cover
Contact Name
RR. Yunita Bayu Ningsih
Contact Email
y.bayuningsih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
y.bayuningsih@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pertambangan
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : -
Jurnal Pertambangan merupakan jurnal dengan topik dibidang pertambangan meliputi kegiatan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan pemurnian, K3 serta lingkungan pertambangan. Jurnal ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun (3 bulanan) . Jurnal Pertambangan dipublikasikan oleh Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
GAP ANALYSIS PEMENUHAN ELEMEN PADA SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN BERDASARKAN PERATURAN MENTERI ESDM NOMOR 38 TAHUN 2014 DI PT BUKIT ASAM TBK UNIT PENAMBANGAN TANJUNG ENIM Pramadhan, Mohamad Auzan; Yusuf, Maulana; Iskandar, Hartini
Jurnal Pertambangan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i3.9561

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode scoring yang disesuaikan dengan ketentuan lampiran  Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2014 untuk menganalisis kesenjangan pemenuhan elemen-elemen Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan yang terdiri dari tujuh buah elemen Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan elemen-elemen Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan telah mencapai 839,46 dari 1000 poin (83,946%). Kesenjangan yang ditemukan pada  elemen kebijakan  sebesar 23,359 poin , elemen perencanaan sebesar 39,32 poin, elemen organisasi dan personel sebesar 39,387 poin,  elemen implementasi sebesar 29,82 poin, elemen evaluasi dan tindak lanjut sebesar 17,144 poin, elemen dokumentasi sebesar 8823 poin, dan elemen tinjauan manajemen sebesar 3,73 poin. Kesenjangan paling banyak ditemukan pada elemen organisasi dan personel  yang perlu menjadi perhatian perusahaan. Tindakan-tindakan perbaikan juga  perlu dilakukan oleh perusahaan untuk menutup setiap kesenjangan yang ada pada penerapan setiap elemen SMKP yang telah ditemukan selama penelitian berlangsung.
MODEL TRANSPORTASI PENGANGKUTAN BATUBARA KE LOKASI DUMPING DENGAN METODE SUDUT BARAT LAUT DAN METODE BIAYA TERENDAH PADA PT. BUKIT ASAM (PERSERO), Tbk Jhon, Fredy William; Asyik, Makmur; ., Bochori
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i1.3814

Abstract

Penambangan batubara pada lokasi tambang Pit 3 Banko Barat terdapat dua lokasi loading point yaitu Pit 3 Timur dan Pit 3 Barat serta dua lokasi dumping yang telah tersedia yaitu dump hopper dan temporary stockpile. Mengacu pada target produksi batubara yang tidak tercapai, maka perlu adanya evaluasi terhadap pengangkutan batubara tersebut dengan model transportasi sehingga nantinya dapat diketahui batubara tersebut akan diangkut ke lokasi dumping mana yang paling efektif dan efisien dalam mencapai target produksi batubara. Pengangkutan batubara dengan menggunakan metode sudut barat laut didapatkan nilai cycle time sebesar 25,73 menit dan tarif angkutan      Rp 9.503,31/ton serta dengan rute angkut dari Pit 3 Timur ke dump hopper, dari Pit 3 Barat ke dump hopper, dan dari Pit 3 Barat ke temporary stockpile. Jumlah alat angkut yang dibutuhkan pada metode sudut barat laut adalah sebanyak 20 unit ke dump hopper dan 5 unit ke temporary stockpile. Pengangkutan batubara dengan menggunakan metode biaya terendah didapatkan nilai cycle time 22,54 menit dan tarif angkutan Rp 8.805,63/ton serta dengan rute angkut dari Pit 3 Timur ke temporary stockpile, dari Pit 3 Timur ke dump hopper dan dari Pit 3 Barat ke dump hopper. Jumlah alat angkut yang dibutuhkan pada metode biaya terendah adalah sebanyak 17 unit ke dump hopper dan 5 unit ke temporary stockpile.
PENERAPAN BLOCK MODELLING DALAM PERENCANAAN TINGKAT PRODUKSI BATUBARA DI PIT KUSKUS DEPARTEMEN HATARI PT. KALTIM PRIMA COAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Ichsan, Muhammad; ., Mukiat; ., Bochori
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i1.3815

