Neonatal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Masalah kualitas sumber daya manusia tidak lepas dari gerakan keluarga berencana dengan upaya peningkatan keperdulian dan peran serta masyarakat. Implant adalah metode kontrasepsi yang hanya mengadung progestin dengan masa kerja panjang dan di susukkan dibawah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi rendahnya minat Ibu untuk memilih Implant sebagai alat kontrasepsi di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2010. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 87 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 April 2010 sampai 20 April 2010. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi pertanyaan dari faktor pengetahuan, faktor pendidikan, faktor sumber ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengetahuan responden berada dalam klasifikasi cukup 49 responden (56,3%) dan pengetahuan kurang 5 responden (5,7%), dari segi pendidikan 46 orang (52,9%) berpendidikan SD dan 1 responden (1,1%) tamat Perguruan Tinggi, dari segi sumber ekonomi baik sebanyak 55 orang (63,2%), dan sumber ekonomi kurang sebanyak 4 responden (4,6%) untuk tidak berKB karena KB itu mahal Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan setiap faktor masih mempengaruhi ketidak mauan Ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi Implant. Diharapkan adanya penyuluhan yang lebih giat supaya responden yang pengetahuannya baik bisa termotivasi menjadi peserta KB Implant, Di harapkan kepada pemerintah agar mengadakan KB gratis, karena banyak responden menganggap KB Implant itu mahal.Selanjutnya diharapkan pada responden untuk memotivasi diri untuk menggunakan alat kontrasepsi implant agar pemakaian antara alat kontrasepsi yang satu dengan yang lainnya berimbang

Hubungan Umur Ibu Hamil Dengan Kejadian Abortus Di RSUD Rokan Hulu

JUNITA, ELVIRA ( Prodi DIII Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian )

E-Journal Martenity and Neonatal Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : E-Journal Martenity and Neonatal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. Sebagai batasan ialah kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.insiden kehamilan diketahui secara klinis sebanyak 15 % - 25 % diantara kehamilan ini mengalami komplikasi perdarahan pada trimester pertama,50 % dari ini mengalami abortus. Kejadian abortus di Rumah Sakit lebih tinggi karena menerima rujukan.Di RSUD Rokan Hulu tercatat ada 123 kasus abortus. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur ibu hamil dengan kejadian abortus di RSUD Rokan Hulu tahun 2011.Metode Penelitian bersifat analitik dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan sampling jenuh, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari buku register dan rekam medik RSUD Rokan Hulu tahun 2011 sebanyak 132 responden.Analisa data dalam penelitian ini diolah secara Chi square.Hasil penelitianini yaitu distribusi frekuensi umur ibu hamil di RSUD Rokan Hulu mayoritas pada kategori umur > 35 tahun sebanyak 40.9 % dan minoritas pada kategori umur < 20 tahun sebanyak 22% Distribusi frekuensi abortus di RSUD Rokan Hulu sebanyak 93%.Distribusi frekuensi umur ibu hamil yang berisiko terhadap kejadian abortus adalah kelompok umur > 35 tahun yaitu sebanyak 98%. Dari analisa hubungan kebiasaan umur ibu hamil dengan kejadian abortus didapatkan nilai ρ value 0.032 < α( 0.05 ). Kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu hamil dengan kejadian abortus di RSUD Rokan Hulu

Faktor – Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Asfiksia Neonatorum Pada Bayi Baru Lahir Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Rokan Hulu

HERAWATI, RIKA ( Prodi DIII Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian )

E-Journal Martenity and Neonatal Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : E-Journal Martenity and Neonatal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Asfiksia Neonatorum adalah keadaan bayi yang tidak bernafas spontan dan teratur segera setelah lahir. Berdasarkan data WHO (World Health Organisation) tahun 2002 menunjukkan bahwa 27% kematian bayi baru lahir disebabkan oleh Asfiksia Neonatorum. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinyafaktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Asfiksia Neonatorum pada bayi baru lahir di RSUD Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2011.Metode penelitian bersifat survey analitik dengan desain case control.Cara pengambilan sampel ini dilakukan dengan samplingjenuh yaitu semua Ibu yang melahirkan bayi yang mengalami Asfiksia Neonatorum.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar Check List yang didapat berdasarkan data skunder dari ruang kebidanan dan OK RSUD Kabupaten Rokan Hulu tahun.Analisa data penelitian ini menggunakan uji Chi Square dan regresi linier. Pada derajat kepercayaan (CI) 95 % diperoleh faktor usia ibu p value 0,34, usia kehamilan p value 0,202, solusio plasenta p value 0,0005, plasenta previa p value 0,0005, gamelli p value 0,0005 dan gangguan tali pusat p value 0,0005, Kesimpulandari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dan usia kehamilan dengan kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2011 dan ada hubungan yang bermakna dengan kekuatan hubungan lemah antara solusio plasenta, plasenta previa, gamelli dan gangguan tali pusat dengan kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2011. Saran diharapkan pada petugas kesehatan untuk melengkapi pencatatan status pasien dan untuk penelitian yang akan datang disaran kan agar menambah jumlah sampel sehingga didapatkan hasil penelitian yang lebih akurat

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Usia Menopause di Empat Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Rambah Kabupaten Rokan Hulu.

