Jurnal Pendidikan Sains
ISSN : 24423904     EISSN : 24423904
Jurnal Pendidikan Sains (JPS) terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember, berisi artikel-artikel tentang pendidikan sains baik ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian dan hasil pemikiran. Jurnal Pendidikan Sains (JPS) diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Negeri Malang dengan Nomor ISSN 2338-9117.
Articles 187 Documents
The Effect of LC Learning Model Combined with Flow Chart to the Quality Process, Results Learning and Metacognitive Ability of Students Suryati, Suryati
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3963

Abstract

Pengaruh Model Pembelajaran LC Dipadu Diagram Alir terhadap Kualitas Proses, Hasil Belajar dan Kemampuan Metakognitif Siswa Abstract: The reaction rate is one of the topics that are considered difficult by students. One alternative constructivist learning models that are expected to facilitate students in learning the topic is a model Learning Cycle (LC). LC phases are more effective when combined with a flow diagram. The purpose of this study is to determine the effect of LC learning model combined with a flow diagram of the process quality, learning outcomes and students metacognitive skills chemistry. This study uses a descriptive design and a quasi-experimental design. The subjects are students of class XI IPA SMAN 2 Malang year 2010/2011. The results shows that: (1) the material reaction rate, the result of learning and metacognitive abilities of students that learned with a learning model LC combined flowchart higher compared with the results of learning and metacognitive abilities of students that learned with a learning model LC without flowchart, (2 ) on the material reaction rate, there are differences in learning outcomes are higher in students who have high academic ability compared with the learning outcomes of students who have low academic ability and there are no significant differences in metacognitive skills among students who have high and low academic ability, 3) there is no interaction effect combined learning model LC flow charts and academic ability for learning outcomes and metacognitive skills of students on the material reaction rate, (4) the material reaction rate, the quality of the learning process of students that learned with a learning model LC combined with a flowchart and learning model of LC without flowchart is progressing well. Key Words: LC, flow chart, metacognitive skills Abstrak: Laju reaksi merupakan salah satu pokok bahasan yang dianggap sulit oleh siswa. Salah satu alternatif model pembelajaran konstruktivistik yang diharapkan dapat memudahkan siswa dalam mempelajari topik tersebut adalah model pembelajaran Learning Cycle (LC). Fase-fase LC lebihefektif jika dipadu dengan diagram alir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran LC dipadu dengan diagram alir terhadap kualitas proses, hasil belajar dan kemampuan metakognitif kimia siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan rancangan eksperimen semu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 2 Malang tahun ajaran 2010/2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada materi laju reaksi, hasil belajar dan kemampuan metakognitif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC dipadu diagram alir lebihtinggi dibandingkan dengan hasil belajar dan kemampuan metakognitif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran LC tanpa diagram alir, (2) pada materi laju reaksi, terdapat perbedaan hasil belajar yang lebih tinggi pada siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang memiliki kemampuan akademik rendah dan tidak terdapat perbedaankemampuan metakognitif yang signifikan antara siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan rendah, (3) tidak terdapat pengaruh interaksi model pembelajaran LC dipadu diagram alir dengan kemampuan akademik terhadap hasil belajar dan kemampuan metakognitif siswa pada materi laju reaksi, (4) pada materi laju reaksi, kualitas proses pembelajaran siswa yang dibelajarkan dengan modelpembelajaran LC dipadu dengan diagram alir dan pembelajaran model LC tanpa diagram alir berlangsungdengan baik.Kata kunci: LC, diagram alir, kemampuan metakognitif
Development of Multimedia Interactive Learning Style Intermolecular Topics in Chemical Bonding Course Muchson, Muhammad
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3964