Abstract

Pit Kuskus merupakan salah satu  pit yang direncanakan untuk diproduksi pada tahun 2016. Salah satu metode yang ingin dikaji untuk diterapkan di Pit Kuskus adalah metode block modelling. Hasil yang diharapkan dari metode ini yaitu kuantitas overburden dan cadangan batubara pada tiap range elevasi pit, reserve block modlling,perencanaan sequence penambangan hingga analisis tingkat produksi yang akan didapat dari sequence yang direncanakan.Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan produksi, adalah nilai stripping ratio yang didapatkan pada satuan waktu tertentu serta laju pendapatan dari sequence yang direncanakan. Metode dan  tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari studi pustaka, penentuan rumusan masalah, observasi lapangan, pengambilan data, analisis dan pengolahan data serta penarikan kesimpulan.Metode block modelling, dilakukan dengan analisis elevasi terhadap tiga data peta yaitu peta topografi wilayah, peta pit design, dan peta topografi seam batubara. Berdasarkan perhitungan dan permodelan block modelling yang dilakukan maka didapatkan jumlah cadangan batubara di Pit Kuskus adalah 529.589 ton batubara, jumlah overburden yang harus dipindahkan 4.284.160 bcm dan nilai stripping ratio nya adalah 8,1.  Rencana pemasukan yang didapatkan selama umur tambang berjumlah $ 4.333.325,5dan titik break eventpoint tercapai pada minggu ke-29 pada saat nilai stripping ratio kumulatif berada pada range 12,7 â?? 12,3.
ANALISIS KEMANTAPAN LERENG BERDASARKAN HASIL UJI KUAT GESER DENGAN METODE DIRECT SHEAR TEST DI PIT MUARA TIGA BESAR UTARA PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK Madora, Yenni; Asof, Marwan; ., Mukiat
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i1.3816

Abstract

Kemantapan suatu lereng dapat dinyatakan dengan suatu nilai faktor keamanan (FK) yang merupakan perbandingan antara gaya penahan dengan gaya penggerak. Dalam menentukan besarnya nilai faktor keamanan dibutuhkan data sifat mekanik batuan yaitu kohesi (c) dan sudut geser (Φ) dalam batuan. Salah satu cara untuk mendapatkan kohesi dan sudut geser dalam melalui pengujian kuat geser batuan (Direct Shear Test). Dari hasil uji kuat geser batuan didapatkan nilai kohesi dan sudut geser dalam setiap lapisan yaitu: Lapisan overburderden dengan batuan Silty Claystone nilai kohesi 61,2 kpa,sudut geser dalam yaitu 19,1°, lapisan interburden A1-A2 dengan batuan Sandy Silty Claystone  nilai kohesi 56kpa dan sudut geser dalam 22,1°, lapisan interburden A2-B1 dengan batuan Silty Claystone nilai kohesi yaitu 29,9 kPa dan sudut geser dalam 16,8°, lapisan interburden B1-C dengan batuan Sandy Clay Siltstone nilai kohesi 196,3 kPa dan sudut geser dalam 21,2° dan lapisan under C dengan batuan sandy Clay Siltstone nilai kohesi 65,2kPa dan sudut geser dalam 19,1°. Pengaruh hasil uji kuat geser terhadap faktor keamanan yaitu semakin besar nilai kohesi,sudut geser dalam (Ru Coefficient = 0 dan 0,5) dan kuat geser batuan, maka semakin besar nilai faktor keamanan. Hasil simulasi dengan memvariasikan geometri lereng didapatkan ketinggian lereng yang aman (FK>1,25). Geometri yang aman untuk setiap lapisan yaitu pada geometri dengan ketinggian lereng 6 meter dan kemiringan lereng 45°.
ANALISIS TERJADINYA SWABAKAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS BATUBARA PADA AREA TIMBUNAN 100/200 PADA STOCKPILE KELOK S DI PT.KUANSING INTI MAKMUR Filah, Mirza Nurul; Ibrahim, Eddy; Ningsih, Yunita Bayu
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i1.3817

