cover
Filter by Year
Articles
107
Articles
SKRINING KAPANG Aspergillus spp. PENGHASIL AFLATOKSIN PADA JAGUNG PIPILAN DI DAERAH BEKASI, JAWA BARAT

Sukmawati, Dalia, Wahyudi, Priyo, Rahayu, Sri, Moersilah, Moersilah, Handayani, Tri, Rustam, K. Yoswita, Puspitasari, Sherly Indah

Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.378 KB)

Abstract

AbstrakAflatoksin merupakan senyawa metabolit sekunder dari kapang Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus yang dapat mengontaminasi bahan pangan atau pakan sehingga berbahaya bagi kesehatan hewan dan manusia. Kontaminasi kapang penghasil aflatoksin banyak ditemukan pada bahan pangan dan pakan yang berasal dari produk pertanian. Jagung merupakan salah satu produk pertanian yang mudah terkontaminasi oleh kapang penghasil aflatoksin. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat kapang Aspergillus spp. penghasil aflatoksin pada jagung pipilan yang dijual di sekitar Bekasi, Jawa Barat. Isolasi kapang dilakukan menggunakan metode dilution plating pada medium Dichloran-Glycerol. Hasil penelitian memperoleh 12 isolat kapang, dengan warna koloni hijau (J1, J2, J3, J4, J5, J6, J7, J9, J10, J12), hitam (J11), dan jingga (J8). Identifikasi dilakukan dengan cara mengamati morfologi kapang secara makroskopik dan mikroskopik pada medium Malt Extract Agar. Isolat kapang yang diduga memiliki kemiripan dengan A. flavus berjumlah 6 isolat, yaitu J1, J2, J4, J6, J10, dan J12. Selanjutnya dilakukan uji konfirmasi menggunakan medium selektif Aspergillus flavus dan parasiticus Agar. Terdapat 2 isolat kapang, yaitu J1 dan J4, yang menunjukkan pigmentasi sebalik koloni berwarna pada medium selektif AFPA. Isolat kapang yang ditemukan pada jagung pipilan diharapkan dapat memberikan informasi kepada petani dan peternak mengenai jenis kapang yang dapat menyebabkan kontaminasi pada jagung, sehingga mereka dapat menjaga dan meningkatkan kualitas jagung untuk mengurangi kerugian dalam bidang ekonomi dan kesehatan.Abstract Aflatoxin is a secondary metabolite secreted by the mold Aspergillus flavus and Aspergillus parasiticus that may contaminate food or feed so harmful to human and animal health. Contamination of aflatoxin-producing mold is commonly found in food and feed which derived from agricultural products. Corn is one of the agricultural products that are easily contaminated by aflatoxin-producing mold. The study aims to isolate the aflatoxin-producing mold Aspergillus spp. in stripped corn vend around Bekasi, West Java. The isolation was conducted by using the method of dilution plating on Dichloran-Glycerol medium. The study obtained 12 isolates of mold, with green colony color (J1, J2, J3, J4, J5, J6, J7, J9, J10, J12), black (J11), and jingga (J8). Identification was conducted by observing the morphology of mold on Malt Extract Agar macroscopically and microscopically. The isolates that allegedly have similarities to A. flavus are J1, J2, J4, J6, J10, and J12. Furthermore, a confirmatory test was preceed by using a selective medium of Aspergillus flavus and parasiticus agar. There are 2 isolates of molds, J1 and J4, which showed yellowish jingga pigmentation like the positive control of A. flavus. The isolates of mold found in the stripped corn may provide information to farmers and breeders about the type of mold that can cause contamination in corn, so that they can anticipate in advance and improve the quality of the corn to reduce losses in economic and health perspectives.

