cover
Filter by Year
INFORMASI
S3
Sinta Score
ISSN : 01260650     EISSN : 25023837
INFORMASI is an academic journal that centered in communication, is open and welcoming to contributions from the many disciplines and approaches that meet at the crossroads that is communication study. We are interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. In other words, INFORMASI will be a forum for scholars when they address the wider audiences of our many sub-fields and specialties, rather than the location for the narrower conversations more appropriately conducted within more specialized journals. INFORMASI published twice a year (June and December) in Bahasa Indonesia or English.
Articles
128
Articles
MEDIA LITERACY AND SOCIAL MEDIA USAGE ANALYSIS IN COMMUNICATION AND NON-COMMUNICATION STUDENTS OF UNIVERSITY OF AMIKOM YOGYAKARTA

Adhiarso, Dendy Suseno, Suyanto, Mohammad

INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.2 KB)

Abstract

 Media literacy is the ability to understand, analyze, and deconstruct media images. The ability to do it is intended that the public as a media consumer becomes aware of how the media are built and accessed. The aims of this study are (1) to study the level of media literacy and social media usage patterns in communication and non-communication students. (2) to know the correlation between media literacy and social media usage patterns in communication and non-communication students. (3) comparing media literacy and social media usage patterns in communication and non-communication students. The population in this study were students of communication and non-communication at the University of AMIKOM Yogyakarta which amounted to 656. The sample selected in this study 87 respondents who conducted with probability sampling technique with convenience sampling. Data obtained through the survey to respondents by spreading the questionnaire at the early of September 2017. Data processing and analysis is done by descriptive study, crosstab, spearman correlation and chi-square. The result of the research shows that (1) the level of media literacy of both communication and non-communication students is at the intermediate level, while social media usage patterns for communication and non-communication students is at a high level. (2) there is the significant correlation between media literacy and social media usage patterns in communication and non-communication students. (3) there is a difference between media literacy and social media usage patterns in communication and non-communication students.ANALISIS PENGGUNAAN LITERASI MEDIA DAN MEDIA SOSIAL DI MAHASISWA KOMUNIKASI DAN NON-MAHASISWA KOMUNIKASI UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTALiterasi media adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi citra media. Kemampuan untuk melakukannya dimaksudkan agar publik sebagai konsumen media menjadi sadar bagaimana media dibangun dan diakses. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mempelajari tingkat literasi media dan pola penggunaan media sosial pada mahasiswa komunikasi dan non-komunikasi. (2) untuk mengetahui hubungan antara literasi media dan pola penggunaan media sosial pada mahasiswa komunikasi dan non-komunikasi. (3) membandingkan literasi media dan pola penggunaan media sosial pada mahasiswa komunikasi dan non-komunikasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa komunikasi dan non-komunikasi di Universitas AMIKOM Yogyakarta yang berjumlah 656. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah 87 responden yang dilakukan dengan teknik probability sampling dengan convenience sampling. Data diperoleh melalui survei kepada responden dengan menyebarkan kuesioner pada awal September 2017. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan studi deskriptif, crosstab, korelasi spearman dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat literasi media mahasiswa komunikasi dan non-komunikasi berada pada tingkat sedang, sedangkan pola penggunaan media sosial untuk mahasiswa komunikasi dan non-komunikasi berada pada tingkat yang tinggi. (2) ada hubungan yang signifikan antara literasi media dan pola penggunaan media sosial pada mahasiswa komunikasi dan non-komunikasi. (3) ada perbedaan antara literasi media dan pola penggunaan media sosial pada mahasiswa komunikasi dan non-komunikasi.

