cover
Contact Name
Susi Nurul Khalifah
Contact Email
susikhalifah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
alchemy@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
ALCHEMY
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Alchemy Journal of Chemistry ini diterbitkan oleh Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara berkala 2 kali setahun pada bulan Maret dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " ALCHEMY (Vol.3, No.2" : 11 Documents clear
ANALISIS KADAR TIMBAL (Pb) PADA PERMEN BERKEMASAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DENGAN VARIASI LARUTAN PENDESTRUKSI Afifah, Siti Nurul; Dewi, Diana Candra; Ningsih, Rahmawati
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2913

Abstract

Allah berfirman dalam al Qur’an Surat al Ma’idah ayat 88 yang menjelaskan tentang anjuran makanan Halalan Thayyiban. Permen merupakan makanan yang banyak digemari oleh semua kalangan. Dalam permen berkemasan dapat mengandung timbal (Pb) dikarenakan oleh beberapa faktor; diantaranya adalah faktor bahan baku pembuatan permen yang telah mengandung timbal (Pb), faktor media produksi permen yang berbasis logam dengan proses pemanasan, faktor kemasan permen yang mengandung timbal (Pb); serta faktor zat aditif dalam permen.Penelitian ini meliputi penentuan variasi larutan pendestruksi terbaik antara HNO3 p.a. (30 mL); HNO3 : H2SO4 (30 mL) perbandingan 3:1 serta HNO3 : H2SO4 : H2O2 (30 mL) perbandingan 3:2:1 lalu dilanjutkan dengan uji One Way Annova. Penentuan waktu kestabilan logam terbaik dalam sampel larutan pada hari ke-0; 1; 3; 7 dan hari ke-15. Penentuan kadar timbal (Pb) pada masing-masing sampel hard candy dan uji kesesuaian kadar dengan SNI hard candy.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variasi larutan pendestruksi terbaik adalah HNO3 dan H2SO4 (3:1) dengan nilai rerata konsentrasi yang paling tinggi yaitu 21,35 mg/kg. Hasil Uji Annova adalah F hitung (10215) > F tabel (5,14) yang menunjukkan adanya perbedaan yang siginifikan antara ketiga variasi larutan pendestruksi. Waktu kestabilan diperoleh berdasarkan Uji Annova pada hari ke-3 menuju hari ke-7 dengan hipotesis Ho-nya diterima dengan F hitung (0,455) < F tabel (7,71). Kadar timbal (Pb) yang ditemukan pada kelima sampel permen berkisar antara 25,3 mg/kg hingga 26,8 mg/kg. Berdasarkan acuan Sandar Nasional Indonesia (SNI) No. 3547.1:2008 bahwa kelima sampel permen tersebut tidak layak untuk dikonsumsi karena melebihi nilai ambang batas maksimum cemaran logam timbal (Pb) yaitu 2,0 mg/kg.
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU Hartini, Eny Yulianti, Rif’atul Mahmudah, Lilik; Yulianti, Eny
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2916