Abstract

PT. Kuansing Inti Makmur merupakan perusahaan tambang batubara yang berada di Provinsi Jambi kabupaten Muaro Bungo desa Tanjung Belit. Management stockpile yang tidak baik akan berpengaruh terhadap swabakar. Penyebab terjadinya swabakar pada area timbunan 100/200 antara lain terjadinya Proses penumpukan lebih dari 4 bulan lamanya dimana rekomendasi penumpukan batubara adalah 4 minggu, geometri area tumpukan dengan kemiringan melebihi angle of repose yaitu 56,50, sedangkan angle of repose batubara adalah 380, ukuran Butir yang relative kecil sebesar 5-7 cm, kurangnya kontrol terhadap pemadatan sisi area timbunan dan posisi area timbunan tepat pada arah angin yang dominan yaitu barat ke timur.. Penyimpangan kualitas batubara pada saat mengalami swabakar sebagai berikut untuk batubara seam 100 yaitu adanya kenaikan nilai TM sebesar 0,63%, kenaikan nilai Ash 3,46%, Penurunan Total sulfur 0,13%, penurunan kalori 266,53 kkal/kg. Untuk seam 200 yaitu kenaikan TM 1,67%, kenaikan Ash 0,54%, Penurunan Total sulfur 0,28% dan penurunan kalori 81,94 kkal/kg. Upaya perbaikan yang bisa dilakukan adalah perencana desain area timbunan yang ideal dan sesuai peruntukannya dengan panjang 166 m, lebar 95 m, ketinggian 11 m dan kemiringan 300 memiliki kapasitas maksimum 104.101,9 ton yang menerapkan sistem Fifo, Posisinya berada pada daerah yang tidak berhadapan dengan angin dominan, adanya pemadatan dan monitoring suhu secara berkala.
KAJIAN TEKNIS PENGERINGAN SUMP SITU PATENGGANG UNTUK MENAMBANG BATUBARA LAPISAN C DI PIT TAMBANG AIR LAYA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOB SITE TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN Prima, Rizky; Amin, Muhammad; Abro, M.Akib
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i1.3818

Abstract

Padapit Tambang Air Laya PT. Pamapersada NusantaraJob Site Tanjung Enim terdapat sebuah sump Situ Patenggang yang berada pada elevasi permukaan -38,5 mdpl. Tepat berada dibawah sump tersebut terdapat lapisan C batubara dengan ketebalan ± 6meter. Secara ekonomis lapisan tersebut layak untuk ditambang, sehingga direncanakan akan dilakukan pengeringan sump. Dengan adanya rencana tersebut maka perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap pompa yang digunakan agar proses pengeringan dapat berjalan dengan baik.Debit limpasan yang masuk ke sump sebesar 3.279,88 m3/jam, debit air tanah sebesar 85,8 m3/jam dan laju evaporasi sebesar 25,7m3/jam, sehingga debit total air yang akan masuk yaitu sebesar 3.339,98 m3/jam. Total volume air yang masuk ke sump periode April dan Mei adalah sebesar 951.460,1 m3 ditambah dengan volume target pengeringan sebesar 2.869.860,7 m3 sehingga total volume air yang harus dipompakan hingga Akhir Mei 2015 adalah sebesar 3.821.320,8 m3. Berdasarkan target pengeringan sump, dibutuhkan empat unit pompa dengan total kapasitas pemompaan sebesar 3.931,2 m3/jam agar target pengeringan dapat tercapai dalam jangka waktu 47 hari. Volume sump yang dibutuhkan berdasarkan total air yang masuk perhari sebesar 23.576,6m3, maka dimensi sump yang direncanakan yaitu menyerupai bentuk trapesium dengan kemiringan 45o, dengan sisi atas berukuran 74 m x 74 m sementara untuk sisi bawah berukuran 64 m x 64 m dengan kedalaman sump 5 m.
STUDI PENGARUH KUAT ARUS PADA INDUCED ROLL MAGNETIC SEPARATOR (IRMS) UNTUK MENINGKATKAN PEROLEHAN MINERAL ILMENIT DI AMANG PLANT, BIDANG PENGOLAHAN MINERAL (BPM), UNIT METALURGI, PT. TIMAH (PERSERO), TBK Sitepu, Soni Septian; Arief, A. Taufik; Iskandar, Hartini
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i1.3819

