cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Language Horizon
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
The Implicit Meanings of Negative Confession Article Headings in the New Weekly SEPTYLILA WIBOWO, ERIZA
Language Horizon Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 No 1
Publisher : Language Horizon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Some articles of the magazines usually contain implicit meaning. The implicit meaning can attract to the reader to read and to buy. This study tries to explain how the narrator uses implicit meaning and what the purpose of the narrator uses it in the New Weekly magazine. This study uses some theories, such as Yule, Levinson, and others. The theory used in this study is pragmatics, because it involves reference, co-text, and presupposition. The research design of this study is descriptive qualitative. The data used came from the nine articles in the New Weekly magazine. All of the data in this study were created by nine headings in the New Weekly magazine. Then, this study aims to know how and what the purposes of the narrator uses the implicit meaning. In conclusion, this study finds that the narrator uses reference, co-text, and presupposition to explain and analyze the implicit meaning in the heading of magazine. Then, the narrator’s purpose is to tease the nine famous artists.     Key terms: implicit meaning, reference, co-text, presupposition  
Associative Meaning on www.khilafah.com EKA DUTAMURTY, NENDEN
Language Horizon Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 No 1
Publisher : Language Horizon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses about the types of associative meaning (based on Geoffrey Leech’s theory) that appears on www.khilafah.com. Those meanings are: connotative meaning, social meaning, affective meaning, reflective meaning, and collocative meaning. The term Khilafah occurs as the only alternative system to replace nowadays governmental system. It is a great issue abroad, and when people type the word in both google and yahoo search engine, www.khilafah.com will appear as the first result. This research used descriptive qualitative approach since the objective of this research was to describe the way the journalist used associative meaning on the articles of analysis section in the website, and the data analyzed was also in the form of words, phrases, clauses, and sentences. Before the analysis, the data were categorized into five categories using data tables, based on the sub sections of the site. After data of the whole categories have already been presented in tables and analyzed, the researcher made conclusion. The results of this study shown that there were five types of associative meaning in the www.khilafah.com that they were used in various forms. The journalist used associative meaning in common terms, which are related to the articles’ themes and experience of the journalist.  Key words: associative meaning, www.khilafah.com, Geoffrey Leech’s theory of associative meaning   Abstrak Penelitian ini membahas jenis jenis makna asosiasi (berdasarkan teori Geoffrey Leech) yang nampak pada situs www.khilafah.com. Makna makna tersebut diantaranya: makna konotasi, makna sosial, makna afektif, makna reflektif, dan makna kolokatif. Istilah Khilafah muncul sebagai satu satunya sistem alternatif yang mampu menggantikan sistem pemerintahan saat ini. Hal ini menjadi bahasan hangat di dunia secara luas, dan jika kita mengetik kata tersebut baik di mesin pencari google maupun yahoo, www.khilafah.com akan muncul sebagai halaman yang paling disarankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dikarenakan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai cara jurnalis menampilkan makna asosiasi pada artikel artikel di seksi analisis website tersebut, dan data yang dianalisis juga dalam bentuk kata-kata, frase-frase, klausa-klausa, dan kalimat-kalimat. Sebelum dianalisis, data dikategorikan menjadi lima kategori berdasarkan wilayah asal artikel, menggunakan tabel. Setelah semua data dalam table dianalisis, peneliti membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima jenis makna asosiasi pada www.khilafah.com yang tampil dalam brbagai bentuk. Jurnalis menampilkan makna asosiasi pada istilah istilah umum yang berhubungan dengan tema tema artikel serta pengalaman jurnalis.               Kata kunci: makna asosiasi, www.khilafah.com, teori makna asosiasi Geoffrey Leech  
NOUN PHRASE HYPERBOLE ON STEVE JOBS’ SPEECH WIJAYA, GUSTAF; , WIDYASTUTI
