cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): Proners" : 78 Documents clear
Korelasi Kepatuhan Kewaspadaan Universal Pada Pemasangan Infus Dengan Kejadian Plebitis Di RSUD Dr. Soedarso Pontianak ., Laras Ayu NingTias
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.435 KB)

Abstract

Latar Belakang: Plebitis merupakan kejadian komplikasi akibat dari pemasanganinfus yang tidak sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SOP). Kejadianplebitis di RSUD dr. Soedarso pada tahun 2016 mencapai angka 5,80 perseribu.Standar kejadian plebitis dengan mutu pelayanan sebesar <1,5%. Ketidakpatuhankewaspadaan perawat dalam pelaksanaan pemasangan infus sesuai dengan SOPmasih tinggi, seperti penggunaan sarung tangan, penggunaan balutan konvensional,transparan dressing, serta pengunaan perlak. Faktor pengalaman, kebiasaanperawat, serta kecepatan tindakan menghambat pekerjaan menjadi hal yangmengurangi kepatuhan perawat dalam pelaksanaan SOP. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi kepatuhan kewaspadaan universal padapemasangan infus dengan kejadian plebitis di rawat inap RSUD Dr. Soedarso.Metode: Menggunakan desain analitik korelasi observasional dengan carapendekatan kohort prospektif dan data dikumpulkan menggunakan lembarobservasi. Sampel menggunakan 50 tindakan pemasangan infus yang dilakukanoleh perawat, dianalisis dengan menggunakan uji Spearman dengan nilai p= < 0.5. Hasil: Bahwa (100%) perawat tidak patuh pada SOP pemasangan infus dan (100%)pasien tidak terjadi plebitis. Pemasangan infus yang dilakukan oleh 50 perawat danyang terjadinya bengkak merupakan risiko plebitis sebanyak 11 pasien, dilakukananalisa uji spearman didapatkan nilai p= 0,179 dengan hubungan lemah.Kesimpulan: Seluruh perawat tidak patuh pada SOP pemasangan infus dan pasientidak mengalami plebitis, tetapi hanya berisiko terjadinya plebitis. Tidak adahubungan antara kepatuhan kewaspadaan universal pada pemasangan infus dengankejadian plebitis di RSUD Dr.Soedarso Pontianak. Saran menerapkan danmematuhi sehingga menjadi pertimbangan untuk menentukan kebijakan dalampenanganan, mengadakan pelatihan kewaspadaan universal untuk perawat, dan meningkatkan sosialisasi. Disarankan bagi rumah sakit dalam meningkatkan mutupelayanan.Kata Kunci: Plebitis, kewaspadaan universal, pemasangan infus, ketidakpatuhan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP HYGIENE PEMBERIAN ASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II KECAMATAN PONTIANAK BARAT ., Audina Safitri
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5828.456 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hygiene perlu dilakukan oleh ibu sebelum memberikan ASIkepada bayi usia 0-6 bulan yang terdiri dari 2 langkah penting yaitu mencucitangan menggunakan sabun dan perawatan payudara. Perilaku hygiene bertujuanuntuk menjaga kebersihan diri. Hygiene yang tidak dilakukan secara baik danbenar dapat menyebabkan bayi 0-6 bulan mudah terserang penyakit.Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap hygienepemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIKecamatan Pontianak Barat.Metode : Penelitian kuantitatif non eksperimen dengan desain penelitian analitik -observasional pendekatan cross sectional. Teknik sampling yaitu non probabilitysampling: convinience atau accidental sampling dengan sampel 107 orang.Instrumen menggunakan lembar kuesioner.Hasil : Adanya hubungan antara pengetahuan ibu (p 0,006 < 0,05) dengan mean5,47 dan sikap ibu (p 0,015 < 0,05) dengan mean 27,99 terhadap hygienepemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIKecamatan Pontianak Barat.Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap hygienepemberian ASI pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Perumnas IIKecamatan Pontianak Barat.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Hygiene, Cuci Tangan, Perawatan PayudaraReferensi : 113 (2009-2018)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA LUKA KAKI BERULANG PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK KITAMURA DAN RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK ., Dony Azie Pratama
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.289 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penderita diabetes melitus berisiko 29 kali lebih beresikoterjadinya komplikasi luka kaki diabetes. Beberapa faktor yang dapat dicurigaimenjadi penyebab terjadinya luka kaki diabetes berulang pada pasien diabetes melitusyaitu: sirkulasi, riwayat merokok, hipertensi, riwayat penggunaan alas kaki, riwayatmedikasi, ras/etnis, interaksi sosial dan stres.Tujuan : Mengidentifikasi faktor apa yang paling dominan terhadap terjadinya lukakaki diabetes pertama dan berulang. Metode : Penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian case controldengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah Nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling. Dengan jumlah sampel 58responden yang terbagi menjadi 29 responden menderita luka kaki diabetes pertamadan 28 responden menderita luka kaki diabetes berulang. Pengumpulan datadilakukan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, ABI (Ankle BrachialIndeks) dan wawancara. Uji statistik univariat dan bivariat menggunakan uji chisquare dan multivariate menggunakan logistic regresi berganda.Hasil : Faktor yang memiliki hubungan terhadap terjadinya luka kaki diabetes ialahsirkulasi dengan nilai P = 0,018 dan penggunaan alas kaki dengan nilai P = 0,009.Faktor yang paling dominan terjadinya luka kaki diabetes ialah interaksi sosial dengannilai OR = 2,316. Kesimpulan : Interaksi sosial merupakan faktor resiko yang paling dominan terhadapterjadinya luka kaki diabetes. interaksi sosial yang tidak baik 2 kali lipat resikonyauntuk terjadi luka kaki diabetes dibanding dengan interaksi sosial yang baik.Kata Kunci : luka kaki diabetes, faktor resiko, faktor dominan
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PENDOKUMENTASIAN IMPLEMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RSU YARSI PONTIANAK ., Annisa Nur Medinawati
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.228 KB)

