cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Momentum
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012" : 12 Documents clear
Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Mulyati, Mulyati; Maramis, Aprino
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material yang terdiri dari beberapa campuran aggregat kasat, aggregat halus, semen dan air membentuk satu kesatuan menjadi beton melalui proses pengecoran. Semen yang berfungsi sebagai bahan perekat dari susunan beton memerlukan air, guna berlangsungnya reaksi kimiawi pada proses hidrasi. Nilai banding berat air dan semen untuk suatu adukan beton dinamakan faktor air semen (f.a.s). Agar terjadi proses hidrasi yang sempurna dalam adukan beton, pada umumnya digunakan nilai f.a.s 0,4 – 0,6 (PBI 71), tergantung pada mutu beton yang hendak dicapai. Jumlah kandungan semen mempengaruhi kuat tekan beton yang dihasilkan. Pada penelitian ini dalam campuran beton memakai jumlah semen yang bervariasi, yaitu 310, 330 dan 350 dengan nilai f.a.s yang sama. Setiap variasi dibuat 5 buah benda uji masing-masing untuk umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Cetakan yang digunakan silinder dari baja dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm.Berdasarkan hasil pengujian dan analisis diperoleh bahwa semakin besar jumlah variasi semen, maka semakin tinggi nilai kuat tekannya. Nilai kuat tekan cendrung meningkat sesuai dengan pertambahan umur beton. Pada umur 28 hari dengan kadar semen 350 mengalami peningkatan nilai kuat tekan sebesar 1,57% terhadap kadar semen 330. Sedangkan jumlah kadar semen 310 mengalami penurunan penurunan sebesar 2,9% terhadap kadar semen 330.
Pengaruh Arus Bocor Terhadap Perubahan Temperatur Pada Kabel Bawah Tanah 20 Kv Erhaneli, Erhaneli; Musnadi, Musnadi
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi adalah satu faktor yang penting sekali dalam disain kabel bawah tanah. Awal dari kerusakan ini adalah kurang sempurnanya dalam pembuatan isolasi kabel tersebut. Kerusakan pada isolasi kabel akibat yang besar dari muatan listrik. Menyebabkan terbentuknya rongga, apabila isolasi tersebut melebihi tegangan dari kemampuannya maka akan terjadi kenaikan temperatur, kenaikan temperatur yang melebihi kemampuan isolasi akan memperbesar rongga udara pada kabel. Tekanan yang tinggi menyebabkan muatan listrik akan terdesak ketempat rongga udara sehingga terjadi lompatan-lompatan pada permukaan isolasi akibatnya akan terjadi arus bocor dan kekuatan isolasi akan menurun sehinga umur isolasi akan berkurang. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana pengaruh arus bocor akibat kenaikan temperatur kabel bawah tanah 20 kV pada SKTM. Berdasarkan hasil perhitungan didapat bahwa pada saat temperatur semakin besar dari temperatur normal maka arus bocor semakin besar, dan pada saat temperatur semakin kecil dari temperatur normal maka arus bocorpun semakin semakin besar.
Perancangan Dan Implementasi Cryptography Dengan Metode Algoritma Rc4 Pada Type File Document Menggunakan Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0 Zain, Ruri Hartika
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah keamanan dan kerahasiaan merupakan salah satu aspek penting dari suatu pesan, data, atau informasi. Terdapat banyak sekali ancaman – ancaman dari luar (outdoor), maupun ancaman dari dalam (backdoor) yang mengancam keamanan data yang disimpan pada storage device (alat penyimpanan data).Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dibuat suatu sistem kriptography file menggunakan metode RC4. Analisa dan perancangan sistem kriptography dengan metode RC4 tersebut dilakukan terhadap kompleksitas algoritma pada ukuran file (space) dalam melakukan kriptography pada tipe file document. Sistem ini dibangun dengan tujuan menganalisa kompleksitas algoritma RC4 berdasarkan ukuran dalam proses kriptography. Algoritma RC4 mampu melakukan proses enkripsi dan dekripsi data, dan sekaligus mampu melakukan encode dan decode file sehingga file yang dienkripsi tersebut terdapat perubahan. Untuk tipe file document tersebut, ”Semakin besar ukuran file yang akan dienkripsi, maka persentase perbedaan dengan besar ukuran file hasil enkripsi semakin kecil”.
