Jurnal Rekayasa Sistem Industri
ISSN : -     EISSN : -
Articles 162 Documents
Panduan Penulisan di Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Penyunting, ~

Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

File ini berisi panduan penulisan gaya selingkung di Jurnal Rekayasa Sistem Industri.

Penggunaan Metode Analytic Network Process (ANP) dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku Kertas pada PT Mangle Panglipur

Alfian, ~, Sandy, Ignatius, Fathurahman, Hanif

Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PT Mangle Panglipur adalah perusahaan yang menerbitkan majalah berbahasa Sunda dimulai21 November 1957. Dalam menerbitkan majalah, dibutuhkan bahan baku yaitu kertas untuk bagiandalam majalah. Dalam memilih supplier yang memasok kertas, perusahaan tersebut menerapkancara yang konvensional. Proses pemilihan supplier yang tidak tepat akan berdampak padapenjualan dari perusahaan karena berhubungan dengan proses produksi dan juga produk yangakan dijual nantinya. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam memilih supplier. Dalam prosespengambilan keputusan untuk memilih supplier, harus diperhatikan faktor-faktor (kriteria) yangsatu sama lainnya mungkin saling terkait. Metode Analytic Network Process (ANP) merupakanmetode pengambilan keputusan dengan banyak kriteria yang saling terkait. Permasalahan inidirepresentasikan dalam sebuah sistem dengan ketergantungan (dependence) dan feedback.Keterkaitan yang terdapat pada metode ANP adalah keterkaitan dalam satu set elemen (node comparison)dan keterkaitan terhadap elemen yang berbeda (cluster comparison). Penggunaan metodeANP akan menghasilkan bobot nilai prioritas pada seluruh elemen yang terdapat dalam sistempengambilan keputusan. Dari penelitian yang telah dilakukan di PT. Mangle Panglipur terdapat 4kriteria pertimbangan yang terdiri dari 12 sub-kriteria, dan 3 alternatif pilihan. Berdasarkan darihasil pengolahan data, alternatif supplier CV Karya Jaya terpilih sebagai alternatif supplier terbaikdengan nilai bobot tertinggi sebesar 0,158 kemudian CV Makmur Jaya dengan 0,145 dan CV SinarJaya sebesar 0,134. Maka dari itu, alternatif supplier Karya Jaya merupakan alternatif supplierterbaik bagi pihak perusahaan.

Model Penjadwalan Matakuliah Secara Otomatis Berbasis Algoritma Particle Swarm Optimization (PSO)

Wati, Dwi Ana Ratna, Rochman, Yuli Agusti

Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penjadwalan mata kuliah merupakan pekerjaan rutin yang selalu dilakukan setiap institusipendidikan pada awal semester. Penjadwalan tersebut menjadi sebuah pekerjaan yang rumitdikarenakan persoalan penjadwalan merupakan masalah kombinatorial yang memiliki batasanbatasanyang harus dipenuhi. Batasan tersebut terbagi ke dalam batasan mutlak yang harusdipenuhi seperti ketersediaan ruang kelas dan kapasistasnya, ketersediaan dosen, serta mahasiswadan batasan lunak seperti preferensi dosen dalam memilih waktu mengajar. Solusi terbaik daripersoalan penjadwalan tersebut adalah sebuah jadwal yang mampu mengoptimalkan penggunaanberbagai sumber daya pembelajaran seperti ruang kelas, pengajar/dosen, mahasiswa danmemenuhi peraturan yang berlaku pada sebuah kurikulum. Pada penelitian ini dirancang sebuahmodel penjadwalan mata kuliah secara otomatis berbasis algoritma Particle Swarm Optimization(PSO). Model penjadwalan otomatis ini bertujuan menghasilkan jadwal yang memenuhi semuabatasan mutlak dan meminimalkan total aktivasi batasan lunak berupa preferensi dosen. Kandidatsolusi berupa partikel pada algoritma PSO, merepresentasikan posisi sebuah mata kuliah padasuatu tabel jadwal. Setiap kondidat solusi memiliki nilai biaya yang merupakan jumlah dariaktivasi batasan mutlak dan batasan lunak. Populasi partikel dibangkitkan di awal iterasi danpada setiap iterasi, partikel-partikel tersebut memperbaiki posisinya menuju posisi terbaik, yaituposisi optimum sebuah mata kuliah pada tabel jadwal. Proses ini dilakukan untuk setiap matakuliah yang akan dijadwalkan, sehingga diperoleh sebuah jadwal yang utuh. Berdasarkan hasilpercobaan, model penjadwalan mata kuliah berbasis algoritma PSO dapat melakukan tugaspenjadwalan secara otomatis dan menghasilkan solusi yang memenuhi semua batasan mutlak danmeminimalkan aktivasi batasan lunak. Dengan menggunakan model penjadwalan berbasis PSO,proses penjadwalan menjadi lebih cepat dibandingkan proses penjadwalan manual.