Abstract

PT. Timah (Persero) unit Metalurgi merupakan satuan unit kerja PT. Timah yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pemurnian bijih timah.Selain bijih timah, unit Metalurgi melakukan pengolahan terhadap mineral ikutan yang berharga, salah satunya adalah mineral ilmenit (FeTiO3).Pengolahan mineral-mineral ikutan dilakukan di Amang Plant, Bidang Pengolahan Mineral (BPM). Ilmenit merupakan mineral yang bersifat paramagnetik, sehingga untuk memisahkannya diperlukan kuat arus yang besar untuk menghasilkan kuat medan magnet yang besar. Alat yang dipergunakan di Amang Plant adalah Induced Roller Magnetic Separator (IRMS). Kuat arus adalah salah satu variabel yang menentukan besarnya kuat medan magnet yang dihasilkan. Kuat arus yang terlalu besar dapat mengakibatkan mineral pengotor magnetik ikut tertarik oleh induced roll sehingga terjadi penurunan persen berat mineral ilmenit. Feed yang diproses menggunakan IRMS adalah produk konduktor High Tension Roll Separator (HTRS). Berdasarkan hasil penelitian menggunakan feed dengan kadar mineral ilmenit 56,53 %, kadar air 0%. Peningkatan kuat arus 10 hingga 15 Ampere mengakibatkan peningkatan recovery mineral ilmenit mencapai 88,90 % pada kuat arus 15 Ampere akibat kuat medan magnet yang semakin besar untuk menarik mineral ilmenit. Pada penelitian ini, pengaturan kuat arus yang optimal untuk menghasilkan mineral ilmenit high grade (>90%) adalah 14 Ampere yang menghasilkan mineral ilmenit sebesar 201,94 Kg/jam.
ANALISIS PENGGALIAN KOMBINASI SISTEM BENCHES DAN VERTICAL DIGGING PADA KAPAL KERUK 21 SINGKEP 1 AREA PENAMBANGAN LAUT AIR KANTUNG PT. TIMAH (PERSERO), TBK. Syafrullah, Rizki; Hasjim, Machmud; Juniah, Restu
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i1.3821

Abstract

Kapal Keruk 21 Singkep 1 merupakan aset milik PT. Timah (Persero) Tbk, yang digunakan dalam kegiatan penambangan timah lepas pantai (offshore) di perairan Pulau Bangka. Keberhasilan suatu penggalian pada Kapal Keruk dapat diukur dari nilai Laju Pemindahan Tanah (LPT) dan konsumsi daya yang dihasilkan, namun keamanan dari suatu penggalian juga harus dipertimbangkan dengan seksama yang dapat dilihat dari kemiringan lereng (slope) yang terbentuk dari proses penggalian yang harus sesuai dengan standar keamanan lereng yang ditentukan. Berdasarkan pengolahan dan analisis data di lapangan diketahui bahwa sistem penggalian yang paling direkomendasikan untuk diterapkan pada lokasi sesuai  rencana kerja Ferbruari 2016 adalah kombinasi sistem benches dan vertical digging 3 jenjang dengan nilai LPT 506,47 m3/jam dan konsumsi daya 0,4714 m3/kWh dengan kemiringan lereng (slope) 44,12Ë? dimana lebih unggul bila dibandingkan sistem benches yang hanya menghasilkan nilai LPT 500,37 m3/jam dan konsumsi daya 0,4659 m3/ kWh meskipun dengan kemiringan (slope) yang lebih landai 36,24Ë?. Kombinasi sistem benches dan vertical digging 2 jenjang dengan nilai LPT 509,50 m3/jam dan konsumsi daya 0,4736 m3/ kWh dengan kemiringan lereng (slope) 49,16Ë? serta sistem vertical digging dengan nilai LPT 512,66 m3/jam dan konsumsi daya 0,4773 m3/ kWh dengan kemiringan lereng (slope) 55,11Ë? menjadikan kedua sistem ini tidak tepat untuk diterapkan dikarenakan tidak memenuhi standar keamanan lereng yang ditentukan.
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT BACKHOELIEBHERR R 996 PADA PENGUPASAN OVERBURDEN DI PIT JUPITER PT KALTIM PRIMA COAL Syahputra, Yoan; Handayani, Harminuke Eko; Suwardi, Fuad Rusydi
Jurnal Pertambangan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v1i1.3822

