Jurnal Kedokteran Maranatha
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal Fakultas Kedokteran - Universitas Kristen Maranatha
Articles 197 Documents
Kata Sambutan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha

Sastrawinata, dr.,SpOG., Prof. Sulaiman ( Universitas Kristen Maranatha )

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Salam sejahtera,   Cita-cita Pimpinan FK-UKM adalah untuk menjadikan FK-UKM suatu organisasi pembelajaran (learning of institution), di mana semua unsur baik mahasiswa, dosen dan pegawai administrasi berupaya secara terus menerus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilakunya.   Di samping itu FK-UKM harus menjadi tempat yang menyerap dan menerapkan teknologi kedokteran seluas mungkin termasuk teknologi informatika untuk meningkatkan mutu pengajaran. Jadi yang harus menjadi aset utama dari FK-UKM ialah pengetahuan dan teknologi kedokteran.   Saya yakin bahwa aset tersebut lambat laun juga akan, mendatangkan keuntungan finansial melalui publikasi karya ilmiah, produksi piranti pembelajaran dan melalui penelitian yang akan mengharumkan eksistensi FK-UKM. Saya yakin bahwa renaissance (lahirnya kembali)  Jurnal Kedokteran Maranatha (JKM) akan menjadi indikator dari keberhasilan kita menciptakan suatu learning institution. Karena itu Pimpinan FK-UKM bukan saja mendukung penerbitan JKM yang baru melainkan kami anggap adanya jurnal ini suatu keharusan dalam pengembangan fakultas kita.   Semoga jurnal ini secara terus menerus meningkatkan kinerjanya ditinjau dari kuantitas maupun kualitas makalah yang dimuatnya. Kepada pengelola lama Jurnal Kedokteran, kami ucapkan terima kasih banyak atas pengabdiannya dan pada pengelola baru, kami ucapkan selama bekerja sesuai dengan harapan sivitas FK-UKM.

Mesenterial Infark

Hudaja, Otje ( Universitas Kristen Maranatha ) , Pangayoman, Roys ( Universitas Kristen Maranatha )

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sumbatan akut dari pembuluh-pembuluh darah mesenterial mempunyai angka letalitas yang sangat tinggi, yang hanya dapat dikurangi dengan pembedahan sedini mungkin. Oleh karena itu dapat dibenarkan bila pada suspek penyumbatan pembuluh-pembuluh darah mesenterial, walaupun tanda-­tandanya sedikit, segera dilakukan laparotomi. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis (nyeri yang timbul dengan akut, leukositosis) dan hasil-hasil dari X-foto abdomen. Hanya angiografi yang dapat menunjukkan letak sumbatannya secara tepat sebelum pembedahan. Pada waktu pembedahan bagian usus yang rusak harus diangkat seluas mungkin. Bila situasi meragukan maka harus dilakukan “Second-look-operation” setelah 8-12 jam.

Kalsium dan Fungsi Sel

., Widura ( Universitas Kristen Maranatha )

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sekitar 100 tahun yang lalu, Ringer menemukan bahwa ventrikel jantung percobaannya yang diberi air destilasi ternyata berhenti berkontraksi, kemudian bila ke dalam air destilasi tersebut ditambahkan NaCl dan CaCl2, kontraksi ventrikel akan kembali secara spontan, bahkan dapat berlangsung cukup lama, sehingga disimpulkan bahwa kontraksi otot membutuhkan garam kalsium(22). Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa eksitasi otot lurik katak oleh rangsangan syaraf motorik akan berhenti, bila konsentrasi kalsium dalam medium terlalu tinggi atau terlalu rendah. Di tahun-tahun berikutnya diketahui bahwa kalsium berperan sangat penting dalam mineralisasi tulang, pembekuan darah, aktivasi komplemen dan transmisi neuromuskuler. Dalam dua dekade terakhir makin nyata bahwa perubahan konsentrasi kalsium ekstrasel dapat mempengaruhi berbagai proses seluler, termasuk sekresi(23,6) dan proliferasi sel(29), meskipun demikian, kalsium intrasel mungkin lebih penting, bertindak sebagai bagian dari sistem penghantaran signal yang menjembatani respons suatu sel terhadap rangsangan spesifik. Menurut teori second messenger yang pertama kali disampaikan Sutherland(25), suatu hormon atau impuls syaraf adalah messenger pertama, sedangkan messenger kedua adalah cyclic AMP termasuk ion kalsium dan cyclic nucleotide lain. Pendapat yang menyatakan bahwa cyclic nucleotide hanya bekerja pada sistem yang tidak mengalami eksitasi, sedangkan ion kalsium hanya di sistem yang dapat tereksitasi, sudah tidak berlaku lagi. Banyak bukti menunjukkan bahwa dalam banyak sistem sel, ion kalsium dan cyclic nucleotide bekerja sebagai messenger yang berpasangan(21), seperti yang terlihat pada tabel 1.