EKSTRAK KASAR KAYU CEMPEDAK (Artocarpus champeden) DAN AKAR UBE-UBE (Derris elegans) SEBAGAI PENGAWET ALAMI NIRA AREN

Suganda, Julis, Afriyansyah, Budi, Fembriyanto, Rosha Kurnia

Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.041 KB)

Abstract

AbstrakNira aren (Arenga pinnata) sebagai bahan baku pembuatan gula aren mudah terkontaminasi oleh mikroba seperti khamir Saccharomyces cerevisiae dan bakteri Acetobacter sp. Kerusakan nira dapat dihambat dengan menggunakan bahan pengawet alami. Bahan pengawet alami yang biasa digunakan untuk menghambat kerusakan nira aren ialah ekstrak kayu cempedak (Artocarpus champeden) dan ekstrak akar ube-ube (Derris elegans) yang dibuat dengan menggunakan teknik maserasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi terbaik dalam penghambatan mikroba dan konsentrasi terbaik aplikasi sebagai pengawet alami nira aren. Pengamatan meliputi penghambatan mikroba (pembentukkan zona) dan aplikasi pengawet alami nira aren (total gula dan pH). Hasil menunjukkan ekstrak akar ube-ube konsentrasi 14% merupakan konsentrasi terbaik dalam pembentukkan zona penghambatan mikroba. Nilai total gula dan pH terbaik dalam mencegah kerusakan nira aren pada penambahan ekstrak ube-ube dengan konsentrasi 14%. Berdasarkan penelitian ini bahwa ekstrak akar ube-ube dengan konsentrasi 14% merupakan pengawet alami yang terbaik dalam mengambat mikroba perusak nira aren.Abstract Palm juice (Arenga pinnata) as a raw material for making palm sugar easily contaminated by microbes such as yeast Saccharomyces cerevisiae and bacteria Acetobacter sp. Damage to sap can be inhibited by using natural preservatives. Natural preservatives used to inhibit the damage to Arenga pinnata sap is cempedak wood extract (Artocarpus champeden) and ube-ube root extract (Derris elegans) making of using maseration technique. The purpose of this research consentration that shows the best to inhibition growth to microbial and consentration that natural palm juice preservative application. Observations included microbial inhibition (zone formation) and natural palm juice preservative (total sugar and pH). The results showed extract ube-ube root concentration of 14% is the best concentration to inhibition growth to microbial. The value of total sugar and pH the best in preventing damage to palm juice on the addition of extract ube-ube root with a concentration of 14%.  Based in this study that the of extract ube-ube root with a consentration of 14% is the best natural preservative in inhibiting the microbes destroying palm sugar.

DISTRIBUSI DAN ESTIMASI POPULASI SURILI (Presbytis comata) DI KAMOJANG KABUPATEN GARUT JAWA BARAT

Widiana, Ana, Hasby, Rizal Maulana, Uriawan, Wisnu

Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.25 KB)

Abstract

AbstrakSurili (Presbytis comata) merupakan primata endemik Jawa dengan status konservasi Endangered (terancam punah). Perubahan yang terjadi pada habitat surili seperti konversi lahan meningkatkan keterancaman terhadap populasi dan persebaran surili di habitatnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat area persebaran dan estimasi populasi surili di kawasan Kamojang, Kabupaten Garut sebagai salah satu habitat surili yang cukup besar. Survey persebaran surili dilakukan dengan cara eksplorasi yaitu menyusuri lokasi keberadaan surili berdasarkan informasi petugas BKSDA dan masyarakat sekitar. Titik koordinat tempat perjumpaan dengan surili diambil dengan menggunakan GPS dan diaplikasikan ke dalam Peta Kawasan Kamojang dengan menggunakan Software Quantum GIS Wien 2.8.3. Estimasi/ perkiraan jumlah surili dilakukan dengan Metode Direct census, yaitu menghitung lansung jumlah surili yang ditemui. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat satu titik perjumpaan dengan surili berjumlah empat individu di CA Blok Ciharus. Di TWA Blok Kawah Kamojang, surili ditemukan di tujuh titik dengan jumlah total 21 individu, dan di TWA Blok Cibeureum yang ditemukan di tiga titik dengan total tujuh individu. Surili masih banyak ditemukan dan tersebar di kawasan yang tingkat gangguan manusianya masih rendah sehingga untuk dapat mempertahankan populasi maupun persebaran surili di suatu kawasan perlu ditingkatkan pengaturan aktivitas manusia di dalamnya.Abstract Surili (Presbytis comata) is the Javan endemic primate with conservation state of Endangered. Habitat changes of surili due to land conversion was increased the threatening the distribution and population of surili in their habitat. This study aimed to know the distribution area and population estimates of surili at Region Kamojang, Garut. Survey the distribution of surili conducted by exploration method and took the coordinates of surili found by GPS and applied to the region map of Kamojang using Software Quantum GIS Wien 2.8.3. Estimation the number of surili, conducted by the direct census method by counting the number of surili directly. The study showed that there was a point area of surili consists of four individuals in Block Ciharus, Kamojang Nature Reserve. At Block Kawah Kamojang Nature Park, surili were found at seven points area by the total number of 21 individuals and at Block Cibeureum found at three points with a total of nine individuals. Surili is still widely found and spread in areas where the level of human disturbance is still low so as to be able to maintain the population and distribution of surili in an area, it is necessary to increase the regulation of human activities in it.

