cover
Filter by Year
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika
Published by Universitas Tadulako
Articles
149
Articles
​
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA UNTUNG DAN RUGI DI KELAS VII SMP NEGERI 2 TANANTOVEA

Sari, Triana Meida, Idris, Mustamin, Paloloang, Baharuddin

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak:  Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanantovea dalam menyelesaikan soal cerita untung dan rugi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe  Think Talk Write dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanantovea pada materi untung dan rugi melalui tahap-tahap sebagai berikut : (1) Think, pada  tahap ini guru memberikan soal dalam bentuk cerita mengenai materi untung dan rugi. Setelah itu siswa membaca dan memahami isi soal dalam LKPD, kemudian membuat catatan kecil secara individu sebagai panduan mempermudah diskusi pada tahap berikutnya; (2) Talk, pada tahap ini siswa mengerjakan soal dalam LKPD secara berkelompok, siswa berdiskusi dengan teman kelompoknya membahas isi catatan kecil yang dibuatnya pada tahap think, sehingga dapat menghasilkan solusi atas soal yang diberikan; (3) Write, pada tahap ini siswa diarahkan untuk membuat kesimpulan dari hasil diskusi ke dalam bentuk tulisan. Siswa menuliskan kesimpulan hasil diskusi dari tahap talk. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write; Hasil Belajar; Untung dan                     Rugi. 

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 MEPANGA

Masruri, Masruri, Idris, Mustamin, Rizal, Muh

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): AKSIOMA September 2018
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk memperoleh perbedaan hasil belajar siswa pada materi fungsi menggunakan model pembelajaran PBL dan model pembelajaran langsung di Kelas VIII SMP Negeri 3 Mepanga. 2) Untuk memperoleh model pembelajaran yang memberikan hasil belajar siswa yang lebih baik antara model pembelajaran PBL dan model pembelajaran langsung pada materi fungsi di kelas VIII siswa SMP Negeri 3 Mepanga. Uji hipotesis menggunkan uji t pihak kanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan One-Shot Case Study Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Mepanga yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018 dan terdiri dari 4 kelas yang berjumlah 111 siswa. ­Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIA  sebagai kelas PBL yang berjumlah 28 orang dan siswa kelas VIIID sebagai kelas pembelajaran langsung yang berjumlah 28 orang. Hasil analisis data diperoleh nilai rata-rata kelas VIIIA 71,07 dengan standar deviasi 15,08 dan kelas VIIID 63,04 dengan standar deviasi 13,61. Berdasarkan perhitungan untuk uji hipotesis pihak kanan diperoleh thitung = 2,09 dan ttabel = 1,681 pada taraf signifikan 0,05, karena nilai thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga untuk hipotesis pihak kanan dapat disimpulkan model pembelajaran problem based learning memberikan hasil belajar siswa lebih baik pada materi fungsi kelas VIII SMP Negeri 3 Mepanga daripada model pembelajaran langsung.     Kata Kunci:          Model pembelajaran problem based learning, model pembelajaran langsung, hasil belajar.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 LORE TENGAH

Ndawu, Tirta Andriani, Bakri, Bakri, Rochaminah, Sutji

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): AKSIOMA September 2018
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS)  untuk meningkatan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) di kelas VIIISMP Negeri 2 Lore Tengah. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu  pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 32 siswa dan dipilih tiga orang siswa sebagai informan.  Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Lore Tengah  pada materi SPLDV, dengan 6 fase pada TSTS: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyajikan informasi berupa metode grafik, eliminasi dan substitusi dalam menyelesaikan SPLDV, siklus II menjelaskan metode campuran eliminasi dan substitusi, 3) Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok kecil beranggotakan 4 siswa yang kemampuannya heterogen, dan membagikan LKS kepada setiap kelompok 4) Membimbing kelompok belajar, kemudian dua dari empat anggota dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke kelompok yang lain, sementara dua anggota yang tinggal dalam kelompok bertugas menyampaikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu. Kemudian tamu mohon diri dan kembali ke kelompok masing-masing dan melaporkan temuannya serta mencocokkan dengan hasil kerja mereka 5) Evaluasi pada fase ini 4 kelompok mempresentasikan hasil yang diperoleh dan kelompok lain menanggapi, 6) Pemberian penghargaan.Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe TSTS; hasil belajar; sistem persamaan linear dua variabel.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA KELAS XI AK-1 SMK NEGERI 2 PALU