HEGEMONIC MASCULINITY IN ARCHETYPAL AFRICAN NOVELS

Alsyouf, Amjad

INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.136 KB)

Abstract

The study attempts to examine the concept of hegemonic masculinity in Tayeb Salih's Season of Migration to the North (1966) and Chinua Achebe’s Things Fall Apart (1958). To achieve that it deals with two concerns. First, it tackles the process of development of masculinity attempting to identify hegemonic masculinity among other stages within this process.  Secondly, it investigates hegemonic masculinity as a concept occasionally occurs in popular African fiction with emphasis placed on its presence in Salih's Season of Migration to the North and Achebe’s Things Fall Apart. The research concludes with a recommendation to focus more research efforts on literature that deals with hypermasculinity, the stage succeeding hegemonic masculinity, as it needs immediate consideration due to its critical impact on contemporary world and audience.HEGEMONI MASKULINITAS DALAM NOVEL-NOVEL ARCHETYPAL AFRICANPenelitian yang bertujuan untuk mengkaji konsep mengenai hegemoni maskulinitas di Tayeb Salih’s Season of Migration to The North (1996) dan Chinua Achebe’s Things Fall Apart (1958) ini berfokus pada dua hal. Pertama, mengkaji proses perkembangan maskulinitas untuk mengidentifikasi hegemoni maskulinitas. Kedua, menginvestigasi hegemoni maskulinitas sebagai sebuah konsep yang selalu muncul dalam karya-karya fiksi afrika dengan penekanan pada Salih’s Season of Migration to The North and Achebe’s Things Fall Apart. Penelitian ini memberikan simpulan dan rekomendasi pada fokus penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan hipermaskulinitas, seperti suksesnya hegemoni maskulinitas yang perlu dipertimbangkan penelitiannya karena dampak yang kritis dari dunia dan audiens saat ini.

PUBLIC SERVICE ADS. OF RESERVING PEAT FORESTS

Atika, Atika, Chandrabuwono, Achmad Bayu

INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1606.952 KB)

Abstract

Social messages in Public Service Ads should be designed as appealing as possible because it affects the effectiveness of the advertisement. This study aims to investigate the attractiveness of public service advertisement of Preserving Peat Forests. The study uses a quantitative approach and data were collected through surveys involving respondents who work in Peat Restoration Agency in South Kalimantan. The measurement uses a semantic differential scale. The results show that informative/rational appeal of Public Service Ads Preserving Peat Forests is in the medium category, while the emotional appeal is rather low. Public Service Advertisement of Preserve Peat Forests which is presented through audio and visual elements is considered less able to attract audience’s emotion.DAYA TARIK IKLAN LAYANAN MASYARAKAT  LESTARIKAN HUTAN GAMBUTPesan-pesan sosial dalam Iklan Layanan Masyarakat sebaiknya dirancang semenarik mungkin karena daya tarik sebuah iklan berpengaruh terhadap efektifitas dari iklan yang disampaikan. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap daya tarik Iklan Layanan Masyarakat Lestarikan Hutan Gambut yang tayang di beberapa stasiun televisi, salah satunya di Televisi Republik Indonesia Kalimantan Selatan (TVRI Kalsel). Selain tayang di stasiun televisi, iklan tersebut juga dapat diakses melalui channel Youtube Badan Restorasi Gambut – BRG dengan judul PSA Lestarikan Hutan Gambut yang ditayangkan sejak tanggal 7 Januari 2017. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data diperoleh melalui survei kepada responden dengan cakupan wilayah kerja Badan Restorasi Gambut di Kalimantan Selatan. Skala pengukuran menggunakan skala diferensial simantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik informatif/rasional Iklan Layanan Masyarakat Lestarikan Hutan Gambut berada pada kategori sedang, sementara daya tarik emosional termasuk rendah. Iklan Layanan Masyarakat Lestarikan Hutan Gambut yang disajikan melalui sejumlah elemen audio dan visual kurang mampu menarik emosional khalayaknya.

