Iber Sunda
ISSN : -     EISSN : -
Articles
11
Articles
KASENIAN BEBEGIG SUKAMANTRI DI KECAMATAN SUKAMANTRI KABUPATEN CIAMIS PIKEUN BAHAN PANGAJARAN MACA (Tilikan Struktural jeung Sémiotika)

Sundara, Ade

Iber Sunda Vol 1, No 3 (2013): Wisuda Gelombang III Desember 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) sejarah kesenian Bebegig Sukamantri di Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis; (2) struktur yang ada dalam kesenian tersebut; (3) simbol-simbol budaya yang terkandung di dalamnya; (4) implikasi terhadap bahan pembelajaran membaca artikel budaya di SMA kelas XII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif, dengan menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah handphone, kamera digital, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: sejarah kesenian Bebegig Sukamantri terbagi ke dalam tiga periode, yaitu periode Prabu Sampulur, Margadati, dan Eyang Emuh Muhrodi. Struktur dalam kesenian bebegig ini meliputi: pelaksanaan acara arak-arakan, grup seni “Baladdewa”, peralatan yang digunakan, dan lagu yang dinyanyikan dalam acara arak-arakan kesenian tersebut. Hasil dari penelitian ini ditemukan adanya 13 simbol beserta 6 ikon dan 7 indeks dari hasil analisis semiotik Pierce. Penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat Sunda, khususnya bagi masyarakat Sukamantri dan Disbudpar Kabupatén Ciamis untuk terus menjaga  kesenian Bebegig Sukamantri ini,  serta penelitian ini juga bisa dijadikan alternatif bahan pembelajaran membaca artikel budaya di SMA kelas XII. 

AJÉN MORAL JEUNG PSIKOLOGI PERKEMBANGAN RUMAJA DINA NOVELÉT JAMPARING KARYA CHYE RETTY ISNENDES PIKEUN BAHAN PANGAJARAN NYARITA DI SMP KELAS IX

Cahyani, Indah Purnama

Iber Sunda Vol 1, No 3 (2013): Wisuda Gelombang III Desember 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai moral dan psikologi perkembangan dalam novelet Jamparing. Penelitian ini mendeskripsikan 1) unsur intrinsik dan ekstrinsik, 2) nilai moral, 3) psikologi perkembangan remaja, dan 4) alternatif bahan ajar bercerita untuk siswa SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan telaah pustaka dan teknik wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah novelét Jamparing dan pengarangnya yaitu Chye Retty Isnendes. Hasil dari penelitian ini berupa gambaran deskriptif tentang isi novelét Jamparing yang terdiri atas: 1) unsur-unsur novel Jamparing yang mempunyai tema sosial, seperti menceritakan persahabatan di antara remaja, 2) alur yang dipakai dalam novelét ini adalah alur maju, 3) latar yang terdapat dalam novelét ini yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, 4) tokoh utama yang terdapat dalam novel ini berjumlah 5 orang ditambah tokoh tambahan lainnya. Nilai moral yang terdapat dalam novelét ini adalah nilai moral yang ada hubungannya dengan sesama manusia seperti peduli pada teman,  bijaksana, dan harus hidup rukun. Secara psikologis, para tokoh remaja yang ditampilkan dalam novelet mengalami proses perkembangan psikososial. Hasil penelitian mengenai novelet Jamparing dapat dijadikan alternatif bahan pembelajaran bercerita di tingkat SMP.