MODEL FUZZY LOGIC BERBASIS ANFIS DALAM PENENTUAN POLA TANAM Oryza sativa

Gusmira, Eva, Susanti, Try, Ma’rufi, Arif

Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.417 KB)

Abstract

AbstrakPergeseran datangnya musim hujan akan menyebabkan kegagalan panen dan akan merugikan petani. Untuk mengatasi hal ini dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memprediksi pola tanam padi dan waktu tanam yang sesuai berdasarkan tabiat data curah hujan selama lima belas tahun (2001–2015) di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Daerah penelitian meliputi empat kecamatan yang didasarkan dari luasnya sawah tadah hujan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survei. Prediksi curah hujan digunakan metode analisis Fuzzy Logic berbasis ANFIS. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan observasi 10 tahun yaitu dari tahun 2006–2015. Data diambil dari Stasiun Iklim Jambi. Data asimilasi diambil selama 15 tahun yaitu dari tahun 2001–2015. Hasil Penelitian ini menunjukkan pola curah hujan bulanan rata-rata di setiap kecamatan berbentuk pola ekuatorial dengan dua puncak curah hujan yaitu pada bulan April dan November. Waktu tanam dapat dilakukan dua kali dalam setahun, waktu tanam pertama dimulai pada bulan Maret dan waktu tanam kedua pada bulan Oktober. Hasil analisa dapat digunakan pemerintah Kabupaten Kerinci sebagai acuan dalam memberikan sosialisasi kepada petani mengenai pola tanam dan waktu tanam padi sehingga dapat menghasilkan panen yang optimal.Abstract The shift in the coming rainy season will cause crop failure and will harm the farmers. To overcome this study conducted to predict rice cropping pattern and appropriate planting time based on the characteristics of rainfall data for fifteen years (2001–2015) in Kerinci Regency of Jambi Province. The research area covers four districts based on the number of rainfall rice fields. The method  used a  descriptive method with the survey technique. The prediction of rainfall is used ANFIS Fuzzy Logic analysis method. The data is used  the monthly rainfall data with observation  for 10 years from 2006 to 2015. The data had taken from the Jambi Climate Station.  The assimilation data had taken for 15 years from 2001 to 2015. The results of this study showed the average monthly rainfall pattern in each sub-district in the form of equatorial pattern with two peaks rainfall that is in April and November. Planting time can be done twice a year, the first planting time begins in March and the second planting time in October. The result of analysis can be used by the Kerinci Regency government as a reference in providing socialization to farmers regarding cropping patterns and planting time of rice so that they can produce maximum crop yield.