THE NARRATION OF DIGITAL LITERACY MOVEMENT IN INDONESIA

Yanti, Mery, Yusnaini, Yusnaini

INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.568 KB)

Abstract

This article aims to analyze the digital literacy movement in Indonesia and its determinant using the narrative approach. Empirical research is carried out with qualitative content analysis methods. The primary data of the study came from 255 online news which contained digital literacy keywords that were detected by Google search engines and published in trusted online media. Secondary data collected from publications of government, private, and civil society organizations related to digital literacy. We use an interactive model and Atlas.ti 8 to analyze research data. The results showed that each actor had a variety of views about the definitions and situations that underlie digital literacy problems. The digital literacy movement narrative in Indonesia can be explained using the logic of the problem - solution - results. Problem narratives tend to be based on data from a variety of data sources on the profile and behavior of internet users, the development of e-commerce, digital security and crime, digital radicalism, basic competencies of digital literacy, national competitiveness, and the online mass media industry. Starting from the problem narrative, the actors proposed the same solution, namely strengthening digital literacy of internet users, although they differed in identifying target groups. The goals of this solution are a reduction in digital crime, an increase in the digital economy, knowledge, digital skills, and digital governance, as well as the birth of practices in the use of information and communication technology that refers to three principles, namely: security principle, economic principles, and social-cultural principle. We identified four actors who acted as victims in the digital literacy movement narrative in Indonesia: society as a whole, religious institutions, state institutions, population, economic commodities, and market participants. The criminal's character includes internet users, legal players, government institutions, and politicians. Meanwhile, heroes are all actors acting in the digital literacy movement in Indonesia. Fours factors contributed to digital literacy movement: public participation, commitment and togetherness, shared goals and interests, and a massive, systematic, and synergistic strategy, movement management, and learning process. We discuss the theoretical and practical implications of these findings.NARASI GERAKAN LITERASI DIGITAL DI INDONESIAArtikel ini bertujuan menganalisis gerakan literasi digital di Indonesia dan determinannya dengan pendekatan naratif. Riset empiris dilaksanakan dengan metode analisis isi kualitatif. Data primer penelitian berasal dari 255 berita online yang mengandung kata kunci “literasi digital” yang di deteksi mesin pencari Google dan dipublikasikan di media online terpercaya. Data sekunder dikumpulkan dari publikasi organisasi pemerintah, swasta, dan/atau masyarakat sipil yang berhubungan dengan literasi digital. Analisis data penelitian menggunakan model interaktif dengan bantuan software Atlas.ti 8. Hasil penelitian menunjukkan setiap aktor memiliki keragaman pandangan tentang definisi dan situasi yang melatari masalah literasi digital. Alur cerita gerakan literasi digital di Indonesia bisa dijelaskan menggunakan logika masalah – solusi – hasil. Narasi masalah cenderung berbasis data dari beragam sumber data tentang profil dan perilaku pengguna internet, perkembangan e-commerce, keamanan dan kriminalitas digital, radikalisme digital, kompetensi dasar literasi digital, daya saing bangsa, dan industri media massa daring. Bertolak dari narasi masalah, para aktor mengusulkan solusi yang sama, yakni penguatan literasi digital pengguna internet, meski berbeda dalam identifikasi kelompok sasaran. Hasil akhir solusi ini adalah berkurangnya kriminalitas digital, meningkatnya perekonomian digital, pengetahuan, keterampilan digital, dan digital governance, serta melahirkan praktik-praktik penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang mengacu ke tiga prinsip, yakni: prinsip keamanan, prinsip ekonomi, dan prinsip sosio-kultural. Peneliti mengidentifikasi empat aktor yang berperan sebagai korban dalam narasi gerakan literasi digital di Indonesia, yakni: masyarakat secara keseluruhan, institusi agama, institusi negara, populasi penduduk, komoditas ekonomi, dan para pelaku pasar. Para penjahatnya meliputi pengguna internet, para pelaku pasar berbadan hukum, institusi pemerintah, dan oknum para politisi. Sedangkan, pahlawannya adalah semua aktor yang bertindak nyata dalam gerakan literasi digital di Indonesia. gerakan literasi digital dipengaruhi empat faktor yakni: partisipasi publik, komitmen dan kebersamaan, tujuan dan kepentingan bersama, dan strategi yang masif, sistematis, dan sinergis, manajemen gerakan, dan proses pembelajaran. Peneliti implikasi teoretis dan praktis temuan ini.

