cover
Filter by Year
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan
S3
Sinta Score
ISSN : 18295789     EISSN : 25411918
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan is a scientific journal which managed by Civic Education and Law Department, Yogyakarta State University. This journal focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of citizenship studies. The published article originated from researchers, academicians, professional, and practitioners from all over the world. Jurnal Civics Media Kajian Kewarganegaraan is published by Civic Education and Law Department, Yogyakarta State University in collaboration with Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (Indonesia Association of Pancasila and Civic Education/AP3KnI).
Articles
71
Articles
Penguatan wawasan kebangsaan generasi muda melalui kegiatan tadarus buku

Bahri, Hendra Saeful, Sapriya, Sapriya, Halimi, Muhammad

Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.051 KB)

Abstract

Saat ini penguatan wawasan kebangsaan masih terpusat di persekolahan melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Namun sebenarnya penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda bisa melalui komunitas, salah satunya yaitu komunitas Asian African Reading Club dengan kegiatan utamanya yaitu tadarus buku. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis kegiatan tadarus buku dalam menguatkan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi literature. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan tadarus buku dapat memperkokoh wawasan kebangsaan bagi generasi muda, hal tersebut dikarenakan buku-buku yang dibaca bertemakan kebangsaan dan adanya kekuatan dari narasumber dalam mendiskusikan terkait dengan topik yang sudah dibaca oleh peserta tadarus buku.---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Strengthening the insight into the national generation of the young generation through reading book activities (Tadarus)At present, the strengthening of nationalism is still centered in schooling through the learning of Citizenship Education. But actually strengthening the national insight for the younger generation can be done through the community, one of which is the Asian African Reading Club community with its main activity is book tadarus. This study aims to explore and analyze reading book activities (Tadarus)  in strengthening national insight for the youth.  The approach used in this study is qualitative with a case study method. Data collection through interviews, observation, documentation studies, and literature studies. Data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusion/verification. The findings of this study indicate that reading book activities (Tadarus)  can strengthen national insight for the youth because books are read with the theme of nationality and the power of the speakers in discussing related topics that have been read by participants.

Pengaruh media sosial dan konsep diri terhadap gaya hidup siswa SMAN 3 Kota Solok

Karmila, Roza, Ananda, Azwar, Indrawadi, Junaidi

Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.006 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media sosial dan konsep diri terhadap gaya hidup siswa konsumtif SMA Negeri 3 Kota Solok. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 3 Kota Solok yang berjumlah 1086 dan sampel penelitian ini berjumlah 181 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji dekripsi, uji persyaratan dan pengujian hipotesis, hasil penelitian menggambarkan bahwa media sosial berpengaruh terhadap gaya hidup konsumtif siswa SMA Negeri 3 Kota Solok dengan besaran kontribusi sebesar 14.9%,  ini berarti bahwa media sosial dapat mempengaruhi gaya hidup konsumtif siswa. Konsep Diri berpengaruh terhadap gaya hidup konsumtif. Hal ini menjelaskan bahwa dengan konsep diri yang positif dapat mempengaruhi gaya hidup siswa ke arah yang positif dan begitu juga sebaliknya. Media sosial dan konsep diri secara bersama-sama berpengaruh terhadap gaya hidup konsumtif siswa SMA Negeri 3 Kota Solok. Dengan Membekali siswa dengan ilmu pengetahuan agama dan Pendidikan Karakter, sehingga dapat memberikan pemahaman kepada siswa ke arah perilaku positif.------------------------------------------------------------Effect of social media and self-concept on the lifestyle of students of SMAN 3 Kota SolokThe purpose of this study was to describe the effect of using social media and self-concept on the lifestyle of consumptive students of Solok 3 Senior High School. This type of research is descriptive quantitative, the population in this study were students of Solok City 3 High School, amounting to 1086 and 181 research samples. The technique of collecting data was using a questionnaire. The data analysis techniques were decryption test, requirements test, and hypothesis testing.  The results of the study illustrate that social media has an effect on the consumptive lifestyle of Solok 3 Senior High School students with a contribution of 14.9%, this means that social media can influence the student's consumptive lifestyle. The Self Concept influences the consumptive lifestyle. This explains that a positive self-concept can affect the lifestyle of students in a positive direction and vice versa. Social media and self-concept together influence the consumptive lifestyle of Solok 3 Senior High School students. By equipping students with religious science and character education, so as to provide students with an understanding of positive behavior.

