cover
Filter by Year
VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS
ISSN : -     EISSN : -
Articles
104
Articles
IPTEKS BAGI MASYARAKAT KELOMPOK USAHA MAKANAN KECIL

Iriyanto, Setia

VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 2 (2015): Value Added - Manajemen Unimus
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

UKM, termasuk usaha makanan kecil mengalami permasalahan tentang keterbatasan kemampuan dan ketrampilan sumberdaya manusia dalam produksi dan pemasaran, serta leterbatasan tentang permodalan, sehingga diperlukan peran dari berbagai pihak untuk membantu dalam pemecahan masalah tersebut. Oleh karena itu Tim Pengabdian Masyarakat UNIMUS perlu mendampingi dan membantu 30 (tiga puluh) orang/ usaha makanan kecil di Semarang yang tergabung dalam  Kelompok / Asosiasi  Cipta Boga Mandiri (CBM), dengan diberikan penyuluhan dan pelatihan serda pendampingan, baik dari tim pengabmas (motivasi, penyuluhan peengolahan produksi secara hygienes, perawatan peralatan, pembukuuan/ akuntansi UKM, strateg/ pendampingan pemasaran), tenaga ahli di lingkungan UNIMUS ( Ahli Boga : snack yang variatif dengan potensi bahan baku lokal/ tradisional) , dari instansi terkait ( Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPRS ASB, PT Sriboga) dan mitra II (Pedagang/ pengusaha pemasaran),  serta memberi bantuan peralatan Mesin Spiner, Mesin Vacum Sealer dan Mesin Mixer Industri. Hasil yang diperoleh adalah para usaha makanan kecil memahami dan mampu memproduksi produk makanan kecil (snack) dengan mengenal jenis/ tingkatan kualitas bahan baku dan proses produksi yang hygienes, sehingga diharapkan akan dhasilkan produk yang meningkat secara lebih berkualitas dan kuantitas dengan  memenuhi standar kelayakan produk dan hygens, serta lebih bervariatif jenis produk yang sedang disukai/ tren di masyarakat, para pengusaha juga meningkatkan kemampuan mengelola usaha dari sisi organisasi dengan pengurusan perijinan SIUP, PIRT, dll, serta sisi pembukuuan (akuntansi UKM) dan pemasaran produk dengan meningkatnya kualitas/kuantitas produk dan pengemasan labeling,Kata kunci : ukm, hygienes, kualitas produk.

PENEGAKAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Sarono, Agus

VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 2 (2015): Value Added - Manajemen Unimus
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini menyajikan tentang penegakan hukum dalam perspektif hukum Islam. Dalam penegakan hukum di Indonesia pendekatan yang digunakan kebanyakan adalah pendekatan KUHP yang merupakan warisan kolonial belanda namun hasilnya kurang optimal. Oleh karena itu penting kiranya melakukan pendekatan hukum Islam sebagai alternatif. Di dalam hukum Islam  tindak pidana korupsi masuk dalam ranah hukuman ta’zir sehingga ulil amri dapat berijtihad untuk menentukan jenis hukuman bagi koruptor. Korupsi dimasukkan dalam hukuman ta’zir karena memiliki sifat yang khas berbeda dengan tindak kejahatan yang telah ada dalam hukum Islam sehingga Ulil Amri berwenang menentukan jenis hukumannya dengan berijtihad. Kata kunci : penegakan hukum, perspektif hokum Islam

HARMONISASI TANTANGAN HUKUM INDONESIA DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Hartono, Djoko Setyo

VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 2 (2015): Value Added - Manajemen Unimus
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kesepakatan tentang Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan kesepakatan antar pemimpin negara di kawasana Asean dengan melihat adanya potensi ekonomi dan potensi pasar yang besar, yang diharapkan akan memberikan manfaat bagi sepuluh anggota negara Asean. Kesepakatan ini akan mulai berlaku pada akhir tahun 2015. Oleh karenya perlu didukung secara sungguh-sungguh dari semua negara anggota Asean. MEA yang merupakan bagian dari kesepakatan yang lain berupa kesepakatan membentuk masyarakat sosiokultural Asean dan masyarakat pertahanan Asean, yang harus menjadi perhatian serius semua pihak termasuk didalamnya pihak pemerintah Indonesia. Masih adanya  kesepakatan internasional yang belum di tindaklanjuti dengan kebijakan hukum nasional maupun perundang-undangan. Kendala lain berupa belum optimalnya sosialisasi ke instansi dan para pelaku bisnis didalam negeri. Tantangan yang timbul dari kesepakatan MEA yaitu kemungkinan akan banyak terjadi sengketa bisnis diantara para pelaku bisnis antar  negara. Hal ini bisa saja terjadi dikarenakan masih ada perbedaan hukum dalam penyelesaian sengketa antar negara Asean. Bila sebelumnya penyelesaian permasalahan antar negara Asean dengan cara konsensus atau yang sering disebut the Asean Way. Maka pada era sekarang ini perlu ketegasan dalam perlindungan hukum. Dengan tidak  melupakan perlidungan hukum bagi para investor dari luar kawasan Asean. Oleh karena itu perlunya harmonisasi  hukum di antara hukum nasional yang berlaku dinegara masing-masing di kawasan Asean.                     Kata kunci : The Asean Way, Asean Economic Comunity

