cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal KESMADASKA
Published by Stikes Kusuma Husada
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DENGAN MOTIVASI MENGIKUTI PMTCT (PREVENTION-MOTHER-TO-CHILD-TRANSMISSION) DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Kumalasari, Mei Lina Fitri; Oktavianus, O
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : STIKes Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPandemi HIV / AIDS selalu meningkat setiap tahunnya. Transmisi ibu ke anak merupakan salah satu risiko tinggi HIV / AIDS. Salah satu program pemerintah dalam mengatasi kasus seperti ini layanan PMTCT, tapi motivasi ibu hamil untuk PMTCT ikuti masih terhambat oleh beberapa hal, seperti pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang HIV / AIDS dengan motivasi ibu untuk mengikuti PMTCT di Rumah Sakit Dr.Moewardi Surakarta. Jenis penelitian merupakan observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil di Rumah Sakit Dr. Moewardi. Sampel terdiri dari 22 ibu hamil diambil dengan menggunakan accidental sampling. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier sederhana dengan menggunakan SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang HIV / AIDS dengan mengikuti motivasi PMTCT di rumah sakit Dr.Moewardi Surakarta (p = 0,01). Ada hubungan positif antara pengetahuan ibu tentang HIV / AIDS dan motivasi untuk mengikuti PMTCT di Rumah Sakit Dr.Moewardi SurakartaKata kunci: pengetahuan, motivasi, HIV, AIDS, PMTCTABSTRACTHIV/AIDS pandemic always increases over years.Mother to child transmission is one of the high risk of HIV / AIDS. One of the government programs in coping with such the case is PMTCT services, but the motivation of pregnant women for PMTCT follow still hampered by several things, such as knowledge. This study aims to analyze the relationship between knowledge about HIV / AIDS with maternal motivation to follow PMTCT in Dr.Moewardi Surakarta hospital.This study is a quantitative analytic observational with cross sectional approach. The study population was pregnant women in Dr.Moewardi Hospital. The sample consisted of 22 pregnant women were taken using accidental sampling. The data was analyzed using simple linear regression using SPSS version 17. The results showed that there was a significant relationship between knowledge of HIV / AIDS with the following motivation PMTCT in hospitals Dr.Moewardi Surakarta (p = 0.01). There is a positive relationship between maternal knowledge about HIV / AIDS and motivation to follow PMTCT Dr.Moewardi Surakarta HospitalKeywords: knowledge, motivation, HIV, AIDS, PMTCT
Motivasi Wanita Bekerja dalam Memberikan Susu Formula pada Bayi Usia 0-6 Bulan Widyastuti, Erlina
Jurnal KESMADASKA Jurnal KESMADASKA Vol. 2 No. 2 Juli 2011
Publisher : Jurnal KESMADASKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Nutrisi berupa ASI pada bayi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak bayi. Menurut SDKI (Survei Demografi Kesehatan Indonesia) tahun 1997 dan 2002, cakupan ASI Eksklusif 6 bulan menurun dari 42,4% tahun 1997 menjadi 39,5% pada tahun 2002. Sementara itu penggunaan susu formula justru meningkat lebih dari 3 kali lipat selama 5 tahun dari 10,8% tahun 1997 menjadi 32,5% pada tahun 2002 . Tujuan: menggambarkan motivasi internal dan eksternal pada wanita bekerja dalam memberikan susu formula bagi bayi usia 0-6 bulan. Metode: penelitian ini dalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil: motivasi internal wanita bekerja dalam memberikan susu formula pada bayi usia 0-6 bulan antara lain pengetahuan atau intelegensi dan motivasi eksternal antara lain lingkungan, pendidikan, social dan status ekonomi, kebudayaan, orang tua serta petugas kesehatan. Kata kunci: motivasi, susu formula, bayi usia 0-6 bulan. ABSTRACT Background: Nutrition in the form of milk on the baby to optimize growth and brain development bayi. Menurut IDHS (Indonesia DemographicHealth Survey) in 1997 and 2002, the scope of exclusive breastfeeding 6 months decreased from 42.4% in 1997 to 39.5% in 2002 . While the use of infant formula have increased more than 3 times for 5 years from 10.8% in 1997 to 32.5% in 2002. Objectives: describe the internal and externalmotivation in women working in providing infant formula for infants aged 0-6 months. Methods:This study dalah qualitative with a phenomenological approach. Sampling technique with the purposive sampling. Results: The internal motivation of working women in providing milk formula in infants aged 0-6 months, among others, knowledge or intelligence and external motivations such as environment, education, social and economic status, culture, parents and health workers. Key words: motivation, milk formula, infants aged 0-6 months.
