cover
Filter by Year
Inovasi Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -
Articles
125
Articles
RANCANG BANGUN KIT PERCOBAAN PENENTUAN RESISTIVITAS KAWAT BERBASIS MIKROKONTROLER

DIENCHEPHALON NUR, AHMAD, , DZULKIFLIH

Inovasi Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merancang kit percobaan penentuan resistivitas kawat berbasis mikrokontroler. Metode yang digunakan yaitu merancang alat ukur tegangan menggunakan sensor tegangan dan arus menggunakan sensor ACS712. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah panjang kawat, variabel manipulasi yaitu jenis kawat dan diameter kawat, variabel respon berupa tegangan dan arus. Sebelum digunakan terlebih dahulu dilakukan kalibrasi sensor, kemudian dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan data tegangan dan arus. Setelah dilakukan penelitian dapat diketahui untuk rancangan alat percobaan yaitu dengan mengukur Tegangan dan Arus pada rangkaian yang digunakan untuk menentukan hambatan kawat, kemudian nilai hambatan kawat digunakan untuk mengetahui resistivitas. Hasil pengujian menunjukkan nilai resistivitas kawat tembaga antara 29,96 x 10-8 Ωm hingga 318,45 x 10-8 Ωm, resistivitas kawat nikrom antara 164,40 x 10-8 Ωm hingga 263,14 x 10-8 Ωm. Nilai tersebut memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan teori yang berlaku hingga saat ini. Kata Kunci: Tegangan, arus dan resistivitas. Abstract This study aims to design a microcontroller-based wire resistivity experiment kit. The method used is to design a voltage gauge using a voltage and current sensor using an ACS712 sensor. The control variables in this study are wire length, manipulation variables namely wire type and wire diameter, response variables in the form of voltage and current. Before the use of the sensor calibration before use, then from the research that has been done obtained voltage and current data. After doing the research, it can be seen for the design of the experimental device, namely by measuring the voltage and current in the circuit used to determine the resistance of the wire, then the resistance value of the wire is used to determine the resistivity. The test results show copper wire resistivity values ​​between 29.96 x 10-8 Ωm to 318.45 x 10-8 Ωm, the resistivity of the nichrome wire between 164.40 x 10-8 Ωm to 263.14 x 10-8 Ωm. This value has a significant difference compared to the theory that applies to the present. Key words : Voltage, current and resistivity.

PENGARUH PENAMBAHAN CELLULOSA ACETAT PADA KOMPOSIT POLYVINILIDENE FLUORIDE-SELULOSA ASETAT DOPING Al(OH)3 SEBAGAI SEPARATOR BATERAI LITHIUM-ION

ISNA SUSANTO, YUNIAR, ARIFIN IMAM SUPARDI, ZAINUL

Inovasi Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan cellulose acetat (CA) terhadap karakteristik pori dan performa elektrokimia separator PVDF-CA/Al(OH)3. Pembuatan separator baterai lithium ion dari polimer campuran PVDF dan CA yang didoping Al(OH)3 ini diadaptasi dari penelitian Jinqiang C dengan memvariasi massa CA 0,35 gr sebagai separator standar dan 0,52 gr sebagai separator penambahan massa CA. Hasil dari pengujian BET pada separator standart menunjukkan ukuran pori antara 3,58 – 3,90 nm dengan luas permukaan total 25,514 m2/g, sedangkan separator dengan melakukan penambahan massa CA menunjukkan ukuran pori rentang 3,55 – 4,51 nm dengan luas permukaan total 17,348 m2/g. Berdasarkan rentang ukuran pori tersebut kedua separator PVDF-CA/Al(OH)3 dikategorikan sebagai material mesopori. Loop yang terbentuk pada pengujian Cyclic Voltrametry dengan adanya penambahan massa CA menandakan bahwa sampel separator tidak dapat sepenuhnya melewatkan ion dari anoda dan katoda. Hal tersebut, mengakibatkan adanya proses interkalasi yang terganggu sehingga separator tidak dapat digunakan untuk siklus yang lebih panjang. Kata Kunci: separator, CA, BET, CV, Loop