Mudiarta, I Wayan

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): AKSIOMA September 2018
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika melalui metode pembelajaran talking stick pada kelas XI AK-1 SMK Negeri 2 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mengikuti model Kemmis dan MC. Taggart yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI AK-1 (n= 36) tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini dilakukan sebanyak tiga kali siklus. Data diperoleh melalui pengamatan dan hasil tes formatif yang dilaksanakan disetiap akhir siklus. Hasil analisa data menunjukkan bahwa dengan mengikuti tahapan dari metode pembelajaran talking stick, nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal hasil belajar siswa meningkat disetiap siklus.Kata Kunci: pendidikan, matematika, model pembelajaran talking stick, hasil belajar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIC SMP NEGERI 3 PALU PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS

Damayanthi, Mita, sudarman, Sudarman, Ismaimuza, Dasa

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): AKSIOMA September 2018
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu pada materi persamaan garis lurus. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu berjumlah 23 orang yang terdaftar tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu pada Materi Persamaan Garis Lurus mengikuti fase-fase, yaitu (1) penyajian kelas (2) Transisi ketim/belajar kelompok, (3) Tim studi dan monitoring, (4) evaluasi/tes dan (5) memberikan penghargaan.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Hasil belajar, Persamaan Garis Lurus.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENENTUKAN NILAI LIMIT FUNGSI ALJABAR KELAS XI IPA 3 SMAN 1 SINDUE

Fazira, Anizzar, Sukayasa, Sukayasa, Tandiayuk, Marinus Barra

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): AKSIOMA September 2018
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menentukan nilai limit fungsi aljabar di kelas XI IPA 3 SMAN 1 Sindue. Penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas XI IPA3 SMAN I Sindue pada materi menentukan nilai limit fungsi aljabar mengalami peningkatan yaitu pada siklus I presentase ketuntasan klasikal adalah 40% sedangkan siklus II presentase ketuntasan klasikal adalah 90%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menentukan nilai limit fungsi aljabar di kelas XI IPA3 SMAN 1 Sindue dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) fase penyampaian tujuan dan memotivasi siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran  dan memotivasi siswa terlibat aktif dalam pembelajaran (2) fase penyajian informasi guru mendeskripsikan secara singkat tentang fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT, (3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, siswa dikelompokkan dalam 4 kelompok, setiap anggota kelompok diberi nomor, 1, 2, 3, 4, dan 5, (4) fase pengajuan pertanyaan/permasalahan, guru membagikan materi pembelajaran dan LKS pada kelompok, (5) fase berfikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKS dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat, (6) fase pemberian jawaban/evaluasi, siswa yang memperoleh nomor undian mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, (7) fase pemberian penghargaan, guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan pujian dan tepuk tangan.kata kunci: Numbered Heads Together;Hasil Belajar;Limit Fungsi Aljabar.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP KRISTEN BALA KESELAMATAN PALU PADA MATERI IRISAN DAN GABUNGAN HIMPUNAN

Banneringgi, Nersy, Anggraini, Anggraini, Bakri, Bakri

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): AKSIOMA September 2018
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A SMP Kristen Bala Keselamatan Palu pada materi irisan dan gabungan himpunan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada Kemmis dan Mc. Taggart: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Kristen Bala Keselamatan Palu yaitu 29 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII  A SMP Kristen Bala Keselamatan Palu mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1) Penyampaian tujuan pembelajaran, 2) menyajikan informasi, 3) penomoran, 4) pengajuan pertanyaan,  5) berpikir bersama,  6) pemberian jawaban/evaluasi dan 7) pemberian penghargaan, guru memberikan penghargaan kepada kelompok dalam bentuk tepuk tangan dan pujian.Kata Kunci: Model Pembelajaran,  Kooperatif ,  NHT, Hasil Belajar, Irisan dan Gabungan Himpunan