PENGARUH KONSELING GIZI DAN PEMBERIAN TABLET ZAT BESI TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II Astuti, Hutari Puji; Wijayanti, W
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : STIKes Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSaat ini, kasus anemia gizi pada ibu hamil masih saja menjadi penyebab utama anemia di dunia, baik di negara maju maupun di Negara berkembang. Anemia defisiensi besi di Negara berkembang sekitar 80%. Di Indonesia, berdasarkan Survey Kesehatan Nasional tahun 2001 ditemukan sekitar 40,1%ibu hamil menderita anemia, tahun 2003 menjadi 50,9%. Laporan Survei Departemen Kesehatan-Unicef tahun 2005,menemukan bahwa dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami anemia gizi dan satu jutalainnya mengalami kekurangan energi kronis. Hasil penelitian 6 terakhir membuktikan bahwa pemberian tablet zat besi lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil, tetapi untuk lebih mengoptimalkan peningkatan kadar hemoglobin tersebut maka pemberian tablet zat besi perlu pula disertai dengan konseling gizi. Penelitian dilakukan di Kelurahan Kadipiro Kecamatan Banjarsari Surakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi experiment) dengan desain non randomized control group pretest posttest. Subjek pada penelitian sebanyak 30 orang, pengambilan sampel secara purposive sampling . Hasil penelitian yang telah dilakukan, yaitu dengan memberikan konseling setiap satu bulan sekali selama 3 bulan dan pemberian tablet Fe 200 mg, asam folat 0,25 mg serta vitamin C 50 mg sejumlah 10 tablet yang diberikan bersamaan saat konseling menunjukkan adanya kenaikan Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester II tersebut.Kata Kunci: konseling, gizi ibu hamil, anemiaABSTRACTCurrently, cases of anemia among pregnant women is still a major cause of anemia in the world, both in developed countries and in developing countries. Iron deficiency anemia in developing countries about 80%. In Indonesia, according to the National Health Survey in 2001 found about 40.1% of pregnant women suffer from anemia, in 2003 to 50.9%. Laporanv Ministry of Health-UNICEF survey in 2005, found that of the approximately 4 million pregnant women, half of whom suffered anemia and one jutalainnya chronic energy deficiency. Last 6 research results prove that the provision of iron tablets more effectively increase hemoglobin levels of pregnant women, but to further optimize the increase in hemoglobin levels, the provision of iron tablets should also be accompanied by nutritional counseling. The study was conducted at the Village Kadipiro Banjarsari District of Surakarta. This study is a quasi-experimental research (Quasi-experiment) with the design of non-randomized control group pretest posttest. Subjects in the study of 30 people, sampling purposive sampling. The results of the research that has been done, by providing counseling once a month for 3 months and administration of 200 mg Fe tablets, 0.25 mg of folic acid and vitamin C 50 mg tablets given number 10 at the same time of counseling showed an increase in hemoglobin in Pregnant Women the second trimester.Keywords: counseling, nutrition of pregnant women, anemia
Hubungan antara tingkat pengetahuan tentang perubahan fisik pada masa pubertas dengan konsep diri remaja SMP Negeri 6 Yogyakarta -, Siti Mardiyah
Jurnal KESMADASKA Jurnal KESMADASKA Vol. 2 No. 2 Juli 2011
