Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 20894880     EISSN : 25988263
Jurnal Teknik Mesin (JTM) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on mechanical engineering and other related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JTM is managed to be issued twice in every volume (April and October).
Articles 89 Documents
ANALISA KEKERASAN PADA TARIKAN 2%, 4% DAN 8% BAJA BASE DAN BAJA Cu UNTUK MENDAPATKAN KEKERASAN PADA α dan α’

Handra, Nofriady ( Institut Teknologi Padang )

Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 No 2 Tahun 2012
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study will discuss change in tensile behavior as a function of vol.% of a’ in copper free and copper bearing dual phase steel. Microstructures of the steels after solution treatment and annealing at intercritical region are lath martensite and (a+a’) dual structures, respectively. The temperatures for annealing were determined using JMatPro 4.1. Specimens were austenised at 1000?C for 30 sec and followed by water quenching. Then, each type of specimens were heat treated at specific temperatures in order to obtain 20% and 80% of martensite. Beside that, for get hardness values each samples, the samples strain at 2%, 4% and 8% tensile test for base steel and Cu steel. Changes of hardness of annealed samples almost the same in both steels. On the other hand, it is found that addition of copper can improve tensile strength, total elongation and strength-ductility balance of the DP steel although no significant effect on yield stress and uniform elongation. Therefore, it can be concluded that the copper bearing DP steel has more excellent tensile properties than the copper free DP steel.

PENGARUH KOMPOSISI FLY ASH DAN SUHU SINTER TERHADAP DENSITAS PADA MANUFACTURE KERAMIK LANTAI

Nurzal, Nurzal ( Institut Teknologi Padang ) , Saputra. N, Antonio Eko ( Institut Teknologi Padang )

Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 2, No 1 (2012): Volume 2 No 1 Tahun 2012
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh komposisi fly ash dan suhu sintering terhadap densitas dan kekerasan Vickers keramik lantai dari fly ash yang telah di-vitrifikasi. Fly ash yang digunakan berasal dari sisa pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap dari Sijantang Sawahlunto. Pertambahan jumlah produksi fly ash menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak tersebut adalah dengan cara memanfaatkan fly ash yang telah di-vitrifikasi sebagai raw material untuk membentuk keramik lantai. Dalam penelitian ini, komposisi bahan dibuat dengan mencampurkan 50 % berat fly ash vitrifikasi (Fav) + 40 % berat clay + 10 % berat batu kapur, 70 % berat fly ash vitrifikasi (Fav) + 24 % berat clay + 6 % berat batu kapur dan 90 % berat fly ash vitirfikasi (Fav) + 8 % berta clay + 2 % berat batu kapur. Spesimen uji dibuat berbentuk silindris dengan diameter 15 mm dengan tekanan sebesar 120 MPa. Spesimen uji kemudian di-sinter pada suhu 1050, 1100, 1150oC dengan laju pemanasan 10oC/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal densitas terjadi pada spesimen (50 % berat fly ash vitrifikasi + 40 % berat clay + 10% berat batu kapur) pada tekanan 120 MPa dan suhu sinter 1150 oC, yaitu densitas sebesar 2,48 gr/cm3.

KUAT TEKAN (COMPRESSION STRENGTH) KOMPOSIT LEMPUNG/PASIR PADA APLIKASI BATA MERAH DAERAH PAYAKUMBUH SUMBAR

Indra, Ade ( Institut Teknologi Padang )

Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 No 2 Tahun 2012
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini merupakan data awal untuk perbandingan pengembangan proses pembuatan bata merah dengan mengkompositkan bahan dasar pembuatan bata merah dengan silika RHA (Rice Husk Ash) yang didapat dari limbah pembakaran bata merah itu sendiri. Proses pengujian dengan mengamil salah satu home industry bata merah yang ada di kelurahan Koto Panjang kecamatan Lamposi Tigo Nagori kota Payakumbuh Sumatera Barat,dengan tujuan mendapatkan data awal sejauh mana kualitas bata merah home industri tersebut ditinjau dari sifat mekanik yaitu kuat tekan (compression strength) Dari hasil pengujian kuat tekan (compression strength) dengan ukuran sampel uji 5 x 5 x 5 cm sebanyak 30 buah sampel, didapat nilai rata-rata kuat tekan sebesar 31,9 kg/cm .Menurut Standar SII-0021-1978 bata merah produksi daerah tersebut di atas telah memenuhi syarat kualitas ditinjau dari nilai kuat tekan dengan nilai minimal 25 kg/cm

EXPERIMENTAL STUDY OF THE ABSORBTION AIR CONDITIONING SYSTEM OF LITHIUM BROMIDE

Hariadi, Hariadi ( Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat )

Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 2, No 1 (2012): Volume 2 No 1 Tahun 2012
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The optimum performance of air conditioning system has been studied. The air conditioning system consists of a generator, a condenser, a evaporator, an absorber, pump and piping. The design and the analysis of the system is touse electrical heater for heating in the generator which has been designed, fabricated, and tested. LiBr-H2O in the generator vaporises. The high temperature and pressure vapor is passed to the condenser, and the vapor changes to be liqiud, and then passed to the evaporator to provide the cooling. In the absorber, the strong solution absorbs the water vapor leaving the evaporator to form the weak solution which is re-circulated back to the generator. The experimental equipment was tested at the generator temperatur of 60oC, 70oC, and 80oC. The data logger was uded to measure the temperature of absorber, the condenser, and the generator. The high Coefficient of Performance COP of 0.67 is obtained from the LiBr solution the concentration of 40% with the pump flow rate of 0.03 kg/s. The lowest temperature of the evaporator achieved was 19.43oC, which can be used in the internal air conditioning, while the ambient temperature 29oC. The study has shown that a simple equition was abtained (Y1=0.0016 X1+0.2188) for designed generator, where Y1 = achieved vapor volume in the generator is divided with generator volume, X1 is concentration of the LiBr solution and 0.2118 is a constant.

PENGARUH MODEL KEBOCORAN DINDING PIPA SAMPING TERHADAP FLUKTUASI TEKANAN ALIRAN DUA FASE AIR-UDARA PADA PIPA HORISONTAL

Hadi, Syafrul ( Institut Teknologi Padang )

Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1 No 1 Tahun 2011
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Aliran dua fase pada pipa akan memberikan pola aliran yang berbeda dan karakteristik slip antar fase. Pola aliran dapat diidentifikasi dengan fluktuasi tekanan, deteksi kebocoran harus menentukan karakteristik (pola aliran) sebelum suatu titik kebocoran dapat dikenali. Pendeteksian kebocoran aliran dua fase adalah lebih rumit dengan melibatkan distribusi fase di dalam pipa dan lokasi kebocoran pada sekeliling pipa. Bentuk kebocoran yang diteliti terjadi pada pipa dengan berdiameter 7 mm dan berposisi pada samping dinding pipa. Pada penelitian ini digunakan dua buah pressure differential tranducer yang dipasang di sisi upstream (sebelum kebocoran) dan sisi downstream (setelah kebocoran) dengan jarak 400 mm. Sinyal fluktuasi penurunan tekanan direkam dengan menggunakan akuisisi data (data acquisition) dan diolah dengan menggunakan Digital Signal Prossesing (DSP) dan Fast Fourier Transform (FFT) untuk menghasilkan Power Spectrum Density (PSD). Hasil penelitian ini memperlihatkan perubahan/perbedaan yang jelas pada pola sinyal fluktuasi penurunan tekanan di sisi upstream dan sisi downstream, bila terjadi kebocoran pada bagian samping pipa untuk aliran plug, aliran slug.

UJI KINERJA ALAT PENGERING LORONG BERBANTUAN POMPA KALOR UNTUK MENGERINGKAN BIJI KAKAO

Yahya, M ( Institut Teknologi Padang )

Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 3, No 1 (2013): Volume 3 No 1 April 2013
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah negara Pantai Gading dan Ghana. Sumatera Barat termasuk diantara daerah penghasil kakao terbanyak di Indonesia dan merupakan sentra pengembangan tanaman kakao untuk Wilayah Barat Indonesia. Hasil biji kakao kering Sumatera Barat diekspor mempunyai nilai jual yang rendah jika dibandingkan dengan biji kakao kering yang diekspor negara lain, hal ini dikarenakan oleh kualitas yang rendah. Penyebab rendahnya kualitas biji kakao kering yang dihasilkan Sumatera Barat adalah: Biji kakao tidak difermentasi terlebih dahulu oleh petani sebelum dikeringkan dan juga biji kakao dikeringkan secara langsung dibawah sinaran matahari. Disamping itu pengeringan secara langsung dibawah sinaran matahari memerlukan waktu yang lama. Sebuah alat pengering lorong berbantuan pompa kalor telah dibangun dan diuji di Institut Teknologi Padang, pada pengujian ini telah dikeringkan biji kakao yang telah difermentasi sebanyak 50 kg dari kadar air awal 67% basis basah sehingga kadar air akhir 7,5% basis basah selama tiga hari dengan rata-rata intensitas matahari 576,8 W/m2, temperatur dan relative humidity udara di ruang pengering 53,4o C dan 26,9%. Efisiensi rata-rata alat pengering diperoleh 38%, sedangkan efisiensi maksimum dicapai sebanyak 61%. Waktu pengeringan alat ini lebih cepat dan kualitas hasil pengeringan lebih baik jika dibandingkan dengan mengeringkan secara langsung di bawah sinaran matahari.

