cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS" : 10 Documents clear
ANALISIS PERSEPSI DAN KEPUASAN PEMBELI AYAM DI PASAR UNGGAS KOTA SEMARANG Leucaena, Marina; Sunarti, Dwi; Setiadi, Agus
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui nilai persepsi pembeli ayam, mengetahui faktor ? faktor yang mempengaruhi kepuasan pembeli ayam dan membandingkan tingkat kepuasan pembeli di pasar unggas Kota Semarang. Penelitian dilakukan di Pasar Unggas Penggaron dan Pasar Kubra Merah Putih. Pasar unggas merupakan pasar yang menjual unggas hidup dalam jumlah besar. Jenis Ayam hidup yang dijual meliputi ayam broiler, ayam pejantan, ayam afkir dan ayam kampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai persepsi kepuasan pembeli di Pasar Unggas Penggaron sebesar 4,20 dan di Pasar Kubro Merah Putih sebesar 4,16. Secara parsial semua variabel faktor kepuasan pembeli ayam yaitu harga (X1), kebutuhan (X2), lokasi pasar (X3), pelayanan penjual (X4) di Pasar Unggas Penggaron berpengaruh secara signifikan dengan kepuasan pembeli ayam (Y), sedangkan di Pasar Kubro hanya variabel X1 yang tidak berpengaruh. Tingkat kepuasan pembeli ayam di masing ? masing pasar tidak terdapat perbedaan yang signifikan.Kata Kunci : Pasar Unggas, Persepsi, Kepuasan Pembeli Ayam 
Peramalan Pola Data Musiman Dengan Model Winters & ARIMA Darsyah, Moh. Yamin
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peramalan merupakan seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan, sehingga hasil dari peramalan dapat digunakan oleh pemangku kebijakan dalam mengambil kebijakan strategis untuk menyelesaikan persoalan dimasa mendatang. Peramalan melibatkan analisis time series dimana urutan pengamatan berdasarkan interval waktu yang sama dan pengamatan tersebut memiliki korelasi. Model time series yang digunakan pada penelitian ini antara lain model winters dan model ARIMA yang diaplikasikan pada data debit air di telaga warna. Pemilihan model terbaik dengan meggunakan nilai MSE terkecil. Berdasarkan hasil perbandingan model time series diperoleh model terbaik dengan MSE terkecil yaitu pada model ARIMA.Kata Kunci : Model winters, Model ARIMA, Debit Air.
ANALISIS EFISIENSI EKONOMI FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI KABUPATEN KARANGANYAR (ECONOMIC EFFICIENCY ANALYSIS OF RICE FARMING PRODUCTION FACTORS IN KARANGANYAR REGENCY) Respikasari, -; Ekowati, Titik; Setiadi, Agus
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap usahatani padi sawah, menganalisis alokasi penggunaan faktor produksi dalam memenuhi syarat efisiensi ekonomi dan menganalisis skala usahatani padi sawah di Kabupaten Karanganyar. Penelitian dilakukan menggunakan metode survey. Lokasi penelitian pada tingkat kecamatan dilakukan dengan memilih 3 (tiga) kecamatan yang merupakan sentra produksi padi dengan luas lahan panen terbesar secara sengaja (purposive) dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Dari tiga kecamatan terpilih, dipilih 3 (tiga) desa dengan luas lahan terbesar secara sengaja (purposive). Selanjutnya pengambilan responden dilakukan dengan metode quota sampling per kecamatan dengan jumlah responden 240 petani. Alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah di Kabupaten Karanganyar adalah luas lahan, tenaga kerja, benih dan pupuk urea. Petani padi sawah dalam mengkombinasikan faktor produksi luas lahan belum mencapai efisiensi ekonomi, penggunaan faktor produksi tenaga kerja dan benih tidak efisien, sedangkan faktor produksi  pupuk urea sudah mencapai efisiensi ekonomi tertinggi. Nilai elastisitas produksi (RTS) adalah 1,055. Ini berarti bahwa secara umum usahatani padi sawah di Kabupaten Karanganyar masih bisa beroperasi dengan skala usaha yang meningkat (Increasing Return to Scale).Kata Kunci : efisiensi, produksi padi, faktor produksi
IPTEKS BAGI MASYARAKAT ( IbM ) HOME INDUSTRI NATA DE COCO ( SARI KELAPA) Iriyanto, Setia; Winaryati, Eny; Aminah, Siti
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha nata de coco adalah termasuk usaha ekonomi kreatif yang unik, karena menggunakan bahan baku/ memanfaatkan  air kelapa yang selama ini tidak banyak digunakan, bahkan hanya dibuang begitu saja oleh para penjual buah kelapa. Selain memberi nilai tambah yang luar biasa pada air kelapa, usaha produksi nata de coco juga untuk mengatasi permasalahan ekonomi keluarga dan sekaligus mengurangi pengangguran dengan menampung tenaga kerja di wilayah kelurahan se kecamatan Genuk.  