Herawati, Rika ( Prodi DIII Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian )

E-Journal Martenity and Neonatal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : E-Journal Martenity and Neonatal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fakta menunjukkan bahwa usia menopause wanita di berbagai belahan dunia semakin cepat, dari 51,3 tahun menjadi 46,9 tahun. Usia menopause di Indonesia terjadi penurunan juga dari 47 tahun menjadi 45 tahun yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan menopause di empat Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2012.Jenis Penelitian ini adalah Kuantitatif Analitic Cross Sectional Study, dengan jumlah sampel 100 wanita menopause, dengan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji T independen dan korelasi Product Moment, dan multivariat dengan uji regresi linier ganda. Hasil diperoleh bahwa variabel yang berhubungan dengan usia menopause adalah Kebiasaan merokok, pendapatan, olah raga, jumlah anak, status perkawinan dan menarche. Diperoleh persamaan regresi yaitu usia menopause = 52,548 -0,303 Konsumsi rokok + 1,47 pendapatan + 3,417 olah raga + 0,745 Jumlah anak – 5,580 status menikah – 0,481 menarche.Kesimpulan : Variabel yang paling besar pengaruhnya adalah olah raga disusul oleh pendapatan, jumlah anak, konsumsi rokok, menarche dan terkecil adalah status menikah. Dengan R² di ketahui 68,1% variasi dari usia menopause dapat dijelaskan oleh variabel independen tersebut dan sisanya 31,9% dijelaskan oleh sebab lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Efektifitas Jahe Untuk Menurunkan Mual Muntah Pada Kehamilan Trimester I Di Puskesmas Dolok Masihul Kec. Dolok Masihul Kab. Serdang Bedagai

FITRIA, RAHMI ( Prodi DIII Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian )

E-Journal Martenity and Neonatal Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : E-Journal Martenity and Neonatal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sekitar 50% wanita hamil mengalami mual-mual dan sampai muntah-muntah. Ini terjadi 12 minggu pertama kehamilan, biasanya menghilang pada akhir waktu tersebut, tapi kadang muncul menjelang akhir kehamilan. Kebanyakan mual-mual terjadi pada pagi hari, dinamakan morning sickness, mungkin juga terjadi kapanpun. Wanita hamil merasakan mual berkurang berkat jahe, tanpa efek samping membahayakan. Pada tahun 2001, dilaporkan bahwa 87% wanita hamil mengkonsumsi jahe, mengaku perasaan mual muntah mereka berkurang. Jahe terbukti aman dikonsumsi wanita hamil dalam dosis normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan frekuensi mual muntah sebelum dan sesudah diberikan jahe pada ibu hamil trimester I. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen yang bersifat one group pretest-postest untuk mengidentifikasi efektifitas jahe dalam menurunkan mual muntah pada kehamilan trimester I sebelum dan sesudah diberikan jahe. Hasil penelitian diperoleh karakteristik responden sebagian besar berusia 26-30 tahun sebanyak 13 orang (40,6%). Berdasarkan paritas mayoritas responden mempunyai 2 anak sebanyak 17 orang (53,1%). Berdasarkan pendidikan sebagian besar responden berpendidikan dasar sebanyak 16 orang (50%). Berdasarkan pekerjaan mayoritas adalah ibu rumah tangga sebanyak 23 orang (71,9%). Berdasarkan penghasilan mayoritas tidak berpenghasilan sebanyak 24 orang (75%). Berdasarkan waktu mual dan muntah mayoritas terjadi pada pagi hari sebanyak 19 orang (59,4%). Frekuensi mual ibu hamil sebelum dilakukan intervensi sebagian besar adalah 4-6 kali per hari sebanyak 25 orang (78,1%). Sedangkan frekuensi muntah ibu hamil sebelum intervensi adalah 1-3 kali per hari sebanyak 16 orang (50%). Dari uji statistik dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari frekuensi mual dan muntah sebelum dilakukan intervensi dan setelah dilakukan intervensi (p adalah 0,000). Dari hasil penelitian ini diketahui jahe efektif dalam menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil trimester I. Direkomendasikan bahwa jahe dapat digunakan sebagai intervensi dalam asuhan kebidanan terhadap ibu hamil dengan keluhan mual dan muntah.