Analisis Faktor Risiko Pembangunan Gedung Non Perumahan Terhadap Kualitas Proyek Konstruksi Di Kota Padang Sumatera Barat Ismael, Idzurnida
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta menunjukkan dampak gempa pada tanggal 30 September 2009, di Kota Padang mengkibatkan kerugian yang sangat besar akibat keruntuhan bangunan, keruntuhan bangunan terlihat tidak hanya pada bangunan yang telah lama tetapi tidak luput juga menimpa pada bangunan baru. Didalam proses pembangunan gedung mulai dari konsep, studi kelayakan, perencanaan desain, pengurusan IMB, dilanjutkan dengan proses tender, penunjukan dan pelaksanaan konstruksi. Problematika timbul jika pembangunan konstruksi gedung dengan maksud menekan biaya sehingga tidak melibatkan Perencana dan tidak sesuai IMB. Ada IMB tapi masih diterjemahkan sama dengan iuran. Apabila pembangunan melalui proses tender,dalam mengajukan harga penawaran untuk mendapatkan proyek, kontraktor membuat penawaran dibawah estimate yang telah ditetapkan. Agar tidak mengalami kerugian, kontraktor mengadakan pengurangan alokasi biaya pelaksanaan dilapangan. Dari uraian-uraian diatas sangat berdampak pada rendahnya kualitas pelaksanaan proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survey. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan berapa besar pengaruh terhadap faktor-faktor risiko pembangunan gedung non perumahan yang mempengaruhi kualitas proyek konstruksi. Hasil penelitian ini mengidentifikasi risiko yang paling dominan adalah Melakukan perubahan spesifikasi (Change orders) dan Mutu material tidak sesuai dengan spesifikasi.
Perencanaan Koordinasi Isolasi Peralatan Tegangan Tinggi Gardu Induk 150 Kv Berdasarkan Arus Surja Petir Pada Sistem Interkoneksi Sumbagsel Dan Sumbagteng Warmi, Yusreni; Dasman, Dasman
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari masalah tegangan lebih yang terjadi pada gardu induk akibat sambaran petir pada saluran transmisi, baik sambaran langsung pada kawat fasa maupun sambaran petir pada kawat tanah. Simulasi dilakukan dengan menggunakan Electromagnetic Transients Program (EMTP) sebagai perangkat lunak dengan cara memodelkan gardu induk sesuai representasi peralatan-peralatan di gardu, dengan menerapkan bentuk gelombang petir arus standar IEC (8/20s , 1/70s ), dan melihat pengaruh peletakan arrester terhadap transformator daya untuk mengevaluasi koordinasi isolasi pada gardu induk. Studi kasus dilakukan pada gardu induk 150 kV Muaro Bungo. Hasil simulasi menunjukkan adanya pengaruh peletakan arrester, terhadap besarnya tegangan lebih yang terjadi pada transformator daya seperti; untuk peletakan lightning arrester pada jarak 6 meter, maka nilai tegangan puncak pada masing-masing peralatan, CT adalah 543,837 kV, CB adalah 566,659 kV, DS adalah 579,357 kV, Arrester adalah 527,884 dan Transformator Daya adalah 527,884 kV. Sedangkan pada jarak 10 meter, tegangan lebih yang timbul pada masing-masing peralatan bertambah, CT adalah 543,600 kV, CB adalah 567,269, DS adalah 579,381, Arrester adalah 528,097 kV dan Transformator Daya adalah 528,123 kV.
Sistem Informasi Alumni ITP Menggunakan PHP Dan My SQL Warman, Indra; Saputra, Keni Novandri
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi merupakan salah satu teknologi yang sebagian besar mewarnai kehidupan manusia saat ini terutama dibidang Pendidikan, Perkantoran, Organisasi, Industri, Telekomunikasi, Kalangan bisnis, Pariwisata, Hiburan, Militer bahkan bidang Kesehatan telah menggunakan teknologi informasi sebagai alat bantunya. Organisasi ikatan alumni ITP merupakan organisasi yang menampung semua lulusan Istitut Teknologi Padang. Organisasi ini diciptakan bertujuan membantu akses komunikasi sesama lulusan Institut Teknologi Padang. Saat ini organisasi alumni ITP ini masih dikelola secara sederhana, pengelolaan database pun masih dilakukan dengan cara manual, hal ini menyebabkan aktivitas organisasi menjadi terkendala. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun dan mengimplementasi Sistem informasi alumni ini dapat membantu mengatasi kendala yang selama ini dialami organisasi ikatan alumni ITP khususnya mengenai komunikasi dan pengolahan data, selain itu juga dapat bisa membantu operasional organisasi. Implementasi Sistem Informasi Alumni ITP ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP, database MySQL dan Apache web server. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa system informasi alumni ini mampu mengatasi kendala yang dialami organisasi alumni ITP, khususnya mengenai pengolahan data.
ANALISA DAN KAJIAN HUBUNGAN MOMEN - KURVATUR PADA BALOK BETON BERTULANG Armeyn, Armeyn
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Momen dan kurvatur merupakan dua parameter yang dapat digunakan untuk menentukan nilai daktilitas balok. Nilai daktalitas suatu balok dapat ditentukan dengan membagi nilai kurvatur saat leleh dengan momen .Untuk melihat besarnya beban kurvatur dan daktalitas melibatkan beberapa variabel yaitu diametertulangan lentur (tulangan tekan dan tulangan tarik), mutu beton. Analisa perhitungan momen dan kurvatur juga akan menentukan besarnya nilai tegangan regangan mengingat eratnya kaitan antara momen-kurvatur terhadap tegangan-regangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan momen dan kurvatur pada balok beton tanpa kekangan. Model balok yang digunakan adalah balok beton bertulang dengan tampang empat persegi berukuran 20 x 30 x 240 cm. Penulangan balok dilakukan dengan tulangan tarik 3Ø10 dan tulangan tekan 2 Ø10. Sedangkan mutu beton terdiri dari dua variasi K-175 dan K-250. Pembebanan dilakukan secara bertahap sampai diperoleh keadaan retak pertama hingga balok mengalami keruntuhan. Pada setiap tahap pembebanan dibaca dan dicatat besar lenturan dan regangan yang terjadi pada balok.
