cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Published by Universitas Surakarta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Pengaruh Waktu Dan Arus Listrik Pengelasan Rsw Terhadap Sifat Fisik Dan Mekanik Pada Sambungan Logam Tak Sejenis Antara Baja Tahan Karat Ss316 Dan Baja Karbon St37 Triyono, Achmad Nurhidayat,
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2012): Wacana Maret 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pengelasan titik (RSW) terhadap sambungan las logam tak sejenis, sangat dibutuhkan untuk menyatukan syarat teknik tertentu dan penghematan biaya material, telah banyak digunakan dalam bidang manufaktur, terutama industri otomotif. Salah satu contohnya sambungan antara baja tahan karat (SUS316L) dan baja karbon (ST37). Proses penyambungan kedua material tersebut akan mengalami kesulitan, dikarenakan perbedaan sifat fisik, mekanik, termal dan metalurgi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh parameter waktu las, terhadap distribusi nilai kekerasan dan struktur makro SUS316L dan ST37. Material yang diteliti adalah SUS316L tebal 1mm sebagai setting pintu mobil dan ST37 1mm sebagai under frame. Penelitian dilakukan di laboratorium Produksi dan Material Teknik Mesin, UNS menggunakan las RSW dengan variasi waktu masing-masing 2,5-3,5-4,5 detik. Pengujian yang dilakukan adalah uji tarik ASTM A1043/A1043M-05(2009), kekerasan dan struktur mikro. Hasil penelitian diantaranya disimpulkan bahwa terjadi pengaruh masukan panas terhadap pengelasan logam tak sejenis SUS316L dan ST37, daerah ferit berwarna terang dan struktur perlit berwarna gelap. Ferit mempunyai sifat yang lebih lunak bila dibandingkan dengan perlit. Pada foto struktur mikro dapat dianalisa bahwa akibat masukan panas maka  terjadi  perubahan  butir  dan  fasa.  Apabila  arus listrik, makin tinggi maka timbul fasa bainit dan martensit yang kekerasannya tinggi. Akibat kekerasan yang tinggi ini, maka kekuatan geser sambungan las menjadi berkurang. Dapat dikatakan juga bahwa semakin tinggi arus listrik RSW, semakin lusa/besar daerah HAZ. Akibatnya menurunnya kandungan perlit, diiringi terjadi peningkatan ferrit pada HAZ. Hal ini terjadi karena pada daerah las, panas yang diterima logam lebih besar  dibandingkan  dengan  daerah  HAZ  dan  daerah logam  induk.  Demikian  juga  pendinginan  yang  terjadi pada daerah las lebih cepat dibandingkan daerah HAZ dan logam induk, sehingga timbul rekristalisasi dan perubahan besar butir. Sehingga menyebabkan menurunnya kekuatan tarik pengelasan logam tak sejenis. Namun disisi lain karena perbedaan sifat fisik, mekanik dan material pada sambungan tersebut, dimungkinkan dapat terjadi penurunan sifat mekanik dan ketahanan korosi. Sehingga sangat penting mencari alternatif pengganti RSW, dengan mengembangkan geometri sambungan las dan teknik pengelasan lain yang lebih baik.  
