cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
CHARACTER EDUCATION MODEL BASED ON EDUCATION IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL Perdana, Novrian Satria
EDUTECH Vol 14, No 3 (2015): INOVASI MODERN DALAM PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i3.1387

Abstract

Abstract, Various efforts to make education more meaningful for individuals concerning affective domain has been conducted through several subjects, including Religion Education, Civics Education, Social Sciences Education, Indonesian Language Education, and Physical Education. However, those efforts could not effectively hold character building which is dynamic and adaptive to fast changing era. The failure of character building at formal school must be anticipated, so it is necessary to develop relevant teaching model and education system. The problem of character education in school which is not yet able to build students’ character is affected by several factors: school management, teacher, and learning model. Some researches on best practices of character educationhave been conducted in order to obtain relevant teaching model at several Islamic boarding schools in North Sumatera Province, Nangroe Aceh Darussalam Province, West Sumatera Province, Riau Province, Jambin Province and South Sumatera Province. The data was collected using indepth-interview and observation. It was found that salafiyah Islamic boarding school put more priority on teacher (ustadz) role model, while modern Islamic boarding school applied tight rules to develop students’ discipline, and responsibility. Islamic boarding schools build the characters of caring for other people, sincerity of devotion, modesty, and independence. The policy that could be suggested based on this research is that of the application of character education must be holistically embedded in school program and must be comprehended and obeyed by school’s educators and students alikeBetter implementation could be achieved if the character education is explicitly formulated in the mission statement of the school.   Keywords:  character education, learning model, Islamic boarding school  Abstrak, Berbagai upaya untuk menjadikan pendidikan lebih mempunyai makna bagi individu yang menyentuh tataran afektif telah dilakukan melalui mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan IPS, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Jasmani. Namun demikian upaya-upaya tersebut ternyata belum mampu mewadahi pengembangan karakter secara dinamis dan adaptif terhadap perubahan jaman yang sangat cepat. Permasalahan gagalnya pendidikan formal di sekolah dalam membentuk karakter siswa sangat perlu diantisipasi, sehingga perlu dikembangkan suatu model pembelajaran dan system pendidikan yang dapat digunakan untuk membentuk karakter siswa. Permasalahan pendidikan di sekolah yang belum dapat membentuk karakter siswa dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya factor manajemen sekolah, guru, dan model pembelajaran. Untuk memperoleh model pembelajaran yang cocok, telah dilakukan penelitian tentang best practices pendidikan karakter di beberapa pesantren yang berada di propinsi Sumatera Utara, propinsi Nangroe Aceh Darussalam, propinsi Sumatera Barat, propinsi Riau, propinsi Jambi, dan propinsi Sumatera Selatan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua tehnik yang lazim digunakan dalam penelitian dalam penelitian kualitatif, yaitu; observasi dan wawancara mendalam. Ditemukan bahwa pesantren salafiyah lebih mengutamakan keteladanan ustadz, sedangkan pesantren modern menerapkan aturan yang ketat untuk menumbuhkan sikap disiplin dan tanggungjawab. Pesantren menumbuhkan atribut karakter saling tolong menolong, ihklas mengabdi, kesederhanaan, dan kemandirian. Kebijakan yang dapat diambil berdasarkan hasil penelitian ini adalah menerapkan pendidikan karakter secara holistic melalui program sekolah yang harus dipahami dan dipatuhi oleh semua unsur pendidik dan peserta didik.  Untuk itu, lembaga pendidikan seharusnya menetapkan misi yang eksplisit terkait pengembangan karakter siswa.  Kata Kunci: pendidikan karakter, model pembelajaran, pondok pesantren 
THE PUBLIC SPHERE AS THE EDUCATION OF MULTICULTURALISM AWARENESS -, Yusar
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.938

