cover
Filter by Year
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika
Published by Universitas Tadulako
Articles
155
Articles
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS DI KELAS VIII B SMP NEGERI 1 PALU

Sasmita, Dimas Anjar, Awuy, Evie, Rizal, Muh

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.476 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan pendekatan Scientific dalam model pembelajaran Inquiry yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada luas permukaan dan volume limas di kelas VIIIB SMP Negeri 1 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek  penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017. Subjek  penelitian ini sebanyak 26 siswa dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Pada penelitian ini diterapkan pendekatan pembelajaran Scientific dengan mengikuti fase-fase pendekatan pembelajaran Scientific sebagai berikut: (1) Mengamati, siswa mengamati fakta berupa objek yang terdapat pada LKPD maupun alat peraga yang telah disediakan (2) Menanya, siswa mengajukan pertanyaan terkait hal yang diamati (3) Menalar, melalui serangkaian kegiatan siswa bersama kelompoknya berusaha menemukan jawaban dari LKPD (4) Mencoba, setelah menemukan jawaban tersebut siswa mencoba mengaplikasikannya dengan mengerjakan soal terkait materi tersebut (5) Mengkomunikasikan, perwakilan dari masing-masing kelompok mempresentasikan kesimpulan yang telah mereka temukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran Scientific dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada luas permukaan dan volume limas di kelas VIII B SMP Negeri 1 Palu.Kata Kunci: Pendekatan  pembelajaran Scientific; Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Limas.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TURUNAN FUNGSI ALJABAR KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 9 PALU

Arsinah, Feny, Tandiayuk, Marinus Barra, Anggraini, Anggraini

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.738 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi turunana fungsi aljabar kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni perencanaan, pelaksanaaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 17 siswa (68%) dan pada siklus II banyaknya siswa yang tuntas yakni 20 siswa (80%). Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Subjek penelitian ini sebanyak 25 siswa dan dipilih tiga sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Palu pada Turunan Fungsi Aljabar, dengan delapan komponen yaitu : (1) tes penempatan, (2) kelompok, (3) kelompok mengajar, (4) kreativitas siswa, (5) belajar kelompok, (6) unit keseluruhan, (7) tes fakta, (8) skor dan penghargaan kelompok.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif TAI ; hasil belajar; turunan fungsi aljabar.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 6 PALU PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

Saselah, Novita, Jaeng, Maxinus, Sugita, Gandung

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.013 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing yang meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIB SMP Negeri 6 Palu pada materi pertidaksamaan linear satu variabel. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang siswa kelas VIIB SMP Negeri 6 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi.  Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran, dan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, wawancara, catatan lapangan, serta data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing, hasil belajar siswa kelas VIIB SMP Negeri 6 Palu pada materi pertidaksamaan linear satu variabel meningkat sesuai kriteria keberhasilan tindakan, dengan enam tahap sebagai berikut: 1) stimulasi dimana siswa dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya agar timbul keinginan mencari untuk menyelidiki sendiri. 2) perumusan masalah yang sesuai dengan bahan pelajaran.  3) pengumpulan data  sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis. 4) pemrosesan data dimana siswa mengolah data atau informasi yang diperolehnya sendiri. 5) verifikasi atau pemeriksaan kembali secara cermat untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis yang ditetapkan dengan temuan alternatif. 6) generalisasi atau penarikan kesimpulan. Persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 58,6% sedangkan persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 82,7%. Kata Kunci: model pembelajaran penemuan terbimbing, hasil belajar, pertidaksamaan linear satu variabel

PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK SISWA KELAS VIII A2 SMP NEGERI 14 PALU