Language Horizon Vol 1, No 3 (2013): Volume 1 No 3
Publisher : Language Horizon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Steve Jobs adalah salah satu pembicara terbaik di dunia. Dia mampu menggunakan hiperbola sebagai salahsatu aspek yang baik dalam pidato-pidatonya. Dari transkrip pidatonya pada tahun 1997, 2005 dan 2008(yang dianggap sebagai pidato – pidato paling berpengaruh yang pernah disampaikan oleh Steve Jobs)dapat dilihat bahwa terdapat berbagai bentuk dan karakteristik hiperbola yang digunakan oleh Steve Jobs.Frasa nomina adalah bentuk frase paling banyak bermakna hiperbole. Steve Jobs cenderung menggunakanphrasa nomina dengan skala arti yang maksimum. Ada beberapa karakteristik hiperbola frasa nomina yangdigunakan pada pidato Steve Jobs. Semakin baru pidato yang diteliti, maka semakin kompleks pula frasanomina hiperbola yang digunakan. Jobs mempromosikan produk-produknya dengan memberikan hiperboladalam menyebutkannya, dia menambahkan kata sifat, kata keterangan atau kombinasi dari keduanya untukmelengkapi phrasa nomina tersebut.Kata Kunci: hiperbola, majas, pidato.AbstractSteve Jobs is one of the best speaker in the world. He is able to use hyperbole as one of good aspects on hisspeech. He uses various form of hyperbole. It makes some characteristics of hyperbole that can be studiedin his speeches. As on his speech in 1997, 2005 and 2008, which are considered as the most influentialspeech of him. In phrasal hyperbole, noun phrase is the most dominant form of phrase which containshyperbole. Steve Jobs tends to use maximum scale of words and phrase in terms of meaning. There areseveral characteristics of hyperbole used on Steve Jobs’ speech, Jobs recently used complex noun phrasehyperbole, he didn’t let his products stand alone. He add adjective, adverb or the combination of them toprecede it.Keywords: Figurative Language, Hyperbole, Speech.
Suggesting Act about Inner Peace in Eat, Pray, Love Movie ULFA, MARISA; , WIDYASTUTI
Language Horizon Vol 1, No 3 (2013): Volume 1 No 3
Publisher : Language Horizon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis -jenis pemberian saran yang digunkan oleh para tokoh dan menentukan bagaimana saran itu diterima. Metode deskripsi kualitatif dan jenis-jenis pemberian saran diterapkan  untuk  menganalisis  data.  Data  diambil  dari  ujaran-u jaran  yang  mengandung  pemberian  saran yang berhubungan dengan  ketenangan jiwa yang diujarkan  kepada tokoh utama yaitu  Elizabeth Gilbert. Hasil  analisis  menunjukkan  bahwa  para  tokoh  menggunakan  tiga  jenis  pemberian  saran:  langsung, konvensional,  dan  tidak  langsung.  Pemberian  saran  secara  langsung  diujarkan  dengan  menggunakan kalimat  perintah,  kalimat  perintah  negatif,  pemberian   saran  secara  convensional  diujarkan   dengan  cara tertentu yaitu menggunakan kalimat tanya, kata kerja „seharusnya‟, dan kalimat bersyarat, pemberian saran tidak  langsung  diujarkan  dengan  menggunakan  isyarat.  Pemberian  saran  secara  langsung  paling  sering digunakan  dalam   pemberian   saran  yang   berhubungan   dengan   ketenangan   jiwa.   Penerimaan   saran ditampilkan  secara  tersurat  dengan  menyatakannya  secara  langsung  dan  secara  tersirat  dengan  hanya terdiam,  tersenyum, dan melakukan  saran yang diberikan.  Kata  Kunci:  ujaran, pemberian saran, kata kerja  performatif,  isyarat     Abstract The objective of this study is to find out the types of suggesting acts used by the characters and to find out the acceptance toward the suggesting act is performed.  Descriptive qualitative  method and kinds of suggesting act applied to analyze the data. The data was taken fro m the utterances containing suggesting act that was uttered toward the main character,  Elizabeth Gilbert related to inner peace. The result shows that the characters use three types of suggesting act: direct, conventionalized, and indirect suggesting act. Direct   suggesting   act   is   performed   by   imperative   strategy   and   negative   imperative   strategy; conventionalized  suggesting  act  is  performed  by  specific  strategy,  the  verb  of  should,  and  conditional strategy; indirect suggesting act is performed by the strategy of hint. Direct suggesting act is mostly used in suggesting act about inner peace. The acceptance of the suggestion is performed explicitly by stating it directly and implicitly  by keeping silent, smiling  and by committing  what is being suggested to her.   Keywords:  utterance, suggesting act, performative verb, hint.