Pemeriksaan Sonografi Arteri Karotis

Widjajaputera, Bobby ( Universitas Kristen Maranatha )

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sejak awal para klinisi mempunyai suatu harapan dan berdaya upaya untuk melakukan prevensi terhadap kematian yang disebabkan oleh stroke atau oleh kelainan lain yang berhubungan dengan stroke tersebut. Berbagai pemeriksaan laboratorium dan Imaging dilakukan untuk menemukan secara lebih dini kelainan kelainan serta risiko risiko  yang dapat mengarah pada terjadinya stroke di waktu mendatang. Salah satu adalah pemeriksaan Ultrasonografi (USG) dari pembuluh pembuluh darah ekstrakranial dan intrakranial.

Pengaruh Doping Terhadap Atlet PON XIV & SEA Games XIX di Jakarta

Sujatno, HR. Muchtan ( Universitas Kristen Maranatha )

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Doping is a method to achieve athlete`s peak performance in sports competition and doping controvenes the ethics of both sport and medical science. The descriptive and retrospective studies have been done by using medical record for collecting data at Koni Pusat, Jakarta. The results showed that the doping has been used by 9 athletes during PON XIV/1996 and Sea Games XIX/1997 in Jakarta. They used CNS stimulant group of drug, i.e Ephedrine, Phenfluramine, Salbutamol, and Oxprenolol were used for Shooting; Phencamfamine was used for Cycling; Phenylpropanolamine was used for Hocky and Body Building; Heptaminol was used for Tenis and Salbutamol was used for Athletic and Shooting. As pointed out above, during PON XIV/1996 and Sea Games XIX/1997 in Jakarta, doping was still used by the athletes, while the doping was forbidden by The International Olimpyc Committe.

Dislipidemia Pada Kelompok Usia Lanjut di Lembang Bandung

R. D., Ellya ( Universitas Kristen Maranatha ) , P., Sijani ( Universitas Kristen Maranatha ) , R., Utju ( Universitas Kristen Maranatha ) , P., Edhiwan ( Universitas Kristen Maranatha )