Abstract

Abstract. This article was endeavor to describe the  awareness multicultural education in the Chinese Lampion Festival in Kota Bandung since 2011 to 2013. The research was held with the longitudinal, qualitative, and adopt to the action research methods. The evidence was describe that the public sphere was success to build the communicative action between the native ethnics and the Chinese. By the public sphere, each ethnics perceived their cultural differences and appreciate as an equality.  By this public sphere, the multiculturalism awareness was formed succesfully and reduce the ethnical stereotype between the native ethnics and the Chinese.  This article conclude that the awareness multicultural education may be doing by creating the public spheres. Keywords:   public sphere, education, multiculturalism Abstrak. Artikel ini menggambarkan pendidikan kesadaran multikulturalisme  melalui perayaan Cap Go Meh.  Etnis-etnis tempatan yang mengklaim sebagai pribumi memiliki stereotipe etnis yang kuat terhadap etnis Tionghoa. Penelitian telah dilakukan dengan paradigma kualitatif yang bersifat longitudinal mengadopsi pada metode action research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik yang dibangun antara etnis tempatan dengan etnis Tionghoa memunculkan tindakan komunikatif antar etnis.  Melalui penciptaan ruang publik tersebut, kesadaran akan keberagaman muncul dari masing-masing etnis dan memadang bahwa budaya masing-masing berdiri setara dan muncul penghargaan atas masing-masing kebudayaan. Pemahaman multikulturalisme terbangun karena ruang publik yang diciptakan. Bagian penutup dijelaskan bahwa pendidikan kesadaran multikultur dapat ditempuh melalui penciptaan ruang-ruang publik. Kata kunci:  ruang  publik, pendidikan, multikulturalisme
THE RELATIONSHIP BETWEEN STUDENTS ATTITUDE TO HEALTH EDUCATION AND LEARNING ENVIRONMENT BY LEARNING OUTCOMES OF HEALTH EDUCATION IN THE FIFTH DEGREE ELEMENTARY SCHOOL Sumantri, Mohamad Syarif
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.945

Abstract

Abstract .The purpose of this research is to analyze the relationship between students attitude to health education and learning environment by learning outcomes of health education .This   study by using methods of  survey correlation. The study is done in public primary schools in Bogor with n = 40. The sample used a technique of random sampling. The results of the study  showed: (1)  there is a positive correlation between the attitude of the student with learning out   comes health education (2) there is a positive relationship between learning environment    with learning outcomes health education  (3) there is a positive attitude of students to health   education and learning environment of the learning outcome of  health education. Based on the research showed that health education can be more optimal by raising the students attitude of education health and the environment to study for students properly.Keywords: student attitude, learning environment,  learning  outcomes  of health education.Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara sikap siswa terhadap pendidikan kesehatan dan lingkungan belajar dengan hasil belajar pendidikan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode survey yang mengimplementasikan teknik korelasi ganda. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar  Negeri  Bogor dengan n = 40 dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukan: (1) ada korelasi positif antara sikap siswa dengan hasil belajar pendidikan kesehatan (2) ada hubungan positif antara lingkungan belajar dengan hasil belajar pendidikan kesehatan (3) ada hubungan yang positif antara sikap siswa terhadap pendidikan kesehatan dan lingkungan belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan hasil belajar pendidikan kesehatan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan sikap siswa terhadap pendidikan kesehatan dan lingkungan belajar siswa yang baik.Kata Kunci: Sikap siswa, lingkungan belajar, hasil belajar pendidikan kesehatan.
READING TEXT POPULAR SONG INDONESIA: STUDY SEMIOTIC-HEURISTIC Widawati, Rika
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.936