The Use of Ain’t in John Steinbeck’s Of Mice and Men NISAK, KHOIRUN; , WIDYASTUTI
Language Horizon Vol 1, No 3 (2013): Volume 1 No 3
Publisher : Language Horizon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  semua komunitas,  orang  –  orang  berbicara  dengan bahasa  yang  berbeda apakah itu  bahasa  baku atau tidak berdasarkan kebutuhan mereka. African American Vernacular English   (AAVE) setara dengan Working  Man’s  English  sebagai  bahasa  tidak  baku.  Dengan  pengadaan  penelitian  ini,  peneliti  hendak menunjukkan  salah  satu  cirri  struktur  kata  dari  Working  Man’s  English  ain’t  dan  mendeskripsikan penggunaan ain’t tersebut. Teori Guth diaplikasikan pada penelitian ini sebagai teori utama dan didukung oleh teori  Fought  beserta  teori  Holmes  untuk mengetahui pengggunaan  dari  bahasa  tidak  baku tersebut. Melalui penelitian ini, peneliti hendak menunjukkan stuktur bahasa ain’t dan penggunaannya. Penemuan dari  penelitian  ini  adalah  variasi  penggunaan  ain’t  beserta  penggunaannya  pada  tokoh-tokoh  novel  dari John  Steinbeck  yang  berjudul  Of  Mice  and  Men.  Dengan  struktur  bahasa  tersebut,  penggunaan  ain’t diidentifikasi  dengan  berbagai  macam  tujuan  sebagaimana  dipengaruhi  oleh  faktor–factor  social  dan dimensi-dimensi social yang merefleksikan solidaritas  mereka. Pada novel John Steinbeck,  penggunaan ain’t ditentukan oleh pembicara, setting, dan topic pembicaraan Kata Kunci :Bahasa, Working Man’s English, AAVE, struktur bahasa, faktor sosial, dimensi sosial Abstract In all communities, people speak different language whether Standard or nonstandard based on their needs. African American Vernacular English as the same label with Working Man‟s English is as nonstandard English variety. By conducting this study, the researcher would like to recognize the one of grammatical features of Working Man‟s English ain’tand describe the use of the feature. Guth‟s theory is applied in this study as the main theory. It is supported by Fought‟ AAVE theory and Holmes‟ theory in order to know the use  or  the nonstandard  variety.  Through this  study,  the researcher  would  like  to  show  the  grammatical feature of ain’tand the use of the variety itself. The findings are the usage of ain‟t in different usagesand it‟s use among the characters of John Steinbeck‟s Of Mice and Men.By the grammatical feature, the use of Working  Man‟s  English  ain’tis  found  in  different  purposes  as  it  is  influenced  by  social  factors  and dimensions which reflects to their solidarity. In John Steinbeck‟s novel, the use of ain’t is determined by the participants, setting and topic. Keywords: Language, Working Man‟s English, AAVE, grammatical features, social factors, social dimen- sions
WOMEN’S SPEECH FEATURES USED BY CHARACTER MARGARET IN THE IRON LADY MOVIE UMAMI M, KHOIRUL
Language Horizon Vol 1, No 3 (2013): Volume 1 No 3
Publisher : Language Horizon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Margaret Thatcher adalah Perdana Menteri wanita di Inggris yang terlama yang dijuluki sebagai the iron lady (wanita bertangan besi). Di dalam beberapa percakapan yang diucapkan, ia menggunakan fitur fitur bahasa yang biasa dipakai oleh wanita. Selain menjadi seorang Perdana Menteri yang harus memiliki sifat tegas dan berwibawa di setiap ucapannya, dia juga masih memiliki sifat feminim yang ditunjukkan dengan penggunaan fitur fitur bahasa wanita ketika dia melakukan tugas tugasnya di rumah sebagai seorang ibu. Seperti terlihat dalam skrip film The Iron Lady, sebuah film biografi tentang dirinya, dapat dilihat fitur fitur bahasa  wanita  yang  digunakan  berdasarkan  teori  Lakoff  tentang  fitur  bahasa  wanita.  Ditemukan  ada Sembilan  fitur  bahasa  yang  digunakan  oleh  Margaret,  yaitu  lexical  hedges  or  fillers,  tag  question, declaratives,   empty   adjectives,   intensifiers,   superpolite   form,   avoidance   of   strong   swear   words, hypercorrect grammar, dan emphatic stress.                               