Abstract

Ampas tahu merupakan residu proses pembuatan tahu. Ampas tahu yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu cukup melimpah. Pemanfaatan ampas tahu selama ini dapat digunakan sebagai pakan ternak dan tempe gembos. Alternatif lain untuk memanfaatkan ampas tahu  adalah dengan  menjadikannya sebagai bahan dasar  dalam pembuatan karbon aktif karena kandungan serat ampas tahu berkisar 50 %. Proses pembuatan karbon aktif dalam penelitian ini melalui 4 tahapan yaitu proses pengeringan ampas tahu selama 7 hari di bawah terik  matahari, proses aktivasi kimia menggunakan aktivator larutan NaCl dengan variasi konsentrasi 0, 5, 10, 15, 20, dan 25 %, proses karbonisasi ampas tahu teraktivasi NaCl pada suhu 500  dan pencucian karbon aktif dari ampas tahu dengan menggunakan HCl 1 M. Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi aktivator terhadap luas permukaan karbon aktif dari ampas tahu menggunakan metode adsorpsi methylene blue dan dilanjutkan uji ANOVA one way dan uji LSD (Least Significance Different) dengan taraf uji 1 %. Hasil karbon aktif yang mempunyai luas permukaan terbaik pada adsorpsi methylene blue dan berbeda nyata dari hasil uji LSD dilakukan analisis morfologi dan analisis komposisi unsur-unsur yang terkandung pada permukaan dengan menggunakan SEM-EDX (Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray). Hasil penelitian menunjukkan variasi konsentrasi NaCl sebagai aktivator berpengaruh terhadap luas permukaan karbon aktif. Luas permukaan terbaik dihasilkan saat diaktivasi dengan aktivator larutan NaCl 10 % adalah  18,9358 . Analisis SEM menunjukkan bahwa karbon aktif teraktivasi NaCl 10 % pori-pori  yang terbentuk lebih banyak dan membentuk rongga-rongga pori-pori dengan kedalaman yang lebih besar bila dibandingkan dengan karbon aktif teraktivasi NaCl 0 %.  Hasil analisis EDX  menunjukkan bahwa komposisi unsur yang berada pada permukaan karbon aktif teraktivasi NaCl 10 % meliputi unsur C 88,90 %, unsur O 10,08 %, unsur Al 0,36 %, unsur Mg 0,16 % dan unsur Ca 0,50 % sedangkan komposisi unsur yang berada pada permukaan karbon aktif teraktivasi NaCl 0 % meliputi unsur C  87,38 %, unsur O 10,31 %, unsur Mg 0,77 % dan unsur Ca 1,54 %.
UJI TOKSISITAS DAN FITOKIMIA EKSTRAK KASAR METANOL, KLOROFORM DAN n-HEKSANA ALGA COKLAT SARGASSUM VULGARE DARI PANTAI KAPONG PAMEKASAN MADURA Jannah, Miftahul; Hanapi, Ahmad; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2915

Abstract

Sargassum vulgare merupakan spesies alga coklat (Phaeophyceae) yang khas dari pantai Kapong Pamekasan Madura, yang diduga memiliki senyawa-senyawa metabolit sekunder. Senyawa-senyawa tersebut kemungkinan merupakan senyawa bioaktif yang dapat digunakan dalam dunia farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas dan golongan senyawa aktif pada Sargassum vulgare.Ekstraksi senyawa aktif Sargassum vulgare dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, kloroform dan n-heksana. Masing-masing ekstrak diuji toksisitasnya terhadap larva udang Artemia salina L. Data kematian A. salina dianalisis dengan analisis probit Minitab 16 untuk mengetahui nilai LC50 masing-masing ekstrak. Selanjutnya dilakukan identifikasi golongan senyawa aktif dengan uji reagen dan dilanjutkan dengan KLTA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji toksisitas ekstrak metanol, kloroform dan n-heksana terhadap larva udang S. salina L. diperoleh nilai LC50 secara berturut-turut sebesar 139,098 ppm, 39,6343 ppm dan 39,8759 ppm. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol, kloroform dan n-heksana adalah steroid. Hasil ini diperkuat dengan KLTA menggunakan eluen terbaik, untuk ekstrak metanol eluen n-heksana:etil asetat (7:3) menghasilkan 5 spot dengan nilai Rf 0,075-0,875. Ekstrak kloroform eluen n-heksana:aseton (7:3) menghasilkan 18 spot dengan nilai Rf 0,037-0,975. Dan ekstrak n-heksana eluen n-heksana:etil asetat (7:3) menghasilkan 8 spot dengan nilai Rf 0,05-0,962.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT Y DARI ABU AMPAS TEBU VARIASI RASIO MOLAR SiO2/Al2O3 DENGAN METODE SOL GEL HIDROTERMAL Zahro, Alifatuz; Amalia, Suci; Adi, Tri Kustono; Aini, Nur
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2912