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mengingat jumlah lansia semakin bertambah dari tahun ke tahun maka masalah kesehatan lansia (lanjut usia ³ 55 tahun) menjadi perlu semakin diperhatikan. Salah satu penyebab kematian utama pada kalangan ini adalah penyakit jantung koroner (PJK), dan salah satu faktor risiko PJK adalah hiperlipidemia. Di samping itu data-data survei mengenai dislipidemia pada lansia di pedesaan masih belum banyak diteliti,  maka peneliti melakukan penelitian pada suatu kelompok lansia di pedesaan dengan menggunakan metode penelitian secara cross-sectional dan pemeriksaan sampel darah secara enzimatik. Penelitian dilaksanakan sejak Februari 1999 sampai September 1999, dengan jumlah seluruh sampel sebanyak 132 orang yang terdiri dari lansia pedesaan sebanyak 72 orang dan lansia di perkotaan sebanyak 60 orang, termasuk wanita dan pria dengan umur > 55 tahun. Dari penelitian ini mendapatkan hasil bahwa prevalensi dislipidemia lansia di pedesaan lebih rendah daripada di perkotaan. Namun hanya hiperkolesterolemia dan hipertriglisedemia yang menunjukan ada perbedaan yang bermakna (< 0,001) antara lansia di pedesaan dan lansia di perkotaan, yang mana lansia di pedesaan angka prevalensi hiperkolesterolemia dan hipertriglisedemia adalah 13,9%, sedangkan di perkotaan prevalensi hiperkolesterolemia 26,7% dan hipertrigliseridemia 21,7%. Lansia yang menderita hiperkolesterolemia dan hiperlipidemia di pedesaan 11,1% (wanita 6,9%, pria 4,2%), lansia di perkotaan 18,3% (wanita 6,7%, pria 11,7%), kelompok ini mempunyai risiko lebih tinggi dari pada lansia yang hanya menderita hiperkolesterolemia atau hanya hiperlipidemia saja.

Uji Diagnostik Troponin T-RA Pada Penderita Miokarditis Akut

Linggajaya, Widhongyudana ( Universitas Kristen Maranatha ) , Setiawan, Rita ( Universitas Kristen Maranatha ) , Suryadi, Mulyawan ( Universitas Kristen Maranatha ) , Sunotoredjo, Gideon ( Universitas Kristen Maranatha )

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kardiak troponin-T (cTnT) adalah protein yang spesifik dari otot jantung, dan dikeluarkan ke dalam sirkulasi bila terjadi kerusakan otot jantung. Protein tersebut dipergunakan sebagai petanda (marker) diagnostik untuk kerusakan otot jantung baik yang disebabkan infark miokard akut, ataupun nekrose oleh sebab proses inflamasi miokarditis, atau kerusakan atau kontusio jaringan otot jantung. Untuk mendiagnosis adanya miokarditis, yang penyebabnya  heterogen sampai saat ini hanya berdasarkan gejala klinik dan atau EKG yang tidak khas, satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis adalah biopsi endokardial, karenanya perlu dicari cara lain, yang sederhana, mudah dilakukan dan aman. Tujuan  :  Di RS Immanuel kasus-kasus miokarditis akut sering dijumpai, terutama pada kasus-kasus tifoid toksik, difteri, postinfeksi Streptococcus hemolyticus (demam rematik), demam berdarah dengue (DBD) berat, penyakit kolagen a.l. sistemik lupus eritematosus (SLE), bahkan penyakit beri-beri yang berat (Shosin) dan lain-lain sebagainya. Walaupun selama ini banyak kecurigaan adanya miokarditis akut sebagai komplikasi penyakit-penyakit tersebut, diagnosis hanya bergantung pada tanda-tanda klinis atau EKG yang tidak selalu khas. Sesuai dengan judul, maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penggunaan Uji TnT–RA (RA=Rapid Assay) sebagai modalitas diagnostik baru untuk mendeteksi adanya keru-sakan jantung yang disebabkan miokarditis akut. Metode  :  Penelitian ini merupakan studi uji diagnostik untuk mencari kepastian diagnosis pada kasus-kasus yang dicurigai miokarditis. Dalam perioda Januari 1999 s/d Agustus 2000, penderita-penderita yang dirawat di bangsal SMF Penyakit Dalam RS Immanuel Bandung, yang berdasarkan gejala klinis dan EKG, dicurigai menderita miokarditis; sebanyak 20 penderita, masuk ke dalam penelitian ini. Uji TnT menggunakan cara kualitatif dan rapid immunoassay (RnT-RA) Hasil :   20 penderita terdiri dari 12 penderita laki-laki dan 8 wanita. Usia termuda adalah 14 th, tertua 40 th. Uji TnT-SR yang positif 7/20 atau 35%. Sensitifitas uji tersebut adalah 66,7% dan spesifisitas yang tinggi yakni 90,9%. Kesimpulan :   Hasil penelitian membuktikan bahwa uji TnT dapat digunakan untuk membantu memastikan diagnosa adanya kerusakan otot jantung yang disebabkan miokarditis. Dengan sensitifitas yang cukup (66.7%) dan spesifisitas yang tinggi  (90.9%). Karena jumlah subjek yang diteliti relatif sedikit maka perlu penelitian lebih lanjut. 

