cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ISTORIA
ISSN : 18582621     EISSN : 26152150     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Istoria is a high quality research journal that is published by History Education Study Program Universitas Negeri Yogyakarta in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) and Keluarga Alumni Prodi Pendidikan Sejarah (KAPPS). Journal Istoria is providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about education written by researchers, academicians, professional, and practitioners from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
PERSPEKTIF SPIRITUALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH tinova, danu eko
ISTORIA Vol 1, No 1 (2014): Volume 1, Nomer 1, 2014. JURNAL ISTORIA Jur/Prodi Pend. Sejarah
Publisher : ISTORIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak materi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk membangun karakter bangsa, dengan melalui penanaman dan transformasi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia dan nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an seperti nilai-nilai religiositas, kemanusiaan dan keadilan, sosialisme, nasionalisme, patriotisme, demokrasi, toleransi, kearifan, keteladanan. Tentu hal ini sangat menuntut keberanian dan kreativitas guru. Dan sebagai bagian dari upaya pengembangan profesionalismenya, guru perlu merubah pembelajaran sejarah yang kognitif menjadi pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan menyentuh aspek-aspek afektif atau kecerdasan emosional, serta kecerdasan spiritual. Pembelajaran sejarah yang bersifat kognitif hanya akan melahirkan kepuasan dengan durasi sesaat, sebaliknya pembelajaran sejarah yang mampu melatih kecerdasan emosional dan spiritual, akan melahirkan kesadaran sejarah yang sejati. Inilah modal penting untuk mewujudkan bangsa yang berkarakter, bangsa berkepribadian.   Kata Kunci: Spiritualisme, Pembelajaran, Sejarah
AKTUALISASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH *, Desvian Bandarsyah
ISTORIA Vol 1, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : ISTORIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.218 KB)

Abstract

Abstrak   Problema kemanusiaan yang tengah kita dihadapi saat ini, memerlukan pemecahan sebagai jalan keluar dari dunia yang semakin sempit, brutal, dan kejam. Perlu terobosan filosopis-teoritis sebagai dasar pijakan di dalam menjalankan solusi yang tepat, terukur, sistematis, dan sistemik. Dengan demikian dunia keilmuan dan corak pendekatan pendidikan kita dalam tataran teoretis dan praktisnya harus mampu melepaskan diri dari pengaruh kelimuan warisan Cartesian yang mekanistik positivistik. Ilmu-ilmu sosial dan sejarah merupakan solusi dalam mengatasi krisis kemanusiaan dewasa ini. Terutama sejarah melalui implementasi pembelajaran yang tepat, sejarah dapat menjadi solusi efektif terhadap berbagai persoalan kemanusiaan kita, karena sejarah memuat pesan moral kemanusiaan dan pembelajaran sejarah dapat menderegulasikan nilai-nilai moral kemanusiaan yang terdapat di dalamnya. Suatu upaya di dalam menjalankan pendidikan karakter bagi generasi masa depan.   Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pembelajaran, Sejarah.
HAMBATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH ISLAM TERPADU (STUDI KASUS SDIT AL HASNA KLATEN) *, Danu Eko Agustinova
ISTORIA Vol 1, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : ISTORIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.393 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dialami dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik di Sekolah Islam Terpadu. Dimana pada model sekolah ini, pendidikan karakter telah dilaksanakan lebih awal sejak kelahiran model sekolah tersebut. Penelitian ini dilakukan di SDIT Al Hasna Klaten. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan strategi yang digunakan adalah studi kasus tunggal. Cuplikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan criterion-based selection. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, wawancara mendalam, dan pencatatan dokumen. Validasi data dilaksanakan dengan trianggulasi. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif, yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Hambatan yang dialami dalam proses penanaman karakter berasal dari dalam dan dari luar. Hambatan dari dalam meliputi pendidik yang kurang bisa memahami karakteristik masing-masing siswa. Kurangnya sarana penunjang dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, sistem full day itu sendiri yang ternyata memiliki beberapa kelemahan. Sedangkan, hambatan dari luar adalah kurang partisipasi aktif orang tua dalam proses penanaman karakter.   Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Hambatan, SDIT Al Hasna.
PERISTIWA PEMBERANTASAN PGRS-PARAKU DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 1967 (KAJIAN TEORI HEGEMONI GRAMSCI UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL) *, Yulita Dewi Purmintasari
ISTORIA Vol 1, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : ISTORIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.434 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang objektif mengenai  peristiwa pemberantasan PGRS/Paraku di Kalimantan Barat, analisis teori hegemoni Gramsci terhadap peristiwa pemberantasan PGRS/Paraku, pembelajaran sejarah lokal melalui materi peristiwa pemberantasan PGRS-Paraku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk studi kasus terpancang. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan atau narasumber yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Teknik pengumpul data berupa observasi langsung dengan alat pengumpul data panduan observasi, komunikasi langsung dengan alat pengumpul data panduan wawancara. Berdarkan pembahasan penelitian yang telah diuraikan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa PGRS/Paraku dibentuk ketika terjadi konfrontasi antara Indonesia Malaysia, dimana Soekarno tidak setuju terhadap pembentukan Federasi Malaysia. Sikap Soekarno ini  didukung oleh rakyat Kalimantan Utara. Namun ketika Orde Baru, kondisi menjadi berubah. PGRS/Paraku yang dulunya menjadi garda terdepan dalam konfrontasi akhirnya diperangi dan dibumihanguskan. Teori hegemoni Gramsci membantu dalam menganalisis peristiwa pemberantasan PGRS/Paraku. Hegemoni merupakan alat untuk melanggengkan kekuasaan. Dalam penumpasan PGRS/Paraku sebagai bentuk kecil hegemoni di Kalimantan Barat, tindakan kekerasan yang bersifat memaksa dilakukan oleh militer, dalam hal ini adalah angkatan darat. Soeharto memberi kontrol yang sangat ketat untuk dapat mengendalikan situasi di lapangan. Masyarakat Dayak di daerah perbatasan menghimpun kekuatan bersama-sama ABRI melawan komunis yang telah memecah belah mereka dan menumpas PGRS/Paraku. Kajian peristiwa pemberantasan PGRS/Paraku melalui kajian hegemoni Gramsci dapat menjadi suatu materi pembelajaran sejarah lokal. Mahasiswa dapat menggali sejarah lokal yang ada dan dapat menambah pengetahuan baik bagi mahasiswa maupun dosen serta dapat meningkatkan rasa nasionalisme pada mahasiswa generasi yang akan datang. Adapun saran yang dapat disampaikan bahwa penggunaan sejarah lokal suatu daerah harus terus dikembangkan agar pembelajaran sejarah tidak hanya mengkaji sejarah nasional saja. Hal ini dapat meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme.   Kata Kunci : PGRS/Paraku, Hegemoni Gramsci
PERSPEKTIF SPIRITUALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH *, Sardiman AM
ISTORIA Vol 1, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : ISTORIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.699 KB)