Model Integrasi Metode Zone of Tolerance, Kano, dan Lean Six Sigma untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Online Shop

Devina, Livia, Aritonang, Kinley

Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan membangun model terintegrasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada bisnis online shop. Tingginya pertumbuhan jumlah pengguna internet serta pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan munculnya alternatif bisnis perdagangan melalui media internet (online), yang biasa dikenal dengan istilah online shopping. Transaksi perdagangan secara online dinilai lebih efisien dan praktis namun di sisi lain dapat memperketat persaingan dagang antar perusahaan, khususnya persaingan dari sisi kualitas layanan yang diberikan. Hal ini menuntut setiap online shop untuk senantiasa menjaga serta meningkatkan kualitas layanan. Suatu metode terintegrasi peningkatan kualitas layanan akan dikembangkan dalam rangka mengatasi keterbatasan masing-masing metode jika digunakan secara terpisah. Studi literatur dan wawancara terstruktur dengan melibatkan teknik critical incidents dilakukan pada konsumen online shop untuk mengidentifikasi dimensi serta atribut yang menjadi indikator penilaian kualitas layanan online shop secara global. Atribut-atribut tersebut kemudian dijadikan sebagai input pengukuran kualitas layanan dengan metode Zone of Tolerance. Metode Kano turut dilibatkan dalam pengukuran kualitas layanan untuk membantu mengklasifikasikan atribut-atribut layanan sebagai acuan penentuan prioritas tindakan perbaikan yang akan dilakukan. Perbaikan kualitas layanan dapat dilakukan dengan menggunakan tahapan metode Six Sigma DMAIC, yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, Control. Selain itu, dilakukan pula penggabungan konsep Lean dengan Six Sigma untuk membantu mengeliminasi pemborosan (waste) pada proses sehingga dapat mempercepat proses pelayanan yang diberikan. Hasil penelitian adalah sebuah model terintegrasi peningkatan kualitas layanan online shop yang menggunakan metode Zone of Tolerance, Kano, dan Lean Six Sigma dengan 67 atribut pengukuran kualitas layanan.

Perancangan Kursi dan Meja Laptop yang Ergonomis di Universitas Katolik Parahyangan

Hariandja, Johanna Renny Octavia, Ishlah, Dinda Utami

Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Seiring pesatnya perkembangan teknologi elektronik, jumlah pemakaian laptop di kalanganmahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) semakin meningkat. Laptop dapatmeng-akomodasi kebutuhan mahasiswa akan komputer dengan mobilitas yang tinggi sehinggamereka dapat mengerjakan tugas, laporan atau pekerjaan lainnya di area kampus di sela-selaperkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi serta merancang fasilitas pendukungberupa kursi dan meja untuk menggunakan laptop di UNPAR ditinjau dari aspek ergonomis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan berpusatkan pada pengguna(user-centered design) yang terwujud melalui langkah-langkah Ergonomic Design Process. Selainergonomis, diharapkan kursi dan meja laptop yang dihasilkan juga memiliki fitur yang sesuaidengan kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna laptop. Evaluasi fasilitas yang tersedia saat inidilakukan dengan menggunakan kuesioner Nordic Body Map dan kuesioner mengenai kebutuhan fituryang melibatkan 20 responden mahasiswa. Hasil pengumpulan informasi dari kedua kuesionertersebut menunjukkan bahwa fasilitas saat ini mengakibatkan tingkat cidera otot yang cukup tinggidan belum memenuhi kebutuhan akan fitur yang diinginkan mahasiswa. Selanjutnya dihasilkanbeberapa alternatif konsep kursi dan meja laptop yang kemudian ditentukan konsep terpilihmelalui metode focus group dengan 9 responden mahasiswa. Setelah diperoleh konsep terpilih,rancangan kursi dan meja laptop dilanjutkan dengan membuat prototipe yang memperhatikandata antropometri mahasiswa UNPAR dan daftar fitur yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.Evaluasi terhadap prototipe kursi dan meja laptop yang dihasilkan menunjukkan bahwa rancangankursi dan meja sudah memenuhi 100% dari daftar kebutuhan fitur. Selain itu dari aspek ergonomi,rancangan kursi sudah memenuhi 72% dari daftar kebutuhan ergonomi dan rancangan meja sudahmemenuhi 86.6%.

