cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Konseling dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Konseling dan Pendidikan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang keilmuan Bimbingan dan Konseling dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE), merupakan sub lembaga dari perusahaan Multikarya Kons merupakan salah satu Pusat Kajian, Latihan dan Pelayanan Konseling serta Pendidikan di Indonesia. IICE beranggotakan Konselor-konselor dan para profesional dalam bidang konseling dan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Konseling Online: Sebuah Pendekatan Teknologi Dalam Pelayanan Konseling Ardi, Zadrian; Yendi, Frischa Meivilona; Ifdil, Ifdil
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1100

Abstract

Technological developments in recent decades have brought a positive impact for human activities. Various applications of technology that grows along with its case bore a lot of ease and problem solving. Counseling as one of efforts to develop an independent human being also requires varied approaches in the performance of its services. One of such approach is counseling online. Various forms and types of service in counseling can be applied by utilizing internet technology, such as Email, Chat Program, Videoconferencing Program dan Webcam. The development of online counseling approach it self in recent years showed significant increases and gets serious attention among professionals. In addition, the application of counseling online also carries a variety of positive impact to the creation of effective-daily-living conditions.
Permasalahan Anak Asuh dan Aplikasi Pelayanan Konseling Terhadap Mereka Imran, Yusida
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE) | Multikarya Kons

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research is conducted by means of descriptive qualitative method. The subjects of this research all of the YAB orphans those are 25 children altogether. The research instruments are AUM-U 1,2 and 5, questionnaire as well as a documentation study. The data obtained are analyzed and described. The research findings show that (1) the problems that the orphans mainly face relate to their personal matters, career and jobs; (2) there are 9 types of counseling service that can be provided at YAB. However, those already provided service are information service and individual counseling service; (3) counseling services play significant roles in building the orphans’ self confidence, minimizing their psychological burden and solving their problems. Therefore, the writer recommends that the Foundation (YAB) utilize counseling services as one of the prioritized activities for handling orphans problems at YAB.
Perubahan Pola Pikir Basis Implementasi Kompetensi Konselor Kurniawan, Kusnarto
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1300

Abstract

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor telah empat tahun digulirkan. Dalam kurun waktu empat tahun telah dilakukan berbagai kegiatan untuk melaksanakan peraturan ini oleh lembaga penjaminan mutu pendidikan, LPTK, Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN), serta Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK). Kegiatan sosialisasi, seminar, lokakarya, workshop, talk show, serta pendidikan dan latihan dilakukan dengan melibatkan unsur akademisi, praktisi, organisasi profesi dan lembaga terkait yang muaranya pada impelementasi kompetensi konselor terutama konselor sekolah atau guru bimbingan dan konseling yang langsung diterapkan kepada siswa anak bangasa calon penerus generasi bangsa. Konselor sekolah atau guru bimbingan dan konseling sebagai pelaksana utama dan langsung seringkali menginginkan jalan pintas dan praktis atau instan untuk bisa berubah dan menguasai kompetensi, sulit keluar dari kebiasaan yang sudah dilaksanakan selama ini, tidak kuasa dan tidak berdaya untuk melakukan perubahan dirinya serta mengkomunikasikan di tempat kerjanya. Padahal dalam kompetensi kepribadian nomor 7 disebutkan menampilkan kinerja berkualitas tinggi, 7.1. menampilkan tindakan yang cerdas, kreatif, inovatif, dan produktif. Untuk bisa menampilkan tindakan yang cerdas, kreatif, inovatif, dan produktif basisnya adalah perubahan pola pikir konselor. Perubahan dari menghafal teori kompetensi dengan kepala diganti dengan hati, sekedar mengikuti pelatihan menjadi terlibat dalam pelatihan, budaya instan menjadi pembelajar serta berani berpikir bebas dan kreatif atau out of the box.
Konseling Online Sebagai Salah Satu Bentuk Pelayanan E-konseling Ifdil, Ifdil; Ardi, Zadrian
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1400

Abstract

The development of technology has changed the lives of the world as well as counseling. Counseling is not only face to face (FTF) in a confined space, but it can be done through distance format in assistive technology that online counseling. Counseling is an integral part of e-counseling services. Various applications have been developed to support the implementation of BK in Indonesia, as well as with use of other technologies that can support the implementation of guidance and counseling services. E-counseling services in general and in particular online counseling are an alternative attempt to do by counselors in an effort to prevent, reduce and eliminate the problem. Counselors should have a mastery of the technology and has a minimum competency in the administration of e-counseling services, at least insights about e-counseling services. This article will present a variety of things with regard to e-counseling service specifically about online counseling
Stategi Intervensi Konseling Untuk Mengatasi Kecemasan Siswa Leksono, Tri
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1500

