cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14124505     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Terbit pada bulan Maret dan September setiap tahun serta nomor suplemen bila dimungkinkan. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian analisis kritis di bidang pendidikan matematika dan atau pembelajarannya.
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
Karakteristik Intuisi Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika dan Perbedaan Gender Usudo, Budi
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.585 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik intuisi siswa SMA dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah dari Polya ditinjau dari kemampuan matematika dan perbedaan gender. Subjek penelitian adalah siswa SMA 1 Sragen, Jawa Tengah. Hasil penelitian ini adalah: (1) dalam memahami masalah matematika; subjek laki-laki berkemampuan matematika tinggi, sedang dan  rendah menggunakan intuisi afirmatori yang bersifat langsung, yaitu langsung dipahami dari teks soal, subjek perempuan berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam memahami masalah matematika tidak menggunakan intuisi, (2) dalam membuat rencana penyelesaian;  subjek laki-laki berkemampuan matematika tinggi, sedang menggunakan intuisi antisipatori yang bersifat global, yaitu subjek menggunakan rumus barisan yang diperolehnya dari pemahaman teks soal secara langsung dan subjek tidak dapat menjelaskan secara rinci mengapa menggunakan rumus barisan, subjek laki-laki berkemampuan matematika rendah. Subjek perempuan berkemampuan matematika tinggi menggunakan intuisi antisipatori yang bersifat global dan subjek perempuan berkemampuan matematika rendah tidak menggunakan intuisi dalam membuat rencana penyelesaian, (3) dalam melaksanakan rencana penyelesaian: semua subjek penelitian tidak menggunakan intuisi dalam melaksanakan rencana penyelesaian masalah matematika, (4) dalam memeriksa jawaban masalah; subjek berkemampuan matematika tinggi dan sedang baik laki-laki dan perempuan tidak menggunakan intuisi, subjek laki-laki berkemampuan matematika rendah dalam memeriksa jawaban menggunakan intuisi antisipatori yang mempunyai karakteristik bertentangan dengan dugaan pada umumnya dan berupa pemikiran induktif. Kata Kunci : Karakteristik intuisi, masalah matematika, afirmatori, antisipator, gender
Analisis Kendala Siswa Autis dalam Menyelesaikan Soal Matematika Bentuk Cerita (Kasus Low Function) Kamid, Kamid
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.585 KB)

Abstract

Matematika merupakan pelajaran yang diberikan pada semua jenjang pendidikan, baik sekolah umum maupun khusus. Pada sekolah umum keberagaman peserta didik sangat tinggi, baik kemampuan maupun karakteristiknya. Keberagaman itu juga termasuk gangguan yang disandang dalam diri peserta didik. Anak autis adalah salah satu peserta didik yang mempunyai gangguan emosi dan perilaku dan kebanyakan dari mereka mengikuti pendidikan di sekolah reguler. Penelitian ini dilakukan pada siswa autis. Subjek penelitian adalah anak autis kelas V Sekolah Dasar yang mengalami kecenderungan hambatan hampir pada semua indicator DSM-IV(kasus low function).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek sangat sulit mengkomunikasikan hasil pembelajarannya kepada orang lain dan seakan-akan hanya mengungkapkan segala yang pernah ia terima tanpa bisa mengubah atau menyusun sendiri kalimatnya. Ia cenderung hanya mampu menjawab pertanyaan yang hanya memuat satu jawaban. Jika dihadapkan pada soal cerita secara low function maka ia akan membuat soal sejenis yang pernah ia terima sebelumnya.
Metakognisi dan Usaha Mengatasi Kesulitan dalam Memecahkan Masalah Matematika Kontekstual Anggo, Mustamin
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.585 KB)

Abstract

Metakognisi berkaitan dengan kesadaran seseorang terhadap berpikirnya dan kemampuan mengatur berpikirnya dalam belajar atau memecahkan masalah. Beberapa kesulitan yang dialami oleh subjek penelitian dalam memecahkan masalah matematika kontekstual, ternyata berkaitan dengan ketidakmampuan dalam menerapkan metakognisi. Kurangnya penerapan metakognisi tersebut terjadi ketika: (1) menterjemahkan situasi kontekstual masalah yang dipecahkan, dan (2) penerapan prosedur matematika formal yang tidak didasari kesadaran dan pengaturan berpikir.
Analisis Proses Pembelajaran Siswa Tunanetra dalam Memahami Segiempat di SLB Taman Pendidikan dan Asuhan Jember Kaitannya dengan Tingkat Berpikir Geometri Van Hiele Susanto, Susanto
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.585 KB)

