cover
Filter by Year
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : -     EISSN : -
Articles
272
Articles
PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY BERBASIS LABORATORIUM PADA MATERI GETARAN HARMONIS DI SMA NEGERI 1 NGIMBANG

MURTIARI, SURAHMI, RASID ACHMADI, HAINUR

Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterlaksanaan implementasi guided inquiry berbasis laboratorium di SMA Negeri 1 Ngimbang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian pre-experimental dan desain penelitian menggunakan One group pretest-posttest design, dengandjumlah subjek penelitian sebanyak 101 peserta didik kelas X IPA di SMA Negeri 1 Ngimbang. Berdasarkan analisis data dengan instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, lembar pengamatan tes kinerja melakukan percobaan, dan lembar soal pre-test dan post-test, dan angket respon siswa, maka dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan Guided Inquiry berbasis laboratorium untuk meningkatkan keterampilan proses sains pada materi getaran harmonis memperoleh presentase sebesar 89,6%. Kataikunci: Guided Inquiry, Berbasis laboratorium, dan Keterampilan proses sains. Abstract This research aims to describe the implementation of guided inquiry with laboratory in SMA Negeri 1 Ngimbang, describing student’s scientific process skill due to Harmonious Vibration materials after guidediinquiry with laboratory-based instruction model applying in SMA Negeri 1 Ngimbang. This research uses quantitative descriptive with true-experimental methods and one group pre-test and post-test design, apply to 101 students of class X IPA in SMA Negeri 1 Ngimbang. Based on data analysis with research instruments used in the form of learning implementation observation sheets, performance test observation sheets conducting experiments, and pre-test and post-test question sheets, and student responseqquestionnaires, it can be concluded the implementation of guided inquiry with laboratory learning model to scientific process skill of the students in this Harmonious Vibration materials got a percentage of 89,6%wwith a very good category. Keywords: Guided Inquiry, Laboratory based, and Scientific the process skill.

DEVELOPMENT OF FLIPPED CLASSROOM LEARNING INSTRUMENT AS INNOVATIVE LEARNING WHICH INTEGRATED TO YOUTUBE VIDEO TO IMPROVE STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT

ZAHIDIN AINUR ROSYID, HANIF, , MADLAZIM

Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research departs from physics lessons problem which is considered as difficult by most of Indonesian students. So students are rarely interested in studying physics at home or even to paying attention to in class physics lessons. Using YouTube technology that begins to enter in educational sector, the teacher could use this opportunity to increase the student interest of learning physics using YouTube videos. Thus, teacher needs a learning instrument of certain model to make the media usage more practical and effective. Therefore, learning instruments is developed through ASSURE method. The result of this development has been confirmed to be valid by two expert validators, then the instruments tested on Senior High School of Darul Ulum Medali Sugio’s third grade student, resulting a good result proofing the good practicability of the instrument. The effectiveness of these instruments also proven to significantly improve student learning achievement. After the limited test, researchers get a positive response from students to be able to continue learning by using the same model and instruments that has been developed. Keywords : Flipped classroom learning models, YouTube videos, improve learning Achievement

Pengembangan Model Mata untuk Pembelajaran Alat-Alat Optik di Tingkat SMA

WIGUNO, SAGAH, SUCAHYO, IMAM

Inovasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas, keefektifan, dan keprakktisan Model Mata yang dikembangkan peneliti. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation). Uji coba Model Mata menggunakan design Pra Experimental dengan jenis One Group Pretest-Postest Design. Objek penelitian ini adalah 15 peserta didik kelas XI Intensif Program pondok SMA Al-Azhar Menganti Gresik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Mata layak untuk digunakan dengan memiliki validitas dalam kategori “Sangat Valid” dengan 84,38% poin maksimal, keefektifan pengetahuan dalam kategori “Sedang” dengan rata-rata Gain Score 0,42, keefektifan keterampilan dalam kategori “Baik” dengan rata-rata persentase 73,74%, dan kepraktisan dalam kategori “Positif” dengan rata-rata 83,17 poin maksimal. Kata kunci : model mata, validitas, keefektifan, kepraktisan