Abstract

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Topik Gaya Antarmolekul pada Matakuliah Ikatan Kimia Abstract: One of the topics in the course of chemical bonds in the college are intermolecular forces). Intermolecular forces will be more easily understood by the learner if visualized using dynamic microscopic representation. The representation can be packaged in the form of computer-based interactive multimedia. The purpose of this study is to develop a computer-based multimedia interactive learning topic of intermolecular forces in the course of chemical bonds. Multimedia development adopting 4D models developed by Thiagarajan, Semmel, and Semmel consists of four stages: (1) front-end analysis and task analysis, (2) multimedia design, (3) multimedia development, and (4) the distribution of multimedia. Multimedia results consisted of the development of multimedia usage instructions, introductions, presentation topics and questions. Chemistry lecturer assessment showed that the level of multimedia feasibility of the development of 95.5% in terms of content, while media expert assessment showed that the level of multimedia feasibility of the development of 88.2% in terms of appearance. Based on the assessment of experts, multimedia development outcomes feasible to use in teaching the topic of intermolecular forces. Improved student achievement before and after using multimedia development results are significant Students stated that multimedia development results effectively assist them in learning the topic of intermolecular forces. Based on the improvement of student achievement and the statement multimedia development results effectively used in learning topics intermolecular forces. Key Words: multimedia interactive learning, the topic of intermolecular forces, chemical bonds subject Abstrak: Salah satu topik dalam matakuliah ikatan kimia di perguruan tinggi adalah gaya antarmolekul (intermolecular forces). Gaya antarmolekul akan lebih mudah dipahami oleh pebelajar jika divisualisasikan menggunakan representasi mikroskopik dinamis. Representasi tersebut dapat dikemas dalam bentuk multimedia interaktif berbasis komputer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif berbasis komputer topik gaya antarmolekul pada matakuliah ikatan kimia. Pengembangan multimedia mengadopsi model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel yang terdiri atas 4 tahap, yaitu (1) front-end analysis dan task analysis, (2) desain multimedia, (3) pengembangan multimedia, serta (4) distribusi multimedia. Multimedia hasil pengembangan terdiri atas petunjuk penggunaan multimedia, pendahuluan, pemaparan topik, dan soal. Penilaian dosen kimia menunjukkan bahwa tingkat kelayakan multimedia hasil pengembangan sebesar 95,5% dari segi isi, sedangkan penilaian ahli media menunjukkan bahwa tingkat kelayakanmultimedia hasil pengembangan sebesar 88,2% dari segi penampilan. Berdasarkan penilaian para ahli, multimedia hasil pengembangan layak digunakan dalam pembelajaran topik gaya antarmolekul. Peningkatan prestasi belajar mahasiswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia hasil pengembangan adalah signifikan. Mahasiswa menyatakan bahwa multimedia hasil pengembangan efektifmembantu mereka dalam pembelajaran topik gaya antarmolekul. Berdasarkan peningkatan prestasi dan pernyataan mahasiswa tersebut multimedia hasil pengembangan efektif digunakan dalam pembelajarantopik gaya antarmolekul.Kata kunci: multimedia pembelajaran interaktif, topik gaya antarmolekul, matakuliah ikatan kimia
The Effect of Problem Based Learning (PBM) to the Basic Physics II Achievement In terms of scientific methodology and attitude of Physics Students Scientific-Education Program, State University of Malang Supramono, Eddy
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3965

Abstract

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) terhadap Prestasi Belajar Fisika Dasar II Ditinjau dari Kerja Ilmiah dan Sikap Ilmiah Mahasiswa Abstract: The Lecture of Basic Physics theory tend to be informative, lecturers tend to resolve existing material on the syllabus, consequently any misunderstanding about the student problem solving in physics. This study aims to examine differences in student achievement in the application of PBM models in terms of scientific work and scientific attitude. This research uses research Quasy Experimentation (semi-experimental) with a factorial design that uses two factors and each factor using two categories. The research population is the entire second semester students, forces from 2011 to 2012 as many as 6 classes The research sample taken as many as two classes each class comprised 36 students with purposive sampling. Achievement test instruments in the form of multiple choice questions as many as 25 items that have been tested validity, using the 87 student class of 2010 and 2011 as respondents. Reliability of the instrument sought to use the KR 20. Hypothesis testing using ANOVA statistical Two Line. The results show differences in performance of high-class scientific experiment with the controls but not significantly. There are differences in student achievement low scientific work significantly between the experimental class with the conventional. There are no differences in student achievement between the high scientific attitude with conventional experimental class and also no difference in student achievement are low scientific attitude between the experimental class with the conventional material-Geometric Optics. Key words: PBM, achievements, scientific work, scientific attitudeAbstrak: Kuliah teori Fisika Dasar cenderung berupa informasi, dosen cenderung menuntaskan materi yang ada pada silabi, akibatnya adanya pemahaman yang keliru pada mahasiswa tentang pemecahan masalah dalam fisika. Penelitian ini bertujuan menguji perbedaan prestasi belajar mahasiswa pada penerapan model PBM ditinjau dari kerja ilmiah dan sikap ilmiah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy Experimentation (semi eksperimen) dengan desain faktorial yang menggunakan dua faktor dan masing-masing faktor menggunakan dua katagori. Populasi penelitian yang digunakan adalah seluruh mahasiswa semester 2, angkatan 2011-2012 sebanyak 6 kelas. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 2 kelas yang setiap kelasnya terdiri 36 mahasiswa secara purposive sampling. Instrumen tes prestasi berupa soal pilihan ganda sebanyak 25 butir soal yang telah diuji validitasnya, menggunakan 87 mahasiswa angkatan 2010 dan 2011 sebagai responden. Reliabilitas instrumen dicari dengan menggunakan KR 20. Uji hipotesis menggunakan statistik Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan prestasi kerja ilmiah tinggi kelas eksperimen dengan kontrol tetapi tidak signifikan. Ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa kerja ilmiah rendah yang signifikan antara kelas eksperimen dengan konvensional. Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar mahasiswa sikap ilmiah tinggi antara kelas eksperimen dengan konvensional dan juga tidak terdapat perbedaanprestasi belajar mahasiswa sikap ilmiah rendah antara kelas eksperimen dengan konvensional pada materi Optika-Geometrik.Kata kunci: PBM, prestasi, kerja ilmiah, sikap ilmiah
Effectiveness of Cooperative Learning STAD to the Physics Learning Achievement from Achievement Motivation of High School Students Nurani, Budi
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3968