Kata kunci: fitur bahasa wanita, bahasa wanita, ucapan        Abstract Margaret Thatcher is the longest woman Prime Minister in Britain who called as the iron lady. She is able to use women’s speech features in some of her conversations. In spite of  becoming Prime Minister who has to have power  and  authority  in  each  of  her  speeches,  she also has femininity  side  as  shown  in her  using  of  women’s speech features when she is in house doing her duties as a mother. As seen in the script of The Iron Lady movie, a  biographical movie  of  her,  it  can  be  seen her  speech  features  based  on  Lakoff’s  theory  of  women’s  speech features.  It  is  found  that  there  are  nine  speech  features  that  she  uses,  they  are  lexical  hedges  or  fillers,  tag question,  declaratives,  empty  adjectives,  intensifiers,  superpolite  form,  avoidance  of  strong  swear  words, hypercorrect grammar, and emphatic stress.                    Keywords: woman’s speech features, women’s language, utterances   
BODY CARE ADVERTISEMENT IN PERSONAL CARE MAGAZINE: SEMIOTIC INTERPRETATION F, GRACIA; , SUWONO
Language Horizon Vol 1, No 3 (2013): Volume 1 No 3
Publisher : Language Horizon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa merupakan sarana komunikasi utama melalui cetak maupun digital. Di media cetak ada koran, majalah, spanduk, poster, dll Penulis memilih iklan majalah di Personal Care sebagai data. Iklan di majalah Personal Care memiliki informasi dan sangat menarik pembaca melalui judul teks dan gambar, Semiotika diterapkan dalam judul teks dan gambar dalam menganalisis iklan perawatan tubuh. Judul teks adalah teks utama dari iklan sebagai pertanyaan fokus penelitian yang berhubungan dengan gambar. Penulis menganalisis judul teks dan gambar dalam iklan berdasarkan semiotika. Pertanyaan penelitian pertama adalah apa arti dari teks judul iklan perawatan tubuh di majalah Personal Care secara semiotik. Pertanyaan ini berfokus pada arti headline atau judul teks dalam iklan berdasarkan semiotika. Pertanyaan kedua adalah apa arti dari makna gambar iklan perawatan tubuh di majalah Personal Care. Pertanyaan ini menganalisis makna gambar berdasarkan semiotika dan apa yang showen dari gambar yang menarik pembaca. Penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam penelitian tentang analisis semiotika dalam iklan perawatan tubuh untuk menemukan konsep makna. Studi ini menjelaskan secara semiotik tentang judul teks dan makna gambar yang dapat membawa pembaca untuk lebih mudah memahami arti dari judul teks dan gambara yang saling keterkaitan, kemudian deskriptif kualitatif sesuai dalam penelitian ini dan menyampaikan kepada pembaca hubungan antara judul dan gambar. Data yang dikumpulkan dari majalah Personal Care di Mei 2011, September 2012 dan November 2013 dan mengambil dua belas iklan. Teks utama dan gambar dalam iklan adalah objek utama penelitian ini, hasilnya menunjukkan bahwa setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda dengan spesifikasi dan variasi untuk menarik pembaca dengan menarik judul iklan dan gambar. Berdasarkan semiotika judul teks memiliki tanda yang menetapkan makna denotasi dan makna konotatif. Penemuaan menunjukkan bahwa judul iklan perawatan tubuh teks memiliki makna denotatif. Denotatif sering muncul dalam judul iklan dengan representasi kata-kata untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Gambar memiliki simbol, ikon dan indeks representasi judul. Tanda-tanda yang muncul dalam judul dan gambar memiliki hubungan yang saling mendukung dan terdapat pesan bahwa iklan dibuat untuk menarik dan membujuk pembaca. Kemudian, pembaca dapat menghubungkan makna judul teks dalam iklan dan gambar dengan tujuan promosi melalui iklan perawatan tubuh. Kata kunci: semiotik, iklan, text kepala iklan, gambar, simbol, representasi Abstract Mass media is central communication media through printed and digital. In printed media there are newspaper, magazine, banner, poster, etc. The writer chose Personal Care magazine advertisement as the data. The advertisement in the Personal Care magazine