cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
ISSN : 14125285     EISSN : 26220792     DOI : -
Core Subject : Science,
Geomedia is a geography science journal published by the Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Yogyakarta State University. This journal has been published since 2002 and was introduced for online version in 2016. Geomedia is a biannually published journal, May and November. In each edition, the journal publishes research articles and scientific study articles which are equal to the research paper in the field of geography and its teaching. However, the research articles are preferabe to be published.
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
A COMPARISON BETWEEN OPTICAL AND RADAR SATELLITE IMAGES FOR DETECTING TROPICAL FOREST FIRES IN SOUTH SUMATRA, INDONESIA Sunuprapto, Heri; Ali Hussin, Yousif
GEOMEDIA Vol 11, No 2 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Forest fire in Indonesia is a yearly potential caused for forest degradation. Theinformation available about the main factors that promote the forest fire and informationabout the forest condition after the forest fire are insufficient . This is one of the reasonswhy forest area neglected after they are burned. Remote sensing and GIS are helpful toolsto provide a quick and accurate data acquisition and that can describe the forestcondition after the forest fire. The objectives of this research were to asses the ability ofoptical and radar satellite remotely sensed data to detect, identify and classify forestdamage (burnt area) caused by fire and to develop a spatial model for forest fire hazard.Key words: detection burnt forest, Landsat-TM, ERS, and JERS images
PENYUSUNAN NERACA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN UMBULHARJO KOTA YOGYAKARTA BERBANTUAN TEKNIK PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Swetika Rini, Melania; Syaeful Hadi, Bambang
GEOMEDIA Vol 11, No 2 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat ketelitian hasil interpretasifoto udara pankromatik hitam putih skala 1:8900 tahun 1996 dan citra Quickbirdberwarna skala 1:5400 tahun 2008 untuk interpretasi penggunaan lahan; (2) menyusunneraca penggunaan lahan yang mengacu kepada pedoman baku jarak penggunaanlahan; (3) menyusun neraca penggunaan lahan yang mengacu kepada pedoman bakuluas penggunaan lahan; dan (4) mengetahui perbedaan penggunaan lahan dilihat daristandar jarak dan standar luas antara penggunaan lahan tahun 1996 dan 2008 di wilayahKecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkuantitatif dengan menggunakan teknik penginderaan jauh khususnya interpretasi fotoudara dan citra Quickbird dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Populasi penelitianberupa unit-unit penggunaan lahan di wilayah Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta.Teknik sampling untuk uji ketelitian adalah proporsional dan purposive sampling, jumlahsample ditentukan berdasar Formula Anderson. Untuk keperluan analisis statistik jumlahsampel ditentukan berdasar Nomogram Harry King dengan derajat kesalahan 6%, tekniksamplingnya adalah proportional dan simple random sampling. Teknik pengumpulandata yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan interpretasi citra. Teknik analisisdata dalam penelitian ini adalah uji ketelitian hasil interpretasi dengan Confusion MatrixCalculation, analisis SIG (Overlaydan Single Buffer)dan Uji-t.Hasil penelitian menunjukkanbahwa: (1) hasil interpretasi foto udara pankromatik hitam putih skala 1:8900 tahun 1996dan citra Quickbird masing-masing memiliki ketelitian 85% dan 90,02%; (2) Berdasarkaninterpretasi foto udara, luas penggunaan lahan yang distandarisasi menurut standar luasseharusnya adalah 99.535 ha dan di lapangan terdapat 336,616 ha. Berdasarkan standarjarak, luas penggunaan lahan terluas adalah jarak terhadap taman/cagar, yakni 361,134 hadan luas lahan yang paling sempit adalah jarak terhadap tempat bermain anak, yakni68,908 ha; (3) Neraca penggunaan lahan ditunjukkan oleh luas lahan yang distandarisasitahun 2008 seharusnya adalah 117,153 ha, di lapangan terdapat 282,116 ha. Berdasarkanstandar jarak terhadap fasilitas umum, penggunaan lahan yang paling luas adalah jaraklahan terhadap pusat kota, SMP, dan taman/cagar, masing-masing seluas 477,861 ha; dan(4) Terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan lahan tahun 1996 dan 2008dilihat dari standar jarak dan luas, ditunjukkan oleh koefisien t, masing-masing adalah -14,81 dan 2,72 pada taraf signifikansi 0,000.Kata Kunci: Neraca Penggunaan Lahan, Penginderaan Jauh, SIG
