cover
Filter by Year
ALCHEMY
Alchemy Journal of Chemistry ini diterbitkan oleh Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara berkala 2 kali setahun pada bulan Maret dan Oktober.
Articles
101
Articles
PENGARUH EKSTRAK ETANOL 90% TERHADAP KADAR MDA DAN SOD MENCIT TIKUS YANG DIPAPAR ASAP ROKOK

Prayitno, Sutrisno Adi, Kusnadi, Joni, Muritni, Erni Sofia

ALCHEMY Vol 6, No 1 (2018): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Cigarette smoke is a source of free radicals which cause human body organs damage when it is exposed. Cigarette smoke as a medium that causes oxidative stress that has the potential to cause oxidative damage. In addition, cigarette smoke also has potency to reduce SOD (Superoxide dismutase) levels and increase MDA (Malondialdehyde) levels especially in lung tissue. To control or prevent the presence of free radicals in the body, antioxidant compounds are needed by the body. The purpose of this research is to know the effect of the extract of red betle on SOD and MDA content of mice exposed to cigarette smoke. Red betle was extracted by maceration using ethanol. The exposed mice were treated with red betle extract for 14 days. Lung tissue of the mice was analyzed SOD and MDA conentrations. The results showed that SOD levels tend to increase and decrease MDA levels in mice test animals exposed to cigarette smoke. The optimal dose to decrease MDA levels and increase SOD is 230.4 mg/g weight/day. Histopatology result showed there is different figure of lung tissue (alveoli) before and after red betle extract treatment. Asap rokok adalah sumber radikal bebas yang dapat mengakibatkan rusaknya organ dalam tubuh manusia apabila terpapar. Asap rokok sebagai media penyebab terjadinya stress oksidatif yang berpotensi menyebabkan kerusakan oksidatif. Selain itu, asap rokok juga berpotensi dalam menurukan kadar SOD  (Superoksida Dismutase) dan meningkatkan kadar MDA (Malondialdehida) terutama pada jaringan paru. Untuk mengendalikan atau mencegah adanya radikal bebas ke dalam tubuh maka senyawa antioksidan dibutuhkan oleh tubuh. Tujuan penelitian adalah adalah mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sirih merah terhadap kadar SOD dan MDA mencit yang dipapar asap rokok. Daun sirih merah diekstrak menggunakan metode maserasi. Mencit yang telah dipapar asap rokok diberi perlakuan ekstrak selama 14 hari. Jaringan paru-paru dianalisis kadar MDA dan SOD. Hasil penelitian menunjukan kadar SOD cenderung mengalami peningkatan dan kadar MDA mengalami penurunan pada hewan uji mencit yang dipapar asap rokok. Dosis yang paling optimal untuk menurunkan kadar MDA dan menaikan SOD adalah dosis 230,4 mg/g bb/hari. Hasil histopatologi menunjukkan terdapat perbedaan gambaran jaringan paru-paru (alveoli) sebelum dan setelah perlakuan ekstrak. 

Aktivitas Antioksidan Kombinasi Madu Monoflora dengan Ekstrak Daun Namnam (Cynometra cauliflora L.)