STATE POSITION AMONG OF THE INFORMATION TECHNOLOGY PARADIGM: REVIEW OF THE MEDIA LITERACY MOVEMENT BY DIY KPID AND BTKP DIY

Annisa, Firly

INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.203 KB)

Abstract

The Democratic System of Pancasila that has been chosen by Indonesian founders give several consequences. The state needs to be responsible for regulating equality policies for every citizen. Not only about the issue of equitable economic resources but also equal access to information. In the context of the country, democracy and markets equal access to information can be understood as information technology paradigm. This paradigm means that all systems that use by technology information are defined by networking sense, which is an empowering citizen to influence a wide variety of processes. Through the observation and depth of methods, this research examines the role of the Yogyakarta Provincial Education and Sports Agency for educating students and the equitable distribution of information technology. The city was chosen as a research umbrella carried out by Media Literacy Activists Network in 2017. As result of this research shows that literacy education efforts were carried out by Indonesia Broadcasting Commision of Yogyakarta Special Region were still struggling in a protectionist perspective, while The Institute of Government Education Communication Technology in Yogyakarta Province is using creative media approach as an effort to use technology as part of empowerment.Sistem Demokrasi Pancasila yang dipilih oleh para pendiri bangsa Indonesia melahirkan beberapa konsekuensi logis. Diantaranya menuntut peran negara dalam mengatur kebijakan pemerataan keadilan. Keadilan tidak hanya pada persoalan pemerataan sumber-sumber ekonomi, namun juga pemerataan akses informasi. Dalam masyarakat, akses informasi ini di sebut sebagai paradigma teknologi informasi. Paradigma ini berarti ketika semua sistem yang menggunakan teknologi informasi didefinisikan oleh ‘logika jaringan’ yang memungkinkan mereka memengaruhi suatu varietas luas proses-proses dan organisasi-organisasi. Ketika “logika jaringan” tersebut telah terjadi dengan melimpahnya akses informasi di dunia maya lalu langkah-langkah seperti apa yang diterapkan oleh Negara khususnya Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Yogyakarta untuk mendidik siswa dan guru sebagai bagian dari pemerataan keadilan dalam teknologi informasi? Kota ini dipilih berkaitan dengan payung riset yang dilakukan bersama-sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Media (Japelidi) pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan instrumen yang telah disusun melalui pengayaan teori digital literasi berkaitan dengan tujuan penelitian yaitu, memetakan aktivitas Literasi Digital. Melalui desk study, observasi dan wawancara mendalam sebagai metode, peneliti menemukan upaya pendidikan literasi yang dilakukan KPID DIY masih berkutat dalam perspektif proteksionis sedangkan BTKP DIY lebih pada pendekatan media kreatif sebagai upaya menggunakan teknologi sebagai bagian dari pemberdayaan.            

PUBLIC RELATIONS AND EMPLOYEE PERFORMANCE IN NIGERIAN INSTITUTIONS OF HIGHER LEARNING

Nguru, Muhammad Nura, Ibrahim, Adamkolo Mohammed

INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.304 KB)

