cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Gaster | Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 18583385     EISSN : 25497006     DOI : -
Core Subject : Health,
Gaster : Jurnal kesehatan adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. Gaster : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. Gaster : Jurnal kesehatan diterbitkan 2 kali dalam setahun ( Februari dan Agustus ) oleh Pusat Penelitian Stikes Aisyiyah Surakarta.Redaksi mengundang para pemerhati kesehatan untuk menuangkan gagasannya dalam rangka meningkatkan profesional diri dan tanggung jawab terhadap pendidikan bangsa. Jurnal ini terbit pertama pada tahun 2007.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 2 (2011): Agustus" : 14 Documents clear
(PEMIKIRAN) IMPLEMENTASI KBK DI FAKULTAS KEDOKTERAN (Studi Pustaka tentang KBK) Hadiwidjaja, Satimin
GASTER Vol 8, No 2 (2011): Agustus
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.435 KB)

Abstract

Abstrak :Latar belakang penelusuran “Studi Pustaka” ini adalah ditemukannya di lapangan, bahwa implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia sangat beraneka-ragam, tidak ada yang sama antara Prodi satu dengan lainnya, serta diperolehnya  kemampuan dasar yang diperlukan (pre-requisirte) bagi mahasiswa, belum memadai.Tujuan penelusuran “Studi Pustaka” ini untuk mengetahui rujukan yang dipakai sebagai Dasar Hukum yang digunakan dalam implementasi KBK, serta untuk mengetahui implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia yang seharusnya.Tulisan ini merupakan “Studi Pustaka” untuk mencari rujukan yang dapat dipakai sebagai dasar implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia. Terdapat 3 (tiga) rujukan yang dapat dipakai untuk dasar implementasi KBK Prodi Kedoketran , yaitu: (1).Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan, 2002. Pedoman Pembukaan dan Penyelenggaraan Program Studi Kedokteran. Jakarta. (2). Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional, 2009. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Tenaga Kesehatan (HWS-MONE Project) IBRD LOAN No. 4702-IND-IDA CREDIT No. 3784-IND. Kumpulan Manuscript 13 Kajian HWS-DIKTI. Jakarta. (3). Konsil Kedokteran Indonesia, 2006. Standar Pendidikan Profesi Dokter. Jakarta. Rekumendasi dari “Studi Pustaka” ini  berupa  (Pemikiran) Implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia, yang dirumuskan sebagai: (1). Ilmu-ilmu Biomedik diberikan secara “Konvensional” pada semester 1-4 awal, di awal program pendidikan.(2). Pelaksanaan Problem-Based Learning (PBL) dilaksanakan setelah  pengajaran secara Konvensional, pada semester 5-7. (3) Pengajaran seperti Skills Lab, Field Lab, dan lain-lain dilaksanakan berdasarkan rencana program pendidikan yang dicanangkan. Kata Kunci: Dasar Hukum implementasi KBK, Implementasi KBK
METODE CLINIC-BASED DAN COMMUNITY EMPOWERMENT PADA PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN KONSELOR SEBAYA DALAM PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KABUPATEN SUKOHARJO
GASTER Vol 8, No 2 (2011): Agustus
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.153 KB)

Abstract

Abstrak : Kantor Pemberdayaan Perempuan merupakan dinas yang bertanggung jawab langsung terhadap kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja. Dinas ini berada di bawah pemerintah daerah Sukoharjo. Dinas KPP (Kantor pemberdayaan Perempuan) mengakui akan pentingnya informasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Akan tetapi Dinas KPP dan KB   dengan keterbatasan tenaga dan dana tidak bisa melakukan kegiatan ini secara luas sesuai dengan yang diharapkan. Belum adanya kerja sama dengan berbagai dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Departemen Agama dan Pemda membuat kegiatan ini belum dapat disosialisasikan secara lebih luas dan sesuai dengan sasaran yang di harapkan. Tujuan : Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk PIK KRR (Pusat Informasi Dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) sebagai suatu wadah untuk memberikan informasi kesehatan reproduksi secara tepat bagi remaja. Metode yang digunakan adalah  Metode Clinic-Based Dan Community Empowerment Pada Pemberdayaan Pendidik Dan Konselor Sebaya Dalam Program Kesehatan Reproduksi Remaja Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat diperoleh yaitu pada tahap pertama yaitu pelatihan kesehatan reproduksi dapat berjalan dengan baik dan telah terbentuk 20 PIK KRR  disetiap SMU/SMK. Pelaksanaan pada tahap kedua yaitu pendampingan dilapangan sebagian besar sudah dapat dilaksanakan. Hambatan yang dirasakan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pada tahap kedua. Masih terdapat sebagian kecil  sekolah yang belum memaksimalkan kegiatan pada saat pendampingan. Pada pelaksanaan pendampingan ini role model hanya memberikan penyuluhan di sekolah. Kegiatan pendampingan belum dilaksanakan di masyarakat karena keterbatasan waktu yang ditentukan. Kata Kunci : Community empowerment, Pemberdayaan pendidik dan konselor sebaya, Kesehatan reproduksi remaja
GAMBARAN KARAKTERISTIK KELUARGA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA KARANGASEM WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANON II SRAGEN
GASTER Vol 8, No 2 (2011): Agustus
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.67 KB)

