Jurnal Teknik Elektro
ISSN : 22523472     EISSN : 25988255
Redaksi Jurnal Teknik Elektro Institut Teknologi Padang mengundang para Peneliti, Akademisi, Praktisi dan Profesional untuk menyumbangkan karya tulisnya, di bidang Teknik Elektro, baik berupa hasil penelitian dan kajian pustaka yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media lain.
Articles 157 Documents
PEMETAAN TINGKAT DISTORSI HARMONIK PADA GEDUNG KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI PADANG Zulkarnaini, Zulkarnaini; Andres, Andres
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2201.452 KB)

Abstract

Harmonik menyebabkan bentuk gelombang arus tidak Sinusoidal murni sebab sudah terdistorsi. Pada umumnya peralatan elektronik merupakan beban nonlinear seperti komputer, printer, scanner, inverter, konverter, dan lain sebagainnya. Beban non-linier adalah beban dimana hubungan antara arus dan tegangannya tidak linier. Keberadaan beban non-linier pada sistem tenaga listrik akan menimbulkan gangguan harmonisa. Tingkat harmonisa yang melewati standar dapat menyebabkan terjadinya peningkatan panas pada peralatan. Bahkan pada kondisi terburuk dapat terjadi gangguan bahkan kerusakan permanen pada beberapa peralatan elektronik yang sen sitif termasuk komputer. Selain itu juga dapat menyebabkan berkurangnya umur peralatan. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran kandungan harmonisa tegangan dan arus listrik di gedung kampus ITP . Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Power Quality Analyzer Fluke 434. Hasil pengukuran selanjutnya akan dibandingkan dengan standar yang ada (dalam hal ini standar IEEE), sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik di gedung kampus ITP . Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan harmonisa tegangan (%THDv) di Gedung kampus ITP berada pada rentang 1,9% – 3,4% sedangkan kandungan harmonisa arus (%THDi) adalah 7,2%-350,6% .
STUDI ANALISA KESTABILAN TEGANGAN SISTEM 150 kV BERDASARKAN PERUBAHAN TEGANGAN (APLIKASI PT. PLN BATAM) Putra, Andi M. Nur; Dewi, Arfita Yuana
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.602 KB)

Abstract

Kota Batam merupakan kota industri, dimana terdapat banyak industri-industri baik industri kecil (home industri) maupun industri besar. Banyaknya industri ini otomatis membuat pasokan daya yang dibutuhkanpun semakin besar. Jatuh tegangan merupakan merupakan salah satu bentuk dari ketidakstabilan sistem dalam melakukan penyaluran energi listrik ke konsumen. Jatuhnya tegangan ini bisa disebabkan oleh terjadinya perubahan beban aktif maupun reaktif secara tiba-tiba, pasokan daya yang tidak memadai maupun gangguan yang terjadi pada sistem itu sendiri seperti misalnya lepasnya salah satu saluran transmisi atau pembangkit. Demi mendapatkan kinerja sistem yang baik dengan tegangan sistem yang selalu stabil berdasarkan SPLN No. 1:1995 Pasal 4 tentang ketentuan variasi tegangan pelayanan dimana drop tegangan yang diijinkan hanya sebesar -10% s/d +5% dan SPLN 12/1978 tentang karakteristik jaringan listrik yang handal pada poin 2 adalah mempunyai kualitas daya yang baik, meliputi kapasitas daya yang memadai, tegangan yang selalu konstan dan frekuensi yang selalu konstan. Maka dengan melakukan pensimulasian kondisi sistem dengan menggunakan EDSA Technical 2005 (metode iterasi newthon rhapson) berdasarkan data beban puncak pada tanggal 1 maret 2012 jam 14.00 dimana beban puncaknya adalah sebesar 238 MW, dapat dilihat dari hasil analisa kurva P-V dan Q-V bahwa kondisi sistem PT. PLN Batam masih dalam kondisi handal dimana pada saat penambahan beban sebesar 25% dari beban puncak penurunan tegangan yang terjadi hanya sebesar 1,87%.
Evaluasi Sistem Kelistrikan Pada Gedung Bertingkat Plaza Andalas Padang Syofian, Andi; Novendri, Heru Alham
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.038 KB)