Sumarlin, La Ode, Hadera, Melina, Chalid, Sri Yadial, Sukandar, Dede

ALCHEMY Vol 6, No 1 (2018): ALCHEMY: JOURNAL OF CHEMISTRY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Honey and namnam leaves (Cynometra cauliflora L.) have been shown to have antioxidant activity. Combination of both materials potent to be used as functional food. In this study, antioxidant activity of samples was measured by the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) (IC50) while total phenolic, total flavonoids, and vitamin C were determinated by UV-Vis spectrophotometry. Honey samples used were commercial packaging rambutan honey (MR), commercial packaging rubber honey (MK), and commercial unpackaging rambutan honey (MR2). The combination ratio of honey and namnam leaves extract was 1:1, 1:2 and 2:1 (b/b). The highest value of total phenolic, total flavonoids, vitamin C and antioxidant activity in namnam leaves extract (N) was 267.690 mg GAE/g, 12.284 mg QE/g, 203.500 mg AA/g and IC50 0.004 mg/mL, respectively. The highest value of total phenolic was 0.588 mg GAE/g in MR2, while the highest value of total flavonoids and antioxidant activity (IC50) were 0.027 mg QE/g and 21.576 mg/mL in in MR, respectively. Combination MR and MR2 with namnam leaves extract (MR-N and MR2-N) with ratio 1:2 gave the highest antioxidant activity with IC50 value 0.005±0.000 mg/mL in both samples. The highest value of total phenolic, total flavonoid, and vitamin C in MR-N and MR2-N was 266.027 mg GAE/g, 9.790 mg QE/g, and 100.33 mg AA/g, respectively. Therefore, the combination is potential as a functional food Madu dan daun namnam (Cynometra cauliflora) telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Kombinasi kedua bahan ini akan sangat potensial digunakan sebagai pangan fungsional. Pada penelitian ini, antioksidan diukur dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) (IC50), sedangkan total fenolik, total flavonoid, vitamin C menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sampel madu yang digunakan adalah madu rambutan kemasan komersial (MR), madu karet kemasan komersial (MK), dan madu rambutan tanpa kemasan komersial (MR2). Perbandingan kombinasi madu dan ekstrak daun namnam masing-masing 1:1, 1:2 dan 2:1 (b/b). Hasil analisis menunjukkan bahwa total fenolik, total flavonoid, vitamin C dan aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada ekstrak daun namnam (N) masing-masing sebesar 267,690 mg GAE/g, 12,284 mg QE/g, 203,500 mg AA/g dan IC50 0,004 mg/mL. Kandungan total fenolik tertinggi pada sampel madu adalah MR2 sebesar 0,588 mg GAE/g, sedangkan total flavonoid dan aktivitas antioksidan tertinggi pada MR yaitu 0,027 mg QE/g dan IC50 21,576 mg/mL. Sampel MR dan MR2 kombinasi dengan ekstrak daun namnam (MR-N dan MR2-N) dengan perbandingan 1:2 memberikan aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 0,005 ± 0,000 mg/mL. Total fenolik, total flavonoid, dan vitamin C tertinggi  pada kombinasi MR-N dan MR2-N masing-masing sebesar 266,027 mg GAE/g, 9,790 mg QE/g, dan 100,33 mg AA/g. Oleh karena itu, kombinasi tersebut potensial sebagai pangan fungsional

Pengaruh Penambahan Montmorillonit pada Sifat Mekanik Material Komposit Edible Film Gelatin Ceker Ayam-Montmorillonit

Nugraha, Irwan, Hidayati, Kuni

ALCHEMY Vol 5, No 3 (2017): ALCHEMY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.709 KB)

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh penambahan montmorillonit pada edible film gelatin telah dilakukan. Gelatin yang digunakan pada penelitian ini merupakan gelatin yang telah diisolasi dari ceker ayam. Isolasi dilakukan dengan metode ekstraksi menggunakan asam asetat. Penambahan plasticizer gliserol dilakukan untuk meningkatkan sifat elastisitas edible film. Penambahan filler montmorillonit bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanik komposit edible film. Penambahan filler montmorillonit dilakukan secara bervariasi, yaitu 1, 2, 3, 4, dan 5% (b/b). Pengujian sifat mekanik komposit edible film gelatin ceker ayam-montmorillonit meliputi kuat tarik, persen pemanjangan, modulus elastisitas dan laju transmisi uap air. Secara umum, penambahan montmorillonit sebesar 3% (b/b) dapat menaikkan kuat tarik edible film yang dihasilkan setelah ditambahkan filler montmorillonit dari 0,2751 menjadi 2,4127 MPa; persen pemanjangan dari 20,9416 menjadi 65,8763%; dan modulus elastisitas 0,0366 menjadi 0,0131 MPa; dan terjadi penurunan laju transmisi uap air dari 9,348 menjadi 8,0805 g/cm2 per jam.

Synthesis and Characterization of Mesoporous NaX Zeolite from Kaolin Loading of Soursop Leaves Extract (Annona muricata Linn.)

Nasifah, Ilmin, Khalifah, Susi Nurul, Hayati, Elok Kamilah

ALCHEMY Vol 5, No 3 (2017): ALCHEMY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.436 KB)

Abstract

Mesoporous NaX zeolite has been synthesized from calcined kaolin with the addition of 5M NaOH and CTABr surfactant as mesoporous template by hydrothermal method. The result of synthesis was used as anticancer loading agent of ethanol extract soursop leaves. Characteristics of zeolite were studied by XRD, IR spestroscopy, Nitrogen Adsorption and SEManalysis. The mesoporous NaX zeolite has been formed with mixing of A, Y, kaolinite and quartz phases. The surface of zeolite particles has changed from amorphous to regular and uniform particles. The pores of NaX zeolite belongs to mesoporous type with size 6.13 nm. Loading process of soursop leaves extract on zeolite decreased intensity and crystallinity of zeolite peaks. The new absorption in soursop leaves extract loaded on zeolite spectra was detected at 2928.174 cm-1. The surface of zeolite seen to be compact and irregular.