PENERAPAN METODE DRILL DALAM MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VII A SMP LABSCHOOL UNTAD PALU

Sondi, Dwiyanto, Rizal, Muh, Linawati, Linawati

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Permasalahan pada penelitian (PTK) ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi perkalian dan pembagian bentuk aljabar di Kelas VII A SMP Labschool UNTAD Palu. Dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkalian dan pembagian bentuk aljabar, dilakukan pembelajaran dengan menerapkan metode drill dalam model pembelajaran discovery learning. Penerapan metode dimaksud, agar siswa dapat menemukan sendiri melalui latihan-latihan soal sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas (PTK) Kemmis dan Mc. Taggart yakni  (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus melalui langkah-langkah sebagai berikut: (1) stimulation, (2) problem statement, (3) data collection, (4) data processing, (5) verification, (6) generalization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode drill dalam model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkalian dan pembagian bentuk aljabar.Kata Kunci: Metode Drill; Model Pembelajaran Discovery Learning; Hasil Belajar; perkalian dan pembagian bentuk aljabar. 

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PERSEORANGAN DAN KELOMPOK KECIL (PPKK) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII A MTs NEGERI I TOLITOLI PADA MATERI PERSENTASE UNTUNG DAN RUGI

Susanti, Susanti, Murdiana, I Nyoman, Hamid, Abd

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): AKSIOMA September 2018
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 Abstrak: Tujuan utama dari Penerapan Model Pembelajaran Perseorangan dan Kelompok Kecil (PPKK) ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA MTs Negeri I Tolitoli pada materi persentase untung dan rugi. Rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Data yang dikumpulkan berupa data aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi, hasil wawancara,  hasil catatan lapangan dan tes akhir tindakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran perseorangan dan kelompok kecil (PPKK) dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: : (1) pembukaan, (2) aktivitas perseorangan, (3) aktivitas kelompok, (4) kuis evaluasi (tes akhir tindakan) dan, (5) penutup. Dari hasil analisis tes akhir tindakan siklus I dan siklus II yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII A yang berjumlah 25 orang menunjukkan bahwa pada siklus I siswa masih kurang memahami materi persentase untung dan rugi sehingga ketuntasan klasikalnya mencapai 80%,  kemudian pada siklus II mengalami peningkatan dengan ketuntasan klasikalnya mencapai 92%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II yang telah berhasil mencapai persentase ketuntasan klasikal yang diharapkan yaitu ? 70%. Pada aktivitas guru dan siswa pada siklus I berada dalam ketegori baik, sedangkan pada siklus II berada dalam kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada aktivitas guru dan siswa dari siklus I ke siklus II yang telah berhasil mencapai kategori yang diharapkan yaitu dari baik ke sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Pembelajaran Perseorangan dan Kelompok Kecil (PPKK) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persentase untung dan rugi di Kelas VII A MTs Negeri I Tolitoli. Kata Kunci: Model Pembelajaran Perseorangan dan Kelompok Kecil (PPKK), Hasil Belajar,                          Persentase Untung dan Rugi.

PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PHYTAGORAS

Vibrilia, Olvi Lola, Rizal, Muh, Awuy, Evie

AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018): AKSIOMA September 2018
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Teorema Phytagoras di kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu yang berjumlah 23 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Teorema Phytagoras di kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) perumusan masalah yaitu siswa menyelesaikan masalah yang ada pada LKS, 2) pemrosesan data yaitu siswa menggunting dan merekatkan alat bantu, 3) penyusunan konjektur yaitu siswa menyusun dugaan sementara dari aktivitas yang dilakukan, 4) pemeriksaan konjektur yaitu guru memeriksa hasil pekerjaan siswa, 5) verbalisasi konjektur yaitu siswa mempresentasikan hasil yang diperoleh , dan 6) umpan balik yaitu siswa mengerjakan soal tambahan dan memberikan kesimpulanKata kunci: Metode Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar, Teorema Phytagoras