Abstract

Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Model STAD terhadap Prestasi Belajar Fisika Ditinjau dari Motivasi Berprestasi Siswa SMA Abstract: The aim of this study is to determine the effectiveness of cooperative learning model of STAD in improving the student achievement compared to conventional learning, knowing the effectiveness of cooperative learning model of STAD than conventional learning to improve learning achievement for students with high achievement motivation, and determine the effectiveness of cooperative learning model of STAD compared to conventional learning to improve learning achievement for students with low achievement motivation. This study uses a quasi-experimental design with a 2 x 2 factorial design of study population is all students of class X SMA Negeri 3 Malang. Sampling is done randomly. Of the total students, it is divided into 8 parallel classes, four classes were sampled. The sample of 4 classes, two classes are used as experimental class learning with cooperative learning STAD model, and 2 classes as control class learning with conventional learning. Results of the study are: (1) The cooperative learning model of STAD no more effective than conventional learning to improve student achievement, (2) cooperative learning STAD model is more effective than conventional learning to improve student achievement that have high achievement motivation, (3) learning model of cooperative STAD is not more effective than conventional learning to improve student achievement that have low achievement motivation. Key Words: STAD model cooperative learning approach, achievement motivation, academic achievement Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran kooperatif model STAD dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan pembelajaran konvensional, mengetahui efektivitas pembelajaran kooperatif model STAD dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan prestasi belajar untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, dan mengetahui efektivitas pembelajaran kooperatif model STAD dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan prestasi belajar untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experiment dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Malang. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Dari keseluruhan siswa yang terbagi menjadi 8 kelas paralel, 4 kelas diambil sebagai sampel. Dari 4 kelassampel tersebut, 2 kelas digunakan sebagai kelas eksperimen yang belajar dengan pembelajaran kooperatifmodel STAD, dan 2 kelas sebagai kelas kontrol yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Hasil penelitian adalah: (1) pembelajaran kooperatif model STAD tidak lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, (2) pembelajaran kooperatif model STAD lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan prestasibelajar siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, (3) pembelajaran kooperatif model STAD tidak lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah.Kata kunci: pendekatan pembelajaran kooperatif model STAD, motivasi berprestasi, prestasi belajar
The Effects of Heavy Metal Cadmium Against Apoptosis Through Activation of Caspase-3 protein on Sea Urchins Diadema setosum Rumahlatu, Dominggus
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3970

