Jurnal Peternakan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23031093     EISSN : 23031107
Jurnal peternakan sriwijaya is a journal containing a collection of scientific articles, both from the results of research or reviews / literature reviews in the field of animal science.
Articles 75 Documents
Penggunaan Tepung Limbah Udang Olahan dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam RAs Petelur Fase Produksi I Hinarto, A.; Palupi, R.; Fariani, A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JPS.2.2.2013.2004

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas telur ayam ras petelur fase produksi I yang diberi tepung limbah udang olahan dalam ransum (TLUO). Penelitian ini menggunakan 40 ekor ayam ras petelur tipe medium strain Lohmann umur 5 bulan yang diproduksi oleh PT. Comfeed Multi Breeder. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ransum perlakuan yang digunakan adalah ransum tanpa penggunaan TLUO (R0); penggunaan TLUO 6,6% (R1); penggunaan TLUO 13% (R2); dan penggunaan TLUO 20% (R3) dalam ransum. Parameter yang diamati meliputi berat telur, warna kuning telur, Haugh Unit, dan tebal kerabang. Data diolah dengan analisis keragaman dan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tepung limbah udang olehan dapat digunakan sebagai penyusun ransum para taraf 20% yang dapat meningkatkan kualitas telur ayam ras petelur fase produksi I.
Penambahan Lisin pada Ransum Basal Terhadap Performa Ayam Arab (Golden brakel kriel) Fase Produksi I Putra, H.D.; Raudhati, E; Fariani, A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JPS.2.1.2013.2005

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan asam amino lisin pada ransum basal terhadap performa ayam arab (Golden brakel kriel) fase produksi I yang diberi asam amino lisin sintetik pada ransum basal. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri atas P0 (pakan basal 100%), P1 (100% pakan basal + 0,01% lisin), P2 (100% pakan basal + 0,015% lisin), P3 (100% pakan basal + 0,02% lisin), P4 (100% pakan basal +0,025% lisin). Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, berat telur, dan efisiensi ransum. Hasil penelirian menunjukkan bahwa penambahan asam amini lisin tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, berat telur, dan efisiensi ransum ayam arab (Golden brakel kriel) fase produksi I. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan asam amino lisisn hingga taraf 0,025% tidak mempengaruhi performa ayam arab (Golden brakel kriel) fase produksi I.
Penggunaan Tepung Limbah Udang Olahan dalam Ransum terhadap Performa Ayam Ras Petelur Fase Produksi I Sartika, D.; Palupi, R.; Fariani, A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JPS.2.1.2013.2006

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui performa ayam ras petelur fase produksi I yang diberi tepung limbah udang olahan (TLUO). Penelitian ini menggunakan 40 ekor ayam ras petelur tipe medium strain Lohmann umur 5 bulan yang diproduksi oleh PT. Comfeed Multi Breeder. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ransum perlakuan yang digunakan adalah ransum tanpa penggunaan TLUO (R0); penggunaan TLUO 6,6% (R1); penggunaan TLUO 13% (R2); dan penggunaan TLUO 20% (R3) dalam ransum. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, berat telur, produksi telur, dan konversi ransum. Data diolah dengan analisis keragaman dan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung limbah udang olahan dalam ransum ayam ras petelur strain Lohmann fase produksi I berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, berat telur, produksi telur, dan konversi ransum.
Penambahan Lisin terhadap Kualitas Telur Ayam Arab Silver (Brakel kriel-silver) Fase Produksi I Sari, D.P.; Raudhati, E.; Imsya, A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JPS.2.1.2013.2007

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan lisin terhadap kualitas telur ayam arab fase produksi I. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri atas P0 (100% pakan basal), P1 (100% pakan basal + 0,01% lisin), P2 (100% pakan basal + 0,015% lisin), P3 (100% pakan basal + 0,02% lisin), P4 (100% pakan basal +0,025% lisin). Parameter yang diamati adalah berat telur, persentase kuning telur, haugh unit, warna kuning telur, dan tebal kerabang. Data diolah dengan analisis keragaman dan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lisin berpengaruh tidak nyata terhadap berat telur, persentase kuning telur, haugh unit, warna kuning telur, dan tebal kerabang ayam arab fase produksi I. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan lisin hingga taraf 0,025% tidak mempengaruhi kualitas telur ayam arab fase produksi I.
Pengaruh Penambahan Zeolit dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam Arab (Silver Brakel kriel) Fase Produksi II Hardian, N.; Raudhati, E.; Palupi, R.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JPS.2.1.2013.2008

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penambahan zeolit yang optimal dalam ransum terhadap kualitas telur ayam Arab petelur fase produksi II. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu Z0 (ransum basal 100%), Z1 (100% ransum basal + 5% zeolit), Z2 (100% ransum basal + 5,5% zeolit), Z3 (100% ransum basal + 6% zeolit), Z4 (100% ransum basal + 6,5% zeolit). Parameter yang iamati yaitu tebal kerabang, berat telur, dan haugh unit. Hasil penelitian menunjukkan penambahan zeolit tidak meningkatkan berat telur dan haugh unit, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap tebal kerabang telur. Kesimpulan adalah tingkat penambahan zeolit yang oprimum dalam ransum ayam Arab Silver yaitu sampai 5%.
Level Penggunaan Urea dalam Amoniasi Pelepah Sawit terhadap Kandungan Bahan Kering , Serat Kasar, Protein Kasar, BETN, dan Lemak Kasar Sari, I.I.; Imsya, A.; Fariani, A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JPS.2.1.2013.2009

