cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ProNers
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
EFEKTIFITAS KEGEL EXERCISE TERHADAP PENCEGAHAN INKONTINENSIA URIN PADA IBU POSTPARTUM PERVAGINAM DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA POLDA KALBAR. ., Enny Melania
ProNers Vol 1, No 1 (2013): ProNers
Publisher : ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inkontinensia urin merupakan masalah yang umum terjadi pada periode postpartum yang dapat menurunkan kualitashidup. Penderita malu memeriksakan diri ke tenaga kesehatan sehingga intervensi pencegahan jarang dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “efektivitas kegel exercise terhadap pencegahan inkontinensia urin pada ibupostpartum” yang menggunakan desain quasy experiment dengan rancangan pre-post test with control group denganteknik consecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah 12 ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Bhayangkara PoldaKalbar sebagai kelompok intervensi (n: 6) diberikan latihan kegel selama 2 minggu dan kelompok kontrol (n: 6).Karakteristik responden berumur 22 sampai 33 tahun, lebih banyak ibu yang bekerja (58,3%), lebih banyak ibu yangmelahirkan anak pertama (58,3%), dan lebih banyak primigravida (58,3%). Kejadian inkontinensia urin kelompokintervensi menurun dari 66,7% menjadi 0%, sedangkan pada kelompok kontrol tetap 66,7%. Hasil uji paired t-testerjadi penurunan inkontinensia urin pada kelompok intervensi setelah dilakukan kegel exercise (p value: 0.02 < α:0.05). Direkomendasikan agar Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar membuat program kelas prenatal dengan kegelexercise sebagai salah satu komponen untuk pencegahan inkontinensia urin sejak kehamilan.
TINGKAT KEPUASAN KLIEN AKAN POLA KOMUNIKASI TERAPEUTIK OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA POLDA KALBAR ., Istafiyana Rahayu
ProNers Vol 1, No 1 (2013): ProNers
Publisher : ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan elemen dasar dari setiap interaksi antara manusia. Komunikasi terapeutik merupakan saranabagi perawat dalam menjalin hubungan saling percaya dan dapat meningkatkan kepuasan klien, sehingga dapatmeningkatkan citra yang baik untuk tenaga kesehatan khususnya profesi keperawatan. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan klien akan pola komunikasi terapeutik perawat di Rumah SakitBhayangkara Polda Kalbar. Pengumpulan data diambil pada bulan Mei 2013 di Rumah Sakit Bhayangkara PoldaKalbar dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 48 orang untuk responden kepuasan klien dan 30orang responden untuk komunikasi terapeutik perawat. Data diolah dengan uji hipotesis sperman rank menggunakanSPSS 17.0. Dari 30 responden yang diambil sebagai sampel perawat dalam menerapkan komunikasi terapeutikdiketahui bahwa 100% menerapkannya dengan kategori sangat baik, tingkat kepuasan klien akan komunikasi terapeutikperawat menggambarkan bahwa 41 responden (85,4%) merasa sangat puas, klien puas berjumlah 5 responden (10,4%)dan klien kurang puas sebanyak 2 responden (4,2%). Dari hasil uji statistik sperman rank  didapatkan nilai p = 0,01.Terdapat hubungan yang kuat antara tingkat kepuasan klien akan komunikasi terapeutik perawat di Rumah SakitBhayangkara Polda Kalbar.
