cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Buana Informatika
ISSN : 20872534     EISSN : 20897642     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015" : 8 Documents clear
Rancang Bangun Sistem Informasi Kolaboratif Berbasis Web Untuk Manajemen Proyek Teknologi Informasi Paramita, Dewi
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. In the workplace, companies are required to apply information technology in various business processes in order to compete with its competitors, so companies often require the services of an IT consultant. Companies sometimes have difficulties to choose an IT consultant and to control the development of their information technology projects. In any implementation, IT consultants also often have difficulties in doing project management. Web-based collaborative information system built to assist companies in selecting information technology consultants that will be used by way of auction project, as well as helping IT consultants and clients doing collaboration in project management that related to the design process, as well as the implementation of an information technology project.Keywords: project management, collaboration, information systems, information technology consultant Abstrak. Dalam dunia kerja, perusahaan dituntut untuk menerapkan teknologi informasi dalam berbagai proses bisnisnya agar dapat bersaing dengan kompetitornya, sehingga seringkali perusahaan membutuhkan jasa dari konsultan TI. Perusahaan terkadang mengalami kesulitan untuk memilih konsultan TI dan untuk mengontrol perkembangan proyek teknologi informasinya. Dalam pelaksanaannya, konsultan TI sering mengalami kesulitan dalam melakukan manajemen proyek. Sistem informasi kolaboratif berbasis web dibangun untuk membantu perusahaan dalam memilih konsultan teknologi informasi yang akan digunakan dengan cara melakukan lelang proyek, serta membantu konsultan TI dan perusahaan klien berkolaborasi dalam melakukan manajemen proyek yang terkait dengan proses perancangan, serta pelaksanaan suatu proyek teknologi informasi. Kata Kunci: manajemen proyek, kolaborasi, sistem informasi, konsultan teknologi informasi
Optimasi Pembobotan pada Query Expansion dengan Term Relatedness to Query-Entropy based (TRQE) Ludviani, Resti; Hayati, Khadijah F.; Arifin, Agus Zainal; Purwitasari, Diana
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. An appropriate selection term for expanding a query is very important in query expansion. Therefore, term selection optimization is added to improve query expansion performance on document retrieval system. This study proposes a new approach named Term Relatedness to Query-Entropy based (TRQE) to optimize weight in query expansion by considering semantic and statistic aspects from relevance evaluation of pseudo feedback to improve document retrieval performance. The proposed method has 3 main modules, they are relevace feedback, pseudo feedback, and document retrieval. TRQE is implemented in pseudo feedback module to optimize weighting term in query expansion. The evaluation result shows that TRQE can retrieve document with the highest result at precission of 100% and recall of 22,22%. TRQE for weighting optimization of query expansion is proven to improve retrieval document.     Keywords: TRQE, query expansion, term weighting, term relatedness to query, relevance feedback Abstrak..Pemilihan term yang tepat untuk memperluas queri merupakan hal yang penting pada query expansion. Oleh karena itu, perlu dilakukan optimasi penentuan term yang sesuai sehingga mampu meningkatkan performa query expansion pada system temu kembali dokumen. Penelitian ini mengajukan metode Term Relatedness to Query-Entropy based (TRQE), sebuah metode untuk mengoptimasi pembobotan pada query expansion dengan memperhatikan aspek semantic dan statistic dari penilaian relevansi suatu pseudo feedback sehingga mampu meningkatkan performa temukembali dokumen. Metode yang diusulkan memiliki 3 modul utama yaitu relevan feedback, pseudo feedback, dan document retrieval. TRQE diimplementasikan pada modul pseudo feedback untuk optimasi pembobotan term pada ekspansi query. Evaluasi hasil uji coba menunjukkan bahwa metode TRQE dapat melakukan temukembali dokumen dengan hasil terbaik pada precision  100% dan recall sebesar 22,22%.Metode TRQE untuk optimasi pembobotan pada query expansion terbukti memberikan pengaruh untuk meningkatkan relevansi pencarian dokumen.Kata Kunci: TRQE, ekspansi query, pembobotan term, term relatedness to query, relevance feedback
Desain dan Simulasi Encoder-Decoder Berbasis Angka Sembilan Untuk Transmisi Informasi Digital Yuhanda, Bobby; Nasaruddin, Nasaruddin; Syahrial, Syahrial