Abstract

Kegiatan pengupasan overburden di Pit Jupiter PT Kaltim Prima Coal, menggunakan metode konvensional dengan rangkaian kerja backhoe dan dumptruck. Kombinasi kerja backhoe Liebherr R 996 dengan dumptruck Hitachi EUCLID EH4500. Total volume overburden yang harus dikupas direncanakan sebesar 31.792.056 bcm untuk penambangan 3.943.118 ton batubara sehingga stripping ratio direncanakan sebesar 8,06. Namun, pencapaian angka produktivitas rata-rata backhoe Liebherr R996 hanya sebesar 1.563,96 bcm/jam berada dibawah targetproduktivitas yang direncanakan sebesar 2.000 bcm/jam.Pengkajian faktor-faktor teknis yang berpengaruh terhadap alat gali muatbackhoe Liebherr R 996 di area pemuatannya terus dilakukan di lapangan selama penelitian. Kemudian, perolehan data dihimpun, diolah, dan disajikan dalam bentuk tabel dan besaran produktivitas. Data faktor-faktor teknis yang tidak ideal diolah lebih lanjut, kemudian hasilnya dituangkan dalam bentuk diagram Pareto. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa persentase faktor-faktor teknis yang berpengaruh terhadap rendahnya produktivitas backhoe Liebherr R 996, diantaranya manajemen supervisi dibawah 30 menit 20,00%, waktu pemuatan yang tinggi 19,23%, single front loading 15,38%, bench yang rendah 13,08%, usage yang rendah 7,69%, area pemuatan yang sempit 6,92%,dan hard digging 5,38%. Setelah dilakukan langkah perbaikan dengan salah satu alternatif solusi, yaitu mempercepat waktu edar backhoe maka angka produktivitas rata-rata backhoe Liebherr R 996 meningkat menjadi 2.050,96 bcm/jam.
SENSITIVITAS KONSENTRASI PROPPANT TERHADAP PENINGKATAN INDEKS PRODUKTIVITAS (PI) PADA STIMULASI HYDRAULIC FRACTURING Amalia, Rizki; Prabu, Ubaidillah Anwar; Herlina, Weny
Jurnal Pertambangan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v3i3.9590

Abstract

Pada sumur RI-022 PT.X telah dilakukan stimulasi hydraulic fracturing, dengan menggunakan konsentrasi proppant sebesar 6 ppg dan menghasilkan bentuk geometri rekahan dengan panjang rekahan 40,806 m, tinggi rekahan 24.051 m serta lebar diameter rekahan yang terisi proppant 0.3644 inch, dan menghasilkan nilai dimensionless fracture conductivity (FCD) sebesar 7,31 nilai tersebut berada pada interval FCD dengan penambahan nilai rw?/xf yang signifikan yaitu 0,5 atau mengalami kenaikan roductivity index (PI) sebesar 3,02, penggunaan konsentrasi roppant sebesar 6 ppg merupakan penggunaan yang optimum apabila menggunakan konsentrasi proppant lebih dari 6 ppg kurang efektif karena konsentrasi proppant yang lebih dari 6 ppg tidak membuat productivity index mengalami kenaikan yang signifikan, karena semakin banyak penambahan konsentrasi proppant yang digunakan pada saat stimulasi maka biaya yang dikeluarkanpun akan besar. Untuk perbaikan karakteristik formasi penggunaan konsentrasi proppant sebanyak 6 ppg telah mampu meningkatkan produksi sumur RI-022 dari 35 BFPD dan WC 12% menjadi  167 BFPD dan WC 24%. Sampai bulan ke-20, produksi sumur RI-022 ini berkisar 80 BFPD dan WC 10% yang menunjukkan bahwa pekerjaan hydraulic fracturing untuk sumur RI-022 berhasil dilakukan.

Page 1 of 10 | Total Record : 96