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI, KEMAMPUAN DIRI DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP NIAT MENGGUNAKAN SOFTWARE MYOB PADA LEMBAGA KURSUS DI KOTA SEMARANG

Ardi, Bagus Kusuma

VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 2 (2015): Value Added - Manajemen Unimus
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Persepsi, kemampuan diri dan Dukungan Teknologi Terhadap Niat menggunakan Software MYOB Pada Lembaga Pendidikan Kursus Di Kota Semarang. Pengujian Hipotesis diketahui bahwa nilai t hitung untuk Persepsi (X1) - 1,204 < t tabel 1,9842 dan tingkat signifikansi 0,232 > 0,05 (tidak signifikan) dengan ?1­­= -0,101 artinya Persepsi (X1) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap Niat (Y), maka hipotesa 1 ditolak. t hitung untuk Kemampuan Diri (X2) 5,104 > t tabel 1,9842 dan tingkat signifikansi 0,000<0,05 (signifikan) dengan ?2 = 0,476 artinya Kemampuan Diri (X2) berpengaruh positif signifikan terhadap Niat (Y), maka hipotesa 2 diterima. t hitung untuk Dukungan Teknologi (X3) 4,999 > t tabel 1,9842 dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 (signifikan) dengan ?3 = 0,458 artinya Dukungan Teknologi (X3) berpengaruh positif signifikan terhadap Niat (Y), maka hipotesa 3 diterima. Kata Kunci : Persepsi, Kemampuan Diri, Teknologi, Niat

ESTIMASI PENGELUARAN PER KAPITA DI KABUPATEN REMBANG DENGAN PENDEKATAN SAE-NONPARAMETRIK

Suprayitno, Iswahyudi Joko, Darsyah, Moh Yamin, -, Budiharto

VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 2 (2015): Value Added - Manajemen Unimus
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Small  Area Estimation (SAE) merupakan suatu teknik statistika untuk menduga parameter-parameter subpopulasi yang ukuran sampel nya kecil. Teknik pendugaan ini “borrowing information” memanfaatkan data dari domain besar (seperti data sensus data susenas) untuk menduga variabel yang menjadi perhatian pada domain yang lebih kecil yang selanjutnya dikenal pendugaan tidak langsung.  Pendugaan langsung tidak mampu memberikan ketelitian yang cukup bila ukuran sampel dalam area kecil, sehingga statistik yang dihasilkan akan memiliki varian yang besar atau bahkan menghasilkan pendugaan yang bias. Penelitian SAE diaplikasikan untuk memetakan Pengeluaran Per kapita di Kabupaten Rembang dimana variabel kepadatan penduduk berperan signifikan dalam mempengaruhi pengeluaran per kapita daerah. Kecamatan Rembang merupakan kecamatan dengan pengeluaran per kapita tertinggi di Kabupaten Rembang  sedangkan kecamatan yang memiliki pengeluaran per kapita terendah di Kecamatan Sumber. Kata kunci : Small Area Estimation, Nonparametrik, Pengeluaran Per kapita