Abstract

Abu ampas tebu mengandung kadar silika (SiO2) yang tinggi. Silika yang tinggi dapat digunakan sebagai komponen utama sintesis zeolit selain alumina, salah satunya adalah zeolit Y. Zeolit Y merupakan zeolit sintetik jenis faujasit yang kaya akan silika dengan rentang rasio molar SiO2/Al2O3 1,5-3 dengan bentuk struktur SBU D6R. Zeolit Y dalam skala laboratorium maupun industri banyak dimanfaatkan sebagai padatan pendukung katalis untuk reaksi hidrorengkah fraksi berat minyak bumi, bahan adsorben, maupun ion exchange (pertukaran ion). Oleh karena itu, sintesis zeolit  Y perlu untuk disintesis.Tahap sintesis metode sol gel meliputi tahap pencampuran bahan sesuai rasio molar SiO2/Al2O3 2, 2,5 dan 3 dengan komposisi molar 15SiO2 : 1,0Al2O3 : 10Na2O : 300H2O, distirer selama 30 menit dan dieramkan selama 30 menit, dilanjutkan dengan hidrotermal pada suhu 100 ºC selama 24 jam dan tahap yang terakhir adalah pengeringan zeolit Y pada suhu 100 ºC selama 12 jam. Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan XRF, XRD, FTIR, dan uji luas permukaan dengan metode adsorpsi methylene blue.Analisis XRF menunjukkan bahwa silika abu ampas tebu  sebesar 44,6 %. Analisis XRD menunjukkan hasil sintesis menghasilkan campuran zeolit Y dan P, kristalinitas zeolit Y rasio  SiO2/Al2O33 > rasio SiO2/Al2O3 2,5 > rasio SiO2/Al2O32. Analisis pendukung dengan FTIR menunjukkan puncak-puncak yang muncul pada ketiga rasio zeolit Y merupakan gugus fungsi terbentuknya kerangka zeolit Y. Luas permukaan zeolit Y dengan adsorpsi methylene blue rasio SiO2/Al2O3 2, 2,5 dan 3 berturut-turut adalah sebagai berikut 15,0914 m2/gram, 15,0805 m2/gram, dan 15,1747 m2/gram.
UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70 %, EKSTRAK DAN ISOLAT SENYAWA FLAVONOID DALAM UMBI BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Rizkia, Putri; Jannah, Akyunul; Hasanah, Hafidatul
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2917

Abstract

Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) diketahui memiliki potensi sebagai antioksidan. Salah satunya bagian umbi tanaman binahong. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Asy Syu’Araa’; 7, QS. Thaha; 53 dan QS. Luqman; 10 bahwasannya Allah menciptakan tumbuhan baik yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Salah satu pemanfaatan umbi binahong adalah sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan dalam ekstrak etanol 70 %, ekstrak dan isolat senyawa flavonoid umbi binahong Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.Ekstraksi senyawa aktif umbi tanaman binahong dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70 %. Hasil ekstraksi dihidrolisis dengan HCl 2N dan dipartisi untuk mendapatkan ekstrak senyawa flavonoid. Ekstrak etanol 70 % dan ekstrak senyawa flavonoid umbi binahong diuji efektivitas antioksidannya menggunakan metode  DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan variasi konsentrasi. Identifikasi golongan senyawa aktif dilakukan dengan penambahan reagen dan diamati secara kualitatif. Ekstrak flavonoid dipisahkan dengan metode KLT menggunakan eluen n-butanol-asam asetat-air (4:1:5) selanjutnya isolat diuji antioksidan kembali.Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ekstrak flavonoid memiliki efektivitas antioksidan lebih baik daripada ekstrak etanol 70 %. Nilai EC50 ekstrak flavonoid sebesar 178,60 mg/L dan ekstrak etanol 70 % umbi binahong sebesar 298,10 mg/L. Hasil pemisahan KLT Preparatif didapatkan empat isolat, efektivitas antioksidan fraksi aktif senyawa flavonoid tertinggi terdapat pada isolat ketiga sebesar 7,16 %.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina Leach DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Jazilah, Nur; Fasya, Ahmad Ghanaim; Ningsih, Rachmawati; Abtokhi, Ahmad
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2909