Abstract

ABSTRAKPlaza Andalas merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern di kota Padang. Mal ini dibangun tahun 2004 dan mengalami kerusakan yang cukup parah karena gempa bumi 30 September 2009. Pada tanggal 1 April 2010 mulai beroperasi kembali dan pemerintah setempat berharap dapat menjadi pemicu bangkitnya kembali perekonomian masyarakat. Di pusat perbelanjaan modern seperti Plaza andalas ini memiliki berbagai macam kebutuhan energy listrik untuk menunjang fasilitas-fasilitas yang terdapat pada pusat perbelanjaan tersebut. Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut: memberikan informasi tentang tahanan setiap saluran group pada gedung Plaza Andalas, memberikan informasi jumlah kerugian daya, menghitung pemakaian daya listrik dan memberikan informasi tentang luas penampang kawat yang terpasang pada instalasi listrik pada gedung Plaza Andalas. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh beberapa kesimpulan antara lain besar kVA yang harus terpasang untuk melayani beban pada Plaza Andalas adalah sebesar 1306,69 kVA kebutuhan daya keseluruhan tenant maupun koridor di Plaza Andalas adalah sebesar 959,8 kW daya yang terealisasi atau yang terpakai pada saat ini 887,3 kW rugi-rugi daya yang terjadi pada saluran instalasi listrik digedung tersebut sebesar 0.0696881639 watt dengan jumlah tahanan saluran kabel keseluruhan group panel distribusi sebesar 0,0000338695 ohm. Untuk mengoptimalisasi rugi-rugi daya pada saluran instalasi pada gedung Plaza Andalas ini penentuan jenis kabel dan kemampuan hantar arus sangat penting diperhatikan, yang mana rugi-rugi daya dapat diperkecil dan saluran kabel tidak cepat panas untuk mengantisipasi kebakaran pada gedung
EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN LAMPU JALAN DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR Effendi, Asnal; Suryana, Asep
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.299 KB)

Abstract

Penerangan Jalan Umum (PJU) adalah fasilitas vital yang dibutuhkan masyarakat modern. Penerangan jalan umum diperlukan guna meningkatkan keamanan lalulintas, keamanan lingkungan, orientasi daerah dan aksesoris kota dimalam hari. Penerangan jalan umum juga diperlukan untuk menunjang aktifitas perekonomian dan mobilitas masyarakat dimalam hari. Jalan di daerah sungai bahar termasuk jalan lingkungan, yang sangat kurang memadai dalam penataan lampu jalannya. Ada lampu jalan yang intensitas cahayanya sangat kecil, yang mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan di jalan tersebut. Pemasangan lampu jalan pun tidak sesuai dengan standar SNI, dimana jarak antar tiang lampu terlalu jauh yang seharusnya menurut standar SNI 40 meter dipasang 100 meter, pemasangan tiang yang seharusnya menurut standar 0,7 meter dari tepi perkerasan jalan dipasang 4 sampai 5 meter dari tepi perkerasan jalan karena pemasangan lampu jalan tersebut menempel pada tiang listrik stang ornamentnya. Oleh karena itu untuk mendukung kenyamanan dan keamanan lingkungan bagi para pengguna jalan, maka diperlukan evaluasi pencahayaan lampu jalan di kecamatan sungai bahar tersebut.
PEMBANGKIT LISTRIK SEL SURYA PADA DAERAH PERDESAAN Effendi, Asnal
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.187 KB)