COVER AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI VOL. 11 NO. 2 OCTOBER 2018

COVER, COVER

Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.8 KB)

Abstract

KONDISI KUALITAS UDARA (SO2, NO2, PM10 DAN PM2,5) DI DALAM RUMAH DI SEKITAR CILEGON DAN GANGGUAN PERNAPASAN YANG DIAKIBATKANNYA

Rahim, Ferina, Camin, Yeremiah R

Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.697 KB)

Abstract

AbstrakKualitas udara sangat dipengaruhi aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas udara PM10, PM2,5, SO2 dan NO2 di dalam rumah di wilayah Cilegon serta aktivitas penghuni rumah dan gangguan pernapasan yang dialami penghuni rumah. Metode analisis data yang digunakan adalah uji statistik regresi linear untuk mengetahui hubungan antara kualitas udara PM10, PM2,5, SO2 dan NO2 dengan aktivitas penghuni rumah dan gangguan pernapasan. Penelitian ini ditemukan 9 rumah memiliki konsentrasi PM10 dan PM2,5 melebihi baku mutu yang ditentukan. Sebagian besar penghuni melakukan aktivitas merokok di dalam rumah dan kegiatan membakar sampah di pekarangan rumah, sehingga sebagian besar penghuni rumah mengalami gangguan pernapasan. Pada analisis regresi diketahui bahwa aktivitas penghuni rumah mempengaruhi konsentrasi PM10 sebanyak 24%, konsentrasi PM2,5 sebanyak 12%, konsentrasi SO2 sebanyak 2% dan konsentrasi NO2 sebanyak 4% serta konsentrasi zat polutan tersebut mempengaruhi gangguan pernapasan penghuni rumah sebanyak 25%. Aktivitas merokok di dalam rumah berhubungan dengan konsentrasi PM10 di udara dan gangguan pernapasan yang dialami oleh penghuni rumah berhubungan dengan konsentrasi SO2 di dalam rumah. Penelitian ini  memberi penyadaran bahwa kualitas udara di dalam rumah penting diperhatikan untuk menjaga kesehatan penghuni rumah serta untuk memberi masukan bagi penghuni rumah agar mengurangi aktivitas yang dapat mengganggu kualitas udara di ruangan tertutup.Abstract The air quality is influnced by human activities. The aim of this research is to assess air quality of PM10, PM2,5, SO2, and NO2 in houses around Cilegon and occupant activities as well as respiratory disorders risk resulting from it. This research uses statistic test linear regression for data analysis to find the relationship between the air quality and the activity of house occupants and respiratory disorders. It was found that 9 houses having PM10 and PM2,5 concentration exceeds the quality standard. Moreover, most of the occupants smoke in their house and burn their waste and also have respiratory disorders. From the regression analysis, it was found that occupant activities inside their house impacted to 24% of PM10, 12% of PM2,5, 4% of SO2 and 4% of NO2 concentration, and those pollutant concentrations impacted to 25% of residents respiratory disorders. The smoking activity related to PM10 concentration while respiratory disorders related to SO2 concentration in the house. Those results can give a basis thought for further research which identify the influence of the air quality inside a house to other health disorders. This research also provides awareness that the quality of air in the house is important to take care of the health of the occupants and to reduce activities that can interfere with the air quality in the house or enclosed room.

DETEKSI GEN SHV PADA ISOLAT KLINIK Escherichia coli PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETA−LACTAMASES (ESBLs) DENGAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) DARI URIN PASIEN DI RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

Prasetya, Yulianto Ade

Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.739 KB)