Kaji Eksperimental Performa Tungku Gasifikasi Biomassa Tipe Top Lit Up-Draft Pada Berbagai Kombinasi Ukuran Biomassa Dan Kecepatan Udara Primer Awal Surjadi, Eko
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2012): Wacana Maret 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mendapatkan kecepatan udara primer awal yang menghasilkan output power yang sebesar mungkin pada Tungku Gasifikasi Biomassa Tipe Top Lit Up-Draft. Eksperimen dengan metode Water Boilling Test dilakukan menggunakan sekam padi sebagai umpan dengan variasi ukuran (2-4 mm, 5-7 mm, 10-11 mm, 25mm dan 40 mm) dan kecepatan udara primer awal antara 2,4-3,8 m/s pada tungku gasifikasi biomassa tipe Top Lit Up-Draft. Diperoleh data start up time, operating time dan total operating time dari penggunaan Tungku Gasifikasi Biomassa Tipe Top Lit Up-Draft dengan biomassa umpan 600 gram dan air 1 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biomassa sekam padi dengan ukuran di bawah ukuran sekam padi (10-11 mm) tidak terjadi pembakaran sempurna maupun pembakaran tidak sempurna pada umpan dengan kecepatan udara primer awal tungku sampai 3,8 m/s (kecepatan udara maksimal Tungku Gasifikasi Biomassa Tipe Top Lit Up-Draft) artinya celah antar biomassa sangat kecil sehingga hambatan yang terjadi sangat besar tetapi dengan ukuran jauh lebih sedikit dari 10 % diameter tungku (ukuran standar biomassa sekam padi) mampu menghasilkan gas CH4 (metana) dan dapat digunakan untuk mendidihkan air (100oC) pada kecepatan udara 3,0 m/s keatas dan semakin tinggi kecepatan udara primer awal maka, Daya Keluaran (Output Power) naik sampai kecepatan udara primer mula 3,8 m/s yaitu 1,3302 kWatt sedangkan Stove efficiency tungku gasifikasi ini meningkat seiring dengan meningkatnya Kecepatan udara primer awal.
Evaluasi Penggunaan Bresing Baja Dalam Meningkatkan Kinerja Struktur Beton Tahan Gempa (Studi Kasus: Gedung V Fakultas Teknik UNS) Safarizki, Hendramawat Aski
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2012): Wacana Maret 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to determine the performance of Engineering Faculty Building V UNS existing structure and after used of steel bracing in order to receive seismic load. Structure performance are evaluated using dynamic time history analysis, Nonlinear Static Pushover Displacement Coefficient Method (FEMA 356), and Improvement Displacement Coefficient Method (FEMA 440). The target displacement from pushover analysis of existing structure in X direction 0,188 m and in Y direction 0,132 m. Performance of existing structure are between Life Safety (LS) - Collapse Prevention (CP) and plastic hinge occurred in column. After adding bracing the target displacement is reduce in booth X and Y direction. Plastic hinges that occurred can be reduce even eliminated in Y direction after adding bracing IWF 300x300x10x15. Based on time history analysis the structure performance in service limit is unsafe for El Centro in Y direction and still safe for ultimate limit. After adding bracing the performance of service limit and ultimate limit safe for all earthquake accelerogram. Based on ratio of drift to service limit for X and Y direction bracing IWF 300x300x10x15 have the lowest ratio compare to another dimension of bracing.
Evaluasi Operasi Dan Pemeliharaan Waduk Cengklik Ratih, Silvia Yulita
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2012): Wacana Maret 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Cengklik terletak di Kabupaten Boyolali dengan sumber air berasal dari suplesi dari Bendung Watu Leter. Bendungan ini berfungsi untuk penyediaan air irigasi untuk Daerah Irigasi Cengklik seluas 1.578 ha. Pada perkembangannya terjadi penurunan kondisi dan kerusakan terjadi seiring dengan meningkatnya usia bangunan. Hal tersebut mempengaruhi kondisi performance dan pelayanan Waduk Cengklik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  bagaimana kondisi existing sistem operasi dan bagaimana sistem pemeliharaan pada Waduk Cengklik serta kendala yang menghambat operasi dan pemeliharaan Waduk cengklik. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan melakukan studi literatur, mencari data pendukung kepada instansi-instansi terkait serta  melakukan kunjungan ke lapangan untuk pengamatan langsung untuk mengetahui kondisi bangunan waduk Cengklik yang sebenarnya Pemeliharaan waduk cengklik terdiri dari kegiatan monitoring, kegiatan inspeksi dan kegiatan pemeliharaan. Permasalahan yang muncul pada Operasi dan Pemeliharaan Waduk Cengklik diantaranya ketidaksesuaian data monitoring dengan data teknis dari waduk Cengklik. Terdapat ratusan keramba menyebabkan peningkatan sedimintasi sehingga mengurangi daya tampung air. Daya tampung air di Waduk Cengklik saat ini menurun drastis. Penyebab penurunan daya tampung air lainnya disebabkan terjadinya sedimentasi akut di dasar waduk. Kedalaman normal yang semula 9,10 meter, kini berkurang menjadi 8,54 meter. Alternatif pemecahan masalah yang dapat diambil dalam Operasi dan Pemeliharaan Waduk Cengklik diantaranya melakukan penyesesuaian data monitoring dengan data teknis dari waduk Cengklik dengan MA normal pada data teknis waduk Cengklik berada pada   EL. + 142.60 m,  dengan volume air 9,773 juta m3. Monitoring Kondisi Muka Air Waduk yang dikeluarkan Dit. BPSDA, Waduk Cengklik berada pada kondisi kering pada Bulan Nopember dan Desember 2009. Setelah dilakukan penyesuaian, kondisi kering sudah terjadi pada Bulan Oktober dan berakhir pada Bulan Desember 2009
Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Sukoharjo Pristyawati, Tantin
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2012): Wacana Maret 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Jenderal Sudirman merupakan jalan propinsi yang menghubungkan antara Kota Surakarta dan Kabupaten Wonogiri, yang mana jalan tersebut juga merupakan wajah kota Sukoharjo. Pergerakan lalu lintas yang terjadi pada jalan Jenderal Sudirman tergolong tinggi, begitu juga hambatan samping yang tinggi merupakan konskwensi dari daerah komersial dengan aktifitas sisi jalan yang tinggi. Dengan kondisi tersebut tahun 2008 dilakukan peningkatan jalan berupa pelebaran pada sisi barat (arah ke utara). Peningkatan jalan diharapkan bisa meningkatkan kapasitas (capacity) dan tingkat pelayanan (level of service) jalan sesuai dengan kelasnya sebagai jalan propinsi dengan tingkat pergerakan lalu lintas yang tinggi. Analisa  tingkat pelayanan  jalan dengan menggunakan metode yang terdapat dalam MKJI 1997 untuk daerah perkotaan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan adanya peningkatan jalan terjadi  perubahan tingkat level of service (LOS) dari level C menjadi level B. Sedangkan kapasitas (capacity) jalan mengalami peningkatan dari 2660,61smp/jam menjadi 4666,54 smp/jam tanpa median dan 5045,19 smp/jam. Kecepatan arus bebas dari 37,05 km/jam menjadi 42,29 km/jam tanpa median dan 45,46 km/jam untuk jalan dengan adanya median.
Pembuatan Komponen Mesin Berbasis Pasir Besi Lokal Dengan Memanfaatkan Teknologi Powder Metalurgy Nurhidayat, Achmad
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2012): Wacana Maret 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Powder metallurgy is the process of formation of the metal workpiece commercial where the metal is destroyed first in the form of flour, then the flour is pressed in a mold (mold) and heated below the melting temperature of the powder to form the workpiece. So that the metal particles fuse because of the mechanism of mass transport due to diffusion of atoms between the particle surface. Powder metallurgy method provides a rigorous control of the composition and use of a mixture that can not be fabricated by other processes. In the study researchers make the engineering process of soft magnetic iron production by mechanical alloying process based yan powder metalurgy local iron sand. Base against the backdrop that the use of local sand from the data that we can from raw materials and foundry industries supporting materials is still largely imported. These ingredients are 100% pengadaanya still rely imported materials are iron ore and alloys (Alloy). Iron powder and the powder has a local sand 100 mesh size was mixed for 20 minutes. Amount of powder added is 25%, 50%, and 75% by weight. Powder which had sifted and mixed and then inserted into the mold (dies) that has been coated with zinc stearate lubricant on the mold wall and then dikompaksi both single-action pressing with a pressure of 2000 psi to obtain a tablet-shaped sample. Sintering temperature of 1000 0C for 30, 60, and 90 minutes and then cooling the kitchen done. Observation of the microstructure used optical microscopy and Vickers hardness test conducted. The results of this study is the optimal value of remanent induction at 25% by weight of sand sintered 90 minutes at 9.4 Gauss and the optimal value of Vickers hardness at 75% by weight of sand sintered  90 minutes at 501 HV.