PEMANFAATAN TRANSFORMASI NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX(NDVI) CITRA LANDSAT TM UNTUK ZONASI VEGETASI DI LERENG MERAPI BAGIAN SELATAN Arnanto, Ardi
GEOMEDIA Vol 11, No 2 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk mengetahui pengaruh variasi jenis vegetasi,kerapatan tegakan, dan umur vegetasi terhadap informasi spektral vegetasi pada citradigital Landsat TM di Daerah Lereng Merapi Bagian Selatan. Tujuan yang dirumuskandalam penelitian ini adalah untuk (1) mengkaji jenis, kerapatan tegakan, dan umur tegakanvegetasi berdasarkan nilai kecerahan piksel pada citra tranformasi (NDVI) data digitalLandsat TM; (2) membuat zonasi vegetasi berdasarkan data digital Landsat TM. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah transformasi indeks vegetasi dan kerjalapangan, sedangkan untuk pengambilan sampel digunakan metode stratified randomsampling dan area sampling. Stratified random sampling didasarkan atas pengelompokkannilai piksel pada citra transformasi indeks vegetasi, sedangkan area sampling digunakankarena nilai kecerahan pada data digital penginderaan jauh diujudkan dalam nilai piksel.Pemilihan sampeldengan mempertimbangkan jenis vegetasi dan kemudahan untukdijangkau. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan hubungan yang nyata antara nilaiindeks vegetasi (NDVI) dengan variasi jenis vegetasi yang dapat digunakan sebagai dasarklasifikasi vegetasi. Sedangkan parameter kerapatan tegakan dan umur vegetasimempunyai korelasi yang bersifat positif terhadap nilai indeks vegetasi (NDVI).Berdasarkan eratnya hubungan ini dapat dibuat citra atau peta distribusi kerapatantegakan dan umur vegetasi. Secara umum tingkat ketelitian klasifikasi jenis vegetasisebesar 93%, sedangkan untuk kerapatan tegakan dan umur vegetasi mempunyai tingkatketelitian sebesar 71% dan 76%.Kata kunci: Transformasi NDVI, Landsat TM, Vegetasi
KAJIAN KERENTANAN PENGHIDUPAN TERHADAP FENOMENA ROB DI BAGIAN WILAYAH KOTA (BWK) III KOTA SEMARANG Hayati, Rahma
GEOMEDIA Vol 11, No 2 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Kajian tentang kerentanan merupakan hal penting dalam kajian penghidupanberkelanjutan. Studi mengenai kerentanan menjadi hal penting dalam berbagai langkahpembangunan berkaitan dengan masalah bencana, kemiskinan, perencanaan perkotaanmaupun perdesaan, dan masalah pembangunan lainnya. Beberapa hal pokok yang dapatdipakai sebagai kerangka untuk studi kerentanan, yaitu: 1) sumber kerentanan, 2) areadan kelompok penduduk yang terpapar bencana, 3) kemampuan bertahan dankemampuan pulih. Sumber kerentanan yang mengancam penghidupan di BWK II KotaSemarang adalah bencana genangan rob. Area yang terpapar bencana rob di BWK III KotaSemarang semakin meluas, yaitu 34 kelurahan pada tahun 2000 dan 35 kelurahan padatahun 2005. Penduduk di BWK III Kota Semarang secara pribadi dan bersama telahmelakukan tindakan bertahan terhadap bencana genangan rob dengan meninggikanlantai rumah, lahan pekarangan dan jalan umum. Pemerintah kota secara kelembagaantelah melaksanakan proyek-proyek fisik untuk menghindarkan wilayah dari bencanagenangan rob dengan meninggikan jalan Kapasitas wilayah yang berupa system drainasedan pintu-pintu pompa air seyogyanya dimanfaatkan dengan baik, sehingga kemampuanwilayah untuk terhindar dari bencana genangan rob semakin baik. Tindakan untukmenghindar dari bencana genangan rob secara parsial-lokal-individual memiliki potensikonflik yang besar.Kata kunci: kerentanan, terpapar, kemampuan bertahan, kemampuan pulih
IDENTIFIKASI AIRTANAH ASIN BERDASARKAN PENDUGAAN GEOLISTRIK DI PESISIR KOTA CILACAP JAWA TENGAH Purnama, Setyawan; Cahyadi, Ahmad; Febriarta, Erik; Khakhim, Nurul; Prihatno, Hari
