The Journal of Experimental Life Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -
Articles 141 Documents
Estrous Cycle Response in Mice (Mus musculus) with CSE (Crude Sperm Extract) Injected Intraperitoneally Mutiati, Enni; Rahayu, Sri; Ciptadi, Gatot; Nasich, Moch.
The Journal of Experimental Life Science Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2016.006.01.03

Abstract

Sperm protein has an important role in fertilization process. It becomes antigenic when it is injected to body and can increase TNF- α secretion. TNF-α in blood vesssel can inhibit estradiol synthesis. Estradiol has a significant role in repduction cycle, especially in estrous cycle. The study aims to understand the influence of Crude Sperm Extract (CSE) to mice (Mus musculus) estrous cycle. 16 fertile mices strain Balb-C aged 3-4 months, weighed 20-30 g was divided into 4 groups. P0 is a control group injected by PBS, group P1, P2, and P3 injected by CSE with 1.5 mg.ml-1, 2 mg.ml-1, and 2.5 mg.ml-1. CSE is injected intraperitoneally during mice’s  diestrus phase.  CSE is injected in day 0, day 12, day 24 and observed daily. The data are descriptively analyzed. The results show that CSE with molecule weight between 26.8-176.8 kDa influences estrous cycle.Keywords: Crude Sperm Extract, estrous cycle, folliculogenesis, Mus musculus
Dynamical Analysis of Fractional-Order Hastings-Powell Food Chain Model with Alternative Food Huda, Moh Nurul; Trisilowati, Trisilowati; Suryanto, Agus
The Journal of Experimental Life Science Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2016.007.01.08

Abstract

In this paper, a fractional-order Hastings-Powell food chain model is discussed. It is assumed that the top-predator population is supported by alternative food. Existence and local stability of equilibrium points of fractional-order system are investigated. Numerical simulations are conducted to illustrate analysis results. The analysis results show that alternative food can give a positive impact for top-predator population.Keywords: Alternative food, Fractional-order, Grunwald-Letnikov approximation, Hasting-Powell model, Stability.
Optimal Control on Model of SARS Disease Spread with Vaccination and Treatment Sari, Ririt Andria; Habibah, Ummu; Widodo, Agus
The Journal of Experimental Life Science Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2017.007.02.01

Abstract

The spread of SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) disease in a human population is one of the phenomena that can be mathematically modeled. The exposed period of SARS disease underlies the formation of the SVEIR epidemic model which is a modification of the SVIR epidemic model by adding subpopulation E (exposed). In the SVEIR model, there are two control variables in the form of vaccination and treatment which aimed to minimize exposed subpopulation, infected subpopulation, and control implementation cost. The Pontryagin’s minimum principle is used to obtain optimal control and system, thus minimizing objective functional as the objective to be achieved. Furthermore, the forward-backward sweep method is used for numerical simulation in order to determine the most appropriate control strategy in a finite time. The simulation results show that implementation of both vaccination and treatment is the most effective decision making to control the spread of SARS disease.Keywords: optimal control, Pontryagin’s minimum principle, SARS.
Identifikasi Protein Adhesi Pili Proteus Mirabilis P355 dan Protein Reseptor pada Vesika Urinaria Kelinci Mufida, Dian Chusna; Sumarno, Sumarno; Santoso, Sanarto
The Journal of Experimental Life Science Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.01.01

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi nosokomial yang sering terjadi di rumah sakit. Penyebab ISK nosokomial ini diantaranya adalah Proteus mirabilis p355 dan sering dijumpai pada pasien yang memakai kateter. Proteus mirabilis mempunyai berbagai macam faktor virulensi, diantaranya adalah fimbria atau pili. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi protein pili Proteus mirabilis (molekul adhesin) serta mencari protein reseptor bakteri tersebut pada epitel vesika urinaria kelinci. Penelitian ini dilakukan dengan isolasi protein pili, selanjutnya dilakukan uji hemaglutinasi dan uji hambat adhesi. Uji hambat adhesi mempergunakan protein pili  yang telah dielektroelusi dan didialisa, disalutkan pada sel epitel vesika urinaria kelinci dengan dosis 400 µl, 200 µl, 100 µl, 50 µl, 25 µl, 12,5 µl dan 0 µl sebagai kontrol. Selanjutnya dilakukan identifikasi protein reseptor dengan cara menyalut bakteri Proteus mirabilis dengan matriks ekstra seluler dari epitel vesika urinaria kelinci. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya reaksi hemaglutinasi dari protein pili dengan berat 35,2 kDa dengan titer tertinggi 1/521. Hasil uji hambat adhesi epitel vesika urinaria yang disalut protein pili dengan berat 35,2 kDa menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis protein yang diberikan, semakin sedikit bakteri yang melekat pada epitel vesika urinaria. Penurunan ini terjadi secara signifikan dengan indeks regresi   (r) = 0,95 dan p-value = 0,00. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa protein pili Proteus mirabilis dengan berat molekul 35,2 kDa merupakan protein adhesin, sedangkan protein reseptor Proteus mirabilis diprediksi mempunyai berat molekul, 36 kDa, 24,5 kDa dan 24 kDa.Kata kunci : adhesi, pili, protein reseptor, Proteus mirabilis
Identifikasi Molekul Adhesi Pili Pseudomonas aeruginosa pada Human Umbilical Vein Endothelial Cells (HUVECs) Culture Hidayati, Dwi Yuni Nur
The Journal of Experimental Life Science Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.01.02