Abstract

Efek Logam Berat Kadmium Terhadap Apoptosis Melalui Aktivasi Protein Caspase-3 pada Bulu Babi Diadema setosum Abstract: This study is the Cd metal effect on apoptosis in cells D. setosum urchins. The study iss conducted in the laboratory of LIPI Ambon (Indonesia).  TheDoses of the treatment is dissolved 0.0, 1.0, 3.0, 6.0, 9.0, and 12.0 mg / L Cd.  Each treatment was repeated 7 times. The age of animal is about 8 months weighs 90 grams with a circumference of 15 cm body. The Experimental animals is fed with grass. The measurement of caspase-3 protein concentrations performed on the liver organ with method Caspase Colorimetric Assay Kit followed by staining Hematoxilen-eosin (HE). Data are analyzed with ANOVA test single and advanced to the MDRS 0:05. The results shows that Cd treatment significantly increases levels of Caspase-3 protein. Caspase-3 protein concentrations highest in treatment dose 12 mcg / L.  It is required for further studies which related to the potential increase in Caspase-3 protein as an alternative biomonitoring marine pollution by metals Cd. Key Words: Cadmium, Diadema setosum, Apoptosis, Caspase-3 Abstrak: Telah dilakukan penelitian mengenai efek logam Cd terhadap apoptosis pada sel bulu babi D. setosum. Penelitian dilakukan di laboratorium Balai LIPI Ambon (Indonesia). Dosis-dosis perlakuan adalah 0.0, 1.0, 3.0, 6.0, 9.0, dan 12.0 µg/L Cd terlarut. Pada tiap perlakuan diulang 7 kali. Usia hewan coba sekitar 8 bulan berbobot 90 gram dengan lingkar tubuh 15 cm. Hewan coba diberi makan lamun. Pengukuran konsentrasi protein caspase-3 dilakukan pada organ hepar dengan metode Caspase Colorimetric Assay Kit dilanjutkan dengan pewarnaan Hematoxilen-Eosin (HE). Data penelitian di-analisis dengan ANAVA tunggal dan uji lanjut dengan MDRS 0.05. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan Cd sangat signifikan meningkatkan kadar protein Caspase-3. Konsentrasi protein Caspase-3 tertinggi pada dosis perlakuan 12 µg/L. Diperlukan kajian lanjutan terkait potensi peningkat-an protein Caspase-3 sebagai satu alternatif biomonitoring pencemaran perairan laut oleh logam Cd. Kata kunci: Cadmium, Diadema setosum, Apoptosis, Caspase-3
Type of Misconception Genetics Found on Textbook in High School Nusantari, Elya
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3971

Abstract

Jenis Miskonsepsi Genetika yang Ditemukan pada Buku Ajar di Sekolah Menengah Atas Abstract: The study aims to reveal the types of misconceptions genetics in high school class XII textbook.  The Textbooks which analyzed is as many as 12 books published in 2007-2010. The analysis was conducted from Mei – October 2010. The research step is to identify the genetic misconceptions page by page and chapter by chapter. The results shows genetic misconceptions found in 7 or entire groups of the concept of the meaning and scope of genetics; genes, DNA and chromosomes; the relationship of genes, RNA, polypeptides, and the process of protein synthesis; linkages between mitotic and meiotic process by inheritance; principles and mechanisms of heredity inheritance; sex determination; and mutations. This is affected with the presentation of information used is the historial version, and classical genetic material still less representative (molecular). Presentation of the concept of genetics does not connect between concepts so that students understanding  is fragmented. Teachers need to make a selection according to the standard textbook content of the material. Keywords: misconceptions, genetics, high school textbooks, the selection of books Abstrak: Penelitian  bertujuan  mengungkap jenis miskonsepsi   genetika pada buku ajar SMA kelas XII. Buku ajar dianalisis sebanyak 12 buku tahun terbit  2007-2010. Analisis dilakukan mulai Mei-Oktober 2010. Langkah penelitian adalah mengidentifikasi miskonsepsi genetika  halaman demi hala-man dan bab demi bab. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi genetika ditemukan pada 7 atau seluruh kelompok konsep yakni arti dan ruang lingkup genetika; gen, DNA dan kromosom; hubung-an gen, RNA, polipeptida, dan proses sintesis protein; keterkaitan antara proses pembelahan mitosis dan meiosis dengan pewarisan sifat; prinsip hereditas dan mekanisme pewarisan sifat; penentuan je-nis kelamin; dan mutasi. Hal ini akibat penyajian informasi masih versi sejarah, materi masih genetika klasik dan kurang representatif (molekuler). Penyajian konsep genetika tidak menghubungkan antar konsep sehingga pemahaman siswa terfragmentasi. Guru perlu melakukan seleksi buku ajar sesuai standar isi materi. Kata kunci: miskonsepsi, genetika, buku ajar SMA, seleksi buku
Cooperative Learning Group Investigation Type of Application Software with Excel and Workbook to Understand The Circle Equation Awaluddin, Awaluddin
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3972

