cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
CAKRAWALA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
KONTRIBUSI FAKTOR DETERMINASI DAN UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU TEKNIK MESIN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Kartana, M.Si., Prof. Dr. Tri Jaka
CAKRAWALA Vol 4, No 8 (2010)
Publisher : CAKRAWALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The research is aimed at (1)gaining the explanation whether there is or there is not appropriateness of the model established from empirical data, dan (2)gaining the explanation on how great the contribution of the determination factors is to teachers’ work performance. This research applies measurement model. It is an approach using "confirmatory factor analysis". The population of the research is teacher of engineering in all State Vocational School in Central Java in the second semester in academic year 2004-2005. The sample is obtained through "multi stage cluster area ramdom sampling technigue". The data are gathered through a closed questionnaire. The data are analyzed by coefficient determination analysis LISREL-8.51. The result shows that the model is appropriate with the empirical data. The model is the most appropriate one to be used as a base to make a planning model to optimalize the role of engineering teachers of the of State Vocational School in the future, especially in increasing the quality of teachers’ competence primarily in relation the leadership and entrepreneurship of the teachers as well as their technology personality. Thus, incraising the role of teachers of State Vocational School in the future is recommended to be well prepared by means of certification of through a competence test for the candidates of engineering teachers. Kata kunci: guru teknik mesin, kinerja, manajemen.
UJI VALIDITAS KONSTRUK TES PRESTASI BELAJAR DENGAN PENERAPAN MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL Susongko, Purwo
CAKRAWALA Vol 4, No 8 (2010)
Publisher : CAKRAWALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Validitas konstruk adalah sejauh mana hasil pengukuran dianggap mencerminkankonstrak (construck) dalam suatu teori. Uji validitas konstruk pada tes prestasi belajardiperlukan untuk konfirmasi antara validitas konten/isi yang telah dibuat dan data empirik.Model analisis yang cukup komprehensif untuk uji validitas konstrak adalah analisis faktoryang terdiri dari analisis faktor eksplanatori dan analisis faktor konfirmatori. Analisis faktorkonfirmatori dapat dilakukan dengan model persamaan struktural (structural equationmodeling, SEM). Dengan Analisis konfirmatori peneliti dapat memodifikasi model untukdisesuaikan dengan data yang dimilikinya, sesuatu yanag tidak dapat dilakukan pada analisiseksplanatori. Dengan menggunakan data empirik, terbukti model persamaan struktural sangattepat digunakan untuk menguji validitas konstruk tes prestasi belajar di sekolah.Kata kunci: Validitas konstruk, Analisis faktor konfirmatori, model persamaan struktural, tesprestasi belajar
THE FIGURE OF SPEECH ANALYSIS OF JANE AUSTEN NOVEL “PRIDE AND PREJUDICE” Prihatin, Yoga
CAKRAWALA Vol 4, No 8 (2010)
Publisher : CAKRAWALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the figures of speech used in JaneAusten‟s novel „Pride and Prejudice and the messages implied on them. The subject is Jane Austen‟s novel „Pride and Prejudice.‟ The data were collected through several steps; reading, translating, and grouping. The results show that there are five figures of speech namely; Metaphor, Hyperbole, Irony, Sarcasm, and Personification found in Jane Austen‟s novel „Pride and Prejudice.‟
HUBUNGAN ANTARA FASILITAS PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS, KEPUASAN DAN MINAT BACA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL Yulianto, M.Pd., A.Rony
CAKRAWALA Vol 4, No 8 (2010)
Publisher : CAKRAWALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fasilitas diperpustakaanuniversitas dengan kepuasan mahasiswa, hubungan antara kepuasan mahasiswa dengan minatbaca mahasiswa, hubungan antara fasilitas diperpustakaan universitas dengan minat bacamahasiswa, serta hubungan antara fasilitas diperpustakaan universitas dan kepuasan mahasiswasecara bersama-sama dengan minat baca mahasiswa.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi UniversitasPancasakti Tegal yang berukuran 358. Sebanyak 54 orang mahasiswa yang diambil secara acakdilibatkan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesionerdengan susunan instrument pertanyaan menggunakan skala Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang positif signifikan antarafasilitas di perpustakaan universitas dengan kepuasan mahasiswa, koefisien korelasinya sebesarrx1x2 = 0,659** dengan probabilitas sebesar 0,000; (2) ada hubungan yang positif signifikanantara kepuasan dengan minat baca mahasiswa, koefisien korelasinya sebesar rx2y = 0,565**dengan probabilitas sebesar 0,000; (3) ada hubungan yang positif signifikan antara fasilitasperpustakaan universitas dengan minat baca mahasiswa, koefisien korelasinya rx1y = 0,400**dengan probabilitas sebesar 0,003; (4) ada hubungan yang positif signifikan antara fasilitasperpustakaan universitas dan kepuasan mahasiswa secara bersama-sama dengan minat bacamahasiswa. Dalam konteks penelitian ini besarnya koefisien korelasi ganda R = 0,566** denganprobabilitas sebesar 0,000.
Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat M.Si, Isnani,; Ratnawati, Dian
CAKRAWALA Vol 4, No 8 (2010)
Publisher : CAKRAWALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan membahas kreativitas siswa pada pelajaran matematika berdasarkanbakat yang dimilki siswa menurut calvin Taylor yaitu bakat berfikir kreatif produktif, komunikasi,meramal, merencanakan dan mengambil keputusan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adapengaruh positif dari kelima bakat diatas pada kreativitas siswa. Dan ada perbedaan kreativitassiswa berdasarkan kelima bakat tersebut, bakat berfikir kreatif produktif memilki kreativitasmatematika lebih baik dari pada bakat yang lainnya. Sedangkan keempat bakat yang tersebut tidakada perbedaan hasil kretivitas siswa.
PENGARUH MANAJEMEN DANA BOS, IKLIM SEKOLAH, KUALITAS PELAYANAN GURU DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP AKSES MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN DI KOTA TEGAL YANUARTO, SE, MM, SH, MH, Drs.
CAKRAWALA Vol 4, No 8 (2010)
Publisher : CAKRAWALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Pembangunan Pendidikan sekarang ini menekankan padaProgram Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Gratis dan Bermutu,dengan didukung oleh pembiayaan pendidikan melalui APBN maupun APBD.Realisasinya dalam bentuk Dana BOS, termasuk BOS Buku, Dana Pendidikandan Dana Pendamping. Tujuannya agar Bangsa Indonesia kedepan minimalmemiliki tingkat pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atauMadrasah Tsnawiyah (MTs). Hal ini untuk mengantisipasi tantangan global yangsemakin kompleks, dimana kompetisi pengembangan Ilmu Pengetahuan danTeknologi (Iptek) semakin canggih, agar kedepan bangsa Indonesia tidak hanyamenjadi penonton belaka.Apakah terdapat pengaruh antara Manajemen Dana BOS, Iklim Sekolah,Kualitas Pelayanan Guru dan Motivasi Kerja Guru terhadap akses masyarakatdalam pendidikan di Kota Tegal?. Analisis dilakukan secara induktif,kesimpulannya bahwa Manajemen Dana BOS, Iklim Sekolah, Kualitas PelayananGuru dan Motivasi Kerja Guru berpengaruh terhadap akses masyarakat dalampendidikan. Dana BOS yang dikelola dengan baik dan benar sesuai denganperaturan Perundang-undangan, Iklim Sekolah yang positif dan kondusif, KualitasPelayanan Guru memuaskan peserta didik, orang tua / wali dan masyarakat padaumumnya, Motivasi Kerja Guru yang bergairah dan profesional, menimbulkankepercayaan sekaligus jalan masuk masyarakat dalam pendidikan di Kota Tegal.Pendidikan tanpa biaya atau gratis seharusnya diberlakukan sejak dariTaman Kanak-Kanak (TK/PAUD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)sehingga para peserta didik tinggal konsentrasi pada pelajaran dan belajar untukmenyerap ilmu pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan keterampilan(skill). Setelah lulus diharapkan menjadi sumber daya manusia (SDM) berkualitasyang memiliki keunggulan kompetitif di pasar nasional maupun global.