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI KURIKULUM 2013 PADA POKOK BAHASAN HUKUM HOOKE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA

ANGGARA, DIAN, , Madlazim

Inovasi Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2015): Vol. 4 No. 3 Tahun 2015
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan komponen kesesuaian materi, penyajian ilustrasi, kebahasaan, dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk SMA kelas X pada Hukum Hooke, mendeskripsikan respons siswa SMA kelas Xterhadap perangkat pembelajarankurikulum 2013 yang dikembangkan, dan mendeskripsikan hasil belajar siswa terkait dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap setelah dilakukan proses pembelajaran Kurikulum 2013. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations.Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik yang digunakan pada proses pembelajaran. Proses pengembangan perangkat akan dilakukan uji coba terbatas untuk mengetahui tingkat kelayakannya. Analisis penelitian bersifat diskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 layak digunakan. Kelayakan hasil validasi meliputi RPP 83.3% dengan kategori layak, Handout 84% dengan kategori layak, LKS 87.5% dengan kategori layak, Kisi–kisi 86,6% dengan kategori layak. Kelayakan hasil pembelajaran meliputi kompetensi pengetahuan, keterampilan (proses dan psikomotor) dan sikap.Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar (pengetahuan) digunakan uji N-Gain. Skor yang diperoleh memiliki rentang 0,14-0,60; dengan kategori rendah sampai sedang. Pada aspek keterampilan memiliki hasil yang baik. Hasil keterampilan memiliki rentang antara 2,8-3,8; dengan kategori antara B- sampai A-. Untuk sikap memiliki hasil yang baik. Skor yang didapat siswa memiliki rentang 3,29-3,64; dengan kategori B.   Kata kunci: pengembangan perangkat, kurikulum 2013 , pengetahuan, keterampilan, sikap,                      Hukum Hooke   Abstract The purpose of this study is to describe the validity of the learning device that was developed based on the suitability of the material components, presenting illustration, language, the Competence Standard and Basic Competence applicable to high school class X on the material Hookes Law, describing the response of high school students of class X to the learning tools curriculum 2013 developed, and describe student learning outcomes related to knowledge, skills, and attitudes after learning process Curriculum 2013. This study refers to the ADDIE development model that is Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations. Curriculum 2013 using a scientific approach used in the learning process. The process of tools development will be limited trial to determine the feasibility. Analysis carried out by descriptive quantitative research. The results showed that tools learning-oriented curriculum 2013 worth used teaching physics in all aspects terms. Eligibility is based on the results include RPP 83.3%with decent category, Handout 84%with decent category, LKS 87.5%with decent category, Kisi - kisi 86.6%with decent category. Eligibility is based on learning outcomes competences include knowledge, skills (process and psychomotor) and attitudes. To determine the increase in learning outcomes (knowledge) test was used N-Gain. Scores obtained has a range of 0.14 to 0.60; with low to moderate category. In the aspect of skill have a good result. Results skill has a range of between 2.8 to 3.8; by category between B- to A-. To have the attitude of a good result. He scores the students have a range of 3.29 to 3.64; by category B.   Keywords: tools development, curriculum 2013, knowledge, skills, attitudes, Hookes Law.

PENGEMBANGAN SISTEM UJIAN ONLINE SOAL PILIHAN GANDA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE WONDERSHARE QUIZ CREATOR