Abstract

Pembelajaran Kooperatif Tipe Investigasi Kelompok dengan Penerapan Software Excel dan LKS untuk Memahamkan Persamaan Lingkaran Abstract: This study describes the design and implementation of cooperative learning group investigation with the excel program implementation and student worksheet make learners understand in the material of Circle Equation in class XI IPA 3 RSMABI N1 Kota Batu. Learning implementation process begins with an orientationof students to the problems, teachers organize students to learn and lead in the investigation of individual and group, ended with the presentation of the work and evaluation, as well as reflections. This classroom action research conducted in four meetings and one meeting learning achievement test. Results of this study indicate that a class action, the average percentage of students who pass the study was 88.80% and the lowest value is 76, the average percentage of learners during a learning activity is 84% ​​and can be categorized as active, the average percentage of the activity of the teacher during investigation of cooperative learning groups is 87% and can be considered good. Of the activities of learners are included in the category of active and teacher activities are included in both categories, as well as the learning outcomes of students who are able to achieve mastery learning criteria set out sekurangkurangnya 85% of students scored at least 75, it was concluded that the class action is successful research. Key Words: investigative group, excel software, LKS, Understand Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan rancangan dan pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok dengan penerapan program excel dan lembar kerja siswa untuk memahamkan peserta didik pada materi Persamaan Lingkaran dikelas XI IPA 3 RSMABI N1 Kota Batu. Proses pelaksanaan pembelajaran diawali dengan orientasi peserta didik kepada masalah, guru mengorganisasi siswa untuk belajar dan membimbing dalam penyelidikan individual maupun kelompok, diakhiri dengan penyajian hasil karya dan evaluasi, serta refleksi. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam empat pertemuan proses pembelajaran dan satu pertemuan tes hasil belajar. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa, persentase rata-rata peserta didik yang tuntas belajar adalah 88.80% dan nilai terendahnya adalah 76, persentase rata-rata aktivitas peserta didik selama pembelajaran adalah 84% dan dapat dikategorikan aktif, persentase rata-rata aktivitas guru selama pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok adalah 87% dan dapat dikategorikan baik. Dari aktivitas peserta didik yang termasuk dalam kategori aktif dan aktivitas guru yang termasuk dalam kategori baik, serta hasil belajar peserta didik yang mampu mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan sekurang-kurangnya 85% siswa mendapat nilai minimal 75, maka disimpulkan bahwa  penelitian tindakan kelas ini berhasil. Kata kunci: investigasi kelompok, software excel, LKS, memahamkan 
Scaffolding process Based on Diagnosis Students Difficulties in Solving Linear Program by Using Mapping Mathematic Mustaqim, Mustaqim
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3973

Abstract

Proses Scaffolding Berdasarkan Diagnosis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Program Linear dengan Menggunakan Mapping Mathematic Abstract: Diagnosis difficulties are important for teachers in teaching. By making a diagnosis, the teacher can know in which part of students experiencing difficulties and then provide appropriate alternative solutions. Diagnosis can be done by using mathematic mapping. The subjects were students of class XI Agribusiness Program Ruminant SMKN I Maesan Bondowoso as many as six students were selected based on an error in diagnostic tests and communication skills. This research data is the result of students work, recording during the test and the scaffolding, important notes, and sheets scaffolding.  Accumulated data is done by testing techniques, interviews, and provide scaffolding. The provision of scaffolding in this study as the scaffolding strategies expressed by Anghilery. Activity data analysis is a data reduction step, step presentation of data, and conclusions step data. Based on the results of the study, it is found that the provision of scaffolding in part difficult experienced by students can reduce / eliminate the difficulties students. Key Words: diagnosis, mapping mathematic, scaffolding Abstrak: Diagnosis kesulitan merupakan hal yang lebih penting bagi guru dalam mengajar. Dengan melakukan diagnosis, guru dapat mengetahui di bagian mana siswa mengalami kesulitan dan kemudian memberikan alternatif solusi tepat. Diagnosis bisa dilakukan dengan menggunakan mapping mathe-matic. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Agribisnis Ternak Ruminansia SMKN I Maesan Bondowoso sebanyak 6 siswa yang dipilih berdasarkan kesalahan dalam tes diagnosis dan kemampuan komunikasi. Data penelitian ini adalah hasil karya siswa, rekaman selama tes dan proses scaffolding, catatan penting, dan lembaran scaffolding. Akumulasi data dilakukan dengan uji teknik, wawancara, dan memberikan scaffolding. Pemberian scaffolding dalam penelitian ini seperti dalam strategi scaffolding yang dinyatakan oleh Anghilery. Aktivitas analisis data adalah langkah reduksi data, langkah penyajian data, dan langkah kesimpulan data. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pemberian scaffolding di bagian sulit yang dialami siswa dapat mengurangi/menghilangkan kesulitan siswa.Kata kunci: diagnosis, mapping mathematic, scaffolding
The Development of the Student Book Five Phase Learning Model by Van Hiele on 2D material in Class VIII SMP Laboratorium, State University of Malang Sugiyarti, Sugiyarti
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3974