IbM BUDIDAYA LELE DAN ANEKA PRODUK OLAHANYA

Iriyanto, Setia

VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 2 (2015): Value Added - Manajemen Unimus
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Usaha di bidang budidaya ikan lele dan pengolahan aneka produk dari lele adalah salah satu pilihan yang bisa dilaksanakan oleh kebanyakan pemula, alasan yang bisa dikemukakan adalah  ikan lele mudah dibudidayakan dan termasuk ikan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, berbagai olahan yang berasal dari lele juga sangat banyak ditemukan di berbagai daerah di desa maupun kota, dan yang paling terkenal adalah lele penyet. Permasalahan yang dihadapi para mitra adalah kurangnya kesamaan pengetahuan dan motivasi berwirausaha, serta ketrampilan usaha di bidang budidaya ikan lele dan usaha pengolahan aneka produk dari, lele serta kebutuhan peralatan produksi dan peralatan pendukung, yaitu kolam ikan, baik berupa kolam dengan terpal, maupun kolam dengan tembok/semen, indukan lele untuk pembibitan, benih lele untuk pembesaran, mesin pendorong cetak sosis, mesin presto, blender daging. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka tim pengabmas UNIMUS akan melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan dan praktek usaha budidaya ikan leledan pengolahan produk dari leledan pemberian bantuan peralatan usaha, serta pendampingan usaha. Target dan luaran dari program ini terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Budidaya ikan lele dan KUBE Pengolahan Aneka Produk/Makanan dari lele, yang menghasilkan produk lele dengan berbagai ukuran,  aneka produk dari lele: nuget, sosis, dll. Kata Kunci: wirausaha ikan lele, aneka produk olahan.

Manajemen Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Muhammadiyah Berbasis Budaya Organisasi melalui Implementasi Teori Z

Wasono, Rochdi, -, Soesanto, -, Samsudi, Sutarto, Joko

VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 2 (2015): Value Added - Manajemen Unimus
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Muhammadiyah sebagai suatu organisasi memiliki budaya organisasi yang kuat. Peningkatan Sumber Daya Manusia Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah mutlak dilakukan berlandaskan nilai-nilai organisasi Muhammadiyah.  Upaya PTM adalah bagaimana dengan budaya organisasi yang dimiliki tersebut dengan strategi yang tepat menjadikan Sumber Daya Manusia  yang berkualitas dan berkarakter berlandaskan nilai Muhammadiyah. Kajian bidang SDM pada tulisan ini difokuskan pada faktor yang mendukung  untuk internalisasi nilai-nilai budaya. Proses internalisasi diperlukan 3 unsur pokok yang saling menunjang, yaitu: lingkungan kondusif, kepemimpinan dan keteladanan. Lingkungan kondusif dapat dibentuk melalui implementasi Teori Z di bidang pendidikan dengan memperhatikan 6 unsur sebagai berikut: kepercayaan, motivasi diri, sistem reward, pelatihan peningkatan skill, kontrol dan pengambilan keputusan bersama dan pembelajaran yang berkualitas. Kata kunci: Internalisasi Nilai, Lingkungan Kondusif, Teori Z

ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA (API) ROADMAP ‘TAK BERUJUNG”

Murdadi, Bambang

VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 2 (2015): Value Added - Manajemen Unimus
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dicanangkan Bank Indonesia pada tahun 2004 merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan yang sehat, kuat dan efisien demi terciptanya kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional Program direncanakan dapat diimplementasikan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun sejak dicanangkannya. Program  API meliputi 6(enam) pilar bertujuan untuk mewujudkan : Struktur Perbankan yang Sehat, Sistem Pengaturan yang Efektif, Sistem Pengawasan yang Independen dan Efektif, Industri Perbankan yang Kuat,  Infrastruktur Pendukung yang Mencukupi dan Perlindungan Konsumen. Setelah lebih dari 10 tahun program berjalan, apakah saat ini sudah sesuai dengan arah yang dicita-citakan tersebut. Dari indikator yang ada antara lain dari sisi besarnya aset dan permodalan, nampaknya masih belum optimal dan masih memerlukan upaya yang lebih keras lagi  apabila ukurannya adalah pesaing dikawasan ASEAN.Kata kunci : Arsitektur Perbankan Indonesia (API), bank sehat, aset dan permodalan bank

IPTEKS BAGI MASYARAKAT ( IbM ) HOME INDUSTRI NATA DE COCO ( SARI KELAPA)