Abstract

Daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) adalah bagian dari tanaman obat potensial yang dapat mengatasi berbagai jenis penyakit termasuk sebagai obat antikanker. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) Mengetahui tingkat toksisitas masing-masing ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) dalam tiap pelarut n-heksana, etil asetat dan etanol terhadap tingkat mortalitas larva udang Artemia salina Leach. (2) Mengetahui golongan senyawa yang terdapat dalam ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) dengan toksisitas yang terbaik.Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi sampel dengan pelarut n-heksana yang dilanjutkan dengan pelarut etil asetat dan etanol. Ekstrak pekat yang diperoleh digunakan untuk uji toksisitas terhadap larva udang BSLT dan uji fitokimia dengan reagen. Data kematian Artemia salina dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50.Hasil dari penelitian menunjukkan pada masing-masing ekstrak daun binahong (Anredera cordifiola (Ten) Steenis) memiliki tingkat toksisitas terhadap larva udang Artemia salina Leach, ditunjukkan dengan nilai LC50 < 1000 ppm. Tingkat toksisitas ekstrak etanol, ekstrak etil asetat dan ekstrak n-heksana yaitu dengan nilai LC50 sebesar 7,35702 ppm, 106,992 ppm dan 175,800 ppm. Pada ekstrak etanol dilakukan uji fitokimia denga reagen yaitu adanya golongan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, triterpenoid/steroid dan saponin. Golongan senyawa-senyawa tersebut yang menunjukkan adanya potensi bioaktivitas terhadap larva udang Artemia salina Leach. 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAM LEMAK HASIL HIDROLISIS MINYAK MIKROALGA Chlorella sp. Kumalasari, Diah; Fasya, Ahmad Ghanaim; Adi, Tri Kustono; Maunatin, Anik
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2910

Abstract

Chlorella sp. merupakan mikroalga uniselular berukuran mikroskopis yang banyak mengandung minyak organik yang dapat dihidrolisis menjadi asam lemak. Asam lemak merupakan salah satu komponen aktif dalam mikroalga yang diduga berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri asam lemak hasil hidrolisis minyak mikroalga Chlorella sp. terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.Isolasi minyak Chlorella sp. dilakukan dengan metode Soxhletasi dengan pelarut n-heksana. Minyak Chlorella sp. dihidrolisis dengan KOH 12 % dalam pelarut metanol untuk mendapatkan asam lemak. Asam lemak yang  dihasilkan diuji aktivitas antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus menggunakan metode difusi cakram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen Soxhletasi minyak Chlorella sp. adalah sebesar 6,28 %. Hidrolisis minyak Chlorella sp. menghasilkan rendemen sebesar 69,57 %. Asam lemak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. aureus, tetapi tidak terhadap bakteri E. coli. Zona hambat asam lemak Chlorella sp. terhadap bakteri S. aureus pada konsentrasi 0,5; 1; 1,5; 2; dan 2,5 % secara berturut-turut adalah 1,8; 1,9; 3,2; 3,5; dan 3 mm.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT, KLOROFORM, PETROLEUM ETER, DAN N-HEKSANA HASIL HIDROLISIS EKSTRAK METANOL MIKROALGA Chlorella sp. Anggraeni, Ony Novia; Fasya, Ahmad Ghanaim; Hanapi, Ahmad
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2911

Abstract

Al Qur’an surat Luqman ayat 10 menyebutkan bahwa Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat bagi manusia. Chlorella sp. merupakan jenis mikroalga yang mengandung komponen bioaktif sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi etil asetat, kloroform, petroleum eter dan n-heksana hasil hidrolisis ekstrak metanol mikroalga Chlorellasp., serta mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak mikroalga Chlorellasp. hasil identifikasi dari uji reagen dan kromatografi lapis tipis.Chlorella sp. dikultivasi dalam MET 4 % dan pemanenan dilakukan pada hari ke-10. Chlorella sp. dimaserasi menggunakan metanol dan dihidrolisis dengan katalis HCl 2N. Selanjutnya dipartisi menggunakan pelarut n-heksana, petroleum eter, kloroform, dan etil asetat.Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Identifikasi golongan senyawa aktif dilakukan dengan  uji reagen dan KLTA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai EC50 ekstrak metanol Chlorella sp., fraksi etil asetat, kloroform, petroleum eter, n-heksana, danfasa air berturut-turut 1.334; 332,7; 182; 27,26; 173,7; dan 1.411 ppm. Hasil identifikasi golongan senyawa aktif dengan uji reagen dan KLTA menunjukkan bahwa ekstrak Chlorella sp. mengandung steroid dan asam askorbat. Eluen yang baik untuk KLT steroid adalah n-heksana:aseton (7:3) dan n-heksana:etil asetat (7:3). Eluen terbaik untuk KLT asam askorbat adalah etanol p.a.:asam asetat 10% (9:1).
UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT, KLOROFORM DAN PETROLEUM ETER EKSTRAK METANOL ALGA COKLAT Sargassum vulgare DARI PANTAI KAPONG PAMEKASAN MADURA Khoiriyah, Siti; Hanapi, Ahmad; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2914