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER DI RSUD ROKAN HULU TAHUN 2010

-, SYAFNELI ( Prodi DIII Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian )

E-Journal Martenity and Neonatal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : E-Journal Martenity and Neonatal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perdarahan setelah anak lahir melebihi 500 ml yang merupakan penyebab kematian maternal terbanyak. Diperkirakan ada 14 juta kasus perdarahan dalam kehamilan setiap tahunnya paling sedikit 128.000 wanita mengalami perdarahan sampai meninggal. Sebagian besar kematian tersebut terjadi dalam waktu 4 jam setelah melahirkan. Metode Penelitian bersifat analitik dengan desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan sampling jenuh, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari buku register dan rekam medik RSUD Rokan Hulu tahun 2010 sebanyak 77 orang yang mengalami perdarahan post partum primer dan 77 orang yang tidak mengalami perdarahan postpartum primer. Analisa data dalam penelitian ini diolah secara Chi square. Dari analisis statistik dengan uji Chi-Squere diperoleh hubungan antara umur dengan perdarahan postpartum primer dengan nilai p-value = 0,045 < α ( 0.05 ). Terdapat hubungan antara paritas dengan perdarahan postpartum primer dengan nilai p-value = 0,000 < α ( 0.05 ).. Terdapat hubungan antara kadar Hb dengan perdarahan postpartum primer dengan nilai p-value = 0,000 < α ( 0.05 ). Kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara umur, paritas dan kadar HB dengan perdarahan postpartum primer di RSUD Rokan Hulu tahun 2010.

HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA < 6 BULAN DI DESA KOTO TINGGI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMBAH MEI – JUNI 2010.

-, ANDRIANA ( Prodi DIII Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian )

E-Journal Martenity and Neonatal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : E-Journal Martenity and Neonatal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The priority of Indonesian health development is aimed at effort of the mortality degradation to infants and infants less than five year. In 2008, the diarhea outbreak occured in 15 provinces in Indonesia to 8.443 infants with the mortality degree 209 infats or 2.48%, increased from the year of 2007. The persentage of diarhea outbreak to infants in public health centre working area Rambah is the higest in Rokan Hulu regency with 196 occurances.The Purpose of Research: The purpose of the research is to know the correlation between giving breast feeding site food toward diarhea occurance to infants less than six month in Koto Tinggi Village, the public helath centre of working area Rambah during May – June 2010.Research Methodology: This research used analytic descriptive analysis. The samples were mothers who has infants less than six month old in Koto Tinggi Village, the public helath centre of working area Rambah by giving them questionnaire about the beginning of giving breast feeding site food to infants who had diarhea occurance.The Research Finding. The data was analyzed by using computer with chi-square statistic test. The result of research shown that there is correlation between giving breast feeding site food toward diarhea occurance to infants less than six month.Conclusion. It is important to give more information about giving exclusive breast feeding to mothers who gives breast feeding site food to infants less than six month.

PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU YANG MEMILIKI BALITA TENTANG PEMBERIAN VITAMIN A DI POSYANDU SAYANG BALITA KELURAHAN UJUNG BATU WILAYAH KERJA PUSKESMAS UJUNG BATU APRIL-MEI 2010

SEPDUWIANA, HENY ( Prodi DIII Kebidanan Universitas Pasir Pengaraian )

E-Journal Martenity and Neonatal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : E-Journal Martenity and Neonatal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The Background of 20 million chidren under five in Indonesia, at the age 6 months to 5 years ole half of othem suffer from lack of Vitamin A. Indonesia is one country in Asia that the level of vitamin A complience with a relatively low. This problem can be caused by society low level of Knowledge and assitude to word the importance of vitamin A to children under five.The Purpose ofthe study was to determine the distribution of mothers knowledge and assitude who have children under five about giving vitamin A, as well as to find out Vitamin A giving distribution at Posyandu Sayang Balita. Popolation in this study was the mothers who have childre under five at Posyandu Sayang balita, Ujung Batu Subdistrict, working area in Puskesmas Ujung Batu period April – Mey 2010, that had number 109 mothers with 166 children under fiveThe Research method in this study by using primary date aquired from respondents trhough questionnaries, deriued from research conducted by the author, at Posyandu Sayang Balita in Ujung Batu on April 27 th – 29 th, 2010. Sample techrique in this study was saturated sample. The characteristic study was deskriptive.The result of research that has been done, it can be abtained that knowledge of the distribution of the majority of mothers who have children under live at Posyandu Sayang Balita, Warking area at Ujung Batu, knolegeable either (89,2%) and less koledgeatle either (1,83%). Mother assitude distribution is obtained, that majority of mothers positive assitude (82%) toward the didtribution giving vitamin A at Posyandu Sayng Balita majority of children under five got vitamin A (85,55%). The conelusion knowledge mothers about giving vitamin A to children under five were good and positive.