cover
Filter by Year
Biota
Biota Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles
82
Articles
​
Resolusi Spasial Optimum pada Citra Drone untuk Klasifikasi Spesies Mangrove dengan Metode Maximum Likelihood

Ign. Pramana Yuda1, Monika Ruwaimana* Novian Atmaja

Journal of Biota Biota Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : University of Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Drone adalah salah satu alat baru dalam penelitian berbasis remote sensing pada studi ekologi hutan mangrove, drone dapat terbang jauh lebih rendah dibandingkan pesawat pemetaan, sehingga citra yang ditangkap akan lebih detail atau memiliki resolusi spasial yang tinggi; citra drone dapat mencapai resolusi spasial dibawah 1cm. Penelitian tentang klasifikasi spesies mangrove dengan citra drone masih terbatas, juga belum ada referensi apakah bila pada citra drone resolusi dan ukuran datanya dikurangi, ketepatan klasifikasi datanya akan berkurang, dan sejauh mana pengurangan itu terjadi. Disini kami berhipotesis bahwa akan ada hubungan linear antara resolusi dan ketepatan klasifikasi spesies bakau, dimana pengurangan resulusi akan mengurangi akurasi klasifikasi. Akan tetapi, hasil percobaan berulang (9 iterasi) dengan 8 resolusi spasial yang berbeda, yaitu 2.5cm, 5cm, 10cm, 20 cm, 40cm, 60cm, 80cm dan 100cm menunjukkan tidak signifikannya penurunan akurasi klasifikasi saat resolusi spatial, mematahkan hipotesis awal tersebut. Overall Accuracy (OA) pada resolusi 2.5cm adalah 84.97±2.37%, sedangkan pada 60cm adalah 88.61±3.6%. Alih -alih menunjukkan pengurangan, malah menunjukkan peningkatan walaupun tidak signifikan. Pada resolusi 100cm, akurasi menurun drastis (OA=20.72±1.24%). Berdasarkan hasil tersebut, kami merekomendasikan dalam mengidentifikasi spesies mangrove dengan citra drone, resolusi yang optimum adalah 60cm, resolusi ini dapat memberikan pengurangan waktu klasifikasi yang signifikan (dari 15 menit ke 2.5 detik) serta yang terpenting adalah memberikan ketepatan tertinggi untuk spesies dengan heterogenitas penampakan yang tinggi seperti palem N. fruticans, tanpa mengurangi ketepatan akurasi pada spesies pohon seperti R. apiculata dan A. alba.

Pengaruh Pakan Berbeda pada Induk Terhadap Jumlah Larva Ikan Guppy (Poecilia reticulata)

To’bungan, Nelsiani

Journal of Biota Biota Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : University of Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ikan Guppy (Poecilia reticulata) merupakan salah satu jenis ikan hias yang cukup diminati, selain karena jenisnya beragam, karena pemeliharaann dan budidayanya terbilang cukup mudah. Efektifitas pakan terhadap pertumbuhan ikan budidaya, telah banyak diteliti. Namun, informasi terkait pengaruh pemberian pakan berbeda terhadap jumlah larva masih sangat jarang. Oleh sebab itu peru dilakukan penelitian terkait pengaruh pakan alami jentik nyamuk dan pakan buatan (pelet) terhadap jumlah larva ikan Guppy. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 2 perlakuan (pakan jentik nyamuk dan pakan buatan) dengan masing-masing 3 ulangan. Prosedur penelitian meliputi tahap adaptasi, tahap pemeliharaan dan tahap pengumpulan data. Total larva ikan Guppy yang diberi pakan jentik nyamuk dari 3 ulangan adalah 115 ekor, sementara yang diberi pakan buatan (pelet) sebanyak 16 ekor. Uji hipotesis dengan One Way Anova menunjukkan pemberian pakan yang berbeda pada Induk tidak menghasilkan jumlah larva yang berbeda nyata. Data suhu yang diperoleh selama penelitian menunjukkan suhu ada pada kisaran 26-27OC, pH ada pada kisaran 6-7. Kandungan oksigen pada air yang digunakan untuk pemelihaaraan masih ada dalam rentang yang baik yaitu pada kisaran 4,66-7,61mg/L.