Abstract

Organizations’ internal publics, which generally comprises two categories of personnel, namely management staff and employees constitute some of the key elements that contribute toward realizing the goals and objectives of the organization. However, unlike non-academic organizations, institutions of higher (academic) learning have two additional categories of internal publics — academic staff and students. This makes such institutions a bit unique. Public relations (PR) as a management function and tool is utilized by the management between itself and all categories of internal publics to facilitate smooth information dissemination and communication for enhanced job performance. Hence, a unique type of PR practice capable of addressing the characteristic needs of the academic staff (who are directly involved with the students) in addition to those of the non-academic staff will be required. A critically review of extant literature surrounding the impacts of the practice of PR on job performance among employees of Nigerian institutions of higher learning was performed. Additionally, critical intra-organizational PR media capable of addressing the characteristic and specific needs of the overall and specific internal publics were underscored and some policy recommendations offered. This article concludes that effective PR (a PR practice that addresses both the comprehensive and specific needs of the various classifications of internal publics) enhances job performance and productivity.HUBUNGAN MASYARAKAT DAN KINERJA KARYAWAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI NIGERIAInternal publik dalam sebuah organisasi yang pada umumnya terdiri dari dua bagian yaitu manajemen staf dan karyawan, merupakan beberapa elemen kunci yang memberikan kontribusi terhadap realisasi sasaran dan tujuan organisasi. Namun, tidak seperti organisasi non-akademik, institusi akademik memiliki dua bagian tambahan lain dalam internal publiknya – staf akademik dan siswa. Hal inilah yang kemudian membuat institusi-instistusi akademik memiliki sedikit keunikan. Public Relations (PR) sebagai fungsi manajemen digunakan oleh institusi untuk memfasilitasi penyampaian informasi dan komunikasi untuk meningkatkan performa kerja antara manajemen dan seluruh bagian publik internalnya. Oleh karena itu, PR yang memiliki keunikan seperti ini harus mampu menganalisa hal-hal apa saja yang menjadi kebutuhan staf akademik (yang secara langsung terlibat dengan siswa) dan juga staf non-akademik yang nantinya akan dibutuhkan. Sebuah tinjauan kritis menghasilkan temuan mengenai dampak praktik PR pada performa kerja para karyawan yang bekerja di institusi-institusi Nigeria. Selain itu, media intra-organisasi PR yang kritis harus mampu menganalisa karakteristik dan kebutuhan-kebutuhan tertentu dari seluruh ataupun sebagian kecil publik internal dan kebijakan-kebijakan yang ditawarkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PR yang efektif (praktik PR yang menganalisa secara mendalam ataupun spesifik kebutuhan-kebutuhan berbagai kalangan yang merupakan bagian dari publik internal) dapat meningkatkan performa pekerjaan dan produktivitas.

MANAGING INTERCULTURAL INTERACTION AND PREJUDICE OF THE INDONESIAN COMMUNITY: AS AN EFFORT TO PREVENT AND MANAGE SARA CONFLICT

Dharma, Ferry Adhi

INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.21 KB)

Abstract

Interaction and conflict have a very close relationship. Besides, can cause conflicts, interactions can also be used to prevent and manage conflict. There are intrigue and prejudice in dynamic social interaction. Therefore, it takes control of that assessment to others, to be honest, and rational. Individually, prejudice can be controlled through one-way and two-way communication within the family. In groups, prejudice control can be done through the establishment of institutions to communicate more transactional. Social institutions can impose sanctions on anyone proven to produce and disseminate prejudices. Moreover, social institutions can also produce and deploy a symbol of harmony through myth or a true story. Interkasi dan konflik memiliki hubungan yang sangat erat. Disamping dapat menyebabkan konflik, interaksi juga dapat digunakan untuk mencegah dan menangani konflik. Ada intrik dan prasangka dalam interaksi sosial yang dinamis.  Oleh karena itu, dibutuhkan pengendalian agar penilaian terhadap orang lain menjadi jujur dan rasional. Secara individu, prasangka dapat dikendalikan melalui komunikasi satu dan dua arah dalam keluarga. Secara kelompok, pengendalian prasangka dapat dilakukan melalui pembentukan institusi yang dalam berkomunikasi lebih transaksional. Institusi sosial dapat memberi sanksi pada siapapun yang terbukti memproduksi dan menyebarkan prasangka. Selain itu, institusi sosial juga dapat memproduksi dan menyebarkan simbol kerukunan melalui mitos atau kisah nyata.

