ENGINEERING
ISSN : 20873859     EISSN : 25498614
Journals that publish scientific articles from various engineering / engineering disciplines namely mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering. Articles published in the Engineering Journal include the results of original scientific research (top priority), scientific review articles that are new (not priority), or comments or criticisms of scientific writings published by the Engineering Journal.
Articles 137 Documents
Perancangan Alat Pemotong Besi Strip Untuk Meningkatkan Kecepatan Potong Nur Zaman, Akhmad Kharis; ., Zulfah; Hidayat, Tofik
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini kebutuhan akan permintaan produk yang berbahan utama besi strip(striptizer)  sangat banyak. Sebagai contoh pada pagar besi, penutup selokan, alat bermain anak, rangka penyangga fairing motor modifikasi, rangka pelindung jendela/pintu, dll. Pada pengerjaan pemotongan besi jenis ini, biasanya tukang menggunakan gunting plat/grenda potong. Padahal sebenarnya cara ini dirasa kurang efektif, karena pada pemotongan besi strip hanya membutuhkan pemotongan area pendek saja. Oleh sebab itu, penulis merancang ulang alat yang sudah ada dipasaran (berupa gunting besi beton). Penelitian ini bertujuan untuk dapat memodifikasi/membuat prototype,  mengetahui waktu standar pemotongan, serta mengetahui analisis investasinya. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah  observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tinggi jangkauan tangan dan diameter genggaman tangan menghasilkan dimensi panjang pipa tuas190,3 cm dan lebar diameter pipa tuas 3,4 cm(dengan menggunakan uji keseragaman, normalitas, dan kecukupan sampel melalui SPSS 16.0). Perancangan produk menggunakan AutoCAD 2007 yang kemudian produk dibuat dan diuji dimensi potongannya dengan menghasilkan selisih potongan 0,07 cm lebih balik dari alat sebelumnya, waktu proses potong yang lebih singkat dengan selisih waktu potong 0,24 sekon dari alat sebelumnya dan kerapihan potongan yang lebih baik dari alat sebelumnya. Hasil dari nilai NPV sebesar  341.943.625  dan nilai AE sebesar  31.349.447,5  dimana kedua nilai tersebut lebih besar dari nol, sehingga rencana investasi pembuatan gunting besi strip ini dinyatakan layak. Hal ini diperkuat dengan nilai k dalam analisis metode PBP adalah 1 yang berarti lebih kecil dari periode investasi yang direncanakan yaitu 12 bulan.Kata kunci : Besi Strip, Merancang Ulang, Kelayakan Investasi
PENENTUAN PENGGANTIAN PIPA API KETEL UAP PG PANGKA SEBAGAI TINDAKAN PREVENTIP DALAM PERAWATAN KOREKTIP UNTUK MEMINIMALKAN TOTAL BIAYA STOP OPERASIONAL GILING ., Suharjo; ., Mustaqim; Nurwildani, M. Fajar
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PG Pangka merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri pertanian dengan hasil utamanya berupa gula. Keberadaan Ketel Uap dalam industri gula sangatlah vital sebagai pemasok energi uap baik untuk power  maupun proses produksi.  Program  perawatan korektif ketel uap  tidak  dapat terlepas dari aturan  dan undang-undang  uap tahun 1930 yang didalamnya mengatur pemeriksaan ketel. Penentuan penggantian pipa ketel ditentukan  oleh tim pemeriksa dari disnaker/PJK3 yang didasarkan pada    pengalaman individu pemeriksa sehingga standart penggantian pipa ketel kurang jelas. disisi lain kerusakan pipa ketel pada saat sedang dioperasikan akan berdampak pada stop total proses produksi. Rumusan masalahnya adalah: Bagaimana cara penentuan penggantian pipa api ketel uap yang ada dan berapa biaya penggantian dan biaya stop operasional giling karena pipa bocor/oper ketel. Tujuan dari penelitian ini Untuk dapat menentukan dasar penentuan penggantian suatu komponen ketel uap (Pipa ketel) dan Dapat menghitung biaya penggantian komponen secara preventif dan biayanstop aktivitas produksi (down time). Manfaat