DOPING ALUMINIUM HIDROKSIDA Al(OH)3 PADA POLYVINYLIDENE FLUORIDE – SELULOSA ASETAT (PVDF-CA) SEBAGAI SEPARATOR BATERAI LITHIUM ION

MUNAWAROH, THOIFATUL, ARIFIN IMAM SUPARDI, ZAINUL

Inovasi Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Separator merupakan komponen yang penting pada baterai lithium ion yang diletakkan di antara anoda dan katoda yang berfungsi untuk menjaga kedua elektroda agar tidak bersentuhan secara langsung dan untuk mencegah terjadinya hubungan pendek listrik. Selain itu juga sebagai media transport ion yang dibutuhkan dalam proses elektrokimia. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh doping Al(OH)3 terhadap ukuran pori dan performa elektrokimia separator PVDF-CA. Separator PVDF-CA di doping dengan Al(OH)3 kemudian dicetak pada kaca substrat dengan menggunakan spin coating dan dilakukan karakterisasi menggunakan BET dan CV. Pengaruh doping Al(OH)3 pada separator PVDF-CA yang ditunjukkan pada hasil uji BET dapat meningkatkan ukuran pori separator, hal ini mengakibatkan semakin besar ukuran pori sehingga semakin banyak ion yang bisa dilewatkan pada separator, dan untuk performa elektrokimia ditunjukkan pada hasil uji CV dimana terbentuk kurva yang reversible dengan jarak loop histerisis yang berdekatan. Pada separator PVDF-CA/Al(OH)3­ memiliki rata-rata ukuran pori yang lebih besar yaitu 26.4397 nm, sedangkan pada separator PVDF-CA memiliki rata-rata ukuran pori yang lebih kecil yaitu sebesar 18.2063 nm. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya doping Al(OH)3 pada separator PVDF-CA dapat meningkatkan ukuran pori pada separator. Kata Kunci: doping, separator, ukuran pori, performa elektrokimia

ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG P DAN S PADA GEMPABUMI JAWA TENGAH TAHUN 2008-2018 MENGGUNAKAN LOTOS-12

AZIZAH QOMARIA, NUR, , SUPARDIYONO

Inovasi Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gempabumi (earthquake) merupakan bencana alam yang disebabkan oleh guncangan di bumi akibat patahan dan pergerakan dari batuan terluar lempeng tektonik penyusun kerak bumi secara tiba-tiba. Seiring dengan perkembangan teknologi komputasi, perkembangan dalam penentuan parameter gempabumi kini semakin cepat. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan LOTOS-12 (Local Tomography Software-12) yang berfungsi untuk menentukan model kecepatan 3D gelombang P dan gelombang S di bawah permukaan bumi, dengan menggunakan metode tomografi seismik dan pemodelan inversi. Provinsi Jawa Tengah dengan letak astronomis 6°-8° LS dan 108°-111° BT merupakan wilayah yang dipilih dalam peneilitian ini, karena Jawa Tengah terletak pada zona subduksi, yaitu pertemuan dua lempeng tektonik aktif (lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia), dan terdapat beberapa sesar aktif yang dapat menyebabkan terjadinya gempabumi, salah satunya yaitu Sesar Lasem. Data input didapat dari katalog BMKG (WebDC3) yang merupakan data gempabumi lokal di Jawa Tengah (kedalaman kurang dari 1.000 km), dengan magnitudo ≥3 SR dalam rentang waktu dari 01 Januari 2008 hingga 01 April 2018. Dalam rentang waktu tersebut tercatat 62 kejadian gempabumi, dan terdapat 7 stasiun seismik. Variabel yang digunakan adalah variabel input dan output. Di mana variabel inputnya terdiri dari model kecepatan awal, travel time, dan koordinat stasiun seismik. Variabel outputnya adalah model kecepatan gelombang seismik (gelombang P dan S). Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah picking gelombang P dan S dengan menggunakan Seisgram2k70, untuk selanjutnya inversi tomografi gempabumi lokal menggunakan LOTOS-12. Hasil output yang didapatkan dari penelitian ini sesuai dengan kondisi geologi bawah permukaan wilayah Jawa Tengah. Anomali kecepatan gelombang positif mengidentifikasikan suatu daerah bersifat lebih padat dan terdapat batuan keras, seperti wilayah Kabupaten Purworejo, dll. Anomali kecepatan gelombang negatif menunjukkan suatu daerah memiliki materi batuan yang lebih cair (berongga) dan adanya patahan yang terbentuk sesuai geologi bawah permukaan Jawa Tengah, seperti wilayah Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, dll.Kata kunci : LOTOS-12, Tomografi seismik, Gempabumi lokal, Wilayah Jawa Tengah.