Abstract

Abstrak: Keluarga dijadikan sebagai unit pelayanan karena masalah kesehatan keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara sesama anggota keluarga (Setiadi, 2008: 2). Survei di Dinas Kesehatan di Indonesia, masyarakat yang berperilaku hidup sehat masih kurang dari 10 %. Kurangnya perilaku hidup sehat itu mengundang munculnya kebiasaan-kebiasaan tidak sehat di masyarakat (Kusumawati, 2008: 48). Hasil rekapitulasi data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen diperoleh data skor PHBS terendah adalah wilayah kerja Puskesmas Tanon II Desa Karangasem. Desa Karangasem termasuk sehat pratama 17,50 %. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan, sebab perilaku ini terjadi akibat adanya paksaan atau aturan yang mengharuskan untuk berbuat. Salah satu wujud dari perilaku adalah pengetahuan. Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa factor: pendidikan, pekerjaan dan Umur  (Mubarak, 2007: 28-29). Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, Pekerjaan, Umur dan PHBS
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TENTANG BAHAYA CEDERA DAN CARA PENCEGAHANNYA DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN CEDERA PADA ANAK USIA TODDLER DI KELURAHAN BLUMBANG KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR
GASTER Vol 8, No 2 (2011): Agustus
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.986 KB)

Abstract

Abstrak: Latar Belakang; Cedera adalah dampak dari suatu agen eksternal yang menimbulkan kerusakan baik fisik maupun mental. Orang tua yang memiliki pengetahuan tentang pencegahan terhadap bahaya cedera akan bersikap dan melakukan tindakan pencegahan cedera pada toddler. Berdasarkan data kunjungan Puskesmas Kecamatan Tawangmangu 2010, cedera berada pada urutan 10 dari 10 besar penyakit tahun 2010. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap orang tua anak usia toddler di kelurahan Blumbang, semuanya mengatakan bahwa anak mereka pernah mengalami cedera. Tujuan : Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua tentang bahaya cedera dan cara pencegahannya dengan praktik pencegahan cedera pada anak usia toddler di Kelurahan Blumbang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Metode : Penelitian analitik dengan metode pendekatan waktu cross sectional. Pengambilan sampel mengunakan teknik simple random sampling, jumlah sampel sebanyak 82 responden. Hasil : Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan rendah (52.9%), dengan sebagian besar memiliki sikap positif (60.3%), dan sebagian besar memiliki praktik baik (73.5%). Hasil analisa bivariat didapatkan hubungan antara pengetahuan dengan praktik pencegahan cedera dengan OR = 4.455 dan CI 95% (1.284-15.449). Terdapat hubungan antara sikap dengan praktik pencegahan cedera dengan OR = 9.962 dan CI 95% (2.774-35.768). Analisa multivariat menunjukkan bahwa variabel sikap lebih berpengaruh terhadap praktik pencegahan cedera, dibanding dengan variabel pengetahuan.   Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Bahaya Cedera, Praktik pencegahan cedera, Toddler
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN UNS
GASTER Vol 8, No 2 (2011): Agustus
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.515 KB)