EFEKTIVITAS MENYENDAWAKAN BAYI SETELAH MENYUSUI UNTUK MENCEGAH REFLUKS GASTROESOFAGUS PADA BAYI DI RUANG PERINATOLOGI RSUD RUBINI MEMPAWAH ., Ria Lestari
ProNers Vol 1, No 1 (2013): ProNers
Publisher : ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Refluks Gastroesofagus (RGE) adalah aliran balik isi lambung ke dalam esofagus akibat relaksasi atau inkompetensi sfingter esofagus bagian bawah. Refluks Gastroesofagus (RGE) yaitu suatukeadaan yang sering dijumpai pada bayi beberapa bulan pertama kehidupan dan sembuh pada usia1 – 2 tahun pada paling sedikit 80 % penderita. Refluks gastroesofagus (RGE) yang berlangsunglama, baik durasi maupun frekuensi dapat menyebabkan berbagai derajat kerusakan mukosaesofagus, gangguan pencernaan bahkan apnea.  Tujuan penelitian ini adalah peneliti ingin menilaiefektivitas menyendawakan bayi setelah menyusui dengan membandingkan metode over yourshoulder dan metode sitting on your lap terhadap pencegahan refluks gastroesofagus pada bayidiruang perinatologi RSUD Rubini Mempawah. Penelitian dilakukan mulai tanggal 6 Mei – 30Mei 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatanquasy eksperiment dengan menggunakan 20 sampel yang dibagi menjadi dua kelompok. Analisadata yang digunakan adalah analisa data binomial. Dari hasil analisa data binomial didapatkanhasil bahwa responden yang menggunakan metode over your shoulder tidak ada yang mengalamirefluks gastroesofagus sedangkan pada responden yang menggunakan metode sitting on your lapterdapat 2 responden atau 20 % dari total responden yang diteliti dengan metode tersebut  yangmengalami refluks gastroesofagus. Jadi metode yang lebih efektif dalam mencegah refluksgastroesofagus adalah metode over your shoulder. Kata Kunci: Refluks gastroesofagus,menyendawakan bayi
FAKTOR PENGHAMBAT PROSES PROLIFERASI LUKA DIABETIC FOOT ULCER PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI KLINIK KITAMURA PONTIANAK ., Khoirul Rista Abidin
ProNers Vol 1, No 1 (2013): ProNers
Publisher : ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, khususnya di Pontianak jumlah penderita diabetes mellitus tipe II masih sangattinggi.  Di Klinik Kitamura terhitung pada tahun 2012 sebanyak 470 penderita di sertai komplikasi lukadiabetic foot ulcer.  Penelitian di luar negeri menjelaskan bahwa menurunnya kadar kalium, infeksibakteri, dan jumlah eksudat yang berlebihan menjadi penyebab sulitnya luka melewati fase pemulihan(proliferase).  Tujuan penelitian ini mengetahui fakor apa saja yang dapat menghambat proses proliferasiluka diabetic foot ulcer pada pasien diabetes mellitus tipe II di Klinik Kitamura Pontianak.  Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan studi kohort prospektif.  Subjek penelitian adalahpasien yang menjalani perawatan luka di Klinik Kitamura sebanyak 20 subjek.  Sampel ditentukanmenggunakan metode purposive sampling.  Analisa data menggunakan distribusi dan regresi linier.  Hasiltabulasi menunjukkan sebanyak 56 % luka subjek pada grade III, 44 % pada grade IV.  Dasar luka yangbergranulasi 50 % dan yang memiliki slough sebanyak 50 %.  Dari faktor kadar kalium, kurang dari 3,5mEq sebanyak 19 % , 3,5 sampai 5,0 mEq sebanyak 75 %, lebih dari 5,0 mEq sebanyak 6 %.  Persentasieksudat ringan sebanyak 38 %, sedang sebanyak 62 %.  Identifikasi bakteri ditemukan sebanyak   4 %positif pseudomonas aeruginosa dan 96 % positif staphylococcus aureus.  Sementara hasil statistikbanyak menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara variabel independent dan dependent. Sebagian besar luka yang ditemukan berada pada grade III dengan kondisi dasar luka yang bergranulasidan memiliki slough. Berdasarkan uji statistik, hubungan antara kadar kalium dengan proses proliferasiluka diabetic foot ulcer sangat jauh dari nilai signifikan.  Sementara cairan luka (eksudat) dan infeksibakteri mendekati hasil yang signifikan terhadap proses proliferasi. 
EVALUASI PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) LOKAL TERHADAP PERBAIKAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN SAIGON DAN PARIT MAYOR KECAMATAN PONTIANAK TIMUR TAHUN 2012 ., Ratih Sulistyaningsih
ProNers Vol 1, No 1 (2013): ProNers
Publisher : ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi memegang peranan penting dalam siklus hidup manusia. Kekurangan gizi pada bayi dan anak dapat menimbulkangangguan pertumbuhan dan perkembangan, yang apabila tidak diatasi secara dini dapat berlanjut hingga dewasa. Untukmengurangi dan mencegah kasus gizi buruk dan gizi kurang, pemerintah telah merencanakan program yang melibatkanaspek sosial budaya dan aspek pemberdayaan masyarakat sebagai dasar dalam menyusun program pemberian MP-ASIyang berbasis lokal. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yakni dengan deskriptif eksplorasi yangbertujuan untuk mengidentifikasi adanya perbedaan status gizi balita dari sebelum dilaksanakannya program pemberianMP-ASI lokal hingga terlaksananya program pemberian MP-ASI lokal dan untuk mengetahui gambaran pelaksanaanprogram menggunakan kuisioner untuk mendapatkan data dari sampel penelitian. Hasil analisis univariat menunjukkanbahwa sebagian besar masyarakat mendapatkan manfaat dari program ini dan terdapat beberapa  kendala yang dihadapi,seperti rumah jauh, sibuk bekerja, dan enggan mengambil makanan, akan tetapi sebagian dari masyarakat tidak adakendala yang dihadapi dalam pemberian MP-ASI. Program ini mendapatkan dukungan dari ibu dalam keberlanjutan dimasa yang akan datang dan kader sangat membantu dalam pelaksanaan program ini. Sedangkan berdasarkan hasilanalisis menggunakan uji paired t test menunjukkan bahwa adanya perbedaan status gizi balita antara pre dan postdiberikannya program MP-ASI lokal. Didapatkan nilai p value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti ada perbedaanstatus gizi balita setelah diberikannya program MP-ASI lokal. Hal ini menunjukkan bahwa program MP-ASI lokal inidapat membantu dalam peningkatan status gizi balita. Hasil penelitian ini mengidentifikasi perlunya keberlanjutanprogram MP-ASI dalam meningkatkan gizi masyarakat khusunya bagi balita yang gizi kurang.
