cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Momentum
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013" : 14 Documents clear
Experimental And Theoretical Performances Of A Solar Assisted Dehumidification Drying System For Heat Sensitive Products Yahya, Muhammad
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem statement: In most countries, conventional hot air drying method is commonly used for drying heat sensitive products. Although the method is simple and cheap, however the conventional hot air dryers are still not suitable to dry them because of resulting in low product quality. Approach: Solar assisted dehumidification drying system is suitable for drying ‘heat sensitive’ products like Centella Asiatica L because of drying process is conducted at low air temperature and low relative humidity. The main components of the drying system consist of a solar collector, an energy storage tank, an auxiliary heater, two blowers, two adsorber columns, two water-air heat exchanger, two water circulating pumps, a drying chamber and other ancillary equipment. A computer program was developed in MATLAB software to predict the performance of the drying system. The predicted results are compared with those obtained from experimental results. The performance is indicated by Pick up efficiency (?P), Coefficient of Performance (COP) and Solar Fraction (SF). Results: The maximum values of the pickup efficiency (?P ), solar fraction (SF) and coefficient of performance (COP), obtained from the predicted and measured data are as follows (93% and 97%), (0.34 and 0.3) and (69.3% and 70.5%), respectively with initial and final wet basis moisture content of Centella Asiatica L 88% and 15%, respectively at an air velocity is 3.25 m/s. Conclusion: Good agreement was found between predicted results and experimental results.
Analysis Of Swept Time And Modal Parameter Effect On FRF’s Magnitude Error Of SDOF System Using Linear Swept-Sine Excitation Yanto, Asmara
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Random and swept-sine excitations are the most commonly used excitations in FRF (Frequency Response Function) measurement. There are various type of swept-sine excitation can be used, however, linear swept-sine is often used in FRF measurement. Linear swept-sine excitation is a sinusoidal excitation of which its requencies change linearly within time. This paper presents swept time and modal parameter effect on FRF’s magnitude error of SDOF (Single Degree of Freedom) system using linear swept-sine excitation. FRF’s magnitude error is focused at the peak of FRF’s magnitude error (system’s resonant frequency). Based on analysis study, the peak of FRF’s magnitude error of SDOF system is a function of swept time and system’s modal parameter (resonant frequency and damping ratio).
SCENES CHANGE ANALYSIS OF MULTI-TEMPORAL IMAGES FUSION Yuhendra, Yuhendra
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Image fusion and subsequent scene analysis are important for studying Earth surface conditions from remotely sensed imagery. The fusion of the same scene using satellite data taken with different sensors or acquisition times is known as multi-sensor or multi-temporal fusion, respectively. The purpose of this study is to investigate the effects of the multi-sensor, multi-temporal fusion process when a pan-sharpened scene is produced from low spatial resolution multispectral (MS) images and a high spatial resolution panchromatic (PAN) image. It is found that the component substitution (CS) fusion method provides better performance than the multi-resolution analysis (MRA) scheme. Quantitative analysis shows that the CS-based method gives a better result in terms of spatial quality (sharpness), whereas the MRA-based method yields better spectral quality, i.e., better color fidelity to the original MS images.
Pengaruh Perlakuan Panas Dan Perlakuan Pendinginan Pada Proses Pengelasan Besi Cor Dengan Las Busur Listrik SMAW Terhadap Struktur Mikro (Pemanasan Awal 500ºc ) Putra, Ismet Eka
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cast iron prefer hard to welding, in application still more fail into welding cast iron. So that in welding cast iron needs some treatment, such as preheating. Its purpose to make easy to do welding and add welding power. Welding process is doing by SMAW methode with preheating 5°C and without preheating, and also cooling process with uses sand river and air slowly. Welding test for cast iron is doing by structure micro test, because of that it will see a different between welding with preheating and welding without preheating, and also, welding is doing by sand river and air slowly. From research data was found preheating process still more grafit on iron after welding, in another hand non preheating process, grafit pretent make whole in one side.
Pengaruh Abu Batubara PLTU Sijantang Terhadap Parameter Geser Tanah Lempung Herman, Herman
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parameter kuat geser tanah diperlukan untuk menganalisa kapasitas dukung tanah, stabilitas lereng, dan gaya dorong pada dinding penahan tanah. Kuat geser adalah gaya perlawanan yang dilakukan oleh butir-butir tanah terhadap gaya desak atau gaya tarik. Bila tanah mengalami pembebanan akan ditahan oleh kohesi tanah dan gesekan antar butiran tanah. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh abu batubara PLTU Sijantang terhadap parameter kuat geser, dan parameter fisis tanah maka dilakukanlah penelitian dilaboratorium, pencampuran abu batubara diambil 0%, 12%, 16% dan 20% dari berat kering tanah lempung. Hasil penelitian mengindikasikan semakin meningkat persentase abu batubara dalam tanah lempung, nilai-nilai specific gravity, batas cair, indeks plastisitas, kadar air optimum tanah lempung menurun dan nilai-nilai batas susut, batas plastis, kepadatan , sudut gesek dalam tanah meningkat, sedangkan nilai kohesi awalnya terjadi peningkatan dan, pada penambahan abu batubara selanjutnya nilai ini cenderung menurun, tetapi masih diatas nilai kohesi tanah asli.