Analisa Hubungan Singkat Satu Fasa Ketanah Untuk Koordinasi Setting Ground Fault Relay (GFR) Pada Penyulang Feeder 20 Kv (GI Batu Sangkar Feeder Tigo Jangko ) Zulkarnaini, Zulkarnaini; Bahri, Samsul
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam setiap sistem tenaga listrik selalu digunakan sistem proteksi atau pengaman untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan. Sistem proteksi ini diperlukan untuk memisahkan bagian yang mengalami gangguan dengan yang tidak mengalami gangguan sehingga sistem dapat menjalankan operasinya. Apabila peralatan proteksi atau pengaman memberikan respon yang salah terhadap gangguan maka terjadi tripping ikutan/palsu yaitu peristiwa yang menggambarkan kejadian ketika suatu peralatan proteksi merespon/menanggapi secara salah atau tidak diharapkan pada suatu kondisi atau keadaan sistem tenaga listrik yang sedang mengalami gangguan. Tripping ikutan ini dapat terjadi pada peralatan pengaman atau proteksi yang dihubungkan seri pada penyulang yang sama, sehingga apabila terjadi gangguan pada penyulang tersebut maka dua atau lebih peralatan pengaman pada penyulang itu akan mengalami tripping. Tripping ikutan juga dapat terjadi pada penyulang penyulang lainnya pada bus yang sama. Hasil Penelitian ini dapat meminimalkan trip yang terjadi pada penylang yang disebabkan oleh gangguan Tripping ikutan dengan menggunakan rele gangguan tanah inverse time pada gangguan satu saluran ke tanah dengan settingan relay pada Gardu Induk (GI) Batu Sangkar pada express feeder untuk jarak 0% 0,6805 dt dan untuk feeder Tigo Jangko 0,3detik. Begitu juga pada jarak 100 % maka settingan waktu relay untuk Exspress feeder adalah 2,1367 dan untuk feeder Tigo Jangko adalah 0,9431 dt.
Pendidikan Kebencanaan Di Sekolah – Sekolah Di Indonesia Berdasarkan Beberapa Sudut Pandang Disiplin Ilmu Pengetahuan honesti, leli; Djali, Nazwar
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai sebuah negara dengan beragam jenis bencana yang tak pernah putus dari waktu ke waktu, maka seharusnya di negeri ini dimulai pendidikan kebencanaan disekolah-sekolah. Berdasarkan dari sudut pandang dari keterpaduan ilmu pengetahuan (transdisiplinaritas), kurikulum kebencanaan dapat diintegarasikan dalam beberapa materi pelajaran sekolah yang kuat kaiannya dengan kebencanaan. Dengan melihat dari berbagai sudut pandang, maka pendidikan kebencanaan dapat disisipkan / dimasukan dalam materi mata pelajaran terkait, antara lain IPA, IPS, Sains, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Agama. Diharapkan setelah itu siswa dapat memenej bencana dengan baik dan utuh sehingga mitigasi bencana dapat terlaksana dengan baik danmempunyai efek domino terhadap orang lain diluar lingkungan sekolah.
Studi Perencanaan Kapasitas Daya Listrik Pada Gedung Bank Nagari Capem Siteba Padang Bachtiar, Antonov; Mendriadi, Mendriadi
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan instalasi listrik sebuah bangunan merupakan suatu hal yang membutuhkan akurasi yang tepat, perancangan instalasi sebuah bangunan juga mempertimbangkan fungsi utama dari bangunan tersebut serta memperhitungkan kemungkinan adanya renovasi pada masa mendatang. Sehingga instalasijaringan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. Hasil studi perencanaan kapasitas daya listrik pada gedung Bank Nagari Capem Siteba adalah daya pada lantai satu sebesar 74,088 KVA dan daya daya pada lantai dua sebesar 45,040 KVA serta daya pada pompa adalah 40,117 KVA. Maka daya total atau beban total pada gedung Bank Nagari Capem Siteba adalah 159,245 KVA atau 135,358 KW. Kelaikan instalasi penerangan pada gedung yang memenuhi standard dan peraturan PUIL 2000 serta peraturan lainnya, sudah dapat dikategorikan laik, namun ada beberapa hal yang harus disempurnakan sesuai dengan peraturan yang berlaku, seperti; instalasi listrik dapat dioperasikan dengan baik, terjamin keselamatan manusia, gedung dan peralatannya.

Page 1 of 2 | Total Record : 12