THE MEDIA FRAMING OF THE SELFIE BETWEEN MISS ISRAEL AND MISS LEBANON FROM CNN & BBC TOWARDS THE POLITIC INTEREST

Bawazier, Sabrina, Nurhajati, Lestari

INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.947 KB)

Abstract

An international controversy occurred after the selfie between Miss Israel and Miss Lebanon went viral. The Instagram post received many responds from public whether its positive or negative feedbacks, the selfie itself involves a group photo of the Miss Universe contestants that are Miss Israel, Miss Lebanon, Miss Slovak and Miss Japan. After the post was posted by Miss Israel and went viral, Miss Lebanon received many critics relating to her existence in the picture. She was then accused of violating the Lebanon policy for being in contact with an Israeli whereas there are strict rules against any form of association with Israel. The objective of this research is  uncover the media framing between Miss Israel and Miss Lebanon 2015 selfie controversy. This research will analyze articles from two different media that are CNN and BBC that uses the framing theory by Entman, to solve the research problem through four steps of the theory that are to define problem, identify causal interpretation, make moral evaluations, and give treatment/ recommendations. This research result that the two news portal stand for is to acknowledge where they are from, CNN is from the United States whilst BBC is from the United Kingdom. The United States and Israel has always had a special relationship amongst them. America will often back up Israel in any aspects, in other hand UK does not share the same relationship with any of these countries.MEDIA FARMING SWAFOTO ANTARA MISS ISRAEL DAN MISS LEBANON DARI CNN & BBC MENUJU KEPENTINGAN POLITIKKontroversi di dunia internasional muncul setelah swafoto antara Miss Israel dan Miss Lebanon menjadi viral. Instagram mengirimkan tanggapan-tanggapan dari publik yang berisikan komentar-komentar negatif ataupun positif. Swafoto yang diunggah tersebut berisi foto sederet kontestan Miss Universe yang terdiri dari Miss Israel, Miss Lebanon, Miss Slovak dan Miss Japan. Setelah foto tersebut diunggah oleh Miss Israel dan menjadi viral, Miss Lebanon menuai banyak kritikan yang berkaitan dengan keberadaannya dalam foto tersebut. Dia kemudian dituduh telah melanggar kebijakan Lebanon karena melakukan swafoto dengan warga Israel padahal telah ada aturan yang cukup jelas mengenai pelarangan bekerjasama dengan warga Israel. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap framing media dari kontroversi swafoto yang dilakukan oleh Miss Israel dan Miss Lebanon 2015. Penelitian yang menganalisis artikel-artikel dari dua media yang berbeda yaitu CNN dan BBC ini menggunakan teori framing model Entman. Selain itu, penelitian ini menggunakan empat tahapan dari teori model Entman untuk menjawab permasalahan penelitian yang ada, yaitu menentukan permasalahan, mengidentifikasi interpretasi, membuat evaluasi tentang moral, dan memberikan rekomendasi. Hasil dari penelitian ini adalah masing-masing portal berita tersebut berada pada pihak masing-masing dimana CNN berasal dari Amerika dan BBC berasal dari UK. Amerika dan Israel selalu berada apada hubungan bilateral yang baik. Amerika akan selalu mendukung Israel di segala bidang, sebaliknya UK tidak memiliki hubungan sebaik kedua negara tersebut. 

AUDIENCE AND PUBLIC SERVICE ADVERTISEMENT ABOUT THE DANGERS OF SMOKING

Akalili, Awanis

INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.786 KB)