Abstract

Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu penyebab Gram negatif bakteriemia yang bisa berlanjut menjadi sepsis. Bakteri ini banyak menginfeksi penderita di rumah sakit dengan membentuk koloni pada pembuluh darah melalui proses adhesi (pelekatan). Pili dan bagian Outer Membrane Protein (OMP) adalah faktor yang mempengaruhi pelekatan  bakteri P. aeruginosa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berat molekul protein hemaglutinin yang terdapat pada pili dan membuktikan peran protein hemaglutinin pada pili dalam pelekatan bakteri P. aeruginosa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah isolasi protein pili P. aeruginosa secara bertingkat, dilanjutkan dengan uji hemaglutinasi (metode mikrotiter) dan uji adhesi menggunakan protein pili hasil elektroelusi yang disalutkan pada kultur sel endotel (HUVECs) (konsentrasi 1, ½, ¼, ⅛, ⅟16 dan 0 [kontrol]). Hasil penelitian menunjukkan adanya reaksi hemaglutinasi pada potongan pili ketiga dengan titer tertinggi (1/128). Protein hemaglutinin dengan berat molekul 38,19 kDa memberikan titer tertinggi (⅟16). Hasil uji adhesi protein hemaglutinin yang disalutkan pada sel endotel menunjukkan bahwa semakin tinggi pengenceran maka adhesi bakteri menunjukkan peningkatan secara signifikan dengan konstanta regresi (r)= 0,98 dan p value= 0,00. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa protein hemaglutinin pili merupakan protein adhesin. Protein adhesin dengan berat molekul 38,19 kDa berperan pada perlekatan bakteri P. aeruginosa 9064 dengan kultur sel endotel (HUVECs). Kata kunci: adhesi, hemaglutinasi, pili, Pseudomonas  aeruginosa
Peran Puerarin terhadap Aktivitas Intra dan Ekstraseluler pada Kultur Human Umbilical Vein Endothelial Cells (HUVECs) Pasca Induksi Leptin Djati, Mochamad Sasmito; Satuman, Satuman; Ratnawati, Retty; Widyarti, Sri; Aisyah, Erly Nur; Hasanah, Noer; Astuti, Eko Puji; Rochmawati, Ririn
The Journal of Experimental Life Science Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.01.05

Abstract

Beberapa penelitian terkini menyebutkan bahwa leptin merupakan salah satu penyebab disfungsi endotel yang merupakan salah satu penyebab aterogenesis. Antioksidan puerarin diduga memiliki kemampuan untuk mencegah mekanisme aterogenesis yang distimulasi oleh beberapa sitokin. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah membuktikan dan mengetahui potensi puerarin untuk menghambat ekspresi dan aktivitas intra dan ekstraseluler VCAM-1, PPAR-γ, SOD dan H2O2, apoptosis dan nekrosis pada kultur Human Umbilical Vein Endothelial Cells (HUVECs) yang diinduksi 25 ng ml-1 leptin. Penelitian ini mempergunakan sel kultur primer HUVECs yang dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok 0 ng ml-1 dan 0 μM puerarin, kelompok sel yang diinduksi 25 ng ml-1 leptin selama 12 jam, kelompok induksi puerarin 5, 25, 200 dan 525 μM puerarin selama enam jam tanpa leptin, kelompok induksi leptin dan puerarin dengan konsentrasi 5, 25, 200 dan 525 μM selama enam jam. Aktivitas VCAM-1 dan PPAR-γ diketahui dengan analisis imunositokimia, metode ELISA digunakan untuk analisis aktivitas SOD dan H2O2. Apoptosis dan nekrosis sel dianalisis setelah HUVECs diberi penanda BrdU selama 20 jam. Data dianalisis dengan analisis satu jalur (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi 25 ng ml-1 dapat meningkatkan ekspresi VCAM-1 (2,68 ± 0,15)% dibandingkan dengan perlakuan 0 ng ml-1 (0,54 ± 0,15)%. Perlakuan induksi puerarin 5, 25, 200, 525 μM memberikan dampak negatif terhadap ekspresi VCAM-1 meskipun pengaruh ini tidak signifikan. Puerarin dapat menekan apoptosis dan nekrosis sel, 525 μM puerarin secara efektif dapat menekan ekspresi PPAR-γ. Puerarin tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas ekstraseluler berdasarkan hasil analisis aktivitas SOD dan H2O2.Kata kunci: apoptosis, H2O2, HUVECs, nekrosis, leptin, puerarin, VCAM-1, PPAR-γ, SOD
Pengaruh Outer Membrane Protein Helicobacter Pylori terhadap Perubahan Histopatologi Mukosa Lambung dan S-IgA pada Mus musculus Outbred Balb/C Yuniati, Yuniati; Achmad, Harijono; Sumarno, Sumarno
The Journal of Experimental Life Science Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.01.04

Abstract

Helicobacter pylori (H. pylori) merupakan bakteri penyebab inflamasi mukosa lambung. Faktor virulensi bakteri berperan pada patogenesis penyakit infeksi oleh bakteri yang pada umumnya dapat merangsang sistem imun. Secara umum antigen yang merupakan faktor virulensi ini terdapat dalam Outer Membrane protein (OMP). Pemberian antigen secara per oral mampu menginduksi respon imun mukosal dengan cara membentuk Secretory IgA (S-IgA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh OMP H. pylori terhadap histopatologi mukosa lambung Mus musculus Outbred Balb/C dan peningkatan konsentrasi S-IgA pada Mus musculus Outbred Balb/C. Metode Penelitian yang digunakan adalah Post-test only kontrol group design. Bakteri H. pylori dikultur kemudian dilakukan isolasi OMP dengan menggunakan bahan n-Octyl-ß-D-Glucopyranoside (NOG) 0,5% melalui isolasi bertahap dan dilakukan SDS-PAGE. Setelah itu dilakukan coupling dengan CTB dan diberikan ke mencit secara intragastrik dengan dosis 100 μgml-1 setiap minggu. Pada akhir minggu ke-2, ke-4, ke-6 dan ke-8 dilakukan pemeriksaan histopatologis dan kadar S-IgA. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) pada perhitungan jumlah sel polimorfonuklear (PMN), jumlah sel Mononuklear (MN) dan kadar S-IgA antara kelompok kontrol dan perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa OMP H. pylori dapat menyebabkan kerusakan mukosa lambung menginduksi S-IgA Mus musculus Outbred Balb/C.Kata Kunci : Helicobacter pylori, n-Octyl-ß-D-Glucopyranoside, outer membrane protein (OMP)
Pengaruh Pemberian Kalsium terhadap Pertumbuhan Plasmodium falciparum in Vitro Asfirizal, Verry; Soebaktiningsih, Soebaktiningsih; Sudjari, Sudjari; Sumarno, Sumarno; Fitri, Loeki Enggar
The Journal of Experimental Life Science Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.01.03

Abstract

Peningkatan permeabilitas sel eritrosit yang terinfeksi Plasmodium falciparum terhadap ion dan makromolekul diketahui sebagai mekanisme parasit untuk memenuhi nutrisi dalam proses pertumbuhan. Peningkatan permeabilitas terhadap kalsium masih merupakan hal yang kontradiktif dalam peranannya meningkatkan pertumbuhan Plasmodium falciparum dalam sel eritrosit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan pertumbuhan Plasmodium falciparum dalam sel eritrosit pasca pemberian kalsium. Biakan primer Plasmodium falciparum dalam medium biakan RPMI 1640 yang menghasilkan parasitemia 15%, dilakukan inokulasi untuk pembuatan subkultur yang menghasilkan parasitemia 2% dan dilakukan pembagian untuk kelompok perlakuan pemberian kalsium dan kontrol (ML 10%) dengan replikasi 3 kali. Pengamatan dilakukan hari pertama sampai hari ke-6 setelah perlakuan. Pengamatan pertumbuhan dilakukan dengan parameter parasitemia, bentuk skizon, hemolisis dan kalsium intraseluler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kalsium menghasilkan peningkatan tertinggi jumlah total rerata parasitemia (11,09 ± 4,01) (Rerata ± SD), bentuk skizon (23,52 ± 10,83), hemolisis (0,278 ± 0,03) dan kalsium intraseluler (6,55 ± 1,88), dibandingkan dengan media biakan kontrol (ML 10%). Analisis T-test (α= 0,05) menghasilkan perbedaan yang signifikan pada parameter parasitemia, bentuk skizon, hemolisis tetapi tidak memberikan perberbedaan yang signifikan pada parameter kalsium intraseluler.Kata kunci: glukosa, hemolisis, kalsium, kalsium intraseluler, parasitemia, skizon
Pengaruh Pemberian Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Terhadap Aktivasi NF-ĸβ dan Ekspresi Protein (TNF-α, ICAM-1) pada Kultur Sel Endotel (HUVECs) Dipapar Ox-LDL Rastini, Endah Kusuma; Widodo, Mohammad Aris; Rohman, Mohammad Saifur
The Journal of Experimental Life Science Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.01.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dan mekanisme kerja mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap aktivasi NF-κβ, ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1 dalam menghambat proses aterosklerosis. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan kultur sel endotel vena umbilikalis manusia (HUVECs). Dibuat dua kelompok kontrol pada kultur sel endotel yaitu kontrol negatif tanpa perlakuan, kelompok yang dipapar Ox-LDL 40 μg ml-1, Kelompok perlakuan yaitu kultur sel endotel dengan pemberian dosis ekstrak mengkudu 2,5 μg ml-1, 5 μg ml-1 dan 10 μg ml-1 selama dua jam. Masing-masing sistem kultur dipapar Ox-LDL 40 μg ml-1. Pemaparan Ox-LDL dilakukan selama 30 menit untuk mengetahui aktivasi NF-κβ dan 24 jam untuk mengetahui ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1. Pengukuran aktivasi NF-κβ, ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1 menggunakan imunohistokimia. Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak mengkudu dengan dosis 2,5 μg ml-1, 5 μg ml-1 dan 10 μg ml-1 dapat menghambat aktivasi NF-κβ, ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1 pada kultur sel endotel manusia (HUVECs) dipapar Ox-LDL 40 μg ml-1 sebagai agen inflamasi yang dapat menimbulkan aterosklerosis. Melalui analisis ANOVA (p<0,01) diketahui terdapat hubungan negatif pada perlakuan antar dosis ekstrak mengkudu dalam menghambat aktivasi NF-κβ, ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1 menggunakan analisis Spearman’s (p<0,01).Kata kunci: aterosklerosis, ICAM-1, mengkudu (Morinda citrifolia L.), NF-κβ, Ox-LDL, TNF-α
Hambatan EGCG terhadap Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Ekspresi Vascular -endothelial Cadherin (VE-Cadherin) dalam Vaskulo-angiogenesis Embrio ayam Rahayu, Indriati Dwi; Djati, Mochammad Sasmito; Indra, Mohammad Rasjad
The Journal of Experimental Life Science Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Graduate School, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.02.01

Abstract

Keamanan konsumsi EGCG terhadap kehamilan, terutama dampaknya terhadap perkembangan embrio sejauh ini belum diketahui.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh EGCG terhadap mekanisme vasculo-angiogenesis pada  embrio ayam secara in ovo. Telur tetas diinjeksi dengan EGCG sebelum diinkubasi. Kemudian survival rate embrio, ekspresi VEGF dan ekspresi VE-Cadherin pada embrio dibandingkan dan dievaluasi. Dalam penelitian ini, nampak adanya penurunan survival rate embrio, ekspresi VEGF dan VE-Cadherin,  sesuai dengan peningkatan dosis paparan EGCG. Hasil tersebut menunjukkan bahwa EGCG dapat mempengaruhi pertumbuhan embrio ayam, melalui hambatan terhadap ekspresi VEGF dan VE-Cadherin.Kata Kunci: EGCG, embrio, angiogenesis, VEGF, VE-Cadherin

Page 1 of 15 | Total Record : 141