Abstract

Abstract. This paper is the result of the research that based on the phenomenon in Indonesia today. The texts of Indonesian popular songs that part of the literature which create new vocabularies or make the modification of old language. The structure of this work seems to be odd. It means the new vocabulary is different from the standard of Indonesian structure. The aim of this descriptions are the correction of (1) the mistake of the phenomenon in the text of Indonesian popular songs (2) the meaning of indonesian popular songs must be based on reading of semiotics and heuristic.  To describe this purpose, we use semiotic theory and structuralism. While the sources of this research are adopted from the texts of Indonesian popular songs which are published in 2000-2010 periode. Both Indonesian popular songs, either good songs or odd songs which has the value of good literature, namely which consist of good structure, poetic, romantic with symbolic style. Heuristically readings of the two text Indonesian songs indicate violations of linguistic rules either syntagmatic, paradigmatic, meaningfulness relations and composition.Keywords: the text of Indonesian popular song, semiotic, heuristicAbstrak. Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang didasari oleh fenomena bahwa dewasa ini teks lagu populer Indonesia sebagai bagian dari karya sastra banyak menampilkan kosakata baru ataupun modifikasi kosakata lama, dengan komposisi yang dipandang “menyimpang” dari kaidah tata bahasa baku maupun konvensi sastra. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fenomena struktur kebahasaan dalam teks lagu populer Indonesia dan (2) makna teks lagu populer Indonesia berdasarkan pembacaan semiotik-heuristik. Untuk mendeskripsikan hal tersebut digunakan teori semiotik dan strukturalisme. Sementara sumber data penelitian ini adalah teks lagu populer Indonesia tahun 2000 – 2010. Baik lagu-lagu yang dipandang menyimpang dari kaidah atau konvensi sastra maupun sebaliknya, yakni lagu-lagu yang sesuai kaidah-kaidah bahasa dan sastra, yaitu yang bernilai puitis, romantis, dengan gaya bahasa simbolis. Hasil pembacaan secara heuristik terhadap teks dua lagu Indonesia menunjukkan adanya pelanggaran kaidah linguistik baik secara sintagmatik, paradigmatik, kebermaknaan relasi dan komposisinya. Kata Kunci : teks lagu populer Indonesia, semiotik, heuristik
URBAN YOUTH AND MOVIE Alia A, Mirna Nur
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.937

Abstract

Abstract. This study is on problems faced by senior High School (SMA) student in Bandung in obtaining information through movies. In other part of this study, writer also tries to find motivations, evaluations and expectations of  those students on Indonesian movies. In this study contained about the deepening one aspect of the research results that provide an overview the problem of senior high school students in relation to the four aspects such as socialization , family (parents, brothers, sisters , and other relatives) , peers (good friends at school and friends outside of school), school ( regarding subject teachers, facilities, school fees) as well as mass media . Also covered are about the causes of these problems , as well as the way or the efforts taken by senior high school students to solve it. The approach in these study used mix of quantitative and qualitative method with descriptive analysis. Analysis made through the problem-solving orientation with attention to the passive effort (effort doesnt reflect an act of concrete) and the active one (reflecting the concrete  effort that could provide a way out problem solving). Keywords : Adolescent, Film, Urban Abstrak. Tulisan ini memfokuskan pada masalah yang terjadi di kalangan pelajar SMA di Kota Bandung yang menjadikan film sebagai media informasi. Pada beberapa bagian tulisan ini, penulis pun mencoba menemukan berbagai motivasi, evaluasi dan pengharapan dari para pelajar tersebut terhadap perfilman Indonesia. Dalam tulisan ini dibahas mengenai pendalaman dari salah satu aspek hasil penelitian yang memberikan gambaran tentang persoalan pelajar SMA dalam kaitannya dengan empat aspek sosialisasi, yaitu keluarga (orang tua, kakak, adik, dan kerabat lain), teman sebaya (baik teman di sekolah maupun teman di luar sekolah), sekolah (menyangkut guru mata pelajaran, fasilitas, biaya sekolah) serta media masa. Disamping itu juga digambarkan tentang penyebab dari persoalan tersebut, serta cara atau upaya yang ditempuh oleh pelajar SMA dalam memecahkannya. Pendekatan yang digunakan adalah mix method (data kualitatif dan kuantitatif). Analisis upaya yang dilakukan melalui orientasi pemecahan masalah dengan memperhatikan sifat upaya tersebut yaitu upaya yang sifatnya pasif (upaya tersebut tidak mencerminkan suatu tindakan konkrit) dan upaya yang sifatnya aktif (mencerminkan usaha konkrit yang dapat memberikan jalan keluar pemecahan persoalan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi remaja untuk menonton film sudah menunjukkan tingkat yang menggembirakan, dimana remaja dalam menonton film didasari atas kemauannya sendiri yang dipengaruhi oleh mutu/kualitas dari film.Kata kunci : Remaja, Film, Kota
EDUCATION AS A PRODUCTION FUNCTION OF HUMAN RESOURCES Ahmad, Dedy
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.1292

