cover
Contact Name
Aswir Premadi
Contact Email
aswir.premadi@itp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aswir.premadi@itp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro
ISSN : 22523472     EISSN : 25988255     DOI : -
Redaksi Jurnal Teknik Elektro Institut Teknologi Padang mengundang para Peneliti, Akademisi, Praktisi dan Profesional untuk menyumbangkan karya tulisnya, di bidang Teknik Elektro, baik berupa hasil penelitian dan kajian pustaka yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
PERENCANAAN SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 20 kV PADA KOMLEK PERKEBUNAN AMP ( Agra Masang Perkasa ) Bawan Lubuk Basung Dewi, Arfita Yuana; Fauzan, Fauzan
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.25 KB)

Abstract

Perencanaan jaringan distribusi tidak lepas dari penentuan besarnya daya atau beban yang akan di salurkan melalui sistem jaringan tersebut, terutama berkaitan dengan penentuan kuat hantar arus pada ukuran kawat penampang dan jenis penghantar yang di pilih. Perencanaan jaringan saluran udara tegangan menengah 20 kV di dapat dari percabangan Feeder utama Lubuk basung Pada Km 10 di Lokasi Bawan. Feeder Lubuk Basung merupakan salah satu feeder yang menyalurkan energi tenaga listrik dari GH Bawan melalui sistem jaringan distribusi primer 20 kV, feeder ini memiliki panjang saluran Primer 73,4 km terdiri dari dari saluran feeder utama sepanjang 48 km. Adapun metode pengumpulan data yang di terapkan dalam perencanaan ini adalah metode observasi lapangan dan metode dokumenter. Data-data yang di peroleh dari hasil Survey lapangan dan Analisis dengan menggunakan rumus-rumus baku dari beberapa kajian pustaka. Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan dari hasil simulasi untuk rencana pemasangan jaringan SUTM 20 kV pada feeder utama Lubuk Basung masih dalam Standar pelayanan dan tegangan regulasi ± 7,53 % dan tegangan ujung Jaringan 18,69 kV ( Analisis data ), Sistem konstruksi saluran udara tegangan menengah 20 kV dan kompenen-kompenen utama mengacu standarisasi dari PT. PLN ( Persero ) Tahun 1998, Meliputi konstruksi tiang besi 11 meter 156 daN, Kawat AAAC 70 mm², Andongan 0,58 meter dengan jarak gawang rata-rata 50 meter, penyaluran energi listrik sebesar ± 212,6 KVA. Selanjutnya uraian kebutuhan material tercantum pada pada daftar terlampir.
FENOMENA FLASHOVER AKIBAT ARUS BOCOR PADA ISOLATOR KERAMIK DAN RESIN EPOKSI Yandri, Valdi Rizki; Nurhatisyah, Nurhatisyah
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.92 KB)

Abstract

Saat ini keramik dan epoxy resin telah digunakan di banyak sektor. Dalam teknik listrik, keramik dan epoxy resin dapat digunakan untuk isolasi. Untuk mengetahui karakteristik dari bahan yang digunakan, maka beberapa pengujian dilakukan seperti pengujian listrik dan pengujian fisik. Karakteristik listrik yang akan diperiksa diperkirakan dari tegangan lewat dan arus bocor. Karakteristik fisik yang akan diuji adalah hidrofobik. Fenomena lain yang akan diuji adalah pengaruh lengkung pita kering untuk kinerja isolator. Pita kering yang terbentuk dipermukaan isolator karena polusi tinggi dan kelembaban lingkungan. Kejadian ini akan merusak isolator. Pada penelitian ini keramik dan resin epoksi akan diuji karakteristik dalam ruang yang konsisi iklm suka tropis. Jadi data tentang keramik dan resin epoksi akan didapatkan di semua jenis polusi, kelembaban dan suhu di lingkungan tropis. Hubungi sudut isolator keramik sebelum kebocoran pengukuran saat ini adalah 25 derajat sedangkan untuk isolator epoxy resin adalah 88derajat. Ini berarti bahwa isolator epoxy resin adalah lebih hidrofobik dari keramik isolator. Arus bocor isolatorkeramik dalam kondisi bersih pada suhu 25  C dan kelembaban 70-80% menjadipeduli dengan 1,15-22,90 μA sedangkan arus bocor isolator epoxyresin menjadiprihatin dengan 1,08-21,80 μA. Setelah karakteristik dari bahan tersebut telah didapat, karakteristik kebocoran saatini dan eksi tegangan flashover . Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, keramik isolator yang sesuaidigunakan dalam isolator resin epoksi dan dataran rendah yang cocok digunakan dalam dataran tinggi.
Monitoring Motor Induksi Tiga Fasa Menggunakan Software Labview berbasis Webserver Zaini, Zaini; Rusdi, Eko
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.922 KB)