Abstract

Banyak materi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk membangun karakter bangsa, dengan melalui penanaman dan transformasi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia dan nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an seperti nilai-nilai religiositas, kemanusiaan dan keadilan, sosialisme, nasionalisme, patriotisme, demokrasi, toleransi, kearifan, keteladanan. Tentu hal ini sangat menuntut keberanian dan kreativitas guru. Dan sebagai bagian dari upaya pengembangan profesionalismenya, guru perlu merubah pembelajaran sejarah yang kognitif menjadi pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan menyentuh aspek-aspek afektif atau kecerdasan emosional, serta kecerdasan spiritual. Pembelajaran sejarah yang bersifat kognitif hanya akan melahirkan kepuasan dengan durasi sesaat, sebaliknya pembelajaran sejarah yang mampu melatih kecerdasan emosional dan spiritual, akan melahirkan kesadaran sejarah yang sejati. Inilah modal penting untuk mewujudkan bangsa yang berkarakter, bangsa berkepribadian.   Kata Kunci: Spiritualisme, Pembelajaran, Sejarah
IMPLEMENTASI GROUP INVESTIGATION REPORT SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS CHARACTER BUILDING DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA *, Wahyu Setyaningsih
ISTORIA Vol 8, No 1 (2010): Volume VIII Nomor 1 September 2010
Publisher : ISTORIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.447 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan penerapan metode group investigasi report dalam pembelajaran sejarah di Universitas Negeri Yogyakarta. Hal ini berangkat dari banyaknya permasalahan dalam pembelajaran sejarah seperti tidak optimalnya penanaman nilai-nilai, dan tidak bervariasinya metode pembelajaran yang biasa digunakan oleh pengajar.   Penelitian dilakukan dengan metode campuran kualitatif-kuantitatif yang dilakukan di beberapa museum antara lain: Benteng Vredeburg, Kraton Yogyakarta, Monumen Yogya Kembali, dan Museum Perjuangan yang dilakukan mulai Februari sampai April 2011. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dengan jumlah populasi 74 mahasiswa.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan t tabel 7. 294 > 1. 691. Ini berarti bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis awal diterima. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam karakter mahasiswa yang menggunakan metode group investigasi dengan yang tidak yaitu 2008-2010. Kata kunci: tim investigasi report, pembangunan karakter, pembelajaran sejarah.
REALISASI POLITIK ETIS DI BOJONEGORO PADA AWAL ABAD XX : Kajian Sosial Ekonomi *, Mudji Hartono
ISTORIA Vol 1, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : ISTORIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.799 KB)