WIJI UTOMO, DWI, Kustijono, Rudy

Inovasi Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2015): Vol. 4 No. 3 Tahun 2015
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan sistem ujian online soal pilihan ganda.Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kelayakan sistem ujian online soal pilihan ganda ditinjau dari sisi validitas, kepraktisan, dan efektivitas.Penelitian ini mengadaptasi penelitian pengembangan model 4D menurut Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefenisian define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Penelitian ini hanya menggunakan tiga tahap, yaitu sampai tahap uji coba terbatas. Subyek penelitian adalah sistem ujian online soal pilihan ganda. Uji coba terbatas dilakukan terhadap 20siswa kelas X SMAN 1 Gondang. Dari hasil penelitian diperoleh simpulan:1) Sistem ujian online soal pilihan ganda yang telah dikembangkan secara keseluruhan berkategori sangat baik dan layak digunakan; 2)Penerapan sistem ujian online soal pilihan ganda di sekolah berlangsung dengan baik meskipun masih ada beberapa kendala, seperti tidak berfungsinya fitur flashplayer pada browser; 3) Berdasarkan respon siswa, sistem ujian online soal pilihan ganda dengan menggunakan software Wondershare Quiz Creator layak digunakan.   Kata Kunci: sistem ujian online, four D Model, Wondershare Quiz Creator, soal pilihan ganda     Abstract   The study, based on a desire to decrease fraud that committed by students, has conducted study with the aim of develop usable online examination system.The design of this study using the method of four D Model of Thiagarajan that consisting of define, design, develop, and disseminate.This study only uses three stages, until the limited testing. Subjects were online examination system of multiple choice questions. Limited testing was conducted on 20 students of class X of SMAN 1 Gondang. The results were obtained conclusions: 1) Online examination system of multiple choice questions that have been developed on the whole category is very good and worthy for use; 2) The implementation of online examination system of multiple choice questions in the school was going well although there were still some problems, such as malfunction of the flash player features in the browser; 3) Based on students responses, online examination system of multiple choice questions using Wondershare Quiz Creator software is worthy for use. Keywords:online examination system, four D Model, Wondershare Quiz Creator, multiple choice question  

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN YANG MENGINTEGRASIKAN RANAH KOGNITIF, RANAH AFEKTIF, DAN RANAH PSIKOMOTOR PADA HUKUM OHM

DEWI ARISANDI, SINTIA, , Madlazim

Inovasi Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2015): Vol. 4 No. 3 Tahun 2015
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Peneliti telah melakukan penelitian untuk mengembangkan pengembangan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor pada Hukum Ohm. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan serta mendeskripsikan keterlaksanaan perangkat pembelajaran dalam pembelajaran fisika di SMA Senopati Sidoarjo. Rancangan pengembangan pembelajaran dalam penelitian ini mengadaptasi penelitian pengembangan model 4D (four D model) yang terdiri dari: tahap define (pendefenisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Dalam penelitian ini hanya menggunakan sampai tahap pengembangan. Standar kompetensi yang ditetapkan adalah menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi. Subyek  penelitian adalah perangkat pembelajaran fisika SMA yang mengintegrasikan ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor pada Hukum Ohm. Uji coba terbatas pembelajaran dalam penelitian ini dilakukan terhadap 15 siswa kelas X jurusan Ilmu Alam  SMA Senopati pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Simpulan dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa: 1) Perangkat pembelajaran yang sudah dikembangkan memiliki kategori baik dan layak diterapkan dalam proses pembelajaran materi fisika di SMA Senopati; 2) Keterlaksanaan pembelajaran fisika menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan secara keseluruhan dapat berjalan dengan baik dan efektif yang meliputi respon siswa, hasil belajar siswa, dan proses keterlaksanaan pembelajaran dengan perangkat yang dikembangkan.   Kata kunci: perangkat pembelajaran, four D model, ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor   Abstract The researcher has conducted research to develop a learning model that integrates the development of cognitive, affective, and psychomotor domains on Ohm s Law. The purpose of this study is to describe the feasibility of developed learning tools, describe the use of learning model in Senopati Senior High School Physics. The development in this study was adopted from 4D model. Those are define, design, develop, and disseminate. This study only used three stages to the development stage. The Competence standards established by the concept of electricity in various problem-solving of technology products. Subjects of the study were high school physics learning model that integrates cognitive, affective, and psychomotor domains in Ohms Law. Limited trial study was conducted on 15 students of 10th grade of Senopati Senior High School Department of Natural Sciences year 2014/2015. From the research results it can be concluded that : 1 ) the learning model that has been developed as a whole categorized well and fit for use in teaching physics in Senopati Senior High School; 2 ) Process of physics learning using learning models that have been developed as a whole can work well and effectively which includes the responses of students, student learning outcomes, and the enforceability of the learning process with a developed device.   Keywords: learning model,  four D model, cognitive, affective, and psychomotor