Analisa Pemanfaatan Pasir Sungai Untuk Campuran Beton Di Kabupaten Padang Pariaman Mulyati, Mulyati; Masril, Oyom
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan tiga jenis pasir sungai di Kabupaten Padang Pariaman dengan perlakuan dicuci dan tanpa dicuci yang digunakan untuk campuran beton normal, guna memperoleh kuat tekan beton tertinggi. Pasir yang digunakan berasal dari Batang Mangor, Batang Tapakis, dan Batang Anai. Beton yang dihasilkan diuji pada umur 3 hari, 14 hari, dan 28 hari, yang masing-masing dibuat tiga buah benda uji. Khusus untuk umur 28 hari dibuat untuk dua macam campuran, yaitu dengan dicuci dan tanpa dicuci. Dari hasil pengujian benda uji diperoleh kuat tekan tertinggi untuk pasir dari Batang Tapakis, yang dicuci dengan kuat tekan sebesar 22,51 MPa, dan tanpa dicuci dengan kuat tekan sebesar 20,34 MPa.
Sistem Pentanahan Grid Pada Gardu Induk PLTU Teluk Sirih Syofian, Andi
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pentanahan bertujuan untuk mengamankan peralatan-peralatan listrik maupun manusia yang berlokasi di sekitar gangguan dengan cara mengalirkan arus gangguan ke tanah. Salah satu faktor untuk mendapatkan nilai tahanan pentanahan yang kecilyaitu letak elektroda yang akan ditanam dan kondisi tanah di daerah dimana sistem pentanahan tersebut akan dipasang. Analisa ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tahanan pentanahan pada Gardu Induk PLTU Teluk Sirih dengan melakukan pengukuran langsung kemudian membandingkannya dengan hasil design, dimana hasil yang diperoleh mengacu pada standar IEEE Std 80-1986. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa nilai tahanan pentanahan sangat dipengaruhi oleh kedalaman elektroda yang ditanam, jumlah elektroda, jarak antar elektroda, ukuran konduktor dan kondisi tanah dimana elektroda tersebut ditanam.
Perencanaan Teknis Drainase Kawasan Kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Z, Syofyan; Kisman, Kisman
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drainase merupakan bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Diurut dari hulunya, bangunan sistem drainase terdiri dari saluran penerima, saluran pengumpul, saluran pembawa, saluran induk dan badan air penerima. Untuk menjaga keseimbangan antara aliran permukaan (Run Off) dengan peresapan (hifiltrasi) akibat perubahan tata guna lahan serta drainase yang ada terabaikan, maka penampang drainase yang tidak mampu lagi menampung besarnya debit banjir sehingga luapan air ke daerah-daerah perkampungan tidak dapat dihindari lagi. Dengan demikian untuk mengatasi permasalahan diatas, maka Penulis sangat tertarik membahas masalah ini sebagai tugas akhir dengan judul “Perencanaan Teknis Drainase Kawasan Kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman”. Adapun maksud dari perencanaan teknis drainase kawasan Kasang ini adalah untuk membuat rencana rinci saluran drainase sekunder dan tersier kawasan kasang serta meningkatkan daerah kawasan dalam pengembangan pembangunan wilayah. Sedangkan tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran perencanaan yang konkrit dan lengkap, dengan kapasitas penampang saluran yang mampu mengalirkan debit banjir rencana agar kawasan kasang aman dari bahaya banjir sehingga perekonomian menjadi lancar dan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Keterlambatan Proyek Konstruksi Gedung Faktor Penyebab Dan Tindakan Pencegahannya Ismael, Idzurnida
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan konstruksi adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan keberhasilan suatu proyek konstruksi tidak terlepas dari pengambilan keputusan berdasarkan analisa dan tindakan koreksi terhadap berbagai factor risiko dari akibat kendala kendala yang dihadapi selama pelaksanaan proyek, baik resiko yang telah diperhitungkan maupun yang belum terduga selama pelaksanaan proyek. kemungkinan adanya kendala selama pelaksanaan proyek bisa terjadi akibat manajemen yang kurang baik, sumber daya yang tidak sesuai , metode kerja yang digunakan tidak tepat. pengaruh dari kondisi keuangan perusahaan dan lingkungan dimana proyek dilaksanakan tidak mendukung. Sehingga berpengaruh dengan kinerja waktu, menyebabkan keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi dan secara langsung merugikan pemilik Proyek maupun Konstraktor. Menghindari risiko keterlambatan yang mungkin terjadi, maka perlu dilakukan kajian dan dicarikan penyebab dan ditentukan tindakan koreksi yang sesuai. Dengan melakukan analisa terhadap berbagai factor-faktor risiko yang terjadi dalam pelaksanaan proyek, dengan memakai statistik , dicari nilai faktor risiko yang tinggi. Dimana Faktor risiko yang tinggi diprioritaskan terlebih dahulu untuk ditangani dan diberikan tindakan koreksi, sehingga dapat mengurangi risiko keterlambatan seminimal mungkin.
Studi Kegagalan Struktur Dan Perbaikan Gedung Pusat Jantung Regional (PJR) Rsud M. Jamil Padang Pasca Gempa 30 September 2009 A, Arman
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 14, No 1 (2013): Volume 14 No 1 Februari 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padang City is an area that suffered considerable damage and great material losses in the earthquake of 2009, one of the buildings that suffered severe damage to both structural damage and non-structural is building the Regional Heart Center (PJR). So that needs to be analyzed the causes of damage to the structure of the building column. To find out the cause of damage to the column was done evaluation of existing buildings visually and compared with analysis of building structures using ETABS program. Results of analysis of existing conditions of the building is visually found that there was damage to the structural columns of the building collapse was the result of analysis of structural columns in the building suffered flexural and shear. From the visual results and analysis can be concluded that the structure of column building collapse caused by the earthquake and must be given strong reinforcement for the building to receive the load mainly by the quake.

Page 1 of 2 | Total Record : 14