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The development of information and communication technology is growing rapidly, particularly in the transmission of digital information. The process of transmitting digital information through the communication channel will be interferenced by noise, distortion and multipath fading so that the information is likely to experience an error or incorrect detection at the receiver, which can decrease the system performance. This research proposes the design and simulation of encoder-decoder based on the number nine to transmit digital information reliably and precisely. The goal of this research is to design and simulate the encoder decoder as a scheme of error detection and correction and to reduce bit error rate that occurs during the process of transmitting digital information. The research method uses design and computer simulation where the encoder-decoder is modeled mathematically, design is structured and a computer simulation is developed for the performance of encoder-decoder based on the number nine in the transmission of digital information. The result of this research shows that the proposed encoder-decoder can detect the errors transmission and correct the errors at receiver.Keywords: Digital information, encoder-decoder, coding scheme, and transmission information. Abstrak. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini sangat pesat, khususnya dalam teknologi transmisi informasi digital. Proses transmisi informasi digital melalui kanal komunikasi akan mendapat gangguan seperti noise, distorsi, interferensi dan multipath fading. Sehingga informasi yang dikirim kemungkinan akan terjadi kesalahan atau salah deteksi pada penerima, yang menyebabkan penurunan kinerja dari sistem. Penelitian ini mengusulkan suatu desain dan simulasi encoder-decoder berbasis angka sembilan untuk transmisi informasi digital, yang mampu bekerja secara handal dan tepat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan mensimulasikan encoder-decoder berbasis angka Sembilan sebagai skema deteksi dan koreksi kesalahan serta mengurangi bit error rate yang terjadi pada saat proses transmisi informasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah perancangan dan simulasi komputer, dimana prosesnya adalah pemodelan secara matematis, perancangan encoder-decoder, pembuatan simulasi kinerja encoder-decoder berbasis angka sembilan untuk transmisi informasi digital. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa encoder-decoder yang diusulkan dapat mendeteksi kesalahan transmisi dan mengoreksi kesalahan pada penerima.Kata Kunci: Informasi digital, encoder-decoder, pengkodean kanal, transmisi informasi.
Segmentasi Variasi Pencahayaan Citra Tomat Menggunakan Marker Controlled Watershed dan Arimoto Entropy untuk Perbaikan Citra Riska, Suastika Yulia; Ginardi, R. V. Hari; Suciati, Nanik
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Tomatoes image acquisition in outdoors condition results in an image that cannot be processed because of lighting variation on the glossy surface. Lighting variation is one of the problems in image processing because the resulting color values on tomatoes is lost from the affected area due to lighting variation. This research is meant to improve the image of tomatoes with lighting variations in the preprocessing stage. Segmentation methods proposed to detect and eliminate lighting variation is marker-controlled watershed with Arimoto entropy. After eliminating the detected area with lighting, tomatoes image are improved in three ways, namely by applying RGB average, searching the value of pixels with pixels index, and using a moving window with various kernel sizes. The error segmentation of the proposed method is by 36.67%, which better than the previous method. The best results tomato image enhancement is by using a moving window with a kernel size 15x15.Keywords: arimoto entropy, image enhancement, marker controlled watershed, preprocessing, segmentation.  Abstrak. Pengambilan citra tomat di luar ruangan mengakibatkan citra tidak dapat langsung diproses karena memiliki variasi pencahayaan pada permukaannya yang glossy. Variasi pencahayaan merupakan salah satu masalah dalam pemrosesan citra tomat karena mengakibatkan hilangnya nilai warna yang dimiliki area yang terkena variasi pencahayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki citra tomat yang terdeteksi memiliki variasi pencahayaan pada tahap preprocessing. Metode segmetasi yang diusulkan pada penelitian ini untuk mendeteksi dan menghilangkan area variasi pencahayaan adalah marker controlled watershed dengan arimoto entropy. Setelah menghilangkan area yang terdeteksi memiliki pencahayaan, citra tomat diperbaiki dengan tiga cara, yaitu dengan rata-rata RGB tomat, pencarian nilai piksel dengan indeks piksel, dan menggunakan moving window dengan berbagai ukuran kernel. Eror segmentasi dari metode yang diusulkan sebesar 36,67%, yaitu lebih baik dari pada metode sebelumnya. Hasil perbaikan citra secara visual menunjukkan hasil yang paling baik dengan menerapkan perbaikan citra menggunakan moving window dengan ukuran kernel 15x15.Kata Kunci: arimoto entropy, marker controlled watershed, perbaikan citra, preprosesing, segmentasi.
