cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 2 (2013)" : 14 Documents clear
APLIKASI PRAKSIS MODEL TPR DALAM PEMEROLEHAN BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI Yuniarti, Yeyen
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The importance of knowing a suitable teaching method and a process of first language acquisition could help the early learners of second language to acquire and explore an English language in kindergardens. Actually, first language acquisition needs interaction to communicate naturally by gradual phases based on the early child’s cognitive level and language system such as syntaxes, fonetics, morphology and pragmatics by doing imitation of the utterances. Based on the experts on how the children learn first language, the acquisition of first language comes through listening and speaking. So, in learning second language is also focused on listening initially, then speaking. Therefore, the suitable method of learning English language is Total Physical Response (TPR). TPR adopts learners to listen and speak first by using command in verbal, speech and action where the learners will imitate to reproduce words as what teacher says, and the learners like to act everywhere because early learners has a limited attention span. TPR is a fun model to avoid learners’ boredness and to give motivation. Finally, the teacher has an important role as an active actor. Keywords: acquisition, Total Physical Response (TPR)
ANALISIS DEIKSIS TUTURAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH Shafira, Maya
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is describing about the use of deixis on the teachers’ speech in learning of the State Elementary School 16 Banda Aceh. Specifically, the problems of this research are (1) how does the use of person deixis on the teachers’ speech in learning, (2) how does the use of spatial deixis on the teachers’ speech in learning, and (3) how does the use of temporal deixis on the teachers’ speech in learning. The data of the research was the teachers’ speech containing the deixis, such as a person deixis, a spatial deixis, and a temporal deixis during the learning process at the class. The data collection was carried out by using an observation technique. Data analysis was conducted by identifying data, classfying data, analyzing data, and taking decision. The research results was classified into three groups: the use of person deixis, the use of spatial deixis, and the use of temporal deixis. Firstly, person deixis found on the teachers’ speech consist of the first singular person, the first plural person, the second singular person, the second plural person, and the third singular person. The first singular person, includes the form of greetings Ibu, Ibu Ani, and Bu Ani, the first plural person is kita. Besides, kita was also used to refer to the second singular and plural person. The second singular person, includes the form of kamu and greeting Nak. Apart from using as the second singular person, kamu and greeting Nak was also used to refer to the second plural person. The second plural person was in the form of kalian. The third singular person, includes dia, attachment form -nya, and the greeting forms Ibu itu and Bu Cut. Form -nya, was not only used as the second plural person, but also as the second singular and plural person. Secondly, the spatial deixis found on the teachers’ speech, includes ini, sini, di sini, itu, di situ, ke situ, di sana, ke sana, kemari, and ke belakang. Third, temporal deixis found on the teachers’ speech, includes nanti, sebentar, sebentar lagi, sekarang, besok, besok-besok, dari tadi, tadi, hari ini, kemarin, lusa, tahun yang kemarin, kemarinnya dulu, and kemarin dulu. Kata kunci: deiksis, tuturan guru, dan pembelajaran
POTRET KEHIDUPAN MASYARAKAT MISKIN DI DAERAH PERKOTAAN (Studi Kasus di Gampong Pineung Kota Banda Aceh) Yunus, Muhammad
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potret kehidupan masyarakat miskin yang ada di daerah perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, jenis studi kasus. Studi kasus dalam penelitian ini menggunakan studi kasus pada satu Gampong yang ada di Kota Banda Aceh. Hasil penilitian menunjukkan bahwa kemiskinan masih melanda kehidupan masyarakat diperkotaan. Masyarakat perkotaan masih memperlihat potret kehidupan yang masih belum layak; masih ada rumah masyarakat yang kurang layak huni, masih ada keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, masih ada masyarakat menetap yang pendapatan perkapita dibawah UMR Kota Banda Aceh, masih banyak penduduknya bekerja sebagai buruh, tukang, yang pekerjaan tidak didasarkan keahlian. Kondisi masyarakat miskin yang ada ternyata dikarenakan masih banyak penduduk asli atau pribumi yang masih dikatogorikan miskin, yang disebabkan oleh rendahnya jenjang pendidikan, kemampuan dan keterampilan yang belum dapat dijadikan sebagai modal untuk memperbaiki kehidupannya. Kata kunci: protret masyarakat miskin, daerah perkotaaan
WHAT FACTORS INFLUENCE THE USE OF FORMAL AND INFORMAL LANGUAGE IN DAILY COMMUNICATION? -, Sarair