GEOMEDIA Vol 11, No 2 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Airtanah merupakan salah satu sumberdaya air potensial yang dapat digunakanuntuk memenuhi kebutuhan air manusia. Pemanfaatan airtanah yang berlebihan diwilayah pesisir seringkali menyebabkan terjadinya intrusi air laut. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui keterdapatan airtanah asin di Pesisir Kota Cilacap. Analisis dilakukandengan pendugaan geolistrik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan softwareIP2Win. Hasil analisis menunjukkan bahwa airtanah asin terdeteksi pada titik A, C, D danG.Kata Kunci: Airtanah Asin, Pesisir, Geolistrik, Kota Cilacap
KAJIAN BENCANA ANGIN RIBUT DI INDONESIA PERIODE 1990-2011: UPAYA MITIGASI BENCANA Nurjani, Emilya; Rahayu, Arum; Rachmawati, Febriyan
GEOMEDIA Vol 11, No 2 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kejadian bencana angin ribut di Indonesia.Data yang digunakan adalah data kejadian angin ribut di Indonesia periode 1990-2011dari BNPB. Data diolah statistik deskriptif dan dilakukan analisis spasial.Pemetaan secaraspasial akan memudahkan dalam menganalisis distribusi dan kecenderungan lokasiterjadinya angin ribut setiap tahunnya dan mengetahui daerah-daerah di Indonesia yangmemiliki kejadian bencana angin ribut tertinggi. Angin ribut banyak terjadi di PulauJawa.Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah dengan kejadian angin ribut terbanyak(393 - 490 kejadian), sedangkan Provinsi Bengkulu dan Papua Barat tidak terjadi anginribut (nol kejadian).Jumlah kerusakan bangunan terbanyak akibat angin puting beliungtahun 1990-2011 terjadi di Provinsi Jawa Tengah, sedangkan jumlah korban jiwaterbanyak terjadi di Provinsi Jawa Barat.Upaya mitigasi bencana dapat diutamakan padadaerah-daerah yang rawan akan bencana tersebut. Mitigasi bencana akan mengurangidampak buruk dari bencana angin ribut, sehingga kerugian akan kerusakan dari elementat risk karena bencana angin ribut dapat diminimalisasi besarnya.Kata Kunci : angin ribut, mitigasi bencana, kajian
POLA LORONG GUA DAN SPELEOGENESIS PADA SISTEM PERGUAAN GESING-JLAMPRONG-SINDEN KARST GUNUNGSEWU Ashari, Arif
GEOMEDIA Vol 11, No 2 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada sistem perguaan Gesing-Jlamprong-Sinden yangberada di kawasan Karst Gunungsewu, Kabupaten Gunungkidul dengan tujuan untuk: (1)mengetahui pola lorong dan kenampakan speleogen-speleothem dalam gua, (2)mengetahui faktor-faktor yang mengendalikan speleogenesis, (3) merekonstruksi prosesperkembangan gua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkandengan cara observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Dalam observasi dilakukanpengamatan dan pengukuran variabel lorong gua. Analisis dilakukan secara deskriptifdengan memperhatikan aspek-aspek geomorfologi, didukung dengan penalaran sebabakibat. Hasil penelitian menunjukkan Gua Gesing-Jlamprong-Sinden memiliki lorongutama tunggal dengan tipe lorong rectangular, eliptical, cayon, initial canyon, dan jointpassage. Kenampakan dalam gua didominasi oleh speleogen. Karakteristik lorong dankenampakan dalam gua tidak terlepas dari pengaruh faktor pengontrol speleogenesis,antara lain struktur geologi, topografi, litologi, dan hidrologi. Perkembangan Gua GesingJlamprong-Sinden dapat dirangkum dalam tiga tahap sejak akhir pleistosen masingmasing ditandai oleh pengangkatan disertai pembentukan kekar batugamping,perkembangan lorong oleh aliran freatik, serta perkembangan teras gua dan runtuhanlangit-langit gua.Kata kunci: speleogenesis, gua karst, lorong gua, perkembangan gua
IDENTIFIKASI PROSES-PROSES GEOMORFOLOGI YANG BERPENGARUH TERHADAP LITIFIKASI ENDAPAN PIROKLASTIK PADA BAGIAN HULU SUNGAI GENDOL PASCA ERUPSI MERAPI TAHUN 2010 Wacanodan Efrinda Ari Ayuningtyas, Dhandhun