Abstract

Kesulitan teknisi/enginer dalam memantau kinerja motor induksi pada suatu pabrik merupakan hal utama yang terjadi pada saat ini, sebab kondisi pabrik yang besar dengan lokasi motor-motor berjauhan. Monitoring motor induksi menggunakan software LabView berbasis webserver adalah salah satu solusi yang dapat memudahkan pemantauan motor induksi 3 fasa. Dengan konfigurasi modem ADSL, webserver dari LabView dan Wampserver dapat dikenal oleh jaringan luar(internet), sehingga motor induksi dapat diakses jarak jauh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delay yang besar pada website panel LabView yaitu 56.7 milidetik.
VALIDASI SINYAL THREE-STEP SWEPT-SINE PADA VIRTUAL SIGNAL GENERATOR DENGAN PERANGKAT LUNAK LABVIEW Yanto, Asmara
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4450.222 KB)

Abstract

Sinyal Swept-sine adalah sinyal sinusoidal dengan amplitudo tertentu dan memiliki kandungan frekuensi yang berubah terhadap waktu. Sinyal ini sering digunakan pada pengujian FRF (Fungsi Respon Frekuensi) suatu sistem yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik dinamik dari sistem tersebut. Sinyal ini dibangkitkan dengan Signal Generator dan dikirimkan ke Shaker untuk mengeksitasi sistem uji. Pada umumnya jenis sinyal Swept-sine yang sering digunakan adalah Linear Swept-sine dan Logarithmic Swept-sine. Pada makalah ini dipaparkan empat buah sinyal Three-step Swept-sine dengan menggunakan perangkat lunak LabVIEW. Keempat sinyal ini adalah sinyal S111, S212, S232, dan S535 Swept-sine. Keempat sinyal ini merupakan pengembangan dari hubungan sinyal Linear Swept-sine dengan kurva magnitudo FRF Sistem Satu Derajat Kebebasan. Penamaan keempat sinyal ini berdasarkan orde polinomial dari fungsi swept yang digunakannya. Keempat sinyal ini dikemas dalam sebuah Virtual Signal Generator dengan perangkat lunak LabVIEW pada komputer. Sinyal Three-step Swept-sine pada Virtual Signal Generator dibangkitkan melalui sebuah DAQ Device. Untuk memvalidasi sinyal Three-step Swept-sine ini dilakukan pencuplikan sinyal sesudah melewati DAQ Device dengan sebuah Picoscope. Rentang fekuensi sinyal yang diuji adalah 0-10 Hz, 0-100 Hz, dan 0-1000 Hz dengan variasi lama pencuplikan sinyal 2 s, 4 s, dan 6 s. Dari perbandingan sinyal yang dicuplik terhadap sinyal yang dibangkitkan diperoleh kesalahan magnitudo sepanjang rentang frekuensi sinyal dan kesalahan waktu swept sinyal. Harga kesalahan magnitudo sepanjang rentang frekuensi sinyal yang diperoleh di bawah 0.15% dan harga kesalahan waktu swept sinyal yang diperoleh di bawah 0.06 %, sehingga keempat buah sinyal Three-step Swept-sine ini dinyatakan valid.
EVALUASI KOORDINASI RELAY PROTEKSI PADA FEEDER Zulkarnaini, Zulkarnaini; Saputra, Eko
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.865 KB)