Analisis Model Kecepatan Body Waves Gempa Bumi Lokal di Wilayah Jawa Barat Menggunakan Local Tomography Software - 12

Febriana, Tya, , SUPARDIYONO

Inovasi Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian skripsi ini bertujuan untuk menganalisis model kecepatan gelombang P dan S gempa bumi lokal menggunakan Local Tomography Software (LOTOS-12) di wilayah Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada laman WebDC3 dengan magnitude ≥ 3 SR. Kemudian mengubah format data event gempa dari SEED menjadi SAC. Seisgram 2K70 digunakan untuk picking data arrival time yang telah diunduh sebelumnya. Selanjutnya memasukkan data input koordinat stasiun pencatat gempa, travel time gelombang P dan S, serta model kecepatan awal 1D pada software LOTOS - 12. Setelah di running pada software tersebut maka akan keluar hasil model kecepatan 3D gelombang P dan S. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai rasio kecepatan Vp/Vs minimum 1,6 Km/s mengidentifikasikan adanya batuan – batuan sedimen. Sedangkan untuk nilai rasio Vp/Vs maksimum 1,888 Km/s mengindikasikan bahwa daerah tersebut memiliki materi fluida lebih tinggi. Adanya materi fluida yang lebih cair dari daerah disekelilingnya maka dapat diprediksi daerah tersebut terdapat hiposenter. Persebaran hiposenter tersebutlah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya gempa bumi di wilayah Jawa Barat. Sebagaimana teori yang menyebutkan bahwa tomografi di wilayah Jawa Barat terdapat banyak patahan dan sesar aktif, di antaranya Sesar Lembang dan Sesar Cimandiri. Kata Kunci: model kecepatan, anomali, travel time, LOTOS – 12.

ANALISIS MODEL KECEPATAN 3D GELOMBANG P DAN S GEMPA BUMI LOKAL DI JAWA TIMUR MENGGUNAKAN LOTOS-12

AMBARSARI, NOFI, , SUPARDIYONO

Inovasi Fisika Indonesia Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk menganalisis model kecepatan 3D gelombang P dan S gempa bumi lokal di Jawa Timur menggunakan LOTOS-12. Data penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laman webdc3. Data yang digunakan adalah data gempa bumi di Jawa Timur dengan magnitudo ³3 SR pada tanggal 01 Januari 2008 – 23 Maret 2018 dengan letak astronomi antara 111° BT sampai 114,4° BT dan -6,6° LS sampai -8,6° LS. Hasil penelitian ini, anomali kecepatan gelombang P negatif mengidentifikasikan daerah tersebut adanya patahan yang sesuai dengan keadaan geologi permukaan bawah sedangkan anomali kecepatan gelombang P positif menjelaskan daerah tersebut adanya batuan keras di atas kerak yang tidak terderformasi oleh stress regional. Namun, jika anomali kecepatan gelombang S rendah menunjukkan terjadinya gempa pada area tersebut. Area anomali rasio Vp/Vs minimum (1,6 km/s) mengidentifikasi adanya batuan sedimen sedangkan pada area dengan anomali rasio Vp/Vs maksimum (1,888 km/s) mengartikan pada area tersebut terdapat batuan yang mengandung fluida lebih tinggi sehingga pada temperatur tinggi batuan tersebut mengalami perubahan tekanan yang dapat mengakibatkan terjadinya gempa bumi. Gempa yang terjadi di Jawa Timur disebabkan adanya sesar Kendeng dan sesar-sesar lokal yaitu sesar Pasuruan dan sesar Probolinggo. Kata Kunci : anomali kecepatan gelombang P dan S, anomali rasio Vp/Vs, gempa bumi.