Salah satu dari dua home industri nata de coco tersebut adalah usaha  dari pengembangan/ difersifikasi usaha perdagangan buah kelapa, dimana dengan usaha baru ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dengan menambah penghasilan keluarga melalui usaha nata de coco ( sari kelapa/ jeli ). Dan berkembangnya usaha nata de coco ini akan dapat membantu program pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan dengan menciptakan lapangan kerja baru dengan usaha pengolahan produk pangan. Dengan dicanangkannya kota Semarang sebagai kota wisata sejak tahun 2012 maka usaha pembuatan ? nata de coco ? ini memiliki prospek yang baik untuk berkembang dan menjadi besar ( prospektif ). Produk dari usaha ini dapat dijadikan oleh-oleh khas kota Semarang bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang singgah di kota Semarang untuk melengkapi oleh-oleh khas kota Semarang yang lainnya, yaitu Wingko Babat, Bandeng Presto dan Lumpia.Home Industri Nata De Coco ?QUEEN? dan Home Industri Nata De Coco ?OASE? menjadi/ sebagai mitra dari program IbM ini, yang mana akan mengikutsertakan 12 ( dua belas ) orang dari dua home industri diatas, baik sebagai pemilik maupun sebagai karyawan, dimana mereka semuanya berpengaruh terhadap suksesnya pengelolaan usaha ini, baik dari segi produksi - menghasilkan produk nata de coco yang berkualitas, maupun aspek modal dan aspek pemasaran yang efektif. Dari produksi nata de coco yang dilakukan selama ini dengan peralatan sederhana menghasilkan produk nata de coco dalam bentuk lembaran besar (  ukuran cetakan penampan ), sehingga hanya bisa dijual kepada produsen nata de coco lain untuk diolahlanjutanya, karena para mitra tidak memiliki peralatan yang lebih lengkap. Padahal secara potensial mereka bisa menghasilkan produk akhir berupa minuman segar dalam kemasan (nata de coco ? sari kelapa ), baik kemasan plastik biasa, maupun kemasan dalam gelas plastik, yang bisa langsung dinikmati oleh konsumen akhir.Tim pengabdian masyarakat UNIMUS dengan program IbM bisa mendampingi home industry nata de coco dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kemampuan bidang produksi agar proses produksi yang dijalani bisa lebih efisien dan efektif, serta secara benar dan hygines sehingga akan dihasilkan produk yang lebih berkualitas dan kapasitas yang meningkat.
EVALUASI KREDIT SAPI POTONG DI KABUPATEN GROBOGAN (EVALUATION OF BEEF CATTLE CREDIT IN GOROBOGAN REGENCY) Mayangsari, Diska; Prasetyo, Edy; Mukson, -
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternak usaha sapi potong di Kabupaten Grobogan banyak memelihara sapi sebagai usaha sampingan. Permasalahan yang terdapat dalam pengembangan usaha sapi potong keterbatasan modal. Tujuan penelitian (i) menganalisis keragaan faktor kredit; (ii) menganalisis kemampuan anggota Kelompok Tani Ternak dalam memenuhi kewajiban pengembalian kredit; (iii) menganalisis pengaruh faktor-faktor kredit terhadap tingkat pengembalian kredit. Penelitian menggunakan metode survai.Rasio rata-rata tingkat pengembalian kredit dari 100 responden anggota Kelompok Tani Ternak penerima kredit ketahanan pangan dan energi adalah 1.1586. Rasio tersebut diperoleh dari perhitungan rata-rata pokok kredit dan bunga yang telah dibayar (Rp. 30.748.073,00) dengan rata-rata pokok kredit dan bunga yang seharusnya dibayar (Rp. 26.635.545,00). Hasil persamaan regresi menunjukkan bahwa pendapatan (X3), jumlah ternak (X4) dan lama beternak (X5) berpengaruh terhadap tingkat pengembalian kredit. Sedangkan pokok kredit (X1), bunga kredit (X2), usia peternak (X6), jumlah tanggungan keluarga (X7) tidak berpengauh tingkat pengembalian kredit.Kata kunci : sapi potong, KKPE, tingkat pengembalian kredit
PENGARUH MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT MAHASISWA MENJADI WIRAUSAHA Hanum, Ayu Noviani
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilihat dari tingkat pendidikan, data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Februari 2013 menunjukkan dari sebanyak 7.170.523 orang pengangguran terdidik, 192.762 orang diantaranya adalah lulusan universitas dan 421.717 orang lulusan akademi (BPS, 2013). Para lulusan diploma dan sarjana ini tidak mungkin akan menjadi pengangguran jika memiliki jiwa entrepreneur. Melihat pesatnya peningkatan minat berwirausaha di kalangan mahasiswa UNIMUS, maka diperlukan penelitian mengenai pengaruh mata kuliah kewirausahaan terhadap minat mahasiswa menjadi wirausaha pada Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).Populasi dalam penelitian ini adalah para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), dan yang menjadi sampel adalah seluruh mahasiswa dari program studi yang memperoleh mata kuliah Kewirausahaan pada semester Genap 2013/2014. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah Purposive Sampling Test. Pengambilan data dilakukan selama bulan Juni 2014. Dari 75 kuesioner yang disebarkan, 55 kuesioner dikembalikan kepada peneliti.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa proses pembelajaran kewirausahaan ini melalui penanaman tentang nilai-nilai, pemahaman, jiwa, sikap dan perilaku menumbuhkan pemikiran dan karakteristik wirausaha dan hal ini mendukung minat mereka menjadi wirausaha. Sebanyak 91% responden merasa memiliki potensi sebagai wirausaha. Responden yang merasa bahwa menjadi wirausahawan adalah pilihan karir yang menjanjikan sebanyak 87,3%. Mayoritas  pilihan karir mahasiswa setelah lulus kuliah adalah bekerja sekaligus membangun usaha adalah sebanyak 82%.Kata kunci : kewirausahaan, minat mahasiswa, wirausaha
PENDUGAAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI KOTA SEMARANG DENGAN METODE SAE Darsyah, Moh Yamin; Maulana, Ujang
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Small area estimation (SAE) dengan teknik pendugaan tak langsung memerlukan asumsi adanya hubungan linier antara rataan area kecil dengan variabel penyerta. Jika tidak ada hubungan linier antara rataan area kecil dan variabel penyerta maka tidak tepat borrowing information dari area lain dengan menggunakan model linier dalam pendugaan tak langsung. Untuk mengatasi hal tersebut dikembangkan pendekatan nonparametrik. Salah satu pendekatan nonparametrik yang digunakan adalah pendekatan Kernel-Bootsrap. Pendugaan tak langsung dengan pendekatan SAE Kernel-Bootsrap digunakan untuk menduga angka jumlah penduduk miskin pada level kecamatan di Kota Semarang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua bagian , yakni Jumlah Penduduk Miskin (Y) sebagai variabel dependen, serta sebagai variabel penyerta yaitu Kepadatan Penduduk (X). Data asli jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di Kecamatan Tugu sebesar 10.933 jiwa, sedangkan hasil pendugaan penduduk miskin dengan metode SAE pada kecamatan Tugu sebesar 12.672 jiwa. Data asli jumlah penduduk miskin terbanyak berada pada Kecamatan Semarang Barat sebesar 43.637 jiwa, sedangkan untuk pendugaan dengan metode SAE pada kecamatan Semarang Barat sebesar 40.453 jiwa.Kata Kunci : SAE, Nonparametrik, Penduduk Miskin
ANALISIS PEMASARAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEMBUDIDAYA BANDENG (Studi Kasus di Desa Tambakbulusan Kecamatan Karangtengah Kabupaten Demak, Jawa Tengah) Ratnasari, Maria Dwi; Setiadi, Agus; Agustini, Tri Winarni
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji saluran pemasaran bandeng meliputi besarnya biaya, keuntungan, margin pemasaran serta efisiensinya, mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pembudidaya bandeng di Kabupaten Demak. Kegiatan dimulai dari bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2014. Kecamatan Karangtengan merupakan salah satu daerah penghasil bandeng di Kabupaten Demak. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara. Data primer dan sekunder. Metode analisis data regersi linier berganda. Hasil penelitian : 1) Berdasarkan sistem pemasaran diperoleh hasil nilai farmer share yang diperoleh dari hasil analisis sebesar 88,57%, 69,56% dan 86,48% dengan ketetapan efisiensi ? 40% harga ditingkat konsumen. Pada nilai margin pemasaran diperoleh Rp 2.000, Rp 7.000 dan Rp 2.500. Nilai efisiensi pemasaran diperoleh nilai sebesar 4,57%; 12,76%; dan 3,78% yang termasuk dalam kategori efisien, serta pola saluran pemasaran bandeng diperoleh tiga pola pemasaran. 2) Berdasarkan analisis uji simultan (uji F) diperoleh hasil bahwa secara serempak variabel yang dihitung dalam model yaitu luas lahan, harga benih, harga pakan buatan, harga pakan alami dan harga tenaga ada pengaruh sangat nyata terhadap jumlah produksi (sig 0,000 < P) dengan koefisien determinasi sebesar 0,913. Hasil regresi pada pengujian hipotesis secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel luas lahan mempunyai nilai positif dan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pendapatan, variabel harga pakan alami dan harga tenaga kerja mempunyai nilai negatif dan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan, sedangkan variabel harga benih dan harga pakan buatan memiliki nilai yang negatif dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan.Kata Kunci : Pemasaran bandeng, Analisis regresi berganda, pendapatan Pembudidaya bandeng
KEPEMILIKAN SAHAM PERBANKAN OLEH ASING SAMPAI 99%, WOW! Murdadi, Bambang