Abstract

Indra peraba menjadi komponen penting bagi siswa tunanetra untuk belajar. Karena kehilangan fungsi indra penglihatnya, siswa tunanetra cenderung meraba suatu benda untuk mengenali benda tersebut baik bentuknya, panjangnya, kasar atau halusnya. Oleh karena itu, siswa tunanetra menggunakan huruf braille dalam kegiatan membaca dan menulis dimana dibutuhkan kepekaan raba yang tinggi dalam memahami huruf braille. Teori Van Hiele sangat berkaitan erat dengan pembelajaran geometri sekolah. Teori tersebut membagi proses berpikir yang digunakan seseorang dalam pembelajaran geometri menjadi 5 tingkat. Penelitian ini menggunakan metoda observasi, metode wawancara dan tes. Dari paparan data sesuai deskriptor tingkat berpikir Van Hiele, dapat diketahui bahwa siswa berada pada tingkat 0 visualisasi dengan visualisasi secara taktual, karena cara siswa melihat dan mengerti suatu bangun datar segiempat dengan meraba. Tingkat berpikir geometri siswa seperti ini menurut Van Hiele adalah pravisualisasi.
Pemahaman Mahasiswa Field Independent dalam Pemecahan Masalah Pembuktian pada Konsep Grup Susanto, Herry Agus
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.585 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa field independent dalam pemecahan masalah pembuktian konsep grup, Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif-eksploratif. Subjek penelitian sebanyak 1 mahasiswa field independent dari Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Metode pengumpulan data dengan wawan­cara,, lembar tugas. Pemahaman mahasiswa field independent dalam memecahkan masalah pembuktian pada konsep grup sebagai berikut: (i) dalam memahami masalah, mahasiswa field independent menyebutkan beberapa kriteria dalam memahami masalah yang terdiri dari: menentukan data apa yang diketahui, menentukan apa yang dibuktikan, konsep-konsep yang berkaitan dengan permasalahan dapat diungkap meskipun tidak menjadi pokok permasalahan, (ii) dalam rencana pemecahan, pertama menentukan rencana yang akan dilaksanakan menggunakan definisi. Kedua, menentukan syarat yang diperlukan yaitu memenuhi 4 aksioma. (iii) dalam melaksanakan penyelesaian, subjek melaksanakan sesuai indikator penyelesaian secara lengkap, yaitu dalam melaksanakan rencana pembuktian  secara runtut dan secara rinci. Dapat menjawab dengan langkah secara benar dan lancar. Selain langkah-langkah yang benar, subjek juga dapat memberikan penjelasan secara rinci dari tahapan-tahapan yang dilakukan. (iv) pengecekan kembali dilakukan dengan menjelaskan langkah dan alasannya. Pengecekan dilakukan terhadap hasil yang diperoleh maupun langkah-langkah yang dilakukan
Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Fase-Fase Polya untuk Meningkatkan Kompetensi Penalaran Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Sukayasa, Sukayasa
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.585 KB)

Abstract

Pada hakekatnya penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Development Research) dengan tujuan untuk menghasilkan suatu model pembelajaran berbasis fase-fase Polya untuk meningkatkan kompetensi siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka jenis penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe prototypical studies melalui tiga tahap pengembangan yaitu: (1) fase analisis hulu hilir dengan menggunakan studi pustaka dan lapangan serta datanya  dianalisis melalui expert jugment; (2) fase pengembangan melalui kegiatan validasi oleh pakar dan uji coba I dan; (3) fase penilaian melalui kegiatan uji coba II dengan rancangan “Quasi Eksprimen” serta datanya akan dianalisis dengan Anacova. Produk yang telah dihasilkan melalui penelitian ini adalah suatu model pembelajaran berbasis fase-fase Polya untuk meningkatkan kompetensi siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika. Sintak model pembelajaran ini terdiri atas empat tahap yakni Tahap I :Pengantar, Tahap II: Memberikan Contoh Memecahkan Masalah Matematika, Tahap III: Latihan Memecahkan Masalah Matematika dan Tahap IV: Penutup. Selain itu juga telah dihasilkan perangkat- perangkat pembelajaran yang berkualitas valid, praktis dan efektif. Terdapat beberapa kendala dalam pengimplementasian model pembelajaran ini antara lain: (a) kesulitan guru mengubah kebiasaan pola mengajar; (b) siswa pada umumnya kurang terlatih memecahkan soal-soal matematika yang bersifat problem solving (pemecahan masalah); (c) keterbatasan waktu yang tersedia
Adversity Quotient: Kajian Kemungkinan Pengintegrasiannya dalam Pembelajaran Matematika Bennu, Sudarman
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.585 KB)