STUDI KEKUATAN HASIL LAS OXY-ACETYLENE PADA VARIASI KAMPUH

Handra, Nofriady ( Institut Teknologi Padang ) , Yudi, Peri Indra ( Institut Teknologi Padang )

Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 1, No 1 (2011): Volume 1 No 1 Tahun 2011
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The welding use gas of Oxy-Acetylene as source of heat represent one of the way of weld which quite a lot used at field. The test at the result of oxy-acetylene conducted with a few form different of groove, to know strength of weld form groove of test. Objective of the research is to knowing strength of result weld Oxy-Acetylene at steel of ST 37 which is joint on form groove of U,V and X. The result test of strength steel ST 37 with thick the sample is 5 mm which is with Oxy-Acetylene form of groove U,V and X this can be concluded, the tensile strength of weld steel which is smaller than tensile strength of the steel without weld, and weld steel result have the character of brittle and coarse grain. Tensile strength result of biggest welding happened at test of weld with form groove V that is equal to 317.7 N / mm . Joint of weld with form groove U have : Fmaks = 16768.8 N, groove V : Maks F = 19856.3 N and groove X : Maks F = 17381.2 N.

SOLAR ASSISTED DRYING SYSTEM

Yahya, M ( Institut Teknologi Padang )

Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 2, No 1 (2012): Volume 2 No 1 Tahun 2012
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

A solar assisted drying system has been designed, fabricated, and evaluated. The main components of the drying system consist of a solar collector, an energy storage tank, an auxiliary heater, two blowers, two adsorber columns, two water-air heat exchanger, two water circulating pumps, a drying chamber and other ancillary equipment. The solar collectors used were 60-evacuated heat pipes tube arranged in parallel with total area of 6 m2. The area of absorber in tube each individual was 0.1 m2, and distance between the tubes was 7.1 cm. The objective of this study is to evaluate the contribution of solar energy to drying system for drying Centella Asiatica L (heat sensitive product). A computer program was developed in MATLAB software to calculate the contribution of solar energy to drying system. The results found that the total energy required by drying system for drying Centella Asiatica L from initial weigh of 3 kg to final weigh of 0.37 kg over drying time of about 12 hours at an air velocity is 3.25 m/s was found 47609 kJ. This energy contributed by solar collector, auxiliary heater and pump and blower of about 25315 kJ, 17829 kJ and 4464 kJ, respectively. The maximum values of solar fraction (SF) was found 97 %.

ANALISA KEKUATAN TARIK HASIL SPOT WELDING BAJA KARBON RENDAH

Anrinal, Anrinal ( Institut Teknologi Padang ) , Hendri, Hendri ( Institut Teknologi Padang )

Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 No 2 Tahun 2012
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The study aims to analyze the influence of time pressure on the strength of the weld connection point (spot welding) low carbon steel. The study was conducted by analyzing the tensile strength of the weld point by press time variation 20, 25, and 30 seconds on a current strength 70 Amperes. The results show that the press time will determine the outcome of a process of welding and weld strength. The longer ofpress time will result in nugget diameter (weld metal) getting bigger, and this resulted in attraction strength also increased.

KAJI EKSPERIMENTAL UNTUK MENINGKATKAN PERFORMASI DESTILASI SURYA BASIN TIGA TINGKAT MENGGUNAKAN BEBERAPA BAHAN PENYIMPAN PANAS

Mulyanef, Mulyanef ( Universitas Bung Hatta ) , Sari, Melda ( Universitas Bung Hatta ) , Mario, Wira ( Universitas Bung Hatta ) , Nasution, Henry ( Universitas Bung Hatta )

Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880 Vol 2, No 1 (2012): Volume 2 No 1 Tahun 2012
Publisher : Jurnal Teknik Mesin ISSN 2089-4880

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi dari alat destilasi surya basin tiga tingkat dengan menggunakan berbagai bahan penyimpan panas (aluminium, stainless steel dan seng), alat uji destilasi surya ini dapat berproduksi terus menerus selama 24 jam. luas kolektor bagian bawah 0,65 m2, bagian tengah 0,4 m2 dan bagian atas 0,4 m2.Prinsip kerja alat yaitu radiasi matahari dirubah menjadi energi panas pada kolektor, panas akan terkumpul di dalam plat penyerap dan memanaskan air laut yang berada pada setiap basin. Untuk meningkatkan produktivitas air bersih, diletakkan bahan penyimpan panas pada basin bagian bawah. Hasil pengujian menunjukkan pemakaian stainlees steel sebagai penyimpan panas dapat menghasilkan produktivitas air bersih lebih tinggi dibandingkan dengan bahan penyimpan panas dari seng dan aluminium.