Abstract

 AbstrakEscherichia coli penghasil Extended Spectrum Beta Lactmases (ESBLs) bertanggungjawab terhadap terjadinya wabah infeksi nosokomial, peningkatan morbiditas dan mortalitas, serta peningkatan biaya kesehatan. Enzim yang diproduksi oleh gen SHV dari bakteri mampu menghidrolisis antibiotik sefotaksim dan seftazidim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi gen SHV pada isolat klinik E. coli penghasil ESBLs dari urin pasien yang merupakan koleksi Laboratorium Mikrobiologi Klinik RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada bulan Januari-Februari 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan molekuler. Deteksi gen SHV menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang kemudian dilakukan elektroforesis dan divisualisasikan pada gel agarose 1,5%. Isolat E. coli yang positif membawa gen SHV ditunjukkan dengan adanya amplikon sebesar 867 bp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 isolat, sebanyak 12 isolat (40%) positif mengandung gen SHV, dengan prevalensi tertinggi berada di Ruang Instalasi Rawat Jalan. Meropenem dan fosfomisin masih dapat digunakan untuk terapi penyakit yang disebabkan oleh E. coli penghasil ESBLs. Deteksi ESBLs secara genotipik penting dilakukan karena beberapa gen ESBLs menunjukkan resistensi yang berbeda terhadap antibiotik golongan beta laktam. Hasil tersebut memberi informasi kepada pihak rumah sakit manapun untuk mewaspadai prevalensi E. coli penghasil ESBLs melalui pengawasan yang ketat pelaksanaan pemberian antibiotika sesuai tata laksananya.Abstract Extended Spectrum Beta Lactmases (ESBLs) producing−Escherichia coli strains are responsible for the occurrence of nosocomial infection outbreaks, increase of morbidity and mortality, as well as increased healthcare costs. The enzyme produced by the SHV gene from bacteria are able to hydrolyze antibiotics of cefotaxime and cefazazim. The purpose of this study was to detect the presence of SHV gene in clinical ESBLs−producing E. coli isolates from patients’ urines which are collections of Clinical Microbiology Laboratory in Dr. Soetomo Hospital of Surabaya within period of January−February 2014. The research used descriptive observasional design with molecular approach. The SHV gene was detected by using Polymerase Chain Reaction (PCR) method, then the products was performed by electrophoresis and visualized on 1.5% agarose gel. E. coli isolates that positively carrying the SHV gene were demonstrated in the presence of amplicons of 867 bp. The results showed that of 30 isolates, 12 isolates (40%) positively contained the SHV gene, with the highest prevalence being in the Outpatient Installation Room. Meropenem and fosfomycin can still be used for disease therapy caused by ESBLs−producing E. coli. Genotypic detection of ESBLs is important because some ESBLs genes exhibit different resistance to beta−lactam antibiotics. The result provides information to any hospital to be aware of the prevalence of ESBLs−producing E.coli through strict supervision of the implementation of antibiotics according to their administration.

INDEX AUTHOR AND SUBJECT VOL. 11 NO. 2 OCTOBER 2018

INDEX, INDEX

Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.772 KB)

Abstract

RAGAM DAN POTENSI JAMUR MAKRO ASAL TAMAN WISATA MEKARSARI JAWA BARAT

Putra, Ivan Permana, Sitompul, Rahmadi, Chalisya, Nadiah

Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2017.292 KB)

Abstract

AbstrakTaman Wisata Mekarsari (TWM) merupakan salah satu daerah penyangga ekosistem dan pusat pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Keragaman jamur makro asal serasah dan tanah di TWM belum pernah dilaporkan sebelumnya. Jamur merupakan organisme penting dalam siklus materi karena kemampuannya mendegradasi bahan organik pada ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyediakan informasi mengenai keragaman jamur makro di TWM untuk pemanfaatan potensinya di masa mendatang. Sebanyak 20 jenis dan 16 genus jamur makro berhasil dikoleksi dari TMW pada penelitian ini. Identifikasi jamur dilakukan dengan menggunakan berbagai karakter makroskopik. Pada tulisan ini dijelaskan cara deskripsi karakter makroskopik untuk membantu identifikasi jamur. Jamur yang berhasil diidentifikasi pada penelitian ini adalah Amanita sp.1, Amanita sp.2, Auricularia sp., Collybia sp., Clitocybe sp., Crepidotus sp., Cyathus sp., Ganoderma sp., Lepiota sp.1, Lepiota sp.2, Marasmius sp., Naucoria sp.1, Naucoria sp.2, Omphalina sp., Panaeolus sp., Parasola sp.1, Parasola sp.2, Pluteus sp., Scizophyllum sp., dan Xylaria sp. Beberapa jamur yakni Auricularia, Clitocybe, Ganoderma, dan Scizophyllum yang ditemukan berpotensi sebagai bahan pangan dan obat. Inventarisasi data keragaman yang baik akan membantu upaya pengelolaan dan pelestarian kekayaan sumber daya hayati di Indonesia. Abstract Mekarsari Tourism Area (TWM) is one of the buffer zone of ecosystem and biodiversity conservation center in Indonesia. The diversity of macro fungi from the litter and soil in TWM has not been previously reported. Fungi are important organisms in the material cycle because of their ability to degrade organic matter on the ecosystem. In this study, 20 species and 16 genera of mushrooms were collected from TWM. Mushroom identification is performed using various macroscopic characters. The mushrooms identified in this paper are: Amanita sp.1, Amanita sp.2, Auricularia sp., Collybia sp., Clitocybe sp., Crepidotus sp., Cyathus sp., Ganoderma sp., Lepiota sp.1, Lepiota sp.2, Marasmius sp., Naucoria sp.1, Naucoria sp.2, Omphalina sp., Panaeolus sp., Parasola sp.1, Parasola sp.2, Pluteus sp., Scizophyllum sp., and Xylariasp. Some of them were considered  as food and medicinal source. Good inventory of diversity data will assist the management and conservation of the wealth of biological resources in Indonesia. 