KONSELING BERCORAK BUDAYA : PENERAPANNYA DALAM KOMUNIKASI KONSELING Hartinah DS, MM., Dra Hj Sitti
CAKRAWALA Vol 4, No 8 (2010)
Publisher : CAKRAWALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keseluruhan spektrum tugas pokok dan kegiatan konselor memang lebih luas dari “sekedar”proses konseling. Kegiatan pengelolaan, keorganisasian dan kolaborasi profesional tidak lain berujungpada pengembangan proses konseling yang efektif demi peningkatan mutu profesi konselor. Dalamproses konseling konselor dan konseli selalu berhubungan dengan orang lain, dan memerlukan saranaberupa komunikasi Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari konselor kepada konseli melaluimedia tertentu untuk menghasilkan efek atau tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpanbalik. Dalam berkomunikasi akan menimbulkan efek, yakni berupa penambahan wawasan ataupengetahuan (kognisi), sikap (afeksi), atau perubahan perilaku (psikiomotorik). Selain komuni kasibermanfaat untuk mendidik (to educate), meyakinkan (persuade), menghibur (to entertain), danmenginformasikan (to inform). Berdasarkan tujuan dan manfaatnya dari komunikasi konseling selaluberhubungan dengan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari para siswa, oleh karena itu makalahini membahas mengenai penerapan nilai-nilai budaya dalam komunikasi konseling
PEMBIAYAAN PENDIDIKAN: PERSPEKTIF EFISIENSI DAN NILAI EKONOMI ., Faridah
CAKRAWALA Vol 4, No 8 (2010)
Publisher : CAKRAWALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak kajian yang memecahkan misteri pertumbuhan ekonomi dalamkaitannya dengan kualitas manusia, tetapi tidak ada satu pun yang menemukanbahwa hubungan antara kedua variabel tersebut saling meniadakan. Oleh karena itu,terdapatnya kegagalan-kegagalan dalam mengembangkan berbagai projek dinegara-negara berkembang telah menyadarkan para ekonom: bahwa kemampuansuatu masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan tergantungantara lain kepada tarap pendidikan masyarakatnya.Berdasarkan perspektif ekonomi pembangunan, rendahnya mutu pendidikan dinegara-negara yang sedang berkembang dianggap sebagai masalah yang turutmemengaruhi kondisi ketenagakerjaan. Sebagaimana dijelaskan oleh Sukirno (1985),di samping menghadapi masalah-masalah pendidikan yang bersifat kuantitatif,negara-negara berkembang menghadapi pula beberapa masalah pendidikan yangbersifat kualitatif.Masalah tersebut dapat dijelaskan oleh faktor-faktor berikut ini. Pertama,karena kekurangan biaya yang dapat disediakan untuk memberikan pendidikan yangsempurna. Di satu pihak terdapat tekad yang sungguh-sungguh untuk meningkatkantarap pendidikan penduduk, tetapi di pihak lain, biaya yang dapat mereka sediakanuntuk dapat mewujudkan keinginan tersebut sangat terbatas.Kedua, negara-negara berkembang menghadapi masalah kekurangan bukubukuteks yang sesuai dengan kepentingan dan keadaan mereka. Ketiga, kurangnyafasilitas dan gaji yang relatif rendah mempengaruhi gairah para pengajar untukmemberikan pelajaran kepada para pelajar dan mahasiswa dengan sebaik-baiknya.