KOPING STRES PADA PECANDU NARKOBA (NARKOTIKA DAN OBAT-OBATAN TERLARANG) YANG MENJALANI REHABILITASI DI WISMA SIRIH RUMAH SAKIT KHUSUS KALIMANTAN BARAT ., Rizky Syafitri
ProNers Vol 1, No 1 (2013): ProNers
Publisher : ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masuknya pecandu narkoba ke panti rehabilitasi membuat seorang pencandu perlu melakukan penyesuaian diri. Dalam menghadapi kecemasan, setiap individu akan melakukan mekanismekoping untuk pertahanan dirinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanagambaran koping stres pada pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi di Wisma SirihRumah Sakit Khusus Kalimantan Barat pada tahun 2013. Metode penelitian ini menggunakanpendekatan deskriptif kualitatif, dimana data diperoleh menggunakan pedoman wawancara(semi structure interview), hasil wawancara akan dikategorikan sehingga terbentuklah tematema.Hasil dan Pembahasan penelitian yaitu Partisipan berjumlah lima orang. Sumbersumberstressaatmenjalanirehabilitasiyaitusaatlelahdisuruhmembersihkanwisma,sugesti,saathujan, saat mau tidur, tidak di jenguk orang tua, merasa dijajah. Koping stres yangdigunakan adalah strategi problem-focused coping, hal ini terlihat ketika merasa tertekan,pertisipan berusaha untuk mengatasi tekanan atau stressor dengan cara meningkatkan aktivitasseperti membersihkan wisma, bermain gitar, bermain pingpong serta sharing dengan temantemanyang berada di panti rehabilitasi serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Strategiemotion-focused coping yaitu partisipan selalu berfikir positif selama menjalani rehabilitasi.Kesimpulan yaitu dengan menggunakan strategi problem-focused coping dan emotian-focusedcoping, akan menciptakan koping yang adaptif, sehingga masa pemulihan partisipan semakinmudah dan lancar.
HUBUNGAN POLA AKTIVITAS PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR DENGAN TINGKAT STRES LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA ., Intan Mahfiroh
ProNers Vol 1, No 1 (2013): ProNers
Publisher : ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia merupakan masa rentan terhadap gangguan kesehatan, termasuk depresi yang disebabkan olehstres yang dialami oleh lansia. Stres sebagai suatu respon memiliki karakteristik terhadap responfisiologis, strategi koping dan adaptasi. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan pola aktivitasdengan tingkat stres terhadap lansia yang berada di panti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel  sebanyak 43 orang lansia yang berumur diatas 65tahun. Pengambilan sampel  dengan metode purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di PantiSosial Tresna Werdha Mulia Dharma Kabupaten Kubu Raya, dari tanggal 29 Mei sampai 7 Juni 2013.Instrumen yang digunakan adalah Perceived Stress Scale dan The Barthel Index. Hasil penelitianmenjelaskan tidak terdapat hubungan pola aktivitas dengan tingkat stres pada lansia yang berada di Pantidengan  p value =  0,129. Lansia yang mengalami stres termasuk dalam kategori stres sedang dengan polaaktivitas tingkat kemandirian ringan. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya perhatian danpembinaan yang lebih kepada lansia dapat dilakukan melalui sosialisasi agar tingkat stres pada lansiadapat berkurang.
TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG TEKNIK MENCUCI TANGAN YANG BENAR TERHADAP KEJADIAN DIARE DI SDN 01 PONTIANAK UTARA ., Syarifah Fazlin
ProNers Vol 1, No 1 (2013): ProNers
Publisher : ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitas-nya yang masih tinggi. Data dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak angka kejadian diare pada tahun 2012 di Siantan Hilir Pontianak Utara yaitu 1593 jiwa. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Teknik Mencuci Tangan Yang Benar Dengan Kejadian Diare di SDN 01 Pontianak Utara pada bulan Mei 2013. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa-siswi kelas 4 dan 5 di SDN 01 Pontianak Utara. Sampel dalam penelitian ini sebesar 74 responden diambil secara probability sampling . Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, analisa data dilakukan menggunakan uji rank of spearman dengan tingkat kemaknaan <0,1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (39,2%) responden memiliki pengetahuan kurang tentang teknik mencuci tangan yang benar dan yang mengalami kejadian diare tinggi yaitu (51,4%) responden . Hasil uji statistik menunjukkan nilai rho spearman yaitu -310** dengan pvalue = 0,007 , artinya ada hubungan yang signifikan (bermakna) dengan korelasi yang lemah dan negatif maksudnya hubungan yang berlawanan arah antara tingkat pengetahuan siswa tentang teknik mencuci tangan yang benar dengan kejadian diare di SDN 01 pontianak utara. Simpulan penelitian ini adalah semakin kurang tingkat pengetahuan siswa tentang teknik mencuci tangan yang benar maka kejadian diare semakin tinggi. Untuk itu diharapkan siswa-siswi untuk menerapkan perilaku hidup sehat dengan selalu disiplin melakukan praktek mencuci tangan yang benar guna meghindari terjadinya resiko diare.
EFEKTIFITAS TEMULAWAK DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA ., DWI TIAS FITRIANI
ProNers Vol 1, No 1 (2013): ProNers
Publisher : ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak merupakan salah satu jenis temu-temuan yang berasal dari Indonesia yang paling banyakdigunakan sebagai bahan baku untuk obat tradisional. Khasiat temulawak dapat membantu menghambatpenggumpalan darah, dapat menurunkan kadar kolesterol yang dapat berpengaruh tehadap tekanan darah dantemulawak juga memiliki efek farmakologi zat aktif salah satunya germakron yang memiliki efek anti inflamasidan penghambat edema (pembengkakan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh temulawak dalam menurunan tekanan darah. Setelah melakukan penelitian dengan desainpenelitian pre-ekspremental one group pre test -post test tanpa adanya kelompok kontrol dengan jumlahresponden 12 didapatkan rentang usia responden adalah 65-75 tahun, terdapat perbedaan jumlah respondenlaki-laki dan perempuan, yaitu terdiri dari 7 laki-laki dan 5 perempuan, dan 10 responden yang tidakmerokok. Hasil rata-rata tekanan darah sistolik responden sebelum intervensi adalah 159,17 mmHg dan  rataratasistolik setelah intervensi adalah 149,50 mmHg dengan perbedaan rata-rata 11,667 mmHg dan nilai pvalue 0,02 maka dapat disimpulkan bahwa ada perubahan nilai sistol sebelum dan setelah pemberiantemulawak. Untuk rata-rata nilai diastole sebelum intervensi adalah 95,83 mmHg  dan setelah intervensi88,33 mmHg dengan perbedaan rata-rata tekanan darah 7,500 mmHg dan nilai p value sebesar 0,032 makadapat disimpulkan bahwa ada perubahan nilai diastole sebelum dan setelah pemberian temulawak. Jaditemulawak efektif untuk menurunkan tekanan darah dan temulawak dapat dijadikan salah satu alternatifuntuk menurunkan tekanan darah.
PENGALAMAN TRAUMATIK DAN KOMUNIKASI KELUARGA TIDAK EFEKTIF DALAM PEMBENTUKAN PRIBADI PENYIMPANGAN SEKSUAL LESBIAN ., Niko Sumadi
ProNers Vol 1, No 1 (2013): ProNers
Publisher : ProNers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lesbian is an emotional relationship involving think, love and affection between women. In mental health, lesbian is one of the sexual deviations. Lesbian can occur due to the various factors, namely biological factors, psychological factors, environmental influences and lack of effective parenting. In general, the estimated number of lesbians in the community is 1 percent up to 10 percent of the total population. The purpose of this study was to explore traumatic experiences in a person´s life and ineffective family communication  can cause formation of a sexual deviations such as lesbians. The research methodology used was qualitative descriptive phenomenological approach. Subjects of this study were six participants that were selected using purposive sampling method. Findings of this study revedied that six themes were found to describe the phenomenon of lesbians. These themes were traumatic experiences, ineffective family communication, the impact brokenhome, formation of lesbian sexual deviations, the causes of lesbians and lesbian interaction in Pontianak. Overall, through this research it can be recomended that family need to continue to foster a harmonious relationship between each member of the family as a preventive. inaddition there is necessity of mental head service in comunity especially for adolescent such as girls in regard to their growth process and the impact of traumatic as well as ineffective family communication in adolescents.

Page 1 of 35 | Total Record : 341