Identifikasi dan Keragaman Genetik Bakteri Asam Laktat dari Tapai Singkong berdasarkan Sekuen Gen 16S rRNA

Bibiana Wid, Tati Barus* Saint Chalista

Journal of Biota Biota Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : University of Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) adalah kelompok bakteri gram-positif yang tidak membentuk spora dan dapat memfermentasikan karbohidrat untuk menghasilkan asam laktat. BAL berperan penting pada fermentasi bahan pangan dan penting bagi kesehatan. Tapai merupakan salah satu jenis pangan fermentasi tradisional Indonesia yang mengandung BAL. Namun, informasi tentang BAL dari Tapai masih terbatas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji keragaman genetik BAL pada Tapai berdasarkan sekuen gen 16S ribosomal ribonucleic acid (rRNA). Media DeMan Rogosa and Sharp Agar (MRSA) digunakan untuk menumbuhkan BAL. Pasangan primer 63f dan 1387r digunakan untuk mengamplifikasi sekuen gen 16S rRNA. Sebayak 31 isolat BAL telah berhasil diisolasi. Berdasarkan sekuen gen 16S rRNA, 31 isolat BAL tersebut terdiri atas Lactobacillus fermentum (21 isolat), Weissella cibaria (3 isolat), W. confusa (6 isolat), dan W. paramesenteroides (1 isolat) dengan similaritas 95%-100%. Pohon filogenetik yang dikonstruksi berdasarkan sekuen gen 16S rRNA dapat menunjukkan hubungan keragaman BAL hingga tingkat spesies, namun tidak dapat membedakan hingga tingkat strain.

Keanekaragaman Jenis Katak dan Kodok (Amphibia: Anura) di Sungai Gadjah Wong, Daerah Istimewa Yogyakarta

Sekar Arum Setyaningrum, Donan Satria Yudha* Rury Eprilurahman, Ayu Maulida Sukma

Journal of Biota Biota Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : University of Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian mengenai keanekaragaman katak dan kodok di sepanjang daerah sungai di Yogyakarta telah dilaksanakan oleh Yudha, dkk (2013) di Sungai Code dan Yudha, dkk (2014) di Sungai Opak oleh. Sungai Gadjah Wong merupakan salah satu sungai besar dan penting di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian mengenai keanekaragaman katak dan kodok di Sungai Gadjah Wong belum banyak dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis katak dan kodok (Amphibia: Anura) yang menempati Sungai Gadjah Wong sebagai habitatnya. Pengambilan sampel di sepanjang Sungai Gadjah Wong dari hulu hingga hilir menggunakan metode: VES (Visual Encounter Survey), river bank cruising, dan transek. Sampling secara umum dibagi menjadi tiga bagian, bagian hulu, tengah dan hilir. Hasil yang diperoleh yaitu 6 jenis katak dan kodok (Amphibia: Anura), terdiri dari Chalcorana chalconota, Occidozyga sumatrana, Fejervarya limnocharis, Polypedates leucomystax, Duttaphrynus melanostictus, dan Ingerophrynus biporcatus. Semua katak dan kodok yang dijumpai tersebut adalah jenis yang umum dijumpai. Dari keenam katak tersebut dapat diketahui habitatnya yaitu: 3 jenis katak akuatik dan semi-akuatik, dan 1 jenis katak arboreal serta 2 jenis katak terrestrial. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa Sungai Gadjah Wong merupakan habitat yang cukup sesuai bagi sebagian jenis katak dan kodok.

Hubungan Filogenetik Intraspesies Cucumis melo L. berdasarkan DNA Barcode Gen matK

Retnaningati, Dewi

Journal of Biota Biota Volume 2, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : University of Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rekonstruksi hubungan evolusi (evolutionary relationship) dari kelompok organisme, salah satunya yaitu hubungan filogenetik, merupakan hal penting dalam kajian sistematika yang dapat digunakan sebagai landasan untuk melakukan penelitian-penelitian komparatif. Pemikiran dasar penggunaan sekuen DNA dalam studi filogenetika (DNA Barcode) adalah bahwa terjadi perubahan basa nukleotida menurut waktu, sehingga akan dapat diperkirakan kecepatan evolusi yang terjadi dan akan dapat direkonstruksi hubungan evolusi antara satu kelompok organisme dengan yang lainnya. Gen MatK adalah gen populer yang digunakan dalam DNA Barcode tanaman di dunia, maka penyusunan DNA barcode berdasarkan gen MatK diharapkan dapat menunjukkan karakter molekuler yang spesifik dari melon. Analisis filogenetik dilakukan oleh paket perangkat lunak MEGA (Molecular Evolutionary Genetics Analysis) berdasarkan metode Maximum Parsimony (MP). Gen matK dalam melon mengandung lebih banyak basa A dan T daripada basa G dan C. Hasil analisis menunjukkan ada 43 situs variatif dan 6 situs Parsimony dari 576 bp gen matK yang diaggregasi. Indeks konsistensi adalah (0,777778), indeks retensi adalah (0,777778), dan indeks komposit adalah 0,744681 (0,604938) untuk semua situs dan situs parsimoni-informatif (dalam kurung). Genus Cucumis adalah kelompok monofiletik. Analisis karakter molekuler berdasarkan barcode DNA dari gen matK menunjukkan bahwa gen ini mampu membedakan variasi intraspesies dalam melon.