Abstract

Berdasarkan firman Allah SWT QS an Nahl ayat 14, Allah SWT telah memberikan nikmatNya berupa lautan beserta isinya agar manusia dapat bersyukur. Keragaman hayati dari laut berupa alga perlu dimanfaatkan keberadaannya. Salah satunya adalah alga coklat jenis Sargassum vulgare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi pelarut yang memberikan aktivitas antibakteri tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta untuk mengidentifikasi golongan senyawa aktif yang terkandung dalam fraksi pelarut yang memberikan aktivitas antibakteri tertinggi.Alga coklat S. vulgare dimaserasi dengan metanol kemudian ekstrak metanol yang diperoleh dihidrolisis dengan katalis HCl 2 N dan dinetralkan dengan NaHCO3. Ekstrak hasil hidrolisis dipartisi dengan etil asetat, kloroform, dan petroleum eter. Lapisan organik yang diperoleh kemudian diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri S. aureus dan E. coli dengan konsentrasi ekstrak 0,5; 1; 2,5; 5; 7,5 dan 10 %. Fraksi pelarut yang memberikan aktivitas antibakteri tertinggi diidentifikasi golongan senyawanya menggunakan uji reagen (fitokimia) kemudian dipisahkan dengan kromatografi lapis tipis analitik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi pelarut yang memberikan aktivitas antibakteri tertinggi adalah etil asetat. Aktivitas antibakteri terbaik diperoleh pada konsentrasi ekstrak paling tinggi yaitu 10 % dengan zona hambat 8,5 mm terhadap bakteri S. aureus dan 6 mm terhadap bakteri E. coli. Berdasarkan uji fitokimia diketahui bahwa golongan senyawa yang terkandung dalam fraksi etil asetat adalah steroid. Berdasarkan pemisahan menggunakan KLTA diperoleh 6 spot yang merupakan golongan senyawa steroid.
UJI FITOKIMIA DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL TANAMAN KESEMBUKAN (Paederia foetida Linn.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Sukmawati, Datin An Nisa; Hayati, Elok Kamilah
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2918

Abstract

Tanaman Kesembukan (Paederia foetida L.) merupakan salah satu tanaman dari suku Rubiaceae (kopi-kopian) yang telah digunakan oleh masyarakat sebagai obat sariawan, obat demam, sesak nafas, obat tekanan darah tinggi, rematik dan herpes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat toksisitas masing-masing ekstrak tanaman Kesembukan terhadap larva udang Artemia salina L. dan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terkandung dalam masing-masing ekstrak tanaman kesembukan.Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi sampel menggunakan pelarut etanol, kloroform dan n-heksana. Ekstrak pekat yang diperoleh digunakan untuk uji toksisitas terhadap larva udang Artemia salina L. dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (Meyer, et al., 1982) dan untuk uji fitokimia dengan reagen. Senyawa dari hasil uji fitokimia diidentifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis dengan beberapa eluen untuk mengetahui eluen yang terbaik. Data kematian larva udang Artemia salina L. dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50 pada masing-masing ekstrak.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing ekstrak tanaman Kesembukan (Paederia foetida L.) memiliki tingkat toksisitas terhadap larva udang Artemia salina L.yang ditunjukkan dengan nilai LC50 kurang dari 1000 ppm. Nilai LC50 masing-masing ekstrak etanol, kloroform dan n-heksana adalah 226,787; 482,014; dan 146,181 ppm. Kandungan senyawa hasil uji fitokimia menggunakan reagen untuk masing-masing ekstrak tanaman Kesembukan adalah golongan senyawa steroid. Eluen terbaik untuk pemisahan senyawa pada ekstrak etanol adalah n-heksana : etil asetat (8:2) dengan nilai Rf= 0,22 dan 0,48. Pada ekstrak kloroform adalah n-heksana : etil asetat (7:3) dengan nilai Rf= 0,32; 0,45; 0,59; 0,63; 0,82; 0,85; 0,87 dan 0,94. Pada ekstrak n-heksana adalah n-heksana : etil asetat (8:2) dengan nilai Rf= 0,12; 0,38 dan 0,41.

Page 1 of 2 | Total Record : 11