Abstract

Abstrak: Prestasi belajar merupakan perwujudan atau aktualisasi dari kemampuan dan usaha belajar siswa dalam waktu tertentu. Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satu faktornya adalah kebiasaan belajar. Dimana kebiasaan belajar antar mahasiswa berbeda-beda. Tujuan: mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan. Metode: merupakan jenis penelitian observasional (non experimental) dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil: dengan menggunakan analisis Product Moment diperoleh nilai r hitung sebesar 0,649 (0,649>0,254) dan p = 0,000 (p<0,05) sehingga menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan. Simpulan: terdapat hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan. Hasil analisis tersebut menunjukkan nilai koefisien korelasi yang diperoleh bertanda positif, berarti ada hubungan positif antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar. Artinya semakin baik kebiasaan belajar mahasiswa akan semakin baik nilai prestasi belajarnya. Key Word : Kebiasaan belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA (SC) DI RUANG MAWAR I RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Sulastri, .
GASTER Vol 8, No 2 (2011): Agustus
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.089 KB)

Abstract

Abstrak: Data dari studi pendahuluan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta jumlah pasien dengan persalinan sectio caesarea (SC) pada tahun 2006 sampai awal 2007 sejumlah kurang lebih 502 pasien, 200 orang diantaranya menjalani perawatan lebih dari 7 hari dan informasi yang kami peroleh hal tersebut sebagian besar terjadi karena belum menyatunya jaringan kulit sampai hari ke-7 post operasi sehingga diperlukan perawatan lebih lama.Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar Hemoglobin (Hb) dengan penyembuhan luka post SC di ruang Mawar I RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode penelitian: Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil sebanyak 96 responden dengan cara alami dan seadanya pasien dengan syarat inklusi dan eksklusi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Data dianalisa dengan menggunakan metode chi-square (X2). Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan; 1) Sebagian besar responden (pasien) post sectio caesarea di Ruang Mawar I RSUD Dr. Moewardi Surakarta memiliki kadar hemoglobin normal, 2) Sebagian besar responden (pasien) post sectio caesarea di Ruang Mawar I RSUD Dr. Moewardi Surakarta mengalami kondisi luka sembuh, dan 3) Ada hubungan yang bermakna (signifikan) antara kadar hemoglobin dengan kesembuhan luka post sectio caesarea di Ruang Mawar 1 RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kata kunci: Kadar hemoglobin, Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea (SC)
KEEFEKTIFAN PEMBERIAN POSISI SEMI FOWLER TERHADAP PENURUNAN SESAK NAFAS PADA PASIEN ASMA DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA
GASTER Vol 8, No 2 (2011): Agustus
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.638 KB)

Abstract

Abstrak; Berdasarkan survei Kesehatan Nasional (Surkesnas) tahun 2001 diketahui bahwa penyakit saluran nafas merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak kedua di Indonesia setelah penyakit gangguan pembuluh darah. Sebanyak antara 1,5 juta sampai 3 juta orang di Indonesia mengidap penyakit asma, dan kurang lebih sepertiga dari kasus asma diantaranya adalah usia dewasa. Asma merupakan suatu penyakit obstruksi saluran nafas yang memberikan gejala–gejala batuk, mengi, dan sesak nafas. Masalah utama pada pasien asma yang sering dikeluhkan adalah sesak napas. Untuk mengurangi sesak nafas yaitu antara lain dengan pengaturan posisi saat istirahat. Posisi yang paling efektif bagi pasien dengan penyakit kardiopulmonari adalah posisi semi fowler dengan derajat kemiringan 45°, yaitu dengan menggunakan gaya gravitasi untuk membantu pengembangan paru dan mengurangi tekanan dari abdomen pada diafragma. Tujuan; Mengetahui keefektifan pemberian posisi semi fowler pada pasien asma guna mengurangi sesak nafas. Metode; Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pre test-Post tets. Hasil; Terbukti ada perbedaan sesak nafas antara sebelum dan sesudah pemberian posisi semi fowler, dapat penelitian diperoleh hasil T-test sebesar -15,327 dengan p = 0,006. Kesimpulan; Pemberian posisi semi fowler dapat efektif mengurangi sesak nafas pada pasien asma. Kata Kunci : Posisi semi fowler, Sesak nafas, Asma.
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN UNS Wahyuningsih, Istiqomah Risa
Gaster : Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2011): AGUSTUS
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.515 KB)