Abstract

Sebagaimana diketahui bahwa Kemerosotan kesejahteraan Penduduk pribumi Pulau Jawa melatarbelakangi lahirnya Politik Etis. Ratu Wihelmina, dalam pidao pembukaan di parlemen Belanda mengatakan bahwa Pemerintah kolonial Belanda di penghujung era Sistem Liberal. Memiliki tugas Moral, di dalam pidato tersebut tersirat pengakuan bahwa Pmerintah Belanda memiliki Hutang Budi (Ereschuld) yang merupakan tujuan utama, yaitu memperbaiki ekonomi koloni dan penduduk Pribumi dengan melaksanakan pembangunan Irigasi, Edukasi, dan Emigrasi. Bojonegoro merupakan salah satu daerah di Pulau Jawa yang mengalami kemerosotan kesejahteraanan. De Vries dalam pidatonya di depan para Guru Besar di Belanda menyatakan bahwa Bojonegoro, Cirebon Selatan, dan Pekalongan Selatan merupakan daerah yang “menuju kematian”. Selain itu Penders mengatakan bahwa kemiskinan di Bojonegoro itu bersifat endemis. Sehubungan dengan itu, Maka pada tahun 1906, Residen Rembang, Fraenkel melaporkan kepada Gubernur Jendral bahwa Bojonegoro dan Blora dilanda kemiskinan yang gawat. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengungkap seberapa jauh politik Etis dilaksanakan di Bojonegoro? kiranya permasalahan ini sampai saat sekarang masih relevan untuk diungkapkan, karena dari zaman kolonial Belanda hingga kini terdapat pola bencana yang sama dan berkelanjutan. Selain itu tulisan ini bermaksud untuk mensintesis fakta-fakta tentang Realisasi Kebijaksanaan Etis di Bojonegoro. Dalam mengungkap permasalahan tersebut di atas pendekatan sosiologi turut menerangkan seberapa jauh politik etis dilaksanakan di Bojonegoro. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pemerintah Kolonial Belanda benar-benar merealisasikan Politik Etis di Bojonegoro, bahkan Pemerintah Hindia Belanda tampak lebih aktif dari pada rakyat dalam menghadapi kemerosotan ekonomi didaerah itu. Realisasi Politik Etis, khususnya aspek irigasi dan edukasi begitu tampak jelas dilaksanakan di Bojonegoro, sedangkan untuk program transmigrasi, dapat dikatakan tidak begitu populer, sehingga Pemerintah Hindia Belanda tidak berhasil memindahkan sebagian penduduk  Bojonegoro ke tempat lain, ini berarti pemerintah gagal mengurangi kepadatan penduduk di Bojonegoro. Penduduk Residensi Rembang, termasuk juga Bojonegoro yang melakukan perpindahan ke luar Jawa tidak begitu besar. Jumlah orang yang pindah ke luar Jawa lebih kecil dibandingkan dengan jumlah orang yang berpindah ke Semarang. Penduduk Bojonegoro tidak berniat melakukan transmigrasi ke luar Jawa, Mereka kebanyakan enggan meninggalkan daerahnya untuk pergi jauh sebab tanahnya dianggap masih dapat menghidupi keluarga, maka tidak tertarik oleh iming-iming memperoleh tanah secara cuma-cuma dari pemerintah jika ikut bertransmigrasi. Kata kunci : Realisasi, Politik Etis, Bojonegoro
REFORMULASI KETATANEGARAN INDONESIA *, Zulkarnain
ISTORIA Vol 1, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : ISTORIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.128 KB)