PENGUKURAN PANJANG TUBUH CACING NIPAH PENDEK Namalycastis abiuma (POLYCHAETA: NEREDIDAE) DARI PERAIRAN MANGROVE SUNGAI KAPUAS KALIMANTAN BARAT

Junardi, Junardi

Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 11, No 2 (2018): Al-Kauniyah Jurnal Biologi
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.777 KB)

Abstract

AbstrakCacing Nipah Pendek Namalycastis abiuma memiliki tubuh yang elastis dan mudah putus sehingga diperlukan pendekatan morfometri tubuh lain untuk menentukan panjang tubuh sesungguhnya. Tujuan penelitian ini untuk menentukan panjang tubuh total cacing nipah pendek dengan menggunakan bobot tubuh, jumlah total segmen berseta, panjang tiga segmen anterior pertama (L3) dan lebar segmen berseta atau setiger ke-10 (S-10). Spesimen yang digunakan dipilih hanya individu yang lengkap dan utuh. Pengukuran dilakukan dibawah mikroskop dengan lensa okular yang dilengkapi dengan mikrometer. Data dianalisis dengan analisis korelasi. Cacing yang digunakan sebanyak 258 individu yang terdiri atas 190 immature, 54 submature dan 14 mature dengan ukuran panjang tubuh rata-rata berturut-turut 108,62±34,80 mm, 172,27±42,78 mm dan 123,14±57,40 mm. Cacing betina ditemukan memiliki ukuran tubuh lebih besar dari jantan. Panjang tubuh N. abiuma dapat diduga dengan bobot tubuh, panjang L3 dan lebar S-10 dengan nilai koefisien korelasi (r) berturut-turut 0,82, 0,73 dan 0,78. Pendekatan morfometri dapat digunakan untuk menentukan ukuran tubuh N. abiuma.Abstract The short nypa palm worm Namalycastis abiuma has an elastic and fragile body. Therefore, an alternative approach of morphometrical techniques is needed to determine the total body length. This research aimed to estimate the total body length of the short nypa palm worm based on body weight, the total number of segments, the length of the first three anterior segment (L3) and the tenth setiger width (S10). Body measurement was done using stereomicroscope fitted with the micrometer. Correlation analysis was done to describe the relationship between the length of L3 and the width of S10. A total of 258 complete and whole specimens consisted of 190 immature, 54 submature, and 14 mature individuals. The average body length of immature individuals was 108.62±34.80 mm, 172.27±42.78 mm for sub mature individuals, and 123.14±57.40 mm for mature individuals. Based on sexual dimorphism, the female body size is larger than male. The body length of N. abiuma can be estimated by body weight, the length of L3, and the  width of S10, with  correlation coefficient (r) of 0.82, 0.73 and 0.78, respectively. Morphometry approach can be used to determine the body size of N. abiuma.