Abstract

Latar Belakang: Dokumentasi keperawatan merupakan pencatatan dan pelaporanhasil kerja perawat dengan dasar data yang akurat dan lengkap secara tertulissebagai tanggung jawab perawat serta berguna dalam keuangan, hukum dan etika.Pendokumentasian implementasi asuhan keperawatan saat ini masih kuranglengkap. Proses implementasi yang diberikan jika tidak lengkap dan tidak benardilakukan mengakibatkan tindakan atau pelayanan yang diberikan dari perawat kepasien tidak akan tercipta dengan baik. Motivasi perawat terhadap pekerjaandapat mempengaruhi kepatuhan perawat dalam hal melakukan dokumentasiasuhan keperawatan.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan motivasi kerja perawat terhadapkepatuhan pendokumentasian implementasi asuhan keperawatan di Ruang RawatInap RSU YARSI Pontianak.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian crossectional pada35 responden dengan menggunakan teknik probability sampling. Instrumen padapenelitian ini menggunakan kuesioner A berisikan demografi dan kuesioner Bberisikan motivasi kerja dengan 25 pernyataan dan lembar observasi kepatuhanpendokumentasian implementasi asuhan keperawatan. Analisis univariatmenggunakan distribusi frekuensi dan Analisa bivariat menggunakan uji ?Chissquare?.Hasil: Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara motivasi kerja perawatdengan kepatuhan pendokumentasian implementasi asuhan keperawatan di RSUYARSI Pontianak dengan nilai signifikasi menunjukan nilai p value = 0,011 < ?0,05 yang berarti Ha diterima.Kesimpulan: Terdapat Hubungan Motivasi kerja perawat dengan kepatuhanpendokumentasian implementasi asuhan keperawatan di RSU YARSI Pontianak. Kata Kunci: Kepatuhan Pendokumentasian, Implementasi Asuhan Keperawatan, Motivasi Kerja Perawat.
ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN TEHNIK SBAR (SITUATION BACKGROUND ASSESSMENT RECOMMENDATION) TERHADAP RISIKO INSIDEN KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT ANTON SOEDJARWO PONTIANAK ., Rangga Hariyanto
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.028 KB)