Hasanah, Uswatun, Hamid, Abd, Rochaminah, Sutji

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.758 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dapat meningkatkan hasil belajar pada materi luas permukaan dan volume balok siswa Kelas VIII A2 SMP Negeri 14 Palu. Jenis Penelitian ini adalah  penelitian  tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa mengikuti langkah-langkah, yaitu: (1) guru melakukan absensi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa serta memberikan apersepsi, (2) guru mendampingi siswa mengkonstruksi pengetahuan siswa melalui interaksi siswa dengan objek, fenomena, pengalaman, dan lingkungan siswa serta guru memberikan stimulus, (3) guru menyajikan suatu masalah yang ada dikehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang diajarkan dan mengarahkan siswa untuk dapat menemukan pemecahan masalah yang diberikan, (4) guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok, membagikan LKS serta alat peraga yang digunakan, (5) guru meminta perwakilan setiap kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompoknya, (6) guru menggali pemahaman siswa melalui tanya jawab, (7) guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dan memberikan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, (8) guru memonitoring kerja siswa, membimbing siswa jika ada yang belum memahami dan mengumpulkan LKS hasil diskusi siswa, (9) guru memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik, memberikan PR mengenai materi luas permukaan dan volume balok.Kata Kunci: Pendekatan Contextual Teaching and Learning, Hasil Belajar, Luas Permukaan dan Volume Balok

EFEKTIVITAS PENERAPAN PEMBELAJARAN VAN HIELE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GARIS SINGGUNG PERSEKUTUAN DI KELAS VIII SMP NEGERI 16 PALU

Pujiarsih, Desti, Lefrida, Rita, Hasbi, Muh

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.918 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penerapan pembelajaran Van Hiele terhadap hasil belajar siswa pada materi garis singgung persekutuan di kelas VIII SMP Negeri 16 Palu. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu penerapan pembelajaran Van Hiele  efektif terhadap hasil belajar siswa pada materi garis singgung persekutuan di kelas VIII SMP Negeri 16 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan One-Shot Case Study Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 dan terdiri dari 6 kelas. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah siswa kelas VIII B yang berjumlah 34 siswa dan siswa kelas VIII E yang berjumlah 31 siswa yang kedua kelas tersebut dijadikan kelas eksperimen. Hasil analisis data dari tes akhir diperoleh nilai rata-rata siswa kelas VIII B 77,97 dengan standar deviasi 9,23 dan nilai rata-rata siswa kelas VIII E 73,63 dengan standar deviasi 14,76. Adapun persentase ketuntasan yang diperoleh siswa kelas VIII B dan VIII E pada materi garis singgung persekutuan masing-masing 70,59 % dan 69,23 %. Persentase ketuntasan tersebut melebihi persentase minimal efektivitas pembelajaran yaitu 68% sehingga berada pada kategori efektivitas baik. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan data tes akhir siswa kelas VIII B di­­peroleh dan pada dk = 33 dan taraf signifikan 0,05, serta perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan data tes akhir siswa kelas VIII E diperoleh dan  pada dk = 25 dan taraf signifikan 0,05, karena dari kedua kelas tersebut memberikan hasil yang sama yaitu , maka Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Van Hiele efektif terhadap hasil belajar siswa pada materi garis singgung persekutuan di kelas VIII SMP Negeri 16 Palu.Kata Kunci: Efektivitas; Pembelajaran Van Hiele; Hasil Belajar

KAJIAN KONSEP-KONSEP GEOMETRIS DALAM RUMAH ADAT USING BANYUWANGI SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS ETNOMATEMATIKA

Hariastuti, Rachmaniah M

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.938 KB)

Abstract

Abstrak: Rumah adat Using adalah suatu bangunan tradisional yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang dibangun oleh masyarakat suku Using, Banyuwangi. Sebagai bagian dari budaya, rumah adat Using memiliki banyak hal yang dapat dieksplorasi untuk dapat diketahui kaitannya dengan konsep-konsep geometris. Kajian tentang pola hidup serta adat istiadat dari suatu masyarakat di suatu daerah yang berkaitan dengan konsep-konsep matematika namun tidak disadari secara langsung oleh masyarakat dinamakan etnomatematika. Hasil eksplorasi terhadap rumah adat Using menunjukkan bahwa terdapat konsep geometris berupa bangun datar dan bangun ruang; kesebangunan dan kekongruenan; transformasi geometri; serta geometri fraktal dalam komponen dan ornamen rumah adat Using, Banyuwangi.  Kata kunci: Konsep Geometris, Rumah Adat Using, Pembelajaran Kontekstual,                    Etnomatematika, 

Analisis Penalaran Siswa dalam Melakukan Pengerjaan Operasi Aritmatika Pecahan di Kelas IVA SD Negeri 22 Palu