Abstract

Abstrak. Manusia sebagai salah satu faktor produksi perlu mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk mampu melaksanakan rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan sasaran dan tujuan yang ingin di capai oleh suatu organisasi/institusi. Pengetahuan dan keterampilan tersebut hanya akan diperoleh melalui suatu proses pendidikan.Pendekatan tingkat pengembalian dari hasil pendidikan (rate of return approach), mengungkap bahwa penghasilan orang berpendidikan berasal dari investasi pendidikan, dan karena nya menilai penghasilan dianggap sebagai produk pendidikan. Pendidikan merupakan sebuah proses produksi bagi sumber daya manusia yang mengharapkan untuk mempunyai bekal pengetahuan dan keterampilan untuk menunjang pertumbuhan perekonomian bagi bangsanya di masa yang akan datang. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana pembahasan kajian ini menggunakan bentuk desk study. Pendidikan dapat dipandang sebagai suatu fungsi produksi bagi pembangunan sumber daya manusia, karena dengan mengikuti proses pendidikan manusia akan mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan keahlian sesuai dengan apa yang diharapkannya. Hal tersebut merupakan suatu investasi bagi diri manusia itu sendiri untuk dapat tumbuh dan berkembang secara totalitas dalam rangka pembangunan dalam berbagai aspek kepentingan hidup baik untuk pribadinya maupun secara nasional dan internasional.Kata Kunci : Fungsi Produksi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Human Investment Abstract. As one of production factors, man has to manage to have knowledge and skills. That way, the power to accomplish a series of activities relating to aims and goals of an organization can be achieved. The knowledge and skills aformentioned are gained through a merely process of education. The rate of return approach as a result of the process reveals that an income of an educated man derives from educational institution, and therefore measuring ones income is considered as a product of education. A set of education proves to be a process of production fir human resources expecting to an entity of knowledge and skills to support economic growth for the nation in years to come.The method of this research is decription method.Keywords : Production Function, Economic Growth, Human Investment
THE APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL IN PEDAGOGIC COURSE Nuryani, Pupun
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.1315

Abstract

Abstract. Today the challenges of employment is more toward teamwork. Given the growing importance of cooperative interactions in employment, this should be anticipated by the education world, one of which through classroom instruction strategies. This study aimed to describe the initial condition of the characteristic of PGSD students’ ability inPedagogic course, to depic the application of cooperative learning in Pedagogic course, and to know the strengths and weaknesses of cooperative learning in Pedagogic course. This used qualitative approach with descriptive analysis method. The results showed that the initial condition of the characteristic of PGSD students’ ability in in Pedagogic coursebasically has a good enough quality. It was also found that. theapplication of cooperative learning is more preferable for students than lecturing method. The results conclude that the application of cooperative learning in Pedagogic course can improve the ability of students in the learning process.Keywords : Cooperative Learning Model, Pedagogic course,Abstrak. Dewasa ini tantangan lapangan pekerjaan lebih banyak berorientasi pada kerjasama tim. Mengingat semakin pentingnya interaksi kooperatif dalam lapangan pekerjaan, maka hal ini harus diantisipasi oleh dunia pendidikan salah satunya melalui strategi pembelajaran kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal karakteristik kemampuan mahasiswa PGSD pada mata kuliah pedagogik; mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif pada mata kuliah pedagogik; mengetahui kelebihan dan kelemahan model pembelajaran kooperatif pada mata kuliah pedagogic. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Sedangkan pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.. Hasil penelitian menunjukan kondisi awal karakteristik kemampuan mahasiswa PGSD pada mata kuliah pedagogik pada dasarnya memiliki kualitas yang cukup baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif dalam mata kuliah pedagogik lebih disukai mahasiswa dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah. Simpulan hasil penelitian, penerapan model pembelajaran kooperatif pada mata kuliah pedagogik dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam proses pembelajaran.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif, mata kuliah Pedagogik
THE IMPLEMENTATION OF 2013 CURRICULUM AT ELEMENTARY SCHOOL Susilana, Rudi
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.957