Abstract

Public service advertisement which said “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda” is a warning the dangers of smoking which is aired on television. This advertisement is produced by the government to make smokers realize the dangers of smoking among young people especially students. However, this aim cannot be so easily achieved because the community nowadays is not a passive audience but it has moved into active audience. By taking four informants, this study tries to answer the question of how the student smokers among gang understand the advertising messages in public service advertisement which said “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda” on television. A reception analysis is chosen as the research method because this method can see how the audience understands the media messages based on the difference background they have. Based on the results of the study, it is found that four informants are able to negotiate with the advertising message on public service advertisement which said “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda”. The four informants are able to understand the messages from that advertising by using their own point of view. The difference of meaning is affected by two things: the family environment and the existence as a gang member. Two informants receive the advertisement, while two other informants assume that the public service advertisement does not correspond to the reality. AUDIENS DAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT TENTANG BAHAYA MEROKOKklan layanan masyarakat “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda” adalah peringatan bahaya merokok yang ditayangkan melalui televisi. Iklan ini diproduksi pemerintah dengan tujuan menyadarkan para perokok akan bahaya merokok, terutama kaum muda khususnya para pelajar. Hanya saja tujuan tersebut tidak bisa semudah itu dicapai karena saat ini masyarakat bukan kelompok penonton pasif tetapi sudah bergerak sebagai audiens aktif. Dengan mengambil empat informan, penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan tentang bagaimana pelajar perokok di lingkungan geng meresepsi pesan iklan dalam iklan layanan masyarakat “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda” di media televisi. Analisis resepsi sendiri dipilih sebagai metode penelitian karena metode ini melihat bagaimana audiens memahami pesan media berdasarkan perbedaan latar belakang yang dimiliki. Berdasar dari hasil penelitian, ditemukan fakta bahwa keempat informan mampu bernegosiasi dengan pesan iklan pada tayangan iklan layanan masyarakat “Berhentilah Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmati Anda”. Keempat informan mampu memahami pesan iklan yang disampaikan dengan sudut pandang mereka masing-masing. Perbedaan pemaknaan ini dipengaruhi oleh dua hal yaitu lingkungan keluarga dan keberadaan sebagai anggota geng. Dua informan menerima wacana yang di sampaikan, sementara dua informan lainnya menganggap tayangan iklan layanan masyarakat tersebut tidak sesuai dengan realitas.

THE EFFECT OF SCIENCE TECHNOLOGY AND SOCIETY MODELS ON SCIENCE PROCESS SKILLS

Nugraheni, Agatha Asih, Wuryandani, Wuri

INFORMASI Vol 48, No 2 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.211 KB)

Abstract

This study aims to integrate the Science Technology and Society models on the students' processes in grade IV elementary school. The implementation of this study uses a quantitative approach with a type of quasi-experimental research. The population of the study sample was calculated from the second class, namely the fourth grade of SD Negeri Margoagung as the experimental class and class IV SD Ngino 1 as the control class. Data analysis is an independent sample t-test. The results showed that there was a significant influence of the Science and Community Technology model on the process skills of the fourth grade students of Seyegan Margoagung Group with a value of 0.751 and p 0.000 <0.05. The Science Technology Model and the Unused Community. The Science Technology Model and Sociality are significant and positive in terms of process skills and student participation. This learning model can be applied to classes that can improve the process and involvement of students, students are easier to receive the material delivered by the teacher.PENGARUH MODEL SCIENCE TECHNOLOGY AND SOCIETY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Science Technology and Society terhadap keterampilan proses sains siswa pada kelas IV SD. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi sampel penelitian yang digunakan diambil dari dua kelas yaitu kelas IV SD Negeri Margoagung sebagai kelas eksperimen dan kelas IV SD Ngino 1 sebagai kelas kontrol. Analisis data yang digunakan adalah independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model Science Technology and Society terhadap keterampilan proses sains siswa kelas IV SD seGugus Margoagung Seyegan dengan nilai thitung 0,751 dan p 0,000 < 0,05. Model Science Technology and Society berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa. Model Science Technology and Sociaety berpengaruh secara signifikan dan positif ditinjau dari keterampilan proses sains dan partisipasi siswa. Model pembelajaran ini dapat diterapkan pada suatu kelas dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan partisipasi siswa, sehingga siswa lebih mudah dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru.