Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Published by Universitas Surakarta
ISSN : -     EISSN : -
Articles
25
Articles
Model Distribusi Kecepatan Angin Dan Pemanfaatannya Dalam Peramalan Gelombang Di Wilayah Timur Indonesia (Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku Dan Papua)

Edy, Hendry

Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2013): Vol. 14, No. 1 : Wacana Maret 2013
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Suatu perencanaan bangunan pantai memerlukan data gelombang. Biasanya data gelombang sulit didapat dan tidak tersedia di lokasi pekerjaan, sehingga untuk mendapatkan tinggi gelombang diramalkan berdasarkan data angin. Data angin yang tersedia biasanya tidak lengkap, sehingga perlu di buat suatu model distribusi kecepatan angin untuk digunakan dalam peramalan tinggi gelombang. Pembuatan model distribusi kecepatan angin, memerlukan data angin yang dambil dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pusat di Jakarta. Data angin yang diambil adalah kecepatan dan arah angin setiap tiga jam di 5 lokasi di wilayah Timur  Indonesia (Manado, Kupang, Ternate, Amahai dan Jayapura). Data ini kemudian dianalisis untuk dibuat model distribusi kecepatan angin di wilayah Timur Indonesia. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa peramalan tinggi gelombang menggunakan model distribusi kecepatan angin setara dengan menggunakan kecepatan angin maksimum untuk durasi 4-5 jam.   Kata kunci : model distribusi, kecepatan angin, peramalan gelombang

Analisis Kapasitas Dan Karakteristik Parkir Kendaraan Di Lokasi Rumah Sakit Umum (Studi Kasus Rsud Dr. Moewardi Surakarta)

_, Suwarno

Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2013): Vol. 14, No. 1 : Wacana Maret 2013
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rumah Sakit Umum Dr.Moewardi Surakarta merupakan fasilitas umum yang keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat, oleh karena itu  dibutuhkan penyediaan fasilitas parkir yang memadai untuk menampung kendaraan pengunjung dan karyawan rumah sakit tersebut. Meningkatnya jumlah pasien yang terus bertambah akan berdampak pada bertambahnya areal parkir yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah kendaraan yang masuk pada areal parkir RSUD Dr.Moewardi, untuk mengetahui kapasitas parkir dalam gedung parkir, mengetahui akumulasi dan tingkat pergantian/turnover parkir pada areal parkir RSUD Dr.Moewardi Surakarta ini. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah pencatatan langsung dilapangan. Data berupa data primer dari survei dilapangan dengan mencatat jumlah kendaraan yang masuk ataupun keluar dari areal parkir RSUD Dr.Moewardi. Hasil dari perhitungan analisis karakteristik parkir di RSUD Dr.Moewardi ini adalah akumulasi maksimum harian tertinggi untuk mobil terjadi pada sebanyak 267 kendaraan , untuk sepeda motor terjadi sebanyak 1128 kendaraan. Rata-rata volume harian untuk mobil adalah 955 kendaraan, adapun untuk sepeda motor adalah 1819 kendaraan. Indeks parkir maksimum untuk mobil adalah 103.08 %. Indeks parkir maksimum untuk sepeda motor adalah 124,64 %. Tingkat turnover parkir mobil tertinggi 4,35 untuk sepeda motor tertinggi 2,36. Kebutuhan ruang parkir mobil penumpang dengan melihat akumulasi maksimum adalah sebesar 267 kendaraan dengan luas areal parkir 3337,5 m2sedangkan luas areal parkir tersedia 3173 m2, dengan demikian areal parkir untuk mobil di RSUD Dr.Moewardi belum memenuhi standar kebutuhan parkir. Kebutuhan ruang parkir sepeda motor melihat akumulasi maksimum adalah sebesar 1128 kendaraan dengan luas areal parkir 2728,5 m2sedangkan luas areal parkir tersedia 1494 m2, dengan demikian areal parkir untuk sepeda motor di RSUD Dr.Moewardi masih memenuhi standar kebutuhan parkir. Jadi secara keseluruhan areal parkir di RSUD Dr.Moewardi masih belum memenuhi kebutuhan parkir.   Kata kunci : Kapasitas, Karakteristik, Parkir Rumah Sakit

Pengaruh Waktu Perendaman Dan Jenis Larutan Terhadap Kekuatan Tarik Serat Nanas

Catur Pramono1, Sugiyanto1, Wijoyo1,

Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2013): Vol. 14, No. 1 : Wacana Maret 2013
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The study aims to investigate the effect from survace treatment of pineapple fibre (Ananas Comosus L. Merr) to the fiber pull-out and the tensile strength in the composites materials. The composites were made of pineapple fibre (ananas comosus l. meer) and unsaturated polyester type 157 BQTN-EX matrix. Treatment of pineapple fibre (ananas comosus l. meer) were washed in the etanol and NaOH solution with 10%, 20%, 30% and 40% of 2 hours and 4 hours. The specimens were produced using standard JIS K-7601 and JIS R-3420. The tested using tensile strength fibre and fibre pull-out tester. From result of research which to be got highest fibre interesting strength equal to 1587.990 MPa in 2 hours treatment etanol 40% and 1023.371 MPa in 2 hours treatment NaOH 30%. The effect treatment pineapple fibre to interfacial shear stress was highest interesting strength mean equal to 79.273 MPa and 56.258 MPa in etanol and NaOH solution of 30% and 4 hours treatment. Kewords : Ananas Comosus L. Merr,  Composite, Treatment, Etanol, NaOH

Tinjauan Produktivitas Pekerja Dengan Metode Field Ratings (Studi Kasus Pada Pekerjaan Bekisting Plat Lantai Proyek Pembangunan Wuku Villa & Condotel ) Kawasan Pecatu Indah Resort, Pecatu, Bali

Agus Setyawan2), Sakwar Sanudin1) ,

Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2013): Vol. 14, No. 1 : Wacana Maret 2013
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Keberhasilan pembangunan proyek konstruksi ditopang oleh berbagai pihak yang terlibat, sejak para kontraktor dan subkontraktor, pemasok bahan, mandor, sampai segenap pekerjanya. Sedangkan pengendaliannya melibatkan pula aktivitas pemberi tugas beserta segenap konsultannya. Selain keberhasilan itu dipengaruhi oleh banyak pihak, tidak terlepas juga dari pengelolaan manajemen biaya dan waktu yang baik serta terpenuhinya tenaga kerja yang produktif. Tenaga kerja merupakan salah satu tenaga penggerak yang berperan dalam pelaksanaan proyek konstruksi dan permasalahan yang sering muncul di dalamnya adalah mengenai kurangnya kecekatan tenaga kerja selama bekerja, sehingga bisa menghambat pelaksanaan jadwal yang sebelumnya telah direncanakan (time schedule). Dengan demikian dilakukan pengukuran produktivitas tenaga kerja sehingga mencapai produktivitas yang efektif/memuaskan sehingga  mampu memacu kelancaran pelaksanaan proyek konstruksi. Oleh karena itu semua aktivitas yang dilakukan dari setiap jenis pekerjaan selalu bersifat beruntun/berkesinambungan satu dengan yang lain hingga pada akhirnya tercapai keberhasilan suatu pelaksanaan proyek konstruksi. Tugas Akhir ini dilakukan terhadap aktivitas setiap tenaga kerja yang berjumlah 9 orang, mulai mereka bekerja sampai selesai (9 jam kerja dikurangai 1 jam untuk istirahat) pada pekerjaan pemasangan bekisting plat lantai selama 6 hari. Penelitian pada pekerjaan pemasangan bekisting ini dilakukan pada zona lantai dua (2) dan oleh dua (2) orang peneliti. Dari hasil penelitian kemudian dilakukan analisa perhitungan produktivitas tenaga kerja dengan menggunakan metode field ratings. Metode ini menerangkan bahwa tingkat produktivitas tenaga kerja dikatakan efektif/memuaskan, jika prosentase tingkat produktivitas mencapai lebih dari 60%. Dari hasil analisa perhitungan yang telah dilakukan diketahui persen waktu efektif tenaga kerja pada hari ke-1 sebesar 68,68%, pada hari ke-2 sebesar 68,88%, pada hari ke-3 sebesar 68,76%, pada hari ke-4 sebesar 68,85%, pada hari ke-5 sebesar 68,95%, dan pada hari ke-6 sebesar 68,78%. Sehingga tingkat produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan pemasangan bekisting plat lantai di zona lantai dua (2) yaitu mulai hari ke-1 sampai dengan hari ke-6 pada Proyek Pembangunan WUKU Villa & Condotel Pecatu Bali termasuk efektif atau memuaskan. Total waktu kerja selama 6 hari yang dilakukan oleh tenaga kerja pada pekerjaan pemasangan bekisting sebesar 3240 menit/orang dan rata-rata (mean) total waktu kerja efektif sebesar 2229,78 menit/orang, sehingga dapat diketahui waktu tidak efektif sebesar 1010,22 menit/orang. Untuk memperkecil waktu tidak efektif tersebut, langkah yang dapat diambil salah satunya dengan menambah jumlah tenaga kerja, dengan cacatan tenaga kerja tambahan itu harus lebih menguasai pekerjaan yang dimaksudkan. Oleh karena itu didapatkan waktu efektif kerja yang mendekati besarnya pencapaian total waktu efektif selama 6 hari yaitu sebesar 3240 menit/orang sehingga pada akhirnya tercapai besarnya waktu efektif sesuai dari yang diharapkan.   Kata kunci : Produktivitas, Metode Field Ratings