Abstract

Abstract. The implementation of the new 2013 Curriculum in schools has been started in July 2013. The implementation of the curriculum is expected to increase the quality of management and process of education at any unit of education that leads to the effort of improving the quality of learning and education. In connection with the application of the new curriculum, this research would like to reveal the problems regarding how elementary school teachers respond to the implementation of 2013 Curriculum in Bandung City with regard to planning, implementation, and assessment of curriculum. It also studied the best practice which can be emulated in terms of planning, implementation and assessment of curriculum conducted by elementary school teachers in Bandung City.The results showed that the response of elementary school teachers on the implementation of 2013 Curriculum in Bandung City was in the positive category. The planning activity was in the category of very positive while the implementation and assessment activities were in the positive category. Some best practices that can be emulated in planning, implementation and assessment conducted by the teachers in implementing the 2013 Curriculum are the activities of sharing, hearing, in-house training and real teaching modeling that were carried out in Teacher Working Group (KKG).Keywords: 2013 Curriculum, teachers’ response, best practice, curriculum implementation Abstrak. Penerapan kurikulum baru, yakni implementasi Kurikulum 2013 di sekolah telah dimulai sejak bulan Juli 2013.  Implementasi Kurikulum tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan proses pendidikan pada setiap satuan pendidikan yang mengarah pada upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. Dilatarbelakangi oleh adanya penerapan kurikulum tersebut, penelitian ini ingin mengungkap permasalahan yang berkenaan dengan "Bagaimanakah respon guru SD terhadap terhadap implementasi Kurikulum 2013 di Kota Bandung dilihat dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum? dan "Best Practice" apa yang dapat dicontoh dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum yang dilakukan oleh guru SD di Kota Bandung? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Respon guru SD terhadap terhadap implementasi Kurikulum 2013 di Kota Bandung berada pada kategori positif.  Untuk kegiatan perencanaan berada pada kategori sangat positif, sedangkan untuk kegiatan pelaksanaan dan penilaian kurikulum berada pada kategori positif. Terdapat beberapa  "best practice" yang dapat dicontoh dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian  dari guru SD di Kota Bandung terkait dengan implementasi Kurikulum 2013 berupa kegiatan "sharing", "hearing", "in house training", dan "modelling real teaching" yang dilaksanakan di KKG atau KKG gugus. Kata kunci:      Kurikulum 2013, Respon Guru dan Best Practice Implementasi Kurikulum.
THE DEVELOPMENT OF SUPPORTING TOOL APPLICATION SOFTWARE FOR PROCESSING STATISTICAL DATA BASED ON VISUAL BASIC APPLICATION (VBA) Mariyana, Rita
EDUTECH Vol 14, No 1 (2015): DINAMIKA PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i1.958

Abstract

Abstract. This study aims to develop to improve the quality of learning by making statistical data processing tools are easy to understand, easy to use by following the flow and statistical methods so that students can quickly perform data processing in both subjects for task completion and the completion of an essay, a thesis or a dissertation. To describe the results of a study to improve the quality of learning with this statistical tool research uses descriptive method, the purposive sampling technique to students taking statistics courses in early childhood teacher education study program Indonesia University of Education. Data from the study, questionnaires, interviews, observation and documentary studies analyzed by quantitative and qualitative techniques. The final product of this study is to improve the quality of products tools of statistical data processing and statistical are quickly understood and easily used not only for Early Childhood Education students but for students taking a statistics course.Keywords   : Tools, Learning Media, Process, Statistics Abstrak. Penelitian ini bertujuan melakukan pengembangan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan membuat alat bantu olahdata Statistik yang mudah dipahami, mudah digunakan dengan mengikuti alur dan metode Statistik sehingga mahasiswa dapat dengan cepat dan mudah dalam melakukan pengolahan data baik itu untuk penyelesaian tugas mata kuliah maupun penyelesaian skripsi, tesis, ataupun disertasi. Untuk mendeskripsikan hasil penelitian dari peningkatan mutu pembelajaran dengan alat bantu Statistik ini penelitian menggunakan metode quasi eksperimen, dengan teknik purposive sampling pada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Statistik pada Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. Produk akhir penelitian peningkatan mutu pembelajaran ini adalah produk aplikasi alat bantu olahdata Statistik untuk mata kuliah statistik yang cepat dipahami dan mudah digunakan untuk semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah Statistik serta untuk pengolahan data penelitian. Kata Kunci :  Alat Bantu, Olahdata, Statistik
CONTEXTUAL MODEL APPLICATION TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES IN LEARNING CONCEPT TWO-DIMENTIONAL FIGURE Sunimah, Nani
EDUTECH Vol 15, No 1 (2016): MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN TERBARU
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i1.2229