Perancangan Aplikasi Penunjang Aktivitas Travelling yang Interaktif dan Mobile untuk Paruh baya Menggunakan Teknik Cooperative Prototyping

Christina, Stefanie ( Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Parahyangan Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung 40141 ) , Hariandja, Johanna Renny Octavia ( Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Parahyangan Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung 40141 ) , Nainggolan, Marihot ( Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Parahyangan Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung 40141 )

Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Seiring dengan bertambah baiknya perekonomian, teknologi, ilmu pengetahuan terutama ilmukedokteran di Indonesia berdampak terhadap meningkatnya harapan hidup (life expectancy) pendudukIndonesia. Hal ini menyebabkan meningkatnya jumlah paruh baya di Indonesia. Studidan penelitian yang telah dilakukan seringkali tentang performansi golongan lanjut usia (elderly)menggunakan alat-alat elektronik yang berteknologi daripada golongan usia paruh baya (middleagedadults).Secara relatif, paruh baya tidak mendapatkan perhatian yang cukup, padahal golongantersebut masih tergabung pada usia produktif dan seringkali berhadapan dengan teknologi dalamaktivitas sehari-harinya. Travelling merupakan salah satu aktivitas yang digemari sebagian besarparuh baya yang seringkali membutuhkan interaksi dengan teknologi. Penelitian ini bertujuan untukmerancang sebuah aplikasi yang dapat menunjang kelancaran aktivitas travelling bagi paruhbaya.Teknik yang digunakan untuk merancang aplikasi travelling bagi paruh baya adalah cooperativeprototyping dimana partisipan terlibat dalam proses pembuatan prototipe. Penelitian ini melibatkandelapan orang partisipan paruh baya dengan hobi travelling dalam tiap tahap desain dimulai dariidentifikasi kebutuhan, pembuatan daftar kebutuhan, persona, dan skenario, dilanjutkan denganproses desain, pengembangan konsep desain terpilih, pembuatan prototipe, dan evaluasi prototipe.Hasil dari proses desain adalah empat buah konsep desain dari kegiatan design workshopdan diperoleh sebuah konsep terpilih yaitu My Agenda. My Agenda adalah rancangan aplikasitravelling yang menjawab identifikasi kebutuhan paruh baya. Prototipe Trip for Us dibuat setelahkonsep My Agenda dikembangkan lebih jauh. Prototipe yang dibuat adalah low-fidelity prototypeyang selanjutnya diuji coba dalam suatu prototype workshop dan dilakukan perbaikan sehinggadidapatkan prototipe final yang dievaluasi kembali dengan partisipan paruh baya. Hasil evaluasimenunjukkan skor System Usability Scale (SUS) sebesar 70 dengan perbaikan pada fitur Memory.

Penerapan Lean Six Sigma dan Activity-Based Costing Pada Perusahaan Garmen PT X

Wibowo, Cindy Marika Amalia ( Magister Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan Jl. Merdeka 30 Bandung ) , Aritonang, Kinley ( Magister Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan Jl. Merdeka 30 Bandung )

Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ketatnya persaingan di dunia industri menuntut perusahaan untuk senantiasa memperbaikikualitas produk yang dihasilkan demi mempertahankan posisi dalam persaingan. PT X merupakansalah satu perusahaan garmen yang menyadari hal tersebut. Walaupun telah memiliki performansiproses yang baik, PT X tetap menginginkan adanya penerapan continuous improvement. Penelitiandilakukan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah produk cacat sekaligus mengeliminasi aktivitasyang tidak perlu dengan memperhitungkan biaya. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut,digunakan penggabungan konsep lean dan activity-based costing dalam penerapan metode six sigma.Penerapan konsep lean dalam penelitian berhasil mengurangi waktu produksi per unit sebesar38,62 detik untuk kelompok style BSX, 33,33 detik untuk kelompok style BLX, serta 61,5 detikuntuk kelompok style BSCR. Penerapan metode six sigma berhasil meningkatkan level sigma sebesar0,297s untuk kelompok style BSX, 0,220s untuk kelompok style BLX, serta 0,205s untuk kelompokstyle BSCR. Adanya perbaikan proses menghasilkan penurunan biaya pembuatan produk per unitsebesar Rp. 155,68 untuk kelompok style BSX, Rp. 94,98 untuk kelompok style BLX, serta Rp. 273,64untuk kelompok style BSCR. Total penghematan biaya yang dapat diperoleh apabila menerapkanupaya perbaikan pada periode Januari 2013 Juni 2013 adalah sebesar Rp. 4.877.443,40.