GEOMEDIA Vol 11, No 2 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Letusan Gunungapi Merapi tahun 2010 merupakan letusan yang paling besarselama kurun waktu 100 tahun terakhir. Letusan tersebut mengeluarkan lava dan materialpiroklastik dengan total kurang lebih 140 juta meter kubik. Material tersebut tersebar padaseluruh wilayah disekitar gunungapi. Lokasi penelitian adalah Sungai Gendol, yaitu salahsatu wilayah yang menjadi jalur aliran lava dan material piroklastik letusan Merapi di tahun2010. Material hasil letusan Merapi akan mengalami proses pengendapan menjadi lapisanbatuan volkaniklastik, tetapi dalam prosesnya ada banyak faktor yang mempengaruhiproses litifikasi endapan tersebut. Faktor tersebut adalah proses geomorfologi yangbekerja pada material endapan hasil letusan terutama pada bagian hulu lokasi penelitian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (a) mengidentifikasi proses-proses geomorfologiyang bekerja pada bagian hulu Sungai Gendol, (b) memetakan proses-prosesgeomorfologi yang terjadi di hulu Sungai Gendol. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode survei lapangan. Adapun tahapan dalam penelitian ini antaralain meliputi tahap analisis laboratorium dan tahap survei lapangan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Sungai Gendol bagian hulu mengalami proses geomorfologi berupagerakmassa material endapan dan proses geomorfologi antropogenik.Kata Kunci: Proses geomorfologi, litifikasi, endapan piroklastik
METODE INTERPOLASI SPASIAL DALAM STUDI GEOGRAFI (Ulasan Singkat dan Contoh Aplikasinya) Syaeful Hadi, Bambang
GEOMEDIA Vol 11, No 2 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Dunia nyata sebagai objek kajian berbagai macam disiplin terlalu kompleks untukdipahami, sehingga untuk keperluan pemahaman tersebut diperlukan pemodelan.Pemodelan yang diterapkan pada suatu wilayah tertentu dikenal dengan pemodelanspasial. Pemodelan spasial sering kali menghadapi kendala tidak lengkapnya data. Untukmengatasi ketidaklengkapan data tersebut kemudian dilakukan interpolasi. Interpolasispasial diperlukan dalam studi geografi, karena geografi memerlukan analisis spasialuntuk memperoleh informasi suatu fenomena di suatu wilayah. Interpolasi memilikibanyak ragam metode, yang asing-masing memiliki karakteristik, dengan segalakelebihan dan kekurangannya untuk diterapkan pada berbagai medan yang kondisinyavariatif. Metode interpolasi yang biasa digunakan dalam berbagai kajian secara garisbesar diklasifikasikan menjadi 3, yakni: (1) metode interpolasi global dan lokal, (2) metodeinterpolasi eksak dan nun-eksak, dan (3) metode interpolasi determenistik dan stochastik.Masing-masing metode tersebut juga memiliki ragam yang lebih spesifik untukditerapkan pada berbagai jenis medan. Dalam paper singkat ini dikemukakan berbagaimetode tersebut disertai dengan penjelasan singkat dan contohnya.Kata kunci: interpolasi spasial, ragam, aplikasi
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN DAN PENYEBAB KERUSAKANSUMBERDAYA AIR SUNGAI BAWAH TANAH DI KAWASAN KARST GUNUNGSEWU Cahyadi, Ahmad
GEOMEDIA Vol 11, No 2 (2013): Geomedia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Informasi terkait dengan tingkat pengetahuan masyarakat terhadapkeberadaan danpenyebab kerusakan sumberdaya air sungai bawah tanah di kawasan karst sangatpenting. Hal ini mengingat informasi tersebut akan menjadi informasi yang sangatberharga untuk mendukung rencana pengelolaan kawasan karst khususnya konservasisungai bawah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuanmasyarakatterhadap keberadaan dan penyebab kerusakan sumberdaya airsungai bawahtanah di Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam padabeberapa lokasi yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secaradeskripstif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di lokasi kajianmemiliki pengetahuantentang keberadaan sungai bawah tanah di kawasan karst. Namundemikian, tingkat pengetahuan tentang penyebab kerusakan sumberdaya air sungaibawah tanah belum banyak diketahui. Kondisi ini disebabkan oleh karena pengetahuanmasyarakat tentang sungai bawah tanah masih rendah. Oleh karena itu, maka upayakonservasi sungai bawah tanah di lokasi kajian sebaiknya di awali dengan melakukanpenyuluhan tentang karakteristik wilayah karst termasuk sungai bawah tanah.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Pengelolaan, Sungai Bawah Tanah, Karst, Gunungkidul