Abstract

Keinginan politik untuk melakukan perubahan atau amandemen UUD 1945 di era reformasi dilatarbelakangi oleh -pengalaman  sejarah masa lalu, baik masa Orde Lama (1959-1966) maupun pada masa Orde Baru (1966-1998). Bila kita kaji secara detail dan mendalam, dapat dikatakan bahwa UUD 1945 memang dibuat dalam keadaan tergesa-gesa, sehingga mengandung segi-segi kelemahan, yang memungkinkan munculnya pemerintahan yang diktator. Konstitusi ketatanegaraan Indonesia sebelum amandemen memberikan titik berat kekuasaan kepada Presiden. Majelis Permusyawaratan Rakyat, meskipun disebut sebagai pelaksana kedaulatan rakyat dan penjelmaan seluruh rakyat, dalam kenyataannya susunan dan kedudukannya sepenuhnya di bawah kendali presiden. Keinginan untuk menata ulang kedudukan lembaga-lembaga negara agar tercipta check and balances juga terasa begitu kuatnya. Demikian pula keinginan untuk memperjuangkan tegaknya hukum dan pengakuan serta perlindungan terhadap hak asasi manusia. Keinginan untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada daerah-daerah juga demikian menguat, sehingga kewenangan-kewenangan Pemerintah Daerah juga perlu diperkuat untuk mencegah terjadinya disintegrasi Bangsa.   Kata Kunci: Reformulasi, Tatanegara,  Indonesia.
PERANAN AMERIKA SERIKAT PASCA DEKOLONISASI DI NEGARA-NEGARA KAWASAN PASIFIC SELATAN *, Terry Irenewaty
ISTORIA Vol 1, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : ISTORIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.839 KB)

Abstract

Negara-negara di kawasan Pasific Selatan yang dahulu dijajah oleh Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Jerman dan Australia, kini sebagian telah menjadi negara-negara merdeka. Sebagai negara yang baru merdeka, mereka belum mampu untuk berdiri sendiri. Sebenarnya mereka mempunyai potensi kekayaan alam dan kekayaan laut, namun belum dapat mengembangkan potensi-potensi tersebut karena mereka tidak mempunyai kemampuan teknologi. Oleh sebab itu mereka sangat membutuhkan bantuan-bantuan dari negara asing. Dengan demikian kehadiran negara-negara asing seperti Amerika Serikat, Cina, Uni Soviet dan Jepang ikut mempengaruhi negara-negara di Kawasan Pasific Selatan. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap latar belakang dan pengaruh Amerika Serikat di negara-negara Pasific Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejarah kritis. Dalam menganalisis data, langkah yang ditempuh adalah langkah-langkah menurut Kuntowijoyo, Pemilihan topik, Heuristik, Verivikasi (kritik sumber), Interpretasi, Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Uni Soviet dan Cina di Pasific selatan menggugah Amerika Serikat untuk lebih memperhatikan kawasan ini, dengan lebih meningkatkan peranannya di Kawasan Pasific Selatan. Adapun peranan Amerika Serikat di Kawasan Pasific Selatan meliputi bidang ekonomi, politik dan strategi. Dalam bidang ekonomi Amerika Serikat memberikan bantuan dan memperbaiki taraf hidup mereka. Dalam bidang politik dan strategi, Amerika Serikat bersama-sama Australia dan Selandia Baru yang terikat dalam pakta pertahanan ANZUS berusaha untuk membendung masuknya pengaruh komunis yang datang dari Uni Soviet dan Cina.Kata Kunci: Amerika Serikat, dekolonisasi, dan negara-negara Fasific Selatan
KEDUDUKAN ULAMA, UMAT ISLAM, DAN KEMUNCULAN HALUAN KIRI DALAM REVOLUSI SOSIAL DI KABUPATEN BREBES 1945 *, Aman
ISTORIA Vol 1, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : ISTORIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.445 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi ulama dan umat Islam dalam dalam revolusi sosial di Kabupaten Brebes tahun 1945, kemunculan haluan kiri yang menyertai revolusi sosial tersebut. Metode penelitian berasal dari kata method dalam bahasa inggris yang berarti Metode yang digunakan peneliti dalam penulisan sejarah ini adalah metode penelitian menurut Kuntowijoyo. Adapun tahapan penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo mempunyai lima tahap yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan penulisan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kedudukan ulama dan umat Islam di Kabupaten Brebes mempunyai posisi yang strategis dan menjadi pengarah yang baik jalannya revolusi. Sedangkan kemunculan kelompok kiri dalam revolusi sosial menjadi penyulut revolusi itu sendiri dan menampilkan pergerakan bahwa seolah-olah kelompok sosial inilah yang memiliki peranan penting dalam melawan penindasan dan perlawanan terhadap status quo. Hal inilah yang selanjutnya memicu permusuhan antara ulama dan kelompok kiri.Kata Kunci: ulama, umat Islam, haluan kiri, revolusi sosial di Brebes.