cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia has been published since 2000 by the Department of Economics Faculty of Economics and Business Universitas Indonesia. Based on the Decree of the Director General for Higher Education Accreditation Number 43/DIKTI/Kep/2008, JEPI has been accredited 'B'as a national academic journal. JEPI published two times a year in July and January.
Arjuna Subject : -
Articles 370 Documents
Kerja Sama selaku Penasihat Ekonomi Jepang di Indonesia Ichimura, Shinichi
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol 19 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.729 KB) | DOI: 10.21002/jepi.v19i1.1205

Abstract

Shinichi Ichimura lahir di Kyoto, pada 1925. Seusai lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Kyoto (1949), beliau menempuh studi di Amerika Serikat tahun 1950, dan mendapat gelar Ph.D. dari MIT tahun 1953. Beliau pernah menjabat sebagai associate professor di Universitas Wakayama, profesor di Institute of Social and Economic Research, Universitas Osaka, lalu tahun 1968 menjabat sebagai dosen di Centre for Southeast Asian Studies di Universitas Kyoto (1969–1979 sebagai direktur). Setelah pensiun pada Maret 1988, beliau mendapat gelar Profesor Emeritus dan diangkat sebagai Wakil Rektor Osaka International University per April 1988, lalu menjadi Presiden International Centre for the Study of East Asian Development (ICSEAD) di Kitakyushu pada 1995. Kemudian menjabat sebagai penasihat ICSEAD tahun 2002–2005. Selain itu, pada 1961 terpilih sebagai Fellow dari The Econometric Society. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua East Asian Economic Association tahun 1992–1996 dan Ketua Editor Asian Economic Journal pada 1988–1996. Kontribusi kepada dunia dilakukan dengan cara aktif menyusun dan menerapkan tabel input-output, serta model ekonometrik makro untuk Jepang dan negara-negara Asia yang dituangkan dalam banyak publikasi yang berbahasa Inggris.
Penguatan Inklusi Keuangan pada Industri Kreatif Berskala Mikro Kecil di Sumatra Barat Fitriana, Widya; Rustiadi, Ernan; Fauzi, Akhmad; Anggraeni, Lukytawati
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2018: Edisi Khusus Call for Paper 2018
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.51 KB) | DOI: 10.21002/jepi.v0i0.1112

Abstract

Creative industry is a strategic sector of national development. Lack of capital is a major obstacle to its development. This study analyzes financial inclusion of micro small creative industries (MSCI) relating to access and loan use. Both logit and Tobit models were employed for 1,367 MSCI from micro small survey data 2014. This study proved that women entrepreneurs who are less educated, limited asset and located in rural area tend to have greater constraints in financial inclusion. This study recommend the importance of financial education for women entreprenuers in rural areas and expansion of internet uses and conduct digital finance. ======================== Industri kreatif merupakan sektor strategis pembangunan nasional. Keterbatasan akses keuangan menjadi kendala utama pengembangannya. Penelitian ini menganalisis inklusi keuangan terkait akses dan penggunaan kredit bank pada micro small creative industry (MSCI) di Sumatra Barat. Model logit dan Tobit digunakan untuk menganalisis 1.367 MSCI dari data survei industri mikro kecil 2014. Hasil penelitian membuktikan bahwa MSCI yang dikelola pengusaha wanita yang kurang berpendidikan, berskala kecil, aset terbatas dan berada di perdesaan cenderung memiliki informasi pembiayaan yang terbatas serta kendala besar dalam inklusi keuangan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya edukasi keuangan bagi pengusaha wanita di perdesaan serta perluasan pemanfaatan internet dan keuangan digital.
Analisis Partisipasi Pinjaman Rumah Tangga pada Lembaga Keuangan Mikro terhadap Tingkat Kesejahteraan Aprilia, Ariz; Ananda, Rima Restu
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2018: Edisi Khusus Call for Paper 2018
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.357 KB) | DOI: 10.21002/jepi.v0i0.1092