PUPUJIAN DI DÉSA PANYINDANGAN KACAMATAN PAKÉNJÉNG KABUPATEN GARUT PIKEUN BAHAN PANGAJARAN NGAREGEPKEUN DI SMP KELAS VII

Surtani, Ayi

Iber Sunda Vol 1, No 3 (2013): Wisuda Gelombang III Desember 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pupujian di Désa Panyindangan Kacamatan Pakénjéng Kabupatén Garut pikeun Bahan Pangajaran Ngaregepkeun di SMP Kelas VII ini merupakan hasil penelitian terhadap pupujian yang ada di Desa Panyindangan Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menginventarisasi pupujian di Desa Panyindangan Kec. Pakenjeng Kab. Garut, 2) menggali bentuk, isi, dan unsur pupujian yang ditemukan di Désa Panyindangan, Kacamatan Pakénjéng, Kabupatén Garut, dan 3) membuat bahan pembelajaran menyimak pupujian di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkan tekhniknya menggunakan tekhnik telaah pustaka, observasi, wawancara, dan tekhnik dokumentasi. Langkah yang ditempuh adalah mencatat dan merekam pupujian langsung dari narasumber. Pupujian yang terinventarisir jumlahnya ada 25. Berdasarkan metode dan teknik yang digunakan, yang dianalisis hanya 12 pupujian, dan analisisnya didasarkan pada bentuk, isi, dan unsur. Setelah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa isi 12 pupujian tersebut (1) mengingatkan kepada umat Islam supaya selamanya menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, (2) memuji keagungan Allah, (3) ajakan kepada umat Islam supaya memperbanyak do’a, (4) tobat kepada Allah, (5) solawat kepada Nabi, dan (6) pepatah kepada manusia supaya sabar dalam segala cobaan. Pupujian tersebut dapat dijadikan alternatif sebagai bahan pembelajaran muatan lokal bahasa dan sastra Sunda untuk SMP, karena semua pupujian (nadom) memiliki nilai pendidikan dan moral yang berguna bagi perkembangan emosional siswa.  

MODÉL PANGAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE DINA PANGAJARAN SAWALA (Panalungtikan Tindakan Kelas di Kelas X-2 SMA Kartika XIX-2 Kota Bandung Taun Ajaran 2012-2013

Sandiana, Iyan

Iber Sunda Vol 1, No 3 (2013): Wisuda Gelombang III Desember 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini memiliki subjek berupa 30 (tiga puluh) orang siswa kelas X-2 SMA Kartika XIX-2 Kota Bandung. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari tahap-tahap persiapan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Untuk mengukur kemampuan siswa, dilakukan tes awal dan akhir pada tiap-tiap siklus.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi awal kemampuan siswa kelas X-2 SMA Kartika XIX-2 Kota Bandung dalam menyampaikan  pendapat dalam pembelajaran diskusi masih rendah. Dari 30 orang siswa, 24 orang siswa (80%) kriteria Kurang, 5 orang siswa (16,7%) kriteria Sangat Kurang, dan 1 orang  siswa (3,3%) kriteria Cukup. Setelah diusahakan melalui tindakan pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair and Share pada siklus I dan II, kemampuan siswa kelas X-2 SMA Kartika XIX-2 Kota Bandung dalam menyampaikan  pendapat dalam pembelajaran diskusi meningkat. Dari 30 orang siswa, dalam siklus I terdapat 18 orang siswa (60%) yang kriteria Cukup dan 12 orang siswa (40%) kriteria Kurang. Sedangkan dalam siklus II, 3 orang siswa (10%) kriteria Baik, 23 orang siswa (76,7%) kriteria Cukup, dan 4 orang siswa (13,3%) kriteria Kurang.

KORELASI ANTARA KOMPETENSI JEUNG PERFORMANSI NGADONGENG SISWA KELAS X SMAN 20 BANDUNG TAUN AJAR 2013/2014

Herdiana, Deden

Iber Sunda Vol 1, No 3 (2013): Wisuda Gelombang III Desember 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan siswa berbicara dalam bercerita (ngadongéng) dilihat dari segi kompetensi linguistik dan dari segi performansi. Selain itu diteliti juga apakah ada korelasi antara kemampuan kompetensi linguistik dan performansi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional, yang merupakan salah satu metode untuk meneliti keadaan, kondisi, peristiwa, kegiatan  yang berlangsung. Korelasional untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan, tambahan atau manipulasi terhadap data yang memang sudah ada. Dengan menggunakan metode ini dapat dilihat hubungan antara kompetensi linguistik dan performansi dalam bercerita (ngadongéng) dengan menggunakan teknik observasi melalui tes. Populasi penelitian ini meliputi keseluruhan siswa kelas X SMAN 20 Bandung. Teknik sampel yang di gunakan yaitu secara acak (random sampel), oleh karena itu sampel di ambil sebanyak 45 orang dari jumlah populasi. Berdasarkan penafsiran dan pengolahan data hasil uji ukur berbicara, siswa kelas X sudah mampuh bercerita (ngadongéng) dilihat dari segi kompetensi linguistik dan performansi. Dari perhitungan korelasi antara kompetensi linguistik dan performansi diperoleh thitung 6,62 sedangkan ttabeluntuk n= 45 dalam kepercayaan 99% yaitu 2,42. Maka dari itu terbukti bahwa thitung (6,62) > ttabel (2,42). Hal ini menunjukan adanya korelasi yang signifikan antara kompetensi linguistik dan performansi dalam bercerita (ngadongéng).