Sistem Penjadwalan Mesin Produksi Menggunakan Algoritma Johnson dan Campbell Sonata, Fifin
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Scheduling production machine has an essential role in minimizing the makespan in order to raise the production efficiency. Makespan generated from more than one production machines, can still wait for jobs in the processsince the job is still in the process on another machine, or as a job waiting to be processed by a machine because the machine is still processing another job. The methode applied for flow shop and static production system is Integrated Algorithm which combines Johnson and Campbell Algorithm. By applying these two methods to the company, the company can see the schedule of the production machine that gives the minimum makespan in a computerized system. The presentation is in the form of tables mapping to facilitate the search makespan.Keywords: Production Machine Scheduling, Flow Shop, Static, Makespan, Johnson and Campbell Algorithm. Abstrak. Penjadwalan mesin produksi memiliki peran yang sangat penting dalam meminimalkan makespan  sehingga efisiensi produksi dapat tercapai. Makespan yang dihasilkan untuk jumlah mesin produksi lebih dari satu mesin, masih mungkin mengandung waktu tunggu karena sebuah mesin kemungkinan menunggu  job yang harus diprosesnya, sementara job tersebut masih diproses pada mesin yang lain, atau karena sebuah job menunggu untuk diproses oleh sebuah mesin karena mesin tersebut masih memproses job yang lain. Proses N Jobs M Mesin terdapat lebih dari 1 makespan tetapi yang dipilih adalah makespan terkecil. Metode yang dapat digunakan pada sistem produksi yang flow shop dan statis adalah algoritma kombinasi dari Algoritma Johnson dan Campbell. Dengan menerapkan dua metode tersebut pada perusahaan maka perusahaan dapat mengetahui  jadwal mesin produksi yang memberikan makespan paling minimum secara terkomputerisasi. Penyajian dalam bentuk pemetaan tabel mempermudah dalam pencarian makespan.Kata kunci: Penjadwalan Mesin Produksi, Flow shop, Statis, Makespan, Algoritma Johnson dan Campbell.
Modifikasi Ant Colony Optimization Berdasarkan Gradient Untuk Deteksi Tepi Citra Liantoni, Febri; Suciati, Nanik; Fatichah, Chastine
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Ant Colony Optimization (ACO) is an optimization algorithm which can be used for image edge detection. In traditional ACO, the initial ant are randomly distributed. This condition can cause an imbalance ants distribution. Based on this problem, a modified ant distribution in ACO is proposed to optimize the deployment of ant based gradient. Gradient value is used to determine the placement of the ants. Ants are not distributed randomly, but are placed in the highest gradient. This method is expected to be used to optimize the path discovery. Based on the test results, the use of the proposed ACO modification can obtain an average value of the Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) of 12.724. Meanwhile, the use of the traditional ACO can obtain an average value of PSNR of 12.268. These results indicate that the ACO modification is capable of generating output image better than traditional ACO in which ants are initially distributed randomly.Keywords: Ant Colony Optimization, gradient, Edge Detection, Peak Signal to Noise Ratio Abstrak. Ant Colony Optimization (ACO) merupakan algoritma optimasi, yang dapat digunakan untuk deteksi tepi pada citra Pada ACO tradisional, semut awal disebarkan secara acak. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan distribusi semut. Berdasarkan permasalahan tersebut, modifikasi distribusi semut pada ACO diusulkan untuk mengoptimalkan penempatan semut berdasarkan gradient. Nilai gradient digunakan untuk menentukan penempatan semut. Semut tidak disebar secara acak akan tetapi ditempatkan di gradient tertinggi. Cara ini diharapkan dapat digunakan untuk optimasi penemuan jalur. Berdasarkan hasil uji coba, dengan menggunakan ACO modifikasi yang diusulkan dapat diperoleh nilai rata-rata Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) 12,724. Sedangkan, menggunakan ACO tradisional diperoleh nilai rata-rata PSNR 12,268. Hasil ini menunjukkan bahwa ACO modifikasi mampu menghasilkan citra keluaran yang lebih baik dibandingkan ACO tradisional yang sebaran semut awalnya dilakukan secara acak.Kata Kunci: Ant Colony Optimization, gradient, deteksi tepi, Peak Signal to Noise Ratio
Klasterisasi Jenis Musik Menggunakan Kombinasi Algoritma Neural Network, K-Means dan Particle Swarm Optimization Sankoh, Alhaji Sheku; Musthafa, Ahmad Reza; Rosadi, Muhammad Imron; Arifin, Agus Zainal
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Having a number of audio files in a directory could result to unstructured arrangement of files. This will cause some difficulties for users in sorting a collection of audio files based on a particular category of music. In some previous studies, researchers used a method conducting to group documents on a web page. However, those studies were not carried out on file containing documents such as audio files; relatively they were conducted on files that contain text documents. In this study, we develop a method of grouping files using a combination of pre-processing approach, neural networks, k-means, and particle swarm optimization to obtain a form of audio file collections that are group based on the types of music. The result of this study is a system with improved method of grouping audio files based on the type of music. The pre-processing stage has therefore produced the best results on this approach based on spectrum analysis melody and bass guitar, which offers a value precision 95%, 100% recall and an F-Measure 97.44%.Keywords: Cluster, Music, NN, K-Means, PSO Abstrak. Banyaknya file audio pada suatu direktori membuat sususan file tidak terstruktur. Hal ini akan menyulitkan pengguna untuk mengurutkan bahkan memilah kumpulan file audio berdasarkan kategori tertentu, khususnya kategori berdasarkan jenis musik. Pada penelitian sebelumnya, dilakukan pengelompokan dokumen pada suatu halaman website. Namun hal tersebut tidak dilakukan pada file selain dokumen, seperti file audio. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pengelompokan file berupa kombinasi pendekatan pre-processing, neural network, k-means, dan particle swarm optimization dengan masukan berupa file audio sehingga diperoleh keluaran berupa kumpulan file audio yang telah terkelompok berdasarkan jenis musik. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa suatu sistem dengan pengembangan metode dalam pengelompokan file audio berdasarkan jenis musik. Metode pada tahap pre-processing memiliki hasil terbaik pada pendekatan berdasarkan analisa spectrum melodi gitar dan bass, di mana memiliki nilai precission 95%, recall 100% dan F-Measure 97,44%. Kata kunci: Klaster, Musik, NN, K-Means, PSO
Prototipe Sistem Informasi Perpustakaan Pusat dan Daerah Intanny, Vieka Aprilya; Santosa, Paulus Insap; Kadir, Abdul
Jurnal Buana Informatika Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Library has one of important resources to obtain information for research needs. The quality of a library information system needs to improve promptly because the information is needed quickly and accurately. In order to present library catalogue data that can be integrated with all central and local libraries, the library information system of Research and Development of the Human Resources Agency of the Ministry of Communication and Information Technology (Balitbang SDM Kominfo) needs to be well developed. The aim of this research is to design a prototype of library information system in order to present library data from central and local libraries accurately. Simulation tests are performed in eight research centers in the Ministry of Communication and Information Technology. The test is performed to analyze the perception of the users about the effectiveness of the system. The results show that the central library and information systems have good quality. Keywords: central library, local library, prototype, information system Abstrak. Perpustakaan merupakan sarana untuk mendapatkan literasi informasi melalui hasil penelitian yang telah dilakukan. Peningkatan kualitas layanan sistem informasi perpustakaan yang tersaji dengan cepat, akurat dan aktual mutlak diperlukan. Untuk itu dipandang perlu suatu perbaikan sistem perpustakaan Balitbang SDM Kominfo agar dapat menyajikan data perpustakaan yang dapat terintegrasi antara perpustakaan pusat dan perpustakaan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe suatu sistem informasi perpustakaan pusat dan daerah agar data perpustakaan pusat dan daerah dapat tersaji dengan cepat dan akurat. Pengujian dilakukan dengan simulasi sistem di delapan balai Kominfo. Pengujian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi administrator pusat dan administrator daerah mengenai efektivitas sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem informasi perpustakaan pusat dan daerah memiliki kualitas yang baik. Kata Kunci: perpustakaan daerah, perpustakaan pusat, prototipe, sistem informasi

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Buana Informatika Volume 10 Nomor 1 April 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 2 Oktober 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Buana Informatika Volume 9 Nomor 1 April 2018 Vol 8, No 4 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 4 Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 3 Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 2 April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Buana Informatika Volume 8 Nomor 1 Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 4 Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 3 Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 2 April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Buana Informatika Volume 7 Nomor 1 Januari 2016 Vol 6, No 4 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 4 Oktober 2015 Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 3 Juli 2015 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 2 April 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Buana Informatika Volume 6 Nomor 1 Januari 2015 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Buana Informatika Volume 5 Nomor 1 Januari 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 2 Juli 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Buana Informatika Volume 4 Nomor 1 Januari 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 2 Juli 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012 Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 2 Juli 2011 Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Buana Informatika Volume 2 Nomor 1 Januari 2011 Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 2 Juli 2010 Jurnal Buana Informatika Volume 1 Nomor 1 Januari 2010 More Issue