PENGEMBANGAN LKS FISIKA BERORIENTASI MODEL LEARNING CYCLE 7-E PADA MATERI ELASTISITAS SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN SMA

ERLIA UTOMO, QUEEN, Sunarti, Titin

Inovasi Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2015): Vol. 4 No. 3 Tahun 2015
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan LKS fisika berorientasi model Learning Cycle 7-E pada materi elastisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan dari LKS Fisika berorientasi model Learning cycle 7-E pada materi Elastisitas sebagai penunjang pembelajaran SMA yang dinilai berdasarkan kriteria isi, kesesuaian dengan model Learning cycle 7-E, kriteria penyajian, kriteria kebahasaan, kriteria kegrafikan serta kriteria kepraktisan berdasarkan keterlaksanaan dan aktivitas siswa, serta kriteria efektifitas berdasarkan hasil belajar dan respon siswa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara telaah dan validasi dari dosen fisika, guru fisika, serta angket dari siswa dengan menggunakan instrumen penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar telaah materi, lembar telaah kegrafikan, lembar penilaian keterlaksanaan, lembar observasi aktivitas siswa, lembar respon siswa, lembar validasi materi, dan lembar validasi kegrafikan. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Jombang dengan melibatkan 12 siswa kelas X MIA 1 sebagai peserta uji coba terbatas. Hasil penelitian ini, LKS yang dikembangkan dikatakan layak menurut validator dan respon siswa dengan persentase ≥ 61%. Penilaian validator berdasarkan kriteria isi, kesesuaian dengan model Learning cycle 7-E, kriteria penyajian, kriteria kebahasaan, dan kriteria kegrafikan dengan persentase masing-masing sebesar 88,00%, 78,10%, 85,93%, 80,00%, dan 85,72%. Hasil penilaian keterlaksanaan, observasi aktivitas siswa rata-rata pada semua fase, dan hasil belajar rata-rata masing-masing sebesar 92,86%, 3,30, 3,25. Respon siswa berdasarkan kriteria isi, kesesuaian dengan model Learning cycle 7-E, kriteria penyajian, dan kriteria kebahasaan dengan persentase masing-masing sebesar 95,84%, 93,34%, 89,59%, dan 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKS fisika berorieantasi model Learning cycle 7-E pada materi elastisitas  yang dikembangkan layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran SMA. Kata kunci: LKS; Model  Learning cycle 7-E; Elastisitas .                                                                                                                  Abstract                                Has conducted development research of physics worksheet that oriented in model of Learning Cycle 7-E on the elasticity.  This study aimed to describe the feasibility of Physics worksheet in Learning cycle 7-E oriented model of the elasticity of the material as a high school learning support assessed based on the criteria of content, compliance with the model Learning Cycle 7-E, the criteria of presentation, linguistic criteria, the criteria of practicality based on graphic and done of student activities, as well as the effectiveness criteria based on learning outcomes and student response. Methods of data collection is done by means of a review and validation of the faculty of physics, physics teacher, as well as a questionnaire from students using research instruments. Instruments used in this research include the study of the material sheet, sheet of graphic study, feasibility assessment sheets, observation sheets student activity, student response sheet, sheet material validation, and validation of graphic sheet. This research was conducted in SMA Negeri 1 Jombang by involving 12 students of class X MIA 1 as the trial participants is limited. Results of this study, worksheet developed is feasible according to the validator and the student response to the percentage of ≥ 61%. Validator assessment based on the criteria of content, compliance with the model Learning Cycle 7-E, the criteria of presentation, linguistic criteria, and the criteria of graphic with percentages respectively amounted to 88.00%, 78.10%, 85.93%, 80.00%, and 85.72%. Results of feasibility assessment, observation of student activity on average in all phases, and learning outcomes on average respectively 92.86%, 3.30, 3.25. Student responses based on the criteria of content, compliance with the model Learning Cycle 7-E, the presentation criteria, and linguistic criteria with their respective percentage of 95.84%, 93.34%, 89.59%, and 100%. It can be concluded that the development of physics oriented in worksheet of models of Learning Cycle 7E on the elasticity of the material developed fit for use as a high school learning support. Keywords: Student worksheet, Models of Learning cycle 7-E, Elasticity.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Teknik Giving Question and Getting Answer Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Elastisitas Kelas X SMA Negeri  1 Bluluk Lamongan