Publisher : Jurnal KESMADASKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : masa remaja merupakan suatu tahap dalam perkembangan manusia. Pada masa remaja terjadi perubahan fisik yang membedakan remaja laki-laki dan perempuan. Perkembangan fisik yang tidak sama pada setiap orang menyebabkan remaja sangat Gemas akan perkembangan fisiknya, sehingga akan berpengaruh juga pada konsep dirinya.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang perubahan fisik pada masa pubertas dengan konsep diri remaja SMP Negeri 6 Yogyakarta.Metode Penelitian : jenis penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. pengambilan sampel secara proportionate stratified random samping. Analisis data menggunakan Chi Square.Hasil Penelitian : sebanyak 70 siswa, 64 siswa (91,42%) mempunyai tingkat pengetahuan baik mengenai perubahan fisik pada masa pubertas dan tingkat pengetahuan sedang sebanyak 6 siswa (8,58%), sedangkan remaja yang mempunyai konsep diri positif sebanyak 66 siswa (94,2%), konsep diri negatif sebanyak 4 orang (5,8%). Hasil perhitungan statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang perubahan fisik pada masa pubertas dengan konsep diri remaja (p>0.05)Kata Kunci : Pengetahuan perubahan fisik, Konsep diri, RemajaABSTRACTBackground: adolescence is a stage in human development. In adolescence the physical changes that distinguish adolescent boys and girls. Physical development is not the same in every person causing teenagers are very worried about physical development, so it will an effect also on the concept itself.Research objectives: to determine the relationship between the level of knowledge about physical changes during puberty with the adolescent self-concept school Affairs 6 Yogyakarta.Research Methods: type of study correlational descriptive analytic cross sectional approach, proportionate sampling stratified random side. Data analysis using Chi Square.Research Findings: as many as 70 students, 64 students (91.42%) had a good level of knowledge about the changes during puberty and the physical level of knowledge are as many as 6 students (8.58%), whereas adolescents who have positive self-concept as many as 66 students (94.2%), negative self- concept as much as 4 people (5.8%). The results of statistical calculations show there is no relationship between the level of knowledge about physical changes during puberty with adolescent self-concept (p> 0.05)Keywords: Knowledge of physical changes, self concept, Youth
Persepsi Ibu tentang Pijat Bayi Oleh Dukun Bayi di Kelurahan Plamongansari RW 1 Kecamatan Pedurungan Semarang Ambarsari, -
Jurnal KESMADASKA Jurnal KESMADASKA Vol. 2 No. 2 Juli 2011
Publisher : Jurnal KESMADASKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Pijat adalah terapi sentuhan yang memberikan kenyamanan bagin tubuh. Pijat oleh dukun bayi ini diwariskan secara turun temurun tanpa menjelasan mengenai manfaat dan teori ilmiahnya. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui persepsi ibu mengenai pengertian pijat bayi, manfaat pijat bayi, syarat pijat bayi, alasan ibu memijatkan bayinya kedukun bayi serta pelaksanaan pijat bayi. Metode Penelitian : menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penarikan sampel secara purposive sampling Hasil Penelitian : hampir semua informan mengetahui pengertian pijat bayi, manfaat, syarat, alasan ibu memijatkan bayinya kedukun serta pelaksanaan pijat bayi. Kata Kunci : Persepsi, Pijat bayi dan Dukun Bayi. ABSTRACT Background: Massage is a touch therapy that provides comfort bagin body. Massage by TBAs is inherited from generation to generation without menjelasan about the benefits and scientific theory. Research objectives: to determine the perception of mothers about infant massage understanding, the benefits of infant massage, infant massage condition, the reason for massaging the baby´s mother and the baby kedukun implementation of infant massage. Research Methods: Qualitative research methods with a purposive sampling for sampling Research results: almost all the informants know understanding infant massage, benefits, terms, the reasons mothers massaging their babies as well as implementation kedukun baby massage. Keywords: Perception, infant massage and Untrained.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III MENUJU PROSES MENYUSUI Putriningrum1, Rahajeng; Khoiriyah, Annisaul; Umarianti, Tresia