Abstract

Latar belakang: Komunikasi dengan tehnik SBAR adalah satu komponenpelaksanaan standar kesalamatan pasien sehingga dapat menurunkan kejadian insidenkeselamtan pasien. Teknik SBAR membantu dalam komunikasi yang terfokus danmempermudah antara seluruh tenaga kesehatan terutama selama masa penyampaiankesehatan pasien dan berkomunikasi via-telpon untuk menyampaikan kondisi pasienkeseluruh tenaga kesehatan. Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak memilikifasilitas dan sumber daya manusia yang mendukung dalam menggunakankomunikasi efektif dengan tehnik SBAR untuk meningkatkan mutu pelayanan.Tujuan: Menganalisis komunikasi efektif dengan tehnik SBAR terhadap risikoinsiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak.Metode: Desain kualitatif teknik purposive sampling metode non probabilitysampling pendekatan fenomenologi, diambil dengan semistrucuture interview.Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil tiga tema yaitu pengetahuan perawatmemahami komunikasi efektif dengan tehnik SBAR, kemampuan berkomunikasiperawat menggunakan komunikasi efektif dengan tehnik SBAR dan dampak yangdirasakan perawat setelah tehnik komunikasi efektif dengan tehnik SBAR diterapkandi Rumah Sakit Anton Soedjarwo.Kesimpulan: Pengetahuan perawat dalam berkomunikasi efektif dengan tehnikSBAR memiliki pengetahuan yang baik dan cukup biak , kemampuan perawat dalamberkomunikasi efektif dengan tehnik SBAR perawat di Rumah Sakit AntonSoedjarwo Pontianak di katagori kan dua kelompok ada yang baik dan cukup baik disebabkan kemampuan perawat yang kurang baik, untuk peningkatan nya denganpelatihan dan seminar mengenai tehnik SBAR, dampak yang di rasakan perawatbegitu baik. Kata Kunci: Komunikasi SBAR, Keselamatan pasien & Perawat
PENGARUH SENAM ERGONOMIK TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI ., Rizki Nurfitri
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.531 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi sering terjadi pada lansia dan sering tidak memiliki gejalayang jelas. Perlu penanganan yang baik untuk mengatasinya. Senam ergonomik dapatmembantu menurunkan tekanan darah penderita hipertensi dengan mengembalikanelastisitas pembuluh darah dan peredaran darah menjadi lancar. Tujuan : Menganalisis pengaruh senam ergonomik terhadap perubahan tekanan darahlansia dengan hipertensi. Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan pre and post test non equivalent controlgroup. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 19reponden kelompok perlakuan (Posyandu Lansia Al-kautsar Wilayah kerja PuskesmasSungai Durian) dan 19 responden kelompok kontrol (Panti Rehabititasi Sosial TresnaWerdha Mulia Dharma). Instrumen yang digunakan adalah Sphigmomanometer danlembar observasi tekanan darah. Menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney dengan nilai P < 0,05. Hasil : Uji Wilcoxon didapatkan nilai P tekanan darah sistolik dan diastolik kelompokperlakuan P=0,000. Nilai P pada tekanan darah sistolik kelompok kontrol P=0,000 dannilai tekanan darah diastolik kelompok kontrol P=0,006. Hasil uji mann whitney posttest intervensi senam menujukkan nilai P= 0,649. Kesimpulan : Ada pengaruh senam ergonomik terhadap perubahan tekanan darahlansia dengan hipertensi dan tidak ada perbedaan yang signifikan dari hasil post test senam ergonomik pada kedua kelompok penelitian. Hipertensi dapat dijadikan salahsatu terapi nonfarmakologi untuk menurunkan dan mengontrol tekanan darah.Kata Kunci : Lanjut usia, Senam Ergonomik, Hipertensi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN METODE STORYTELLING MENGGUNAKAN FINGER PUPPET (BONEKA JARI) TERHADAP KEMAMPUAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI PAUD PAGI CERIA PONTIANAK UTARA ., Miranda Fitra Bellinda
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.437 KB)

Abstract

Diare menjadi penyakit pembunuh kedua bagi anak-anak di bawah lima tahun danmenyebabkan kematian sekitar 525.000 anak setiap tahunnya. Penyakit diare dapat dicegahdan diobati dengan menjaga kebersihan diri anak satu diantaranya mencuci tangan dengansabun dapat mengurangi angka kejadian diare sampai 40%. Upaya untuk membudayakanperilaku cuci tangan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan pada anak. Satu diantarametode yang dapat menarik perhatian anak adalah dengan metode storytelling menggunakanfinger puppet (boneka jari). Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh pendidikankesehatan cuci tangan pakai sabun dengan metode storytelling menggunakan finger puppet(boneka jari) terhadap kemampuan mencuci tangan pada anak usia prasekolah di PAUD PagiCeria Pontianak Utara. Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian pra eksperimen(pre experimental designs), one group pretest posttest pada 19 responden. Instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi SOP mencuci tangan. Data hasil ujiwilxocon diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05). Nilai ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruhpendidikan kesehatan cuci tangan pakai sabun dengan metode storytelling menggunakan fingerpuppet (boneka jari) terhadap kemampuan mencuci tangan. Adanya pengaruh pendidikankesehatan cuci tangan pakai sabun dengan metode storytelling menggunakan finger puppet(boneka jari) terhadap kemampuan mencuci tangan pada anak usia prasekolah di PAUD PagiCeria Pontianak Utara. Sehingga storytelling dapat digunakan sebagai metode pendidikankesehatan cuci tangan pakai sabun yang dapat diberikan kepada anak usia prasekolah agardapat melakukan cuci tangan yang baik dan benar.Kata Kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun, Storytelling, Boneka Jari, Usia Prasekolah.
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP SKOR STRES PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI PROGRAM STUDI KEPERAWATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK ., Suci Wahyuni
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.171 KB)