Nurfadila, Nurfadila, Usman H.B, Usman H.B, Nur, Friska, Pertiwi, Pertiwi

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.876 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses bernalar yang dilakukan siswa kelas IVA SD Negeri 22 Palu dalam menyelesaikan operasi aritmatika pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini siswa kelas IVA SD Negeri 22 Palu yang berjumlah 28 orang.  Hasil penelitian menunjukkan pada soal nomor 1 siswa berpikir dalam menentukan pecahan senilai dari  yaitu dengan menjumlahkan dua bilangan pecahan sehingga menghasilkan pecahan  . Untuk soal nomor 2a, siswa menjumlahkan semua elemen bilangan bulat pada 2 pecahan yang ingin dijumlahkan. Untuk soal nomor 2b, siswa mengalikan semua elemen bilangan bulat pada 2 pecahan yang ingin dikalikan. Untuk soal nomor 2c, siswa membagi pembilang dengan pembilang dan membagi penyebut dengan penyebut. 

PEMBELAJARAN TENTANG PENURUNAN ALGORITMA PEMBAGIAN PECAHAN

LABIRO, BEAXTRIS R.

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.692 KB)

Abstract

Abstrak: Selama ini siswa mengenal algoritma membalik dan mengalikan sebagai aturan dalam menghitung pembagian pecahan tanpa memahami mengapa aturan itu berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pemahaman, kecakapan, dan sikap siswa terhadap algoritma pembagian pecahan melalui pembelajaran penurunan algoritma. Penelitian kualitatif ini dilakukan terhadap tiga orang siswa kelas VII pada salah satu SMP di kota Bandung  dengan menggunakan instrumen-instrumen tes diagnostik dan tes evaluasi. Hasil tes diagnostik menunjukkan bahwa siswa belum memahami  makna pecahan sebagai hasil membagi dua bilangan, konsep pecahan senilai, dan sifat identitas perkalian bilangan bulat. Melalui pembelajaran tentang  pembuktian/penurunan algoritma pembagian pecahan, siswa  dapat memahami algoritma, memiliki kecakapan membuktikan dan memiliki sikap positif terhadap matematika. Kata kunci : Pembuktian, Algoritma, Pembagian Pecahan.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 2 SINDUE

Risky, Megawati, Murdiana, I Nyoman, Awuy, Evie

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.375 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu  mendeskripsikan penerapan  model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi operasi hitung bentuk aljabar di kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sindue. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model Kemmis dan  Mc. Taggart. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sindue sebanyak 21 orang serta  informan yang dipilih pada penelitian  ini sebanyak 3 orang dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi operasi hitung bentuk aljabar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sindue, yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran kemudian memberikan apersepsi dengan mengingatkan materi yang dipelajari sebelumnya, dan memotivasi siswa untuk semangat serta terlibat aktif dalam pembelajaran, 2) menyajikan informasi, guru mendeskripsikan secara singkat mengenai fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan menyampaikan pokok-pokok materi pelajaran dengan tanya jawab,  3) penomoran, guru mengarahkan siswa untuk bergabung dalam kelompoknya, membagikan nomor dan meminta siswa duduk berdasarkan urutan nomor dalam kelompoknya, 4) pengajuan pertanyaan, guru membagikan bahan ajar dan LKS  pada masing-masing kelompok,  5) berpikir bersama, guru meminta siswa mengerjakan LKS secara berkelompok untuk memperoleh jawaban yang tepat, 6) pemberian jawaban/evaluasi, siswa yang nomornya diperoleh dari hasil pengundian berdiri di kelompoknya dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, siswa yang bernomor sama menanggapi jawaban yang dipresentasikan, dan 7) pemberian penghargaan, guru memberikan penghargaan kepada kelompok dalam bentuk tepuk tangan dan pujian.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif  Tipe NHT, Hasil Belajar, Operasi Hitung Bentuk Aljabar.

PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK

Sutriadi, I Made Agus, Paloloang, Baharuddin, Sudarman, Sudarman

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.266 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu dalam menyelesaikan soal cerita luas permukaan dan volume balok berdasarkan tingkat kemampuan matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII Taufik Ismail SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi, yaitu SN dapat mengklarifikasi, mengasesmen, menginferensi, dan men-strategi permasalahan. Subjek berkemampuan matematika sedang, yaitu DW hanya dapat mengklarifikasi dan mengasesmen permasalahan, dan subjek berkemampuan matematika rendah, yaitu NK hanya dapat mengklarifikasi permasalahan.Kata Kunci: Profil, Berpikir Kritis, Luas Permukaan dan Volume Balok.