Jurnal KESMADASKA Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Publisher : Jurnal KESMADASKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKProses menyusui merupakan aktivitas yang sangat penting bagi seorang ibu, karena dengan lancarnya produksi ASI seorang wanita dapat memberikan kontribusi bagi negara. Cikal bakal suatu negara adalah bayi yang sehat dan tumbuh berkembang dengan sempurna. Untuk mencapai optimalisasi kesehatan bayi kunci utamanya adalah kesuksesan seorang ibu dalam memberikan ASI ekslusive, sedangkan kesuksesan ASI ekslusif diawali dengan kesuksesan dalam proses menyusui. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada Ibu Hamil Trimester III menuju proses menyusui. Metode penelitian menggunakan deskripsi observasi. Hasil yang dicapai pada penelitian ini secara univariat yaitu pada variabel pengetahuan didapatkan bahwa pengetahuan ibu hamil trimester III tentang menyusui berkategori baik terdapat 56% dan yang berpengetahuan kurang terdapat 44%.Kata kunci: tingkat pengetahuan, ibu hamil, trimester III, proses menyusuiABSTRACTBreastfeeding is a very important activity for the mother, because of the smoothness of a woman’s breast milk production can contribute to the country. Forerunner of a country is a healthy baby and grow perfectly. To achieve the optimization of the baby’s health is the main key to the success of a mother in exclusive breastfeeding, while success of exclusive breastfeeding begins with success in breastfeeding. The study aims to determine the level of knowledge in Pregnancy Trimester III towards breastfeeding. The research method uses observation description. The results achieved in this study is the variable univariate knowledge gained that knowledge of third trimester pregnant women about breastfeeding either category are 56% and 44% are less knowledgeable.Key words: level of knowledge, pregnant women, the third trimester, breastfeeding
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA WUS DI SURAKARTA JAWA TENGAH Apriani, Arista; Kumalasari, Mei Lina Fitri
Jurnal KESMADASKA Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
Publisher : Jurnal KESMADASKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJenis kanker di Indonesia didominasi kanker payudara. Deteksi dini belum populer di Indonesia, oleh karena itu diberikan pendidikan kesehatan untuk peningkatan pengetahuan atau sikap masyarakat. Metode pendidikan kesehatan merupakan salah satu jawaban terhadap beberapa masalah yang dihadapi dalam pendidikan kesehatan yaitu salah satunya dengan booklet. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan booklet terhadap pengetahuan dan sikap tentang deteksi dini kanker payudara. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan before and after with control experiment design. Populasi yaitu wanita usia subur di Surakarta, Jawa Tengah. Teknik pengambilan sampel secara purposive. Kelompok kontrol jumlah sampel 30 subjek dan kelompok eksperimen (booklet) jumlah sampel 30 subjek. Pengumpulan data pengetahuan dan sikap diukur dengan kuesioner. Analisis data dengan analisis regresi linier ganda. Uji validitas pada kuesioner pengetahuan sebanyak 50 item pernyataan didapatkan hasil 9 item tidak valid dan hasil uji reliabilitas didapatkan nilai alpha 0,942, serta untuk Uji validitas pada kuesioner sikap sebanyak 25 item pernyataan didapatkan hasil 3 item tidak valid dan hasil uji reliabilitas didapatkan nilai alpha 0,881. Instrumen yang sudah valid dan reliabel tersebut disebarkan kepada responden pada sebelum dan sesudah perlakuan dengan sebelumnya melakukan informed consent secara lisan. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data univariat, bivariat dengan independent T-test dan multivariat dengan regresi linier ganda. Dengan diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan dengan booklet terhadap pengetahuan dan sikap terhadap deteksi dini kanker payudara maka pemerintah dapat memperbaiki metode pendidikan kesehatan yang sudah ada dan lebih meningkatkan pelayanannya lagi, sehingga pengetahuan dan sikap tentang deteksi dini kanker payudara akan meningkat, kanker payudara akan terdeteksi sejak awal sehingga penanganan lebih mudah dan murah serta angka kematian akibat kanker payudara akan mengalami penurunan.Kata kunci:pendidikan kesehatan,booklet, pengetahuan, sikap, deteksi dini, kanker payudaraABSTRACTThe type of cancer in Indonesia is dominated breast cancer. Early detection has not been popular in Indonesia, therefore, given health education to increase knowledge or attitudes. Methods of health education is one of the answers to some of the problems encountered in health education is one of the booklet. Objective studies analyzing the effect of health education booklets on knowledge and attitudes about early detection of breast cancer. This research is a quasi experiment with using before and after with control experiment design. The population is women of childbearing age in Surakarta, Central Java. Purposive sampling technique. The control group of 30 subjects the number of samples and the experimental group (booklet) sample size of 30 subjects. Data collection knowledge and attitudes were measured by questionnaire. Analysis of data by multiple linear regression analysis. Test the validity of the questionnaire of 50 items statements knowledge is obtained 9 items invalid and reliability test results obtained alpha value 0.942, as well as to test the validity of the attitude questionnaire of 25 items showed statement 3 items invalid and reliability test results obtained alpha value of 0.881. Instruments that are valid and reliable are distributed to the respondents before and after treatment with informed consent before doing orally. Once the data is collected and analyzed the data using univariate, bivariate with independent t-tests and multivariate multiple linear regression. By knowing the effect of health education booklets on knowledge and attitudes towards early detection of breast cancer, the government can improve the health education methods that already exist and further improve its service again, so that the knowledge and attitudes about early detection of breast cancer will meningkt, breast cancer will be detected early making handling easier and cheaper as well as breast cancer mortality will decrease.Keywords: health education, booklets, knowledge, attitudes, early detection, breast cancer
STUDI FENOMENOLOGIS MANAJEMEN LAKTASI PADA IBU PRIMIPARA YANG MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Istiningtyas, Anita; Rachmawati, Alfyana Nadya
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 6 No. 1, Januari 2015
Publisher : STIKes Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan periode emas yang akan menentukan usia dewasa. ASI eksklusif adalah memberikan ASI hanya untuk 6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun. Kurang dari 20% dari ibu-ibu di Indonesia yang memberikan ASI eksklusif. Target dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2015 minimal ibu menyusui bayi secara eksklusif sebesar 80%. Ibu Primipara harus menjadi perhatian karena tidak ada pengalaman dalam menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan gambaran manajemen laktasi ibu primipara yang menyusui secara eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif antara lain pengetahuan, keterampilan dan motivasi; kuantitas susu yang dihasilkan meliputi lama dan menyusui frekuensi dan kecukupan ASI; dan kualitas ASI yang dihasilkan meliputi kualitas, pertumbuhan pendukung dan ketahanan selama menyusui.Kata kunci: ASI, primipara, menyusui secara eksklusifABSTRACTGrowth and development of infants is the golden period that will decide to adulthood. The important role is breastfeeding exclusively. Exclusive breastfeeding is giving only breast milk for 6 months and continued up to 2 years. Less than 20% of mothers in Indonesia who exclusively