Abstract

Latar Belakang : Mahasiswa tingkat akhir memiliki tugas untuk menyelesaikanskripsi sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana. Dalam proses mengerjakanskripsi seringkali terdapat berbagai kendala sehingga menyebabkan terjadinyastres. Hasil survei yang dilakukan oleh American College Health Association(ACHA) pada tahun 2013 di Amerika, menjelaskan satu diantara masalah besaryang dihadapi mahasiswa dalam dunia perkuliahan adalah stres. 9 dari 10mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi mengalami tanda dan gejaladari stres. Satu diantara upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres dandapat membantu merubah stres negatif menjadi stres positif adalah dengan terapitertawa.Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap skor stres pada mahasiswatingkat akhir di Program Studi Keperawatan Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian quasy experimentdengan jenis penelitian pre and post test control group design pada 32 responden.Instrumen menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS) dan jenis analisismenggunakan uji paired t-test.Hasil : Setelah diberikan terapi tertawa pada mahasiswa tingkat akhir menunjukanadanya penurunan skor Perceived Stress Scale (PSS) yang ditunjukan oleh ujipaired t-test yang memberikan nilai signifikan p=0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi tertawa terhadap skor stres pada mahasiswa tingkatakhir di Program Studi Keperawatan Universitas Tanjungpura Pontianak. Sehingga terapitertawa dapat direkomendasikan untuk membantu mengurangi skor stres pada mahasiswatingkat akhir.Kata Kunci : Stres, Mahasiswa, Terapi Tertawa.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA LUKA KAKI DIABETES BERULANG PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK KITAMURA DAN RSUD Dr. SOEDARSO PONTIANAK ., Ezy Alkendhy
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1549.829 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penderita diabetes melitus akan lebih beresiko terjadinyakomplikasi luka kaki diabetes. Beberapa faktor yang dapat dicurigai sebagaipenyebab terjadinya luka kaki diabetes adalah lamanya menderita DM, kadar guladarah (HbA1c), obesitas, neuropati sensorik, kalus, pola diet, aktivitas fisik,perawatan kaki dan aspek spiritual.Tujuan : Mengidentifikasi faktor apa yang paling dominan terhadap kejadian lukakaki diabetes berulang.Metode : Penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian case control.Teknik sampling yang digunakan adalah Non probability sampling dengan metodeconsecutive sampling. Jumlah sampel 58 responden yang terdiri dari 29 respondenluka kaki diabetes pertama dan 29 responden luka kaki diabetes berulang.Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan monofilament 10 g,pemeriksaan laboratorim, pengukuran tinggi, berat badan dan wawancara. Ujistatistik menggunakan univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan ujialternatif uji fisher dan multivariat menggunakan logistic regresi berganda.Hasil : Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna padaneuropati sensorik (p = 0,023) dan kalus (p = 0,007). Analisis mutivariat faktor yangpaling dominan memengaruhi terjadinya luka kaki diabetes adalah neuropati sensorikdengan nilai OR 0,298.Kesimpulan : Neuropati sensorik merupakan faktor yang paling dominan terhadapkejadian luka kaki diabetes berulang.Kata Kunci : Diabetes melitus, Luka Kaki Diabetes, Faktor-Faktor Luka Kaki Referensi : 94 (2008-2018)
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT ., Ulfa Nadiati
Jurnal ProNers Vol 4, No 1 (2019): Proners
Publisher : Jurnal ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penyakit TB paru mempunyai prevalensi yang tinggi. Hal iniberdampak pada aspek kehidupan baik fisik, psikologis, sosial dan spritual.Dampak ini mempengaruhi kualitas hidup pasien. Perlu penanganan yang baiksalah satunya adalah adanya dukungan dari sekitarnya. Tujuan : Mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup pasientuberkulosis paru di Kecamatan Pontianak Barat.Metode : Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan crosssectional study. Teknik sampling menggunakan purposive sampling denganjumlah sampel 41 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesionerdukungan sosial dan Short Form 36 (SF-36) untuk mengukur kualitas hidup. Ujistatistik menggunakan uji Pearson.Hasil : Responden dengan dukungan sosial baik memiliki kualitas hidup baiksebanyak 61,9% dan kualitas hidup yang buruk sebanyak 38,1%. Respondendengan dukungan sosial buruk memiliki kualitas hidup yang baik sebanyak 35%dan kualitas hidup yang buruk sebanyak 65%. Hasil uji statistik didapatkan nilair=0,361 dan p=0,020. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan sosialmaka semakin baik pula kualitas hidupnya dan menunjukkan bahwa adahubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada pasien TB paru diKecamatan Pontianak Barat.Kesimpulan : Terdapat hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup padapasien tuberkulosis paru.Kata Kunci : Tuberkulosis paru, dukungan sosial, kualitas hidupRefesensi : 42 (2007-2017)