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemberitaan media, muncul wacana dari gedung DPR untuk mengkaji kembali UU yang tidak sesuai dengan kepentingan publik antara lain kepemilikan saham perbankan oleh pemilik asing diperbolehkan sampai 99%. Ketentuan yang membolehkannya adalah Peraturan Pemerintah nomor 29 tahun 1999 tentang pembelian saham bank umum  oleh pihak  asing.  Selain PP tersebut, kepemilikan saham perbankan oleh asing diatur juga dalam PBI No. 14/8/PBI/2012 tahun 2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum yang membolehkan asing memiliki saham lebih dari 40% dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Bagi penggiat nasionalisme tentu akan melihat hal ini sebagai penguasaan perbankan nasional oleh asing, terlebih lagi saat ini bank-bank yang dimiliki asing pangsanya sudah sekitar 40% dari aset perbankan nasional. Perlu diketahui peranan lembaga perbankan sangat penting. Di Indonesia peran lembaga perbankan mencapai lebih dari 80% dari sistem keuangan nasional. Upaya untuk menurunkannya tentu perlu didukung. Namun tetap memperhitungkan dampak yang timbul dari upaya-upaya yang akan ditempuh tersebut.Kata Kunci : Perbankan nasional, Saham asing 99%,Amandemen ketentuan dan Perundang-Undangan.
Pemodelan MGWR Pada Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah Darsyah, Moh Yamin; Wasono, Rochdi; Agustina, Monica Firda
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memodelkan tingkat kemiskinan di Jawa Tengah dengan memasukkan efek spasial. Metode yang digunakan Mixed Geographically Weighted Regression (MGWR). Dalam model MGWR estimasi parameter menggunakan Weighted Least Square (WLS) dengan pembobot fungsi kernel gaussian. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 variabel prediktor yang diduga mempengaruhi tingkat kemiskinan kabupaten/kota di Jawa Tengah yaitu upah minimum kerja (X1), persentase penduduk yang bekerja di sektor pertanian (X2) , pelayanan kesehatan Jamkesmas (X4), persentase rumah tangga yang menggunakan jamban(X6), dan inflasi (X8). Model MGWR memiliki R2 sebesar 73,95% menunjukkan bahwa model mampu menerangkan tingkat keragaman kemiskinan sebesar 73,95%, sisanya 26,05% dipengaruhi variabel lain di luar model dengan nilai AIC 180,49. Tingkat kemiskinan di Jawa Tengah tidak dipengaruhi oleh faktor geografis atau tidak adanya efek spasial. varibel prediktor tersebut mempunyai pengaruh yang hampir sama di setiap kabupaten/kota.Kata Kunci : MGWR, AIC, Tingkat kemiskinan

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2019): Value Added - Manajemen UNIMUS Vol 15, No 1 (2018): Value Added - Manajemen UNIMUS Vol 15, No 1 (2018): Value Added - Manajemen UNIMUS Vol 12, No 2 (2016): Value Added - Manajemen UNIMUS Vol 12, No 1 (2016): Value Added - Manajemen UNIMUS Vol 11, No 1 (2015): Value Added - Manajemen UNIMUS Vol 11, No 2 (2015): Value Added - Manajemen Unimus Vol 11, No 1 (2015): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 9, No 2 (2013): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 9, No 2 (2013): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 9, No 1 (2012): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 8, No 2 (2012): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 9, No 1 (2012): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 8, No 2 (2012): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 8, No 1 (2011): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 7, No 2 (2011): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 8, No 1 (2011): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 7, No 2 (2011): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 7, No 1 (2010): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 6, No 2 (2010): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 7, No 1 (2010): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 6, No 2 (2010): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 6, No 1 (2009): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 5, No 2 (2009): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 6, No 1 (2009): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 5, No 2 (2009): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 5, No 1 (2008): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 4, No 2 (2008): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 5, No 1 (2008): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 4, No 2 (2008): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 4, No 1 (2007): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 3, No 2 (2007): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 4, No 1 (2007): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 3, No 2 (2007): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 3, No 1 (2006): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 2, No 2 (2006): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 3, No 1 (2006): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 2, No 2 (2006): Vallue Added - Manajemen Unimus Vol 2, No 1 (2005): Vallue Added - Manajemen UNIMUS Vol 2, No 1 (2005): Vallue Added - Manajemen Unimus More Issue