Iriyanto, Setia, Winaryati, Eny, Aminah, Siti

VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Vallue Added - Manajemen Unimus
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Usaha nata de coco adalah termasuk usaha ekonomi kreatif yang unik, karena menggunakan bahan baku/ memanfaatkan  air kelapa yang selama ini tidak banyak digunakan, bahkan hanya dibuang begitu saja oleh para penjual buah kelapa. Selain memberi nilai tambah yang luar biasa pada air kelapa, usaha produksi nata de coco juga untuk mengatasi permasalahan ekonomi keluarga dan sekaligus mengurangi pengangguran dengan menampung tenaga kerja di wilayah kelurahan se kecamatan Genuk.  Salah satu dari dua home industri nata de coco tersebut adalah usaha  dari pengembangan/ difersifikasi usaha perdagangan buah kelapa, dimana dengan usaha baru ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dengan menambah penghasilan keluarga melalui usaha nata de coco ( sari kelapa/ jeli ). Dan berkembangnya usaha nata de coco ini akan dapat membantu program pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan dengan menciptakan lapangan kerja baru dengan usaha pengolahan produk pangan. Dengan dicanangkannya kota Semarang sebagai kota wisata sejak tahun 2012 maka usaha pembuatan “ nata de coco “ ini memiliki prospek yang baik untuk berkembang dan menjadi besar ( prospektif ). Produk dari usaha ini dapat dijadikan oleh-oleh khas kota Semarang bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang singgah di kota Semarang untuk melengkapi oleh-oleh khas kota Semarang yang lainnya, yaitu Wingko Babat, Bandeng Presto dan Lumpia.Home Industri Nata De Coco “QUEEN” dan Home Industri Nata De Coco “OASE“ menjadi/ sebagai mitra dari program IbM ini, yang mana akan mengikutsertakan 12 ( dua belas ) orang dari dua home industri diatas, baik sebagai pemilik maupun sebagai karyawan, dimana mereka semuanya berpengaruh terhadap suksesnya pengelolaan usaha ini, baik dari segi produksi - menghasilkan produk nata de coco yang berkualitas, maupun aspek modal dan aspek pemasaran yang efektif. Dari produksi nata de coco yang dilakukan selama ini dengan peralatan sederhana menghasilkan produk nata de coco dalam bentuk lembaran besar (  ukuran cetakan penampan ), sehingga hanya bisa dijual kepada produsen nata de coco lain untuk diolahlanjutanya, karena para mitra tidak memiliki peralatan yang lebih lengkap. Padahal secara potensial mereka bisa menghasilkan produk akhir berupa minuman segar dalam kemasan (nata de coco – sari kelapa ), baik kemasan plastik biasa, maupun kemasan dalam gelas plastik, yang bisa langsung dinikmati oleh konsumen akhir.Tim pengabdian masyarakat UNIMUS dengan program IbM bisa mendampingi home industry nata de coco dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kemampuan bidang produksi agar proses produksi yang dijalani bisa lebih efisien dan efektif, serta secara benar dan hygines sehingga akan dihasilkan produk yang lebih berkualitas dan kapasitas yang meningkat.

EVALUASI KREDIT SAPI POTONG DI KABUPATEN GROBOGAN (EVALUATION OF BEEF CATTLE CREDIT IN GOROBOGAN REGENCY)

Mayangsari, Diska, Prasetyo, Edy, Mukson, -

VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS Vol 11, No 1 (2015): Vallue Added - Manajemen Unimus
Publisher : VALUE ADDED | MAJALAH EKONOMI DAN BISNIS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Peternak usaha sapi potong di Kabupaten Grobogan banyak memelihara sapi sebagai usaha sampingan. Permasalahan yang terdapat dalam pengembangan usaha sapi potong keterbatasan modal. Tujuan penelitian (i) menganalisis keragaan faktor kredit; (ii) menganalisis kemampuan anggota Kelompok Tani Ternak dalam memenuhi kewajiban pengembalian kredit; (iii) menganalisis pengaruh faktor-faktor kredit terhadap tingkat pengembalian kredit. Penelitian menggunakan metode survai.Rasio rata-rata tingkat pengembalian kredit dari 100 responden anggota Kelompok Tani Ternak penerima kredit ketahanan pangan dan energi adalah 1.1586. Rasio tersebut diperoleh dari perhitungan rata-rata pokok kredit dan bunga yang telah dibayar (Rp. 30.748.073,00) dengan rata-rata pokok kredit dan bunga yang seharusnya dibayar (Rp. 26.635.545,00). Hasil persamaan regresi menunjukkan bahwa pendapatan (X3), jumlah ternak (X4) dan lama beternak (X5) berpengaruh terhadap tingkat pengembalian kredit. Sedangkan pokok kredit (X1), bunga kredit (X2), usia peternak (X6), jumlah tanggungan keluarga (X7) tidak berpengauh tingkat pengembalian kredit.Kata kunci : sapi potong, KKPE, tingkat pengembalian kredit