Gamatika
ISSN : -     EISSN : -
Articles
70
Articles
‚Äč
PROFIL KREATIVITAS SISWA SMP DALAM PENGAJUAN SOAL MATEMATIKA DITINJAU DARI TINGKAT IQ

Rahmawatin, Ana ( Universitas Pesantren Tinggi Darul )

Gamatika Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kreativitas siswa SMP dalam pengajuan soal matematika ditinjau dari tingkat IQ, sehingga penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kreativitas dalam penelitian ini mengacu pada tiga kriteria kreativitas, yaitu: kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang diambil dari siswa kelas IX SMP Negeri 1 Prambon. Satu subjek dengan IQ Superior, satu subjek dengan IQ di atas rata-rata, dan satu subjek dengan IQ rata-rata. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tugas pengajuan soal (TPS) dan wawancara berdasarkan hasil jawaban tertulis subjek. Untuk menguji kredibilitas data, peneliti melakukan triangulasi waktu; yaitu peneliti memberikan tes dan wawancara yang ekuivalen dengan soal sebelumnya di waktu yang berbeda. Kemudian data yang valid dianaliis untuk memperoleh kesimpulan yang berupa profil kreativitas siswa SMP dalam pengajuan soal matematika ditinjau dari tingkat IQ. Berdasarkan hasil penelitian siswa dengan IQ superior (SIQS) fasih, fleksibel dan baru dalam pengajuan soal. Siswa dengan IQ di atas rata-rata (SIQD) fasih, fleksibel dan baru dalam pengajuan soal. Sedangkan siswa dengan IQ rata-rata (SIQR) fasih dalam pengajuan soal. Kata Kunci: Kreativitas, Pengajuan Soal Matematika dan IQ. Abstarct This research aims to describe a profile of junior high school student

PENERAPAN LESSON STUDY PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA MATA KULIAH ADVANCED CALCULUS

Vitantri, Ciptianingsari Ayu ( Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pesantren Tinggi Darul )

Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakLesson Study merupakan suatu program peningkatan kualitas pembelajaran yang diadaptasi dari Jepang. Ada tiga tahapan utama dalam lesson study yaitu:(1) perencanaan (plan), (2) pelaksanaan (do) dan (3) refleksi (see). Prinsip utama lesson study adalah meningkatkan kualitas pembelajaran secara bertahap dengan cara belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan manfaat lesson study dalam mengembangkan pembelajaran mata kuliah Advanced Calculus. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan model interactive model, yang unsur-unsurnya meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan conclutions drowing/verifiying. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Penerapan lesson study

PENGEMBANGAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DALAM PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN PENGARUHNYA TERHADAP KEMAMPUAN MERANCANG PROSPEK USAHA (STUDI KASUS ALUMNI SMK TELKOM DARUL ULUM J0MBANG)

-, Sumargono ( Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pesanren Tinggi Darul Ulum Jombang )

Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh pengembangan Pengetahuan dan keterampilan dalam pembelajaran kewirausahaan

PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA

Asriningsih, Tafsillatul Mufida ( Universitas Pesantren Tinggi Darul )

Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakObservasi dan wawancaradi kelas VII H SMPN 11 Malang menunjukkan bahwakemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII H sangat rendah. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa adalah pembelajaran problem posing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VII H SMPN 11 Malang. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Problem Posing yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII H SMPN 11 Malang.Kriteria kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini meliputi keterampilan berpikir lancar, keterampilan berpikir luwes, dan keterampilan berpikir orisinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran problem posing dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif ditunjukkan dengan persentase kemampuan berpikir kreatif siswa secara klasikal pada akhir siklus I adalah 73% sedangkan pada akhir siklus II meningkat menjadi 83%.