Kopling Oksidatif Eugenol Menggunakan Ekstrak Enzim Peroksidase dari Akar Tanaman Sawi Hijau serta Uji Bioaktivitasnya

Ardiansah, Bayu, Cahyana, Antonius Herry, Suwarso, Wahyudi Priyono, Maryana, Rianti, Merly, Siti

ALCHEMY Vol 5, No 3 (2017): ALCHEMY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.772 KB)

Abstract

Peroxidase has been successfully extracted and partially purified from Brassica juncea L. Czern root with protein content and specific activity of 0.747 mg/mL and 0.244 U/mg, respectively. Then, it was applied as biocatalyst for green oxidative coupling reaction of eugenol to produce an orange crystal, dimeric form of eugenol (84% yield). Structure elucidation was done by using FTIR, UV-Vis and GC-MS instruments. The optical activity of dimeric eugenol was found to have Ra-configuration. Furthermore, biological activity of the product as antioxidant has been evaluated resulting in IC50 values of 32.14 and 42.43 ppm for dimeric and monomeric eugenol, respectively.

ANALISIS HKSA SENYAWA ANTIDIABETIK TURUNAN TRIAZOLOPIPERAZIN AMIDA MENGGUNAKAN METODE SEMIEMPIRIK PM3

Asmara, Anjar Purba, Mudasir, Mudasir, SIswanta, Dwi

ALCHEMY Vol 5, No 4 (2017): ALCHEMY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.18 KB)

Abstract

Analisis hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas (HKSA) dilakukan untuk senyawa turunan triazolopiperazin amida untuk menghibisi enzim DPP IV penyebab diabetes melitus tipe 2. Analisis ini dilakukan dengan pemodelan molekul turunan triazolopiperazin amida dan perhitungan deskriptor HKSA menggunakan metode semiempirik PM3 dengan program Hyperchem?. Analisis data menggunakan metode analisis regresi multilinear untuk parameter elektronik dan molekular dengan program SPSS?. Persamaan terbaik yang diperoleh adalah:-log IC50 = 79,955 - (11,635*qC1) - (2,094*qC2) - (34,6*qN11) + (797,684*qC15) + (0,288*m) n = 18; r = 0,714; adjusted r2 = 0,305; Fhit/Ftab = 1,239; PRESS = 0,017.Berdasarkan persamaan tersebut, senyawa dengan aktivitas terbaik yang diusulkan adalah:((2R)-4-Okso-4-[3-(Trifluorometil)-5,6-dihidro[1,2,4]triazolo[4,3-a]pirazin-7(8H)-il]-1-(2-fluoro-4,6-dihidroksofenil)butan-2-aminadengan harga ??log IC50 = 8,601.

Isolasi dan Karakterisasi Hidroksiapatit dari Limbah Tulang Hewan

Amalia, Vina, Hadisantoso, Eko Prabowo, Hidayat, Dede, Diba, Riska Farah, Dermawan, Muhamad Fahmi, Tsaniyah, Siti Wilamah

ALCHEMY Vol 5, No 4 (2017): ALCHEMY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.759 KB)

Abstract

Tulang vertebrata mengandung 60% kalsium fosfat. yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar hidroksiapatit. Hidroksiapatit merupakan material biokeramik yang memiliki sifat adsorpsi yang baik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi hidroksiapatit dari beberapa limbah tulang, yaitu tulang sapi, kambing, gurame, dan tongkol. Hidroksiapatit dari limbah  tulang sapi dan kambing diisolasi dengan cara kalsinasi pada suhu 1000°C dan diaktivasi menggunakan Na2CO3. Isolasi hidroksiapatit dari limbah tulang gurame dan tulang tongkol tidak dilakukan kalsinasi hanya digunakan hidrolisis menggunakan NaOH. Karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan bahwa telah terbentuk hidroksiapatit kristalin dari hasil isolasi tulang sapi dan kambing, dan terbentuk hidroksiapatit amorf dari hasil isolasi tulang gurame dan tongkol. Perbandingan Ca/P hidroksiapatit hasil isolasi dari tulang sapi, kambing, gurame, dan tongkol, masing-masing adalah 1,71; 1,79; 1,97 dan 1,86. Spektra IR hidroksiapatit menunjukkan adanya gugus ??OH, PO43-, dan CO32-. Morfologi permukaan hidroksiapatit hasil isolasi berpori dengan ukuran partikel 1-2 µm.