Evaluasi Kesiapan Penerapan Sertifikat Laik Fungsi Pada Bangunan Pusat Perbelanjaan Di Surakarta

Ratih, Silvia Yulita

Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 1 (2013): Vol. 14, No. 1 : Wacana Maret 2013
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sesuai dengan amanat PP 36 Tahun 2005, pemerintah mensyaratkan pemberlakuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF ) pada tahun 2010 bagi setiap bangunan gedung publik di kota metro dan besar serta diterapkan paling lambat pada tahun 2020 di  semua kota sedang dan kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kesiapan  pengelola bangunan  pusat  perbelanjaan  di Surakarta menyambut penerapan SLF dan untuk mengetahui bagaimana   kondisi bangunan  pusat  perbelanjaan Pusat Grosir Solo ditinjau dari penerapan SLF. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Pengambilan data diperoleh dengan cara penyebaran kusioner untuk para pengelola pusat perbelanjaan dan  pengguna bangunan pusat perbelanjaan serta survey langsung  ke lapangan untuk mengetahui kondisi eksisting bangunan pusat perbelanjaan. Hasil  penelitian menunjukkan para pengelola pusat perbelanjaan siap jika diterapkan sertifikat laik fungsi. Untuk PGS semua syarat proses perijinan untuk mendirikan bangunan sudah dipenuhi dimana didalamnya termasuk syarat-syarat teknis termasuk persyaratan utilitas yaitu pemadam kebakaran, plambing, dan persyaratan teknis yang lain. Sehingga secara keseluruhan kondisi bangunan pusat perbelanjaan Pusat Grosir Solo ditinjau dari kesiapan administrasi dan teknis seperti sudah siap jika diterapkan SLF. Dari  Importance Performance Analysis di peroleh sebanyak 56,41 % berada pada kuadran  I ( pertahankan kinerja) ; 7,69%   pada kuadran II ( cenderung berlebihan); 33,3%  pada kuadran III ( prioritas rendah) dan 2,6% pada kuadran IV( tingkatkan kinerja). Penerapan  SLF yang tinggi  yang dirasakan oleh pengguna berada pada kuadran I dan II . Di kuadaran III dan IV penerapannnya masih rendah. Untuk komponen yang terletak di kuadran I sudah sesuai antara penerapan dan kepentingan. Berarti hanya perlu dilakukan pemeliharaan rutin  dan jika ada yang rusak perlu perbaikan pada komponen  tersebut. Untuk kuadran II penerapannya rendah  padahal kepentingan tinggi sehingga perlu perhatian dari pengelola untuk menambah atau melengkapi fasilitas yang sudah ada menjadi lebih baik.Untuk kuadran III antara penerapan dan kepentingan sama-sama rendah atau sudah sesuai sehingga tidak perlu perhatian lebih.Untuk di kuadran  IV  penerapannya tinggi padahal kepentingan rendah sehingga pengelola hanya perlu melakukan pemeliharaan supaya kondisinya tetap baik dan tidak perlu menambah atau memperbaiki fasilitas yang ada.   Kata Kunci : Sertifikat Laik Fungsi, Pusat Perbelanjaan.

Analisis Daerah Rawan Kecelakaan Lalulintas ( Studi Kasus Jl. Slamet Riyadi Surakarta )

Chusaini, Beni Thobir Ahmad

Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2012): Wacana September 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dalam waktu satu tahun  pada tahun 2010, kecelakaan pada ruas jalan Slamet Riyadi mencapai angka 62 kecelakaan. Sehingga perlu adanya kajian untuk mengetahui sebab – sebab terjadinya kecelakaan di Jalan Slamet Riyadi dan upaya menekan angka kecelakaan agar lebih rendah. Penelitian ini bertujuan memperoleh faktor penyebab, waktu kejadian, kendaraan yang terlibat, tipe tabrakan, dan cuaca. Dari hasil penelitian didapat nilai tingkat kecelakaan mencapai 90,84. Sedangkan faktor penyebab terjadinya kecelakaan pada daerah rawan kecelakaan  adalah karena faktor keadaan pengemudi (97,06%). Secara diskriptif pengemudi yang mengalami kecelakaan pada ruas jalan tersebut sebagian besar disebabkan karena kurang antisipasi (60,61%). Waktu kejadian kecelakaan paling sering  antara pukul 06.00 – 12.00 (29,41%). Sepeda motor merupakan tipe kendaraan yang sering terlibat kecelakaan (83,58%). Tabrak depan samping merupakan jenis kecelakaan yang sering terjadi (51,52%). Kondisi cuaca cerah termasuk faktor terjadinya kecelakaan (100%). Dari hasil analisis data, keadaan kendaraan serta kondisi jalan dan lingkungan tidak mempengaruhi terjadinya kecelakaan, secara umum kecelakaan yang terjadi pada daerah rawan di jalan Slamet Riyadi disebabkan oleh kondisi pengemudi itu sendiri.   Kata Kunci : Kecelakaan, Lalu Lintas.

Konservasi Bale Kapal Pada Situs Taman Soekasada Ujung Kabupaten Karangasem Provinsi Bali

Bagiarta, I Ketut

Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2012): Wacana September 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Taman Soekasada Ujung is a site of cultural heritage in Karangasem Regency, Bali Province. This site has received conservation treatment in 2001-2003 through the Bali Cultural Heritage Preservation Project with activities of Reconstruction and Conservation of Taman Ujung Karangasem, funded by the World Bank. Bale Kapal as one of the existing buildings on this site do not have the physical handling of the reconstruction and what is left in a state of existence. Evaluation and measurement of conservation techniques using interval scale. While experiments using a series of laboratory tests. Experiments using samples of existing modeling column because the columns are structural element that suffered damage on Bale Kapal. Experiments also tested the samples for grouting material selection, selection of alternative materials of concrete and material selection of the most durabel alternative. Testing samples of existing column modeling, selection of concrete materials and selection of alternative grouting materials is done by compressive strength tests. Durability testing of alternative materials is done by measuring the resistivity of the concrete samples. Environmental conditions are modeled by soaking the samples in normal water and sea water. The study concluded that the appropriate conservation techniques are strengthening the structure with grouting technique. Modeling of existing column prove that the existing structure allows for strengthened with these techniques. Appropriate reinforcement material used for reinforcing is high strength epoxy resin that is able to restore the existing column compression strength at least 61.66% of the original compressive strength. Appropriate alternative materials used in the process of reconstruction, which meets the requirements of structure and material durability to the resilience of local conditions, is concrete with an additive based on sugar. Concrete with the additive was able to reach an average of compressive strength up to 29.33 MPa of concrete mix design with 20 MPa of compressive strength plan. Its durability against corrosion also proved the best results. Keywords: column compressive strength, grouting techniques, material durability, reconstruction.

Alih Fungsi Gedung Juang 45 Kota Surakarta Menjadi Museum Juang 45 Dengan Restorasi Komponen Dinding

Kumala, Kiswanto

Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2012): Wacana September 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gedung Juang 45 Kota Surakarta terletak di kawasan Benteng Vastenburg. Bangunan yang didirikan 200 tahun lalu kurang terpelihara, karena keterbatasan dana, sehingga perlu ada tindakan rehabilitasi. Restorasi komponen dinding dimaksudkan untuk meningkatkan daya dukung. Perkuatan struktur dinding pasangan bata dengan penambahan dinding beton bertulang agar mampu menahan beban dan tegangan yang terjadi pada bangunan akibat alih fungsi menjadi Museum Juang, serta perbaikan komponen dinding berupa penggantian mortar plesteran dengan tetap mempertimbangkan kelestarian wujud arsitektur sebagai Bangunan Cagar Budaya, Metode pengujian kuat struktur di laboratorium pada dinding pasangan bata tanpa dan dengan perkuatan guna mendapatkan nilai kuat tekan, lentur, dan geser disertai analisis besaran nilai tegangan tekan, lentur, dan geser yang terjadi pada bangunan tersebut dengan berpedoman pada SNI 03-4164-1996, SNI 03-4165-1996, SNI 03-4166-1996, PPBI-1983, dan SNI 03-2486-2002 Alternatif pemilihan mortar pengganti didasarkan pada ketersediaan material dengan dilakukan pengujian porositas, absorbsi, penetrasi, dan muai susut di laboratorium terhadap mortar bligon duplikat, pc, dan MU-100 dengan berpedoman SK-SNI S-36-1990-03, ACI 301-729, dan ASTM C696-01. Setiap jenis pengujian dibuatkan 3(tiga) benda uji dengan ukuran dan bentuk tertentu. Hasil pengujian di laboratorium serta proses analisis, menunjukkan dinding pasangan bata tidak mampu menerima beban dan tegangan yang terjadi akibat alih fungsi, sehingga diperlukan perkuatan dengan penebalan dinding beton bertulang, sedangan hasil pengujian porositas, absorbsi, penetrasi dan muai susut pada mortar, belum dapat memenuhi semua persyaratan. Disimpulkan layak dilakukan perkuatan komponen dinding, namun perlu dikaji kembali penggantian mortar plesteran dinding dengan berbagai bahan additif agar dapat memenuhi persyaratan.   Kata kunci: alih fungsi, restorasi, perkuatan struktur, dan mortar plesteran.