has information and perusable through headline and image, Semiotics is applied in the text headline and image of body care advertisement analysis. The text headline is the main text of the advertisement as the focus research question which has related with image. The writer analyzed the text headline and image in the advertisement based on the semiotics. The first research question is what is the meaning of the text headline body care advertisement in Personal Care magazine semiotically. This question focuses on the headline meaning in the advertisement based on the semiotics. the second question is what is the meaning of the image meaning of the body care advertisement in Personal Care magazine. This question analyzes the image meaning based on the semiotics and what is showen from the image that attracts the readers. The writer uses descriptive qualitative approach in the study about semiotics analysis in body care advertisement to find meaning concept. The study describes semiotically the text headline and image meaning which can bring the readers easily to understand then descriptive qualitative is appropriate in this study and convey to the relationship between headline and image. The data collected from Personal Care magazine in May 2011, September 2012 and November 2013 and took twelve advertisements randomly. Text headline and image in the advertisement is the main object of this study, the result shown that each company has different goal with specification and variation to attract the readers with interesting headline and image. Based on the semiotics the text headline has sign that establish denotation and connotative meaning. The finding shows that the text headline body care advertisement have denotative meaning. Denotative are often appears in headline to representation the purpose trough words. The image has symbol, icon and index to representation the headline. Signs that appear in headline and image have relation each other supported the message that advertiser made to attract and persuade the readers. Then, the reader can relate the text headline and image meaning promotion goal through the body care advertisement. Keywords: semiotics, advertisement, headline, image, symbol, representation.
WORD-FORMATION OF COLLOQUIAL WORDS IN FACEBOOK CREATED BY INDONESIAN TEENAGERS PUSPA SARI DEWI, HANA; RIVIA HIMMAWATI, DIAN
Language Horizon Vol 1, No 3 (2013): Volume 1 No 3
Publisher : Language Horizon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa  ini  banyak  ditemukan  kata-kata  baru  yang  tidak  dapat  digolongkan  ke  dalam  Bahasa  Indonesia atau Bahasa Inggris. Kata-kata tersebut disebut kata-kata nonformal. Kata-kata nonformal biasanya dibuat oleh para remaja kemudian penggunaannya menyebar luas melalui berbagai media. Salah satunya adalah jejaring  sosial  yang  disebut  Facebook.  Jejaring  sosial  ini  digunakan  karena  penggunanya  yang  banyak, terutama para remaja. Sehingga diharapkan dengan digunakannya Facebook sebagai sumber data, peneliti akan  menemukan  banyak  kata-kata  nonformal  yang  diciptakan  oleh  para  remaja.  Melihat  fenomena populernya  kata-kata  nonformal  dikalangan  remaja  tersebut,  penulis  berinisiatif  melakukan  penelitian mengenai pembentukan kata dari kata-kata nonformal yang diciptakan oleh para remaja tersebut. Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  jenis-jenis  pembentukan  kata  dan  juga  karakteristik-karakteristik  yang  mempengaruhi  proses  pembentukan  dari  kata-kata  nonformal  tersebut.  Metode  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  kualitatif  karena  penelitian  ini  berhubungan  dengan  teks. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa dalam  kata-kata nonformal yang diciptakan para remaja terdapat  enam  proses pembentukan  kata,yaitu  peminjaman, pemendekan,  komposisi, imbuhan,  singkatan dan  pembuatan  kata-kata  baru.  Kemudian  keenam  proses  pembentukan  kata-kata  tersebut  digolongkan berdasarkan jenis prosesnya, yaitu pembentukan kata karena proses fonologi,proses morfologi, dan proses lain.  