Abstract

Dalam setiap sistem tenaga listrik selalu digunakan sistem proteksi atau pengaman untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan. Sistem proteksi dan pengaman ini diperlukan untuk memisahkan bagian yang mengalami gangguan dengan yang tidak mengalami gangguan sehingga sistem dapat menjalankan operasinya. Apabila peralatan proteksi atau pengaman memberikan respon yang salah terhadap gangguan maka terjadi tripping ikutan/palsu yaitu peristiwa yang menggambarkan kejadian ketika suatu peralatan proteksi merespon/menanggapi secara salah atau tidak diharapkan pada suatu kondisi atau keadaan sistem tenaga listrik yang sedang mengalami gangguan. Tripping ikutan ini dapat terjadi pada peralatan pengaman atau proteksi yang di hubungkan seri pada penyulang yang sama, sehingga apabila terjadi gangguan pada penyulang tersebut maka dua atau lebih peralatan pengaman pada penyulang itu akan mengalami tripping. Tripping ikutan juga dapat terjadi pada penyulang penyulang lainnya pada bus yang sama. Hasil Penelitian ini dapat meminimalkan trip yang terjadi pada penylang yang disebabkan oleh gangguan Tripping ikutan dengan menggunakan rele gangguan tanah inverse time pada gangguan satu saluran ke tanah dengan settingan relay incoming Sijunjung dan GH Tanjung Ampalu seting waktu relay adalah 0,9 second dan 0,6 second dan untuk penyulang (feeder) Pelangki, Muaru dan Kumanis settingan waktu adalah 0,3 detik.
PENGARUH PERUBAHAN FREKUENSI DALAM SISTEM PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3-FASA TERHADAP EFISIENSI DAN ARUS KUMPARAN MOTOR Anthony, Zuriman
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.885 KB)

Abstract

Salah satu cara dalam mengendalikan kecepatan motor induksi 3-fasa adalah dengan mengatur frekuensi sumber yang masuk ke motor. Bila frekuensi sumber yang diberikan ke motor semakin besar, maka motor akan berputar semakin cepat. Tetapi bila frekuensi sumber yang diberikan ke motor semakin rendah, maka motor akan berputar semakin lambat. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh pengaturan frekuensi ini terhadap efisiensi dan arus yang melewati kumparan motor agar dapat diketahui batas-batas frekuensi yang masih dapat digunakan untuk mengatur kecepatan motor. Motor yang digunakan pada penelitian ini adalah motor induksi 3-fasa 2250 Hp, 2300 V, 60Hz, hubungan bintang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan efisiensi motor saat terjadi kenaikan maupun penuruan frekuensi sumber. Terjadi juga penurunan arus kumparan motor saat terjadi kenaikan frekuensi sumber dan terjadi kenaikan arus kumparan motor saat terjadi penurunan frtekuensi sumber. Frekuensi terendah yang memungkinkan motor dapat bekerja dengan baik tidak boleh lebih rendah dari 43,33% dari frekuensi standar motor, karena freuensi yang lebih rendah dari ini akan dapat memperpendek umur motor.
OPERASI EKONOMIS (Economic Dispatch) PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa) DAN (PLTG) DALAM MELAYANI BEBAN PUNCAK KELISTRIKAN SUMBAR Monice, Monice; Syafii, Syafii
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.66 KB)

Abstract

Pemanfaatan sumber energi terbarukan dan peralatan konversinya semakin variatif. Sampah kota sebagai sumber masalah kebersihan, dapat ditinjau sebagai sumber energi alternative dengan teknologi yang ramah lingkungan baik proses maupun produknya. Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) merupakan solusi kebutuhan energi baru terbarukan (EBT) untuk meningkatkan kebutuhan energi serta membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar (energi fosil). Untuk mengurangi biaya bahan bakar maka penjadwalan optimal unit pembangkit thermal pada sistem perlu dilakukan. Permasalahan yang menyangkut penjadwalan terdiri dari Economic Dispatch yaitu pembagian pembebanan pada setiap unit pembangkit sehingga diperoleh kombinasi unit pembangkit yang dapat memenuhi kebutuhan beban dengan biaya yang optimum.Pembagian beban untuk masing-masing unit pembangkit thermal dapat diperoleh dengan menggunakan metode iterasi lamda. Pembagian beban dengan menggunakan iterasi lamda memberikan hasil yang lebih optimal.
PENGUKURAN EFEK TRANSFORMER PADA WAVEGUIDE Markis, Lince
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.412 KB)