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penggunaan urea terbaik dalam proses amoniasi pelepah sawit terhadap kandungan bahan kering, serat kasar, protein kasar, BETN, dan lemak kasar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yang terdiri dari P0 (kontrol), P1 (pelepah sawit + 2% urea),  P2 (pelepah sawit + 4% urea), P3 (pelepah sawit + 6% urea). Setiap perlakuan ditambahkan dengan 15% poultry manureberdasarkan berat kering pelepah sawit. Parameter yang diamati adalah bahan kering, serta kasar, protein kasar, BETN, dan lemak kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap bahan kering, serat kasar, protein kasar, BETN, dan lemak kasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan dengan pemberian urea 4% memberikan hasil terbaik pada amoniasi urea pelepah sawit.
Penambahan Metionin dalam Ransum Basal terhadap Performa Ayam Arab Silver (Brakel kriel-silver) Fase Produksi I Daneilawaty, R.A.; Raudhati, E.; Imsya, A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JPS.2.2.2013.2010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan metionin dalam Ransum Basal terhadap performa Ayam Arab Silver (Brakelkriel-silver) Fase Produksi I. Empat puluh ekor ayam arab silver umur 32 minggu digunakan dalam penelitian ini. Rancangan acak lengkap (RAL) yang digunakan terdiri dari lima perlakan dan empat ulangan. Tiap ulangan terdiri dari dua ekor ayam. Perlakuan adalah M0 (100% ransum basal + 0% metionin); M1 (100% ransum basal + 0,075% metionin); M2 (100% ransum basal + 0,150% metionin); M3 (100% ransum basal + 0,225% metionin); M1 (100% ransum basal + 0,300% metionin). Parameter yang diambil dalam penelitian ini adalah konsumsi ransum, berat telur, produksi telur (hen-day), dan efisiensi ransum. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan metionin dalam ransum basal berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, berat telur, produksi telur (hen-day), dan efisiensi ransum.
Penambahan Metionin dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam Arab Silver (Brakel kriel silver) Fase Produksi I Octaviani, D.; Raudhati, E.; Fariani, A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JPS.2.2.2013.2011

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan metionin dalam ransum terhadap kualitas telur ayam Arab Silver (Silver Brakel kriel) Fase Produksi I. Dalam penelitian ini digunakan 40 ekor ayam Arab silver umur 32 minggu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (ransum basal + 0,% metionin); P1 (ransum basal + 0,075% metionin); P2 (ransum basal + 0,150% metionin); P3 (ransum basal + 0,225% metionin), P4 (ransum basal + 0,3% metionin). Parameter yang diamati adalah berat telur, persentase putih telur, tinggi albumin, haugh unit, dan tebal kerabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan metionin berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat telur, tinggi albumin, haugh unit, dan tebal kerabang ayam Arab (Brakel kriel silver) fase produksi I. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu penambahan metionin dalam ransum sampai 0,3% atau tptal ransum belum dapat meningkatkan kualitas telur ayam Arab Silver.
Respon Penambahan l-lisin dalam Pakan Ayam Arab (Silver Brakel kriel) Fase Produksi I terhadap Produksi dan Massa Telur ., Suhartini; Raudhati, E.; Fariani, A.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JPS.2.2.2013.2012

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan l-lisin dalam pakan terhadap produksi dan massa telur pada ayam Arab (Silver Brakel kriel) fase produksi I. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap. Taraf pemberian l-lisin pada penelitian yaitu P0 (100% ransum basal),  P1 (100% ransum basal + 0,01% l-lisin), P2 (100% ransum basal + 0,015% l-lisin), P3 (100% ransum basal + 0,02% l-lisin), P4 (100% ransum basal + 0,025% l-lisin). Parameter yang diamati adalah produksi telr harian, berat telur, massa telur, konsumsi ransum, dan efisiensi ransum. Data diolah dengan analisis keragaman dan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) jika terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan l-lisin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap massa telur dan berpengaruh tidak nyata terhadap produksi telur harian, berat telur, konsumsi ransum, dan efisiensi ransum. Massa telur tertinggi terdapat pada level pemberian lisin 0,025%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan l-lisin pada taraf 0,025% memberikan hasil yang terbaik terhadap produksi telur dan massa telur ayam Arab fase produksi I.
Penambahan Zeolit dalam Ransum terhadap Performa Ayam Arab (Silver Brakel kriel) Fase Produksi Kedua Sulistyaningsih, E.; Raudhati, E.; Palupi, R.
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JPS.2.2.2013.2013

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penambahan zeolit yang optimal dalam ransum terhadap performa ayam Arab petelur fase produksi kedua. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan di Balai Agro Teknologi Terpadu (ATP) Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri atas Z0 (ransum basal 100%), Z1 (100% ransum basal + 5% zeolit), Z2 (100% ransum basal + 5,5% zeolit), Z3 (100% ransum basal + 6% zeolit), Z4 (100% ransum basal + 6,5% zeolit). Parameter yang diamati yaitu konsumsi ransum, produksi telur (hen-day), berat telur (gram), dan efisiensi ransum (%). Hasil penelitian menunjukkan penambahan zeolit memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum pada ayam Arab fase produksi keda tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap produksi telur, berat telur, dan efisiensi ransum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan zeolit pada taraf 6% memberikan hasil terbaik terhadap performa ayam Arab fase produksi kedua.