Selain  pembentukan  kata,  peneliti  menemukan  beberapa  karakteristik  yang  mempengaruhi  proses pembentukan kata-kata nonformal tersebut. Yaitu sistem pengucapan bahasa Indonesia, pengaruh bahasa Jawa, dan pembuatan kata-kata baru oleh para remaja.  Kata Kunci: proses pembentukan kata, kata-kata nonformal, Facebook     Abstract Nowadays, there are many new forms of words that cannot be categorized into Bahasa or English. Those words  are  called  colloquial  words.  Colloquial  words  usually  made  by  teenagers  then  the  usage  of  them spreading through many media. One of them is social networking called Facebook. This social networking is used because of its many users, especially teenagers. So, the researcher hoped that by using Facebook as the  source  of  data,  researcher  would  find  many  colloquial  words  created  by  teenagers.  Looking  at  the phenomenon  of the popularity  of  colloquial  words in adolescents, the  writer initiated to  conduct a  study about the word formation of those colloquial words created by teenagers. The purposes of this study are to know  the  types  of  word-formation  processes  on  colloquial  words  created  by  teenagers  and  also characteristics that influence word-formation processes of those colloquial words. The method used in this study  is  qualitative  method  because  this  study  deals  with  text.  In  this  study,  researcher  finds  that  in colloquial  words  created  by  teenagers  there  are  six  word-formation  processes.  They  are  borrowing, clipping,  compounding,  affixes,  acronyms,  and  coinage.  Then  those  six  word-formation  processes  are categorized into their processes: word-formation because of phonological process, morphological process or other process. Beside of the word-formation, the researcher finds some characteristics that influence the process of forming those colloquial words. They are Indonesian phonological system, Javanese influence, and creating new words by teenagers.  Keywords: Word-formation processes, colloquial words, Facebook,     
SPEECH STYLE IN THE FREEDOM WRITER MOVIE DEVI SURYADI, SHITA; SETIAWAN, SLAMET
Language Horizon Vol 1, No 3 (2013): Volume 1 No 3
Publisher : Language Horizon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa, adalah alat terpenting yang digunakan manusia untuk berkomunikasi, selain itu bahasa juga dapat digunakan untuk mengekspresikan diri dan berbagi dengan makhluk yang lain. Setiap manusia didunia ini memiliki cara tersendiri dalam berkomunikasi sesuai dengan kebiasaan dan kultur yang mempengaruhi ragam bahasa yang digunakan. Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemaikaianya seperti beberapa faktor yang mempengaruhi sebuah ragam bahasa tersebut diantaranya, peserta, latar dan topik pembicaraan. Terdapat berbagai ragam bahasa yang dapat dilihat di film Freedom Writeryaitu ragam beku, ragam resmi, ragam usaha, ragam santai dan ragam akrab. Beberapa ragam yang digunakan pada film ini dipengaruhi oleh faktor sosial dan dimensi sosial yang menyebabkan terjadinya satu ragam bahasa.Film ini juga kental akan isu diskriminasi ras yang dapat menimbulkan beberapa efek dalam penggunaan ragam bahasa pada karakter ketika berkomunikasi. Oleh karena itu, film ini sangat menarik untuk diteliti dengan menggunakan beberapa teori yang bersangkutan untuk mengklasifikasi ragam bahasa, menemukan faktor sosial dan efek yang ditimbulkan dari ragam bahasa para karakter dalam film ini dalam berkomunikasi. Kata kunci:ragam bahasa, sosial faktor, diskriminasi ras dan Freedom Writer.                                                               