breastfed. Desired target of the Ministry of Health is 80% of mothers to breast feed exclusively on the 2015. First-time mothers (primiparous) should be a concern because there is no experience in breastfeed. The purpose of this study is to explain the management overview lactation primiparous mothers who breastfeed exclusively. This study used qualitative method with a phenomenological approach. The results in this study are the factors that influence exclusive breastfeeding among others the knowledge, skills and motivation; quantity of milk produced covering the old and breastfeeding frequency and adequacy of breast milk; and quality of breast milk produced include quality, supporting growth and resistance during lactation.Keywords: breastfeeding, primiparous, breast feed exclusively
FAKTOR-FAKTOR DOMINAN SINDROM METABOLIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN AKUT MIOKARD INFARK (AMI) DI RUANG INTENSIVE CARDIOVASKULER CARE UNIT (ICVCU) RSUD DR. MOEWARDI TAHUN 2014 Dewi, Mentari Rosriyana; Haryati, Dwi Susi; Sumardino, S
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 5 No. 2, Juli 2014
Publisher : STIKes Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAkut Miokard Infark (AMI) adalah keadaan nekrosis otot jantung akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen yang terjadi secara mendadak. Faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya AMI adalah obesitas sentral, hipertensi, peningkatan gula darah puasa, kenaikan kadar trigliserida, dan penurunan kadar high density lipoprotein ( HDL) yang lebih dikenal dengan sindrom metabolik. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor dominan sindrom metabolik yang berhubungan dengan kejadian Akut Miokard Infark (AMI) di ruang Intensive Cardiovaskuler Care Unit (ICVCU) RSUD Dr. Moewardi tahun 2014. Jenis penelitian adalah eksplanatory riset dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 30 pasien AMI yang menjalani perawatan di ruang ICVCU tanggal 12 Februari-12 April 2014. Untuk mengetahui faktor dominan sindrom metabolik menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian dari 30 responden pasien AMI diperoleh 14 orang (46,7%) mengalami obesitas sentral, 17 orang (56,7%) mengalami hipertensi, 15 orang (50%) mengalami kenaikan gula darah puasa, 20 orang (66,7%) mengalami kenaikan kadar trigliserida, 14 orang (46,7%) mengalami penurunan kadar HDL, dan pasien yang mengalami STEMI 20 pasien (66,7%) dan yang NSTEMI 10 pasien (33,3%). Hasil menujukkan faktor dominan sindrom metabolik yang berhubungan dengan kejadian AMI adalah peningkatan kadar trigliserida dengan nilai Exp (B) 5,102. Kesimpulan factor dominan sindrom metabolik yang berhubungan dengan kejadian AMI adalah peningkatan kadar trigliserida.Kata kunci: Akut Miokard Infark, sindrom metabolik, faktor dominanABSTRACTAcute Myocardial Infarction (AMI) is a state of cardiac muscle necrosis due to an imbalance between demand and supply of oxygen that occurs suddenly. Factors that may affect the incidence of AMI is central obesity, hypertension, increased fasting blood sugar, increases in triglyceride levels, and decreased levels of high density lipoprotein (HDL) better known as metabolic syndrome. Aim to determine the dominant factors of the metabolic syndrome are associated with the incidence of Acute Myocardial Infarction (AMI) in the Intensive Care Unit cardiovascular (ICVCU) Hospital Dr. Moewardi 2014. This type of research is explanatory research with cross sectional approach. The samples used were 30 patients with AMI who undergo treatment at room ICVCU on February 12 to April 12, 2014. To determine the dominant factor of the metabolic syndrome using logistic regression. The results of the 30 respondents obtained 14 AMI patients (46.7%) had central obesity, 17 people (56.7%) had hypertension, 15 people (50%) experienced an increase in fasting blood sugar, 20 people (66.7% ) increased levels of triglycerides, 14 people (46.7%) decreased levels of HDL, and patients with STEMI 20 patients (66.7%) and the NSTEMI 10 patients (33.3%). The results showed the dominant factor of the metabolic syndrome associated with the incidence of AMI is elevated triglyceride levels with Exp (B) 5.102. Conclusion The dominant factors of metabolic syndrome associated with the incidence of AMI is elevated triglyceride levels.Keywords: Acute Myocardial Infarction, metabolic syndrome, the dominant factor