Abstract

This study aims to analyze the eect of household loan participation on microfinance (LKM) on the level of welfare in the form of expenditure for education and health by using IFLS data in 2014. The methods used are Ordinary Least Square (OLS) and Instrumental Variable (IV). The results of the analysis show that households that make loans are proven to have higher levels of education spending, especially for households in urban areas. Meanwhile, the existence of household loans did not have a significant effect on health expenditure. The conclusion of this study is that household loans only affect expenditure for education, especially for urban households. ================================ Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh partisipasi pinjaman rumah tangga pada LKM terhadap tingkat kesejahteraan dalam bentuk pengeluaran untuk pendidikan dan kesehatan dengan menggunakan data IFLS tahun 2014. Metode yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS) dan Instrumental Variable (IV). Hasil analisis menunjukkan bahwa rumah tangga yang melakukan pinjaman terbukti memiliki tingkat pengeluaran pendidikan yang lebih tinggi, terutama untuk rumah tangga di perkotaan. Sementara itu, adanya pinjaman rumah tangga ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran untuk kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pinjaman rumah tangga pada LKM hanya berpengaruh terhadap pengeluaran untuk pendidikan, terutama bagi rumah tangga di perkotaan.
Analisis Pengeluaran Sektor Pariwisata terhadap Ketimpangan Upah Tenaga Kerja di Indonesia Prasetya, Lalu Muhammad Azmi; Pudjihardjo, M.; Badriyah, Nurul
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2018: Edisi Khusus Call for Paper 2018
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.028 KB) | DOI: 10.21002/jepi.v0i0.1074

Abstract

This study analyses the effect of foreign tourist expenditure, government expenditure and foreign investment on wage inequality between skilled, semi-skilled and unskilled labour in the Indonesian tourism sector. The study uses time series data with a period of 22 years. The method used is Error Correction Model (ECM). The results of this study indicate that foreign tourist expenditure and government expenditure increase inequality in the short term, but in the long run can reduce wage inequality. Meanwhile, foreign investment increases inequality both in the short and long term. ================================ Penelitian ini menganalisis pengaruh pengeluaran wisatawan mancanegara, pengeluaran pemerintah dan investasi asing terhadap ketimpangan upah antara tenaga kerja terampil, semi terampil, dan tidak terampil di sektor pariwisata Indonesia. Penelitian menggunakan data time series dengan periode waktu 22 tahun. Metode yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengeluaran wisatawan dan pemerintah meningkatkan ketimpangan dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang mampu menurunkan ketimpangan upah. Investasi asing meningkatkan ketimpangan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Produktivitas dan Efisiensi Teknis Usaha Perkebunan Kopi di Sumatera Selatan dan Lampung Zen, Fauziah; Budiasih, Budiasih
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2018: Edisi Khusus Call for Paper 2018
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.248 KB) | DOI: 10.21002/jepi.v0i0.1061

Abstract

Coffee is the result of Indonesian plantations that have high competitiveness in the international market. However, coffee plantations in Indonesia have low productivity compared to other major coffee producing countries. This study aims to conduct a study of the productivity and technical efficiency of households coffee plantation business in the coffee producing center in Indonesia. The results of this study indicate that more than 50% of coffee plantation businesses in each of provinces have low productivity and medium technical efficiency. Education level is a variable that can increase productivity and technical efficiency significantly. ============================ Kopi adalah hasil perkebunan Indonesia yang mempunyai daya saing tinggi di pasar internasional. Namun, perkebunan kopi di Indonesia memiliki produktivitas yang rendah dibandingkan negara-negara produsen utama kopi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap produktivitas dan efisiensi teknis usaha rumah tangga perkebunan kopi di provinsi sentra penghasil kopi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari 50% usaha perkebunan kopi di masing-masing provinsi tersebut memiliki produktivitas rendah dan efisiensi teknis menengah. Tingkat pendidikan merupakan variabel yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi teknis secara signifikan.
Pengaruh Penanaman Modal Asing Jepang terhadap Perdagangan Intra-Industri Indonesia-Jepang Afriandini, Afriandini; Hastiadi, Fithra Faisal
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia 2018: Edisi Khusus Call for Paper 2018
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.275 KB) | DOI: 10.21002/jepi.v0i0.954

Abstract

This study analyzes the effect of Japan’s foreign direct investment on Indonesia’s intra-industry trade (IIT) with Japan from 1990-2017. IIT is decomposed into 3 types, horizontal IIT (HIIT), upper vertical IIT (UVIIT), and lower vertical IIT (LVIIT) which indicates quality. The estimation result show that Japanese direct investment have a significant role in enhancing bilateral IIT. Analysis on each type of IIT reveals that Japanese direct investment have positive significant impact on HIIT and LVIIT, but there is no evidence on its impact to UVIIT. ================================== Penelitian ini menganalisis dampak penanaman modal asing (PMA) terhadap perdagangan intra-industri (IIT) Indonesia dengan salah satu mitra dagang utama yaitu Jepang, selama kurun waktu 1990–2017. IIT didekomposisikan menjadi 3 tipe, horizontal IIT (HIIT), upper vertical IIT (UVIIT), dan lower vertical IIT (LVIIT) yang mengindikasikan kualitas. Hasil estimasi menunjukkan PMA Jepang memiliki peran yang signifikan untuk meningkatkan IIT bilateral kedua negara. Hasil analisis pada masing-masing tipe IIT menunjukkan bahwa PMA Jepang memiliki dampak positif signifikan terhadap LVIIT dan HIIT, namun tidak terbukti memiliki dampak terhadap UVIIT.
Analisis Pengembangan Ekspor Pala, Lawang, dan Kapulaga Indonesia Nurhayati, Ely; Hartoyo, Sri; Mulatsih, Sri
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol 19 No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.783 KB) | DOI: 10.21002/jepi.v19i2.847