SALAMAH, UMMU, Hermin Budiningarti, Hj.

Inovasi Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2015): Vol. 4 No. 3 Tahun 2015
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran koopreatif tipe STAD dengan teknik Giving Question and Getting Answer terhadap hasil belajar siswa kelas pada materi elastisitas, dengan mengamati respon siswa pada pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan teknik Giving Question and Getting Answer. Jenis penelitian  menggunakan true eksperimental design. Populasi penelitian adalah  seluruh siswa kelas X–Mia SMA Negeri 1 Bluluk. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol yang dipilih secara acak. Hasil pretest ranah pengetahuan dianalisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Berdasarkan pada  analisis uji normalitas dan homogenitas pada ranah pengetahuan, maka diperoleh semua kelas terdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan hasil analisis uji-t dua pihak didapatkan thitung  kelas  eksperimen  dan kelas kontrol adalah 5,79 dengan nilai ttabel  sebesar 2,00, maka  hipotesis diterima. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol karena thitung  tidak berada pada –ttabel< thitung < ttabel  Nilai pada uji-t satu pihak kelas eksperimen sama dengan thitung pada uji-t dua pihak dengan ttabel   sebesar 1,67.  Hasil ini  menunjukan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih unggul daripada kelas kontrol karena thitung>ttabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif  tipe STAD dengan teknik Giving Question and Getting Answer meningkatkan hasil belajar fisika siswa pada materi elastisitas. Dari angket respon yang telah disebar diperoleh 51,4% menyatakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD dengan teknik Giving Question and Getting answer sangat menarik.   Kata Kunci : Pembelajaran  kooperatif  tipe STAD, Giving Question and Getting Answer,  Hasil belajar .     Abstract The purpose of the research determined  the learning outcomes from learning by cooperative model type STAD with Giving Question and Getting Answer on the elasticity topic by response of the students. This research used a true experimental design. The population was the entire 10th grade MIA SMA Negeri 1 Bluluk. The sample were two experimented classes and one controlled class that selected by random sampling.The pretest result analyzed with normality and homogeneity test.Based on the analysis tests of normality and homogeneity, all classes were normal distribution and homogeneous. Based on the results of two-tailed t-test obtained tcount experimented class and control class is 5.79. ttable value was 2.00. So the hypothesis was accepted. It showed the average results of learning outcome experimented class was better than controlled class because tcount not on –ttable <tcount <t table. The value of one sample t-test experimented class equally with of two tailed t-test with ttable value was 1.67. It showed the average learning outcome of experimented class was better than the controlled class because tcount> ttable. The other results showed that cooperative model type STAD with Giving Question and Getting Answer improved learning outcome in elasticity topic, student response got 51.4% said that cooperative model type STAD with Giving Question and Getting Answer was very interesting. Keywords: Cooperative  type STAD, Giving Question and Getting Answer, Learning Outcomes

Penerapan Pendekatan Saintifik dengan Metode GW-ACCESS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Fluida Statis Kelas X SMAN 1 Krembung Sidoarjo