Abstract Language is an important tool which is used by the people to communication besides it can be used to express themselves and share with othet people. Every people in this world has their own manner in communication based on their habit and their cultural background which is influenced the use of speech styles. Speech styles is a variant of language according to the use of language which influenced such as the participants, setting and the topic. There are some speech styles which can be seen in freedom writer movie such as frozen style, formal style, consultative style, casual and intimate style. some factors which  is used in this movie, can be affected by social factors and social dimension that causes to the speech styles. This movie also deals with racial discrimination that causes some effect which is caused by the characters in their way to communicate each other. So that’s why this movie is interesting to be analyzed by using some related theory to classified the pseech styles, the social factors and the effect from the speech styles which is used by the characters to communication. Key Words:Speech styles, social factor, racial discrimination and Freedom Writer            
CODE-MIXING AND CODE SWITCHING TOWARD ENGLISH USE AT PONDOK PESANTREN NURUL JADID PAITON - PROBOLINGGO DIAUL HAQ, DIQY; DAMANHURI, ADAM
Language Horizon Vol 1, No 3 (2013): Volume 1 No 3
Publisher : Language Horizon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    Studi tentangcode switchingdancode mixing adalah bagian darisosiolinguistik. Dua-dua nya memilikiarti yang sama. Code mixingadalah proses dimanapelakumemanjakandalam code-switching antarabahasasepertikecepatandan kepadatan, bahkan dalamkalimatdan frase yangtidak benar-benarmungkin untuk mengatakanpada waktu tertentubahasa yangmerekaberbicara. Penelitian ini membahascode switchingdan kode mixingantara orang Madura danbahasa Inggris yang digunakanoleh siswa dariLembaga Pengembangan Bahasa Asing (FLDI). Tujuandari penelitian ini adalahuntuk menggambarkanbagaimanacode switchingdankode mixing, yangterjadidiFLDI. Deskripsiini meliputi: (1) Apa jenisCode SwitchingdanCodeMixingyang dilakukan olehsiswaFLDIadalah, (2) Faktor-faktor apa saja yang membuatsiswa dalam menggunakan CodeSwitchingdanCode Mixing.Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif kualitatifdan menggunakanteoriHymeyang disebutSPEAKING. Metodepengumpulan datayang digunakandalam penelitian ini adalahobservasi dan wawancara. Hasilnyamenunjukkan bahwa: (1) Code Switching(Situational CodeSwitching,Conversational CodeSwicthingdanMetaforaCodeSwitching)danCode Mixing(Penyisipan, Alternatif, dankongruen secara lexical) jenisdiproduksiolehstdentsdariFLDI, dan bahwa (2) Tempat,pelaku, tujuan, urutantindakan, dan kunciadalahfaktoryangmembuatsiswa melakukan codeswitchingdancode mixing.    Keywords: code switching and code mixing, Bahasa Madura, Bahasa Inggris, Bahasa, Lembaga Pengembangan Bahasa Asing. Abstract   The study of code switching and code mixing are parts of sociolinguistic. They have the same meaning. Code mixing is the process whereby speakers indulge in code-switching between languages of such rapidity and density, even within sentences and phrases that it is not really possible to say at any given time which language they are speaking. This study discusses code switching and code mixing between Madurese and English used by the students of Foreign Language Developmet Institute (FLDI). The purpose of this research is to describe how the code switching and code mixing, which happen in FLDI, is. The description includes: (1) What types of Code Switching and Code Mixing done by the students of FLDI are; (2) What factors make students do Code Switching and Code Mixing are. This study uses the descriptive qualitative method and uses the Hyme’s theory called SPEAKING. The data collection methods used in this study is observation and interview. The result shows that: (1) code switching (Situational Code Switching, Conversational Code Swicthing and Metaphorical Code Switching) and code mixing (Insertion, Alternation, and Congruent Lexicalization) types are produced by the stdents of FLDI ; and that (2)Setting, participant, ends, act sequence, and keys are the factors which make the students do the code switching and code mixing.   Keywords: code switching and code mixing, Madurese, English, language, Foreign Language Development Institute.

Page 1 of 21 | Total Record : 201