diharapkan  dapat  menghitung untuk sebuah rumusan dalam membuat patokan yang mengkombinasikan antara praktek dengan teori yang ada guna  masukan dalam penentuan penggantian pipa api ketel uap.Dalam penelitian ini, metode yang digunakan  adalah pengamatan langsung, mendata dan mengukur komponen yang diganti, meneliti sebab/alasan pipa diganti   dengan wawancara langsung pada 5 operator yang ikut menangani penggantian pipa, serta uji fisik (tarik) terhadap kekuatan bahan pipa yang diganti. Hasil dari penelitian ini antara lain: Dalam penentuan penggantian pipa harus melalui kriteria: ketebalan pipa minimal dari 2,3 mm, luasan korosif maksimal 20% dari luasan pipa dengan kedalaman korosif maksimal 28,1% untuk sebuah cacat korosif, pipa terpasang harus tahan terhadap uji padat dengan air minimal 1,5 kali tekanan kerja ketel, bengkok dan cacat lain tidak lebih dari 20 %. Biaya penggantian pada masa perawatan korektip sebagai tindakan preventip lebih kecil daripada biaya stop operasional giling akibat dari oper ketel karena pipa bocor dengan selisih sebesar Rp 124.584.628,-  atau setara dengan mengganti pipa pada masa perawatan korektip sejumlah 91 batang pipa dengan harga tahun 2012Kata kunci : Perawatan, preventif,  Ketebalan, korosif, tahan Hydrotest
MEMBANGUN NARASI SKENARIO INDUSTRIALISASI SAMPAH ORGANIK MENJADI BIOGAS DI INDONESIA Luthfianto, Saufik
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah telah menjadi masalah besar terutama di kota-kota besar di Indonesia. Hingga tahun 2020 mendatang, volume sampah perkotaan di Indonesia diperkirakan akan meningkat lima kali lipat. Tahun 1995 saja, menurut data yang dikeluarkan  Asisten Deputi Urusan Limbah Domestik, Deputi V Menteri Lingkungan Hidup, Chaerudin Hasyim, di Jakarta baru-baru ini, setiap penduduk Indonesia menghasilkan sampah rata-rata 0,8 kilogram per kapita per hari, sedangkan pada tahun 2000 meningkat menjadi 1 kilogram per kapita per hari,  Salah satunya adalah pemanfaatan untuk produksi listrik biogas dari sampah kota.  Selain mengatasi masalah sampah kota, diharapkan pemanfaatan sampah untuk listrik tersebut juga bisa membantu  PLN dalam mengatasi krisis energi listrik, hal inilah yang menjadi salah satu kontribusi industrialisasi kedepan dalam pemanfaatan energy terbaharukan dan mempunyai keuntungan. Metode penelitian yang digunakan adalah (1) metode survey, (2) metode partisipasi  stakeholders  dalam pengambilan keputusan, dan (3) metode pengamatan lapangan terhadap biogas, dan pengelolaan sampah. Terdapat empat skenario industrialisasi sampah organik menjadi biogas di Indonesia, yaitu: Skenario A merupakan kombinasi antara tingginya perhatian pemerintah melalui peraturan pemerintah yang mendukung kebijakan-kebijakan adanya pemberdayaan sampah melalui pembuatan sentra biogas disetiap kota.  Skenario B merupakan kombinasi tingginya perhatian pemerintah melalui peraturan pemerintah yang mendukung kebijakan-kebijakan adanya pemberdayaan sampah melalui pembuatan sentra biogas disetiap kota,  meskipun komitmen pemerintah tinggi lemahnya permintaan akan biogas yang rendah akan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pengembangan sentra industry yang ada di setiap kota akibatnya, perusahaan yang seharusnya memiliki peluang yang menjadi besar akan terganggu secara cepat.Scenario C merupakan kombinasi tidak adanya kepercayaan pemerintah melalui peraturan pemerintah yang mendukung kebijakan-kebijakan adanya pemberdayaan sampah melalui pembuatan sentra biogas disetiap kota.  Scenario D merupakan kombinasi munculnya ketidakpercayaan investor akan kesungguhan pemerintah dalam pengelolaan sampah dan keberlanjutannya.Kata Kunci: Skenario, Biogas, sampah organik.
ANALISA PEMAKAIAN VACUUM TUBE PADA INTAKE MANIFAOLD TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKR DAN EMISI GAS BUANG Munazar, Ade Heru; ., Zulfah; Farid, A.