IMPLEMENTASI PENDEKATAN PROBLEM POSING DALAM KEGIATAN TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA S-1 PGSD

-, Pramonoadi ( FKIP Universitas Terbuka UPBJJ Surabaya )

Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakDalam kegiatan tutorial matakuliah Pendidikan Matematika 1, mahasiswa Program Studi S-1 PGSD Kelompok Belajar Kabupaten Bojonegoro mengalami kesulitan pemahaman konsep, pemecahan masalah, dan penalaran matematika. Salah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman konsep, pemecahan masalah, penalaran matematika adalah menerapkan implementasi pendekatan problem posing dalam kegiatan tutorial. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan

DEKOMPOSISI Kmm -(ANTI) AJAIB DARI Cn[Km]

-, Hendy ( Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum ) , Fatimah, Siti ( Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum )

Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGOLONGKAN HEWAN BERDASARKAN JENIS MAKANANNYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD SISWA KELAS IV SDN MOJOKERTO

Faqih, Abdul ( FKIP Universitas Terbuka (UT) UPBJJ Surabaya )

Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Minat siswa kelas IV SDN Sukoanyar-Ngoro-Mojokerto terhadap pembelajaran IPA rendah, terutama dalam memahami materi menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik-teknik pembelajaran kooperatif lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar dibanding dengan pengalaman belajar individual atau kompetitif. Model pembelajaran kooperatif tipe

KAJIAN BILANGAN CLIQUE GRAF GEAR G_n dan GRAF BARBEL B_n

Ihwan, Muhlishon Darul ( Universitas Pesantren Tinggi Darul ) , Rahmawati, Ana ( Universitas Pesantren Tinggi Darul ) , -, Sumargono ( Universitas Pesantren Tinggi Darul )

Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakTeori Graf merupakan salah satu cabang ilmu matematika. Graf itu sendiri adalah himpunan berhingga yang tak kosong dari objek-objek yang disebut titik, dengan himpunan (mungkin kosong) pasangan yang tak berurutan dari titik yang berbeda dari

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN NILAI TEMPAT (RATUSAN, PULUHAN, DAN SATUAN) DENGAN COOPERATIVE LEARNING

Zainullah, Achmad ( FKIP Universitas Terbuka UPBJJ Surabaya )

Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakProses pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) khususnya materi pokok menentukan nilai tempat (ratusan, puluhan, satuan) umumnya siswa mengalami kesulitan karena kurang tepatnya guru menggunakan strategi pembelajaran. Persoalannya adalah bagaimana meningkatkan kemampuan menentukan nilai tempat dengan menggunakan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) pada siswa SD. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki cara belajar dan meningkatkan prestasi belajar. Subyek penelitian ini adalah siswa Kelas IV SDN Tanjungrejo 02 Kecamatan Kebonsari Madiun yang jumlah siswanya 24 siswa dengan penerapan cooperative learning untuk meningkatkan motivasi dan ketuntasan belajar matematika siswa dengan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Rohmatin, Dian Novita ( Universitas Pesantren Tinggi Darul )

Gamatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Gagasan Matematika Dan Informatika
Publisher : Gamatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakTujuan pembelajaran matematika diantaranya adalah agar peserta didik memiliki kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan berpikir kritis. Untuk itu perlu diterapkan model pembelajaran yang melatih siswa bagaimana cara memecahkan masalah dan berpikir kritis, salah satunya yaitu model pembelajaran pengajuan dan pemecahan masalah. Dengan model pembelajaran ini siswa akan terbiasa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah dengan memilih informasi yang relevan bagi masalah yang dihadapi, mendeteksi kesalahan konsep, menentukan banyak jawaban, menyimpulkan, serta mengidentifikasi kebenaran informasi baru. Sedangkan dalam pengajuan masalah siswa akan terbiasa berpikir kritis dalam membuat soal yang kompleks dari beberapa informasi yang telah mereka ketahui.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkannya pembelajaran berbasis pengajuan dan pemecahan masalah. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas VII-E SMP Negeri 6 Sidoarjo yang terdiri dari 36 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pretest siswa cenderung cukup kritis, sedangkan setelah diterapkannya pembelajaran dengan model pengajuan dan pemecahan masalah siswa cenderung kritis dengan persentase peningkatan sebesar 55,56%. Berdasarkan penelitian tersebut maka disarankan kepada guru matematika agar menerapkan model pembelajaran pengajuan dan pemecahan masalah agar siswa dapat terbiasa untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan berpikir kritisnya dapat terlatih.