Abstract

Export is an important component in the economy. The higher export performance, the greater positive impact. From 2012 to 2016, Indonesia’s exports continued to decline, so Indonesia needs to boost its exports. One of the potential commodities to be developed is nutmeg, mace, and cardamoms. This study analyzed the competitiveness of nutmeg, mace, and cardamoms, as well as the factors aecting its exports. The methods used are RCA, EPD, X-Model, and Gravity. The competitiveness analysis showed that the optimistic export markets were Pakistan, Germany, Italy, and USA. The potential export markets were Malaysia, Vietnam, Thailand, France, and Netherlands. Factors that affecting exports were GDP per capita, price, economic distance, and tariff. -------------------------------- Ekspor merupakan komponen penting dalam perekonomian. Semakin tinggi kinerja ekspor, semakin besar pula dampak positifnya. Sejak 2012 hingga 2016, ekspor Indonesia terus menurun sehingga Indonesia perlu meningkatkan kembali ekspornya. Salah satu komoditas yang potensial dikembangkan adalah pala, lawang, dan kapulaga. Penelitian ini menganalisis daya saing pala, lawang, dan kapulaga, serta faktor yang memengaruhi ekspornya. Metode yang digunakan adalah RCA, EPD, X-Model, dan Gravity. Hasil analisis daya saing menunjukkan bahwa pasar ekspor yang optimis adalah Pakistan, Jerman, Italia, dan Amerika Serikat. Pasar ekspor yang potensial adalah Malaysia, Vietnam, Thailand, Prancis, dan Belanda. Faktor yang memengaruhi ekspor adalah PDB per kapita, harga, jarak ekonomi, dan tarif.
“Tahukah kamu?”: Analisis set data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Johar, Meliyanni; Soewondo, Prastuti; Pujisubekti, Retno; Satrio, Harsa; Adji, Ardi; Wibisono, Iqbal
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol 19 No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21002/jepi.v19i2.843

Abstract

Set data Susenas telah mendasari banyak riset ilmiah dan kebijakan di negara kita dari tahun 1960an. Akan tetapi ada fitur-fitur Susenas yang belum dipahami benar oleh para penggunanya. Artikel ini mengangkat dua fitur yang dapat menghasilkan inferensi yang tidak akurat, bahkan tidak mendasar. Yang pertama adalah variabel pengeluaran di Susenas tidaklah mengukur pengeluaran pribadi rumah tangga, melainkan mengukur level konsumsi rumah tangga. Ini dikarenakan variabel pengeluaran di Susenas menambahkan nilai berbagai bantuan ekonomi yang diterima rumah tangga dalam pembelian barang dan jasa. Implikasinya adalah variabel pengeluaran ini yang sering lebih lanjut dipakai untuk pancaran pendapatan rumah tangga, menaksir terlalu tinggi daya beli rumah tangga berpenghasilan rendah yang mendapat banyak bantuan ekonomi, termasuk subsidi Pemerintah. Fitur Susenas kedua yang diangkat adalah adanya perubahan struktur kuesioner Susenas tahun 2015 dan selanjutnya yang dapat mengganggu analisa tren pengeluaran dari tahun ke tahun. Khususnya untuk pengeluaran kesehatan, perubahan survei ini berbarengan dengan pencapaian tahun pertama program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dimulai di tahun 2014. Evaluasi JKN menjadi lebih rumit karena peniliti harus memisahkan dampak riil JKN terhadap penggunaan servis kesehatan dari perubahan sintesis yang disebabkan oleh perubahan desain survei.
Aktivitas Ekspor dan Inefisiensi Teknis Industri Andalan Ekspor Indonesia Rustiawati, Rika BettyNurindah; Lubis, Andi Fahmi
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol 19 No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21002/jepi.v20i1.841