Abstract

Dewasa ini, ditengarai bahwa banyak siswa di SMP dan SMA di Kab Magelang yang  mengalami masalah dalam kehidupan pribadinya; salah satu diantaranya ialah  masalah kecemasan. Apabila siswa mengalami kecemasan berlebihan, biasanya tidak mampu mengatasinya sendiri. Sebagai akibatnya siswa tersebut selalu mengalami kegagalan yang  menyebabkan ia menjadi pesimis, mempunyai harga diri kurang, putus asa, frustasi, tak dapat bertindak  efektif  dan tak dapat mencapai  prestasi  optimal. Untuk mengatasi kecemasan yang dialami siswa SMP dan SMA di Kabupaten Magelang perlu dirancang dan diterapkan Strategi Intervensi Konseling yang tepat, tingkat kecemasan yang dialami para siswa dapat diturunkan secara maksimal dengan cara mendesain Strategi Intervensi Konseling dengan teknik Cognitive Restructuring (CR) dan Systematic Desensitization (SD) yang efektif diterapkan untuk mengatasi kecemasan para siswa SMP dan SMA di Kabupaten Magelang. Dengan melakukan kegiatan  sebagai berikut: 1) menganalisis tingkat kecemasan para siswa SMP dan SMA di Kabupaten Magelang, 2) mengidentifikasi factor penyebab timbulnya kecemasan siswa, 3) menganalisis terori-teori yang mendukung pemecahan masalah kecemasan, dan 4) mendesain Strategi Intervensi Konseling yang cocok digunakan untuk mengentaskan kecemasan siswa. Sampel penelitian dipilih secara purposive random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Skala Kecemasan (Manivest Anxiety Scale) dan angket evaluasi perlakuan. Desain eksperimen yang digunakan adalah pretest-postest control group desain. Penelitian ini diharapkan dapat menciptakan sebuah Strategi Intervensi Konseling yang cocok digunakan untuk mengurangi tingkat kecemasan siswa SMP dan SMA
Peluang dan Tantangan Pelayanan Konseling Pada Setting Masyarakat di Indonesia (Perspektif Dari Perkembangan Konseling Setting Masyarakat Di Amerika) Diniaty, Amirah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1600

Abstract

Keberadaan pelayanan konseling pada setting masyarakat Indonesia yang majemuk baik dari segi latar belakang ekonomi, sosial, budaya, agama,  pendidikan, pekerjaan dan kondisi alam disekitarnya, saat ini perlu ditinjau peluang dan tantangannya. Belajar dari apa yang telah terjadi di Amerika yang saat ini profesi konseling telah mendapat tempat di hati masyarakatnya, maka profesi konselor di Indonesia harus membenahi diri siap dengan peluang dan tantangan yang ada. Konselor yang memilih bekerja dilingkungan ini berkesempatan untuk melayani orang yang memiliki kekurangan, pecandu, orang tua, orang yang terganggu mentalnya, pegawai pemerintah dan militer, pegawai di perusahaan besar. Tugas dan tantangannya banyak. Untuk itu konselor yang bekerja pada setting masyarakat harus bersifat fleksibel, berpengetahuan luas, memiliki koneksi, dan siap untuk menanggapi beberapa permintaan.
Perkembangan Profesional Konselor Untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat Industri Yusri, Fadhila
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1700

Abstract

Perubahan sosial yang amat cepat dan makin kompleksnya keadaan masyarakat dewasa ini telah terjadi di seluruh belahan dunia. Perubahan itu melahirkan diferensiasi dan situasi global yang berbeda. Masyarakat industri yang tiap hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan dan kariernya. Bekerja di bawah tekanan dan kecemasan akan kesuksesan dalam kariernya. Bahkan banyak diantara mereka yang melupakan bahwasanya di rumah mereka mempunyai anak-anak dan keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dan kasih sayang. Kecenderungan kriminalitas meningkat dan kenakalan remaja serta perbuatan-perbuatan yang melampaui norma-norma sosial semakin subur. Kehadiran konselor sepertinya menjawab tantangan zaman dan seiring dengan pesatnya kemajuan pasar global. Kantor berita online, careerbuilder.co.uk menulis dan menempatkan konselor dalam 10 besar profesi yang sangat dibutuhkan di dalam masyarakat saat ini. Alasannya dikemukakan bahwa tekanan hidup yang semakin meningkat membuat banyak orang menderita stres dan mengalami kecemasan berlebihan. Karena itu, tenaga konselor merupakan profesi yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan di zaman globalisasi seperti saat sekarang ini. Seorang calon konselor  yang hanya cukup puas dengan kemampuan dan keahlian serta kompetensi yang sudah dikuasai secara benar dibangku perkuliahan saja tanpa membekali dengan kemampuan (skill) lain. Hal ini, jelas akan menjadi pertanyaan besar, “apakah bisa menembus ketatnya persaingan dunia profesi di pasar global?”. Sementara dunia globalisasi menuntut pekerja profesional yang handal. Oleh karena itu, untuk dapat bersaing di pasar global konselor memang diharapkan untuk selalu mengembangkan kemampuan profesionalnya dibidang konseling. Arah pengembangan profesional konselor hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan pasar global, hingga tenaga konselor dapat membantu masyarakat industri keluar dari berbagai permasalahan yang dihadapinya. Pada akhirnya profesi konselor makin dipercayai di tengah masyarakat dengan keprofesionalan tenaga pelaksananya.
Perkembangan dan Pemilihan Karier Menurut Ginzberg dan Implikasinya Terhadap Bimbingan dan Konseling Batubara, Juliana
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE) | Multikarya Kons