Abstract

Abstract. Cilengkrang Elementary School second grade students in learning are still having trouble getting up flat. Based on early research on learning outcomes, students who completed study on indicators to use a formula to calculate the flat wake, only reached 25%. To overcome this implemented so that students understand the contextual model for teaching students associated with the real world. The method used in this research is a classroom action research methods to the design of the research procedure refers to the spiral model Kemmis and MC. Taggart. Research data collection techniques are observation, interviews, field notes, and tests using instruments guidelines for observation, interview, field notes, journals and tests. As for data validation, used techniques chek members, triangulation, audit trail and expert opinion. Based on the implementation of the actions carried out by two cycles, as a whole has shown an increase from the initial data, both process and outcomes of learning. From the data obtained, the process of learning to teacher performance, tahapperencanaan the first cycle to IImencapai 100%, during the implementation phase, the first cycle of 75% and the second cycle of 100%, at this stage of the evaluation cycle I to II reached 100% target achievement completeness 80 %. On the percentage of student activity average values, the first cycle and the second cycle 67% 82% with a target of achieving completeness ≥ 80.64%. As for the study results, the percentage ketuntasannya, the first cycle and the second cycle 42% 87% with a target of achieving completeness ≥ 80.64%. So that the application of contextual models can enhance students understanding of the class II SDN Cilengkrang Northern District of Sumedang Sumedang Regency to the concept of a flat wake. Keywords: Build Flat, Contextual Model, Mathematics Education Abstrak.  Siswa kelas II SDN Cilengkrang dalam pembelajaran bangun datar masih mengalami kesulitan. Berdasarkan penelitian awal pada hasil belajar, siswa yang tuntas belajar pada indikator menggunakan rumus untuk menghitung bangun datar, hanya mencapai 25%. Untuk mengatasi hal tersebut diterapkan model kontekstual agar siswa paham karena pembelajaran dikaitkan dengan dunia nyata siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas dengan rancangan prosedur penelitiannya mengacu pada model spiral Kemmis dan MC. Taggart. Teknik pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes dengan menggunakan instrumen pedoman observasi, pedoman wawancara, catatan lapangan, jurnal dan tes. Sedangkan untuk validasi data, digunakan teknik  member chek, triangulasi,audit trail dan  expert opinion. Berdasarkan pelaksanaan tindakan yang dilakukan sebanyak dua siklus, secara keseluruhan telah menunjukan adanya peningkatan dari data awal, baik dalam proses maupun hasil belajar. Dari data yang diperoleh, pada proses pembelajaran, untuk kinerja guru, tahapperencanaan siklus I sampai IImencapai 100%, pada tahap pelaksanaan, siklus I 75% dan siklus II 100 %, pada tahap evaluasi siklus I sampai II mencapai 100 % dengan target pencapaian ketuntasan 80 %. Pada aktivitas siswa persentase nilai rata-rata, siklus I 67%dan siklus II 82% dengan target pencapaian ketuntasan ≥ 80,64 %. Sedangkan untuk hasil belajar, persentase ketuntasannya, siklus I 42 %dan siklus II 87% dengan target pencapaian ketuntasan ≥ 80,64 %. Sehingga penerapan model kontekstual dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas II SDN Cilengkrang Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang terhadap konsep bangun datar. Kata Kunci: Bangun Datar, Model Kontekstual, Pendidikan Matematika

Page 1 of 14 | Total Record : 138