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin hari  semakin banyak jumlah kendaraan bermotor yang secara tidak langsung konsumsi bahan bakar minyak yang di gunakan. Hal tersebut juga menimbulkan pengaruh negatif diantaranya pengaruh pada faktor ekonomi berupa bahan bakar minyak yang jumlahnya semakin lama  semakin menipis  serta  faktor lingkungan hidup yaitu polusi udara yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar minyak  yang berupa gas berbahaya seperti CO₂, HC,dan CO,  Untuk itu dilakukan penelitian dengan memberikan perlakuan berupa variasi pemakaian vacuum tube. Vacuum Tube  adalah suatu system yang berbentuk tabung yang diletakan pada  intake manifold diantara karburator dan sililder, yang berfungsi sebagai penampung campuran bahan bakar dan udara sisa hasil pembakaran yang terjebak di saluran  intake manifold  saat katup masuk tertutup, sehingga dapat dialirkan kembali menuju silinder.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh pemakaian  vacuum tube  terhadap konsumsi bahan bakar dan kandungan CO, HC, CO₂  dan O₂  dalam emisi gas buang yang dihasilkan pada sepeda motor. Dalam hal ini menggunakan variasi selang berdiameter 4mm, 5mm dan 6mm dalam putaran mesin 3000 , 3500 , 4000 ,4500 dan 5000 RPM.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsumsi bahan bakar saat menggunakan  vacuum tube  lebih irit, dan variasi penggunaan  vacuum tube  dengan selang 4mm yang paling irit, pada 5000 RPM menunjukan konsumsi bahan bakar dengan selang 4mm adalah 14,434 cc/menit lebih rendah dari keadaan standar yaitu 20,999 cc/menit juga pada selang 5mm dan 6mm yang konsumsi bahan bakarnya 17,568 cc/menit dan 19,952 cc/menit dan juga indikator penggunaan vacuum tube lebih baik adalah mempunyai kandungan emisi gas buang lebih rendah khususnya gas CO, CO₂  dan HC dibandingkan dengan pada keadaan standar. Kata kunci : Vacuum Tube, Konsumsi Bahan bakar , Emisi gas buang
VARIASI KONSTANTA BERAT ROLLER SENTRIFUGAL TERHADAP DAYA DAN TORSI MESIN PADA MOTOR GOKART MATIC Saputra, Andi; ., Zulfah; ., Rusnoto
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia banyak mekanik bengkel  yang  melakukan modifikasi pada sistem CVT, salah satunya adalah merubah massa dari roller penggerak, akan tetapi belum ada data pasti yang menunjukkan pengaruh perubahan massa roller tersebut terhadap performa dari mesin motor gokart matic itu sendiri.  Tujuan  dari penelitian adalah untuk mengetahui hasil daya dan torsi pada motor gokart matic dengan variasi konstanta berat roller sentrifugal.  Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen deskriptif, yaitu pada motor gokart matic dengan konstanta berat  roller sentrifugal. Dengan mengetahui variasi berat roller 6, 8, 10, 12, 14 gram dengan bahan uji gokart dan roller sedangkan alat yang digunakan alat ukur dynamometer,kunci sok, kunci leter T, kunci puli. Dalam hal ini pengujian dilakukan sebanyak 3 kali  percobaan kemudian diambil max power (daya) dan max torsi pada masing-masing pengujian.Hasil penelitian menunjukan variasi konstanta berat roller sentrifugal berpengaruh terhadap daya mesin pada motor gokart matic.Untuk menghasilkan kecepatan yang tinggi  kita membutuhkan tenaga maksimum yang besar.Variasi konstanta berat roller sentrifugal berpengaruh terhadap torsi mesin pada motor gokart matic yang menunjukan berat roller 6 gr bisa menghasilkan torsi 15,2 Nm. Untuk medan yang berat dibutuhkan torsi yang besar karena untuk menaklukkan medan berat dan tidak perlu kecepatan tinggi.Kata kunci : Roller , Sentrifugal , Torsi