SOFYANITA TITAHSARI, SILVIA, Jatmiko, Budi

Inovasi Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2015): Vol. 4 No. 3 Tahun 2015
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran pendekatan saintifik dengan metode GW-ACCESS, hasil belajar siswa (kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan), respon siswa, aktivitas siswa, dan kendala yang dihadapi.  Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain “One Group Pre-test Post-test” dengan 1 kelas eksperimen dan 2 kelas replikasi, yang masing-masing kelas berjumlah 33 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, pemberian soal pre-test sebelum dilakukan treatment dan pemberian soal post-test setelah dilakukan treatment, serta angket respon siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pendekatan saintifik dengan metode GW-ACCESS dapat dilaksanakan dengan baik dan mendapatkan respon yang sangat baik dari siswa. Sedangkan untuk data hasil belajar, pada kompetensi pengetahuan hasil pre-test dan post-test dianalisis uji n-gain untuk mengetahui besarnya peningkatan hasil belajar siswa, n-gain score untuk kelas eksperimen sebesar 0,60, kelas replikasi I sebesar 0,56, dan kelas replikasi II sebesar 0,57 dengan kategori sedang. Kemudian dilakukan uji-t signifikasi untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan signifikan pada hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa terjadi secara signifikan. Setelah itu dilakukan uji ANAVA, diketahui bahwa peningkatan hasil belajar pada ketiga kelas tersebut konsisten. Selanjutnya, untuk kompetensi sikap diperoleh nilai modus pada ketiga kelas sebesar 3,00 (Baik). Untuk kompetensi keterampilan, dicari terlebih dahulu nilai optimum untuk penilaian kinerja dan tertulis kemudian dirata-rata, sehingga diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 3,33, kelas replikasi I sebesar 3,28, dan kelas replikasi II sebesar 3,25. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahwa penerapan pembelajaran pendekatan saintifik dengan metode GW-ACCESS dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fluida statis X SMAN 1 Krembung pada pokok bahasan fluida statis.     Kata Kunci : pendekatan saintifik, metode GW-ACCESS, hasil belajar siswa, fluida statis. Abstract    This research aims to describe the learning management of scientific approach with GW-ACCESS method, student’s learning outcome, student’s response, student’s activities, and obstacle during this research. Type of this research is a descriptive quantitative with one group pretest-posttest design. The subject of this research are 1 experiment class and 2 replication classes X SMAN 1 Krembung, with 33 students in each class. Data collected by observation, pre-test and post-test, response’s sheet of the student. The result show that scientific approach with GW-ACCESS method executed with good category and get very good response from students. Student’s learning outcome in knowledge competence, the result of pre-test and post-test analyzed by n-gain test to find out the increase of student’s learning outcome score, n-gain score for experiment class are 0,60, first replication class are 0,57, and second replication class are 0,57 with medium category in each class. And than the result of pre-test and post-test analyzed by t-test to find out the different between pre-test and post-test significant or not, it obtain the increase of student’s learning outcome score occured in significant. ANAVA test also obtained that the result of n-gain score consistent in each class. For attitude competence obtained modus value are 3,00 (Good) in each class. For skill competence, at first find optimum value for activity and write assessment to average, so the average value of experiment class are 3,33, first class replication are 3,28, and second class replication are 3,25. It  concluded that the application of saintific approach with GW-ACCESS method increase student’s learning outcome in grade X student of SMAN 1 Krembung on the subjects of static fluid.   Keywords : scientific approach, GW-ACCESS method, student’s learning outcome, static fluid.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SCIENTIFIC APPROACH DENGAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL PADA MATERI ALAT-ALAT OPTIK KELAS X DI SMA NAHDLATUL ULAMA’ 1 GRESIK