Kualitas Pupuk Cair Organik dengan Kombinasi Limbah Ampas Jamu dan Limbah Ikan

Jumirah, Jumirah, L. Indah Murwani Yulianti, A. Wibowo Nugroho Jati

Journal of Biota Biota Volume 3,Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : University of Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pupuk cair organik merupakan salah satu jenis pupuk organik berbentuk cair yang berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Pupuk cair organik dibuat dari bahan organik limbah rumah tangga. Bahan organik yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah ampas jamu dan limbah ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kadar unsur hara karbon (C), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), besi (Fe), dan magnesium (Mg) yang dibandingkan dengan standar SNI-19-7030-2004 dan Permentan/SR.140/10/2011, serta karakterisasi bakteri yang ada dalam pupuk cair organik. Pembuatan pupuk cair organik dalam penelitian ini menggunakan metode fermentasi secara anaerob selama 28 hari dengan lima perlakuan yaitu 100% limbah ampas jamu; 100% limbah ikan; dan perbandingan limbah ampas jamu dan limbah ikan sebesar 50%:50%; 25%:75% dan 75%;25%. Hasil pengukuran kadar unsur C sebesar 2,3474-4,8397%, unsur N sebesar 0,047-0,3537%, unsur P sebesar 0,0343-0,2433%, unsur K sebesar 0,1867-0,2433%, unsur Ca sebesar 0,0204-0,0777%, kadar Fe sebesar 0,0019-0,0003%, dan kadar Mg sebesar 0,0129-0,02008%. Isolat bakteri yang ditemukan dalam pupuk cair organik yaitu isolat bakteri yang memiliki karakter menyerupai bakteri dari genus Lactobacillus sp., Psudomonas sp., Bacillus sp., Zymomonas sp., Staphylococcus sp., Actinobacillus sp., Cellulomonas sp., dan Acetobacter sp

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Alga Merah dari Pantai Luk, Sumbawa terhadap Salmonella thypi dan Staphylococcus aureus

Yulianti, Yulianti, Baso Manguntungi, Asmawati Yunianti

Journal of Biota Biota Volume 3,Nomer 1 Tahun 2018
Publisher : University of Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Indonesia termasuk negara maritim yang memiliki sumber kekayaan alam laut yang melimpah. Salah satunya yaitu alga yang persebarannya hampir di seluruh perairan Indonesia termasuk di kawasan laut Luk, Sumbawa. Jenis alga potensial yang memiliki paling banyak kandungan senyawa metabolit primer dan sekunder adalah alga merah. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kasar alga merah dari pantai Luk. Penelitian ini meliputi pengidentifikasian alga merah berdasarkan ciri morfologi, dilanjutkan dengan mengekstraksi alga merah menggunakan metode maserasi dengan pelarut akuades yang sebelumnya dilakukan tiga preparasi sampel yaitu pengeringan (27 °C), pemanasan (70-80 °C) dan pendinginan (-10 °C), masing-masing diuji dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% kemudian diuji secara in vitro terhadap Salmonella thypi dan Staphylococcus aureus. Hasil identifikasi dari tiga spesies alga merah yang didapatkan dari pantai Luk yaitu Gracilaria salicornia, Galaxaura sp, dan Halymenia sp. Pengujian antibakteri alga merah menunjukkan  zona hambat yang berbeda pada setiap spesies terhadap kedua bakteri patogen. Masing-masing ekstrak kasar alga merah memiliki metode preparasi ekstrak optimal yang berbeda. Zona hambat terbesar dari ekstrak Gracilaria salicornia terhadap S. thypi pada metode pengeringan dengan konsentrasi 100% dan terhadap S. aureus pada metode pendinginan dengan konsentrasi 60%. Ekstrak Galaxaura sp terhadap S. thypi pada metode pendinginan (100%), terhadap S. aureus pada metode pengeringan (80%). Ekstrak Halymenia sp terhadap S. thypi pada metode pemanasan (40%), terhadap S. aureus pada metode pemanasan (80%).