Abstract

Makalah ini menyajikan hasil studi pengukuran efek transformer pada waveguide dengan melihat nilai VSWR dan power reflection factor pada berbagai variasi ketinggian dari 3 screw transformer. Transformer ini di pasangkan pada ujung saluran transmisi yang diterminasi beroperasi di frekuensi 9 GH. . Pengukuran dilakukan di laboratorium politeknik negeri padang dengan menggunakan alat ukur penunjang komponen waveguide. Melalui alat ukur ini dihasilkan nilai VSWR dan power reflection factor sehingga didapatkan grafik gelombang berdiri yang dipengaruhi oleh posisi 3 screw dari transformer. Pengukuran dilakukan dengan memberikan variasi ketinggian screw transformer berturut-turut yaitu 0mm, 2mm, 4mm, 6mm, 8mm dan 10mm. Pengukuran pertama dilakukan pada ketinggian screw 0mm diperoleh hasil VSWR sebesar 9,06 dengan power reflection factor 64,19% kemudian 2mm nilai VSWR sebesar 6,18 power reflection factor 52,05 %, 4mm nilai VSWR 1,95 dengan power reflection factor 10,41 %, 6mm nilai VSWR 1,26 dengan power reflection factor 1,30 %, 8mm nilai VSWR 1,15 dengan power reflection factor 0,47 %, 10mm nilai VSWR 1,08 dengan power reflection factor 0,15 %.
PENGEMBANGAN METODE PENGONTROLAN TEMPERATUR ALIRAN UDARA DENGAN MENGGUNAKAN ANALOG VOLTAGE-CONTROLLED PHASE-ANGLE-FIRED POWER INTERFACE Yanto, Asmara; Hadi, Syafrul
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.753 KB)

Abstract

Alat-alat pengontrol temperatur aliran udara pada alat pengering udara buatan untuk proses pengeringan hasil-hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan hanya dapar digunakan pada satu saluran udara. Permasalahan ini dapat dipecahkan dengan melakukan suatu inovasi alat pengontrol temperatur aliran udara. Pada makalah ini dikembangkan suatu metode dan membuat sebuah alat pengontrol temperatur aliran udara dengan menggunakan analog voltage-controlled phase-angle-fired power interface method. Disini, pengontrolan temperatur aliran udara dikembangkan untuk mengontrol tiga macam temperatur aliran udara pada sistem saluran udara. Pada setiap saluran udara ditempatkan pemanas dan sensor temperatur. Diharapkan, metode dan produk dari alat pengontrol ini dapat digunakan pada alat pengering buatan untuk proses pengeringan hasil-hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan.
PERANCANGAN PENGONTROLAN PEMANAS AIR MENGGUNAKAN PLC SIEMENS S7-1200 DAN SENSOR ARUS ACS712 Effendi, Asnal
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.476 KB)

Abstract

Pengontrolan Suhu Pemanas Air Menggunakan PLC SIEMENS S7-1200 yang bekerja secara otomatis dan proses yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Alat ini mempunyai kemampuan akuisisi data secara baik, seperti melakukan perekaman data dan me-restore database . Adapun secara garis besar kerja alat ini adalah saat pemakai memasukkan nilai suhu yang diinginkan, secara otomatis pemanas akan hidup dan jika suhu telah mencapai nilai yang diinginkan pemanas air akan mati serta pompa air akan bekerja dengan cara mensirkulasikan air dingin. Dengan begitu suhu akan tetap stabil berada pada nilai yang diinginkan. Penggunaan sensor arus ACS712-20A pada rangkaian ini adalah untuk mendeteksi pemakaian arus yang digunakan pada pemanasan air.. Berdasarkan hasil pengukuran terakhir menunjukkan untuk pemanasan air yang dimulai dari suhu 32℃ hingga 70℃ dibutuhkan waktu pemanasan sebanyak 492 detik dengan daya pemanas sebesar 300.40 watt serta pembacaan arus sebesar 1,36 A.

Page 3 of 17 | Total Record : 164