EKA WAHYUNI, DESY, Arief, Alimufi

Inovasi Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2015): Vol. 4 No. 3 Tahun 2015
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah.  Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud  meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan. Siswa dilatih untuk mampu berfikir logis, runut dan sistematis, dengan menggunakan kapasistas berfikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill/HOTS). Keterampilan berpikir tingkat tinggi berbasis pada Taksonomi Bloom yang direvisi terdapat tiga ranah kognitif yang menjadi bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi analisa, evaluasi, dan mencipta. Setiap siswa memiliki tingkat kecerdasan berbeda-beda yang akan berdampak pada pilihan strategi, teknik dan model pembelajaran guru. Penelitian ini mendeskripsikan implementasi pembelajaran scientific approach yang diterapkan dalam kurikulum 2013, serta terasahnya keterampilan berpikir siswa melalui soal evaluasi dengan Taksonomi Bloom yang direvisi terutama dalam materi alat-alat optik. Penelitian ini merupakan penelitian Pre Experimental Design dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA dengan pemilihan sampel berupa purposive sampling dan sampel penelitian adalah kelas X MIA 3, X MIA 4, dan X MIA 5 di SMA Nahdlatul Ulama’ 1 Gresik. Hasil uji normalitas dan homogenitas diketahui bahwa semua kelas berdistribusi normal dan bersifat homogen sebagai kelas eksperimen dengan replikasi dua kali. Keterlaksanaan pembelajaran scientific approach dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dimiliki oleh siswa setelah diterapkannya dalam pembelajaran fisika pada materi alat-alat optik kelas X di SMA Nahdlatul Ulama’ 1 Gresik berkategori baik. Profil berpikir tingkat tinggi yang dimiliki oleh siswa adalah keterampilan problem solving sebesar 91%, keterampilan berpikir kreatif sebesar 66%, keterampilan berpikir kritis sebesar 66%, dan keterampilan pengambilan keputusan sebesar 56%. Respons siswa berdasarkan angket menunjukkan respons positif berkategori kuat dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan menerapkan pendekatan sains (scientific approach) pada materi alat-alat optik kelas X di SMA Nahdlatul Ulama’ 1 Gresik.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulan bahwa, pembelajaran dengan diterapkannya scientific approach dapat melatihkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) siswa kelas X di SMA Nahdlatul Ulama’ 1 Gresik.     Kata kunci: Implementasi, Scientific Approach, Higher Order Thinking Skills,  Alat-alat Optik     Abstract The study of 2013 curriculum emphasize on modern pedagogic dimension, using scientific approach. The scientific approach including observating, asking question, logical reasoning, experimenting, and communicating. Students trained to be able to think logically, trace and systematic, using High Order Thinking Skill (HOTS). The revised High Level Thinking Skills based on Blooms Taxonomy has three cognitive domain  which take parts in the high thinking order, those are analysis, evaluation and creating. Every student has different level of  intelligence which impact the strategy, technique and the way of teaching. This research describes the implementation of the study of scientific approach which is used in the 2013 curriculum, and also the students thinking skill which trained through the evaluating question using revised Blooms Taxonomy specially in the material optics. This research is the Pre Experimental Design with One-Group Pretest-Posttest Design. The population of this research is the students of X MIA class with the selection sample formed as purposive sampling and the research sample are X MIA 3, X MIA 4, and X MIA 5 in Senior High School Nahdlatul Ulama 1 Gresik. All the class were distributing normally and homogeneously as the experiment class with double replication as the results of normality and homogeneity. The process of scientific learning approach in the effort to improve high order thinking skill which is owned by students after applied in physic on the optics material in X class in Senior High School Nahdlatul Ulama 1 Gresik has a good category. The profile of high thinking skills which owned by the student are problem solving about 91%, creative thinking skill about 66%, critical thinking skill about 66%, and the decision making skill about 56%. Student responses based on questionnaires show the positive responses with a strong category in the process of cooperative study jigsaw type using scientific approach in the optics material in X class Senior High School Nahdlatul Ulama 1 Gresik. Based on the research result, the teaching methods which using  scientific approach can train high-level thinking skills (higher order thinking skills) class X in SMA NU 1 Gresik.   Keywords: Implementation, Scientific Approach, Higher Order Thinking Skills, Optical Instrument.