PEMANFAATAN BAKTERI ASAM LAKTAT DALAM PROSES PEMBUATAN TAHU DAN TEMPE UNTUK PENINGKATAN KADAR ISOFLAVON, ASAM LINOLEAT DAN ASAM LINOLENAT W, Ika Murni; Z, Eka Reftiana; N, Aldila Puji; Harti, Agnes Sri; Estuningsih, E; Kusumawati, Heni Nur
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 4 No. 2, Juli 2013
Publisher : STIKes Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tahu dan tempe sebagai makanan olahan kedelai yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sumber prote PEMANFAATAN BAKTERI ASAM LAKTAT DALAM PROSES PEMBUATAN TAHU DAN TEMPE UNTUK PENINGKATAN KADAR ISOFLAVON, ASAM LINOLEAT DAN ASAM LINOLENAT in  nabati. Selain protein,  kedelai memiliki  isofl avon  dan  potensi asam  lemak  tak  jenuh lainnya. Keistimewaan isofl avon yang dikenal sampai saat ini adalah sebagai antioksidan dan kemampuan antikanker. Sedangkan asam linoleat dan asam linolenat dalam kedelai sebagai asam lemak tak jenuh bahwa  tubuh  tidak  dapat  disintesis  dan  bermanfaat  dalam  pencegahan  penyakit  jantung  koroner. Indonesia memiliki  potensi megabiodiversiti Bakteri Asam  Laktat  (BAL)  yang  sangat  tinggi  seperti Lactobacillus plantarum, L. casei. BAL dapat  diisolasi dan digunakan  untuk  fermentasi asam  laktat dalam makanan, seperti tahu, tempe, tauco, kecap, dan acar. Produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe adalah makanan fermentasi. Dalam proses pembuatan tahu tanpa melalui proses fermentasi dan masih menggunakan cara konvensional dengan penambahan cuka sebagai agen koagulan. Sedangkan pembuatan  tempe  difermentasi menggunakan  ragi Rhyzopus  sp  sehingga bentuk kompak  dihasilkan. Pemanfaatan LAB (Bakteri Asam Laktat) dalam proses fermentasi asam laktat untuk membuat tahu dan tempe, diharapkan akan diperoleh dan produk tahu serta linoleat isofl avon tinggi dan asam linolenat yang dapat berfungsi sebagai makanan fungsional. Kata Kunci: Asam Laktat, Tahu, Tempe, Isofl avon, Asam Linoleat, Asam Linolenat ABSTRACT Tofu and tempeh as processed soy  foods are widely consumed by  the public as a source of vegetable protein. In addition to protein, soy has isofl avones and the potential of other unsaturated fatty acids. Privileged  isofl avones known to  date  is as  an  antioxidant  and  anticancer  abilities. Whereas  linoleic acid and linolenic acid in soybeans as unsaturated fatty acids that the body can not be synthesized and benefi cial  in  the prevention of  coronary heart  disease.  Indonesia has  the potential megabiodiversity Lactic  Acid  Bacteria  (LAB)  are  very  high  such  as  Lactobacillus  plantarum,  L.  casei.  BAL  can  be isolated and used for fermentation lactic acid in foods, such as tofu, tempeh, tauco, ketchup, and pickles. Processed  soy  products  such  as  tofu  and  tempeh  is  a  fermented  food.  In  the  process  of making  out without going through the process of fermentation and still use the conventional way with the addition of vinegar as a coagulant agent. While the manufacture of tempe fermented using yeast Rhyzopus sp so that the resulting compact form. Utilization LAB (Lactic Acid Bacteria) in lactic acid fermentation process for making tofu and tempeh, are expected to be obtained and tofu products as well as the high isofl avone linoleic and linolenic acids that can serve as a functional food. Keyword : Lactic Acid, Tofu, Tempeh, Isofl avones, Linoleic Acid, Linolenic Acid

Page 1 of 25 | Total Record : 241