Abstract

Kebutuhan energi listrik sangat perlu apalagi di daerah pedesaan yang belum adalistrik jala-jalan PLN, maka dibutuhkan sebuah pembangkit listrik sel surya untuk daerah pedesaan. Pembangkit Listrik Sel Surya pada daerah pedesaan direncanakan dengan kapasitas daya yang diinginkan 1000 Watt, tegangan 24 Volt, maka dari hasil perhitungan untuk modul yang dipasang secara secara seri disusunan sebanyak 43 buah, sedangkan secara paralel sebanyak 48 buah .
STUDI PENGARUH PERUBAHAN FREKUENSI SUMBER TERHADAP FAKTOR DAYA MOTOR INDUKSI 3-FASA Anthony, Zuriman
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.374 KB)

Abstract

Perubahan frekuensi yang terjadi pada sistem tenaga listrik biasanya tidak begitu besar sehinga pengaruhnya tidak begitu diperhatikan terhadap kinerja motor induksi. Perubahan frekuensi yang besar bisanya dilakukan untuk mengatur kecepatan motor indukssi. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran pengaruh perubahan frekuensi yang dilakukan untuk mengatur kecepatan motor induksi 3-fasa terhadap faktor daya motor. Motor yang digunakan pada penelitian ini adalah motor induksi 3-fasa 2250 Hp, 2300 V, 60Hz, hubungan bintang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa akan terjadi penurunan faktor daya pada motor bila dilakukan perubahan frekuensi sumber, baik dengan cara menaikan ataupun dengan menurukan frekuensi. Frekuensi terendah yang memungkinkan motor dapat bekerja dengan faktor daya yang baik adalah pada frekuensi yang tidak boleh lebih rendah dari 43,33% dari frekuensi standar motor.
PERANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR EKSTERNAL GEDUNG BERTINGKAT (APLIKASI BALAI KOTA PARIAMAN) Bandri, Sepannur
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.222 KB)

Abstract

Gedung Balai Kota Pariaman merupakan pusat Pemerintahan Kota Pariaman, dibangun diatas tanah seluas 4 Ha dengan ukuran 63,70 m x 51,70 m x 27,3 m. Secara fisik bangunannya lebih tinggi dan menonjol dari bangunan yang berada disekitarnya. Sebagai pusat pemerintahan bangunan ini banyak terdapat peralatan -peralatan elektronik seperti komputer, telephone, rad AC dan lain-lain. Untuk mengamankan gedung dan peralatan tersebut perlu dilindungi dari bahaya sambaran petir. Dalam penelitian ini analisa dilakukan berdasarkan kajian teori-teori yang berhubungan dengan sistem proteksi gedung terhadap sambaran petir. Penelitian dilakukan dengan survey ke lokasi, kemudian data-data teknis dilokasi diolah dengan data dari BMKG Stasiun Sicincin. Data yang telah terkumpul dianalisa bedasarkan persamaan yang ada dan dengan melukis wilayah perlindungan pada perlindungan Gedung Balai Kota Pariaman tersebut baik tampak depan, samping, belakang dan atas. Dari hasil analisa, perkiraan bahaya, luas daerah yang menarik sambaran petir 14530,882 m², jumlah sambaran petir 0,06 sambaran petir per hari per km² dan kemungkinan gedung tersambar petir 0,5231 sambaran per tahun.
PENGARUH PENGGUNAAN KAPASITOR PERBAIKAN FAKTOR DAYA TERHADAP ARUS START MOTOR INDUKSI 3-FASA Anthony, Zuriman
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.712 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh kapasitor perbaikan faktor daya yang dipasang paralel dengan motor induksi 3-fasa terhadap arus start motor. Penelitian ini dilakukan di Labor Teknik Elektro Institut Teknologi Padang dengan objek pernelitian adalah motor induksi 3-fasa, 1500 W, 380 V/Y, 4 kutup, 50 Hz, 1400 rpm dan 3,6 A. Untuk memudahkan analisa, motor juga dianalisa dengan menggunakan parameter motor dengan bantuan program Matlab. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh arus start motor sebesar 22,68 A dengan watu (t) 0,032 detik, yang hanya berbeda 0,89% dari hasil perhitungan dengan program Matlab, sehingga keakuratan hasil perhitungan dapat diterima untuk menganalisa motor. Dari hasil penelitian ini ternyata memperlihatkan bahwa kapasitor yang digunakan dapat memperbesar arus start motor. Semakin besar nilai kapasitansi kapasitor yang digunakan, maka semakin besar pula arus start motor. Arus start ini ternyata merupakan gejala arus transien motor saat start yang sangat dipengaruhi oleh parameter motor (L dan R) dan waktu respon (t) kecepatan rotor. Besarnya arus start maksimum pada motor sangat ditentukan oleh tahanan dalam (R1 dan R2 ’) motor.
PENGARUH KAWAT TANAH TERHADAP GANGGUAN KILAT INDUKSI PADA SUTM 20 kV Erhaneli, Erhaneli; Desril, Ardi
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2697.442 KB)