AJÉN ESTETIKA DINA TRADISI HAJAT LAUT DI PALABUANRATU KABUPATEN SUKABUMI PIKEUN ALTERNATIF BAHAN AJAR MACA DI SMA

Monica, Mona

Iber Sunda Vol 1, No 3 (2013): Wisuda Gelombang III Desember 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mengetahui nilai-nilai estetika yang terkandung dalam kebudayaan Hajat Laut di Palabuanratu Kabupatén Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai kepercayaan, (2) nilai agama, (3) nilai social, (4) nilai estetis yang terkandung dalam kebudayaan Hajat Laut yang ada di Palabuanratu Kabupatén Sukabumi, dan (5) sebagai bahan ajar dalam pembelajaran membaca untuk siswa SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggunakan tehnik studi pustaka, observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa selain nilai estetika yang terkandung dalam kebudayaan Hajat Laut ini meliputi nilai kepercayaan, nilai agama dan nilai sosial. Hasil penelitian mengenai upacara adat Hajat Laut di Palabuanratu efektif dijadikan alternatif bahan pembelajaran membaca di seluruh tingkatan sekolah, khususnya SMA. 

ÉFÉKTIVITAS MÉDIA PHOTOSTORY PIKEUN NGARONJATKEUN KAMAMPUH NULIS CARPON (Studi Kuasi Ékspérimén di Kelas XI SMA Muhammadiyah Cipanas Kabupaten Cianjur Taun Ajaran 2012/2013)

Nurrahman, Firlian

Iber Sunda Vol 1, No 3 (2013): Wisuda Gelombang III Desember 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya suatu media pembelajaran di dalam sebuah kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, pentingnya kegiatan menulis dalam pembelajaran bahasa adalah sebuah kesulitan yang dihadapi siswa, salah satunya dalam menulis cerpen (carita pondok). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas  media photostory dalam sebuah pembelajaran menulis Carita pondok. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Media yang yang digunakan adalah dengan menerapkan media photostory pada pembelajaran menulis carita pondok siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Cipanas Cianjur yang berjumlah 32 orang dengan komposisi laki-laki berjumlah 14 orang dan wanita berjumlah 17 orang. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah foto dan lembar tes. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) adanya perbedaan kemampuan siswa dalam menulis carita pondok antara sebelum dan sesudah menggunakan media photostory, (2) peningkatan dari hasil uji gain menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan sebelum dengan sesudah menggunakan media photostory, yaitu meningkat dari 60,12% menjadi 83,90% dengan beda 23,78%, dan (3) dari hasil uji hipotesis diperoleh titung  (15,26 ) >  ttabél (2,46), hal ini menyatakan bahwa hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Dengan demikian, media photostory efektif digunakan di dalam pembelajaran menulis Carita pondok.

TRANSLITERASI JEUNG AJÉN KAAGAMAAN DINA NASKAH WAWACAN SULUK DUA PANDITA RAI SARENG RAKA

Darmilah, Yulia

Iber Sunda Vol 1, No 3 (2013): Wisuda Gelombang III Desember 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan naskah, menyusun hasil transliterasi naskah, serta menganalisis nilai-nilai keagamaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan teknik yang digunakan, yaitu teknik studi pustaka, edisi naskah tunggal, serta wawancara yang berfungsi sebagai pelengkap data. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah teks pada naskah Wawacan Suluk Dua Pandita Rai sareng Raka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, mentransliterasi, serta menganalisis nilai-nilai keagamaan dalam naskah “Wawacan Suluk Dua Pandita Rai sareng Raka.” Berdasarkan hasil penelitian, hasil yang dicapai dapat disimpulkan sebagai berikut: Transliterasi “Wawacan Suluk Dua Pandita Rai sareng Raka” memiliki nilai-nilai ajaran Islam yang terdiri dari (1) keutamaan basmallah, (2) asal penciptaan manusia, (3) kesulitan yang dialami seorang ibu ketika mengandung, (4) syahadatain, (5) ciri baligh, (6) amil yatim, (7) kasih sayang terhadap anak yatim, (8) adil, (9) kewajiban orang tua mendidik ajaran Islam, (10) menjauhi zina, (11) sabilullah, (12) sakaratul maut, (13) alam kubur, (14) siksa kubur, (15) mulasara jenazah, (16) keutamaan do’a untuk jenazah, (17) saling mengingatkan, (18) rukun Islam, (19) menjaga diri dari perbuatan tercela, (20) perintah salat, (21) mengagungkan Allah, (22) Iman-Islam, (23) zakat, (24)menjaga anggota badan, (25) saum Ramadan, (26) halal dan baik, (27) rukun iman, (28) ilmu falak, (29) neraka dan surga, dan (30) larangan mengéjék orang lain. Hasil penelitian ini dapat memperkaya nilai keislaman yang terdapat dalam khasanah budaya dan karya sastra Sunda, serta memperluas pengetahuan tentang keagamaan. Saran untuk peneliti, mahasiswa, dan pihak umum diharapkan agar mempertahankan kekayaan khasanah sastra dan budaya Sunda dengan tidak melupakan warisan leluhur yang memiliki banyak keteladanan, serta dapat memahami pola pikir yang tetap selaras dengan kehidupan.