Abstract

Pengembangan Buku Siswa dengan Mengacu Lima Fase Belajar Model Van Hiele pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang Abstract: The aim of this study is the development of the student produces books and lesson plan (RPP), which is characterized by a phase of learning models by  Van Hiele the 2D materials on class VIII are valid, practical and effective.The  Development model used was developed by Plomp (2010). The average score for all aspects of student book validation results, RPP and final tests valid criteria. The average score for all indicators observations feasibility and feasibility study books students meet practical criteria. Mastery of geometry is measured through the final test results and the results of the activity of student performance in achieving mastery of classical books exceeds the 87% stipulated classical mastery of 70%. The observation of student activity during learning for all indicators meet the criteria set very high student activity. Students response to the book and learning the learning phase model of van Hiele on the material of figures with the flat side positive. Notes, suggestions and comments from both validators, practitioners and observers are used in revising the development of this product. Results of the validation and field trials obtained student books and lesson plan (RPP) valid, practical and effective. Key Words: geometry flat side, the learning phase model of Van Hiele Abstrak: Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan buku siswa dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang bercirikan fase belajar model van Hiele pada materi bangun ruang kelas VIII yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan yang digunakan dikembangkan oleh Plomp (2010). Skor rata-rata untuk semua aspek hasil validasi buku siswa, RPP dan tes akhir memenuhi kriteria valid. Skor rata-rata untuk semua indikator hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan keterlaksanaan buku siswa memenuhi kriteria praktis.  Penguasaan materi bangun ruang yang diukur melalui hasil tes akhir dan hasil aktivitas unjuk kerja siswa dalam buku mencapai penguasaan klasikal 87% melebihi penguasaan klasikal yang ditetapkan yakni 70%. Hasil pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran untuk semua indikator memenuhi kriteria yang ditetapkan yakni aktivitas siswa sangat tinggi. Respon siswa terhadap buku dan pembelajaran dengan fase belajar model van Hiele pada  materi bangun ruang sisi datar positif. Catatan, saran dan komentar baik dari validator, praktisi dan observer digunakan dalam merevisi produk pengembangan ini. Hasil validasi dan uji coba lapangan diperoleh buku siswa dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang valid, praktis dan efektif. Kata kunci: bangun ruang sisi datar, fase belajar model Van Hiele 
Influence of Guided Discovery Learning Strategy on Motivation and Learning Outcomes on Natural Science of Students in Class IV Rantepao I SDN Toraja Utara Salu, Benyamin
Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 1: Maret 2013
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v1i1.3975

Abstract

Pengaruh Strategi Penemuan Terbimbing terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN Rantepao I Kabupaten Toraja UtaraAbstract: The study aims to determine: 1) the influence of guided discovery learning strategy in science subjects on motivation to learn and 2) the effect of guided discovery learning strategy in science subjects on learning outcomes. The study design is experimental design. The subjects were students of class IV SDN Rantepao I of Toraja Utara consisting of two classes with 38 students in a class IVA and 37 students in class IVB. The Data collection technique used observation, questionnaires, and tests. The Hypothesis testing is using Anacova Techniques. The results shows that motivation and student learning outcomes is higher in guided discovery learning  strategy compared to the conventional strategy. Key Words: strategy guided discovery, learning motivation, learning outcomes Abstrak: Penelitian bertujuan mengetahui: 1) pengaruh strategi penemuan terbimbing pada mata pelajaran IPA terhadap motivasi belajar dan 2) pengaruh strategi penemuan terbimbing  pada mata pelajaran IPA terhadap hasil belajar. Rancangan penelitian adalah desain eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Rantepao I Kabupaten Toraja Utara yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas IVA 38 siswa dan IVB 37 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan tes. Pengujian hipotesis menggunakan teknik Anacova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar siswa lebih tinggi pada strategi penemuan terbimbing dibanding strategi konvensional.Kata kunci: strategi penemuan terbimbing, motivasi belajar, hasil belajar

Page 1 of 19 | Total Record : 187