Uji Ketahanan Luntur dan Karakterisasi Serbuk Tinta Cumi-Cumi (Loligo sp.) sebagai Dasar Pewarna Hitam untuk Kain Tenun Ikat Asal Nusa Tenggara Timur

Nitsae, Merpiseldin, Mellissa E. S. Ledo, Egertha Karpada Arsun Banamtuan, Alan Ch. Sabuna, Ronny S. Mauboy

Journal of Biota Biota Volume 2,Nomer 3 Tahun 2017
Publisher : University of Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji sifat karakter dan karakteristik bubuk tinta cumi. Uji ketahanan luntur menggunakan metode Grey Scale dan Staining Scale, sedangkan uji karakteristik tinta cumi-cumi menggunakan metode FT-IR dan SEM. Hasil yang diperoleh menunjukkan pada saat kain katun dicelupkan ke dalam 250 mL tinta cumi-cumi selama 1 jam menghasilkan warna hitam namun mudah luntur sehingga warna yang dihasilkan perlu dipertahankan menggunakan fiksator yaitu kapur tohor dan tawas. Variasi konsentrasi fiksator yang digunakan yaitu: 20, 50, dan 100 g/mL. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fiksator kapur tohor menghasilkan warna cokelat, sedangkan fiksator tawas menghasilkan warna hitam pekat. Hasil uji menggunakan Grey Scale dan Staining Scale menunjukkan perlakuan terbaik pada konsentrasi fiksator 100 g/mL. Selain itu hasil karakterisasi tinta cumi-cumi menggunakan FT-IR menunjukkan adanya serapan pada peak 3236, 33 cm-1 merupakan gugus –OH dan gugus –NH (tumpang tindih); 2964, 39 cm-1 dan 2927, 74 cm-1 merupakan gugus C-H sp2; 1633, 59 cm-1 dan 1544, 88 cm-1 merupakan ikatan cincin aromatik dari C=C dan C=N. Hasil karakterisasi menggunakan SEM menunjukkan diameter serbuk bervariasi yaitu berukuran 58, 8 µm; 68, 3 µm; dan 68, 8 µm yang tidak teratur (serpihan amorf).

Daya Bunuh Insektisida Hayati Vermileachate dan Teh Vermikompos Terhadap Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) pada Tanaman Mint (Mentha piperita L.)

Syarief, Nathanael Wirandhi, Felicia Zahida, Wibowo Nugroho Jati,

Journal of Biota Biota Volume 3,Nomer 3 Tahun 2018
Publisher : University of Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Teh vermikompos dan vermileachate merupakan cairan turunan produk vermikompos yang mengandung berbagai senyawa aktif yang berperan sebagai insektisida. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya bunuh larutan uji terhadap Bemisia tabaci Genn. dari tanaman mint (Mentha piperita L.) dengan konsentrasi dan waktu paparan teh vermikompos dan vermileachate yang memberikan dampak daya bunuh ±50 %. Percobaan penelitian menggunakan RAF (rancangan acak faktorial) sebanyak tiga kali pengulangan. Konsentrasi larutan yang diberikan ialah 10, 20, 30, dan 40 % dengan waktu paparan 6, 12, dan 24 jam. Simpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah teh vermikompos konsentrasi 30 % dan vermileachate konsentrasi 20 % menyebabkan daya bunuh B. tabaci dari tanaman mint sebesar  45,82 dan 46,18 %.

Isolasi Bakteri Asam Laktat dari Susu Kuda Liar dan Potensi Antibakteri pada Susu Kuda Liar Sumbawa

Manguntung, Baso, Heru Piria Hastuti1, Arif Muhamad, Abdhi Surya Perkasa Yulianti, Kusdianawati

Journal of Biota Biota Volume 3,Nomer 2 Tahun 2018
Publisher : University of Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pulau Sumbawa yang terletak tepat di provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu pulau yang menghasilkan Susu Kuda Liar Sumbawa terbesar di Indonesia. Susu kuda asal Sumbawa sangat diminati karena khasiatnya yang sangat baik untuk kesehatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengisolasi bakteri asam laktat dari susu kuda liar Sumbawa dan mengetahui potensi kemampuan antibakteri dari susu kuda liar Sumbawa. Penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi bakteri asam laktat dari susu kuda liar Sumbawa dengan metode spread plate menggunakan media MRSA. Kemudian uji antibakteri susu kuda liar Sumbawa dilakukan dengan metode difusi paper disk terhadap tiga spesies bakteri patogen berbeda yaitu Eschericia coli, Staphylococcus aureus, Vibrio cholerae dan perlakuan kontrol (-) akuades, kontrol (+) kanamisin. Pengujian menggunakan susu kuda liar Sumbawa dengan variasi konsentrasi berbeda yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100. Hasil penelitian menunjukkan terdapat bakteri asam laktat pada susu kuda liar Sumbawa dengan tumbuhnya koloni berwarna putih pada media MRSA. Pada pengujian antibakteri terlihat adanya zona hambat pada semua perlakuan konsentrasi dan kontrol (+). Diameter zona hambat terbesar dilihat pada konsentrasi 100% yaitu Staphylococcus aureus (1,996 mm), Eschericia coli (1,982 mm), dan Vibrio cholerae (2,020 mm) sedangkan kontrol (-) tidak menunjukkan adanya zona hambat. Sehingga susu kuda liar Sumbawa ini berpotensi menghambat terhadap bakteri patogen.