Abstract

Dewasa ini masih banyak siswa yang mempunyai kesan negatif terhadap matematika, misalnya: matematika dianggap sebagai momok, matematika menakutkan, bahkan ada siswa yang fobia terhadap matematika. Adversity quotiont (AQ) adalah kecerdasan mengatasi kesulitan. Siswa yang memiliki AQ tinggi disebut siswa tipe climber. Siswa tipe climber gigih, ulet, dan tabah dalam menghadapi kesulitan. Mereka selalu berusaha mencari jalan keluar penyelesaian jika menghadapi kesulitan. Mereka tidak pernah membiarkan ada sesuatu yang menghalangi cita-citanya. Sehingga AQ sangat diperlukan siswa dalam belajar matematika. Adversity Quotient dapat diintegrasikan pada setiap fase pembelajaran matematika. Pada fase pendahuluan AQ disampaikan sebagai apersepsi. Pada fase inti guru dapat memanfaatkan potensi siswa climber sebagai tutor sebaya, juru bicara kelompok. Pada fase penutup siswa climber dapat membantu siswa lainnya menyimpulkan hasil diskusi dan merangkum materi pelajaran. Kata-kata kunci: Adversity Quotient,  quitter, camper, climber, dan matematika
Pengaruh Kemampuan Trigonometri TerhadapKemampuan Fisika Dikaitkan dengan Gaya Kognitif Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako Hasbi, Muh.
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.585 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya: (1) Pengaruh kemampuan trigonometri terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa yang bergaya kognitif field dependent (FD), (2) Pengaruh kemampuan trigonometri terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa yang bergaya kognitif field independent (FI), dan (3) Secara umum, pengaruh kemampuan trigonometri terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat asosiatif. Populasi adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika yang memprogramkan mata kuliah Fisika Dasar I tahun akademik 2011/2012. Sampel adalah mahasiswa kelas B sejumlah 55 mahasiswa yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dengan tes dan wawancara. Tes digunakan untuk mengambil data tentang gaya kognitif, kemampuan trigonometri dan kemampuan fisika, sedangkan wawancara digunakan untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan jawaban mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi dan regresi. Untuk melengkapi analisis, digunakan uji perbedaan rata-rata untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan mahasiswa ditinjau dari gaya kognitifnya. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan trigonometri berpengaruh secara positif terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa yang bergaya kognitif FD, (2) Kemampuan trigonometri berpengaruh secara positif terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa yang bergaya kognitif FI, (3) Secara umum, kemampuan trigonometri berpengaruh secara positif terhadap kemampuan fisika dari mahasiswa, (4) Kemampuan trigonometri mahasiswa yang bergaya kognitif FI lebih tinggi daripada kemampuan trigonometri mahasiswa yang bergaya kognitif FD, dan (5) Kemampuan fisika mahasiswa yang bergaya kognitif FI lebih tinggi daripada kemampuan fisika mahasiswa yang bergaya kognitif FD. Kata Kunci: Kemampuan Trigonometri, Kemampuan Fisika, Gaya Kognitif.
Disain Pembelajaran Matematika Realistik yang Melibatkan Metakognisi Siswa pada Pokok Bahasan Aritmetika Sosial di Sekolah Menengah Pertama Mulbar, Usman
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.585 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meihat keterlaksanaan disain pembelajaran matematika realistik yang melibatkan metakognisi siswa pada pokok bahasan aritmetika sosialdi SMP. Hasil yang diperoleh, yaitu: Pertama, kemampuan guru mengelola pembelajaran termasuk dalam kategori cukup baik. Kedua,siswa memberikan penilaian positif terhadap buku siswa dan LKS, sehingga dapat digunakan dengan baik dalam proses pembelajaran. Selain itu,  siswa senang terhadap suasana pembelajaran dan cara guru mengajar di kelas dan pendekatan pembelajaran tersebut termasuk baru bagi siswa. Ketiga, tes hasil belajar matematika diperoleh bahwa  87,64% siswa yang memperoleh skor 65 ke atas. Selain itu, terdapat: 12,36% siswa yang memperoleh skor rendah (belum mencapai ketuntasan belajar); 31,24% siswa yang memperoleh skor sedang; 35,53% siswa yang memperoleh skor baik; dan 20,87% siswa yang memperoleh skor sangat baik. Kata Kunci: Pembelajaran Matematika Realistik yang Melibatkan Metakognisi Siswa
Pengembangan Smart Try Out System Berbasis Komputer pada Matapelajaran Matematika di Sekolah Kejuruan Labulan, P. M.; Effendi, Fahrul
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.585 KB)

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengembangkan Smart Try Out System sebagai perangkat tes berbasis komputer pada mata pelajaran Matematika di Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan model pengembangan ADDIE dan hasil dari penelitian pengembangan ini menghasilkan perangkat tes yang diberi nama Smart Try Out System untuk mata pelajaran Matematika yang telah diuji melalui beberapa tahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan dari ahli matematika berupa persentase tingkat pencapaian mencapai persentase 76.015% berada pada kualifikasi baik. Tanggapan menurut ahli media mencapai persentase 80.835 % berada pada kualifikasi baik. Tanggapan pada hasil ujicoba satu-satu yang dilakukan pada lima siswa mencapai persentase 88.57 % berada pada kualifikasi baik dan tanggapan pada hasil ujicoba lapangan yang dilakukan pada 32 orang siswa mencapai persentase 81.12 % berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan penelitian ini telah berhasil dikembangkan sebuah perangkat tes yang diberi nama Smart Try Out System yang mendapat respon dengan kualifikasi baik. Kata Kunci : Perangkat Tes, Matematika, Komputer

Page 1 of 16 | Total Record : 151