Kaji Eksperimental Performa Tungku Gasifikasi Biomassa Tipe Top Lit Up-Draft pada Berbagai Kombinasi Ukuran Biomassa dan Kecepatan Udara Primer Awal Surjadi, Eko
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2012): Wacana Maret 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mendapatkan kecepatan udara primer awal yang menghasilkan output power yang sebesar mungkin pada Tungku Gasifikasi Biomassa Tipe Top Lit Up-Draft. Eksperimen dengan metode Water Boilling Test dilakukan menggunakan sekam padi sebagai umpan dengan variasi ukuran (2-4 mm, 5-7 mm, 10-11 mm, 25mm dan 40 mm) dan kecepatan udara primer awal antara 2,4-3,8 m/s pada tungku gasifikasi biomassa tipe Top Lit Up-Draft. Diperoleh data start up time, operating time dan total operating time dari penggunaan Tungku Gasifikasi Biomassa Tipe Top Lit Up-Draft dengan biomassa umpan 600 gram dan air 1 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biomassa sekam padi dengan ukuran di bawah ukuran sekam padi (10-11 mm) tidak terjadi pembakaran sempurna maupun pembakaran tidak sempurna pada umpan dengan kecepatan udara primer awal tungku sampai 3,8 m/s (kecepatan udara maksimal Tungku Gasifikasi Biomassa Tipe Top Lit Up-Draft) artinya celah antar biomassa sangat kecil sehingga hambatan yang terjadi sangat besar tetapi dengan ukuran jauh lebih sedikit dari 10 % diameter tungku (ukuran standar biomassa sekam padi) mampu menghasilkan gas CH4 (metana) dan dapat digunakan untuk mendidihkan air (100oC) pada kecepatan udara 3,0 m/s keatas dan semakin tinggi kecepatan udara primer awal maka, Daya Keluaran (Output Power) naik sampai kecepatan udara primer mula 3,8 m/s yaitu 1,3302 kWatt sedangkan Stove efficiency tungku gasifikasi ini meningkat seiring dengan meningkatnya Kecepatan udara primer awal.
Evaluasi Penggunaan Bresing Baja Dalam Meningkatkan Kinerja Struktur Beton Tahan Gempa (Studi Kasus: Gedung V Fakultas Teknik UNS) Safarizki, Hendramawat Aski
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2012): Wacana Maret 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja struktur eksisting dan setelah penambahan bresing baja pada Gedung V Fakultas Teknik UNS dalam menerima beban gempa. Kinerja struktur dianalisis dengan prosedur Analisis Dinamik Riwayat Waktu berdasarkan SNI 03-1726-2002, Nonlinear Static Pushover Metode Koefisien Perpindahan (FEMA 356), dan Metode Koefisien yang Diperbaki (FEMA 440). Berdasarkan hasil analisis pushover diperoleh target perpindahan struktur eksisting untuk arah X sebesar 0,118 m dan arah Y sebesar 0,132 m. Kinerja struktur eksisting berada pada batas antara Life Safety (LS) - Collapse Prevention (CP) dengan sendi plastis telah terjadi pada kolom. Setelah penambahan bresing target perpindahan struktur berkurang baik pada arah X maupun Y. Sendi plastis yang muncul dapat dikurangi bahkan tidak muncul pada kolom untuk tinjauan arah Y dengan penambahan bresing IWF 300x300x10x15. Berdasarkan analisis dinamik riwayat waktu kinerja batas layan struktur eksisting tidak aman untuk tinjauan gempa El Centro pada arah Y sedangkan untuk batas ultimit masih aman. Setelah penambahan bresing kinerja batas layan dan batas ultimit struktur aman untuk semua akselerogram gempa yang digunakan. Berdasarkan rasio simpangan antar tingkat (δm) terhadap batas layan untuk arah X dan Y dimensi bresing IWF 300x300x10x15 memiliki nilai rasio yang lebih kecil dibandingkan penggunaan bresing dengan dimensi yang lain.