PENGARUH VARIASI AGING TERHADAP POROSITAS NANOSILIKA SEBAGAI ADSORBEN GAS NITROGEN

UBAID, ABDULLOH, , Munasir

Inovasi Fisika Indonesia Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomer 1 2016
Publisher : Inovasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak. Tingkat pencemaran udara berbanding lurus dengan pertambahan sumber penghasil limbah. Adapun senyawa yang dihasilkan penghasil limbah adalah oksida karbon, oksida sulfur, dan oksida nitrogen. Salah satu cara mengurangi dampak pencemaran udara adalah dengan menggunakan adsorben seperti silika. Silika yang memiliki sifat reversible digunakan untuk mengadsorpsi unsur pencemar. Dalam adsorpsi, porositas silika dimanfaatkan sebagai tempat adsorbat. Silika dapat disintesis dari berbagai bahan, seperti Lusi, dan dengan beberapa macam metode, seperti hydrothermal. Dalam penelitian ini silika disintesis dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Aging terhadap porositas silika serta kualitas adsorben silika yang dihasilkan. Variasi Aging yang digunakan adalah 20, 24, 28 dan 32 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben silika yang dihasilkan memiliki kemurnian 98,9% dan memiliki gugus silanol dan siloksan. Sedangkan pengaruh Aging berupa penurunan jari-jari pori, volume pori serta luas permukaan yang ditandai dengan pergeseran jari-jari pori menjadi lebih kecil pada adsorben silika dengan Aging yang lebih besar. Dengan demikian, silika hasil sintesis dapat diaplikasikan sebagai adsorben maupun bahan komposit. Kata Kunci: Adsorben, Silika, Porositas, Aging Abstract. The level of air pollution is directly proportional with the increasing of waste producer source. The compounds produced by waste producer are carbon oxides, sulfur oxides and nitrogen oxides. One of the way to reduce the impact of air pollution is by using adsorbents such as silica. Silica having a reversible nature is used to adsorb contaminants. In adsorption, the porosity of silica used as the adsorbate. Silica can be synthesized from a variety of materials, such as Lusi, and with several kind of methods, such as hydrothermal. In this research, Silica is synthesized in order to determine the effect of Aging to the porosity of the silica and the quality of silica adsorbent that is produced. Aging variations used are 20, 24, 28 and 32 hours. The results showed that the silica adsorbent which is produced has 98.9% of purity and has a cluster of silanol and siloxane. While the influence of Aging such as a decrease of pore radius, pore volume and surface area that was marked by a shift of pore radius being smaller pores in silica adsorbents with larger Aging. Thus, the results of the synthesis of silica can be applied as an adsorbent and composite materials. Keywords : Adsorbent, Silica, Porosity, Aging

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILIKA AEROGEL BERBASIS TEOS (TETRAETHYLORTHOSILICATE) MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL

NIZAR, AHMAD, Arifin Imam Supardi, Zainul

Inovasi Fisika Indonesia Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomer 1 2016
Publisher : Inovasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Sintesis silika aerogel berbahan dasar TEOS (Tetraethylorthosilicate) melalui metode sol – gel dengan penambahan larutan pemodifikasi permukaan TMCS (Tetramethylchlorosilane). dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan pengaruh variasi penambahan larutan modifikasi permukaan terhadap ukuran nanopartikel silika aerogel. Sintesis silika aerogel dilakukan melalui percampuran antara larutan prekursor TEOS (Tetraethylorthosilicate) dengan ethanol, aquades katalis NH3 menggunakan magnetik stirrer sampai terjadi kehomogenitasan sehingga nantinya akan terbentuk larutan sol silika. Larutan sol silika diletakkan ke dalam botol PE (polyethilene) dan dibiarkan (aging) selama 15 hari sampai terbentuk gel silika. Setelah gel terbentuk direndam kedalam ethanol selama 30 menit kemudian dikeringkan pada suhu 60oC selama 24 jam. Selanjutnya gel direndam ke dalam larutan ethanol, n – hexane dan TMCS (Tetramethylclhorosilane) sebagai agen sililasi dengan komposisi TMCS 15 mL dan 25 mL selama 24 jam. Selanjutnya dikeringkan pada suhu 600oC selama 24 jam. Silika aerogel yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) dan SEM (Scanning Electron Microscope). Hasil perhitungan diperoleh massa jenis dengan perendaman TMCS sebanyak 15 mL sebesar 0,0418 gr/mL sedangkan 25 mL diperoleh massa jenis sebesar 0,0291 gr/mL. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan bahwa pada daerah 1257,17 cm-2 pada perendaman TMCS sebanyak 15 mL dan pada daerah 1173,5 cm-2mengindikasikan bahwa gugus metil telah berikatan dengan struktur silika. Karakterisasi SEM menunjukkan bahwa dengan melalui analisis perhitungan sampel dimana perendaman TMCS sebanyak 15 mL diperoleh diameter rata-rata sebesar 6,868432 nm – 67,03631 nm sedangkan untuk perendaman sebanyak 25 mL berukuran sebesar 2,181567 nm – 25,36593 nm. Kata kunci : silika aerogel, sol – gel, TMCS , TEOS Abstrack Synthesis of silica aerogel made from basic TEOS (Tetraethylorthosilicate) through the method of sol – gel with the addition of a solution of a surface modifier TMCS (Tetramethylchlorosilane). Done with the aim of describing the influence of variations of surface modification solution against the addition of the size of nanoparticles of silica aerogel. Synthesis of silica aerogel made through a blended solution precursor of TEOS (Tetraethylorthosilicate) with ethanol, catalyst aquades NH3 using a magnetic stirrer to occur so that the kehomogenitasan will be formed of aqueous silica sol. Aqueous silica sol is put into the bottles PE (polyethilene) and left (aging) for 15 days until the silica gel is formed. After the gel formed soaked into ethanol for 30 minutes then dried at a temperature of 60oC for 24 hours. Furthermore the gel is immersed into a solution of ethanol, n – hexane and TMCS (Tetramethylclhorosilane) as a sililasi agent with the composition of TMCS 15 mL and 25 mL for 24 hours. Next is dried at a temperature of 600oC for 24 hours. Silica aerogel is obtained are characterized using FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) and SEM (Scanning Electron Microscopy). The calculation result obtained by submersion of TMCS 15 mL of 0.0418 gr/mL while 25 mL obtained density of 0.0291 g/mL. FTIR characterization of the results show that in the area of 1257.17 cm-2 on soaking TMCS 15 mL and in the area of 1173.5 cm-2 indicates that the methyl group has bonded with the structure of silica. SEM characterization shows that through the analysis of the sample calculation with which the soaking TMCS 15 mL obtained an average diameter of 6.868432 nm – 67.03631 nm as for soaking as much as 25 mL size of 2.181567 nm – 25.36593 nm. Keywords: silica aerogel, sol – gel, TMCS, TEOS

SINTESIS DAN KARAKTERISASI FOTOKATALIS TiO2/SiO2/PVA

KURNIAWAN, AKHMAD, Primary Putri, Nugrahani

Inovasi Fisika Indonesia Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomer 1 2016
Publisher : Inovasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Meningkatnya penggunaan zat warna tekstil akibat perkembangan industri tekstil menimbulkan permasalahan yaitu mencemari ekosistem air sehingga air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi. Fotodegradasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menguraikan air limbah menjadi CO2 dan H2O yang memanfaatkan bahan yang bersifat fotokatalis semisal TiO2 dengan bantuan sinar UV. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis TiO2/SiO2 dengan metode sol gel kemudian dicampur dengan serbuk PVA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan karakteristik fotokatalis TiO2/SiO2/PVA yang meliputi nilai absorbansi, nilai konsentrasi dan energi gap. Metode karakterisasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah Uji FTIR dan SEM-EDX. Dari data pengujian FTIR TiO2/SiO2/PVA menunjukkan ikatan Ti-O-Si pada pola serapan 962.17 cm-1. Dari hasil pengujian SEM-EDX didapatkan bahwa belum terjadi komposit antara TiO2 dan SiO2 juga terlihat persebaran atom Ti-O-Si yang belum merata. Kata Kunci: TiO2/SiO2/PVA, fotodegradasi, bentuk morfologi. Abstract The increasing use of textile dye due to the development of textile industry raises problems that pollute water ecosystems, so the water is not suitable for consumption. Photodegradation is one method used to describe the waste water into CO2 and H2O that utilize material which is photocatalyst such as TiO2 with UV light radiation. This study has been conducted synthesis of TiO2/ SiO2 by the sol gel method and then mixed with PVA powder. The purposes of this study are to describe the characteristics of photocatalyst TiO2/SiO2/PVA covering absorbance values, the values of concentration and energy gap. Characterization methods were performed in this study is the FTIR test and SEM-EDX test. FTIR testing data from TiO2/SiO2/PVA suggests bonding Ti-O-Si on the uptake pattern of 962.17 cm-1. From SEM-EDX test results showed that the composite has not occurred between TiO2 and SiO2 also seen the spread of atomic Ti-O-Si that has not been evenly distributed. Keywords: TiO2/SiO2/PVA, photodegradation, morfology.