Green Synthesis Senyawa Imina dari Vanillin and Anilina dengan Katalis Alami Air Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)

al Hakimi, Nurush Shofi, Hanapi, Ahmand, Fasya, Ahmad Ghanaim

ALCHEMY Vol 5, No 4 (2017): ALCHEMY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.574 KB)

Abstract

Sintesis imina dari vanilin dan anilina dapat dilakukan tanpa pelarut dengan bantuan katalis asam alami dari jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi produk imina dengan variasi volume katalis jeruk nipis. Volume katalis jeruk nipis yang digunakan adalah 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5 mL. Produk imina dikarakterisasi berdasarkan bentuk, warna, titik lebur dan rendemen. Produk juga identifikasi menggunakan FTIR dan KG-SM. Sintesis imina menghasilkan P1 sebagai produk terbaik dengan rendemen sebesar 64,12% dan tingkat kemurnian 74,74%. Hasil karakterisasi produk imina berupa padatan yang berwarna kuning dengan titik lebur 150°C. Hasil KG-SM menunjukkan adanya senyawa target sintesis 2-metoksi-4-((fenilimino)metil)fenol pada m/z 227 (M*+). Terbentuknya senyawa target diperkuat dengan spektra IR khas senyawa imina (C=N) pada 1584 cm-1.

Pemanfaatan Biosorben Batang Jagung Teraktivasi Asam Nitrat dan Asam Sulfat untuk Penurunan Angka Peroksida ?? Asam Lemak Bebas Minyak Goreng Bekas

Yulianti, Eny, Royana, Isna

ALCHEMY Vol 5, No 1 (2016): ALCHEMY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.21 KB)

Abstract

Batang jagung merupakan limbah pertanian yang mengandung kadar selulosa tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai biosorben dalam pemurnian minyak goreng bekas. Penelitian ini akan mempelajari pengaruh konsentrasi asam sulfat dan asam nitrat sebagai aktivator biosorben terhadap penurunan angka peroksida dan asam lemak bebas (ALB) pada proses bleaching. Pembuatan biosorben dari batang jagung dilakukan dengan cara delignifikasi dan aktivasi kimia menggunakan aktivator asam sulfat dan asam nitrat dengan berbagai variasi konsentrasi. Pemurnian minyak goreng bekas dengan cara despicing, netralisasi dan bleaching.Hasil penelitian menunjukan bahwa biosorben batang jagung teraktivasi H2SO4 dan HNO3 yang digunakan pada proses bleaching minyak goreng bekas dapat menurunkan angka peroksida dan ALB. Penurunan angka peroksida terbesar pada proses bleaching oleh biosorben teraktivasi H2SO4 10% dan teraktivasi HNO3 1 M mencapai 9,53% dan 14,12%, berturut-turut.  Penurunan terbesar kadar ALB pada proses bleaching sebesar 8,65% pada biosorben teraktivasi H2SO4 20% dan 8,63% pada biosorben teraktivasi HNO3 1 M. Hasil analisis spektra FTIR biosorben yang telah digunakan pada proses bleaching menunjukan adanya gugus fungsi baru C-H metilen (2855 cm-1) dan C=O ester (1742 cm-1) yang diduga merupakan peroksida dan ALB yang teradsorpsi secara kimia oleh biosorben. Hasil analisis statisitik ANOVA menunjukan bahwa variasi konsentrasi asam sulfat dan asam nitrat tidak mempunyai pengaruh terhadap penurunan angka peroksida, akan tetapi mempunyai pengaruh terhadap penurunan ALB

Efektivitas antibakteri senyawa katekin dari ekstrak daun teh (Camelia sinensis L. var assamica) terhadap bakteri Pseudomonas fluorescens

Rustanti, Elly

ALCHEMY Vol 5, No 1 (2016): ALCHEMY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.147 KB)

Abstract

Daun teh adalah salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Zat tersebut dapat juga digunakan sebagai pengawet alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan daun teh sebagai antibakteri alami dalam menghambat bakteri Pseudomonas fluorescens. Proses ekstraksi dauh teh yang dilakukan dengan metode maserasi. Pemisahan ekstrak daun teh (katekin) dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) analitik  dengan variasi eluen yaitu etil asetat:air:asam format (18:1:1), toluena:aseton:asam format (3:3:1) dan  kloroform:metanol:air (6,5:3,5:1). Hasil KLT analitik menunjukkan bahwa eluen terbaik adalah etil asetat:air:asam format. Eluen tersebut  digunakan untuk pemisahan menggunakan KLT preparatif. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa isolat 2 dari ekstrak daun teh memberikan efektivitas terbaik sebagai antibakteri P. Fluorescens dengan zona hambat  23,3 mm.