Abstract

Gangguan kilat akibat sambaran tidak lansung atau sambaran indukasi pada saluran udara tegangan menengah (SUTM) tidak boleh diabaikan. Justru gangguan kilat akibat sambaran induksi ini lebih banyak dibandingkan dengan gangguan kilat akibat sambaran langsung. Hal tersebut disebabkan oleh karena tingkat ketahanan implus isolasi V50% dari isolator SUTM relative rendah dan karena luasnya daerah sambaran induksi, jadi jumlah sambaran kilat ind uksi juga jauh lebih banyak dibanding dengan jumlah sambaran langsung. Dalam menghitung pengaruh kawat tanah terhadap tegang an induksi diperkenalkan Faktor Perisaian (FP) yang didefenisikan sebagai hasil bagi tegangan induksi dengan kawat tanah dan tegangan induksi tanpa kawat tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh kawat tanah terhadap gangguan kilat tidak lansung (induksi) pada S UTM 20 kV. Dari hasil analisa dan perhitungan yang dilakukan disimpulkan bahwa gangguan kilat induksi lebih banyak terjadi pada saluaran tanpa kawat tanah dari pada saluran yang pakai kawat tan ah. Kawat tanah dapat mengurangi gangguan induksi lebih kura ng 40,9% dari saluran yang tidak pakai kawat tanah.
PENGARUH HARMONIK AKIBAT PENGGUNAAN VARIABLE SPEED DRIVE TERHADAP PIRANTI BRIDGE CRANE PLTU TELUK SIRIH (2X112MW) Zulkarnaini, Zulkarnaini
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.258 KB)

Abstract

PLTU Teluk Sirih (2X112MW) menggunakan Bridge Crane dengan Variable Speed Drive sebagai sistem kontrol. Variable Speed Drive merupakan beban non-linear dan dicurigai menjadi sumber distorsi harmonik pada tegangan dan arus yang mengalir pada piranti Bridge Crane. Dilakukan pengukuran pada sisi masukan dan keluaran sistem kontrol piranti masing-masing motor Bridge Crane. Dari hasil pengukuran diketahui jika terjadi distorsi pada arus, tegangan masukan dan keluaran. Hasil pengukuran yang dimasukkan dalam perhitungan kemudian dibandingkan dengan standar yang ada menunjukkan bahwa nilai Total Harmonic Distortion tegangan piranti Bridge Crane yang tertinggi yaitu sebesar 0.048% masih dalam batas aman sebesar 5%. yang ditetapkan standar IEEE 519-1992. Sementara nilai Individual Harmonic Distortion arus khususnya orde ke-5 piranti Motor Hoist pada Bridge Crane yang tertinggi sebesar 22A telah melewati ambang batas maksimum yang ditetapkan standar IEC 1000-3-2 sebesar 1.14A, nilai Total Demand Distortion tertinggi piranti Trolley Motor pada Bridge Crane sebesar 63% telah melewati standar nilai Total Demand Distortion IEEE 519-1992 sebesar 15%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Variable Speed Drive mengandung harmonik yang menyebabkan distorsi tegangan dan arus pada piranti-piranti Bridge Crane.

Page 1 of 16 | Total Record : 157