BASA SUNDA DIALÉK BEKASI DI KACAMATAN SÉTU PIKEUN BAHAN PANGAJARAN MACA DI SMA

Murdiani, Ace Monika

Iber Sunda Vol 1, No 3 (2013): Wisuda Gelombang III Desember 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya gejala yang ada di masyarakat saat ini yang mulai jarang menghadirkan bahasa Sunda hususnya bahasa dialek dalam kesehariannya. Selain itu kejadian tersebut diperparah dengan kondisi masyarakat yang sering mencampuradukkan ragam bahasa dialeknya sendiri dengan bahasa dialek lain di luar pengetahuan mereka. Data bahasa yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dijadikan bahan pembelajaran untuk siswa di SMA, sebagai alternatif untuk mengenalkan kembali bahasa Sunda  dialék kepada para peserta didik di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Adapun tekhnik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi langsung,  Wawancara secara intensif dan pemberian kuésionér terhadap informan. Sedangkan hasil dari penelitian ini menunjukan 8 dari 11 desa yang ada di Kecamatan Sétu masih menggunakan bahasa Sunda dengan dialeknya tersendiri, sedangkan 3 desa lainnya menggunakan bahasa Melayu Toto.  Selain itu jumlah variasi kata dalam bahasa Sunda dialek Bekasi didapat sebesar 357 kata dengan tingkat dialektometri mencapai 71, 25%. Kemudian kata-kata dalam bahasa Sunda dialek Bekasi tersebut dirancang menjadi bahan pembelajaran membaca dalam bentuk artikel budaya bagi siswa SMA. Simpulannya adalah jumlah kata yang ditemukan dalam bahasa Sunda dialek Bekasi sangatlah banyak dan beragam. Selain itu keberagaman kata yang ada dalam bahasa Sunda dialek Bekasi layak dijadikan sebagai bahan pembelajaran membaca bagi siswa di sekolah.

MODÉL MIND MAPPING DINA PANGAJARAN NULIS RÉSÉNSI NOVÉL (Studi Kuasi Ékspérimén ka Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium (Percontohan) UPI Taun Ajaran 2012/2013)

Pamungkas, Ginanjar

Iber Sunda Vol 1, No 3 (2013): Wisuda Gelombang III Desember 2013
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Siswa masih banyak mengalami kesulitan dalam menulis resensi novel. Dalam hal ini, guru memiliki peran untuk menciptakan metode pembelajaran yang efektif melalui model pembelajaran yang tepat. Salah satu metode pembelajaran yang ditawarkan adalah model pembelajaranMind Mapping. Penelitian ini bertujuan mengukur (1) kemampuan siswa menulis resensi novel sebelum menggunakan model pembelajaran Mind Mapping; (2) kemampuan siswa menulis resensi novel setelah menggunakan model pembelajaran Mind Mapping; dan (3) keefektifan model Mind Mapping dalam pembelajaran menulis resensi novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Laboratorium (Percontohan) UPI kelas XI IPS 2 yang berjumlah 26 orang. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes yang terdiri dari prates dan post test. Rata-rata nilai kelas pada pratest adalah sebesar 45,38. Adapun rata-rata nilai pada post test sebesar 67,19. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis resensi novel sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Mind Mapping. Dengan demikian,  model pembelajaran Mind Mapping dalam  menulis resensi novel siswa kelas XI IPS 2 SMA Laboratorium (Percontohan) UPI tahun ajaran 2012/2013 efektif digunakan dalam pembelajaran menulis resensi novel.