PENGARUH PENAMBAHAN MASSA AKTIVATOR PEG TERHADAP NILAI KAPASITANSI ELEKTRODA PADA SUPERKAPASITOR DARI TEMPURUNG KLUWAK (PANGIUM EDULE)

NURDIANA, HENTI, Rohmawati, Lydia, Setyarsih, Woro

Inovasi Fisika Indonesia Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomer 1 2016
Publisher : Inovasi Fisika Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Kluwak sering dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, namun di Indonesia pemanfaatan limbah tempurung kluwak belum maksimal. Tempurung kluwak memiliki kandungan karbon yang tinggi sehingga berpotensi untuk dijadikan elektroda pada superkapasitor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan massa aktivator PEG terhadap ukuran pori, luas permukaan, dan nilai kapasitansi elektroda karbon aktif dari tempurung kluwak (Pangium Edule). Tempurung kluwak didehidrasi pada suhu 180℃ selama 5 jam dan dikarbonasi pada suhu 700℃ selama 2 jam. Hasil karbonasi dilakukan karakterisasi proximate dan didapatkan hasil fixed carbon sebesar 77,1%. Proses aktivasi menggunakan metode solid state pada suhu 800℃ selama 5 jam, perbandingan karbon dan PEG yang digunakan adalah 1:3, 1:4, 1:5, 1:6, dan 1:7. Hasil karakterisasi BET diperoleh ukuran pori terkecil 1,19109 nm dan luas permukaan terbesar 690,498 m2/g pada sampel yang diaktivasi PEG 1:6. Hasil karakterisasi voltametri diperoleh nilai kapasitansi terbesar 41,3072 mF/g pada sampel yang diaktivasi PEG 1:6. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan bahwa struktur morfologi sampel memiliki pori sehingga dapat diaplikasikan sebagai elektroda pada superkapasitor. Kata Kunci : tempurung kluwak, solid state, elektroda superkapasitor Abstract Kluwak is often used as cooking flavor, but the utilization toward the waste of kluwak shell is not optimal in Indonesia. Kluwak shell has a high carbon content which is very potential to be supercapacitor electrode. The purpose of this study is to analyze the effect of a PEG activator mass addition toward the size of pore, surface area, and the capacitance value of activated carbon electrode from kluwak shell (Pangium Edule). The shell of kluwak is dehydrated at temperature around 180℃ for 5 hours and carbonated at temperature around 700℃ for 2 hours. The result of carbonation is done by proximate characterization and discovered the amount of the fixed carbon is 77,1%. The activation process uses solid state method at temperatur around 800℃ for 5 hours, the comparisons between carbon and PEG that had used are 1:3, 1:4, 1:5, 1:6, and 1:7. The result of BET characterization is obtained by the smallest size of pore for 1,19109 nm and the biggest surface area for 690,498 m2/g at the sample that activated by PEG is on 1:6. The result of voltametri obtains highest capacitance value as big as 41,3072 mF/g at the sample which activated by PEG is on 1:6. The result of SEM characterization showed that the structure of sample morphology has a pore that can be applied supercapacitor electrode. Keywords : kluwak shell, solid state, electrode supercapacitor