Abstract

This study examines the effect of export activity on the technical inefficiency by using firm level panel data taken from Annual Survey of Manufacturing conducted by BPS for the period 2010 to 2014 and focus on Indonesia’s mainstay export industry which classiffied into low technology and high technology sector. A stochastic frontier model with one stage approach is applied to the translog production function to estimate firm level technical efficiency. The findings support the theoretical implications of the positive impact of  export activities on firm’s efficiency and low technology sectors have higher efficiency rate than high technology sectors.
Singapore experiences with Sijori and AFTA Martawardaya, Berly
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol 2, No 2 (2002): Januari
Publisher : Department of Economics-FEUI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to Park and Goh (1998) there are some circumstances that should be noted with great care toward progressing with economic integration. There are static effects that calculate the member´s respond in neglect of changing world and there are dynamic effects that observe behaviors of member once the barrier is removed. The first item on static effects is the size of the union. It should be large enough to be able to pool resources and customer, but not too large that would make negotiation and constructing treaty difficult. Second, initial tariff rates. It should be higher than developed countries but lower than most developing countries, even though tariff for non-member remain significance. It will indeed trade creation among member instead of trade diversion. Third, the existence of tied of trade before integration. Regions that heavily trade each other naturally better suited for bigger and meaningful step. Those that already hold on to bilateral ties among each other are more ready for regional integration. Fourth, substitutability of product. High rate of interchangeable product among member will enable deeper engagement with non-member. Substitutability refers to production of similar but differentiated products among members. The fifth consideration is the disparity in the level of development prior to integration. Members that too differ with each other will be obstacle for greater cooperation since the mature have to take care of the adolescent and so forth. Sixth, geographical proximity and transportation infrastructure. Countries with closer distance and descent infrastructure will facilitate economic integration easily. Those who are not will raise the cost of trade and slow intra-regional trade. The last question that should be posed is the type of product and economic structure. Trade creation will be more significance if before integration each country produce similar product but after the curtain is removed then the efficient producer will replace the more inefficient one, hence start to specialize. Just what to be expected as the gain from integration. Being small and open economy put Singapore in constant necessity for close relation with trading partner. The sluggish trend in international trade is unlikely to be permanent, concerning America continuing growth will provide market for export. Regional trading arrangement will bring benefit the most to Singapore if the neighboring country in the constant path of recovery. It will ensure Singapore as the hub for investment and commerce in their region. Any movement toward multilateral will bring more prosperity for Singapore as its unending effort to equip herself with nothing than the best infrastructure and attitudes.

Page 1 of 37 | Total Record : 370


Filter by Year

2000 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 19 No 2 (2019): Juli 2019 Vol 19 No 1 (2019): Januari 2019 Vol 19 No 2 (2019): Juli 2019 Vol 19 No 1 (2019): Januari 2019 2018: Edisi Khusus Call for Paper 2018 Vol 18 No 2 (2018): Januari 2018 2018: Edisi Khusus Call for Paper 2018 Vol 18 No 1 (2017): Juli 2017 Vol 17 No 2 (2017): Januari 2017 Vol 17 No 1 (2016): Juli 2016 Vol 16 No 2 (2016): Januari 2016 Vol 16 No 1 (2015): Juli Vol 15 No 2 (2015): Januari Vol 15 No 1 (2014): Juli Vol 14 No 2 (2014): Januari Vol 14 No 1 (2013): Juli Vol 13 No 2 (2013): Januari Vol 13, No 1 (2012): July Vol 13 No 1 (2012): Juli Vol 12, No 2 (2012): Januari Vol 12 No 2 (2012): Januari Vol 12, No 1 (2011): Juli Vol 12 No 1 (2011): Juli Vol 11, No 2 (2011): Januari Vol 11 No 2 (2011): Januari Vol 11, No 1 (2010): Juli Vol 11 No 1 (2010): Juli Vol 10, No 2 (2010): Januari Vol 10 No 2 (2010): Januari Vol 9, No 2 (2009): Januari Vol 9 No 2 (2009): Januari Vol 10, No 1 (2009): Juli Vol 10 No 1 (2009): Juli Vol 9, No 1 (2008): Juli Vol 9 No 1 (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008): Januari Vol 8 No 2 (2008): Januari Vol 8, No 1 (2007): Juli Vol 8 No 1 (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007): Januari Vol 7 No 2 (2007): Januari Vol 7, No 1 (2006): Juli Vol 7 No 1 (2006): Juli Vol 6, No 2 (2006): Januari Vol 6 No 2 (2006): Januari Vol 6, No 1 (2005): Juli Vol 6 No 1 (2005): Juli Vol 5, No 2 (2005): Januari Vol 5 No 2 (2005): Januari Vol 5, No 1 (2004): Juli Vol 5 No 1 (2004): Juli Vol 4, No 2 (2004): Januari Vol 4 No 2 (2004): Januari Vol 4, No 1 (2003): Juli Vol 4 No 1 (2003): Juli Vol 3, No 2 (2003): Januari Vol 3 No 2 (2003): Januari Vol 3, No 1 (2002): Juli Vol 3 No 1 (2002): Juli Vol 2, No 2 (2002): Januari Vol 2 No 2 (2002): Januari Vol 2 No 1 (2001): Juli Vol 1 No 2 (2001): Januari Vol 1 No 1 (2000): Juli More Issue