Analisis Non Linier Tegangan Dan Deformasi Struktur Jembatan Beton Prategang Pada Tahap Konstruksi Dengan Metode Balanced Cantilever

Setyawan, Agus

Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2012): Wacana September 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Prestressed concrete bridge structure under construction phase using the balanced cantilever method is widely used in the construction of bridge structure. The method is suitable method for the eretion of long span segmental bridges. Balanced cantilever method is developed to minimize the need of scaffolding as the implementation of in-situ casting. However, it is requered  to consider the stress and  deformation which may  occur. This might happen because of the difference of the concrete strength at each concrete segment connected to the last segment of the bridge. Realistic approach can be performed numerically by non-linear finite element analysis  by using  ATENA software. The objective of this study is to determine and compare the stress and deformation which occur in prestressed concrete bridge structures by using the balanced cantilever method based on the non-linear and linear analysis. This study reviewed the bridge of Tol Semarang - Solo (Span A1 - P1 - A2, Banyumanik I). This bridge was half-spans  numerically modelled by using assumption of fixed pier placement (boundary condition). The numerical models bridge box girder were analyzed using the ATENA software. The  results of the this study were then  compared to the results of linear analysis of SAP 2000 software by Primajaya (2010). Further research on the maximum load and deflection of the cantilever box girder bridge structure was done until the collapse. The results showed the comparison  non-linear and linear of analysis by the ATENA software and SAP 2000 software. The result showed the same maximum stresses occurred  on the segment I of the bridge structure for both analyses. The differences of the results on both analyzes stresses of the top sides for  condition  1/3 span, 2/3 span and full span we e 0,736 MPa, 2,353 MPa, 0,009 MPa, respectively. On the bottom side the differences were 0,284 MPa, 0,878 MPa, 2,518 MPa. Maximum load that can be held bridge structures during the balance cantilever was 360 KN at the free end of the balance cantilever with deflection of 180 mm by the time of the collapse.   Keyword—  stress, deformation, balanced cantilever.

Alternatif Perbaikan Kerusakan Pada Jembatan Gelagar Baja Komposit Dengan Prategang Eksternal ( Studi Kasus Jembatan Jurug Surakarta)

Ratih, Silvia Yulia, Safarizki, Hendramawat Aski

Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 2 (2012): Wacana September 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memeriksa kondisi jembatan Jurug pada bangunan atas dan bangunan bawah jembatan kemudian menentukan alternatif pemeliharaan dan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi. Metode penilaian kondisi jembatan menggunakan prosedur pemeriksaan pada Bridge Management System (BMS).  Pada jembatan Jurug ditemukan kerusakan kondisi fisik secara visual jembatan yang membahayakan, lendutan berlebih dan getaran terukur yang menyebabkan kendaraan kurang nyaman berdasarkan survey detail kondisi jembatan, tegangan bahan baja terukur hampir mendekati tegangan ijinnya.  Lantai jembatan dari kayu banyak yang sudah keropos dan berlubang. Dari analisa yang dilakukan diketahui kondisi eksisting struktur jembatan  Jurug perlu perbaikan pada lantai jembatan serta perkuatan pada rangka jembatan.  Alternatif perbaikan lantai jembatan dengan penggantian lantai kayu menjadi CSP (Corrugated Steel Plate). Sedangkan untuk rangka jembatan dilakukan perkuatan dengan ekternal prategang..   Kata Kunci : gelagar, baja komposit, prategang eksternal