Evaluasi Operasi Dan Pemeliharaan Waduk Cengklik Ratih, Silvia Yulita
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2012): Wacana Maret 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Cengklik terletak di Kabupaten Boyolali dengan sumber air berasal dari suplesi dari Bendung Watu Leter. Bendungan ini berfungsi untuk penyediaan air irigasi untuk Daerah Irigasi Cengklik seluas 1.578 ha. Pada perkembangannya terjadi penurunan kondisi dan kerusakan terjadi seiring dengan meningkatnya usia bangunan. Hal tersebut mempengaruhi kondisi performance dan pelayanan Waduk Cengklik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  bagaimana kondisi existing sistem operasi dan bagaimana sistem pemeliharaan pada Waduk Cengklik serta kendala yang menghambat operasi dan pemeliharaan Waduk cengklik. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan melakukan studi literatur, mencari data pendukung kepada instansi-instansi terkait serta  melakukan kunjungan ke lapangan untuk pengamatan langsung untuk mengetahui kondisi bangunan waduk Cengklik yang sebenarnya Pemeliharaan waduk cengklik terdiri dari kegiatan monitoring, kegiatan inspeksi dan kegiatan pemeliharaan. Permasalahan yang muncul pada Operasi dan Pemeliharaan Waduk Cengklik diantaranya ketidaksesuaian data monitoring dengan data teknis dari waduk Cengklik. Terdapat ratusan keramba menyebabkan peningkatan sedimintasi sehingga mengurangi daya tampung air. Daya tampung air di Waduk Cengklik saat ini menurun drastis. Penyebab penurunan daya tampung air lainnya disebabkan terjadinya sedimentasi akut di dasar waduk. Kedalaman normal yang semula 9,10 meter, kini berkurang menjadi 8,54 meter. Alternatif pemecahan masalah yang dapat diambil dalam Operasi dan Pemeliharaan Waduk Cengklik diantaranya melakukan penyesesuaian data monitoring dengan data teknis dari waduk Cengklik dengan MA normal pada data teknis waduk Cengklik berada pada   EL. + 142.60 m,  dengan volume air 9,773 juta m3. Monitoring Kondisi Muka Air Waduk yang dikeluarkan Dit. BPSDA, Waduk Cengklik berada pada kondisi kering pada Bulan Nopember dan Desember 2009. Setelah dilakukan penyesuaian, kondisi kering sudah terjadi pada Bulan Oktober dan berakhir pada Bulan Desember 2009
Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Sukoharjo Pristyawati, Tantin
Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13, No 1 (2012): Wacana Maret 2012
Publisher : Wacana - Journal Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Jenderal Sudirman merupakan jalan propinsi yang menghubungkan antara Kota Surakarta dan Kabupaten Wonogiri, yang mana jalan tersebut juga merupakan wajah kota Sukoharjo. Pergerakan lalu lintas yang terjadi pada jalan Jenderal Sudirman tergolong tinggi, begitu juga hambatan samping yang tinggi merupakan konskwensi dari daerah komersial dengan aktifitas sisi jalan yang tinggi. Dengan kondisi tersebut tahun 2008 dilakukan peningkatan jalan berupa pelebaran pada sisi barat (arah ke utara). Peningkatan jalan diharapkan bisa meningkatkan kapasitas (capacity) dan tingkat pelayanan (level of service) jalan sesuai dengan kelasnya sebagai jalan propinsi dengan tingkat pergerakan lalu lintas yang tinggi. Analisa  tingkat pelayanan  jalan dengan menggunakan metode yang terdapat dalam MKJI 1997 untuk daerah perkotaan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan adanya peningkatan jalan terjadi  perubahan tingkat level of service (LOS) dari level C menjadi level B. Sedangkan kapasitas (capacity) jalan mengalami peningkatan dari 2660,61smp/jam menjadi 4666,54 smp/jam tanpa median dan 5045,19 smp/jam. Kecepatan arus bebas dari 37,05 km/jam menjadi 42,29 km/jam tanpa median dan 45,46 km/jam untuk jalan dengan adanya median.

Page 1 of 3 | Total Record : 25