Perbaikan Proses Bisnis untuk Mengurangi Piutang di PT. Asuransi Astra Buana Cabang Bandung

Kusumawati, Alicia ( Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Parahyangan Jl. Ciumbuleuit 94 Bandung ) , Wibisono, Yogi Yusuf ( Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Parahyangan Jl. Ciumbuleuit 94 Bandung ) , Aritonang, Kinley

Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PT. Asuransi Astra Cabang Bandung adalah salah satu anak perusahaan Astra Internasionalyang memiliki bisnis di bidang asuransi harta benda. Salah satu produk PT. Asuransi Astra CabangBandung yang cukup terkenal adalah Garda Oto. Garda Oto adalah produk asuransi yang memberikanperlindungan pada kendaraan roda empat. Garda Oto dipasarkan dengan tiga intermediary,yaitu dealer, agent dan direct customer. Ketiga intermediary ini memiliki proses yang berbeda dalammenghasilkan pembayaran premi asuransi oleh customer. Sebagai perusahaan yang cukup berkembangdi bidang asuransi, PT. Asuransi Astra Cabang Bandung memiliki banyak customer yang mempercayakanmobilnya di perusahaan ini. Akan tetapi, perusahaan ini memiliki permasalahan denganpiutang. Dari seluruh prospek yang dimilikinya, sekitar 13% dari preminya menimbulkan piutang.Hal ini mengakibatkan kerugian bagi PT. Asuransi Astra Cabang Bandung.Dalam penelitian ini, digunakan metode CHAID (Chi-Square Automatic Interaction Detector) untukmengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi proses bisnis dalam menimbulkan piutang.Berdasarkan metode CHAID, didapatkan bahwa proses yang dilakukan dengan intermediary dealermerupakan intermediary yang paling banyak menghasilkan tertanggung, akan tetapi juga palingbanyak menimbulkan piutang. Sedangkan intermediary agent merupakan proses yang paling sedikitmenimbulkan piutang. Dengan menggunakan metode Integration Definition untuk pemodelanfungsi (IDEF0), penulis menggambarkan proses bisnis yang terjadi sekarang, menganalisis, sertamelakukan perbaikannya. Penulis melakukan adaptasi proses bisnis oleh agent pada proses bisnisdengan intermediary dealer untuk melakukan perbaikan guna meminimasi piutang.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja dan Turn Over Intention Karyawan Usaha Kecil Menengah

Sukwadi, Ronald ( Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jl. Jenderal Sudirman 51, Jakarta 12930 ) , Meiliana, Milkha ( Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Industri, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jl. Jenderal Sudirman 51, Jakarta 12930 )

Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Usaha kecil menengah (UKM) memiliki peran penting bagi perekonomian di Indonesia karenadapat menggerakkan ekonomi yang berbasis kerakyatan. Agar dapat bertahan dalam persainganglobal saat ini, setiap UKM diharapkan dapat selalu meningkatkan kinerja karyawannya. Usahaini dapat dilakukan melalui adanya pelatihan, peningkatan komitmen karyawan, serta pemenuhankepuasan kerja karyawan. Selain kinerja karyawan, hal penting lainnya adalah tingkat turn overintention karyawan, di mana hal ini dapat merugikan UKM bila tingkat turn over intention tersebuttinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yangberpengaruh terhadap kinerja dan turn over intention karyawan UKM serta memberikan usulanperbaikannya. Sehingga UKM dapat meningkatkan kinerja karyawan dan menurunkan tingkatturn over intention karyawannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial LeastSquare (PLS). Penelitian ini dilakukan pada UKM Sungkai Indah Jakarta Timur

Cluster Industri Kecil Menengah Berdasarkan Kinerja Supply Chain

Hidayat, Rahmat ( Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri, Universitas Trunojoyo Madura ) , Akhmad, Sabarudin ( Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri, Universitas Trunojoyo Madura )

Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Rekayasa Sistem Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.493 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme cluster Industri Kecil Menengah (IKM). Unsur-unsur Cluster didasarkan pada aktivitas sehari-hari yaitu memproduksi produk yang diinginkan oleh pasar. Hasil pengclusteran dan melakukan analisis diskriminan pada faktorpenentu keberhasilan, didapatkan tiga cluster supply chain dan 2 indikator penentu keberhasilan cluster, yaitu harga bahan baku dan kualitas bahan baku. Dua indikator inilah yang akan diusulkan sebagai strategi pengembangan cluster. Pada cluster usaha sedang, IKM lebih mementingkan kualitas bahan baku walaupun harga bahan baku juga sama penting. Namun kepercayaan konsumen terhadap kualitas pada batik yang dihasilkan IKM di cluster usaha sedang menghasilkan nilai penjualan dan laba yang didapat juga besar.

Page 1 of 17 | Total Record : 162