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam berkomunikasi sehari-hari kita menggunakan bahasa baik secara formal maupun informal sesuai dengan situasi, kondisi, lawan bicara serta tempat dimana kita berada. Bahasa formal biasanya digunakan pada acara-acara formal dan bahasa tidak formal digunakan pada saat kita berbicara dengan teman atau sahabat dekat. Penggunaan bahasa formal dan tidak formal tidak dapat dilakukan sekehendak hati kita karena dapat menyebabkan konflik dengan lawan bicara. Tulisan ini akan mengemukakan faktor-faktor seseorang menggunakan bahasa formal dan informal dalam percakapan sehari-hari dan juga kebanggan mereka dalam menggunakan bahasa formal dan informal, yaitu covert dan overt prestige. Juga penyesuaian bahasa yang digunakan agar dapat memperkecil jarak atau mengeratkan hubungan antara si pembicara dan lawan bicara.  Kata kunci: bahasa formal dan informal, gengsi yang tersembunyi atau tampak, komunikasi 
FILSAFAT IDEALISME DAN REALISME: SUATU PERSPEKTIF PENDIDIKAN -, Saiful
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran filsafat Idealisme merupakan suatu aliran filsafat yang mengagungkan jiwa. Pertemuan antara jiwa dan cita melahirkan suatu angan-angan, yaitu dunia idea. Pokok pemikiran Idealisme ialah (1) menyakini adanya Tuhan sebagai ide tertinggi dari kejadian alam semesta ini. (2) Dunia adalah suatu totalitas, suatu kesatuan yang logis dan bersifat spiritual. (3) Kenyataan sejati ialah bersifat spiritual (4) Idealisme berpendapat bahwa manusia menganggap roh atau sukma lebih berharga dan lebih tinggi dari pada materi bagi kehidupan manusia. (5) Idealisme menganggap bahwa pengetahuan adalah sesuatu yang muncul dan terlahir dari kejadian di dalam jiwa manusia. (6) Menurut idealisme, tujuan pendidikan untuk menciptakan manusia yang berkepribadian mulia dan memiliki taraf kehidupan rohani yang lebih tinggi dan ideal serta memiliki rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Aliran filsafat realisme adalah suatu aliran filsafat yang memandang bahwa dunia materi sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Dunia ini mempunyai hakikat realitas terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani. Pokok pemikiran realisme yaitu (1) pengetahuan adalah gambaran atau kopi yang sebenarnya dari apa yang ada dalam alam nyata. Hal ini tidak ubahnya seperti sebuah gambar hasil lensa kamera yang merupakan representasi dari gambar aslinya. (2) Suatu teori dianggap benar bila memang riil, dan secara subtantif ada, dan memang benar, bukan menyajikan fiksi. (3). Konsep filsafat menurut realisme adalah Metafisika-realisme, Humanologi-realisme; Epistemologi-realisme, Aksiologi-realisme. (4) Hakikat realitas adalah terdiri atas dunia fisik dan dunia rohani. (5) Pendidikan lebih dihargai dari pada pengajaran sebab pendidikan mengembangkan semua kemampuan manusia  Kata kunci: idealisme, realisme, dan pendidikan
WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN PEMBAYARAN TELEPON RUMAH (Suatu Penelitian pada PT Telkom Banda Aceh) -, Fadhullah
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata menegaskan bahwa “semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”. Namun, dalam kenyataannya,  pemutusan sambungan  telepon rumah secara sepihak  oleh PT Telkom yang merugikan pelanggan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab pemutusan  telepon rumah oleh  PT Telkom, bentuk wanprestasi  dan upaya yang ditempuh para pihak apabila terjadi perselisihan akibat pemutusan  telepon. Untuk memperoleh data yang bersifat teoritis  dilakukan penelitian kepustakaan, sedangkan penelitian lapangan melalui wawancara dengan responden dan informan.      Hasil penelitian menunjukkan    faktor penyebab  pemutusan  telepon rumah oleh  PT Telkom adalah akibat  pelanggan  tidak melaksanakan  pembayaran telepon.   Bentuk wanprestasi yang dilakukan  pelanggan adalah tidak melakukan pembayaran sesuai dengan perjanjian. Upaya upaya yang ditempuh para pihak apabila terjadi perselisihan, langsung mengajukan komplain  ke customer service PT Telkom. Disarankan kepada pelanggan agar mempelajari dahulu isi perjanjian. Kepada para pihak agar dapat menempuh jalur penyelesaian yang terbaik. Kepada pemerintah agar dapat mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan  perjanjian baku  dalam pelaksanaannya cenderung merugikan pelanggan.                                        Kata kunci: Wanprestasi, pelanggan, dan PT Telkom
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR -, Raihani
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the institutions that society is always associated with the clinic, each institution has always wanted to be the best by the community, as well as health centers Blang Bintang district of Aceh Besar district. The higher and better the service given employee, the higher the public interest in the health center services, and the better the welfare of the public health. So the point of balance that benefits both parties can be realized. The problem of this research is how the publics perception of health center services Blang Bintang district of Aceh Besar district. This study uses a quantitative approach. Type of research is a descriptive study. The research was conducted at Blang Bintang district of Aceh Besar district. Population in this research is all the people in the District of Blang Bintang ever treated three times at Blang Bintang Health Center is spread across 26 villages. While the sample is as many as 50 