Conversational Implicature Analysis of a Classroom Interaction at the English Department of Tegal Pancasakti University Prihatin, Yoga
CAKRAWALA Vol 7, No 11 (2011)
Publisher : CAKRAWALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prihatin, Yoga. 2011. Conversational Implicature Analysis of a Classroom Interaction at the English Department of Tegal Pancasakti University The present study is meant to report an investigation of the general situation of implicature in a classroom interaction of a speaking class at the English Department of Tegal Pancasakti University. The result of the analysis shows that the interaction contains two kinds of implicature; particularized implicature and generalized implicature. Particularized implicatures occurred when there were particular features of the context existed whereas generalized implicatures occurred when the utterances did not depend on particular features of the context, but was instead typically associated with the proposition expressed. The occurrence of particularized implicatures is 23% or 16 of the total occurrences of implicatures (69) and generalized implicatures occurred 53 times or 77 % of the total occurrences. It can be concluded that particularized implicatures rarely occurred in the classroom interaction. It means some special factor inherent in the context of utterance is not normally carried by the sentence used. The study also provides a detailed description of how the maxims occurred in the classroom interaction. In this study the violation of maxims of quantity, quality, relation and manner were violated. Dealing with the findings above, it is suggested that there is extensive work waiting for those who are interested in this field to examine.Keywords: particularized implicature, generalized implicature, maxims
Implementasi Model Pembelajaran Role Playing Didasari Analisis Swot Pada Materi Peluang: Penelitian Tindakan Kelas Pada Kelas XI SMA N 1 Wanasari Sina, Ibnu
CAKRAWALA Vol 6, No 10 (2011)
Publisher : CAKRAWALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibnu Sina. 2008. Implementasi Model Pembelajaran Role Playing Didasari Analisis Swot Pada Materi Peluang: Penelitian Tindakan Kelas Pada Kelas XI SMA N 1 Wanasari. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika. Program Pascasarjana, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I. Prof. Y.L. Sukestiyarno, MS., Ph.D., II. Prof. Dr. Tri Jaka Kartana, M.Si   Kata kunci : SWOT, Role Playing, Keaktifan, Keterampilan Proses. Guru harus membuat perencanaan yang strategis sebelum pembelajaran berlangsung dengan harapan pembelajaran dapat mencapai target optimal dengan pengembangan menggunakan strategi role playing berbasis analisis SWOT  agar menciptakan prestasi belajar yang optimal. Penelitian eksperimen ini menggunakan analisis SWOT pada materi peluang dengan model pembelajaran Role Playing (bermain drama). Tahapan model Role Playing diantaranya, guru memotivasi kelompok, memilih peran, menyiapkan pengamat, menyiapkan tahap-tahap peran, pemeranan, diskusi dan evaluasi, pemeranan ulang, diskusi dan evaluasi II, membagi pengalaman dan menarik generalisasi. Produk utama dari penelitian ini adalah menganalisis SWOT mengenai kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity) dan ancaman (treat) yang dipersempit aplikasinya dalam materi peluang menggunakan model pembelajaran role playing. Role playing adalah cara terbaik untuk mengembangkan keterampilan inisiatif, komunikasi, pemecahan masalah, kesadaran diri, dan kerja sama dalam tim dibandingkan pembelajaran konvensional (Blatner.A, 2002). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) pencapaian ketuntasan belajar siswa, 2) pengaruh keaktifan siswa terhadap prestasi belajar, 3) pengaruh keterampilan proses siswa terhadap prestasi belajar, 4) pengaruh keaktifan siswa dan ketrampilan proses terhadap prestasi belajar, 5) perbedaan prestasi belajar siswa yang mendapat model pembelajaran matematika role playing didasari analisis SWOT dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Wanasari, pengambilan sampel dengan teknik random sampling dan didapat sampel kelas eksperimen XI IPS 1 sebanyak 38 siswa, kelas kontrol XI IPS 3 dengan pembelajaran konvensional  sebanyak 38 siswa, sedangkan kelas uji coba diambil kelas XI IPS 2 sebanyak 38 siswa. Hasil penelitian ini merupakan penerapan analisis SWOT pada materi peluang untuk memperoleh (1) prestasi belajar mencapai tuntas belajar dengan nilai rata-rata 75,55 melebihi 75, (2) keaktifan siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar, (3) keterampilan proses siswa  berpengaruh terhadap prestasi belajar, (4) keaktifan siswa dan ketrampilan proses berpengaruh terhadap prestasi belajar, dan (5) rata-rata prestasi belajar lebih baik dengan nilai rata-rata 69,92 yang jauh dari kelas kontrol yang hanya memiliki rata-rata 62,61, sehingga tujuan penelitian dengan menggunakan model role playing berbasis analisis SWOT pada materi peluang secara keseluruhan tercapai dengan optimal.

Page 1 of 21 | Total Record : 208