Pemanfaatan Ekstrak Andrographis Paniculata Nees dan Aloe Vera L Sebagai Anti Inflamas

Evacuasiany W., Endang ( Universitas Kristen Maranatha ) , Soebiantoro, Freddy ( Universitas Kristen Maranatha )

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan pengujian terhadap tanaman Andrographis paniculata Nees dan Aloe Vera L dengan metoda artritis eksperimental pada tikus putih galur Wistar. Hasil percobaan menunjukkan adanya efek inhibisi radang yang diinduksi oleh karagenin lambda. Ekstrak etanol Andrographis paniculata Nees bermakna (p=0.05) pada dosis 0.9 g/kg BB dan Aloe vera L memberikan efek inhibisi radang pada dosis 1.5 g/kg BB (p=0.05). Pengujian dilakukan pada dosis yang bervariasi. Ternyata efek yang ditimbulkan tergantung dari dosis yang diberikan. Kedua tanaman tidak menunjukkan adanya efek ulserogen.

Varian Molekular Defisiensi Glukosa-6-Fosfat Dehidrogenase

Wargasetia, Teresa Liliana ( Universitas Kristen Maranatha )

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Defisiensi Glukosa-6-Fosfat Dehidrogenase (G6PD) adalah penyakit genetik terpaut kelamin yang telah menyerang kurang lebih 400 juta orang di seluruh dunia dan mempunyai frekuensi yang tinggi di Afrika, Mediterranean, dan populasi Asia yang merupakan wilayah endemik malaria (Gelehrter et al., 1998). Kelainan enzim yang pa1ing umum terjadi pada manusia ini menyebabkan bayi yang baru lahir berwarna kuning, yang dapat menyebabkan "kernicterus" dan kematian atau kelumpuhan. Kelainan ini juga dapat menyebabkan krisis hemolitik yang mengancam jiwa penderita apabila berinteraksi dengan obat-obatan tertentu atau kacang "fava". Lebih dari 400 varian alelik G6PD telah dideskripsikan pada tingkat protein (Gelehrter et al., 1998; Saha et al.,1995) melalui identifikasi karakteristik secara biokimiawi. Dewasa ini penelitian tentang varian G6PD dilakukan pada tingkat molekular dan terdapat 97 mutasi atau kombinasi mutasi pada berbagai lokasi sepanjang gen G6PD (Beutler et al., 1996)

Kualitas Bakteriologis Air Minum dalam Kemasan “AC” yang tidak Terdaftar di Bandung

Sofa, Maya ( Universitas Kristen Maranatha ) , ., Widura ( Universitas Kristen Maranatha )

Jurnal Kedokteran Maranatha Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The quality ofbottled water in Indonesia is regulated by Permenkes RI No.416/Menkes/per/IX/1990; the microbial standard is coliform negative in 100 ml water sample. Surprisingly, an evaluation in microbial safety ofvarious registered brands of bottled water done by Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) in Jakarta (1997) showed, that most of the registered bottled water were contaminated by coliform bacilli. Meanwhile, there are many unregistered brands ofbottled water in the market, with doubtjitl quality especially concerning microbial standard. To evaluate the microbial quality of unregistered bottled water in Bandung, a research was done descriptively by surveying bottled water of " AC" brand (in 220 ml package), which is unregistered. Ten samples were collected randomly and tested by presumptive test. The results showed that all samples were coliform negative. In conclusion, the " AC" brand bottled water though unregistered, was qualifiedfor the microbial standard. Further studies with more unregistered brands and more samples are necessary.

Page 1 of 20 | Total Record : 197