Abstract

Abstrak: Prestasi belajar merupakan perwujudan atau aktualisasi dari kemampuan dan usaha belajar siswa dalam waktu tertentu. Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satu faktornya adalah kebiasaan belajar. Dimana kebiasaan belajar antar mahasiswa berbeda-beda. Tujuan: mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan. Metode: merupakan jenis penelitian observasional (non experimental) dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil: dengan menggunakan analisis Product Moment diperoleh nilai r hitung sebesar 0,649 (0,649>0,254) dan p = 0,000 (p<0,05) sehingga menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan. Simpulan: terdapat hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan. Hasil analisis tersebut menunjukkan nilai koefisien korelasi yang diperoleh bertanda positif, berarti ada hubungan positif antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar. Artinya semakin baik kebiasaan belajar mahasiswa akan semakin baik nilai prestasi belajarnya. Key Word : Kebiasaan belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa
(PEMIKIRAN) IMPLEMENTASI KBK DI FAKULTAS KEDOKTERAN (Studi Pustaka tentang KBK) Hadiwidjaja, Satimin
Gaster : Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2011): AGUSTUS
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.435 KB)

Abstract

Abstrak :Latar belakang penelusuran “Studi Pustaka” ini adalah ditemukannya di lapangan, bahwa implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia sangat beraneka-ragam, tidak ada yang sama antara Prodi satu dengan lainnya, serta diperolehnya  kemampuan dasar yang diperlukan (pre-requisirte) bagi mahasiswa, belum memadai.Tujuan penelusuran “Studi Pustaka” ini untuk mengetahui rujukan yang dipakai sebagai Dasar Hukum yang digunakan dalam implementasi KBK, serta untuk mengetahui implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia yang seharusnya.Tulisan ini merupakan “Studi Pustaka” untuk mencari rujukan yang dapat dipakai sebagai dasar implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia. Terdapat 3 (tiga) rujukan yang dapat dipakai untuk dasar implementasi KBK Prodi Kedoketran , yaitu: (1).Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan, 2002. Pedoman Pembukaan dan Penyelenggaraan Program Studi Kedokteran. Jakarta. (2). Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional, 2009. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Tenaga Kesehatan (HWS-MONE Project) IBRD LOAN No. 4702-IND-IDA CREDIT No. 3784-IND. Kumpulan Manuscript 13 Kajian HWS-DIKTI. Jakarta. (3). Konsil Kedokteran Indonesia, 2006. Standar Pendidikan Profesi Dokter. Jakarta. Rekumendasi dari “Studi Pustaka” ini  berupa  (Pemikiran) Implementasi KBK Prodi Kedokteran di Indonesia, yang dirumuskan sebagai: (1). Ilmu-ilmu Biomedik diberikan secara “Konvensional” pada semester 1-4 awal, di awal program pendidikan.(2). Pelaksanaan Problem-Based Learning (PBL) dilaksanakan setelah  pengajaran secara Konvensional, pada semester 5-7. (3) Pengajaran seperti Skills Lab, Field Lab, dan lain-lain dilaksanakan berdasarkan rencana program pendidikan yang dicanangkan. Kata Kunci: Dasar Hukum implementasi KBK, Implementasi KBK
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA POST SECTIO CAESAREA (SC) DI RUANG MAWAR I RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Sulastri, .
Gaster : Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2011): AGUSTUS
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.089 KB)

Abstract

Abstrak: Data dari studi pendahuluan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta jumlah pasien dengan persalinan sectio caesarea (SC) pada tahun 2006 sampai awal 2007 sejumlah kurang lebih 502 pasien, 200 orang diantaranya menjalani perawatan lebih dari 7 hari dan informasi yang kami peroleh hal tersebut sebagian besar terjadi karena belum menyatunya jaringan kulit sampai hari ke-7 post operasi sehingga diperlukan perawatan lebih lama.Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar Hemoglobin (Hb) dengan penyembuhan luka post SC di ruang Mawar I RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode penelitian: Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil sebanyak 96 responden dengan cara alami dan seadanya pasien dengan syarat inklusi dan eksklusi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Data dianalisa dengan menggunakan metode chi-square (X2). Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan; 1) Sebagian besar responden (pasien) post sectio caesarea di Ruang Mawar I RSUD Dr. Moewardi Surakarta memiliki kadar hemoglobin normal, 2) Sebagian besar responden (pasien) post sectio caesarea di Ruang Mawar I RSUD Dr. Moewardi Surakarta mengalami kondisi luka sembuh, dan 3) Ada hubungan yang bermakna (signifikan) antara kadar hemoglobin dengan kesembuhan luka post sectio caesarea di Ruang Mawar 1 RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kata kunci: Kadar hemoglobin, Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea (SC)

Page 1 of 2 | Total Record : 14