ANALISIS PENGGUNAAN PISTON KHARISMA PADA MOTOR SUPRA FIT TERHADAP PENINGKATKAN KINERJA COMPRESSION CYLINDER / CC Aziz, M. Syeh Abdul; ., Mustaqim; ., Siswiyanti
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modifikasi bidang otomotif yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan  unjuk kerja yang lebih baik dari sebuah sistem kerja otomotif   sehingga pada penelitian ini, peneliti menganalisa kenaikan kompresi  silinder pada sepeda motor  Supra Fit setelah diganti piston Kharisma yang berdiameter Ø 52,3mm, dengan cara menghitung  besar diameter dalam blok silinder setelah dimodifikasi / korter dan langkah piston dari titik mati  bawah ke titik mati atas.  Tujuan dari diadakannya penelitian ini untuk membandingkan performa sepeda motor  standar dengan sepeda motor hasil modifikasi sendiri dan untuk mengetahui pengaruh pengunaan piston Kharisma diameter Ø 52,3 mm terhadap volume langkah / kompresi  silinder.Metode  penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental  yaitu variabel yang bersaing dengan variabel independen yang sengaja  dirancang,  dalam hal ini variabel independen dihipotesiskan mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen, namun bagai mana peneliti yakin bahwa berubahan itu berubah dari ap a yang diteliti dan bukan karena sebab lainnya yang tidak ia identifikasikan atau tetapkan sebagai variabel independen. Dari hasil penelitian tersebut,untuk perhitungan Volume langkah / cc sepeda motor supra fit sebelum di modifikasi adalah 97,1 Cm3/ cc  dibulatkan menjadi 100 Cm3/ cc, dan setelah dirubah piston kharisma berdiameter Ø 52,3  mm menjadi 106,8 Cm3/ cc yang dibulatkan menjadi 110 Cm3/ cc, kemudian untuk perbandingan kompresi sebelum di modifikasi adalah 8,71634 : 1, dan setelah dirubah piston kharisma menjadi 8,71837 : 1. Kata kunci  : Kompresi Silinder (cc), Piston, Blok Silinder, Diameter, Langkah, Titik Mati Atas, Titik mati Bawah.
ANGKA EMISI KEBISINGAN PADA KNALPOT BERMATERIAL BESI, KUNINGAN DAN ALUMINIUM PADA SEPEDA MOTOR JENIS HONDA REVO TAHUN 2008 Kusaeri, Didi; ., Lagiyono; ., Rusnoto
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui  angka kebisingan  pada  knalpot  bermaterialbesi,  kuningan dan  alumunium  dalam jenis  sepeda motor Honda  Revo  tahun  2008.Pengumpulan data  dilakukan pada  kecepatan  putaran mesin  dari  1000 rpm, 1200  rpm,  3000rpm  dan 5000  Metode  rpm.The  dalam penelitian ini adalah  eksperiment,  bahan yang digunakan  untuk pembuangan  material  adalah besi,  kuningan,  dan aluminium.  Pengujiantingkat kebisingan  dengan menggunakan  alat  ukur  kebisingan  (Sound Level Meter),  dengan cara yang  lebih dekat  ke ujung  knalpot,  dengan jarak  10 cm.  Diketahui pada  kecepatan mesinstasioner  (1000  rpm)  penggunaan bahan  aluminium dalam  knalpot  dapat  mengurangi  angkakebisingan dan  0,43  dB pada rpm  rendah  (1200  rpm) untuk mengurangi  kebisingan  mencapai1,05 dB. Namun, penggunaan bahan aluminium akan lebih tinggi bila tingkat kebisingan pada kecepatan  putaran mesin  adalah  (3000  rpm)  yang  4,29  dB  dan  putaran mesin  tinggi  (5000 rpm)  mencapai  6,05  untuk buang  bermaterial  besi  yang digunakan dalam  knalpot  standar pabrikan  itu.  Kemudian  pada penggunaan  bahan  kuningan  akan mendapatkan  tingkatkebisingan angka lebih tinggi daripada penggunaan bahan besi, yang berkisar 0,52-2,68 dB.Kata kunci: Kebisingan, Exhaust, kecepatan mesin.