people. Sampling was done by cluster sampling (ie taking a few clusters of the population at random, then take it all or partly elements of each clump is chosen to be sampled). Data collection techniques such as library research and field research in the form of questionnaires and interviews. Data processing techniques used are descriptive statistics (percentages). Research results show that the publics perception of health center services Bintang district of Aceh Besar regency star overall was 4.28. With reference to the opinion Ruaida (in chapters in point 3.4) then this figure can be categorized into the very good category. Thus we can conclude that the publics perception of health center services Blang Bintang district of Aceh Besar district is very good. Key words: public perception, care, health center
PEMBERDAYAAN KEMAMPUAN BERPIKIR METAKOKNITIF MELALUI PEMBELAJARAN READING QUESTIONING AND ANSWERING PADA MATAKULIAH TAKSONOMI TUMBUHAN -, Hasanuddin
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu mendasar  perlunya dosen  untuk mengajarkan berpikir  adalah karena banyaknya mahasiswa yang tidak mampu  mengaplikasikan  pengetahuan yang diperoleh  ke dunia nyata. Mengajarkan mahasiswa berpikir  metakognitif  menjadi  penting dalam era  informasi dan globalisas agar mampu menjaring informasi yang penting dan yang tidak relevan.  Pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) sarat dengan upaya pemberdayaan kesadaran metakognitif secara sistematis dan terencana. Sintaks pembelajaran RQA yakni membaca (Reading), membuat pertanyaan substansial (Questioning) kemudian menjawabnya sendiri (Answering) adalah termasuk kegiatan yang memberdayakan kesadaran dan keterampilan  metakognitif, yaitu: strategi perencanaan, strategi monitoring, dan strategi evaluasi.  Strategi metakognitif tersebut diaplikasi secara luas pada situasi yang berbeda. Batasan matakuliah taksononomi tumbuhan adalah: pencirian, identifikasi, klasifikasi, dan tatanama. Semua aspek tersebut akan dapat dipahami dengan baik jika mahasiswa mampu menggunakan strategi belajar metakognitif.  Kata kunci: berpikir metakognitif, pembelajaran RQA, taksonomi tumbuhan
PERSEPSI SISWA TERHADAP GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM ACEH BESAR -, Amrusi
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap guru  dalam proses pembelajran ekonomi di SMAN 1 Baitussalam Aceh besar, yang meliputi: 1). Persepsi siswa terhadap guru dalam menyampaikan materi pelajaran, 2). Persepsi siswa terhadap guru dalam menggunakan metode dan media pembelajaran, dan 3).Persepsi siswa dalam menutup serta mengevaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 1 Baitussalam Aceh Besar yang berjumlah 209, dan yang dijadikan  sampel sebanyak 50 orang. Sampel diambil siswa kelas X1 dan kelas X2 masing-masing 25 orang  yang penentuan kelas sampel dilakukan dengan cara undian. Teknik pengumpulan data dengan  menyebarkan kuesioner kepada 50 orang siswa, dan observasi. Setelah data terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan rata-rata dari setiap item pertanyaan, dan kemudian skor rata-rata dikelompokkan dalam kategori sangat baik, baik, cukup, kurang baik dan tidak baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru ekonomi dalam menyampaikan materi pembelajaran dinilai baik oleh siswa dengan skor rata-rata sebesar 4,25 Kinerja tersebut meliputi kegiatan antara lain, guru melakukan apersepsi, menjelaskan materi, mengelola kelas,  menjawab pertanyaan, menciptakan suasana kelas yanh aktif,  dan lain-lain. Demikian pula dalam  menggunakan metode dan media pembelajaran, mengevaluasi dan menutup pembelajaran juga dikatagorikan baik dengan nilai rata-rata masing-masing sebesar, 3,92 dan 3,53.                  Kata kunci: persepsi siswa, proses pembelajaran ekonomi
IMPLIKASI MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH DAN PROFESIONAL GURU Ar, Muniarti
Mentari Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan manajemen pendidikan berbasis sekolah (MBS) di lingkungan persekolahan telah melakukan berbagai terobosan agar sekolah mandiri dan mampu menyerap aspirasi stakeholder pendidikan. Profesional personil sekolah merupakan salah satu ciri kemandirian  sekolah. Guru sebagai personil yang berhadapan langsung dengan peserta  didik dituntut mampu melaksanakan tugas-tugas sebagai pendidik, pengajar, dan pelatih peserta didik. Tugas guru yang kompleks sesuai dengan tuntutan zaman menuntut profesional guru. Guru harus memiliki komitmen yang jelas dengan tugasnya karena MBS mensyaratkan adanya pemuasan dan pemenuhan keinginan stakeholder pendidikan tersebut. Dalam melakukan tugas profesionalnya, MBS menuntut guru agar dapat memahami kurikulum secara konsisten agar target pembelajaran tercapai. Profesional guru merupakan suatu kebutuhan dalam implementasi MBS. sebab guru yang memiliki profesionalitas akan mampu menjabarkan semua peran kependidikan yang dilakukannya. Peran guru dalam proses pendidikan di sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian sekolah.Kedudukan guru dalam konteks manajemen berbasis sekolah, sebagai bagian dari implementasi desentralisasi pendidikan, menjadi krusial agar stakeholder pendidikan merasakan arti dari kepercayaan dan keyakinannya dalam memilih sebuah sekolah. 

Page 1 of 2 | Total Record : 14