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of career development and selection by Ginzberg grouped into fourt elements: process, irreversibilitas, compromise and optimization. As for the career selection process occurs through three periods, namely the period starting fantasy childhood up to 11 years. Tentative period (early adolescence) at the age of 11 to 17 years, which consists of several stages, interests, capacities, values ​​and transitions. Realistic period (mid-teens) at the age of 17 years to early adulthood, approximately 24 years old. This period consists of several stages, namely the exploration phase, and the phase crystallization and specification stage. The power of this theory is that an individual can gradually make the choice to get a career position. The weakness lies in the individuals relationship to the phasepassed.
Drug Abuse Prevention Among Students In Improving The Lives Meaning Through Counseling Logo Suranata, Kadek
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling And Education (IICE) | Multikarya Kons

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abuse of drugs, psychotropic substances, illegal drugs and other addictive substances (drugs) among teenagers especially students to be a problem from time to time keeps going on and it seems difficult to be finalized. So also in Indonesia drug abuse prevention efforts at the level of the student and the student assessment has been a great school for education practitioners and also involving relevant agencies such as BNN, BKKBN, the health department and the police. On the other hand, the number of victims of drug abuse among adolescents from year-to-year increase. spiritual intelligence (SQ) is low is one of the students to be drug users. Various approaches, models and techniques of counseling has been developed and implemented in schools in order to develop students potential. Counseling logo is one of the counseling intervention model that was first introduced by Viktor Frankl who seek to build the spiritual dimension of human besides raceway and psychological dimensions, and assume that the meaning of life and a desire for meaningful is the primary motivation of men to achieve meaningful livelihoods (the meaningful life) is wanted. This research aimed to develop the logo counseling to improving the lives meaning drug abuse prevention and to know the effectiveness of that model. This research uses  research and development approach or R&D with seven essential steps, namely (1) research and information collecting, (2) planning, (3) developing preliminary from of product, (4) preliminary field testing and product revision, (5) main field test and product revision, (6) operational field test and product revision, and (7) dissemination implementation and institutionalization. The population of this research includes practitioners or school counselors, experts and both state, Junior High School, Senior High Scholl and vocational students in Bali Province. The results of research on the effect of counseling logo on the trend of drug abuse in students in Singaraja shows that students who attend counseling logo managed to increase the meaning of life and reduces the tendency of involvement in drug abuse.
Therapeutic Community (TC) pada Residen Penyalah Guna Narkoba di Panti Social Marsudiputra Dharmapala Inderalaya Sumatera Selatan Gani, Syarifuddin
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 1 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/11000

Abstract

Terapi dan rehalibitasi korban penyalahgunaan narkoba, merupakan sistem pelayanan terpadu dengan menggunakan Therapeutic Community (TC)  merupakan treatment yang menggunakan pendekatan psikososial, yaitu bersama-sama dengan mantan pengguna narkoba lainnya mereka hidup dalam satu lingkungan dan saling membantu untuk mencapai kesembuhan. Dalam rangka memberikan layanan rehalibitasi di Panti Sosial Marsudi Putra Dharmapala Indralaya. Proses perubahan yang diharapkan dari Therapeutic Community (TC)  adalah perubahan tingkah laku perkembangan emosi, perkembangan intelektual, spiritual dan keterampilan kerja serta memberikan perhatian, perlindungan, dan mendukung perkembangan secara fisik, mental, dan spiritual yang seimbang, dengan penuh cinta kasih dan rasa saling menghargai terhadap setiap individu dan komunitas secara keseluruhan, sehingga terciptanya keharmonisan didalam lingkungan tersebut. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran mengenai hasil penerapan Therapeutic Community (TC)  pada residen penyalahguna narkoba  terjadinya perubahan tingkah laku  pada ketiga residen setelah mengikuti proses rehabilitasi karena penyalah gunaan  narkoba disebabkan oleh interaksi  antara factor yang terkait dengan  individu, factor lingkungan dan factor tersedianya zat (narkoba)

Page 1 of 18 | Total Record : 175