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR AGING TERHADAP NILAI KEKERASAN PADUAN ALUMNIUM AA 356 HASIL PROSES CASTING Samyono, Drajat
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan  aluminium  AA  356  sebagai komponen  otomotif  semakin berkembangdengan keinginan  memperluas  untuk  menurunkan berat badan  dari  komponen yang digunakan. Namun,  produk sebagai-cor  dari  paduan aluminium  AA  356  masih memiliki  sifat mekanik  yang rendah,  sehingga perlu  proses  lain  untuk  meningkatkan nilai  kekerasan,  salah satu proses  adalah melalui  proses  perlakuan panas.Proses perlakuan panas  untuk  bahan  adalah  proses  T6  (artificial ageing)  termasuk: pengobatan  larutan pada  temperatur  525  °  C  selama 8  jam,  quenching  di air, dan kemudian  proses penuaan  selama 6  jam.  The  temperatur  penuaan  diterapkan  berbagai dari140  °  C,  160  °  C,  180  °  C  sampai 200  °  C.  Hasilnya  telah  menunjukkan bahwa  proses  penuaanpada 180  °  C  mewakili  temperatur  yang paling  optimal untuk  memperoleh  nilai  kekerasanterbaik, dari 59,25 HB ke 106,42 atau 79,61% HB meningkat.Kata Kunci : Aluminium AA 356, Nilai Kekerasan Terbaik
STUDI POTENSI DAN PERENCANAAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DI SUNGAI GUCI KABUPATEN TEGAL Farid, Ahmad; ., Mustaqim
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Guci Kabupaten Tegal mempunyai topografi bergunung dan banyak mempunyai sungai berpotensi sumber energi yang besar untuk pembangkit listrik.Namun dalam pemenuhan kebutuhan listrik di daerah sekitar, hanya mengandalkan energi listrik dari PLN, sulitnya medan/lapangan tidak semua daerah sekitar dapat dijangkau instalasi listrik tersebut. Melihat potensi sumber energi yang ada untuk PLTMH maka perlu dilakukan suatu kajian tentang seberapa besar potensi aliran air sungai yang dapat dimanfaatkan untuk energi listrik dan perencanaan sistem mikrohidro tersebut agar daya listrik  yang dihasilkan dapat maksimal.Metode yang digunakan adalah dengan melakukan  observasi langsung dengan melakukan pengamatan datadan survei dilapangan, metode pengumpulan data dengan mengadakan secara langsung tanya jawab kepada orang-orang yang berada disekitar lokasi, meliputi pemilik lokasi, warga, dinas terkait serta orang yang ahli dalam bidang  mikrohidro, kemudian dokumentasi  yaitu mengumpulkan data-data penelitian meliputi foto-foto kegiatan, data pengukuran debit, head, topografi dan data-data lain yang dilakukan selama dalam penelitian.serta studi  pustaka.Hasil pengukuran, pengujian dan analisa diperoleh  data aliran sungai Guci yaitu dengan debit 1,005m3/s, ketersediaan air yang selalu ada dengan curah hujan rata-rata 660mm/bulan dan memiliki potensi head 9,6m.Hasil perencanaan sistem PLTMH Guci meliputi konstruksi sipil,  diantaranya: perencanaan bendungan dengan tipe bronjong, saluran tipe U dan penstock dengan pipa PVC Ø0,22m. Pada perencanaan mekanikal elektrikal dengan tipe turbin arus silang  Ørunner 0,3m dan jumlah sudu 18 buah jari-jari runner 0,15m. Daya yang dapat diperoleh adalah 56,7 kW.Kata kunci :potensi PLTMH, penstock, runner
KAJIAN EMPIRIK DAN NON EMPIRIK EMISI GAS BUANG DI JALAN RAYA BERDASARKAN STANDAR KUALITAS UDARA Wilis, Galuh Renggani
ENGINEERING Vol 5, No 2 (2012): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penduduk, peningkatan pendapatan dan daya tarik kota menyebabkan aktifitas dan volume lalu lintas bertambah yang berakibat meningkatnya polusi udata. Jalan Ahmad Yani Pabelan merupakan jalan penghubung kota Surakarta dan Kartasura dimana sepanjang jalan tersebut terdapat rumah sakit, sekolah, perkantoran dan perdagangan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui emisi gas buang di lokasi penelitian kemudian dibandingkan dengan standar kualitas udara, serta member solusi apabila hasil penelitian  melebihi standar kualitas udara yang diijinkan.Data yang dicari adalah volume lalu lintas, waktu tempuh kendaraan dan emisi gas buang. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode empirik dan metode pengukuran alat.  Hasil penelitian  menunjukkan angka yang dihasilkan melebihi standar kualitas udara yang diijinkan.Usaha penanganan dapat ditempatkan pengalihan route kendaraan berat ke jalur lainKata Kunci : emisi gas buang, kualitas udara

Page 1 of 14 | Total Record : 137