Eksistensi masyarakat adat dit engah globalisasi

Pratiwi, Anisa Eka, Triyono, Sugeng, Rezkiyanto, Imam, Asad, Achmad Sidiq, Khollimah, Dyah Ayu

Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.391 KB)

Abstract

Era globalisasi ini rentan sekali masuknya nilai-nilai, norma, bahkan ideologi baru yang secara mudah masuk ke dalam masyarakat ataupun komunitas-komunitas adat, masuknya hal tersebut melalui media massa seperti acara televisi, internet yang sekarang ini sudah ada di seluruh pelosok negeri tanpa kecuali. Tujuan artikel ini adalah mengidentifikasi upaya eksistensi dan kendala masyarakat adat Kampung tujuh di tengah globalisasi desa wisata Nglanggeran, Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode etnografi. Warga masyarakat adat Kampung tujuh telah terpengaruh oleh adanya globalisasi yang terjadi di desa wisata Nglanggeran.  Namun demikian dari hasil observasi dan wawancara,  peneliti menyimpulkan bahwa meskipun terpengaruh oleh globalisasi, masyarakat adat kampung tujuh masih mempertahankan keaslian adat istiadat dan menjalankan nilai-nilai adat dari leluhur.---------------------------------------------------------------------The existence of indigenous peoples amid globalization This era of globalization the community or indigenous communities are very vulnerable of entering new values, norms, and even ideologies through mass media such as television shows, the internet which now exists throughout the country without exception. The purpose of this article is to identify the existence and resistance of the Kampung Tujuh indigenous people amid the globalization of Nglanggeran tourism village, Gunungkidul. This study uses a qualitative approach, with ethnographic methods. The indigenous people of Kampung Tujuh have been affected by the globalization that took place in the tourist village of Nglanggeran. However, from the results of observations and interviews, the researchers concluded that despite being affected by globalization, the indigenous peoples of the village still maintain the authenticity of customs and carry out traditional values from their ancestors. 

Pengembangan modul pendidikan karakter kebangsaan Pancasila di sekolah menengah pertama berbasis pesantren

Miftahuddin, Miftahuddin, Kuncorowati, Puji Wulandari

Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.479 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pendidikan karakter kebangsaan Pancasila yang sesuai untuk diterapkan di sekolah menengah (SMP) berbasis pesantren. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Subjek dalam penelitian ini yaitu para guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) SMP berbasis pesantren yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Sekolah yang dipilih adalah SMP yang memang kondusif untuk pelaksanaan pendidikan karakter bangsa Pancasila dan memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Pengumpulan data dengan angket, wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pendidikan karakter kebangsaan Pancasila yang dikembangkan menghasilkan modul pembelajaran yang berkualitas dengan kriteria sangat valid menurut ahli materi dengan skor empiris 112 dan ahli media pembelajaran dengan skor empiris 124. Hal itu memiliki makna bahwa modul pendidikan karakter kebangsaan Pancasila sudah layak digunakan pada uji coba setelah dilakukan revisi berdasarkan saran dan masukan para ahli.------------------------------------------------------------Development of the Pancasila national character education module in boarding school-based junior secondary schoolsThis study aims to develop a Pancasila national character education module that is suitable to be applied in boarding-based secondary schools (SMP). The research uses Research and Development model. The subjects in this study were the teachers of the Islamic Boarding School-based Pancasila and Citizenship (PPKn) chosen purposively.  The selected school is a junior high school that is indeed conducive to the implementation of Pancasila nation character education and fulfills predetermined criteria. Data collection with questionnaires, interviews, observation, and document analysis. The data analysis technique uses qualitative and quantitative analysis. The results showed that the Pancasila national character education module developed produced a quality learning module with very valid criteria according to content expert judgment with 112 empirical scores and learning media expert judgment with a 124 empirical score. It means that the Pancasila national character education module is appropriate for use in trial after revision based on expert advice and input.

Kinerja Mahkamah Konstitusi dalam mewujudkan electoral justice pada pilkada serentak tahun 2017

Halili, Halili, Hartini, Sri, Arpannudin, Iqbal

Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.793 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan penegakan keadilan prosedural dan substantif dalam peradilan sengketa pemilihan kepala daerah serentak tahun 2017 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil analisis menunjukkan, pertama, MK sepenuhnya konsisten untuk menjadikan pasal mengenai tenggat waktu pengajuan permohonan dan kedudukan hukum pemohon sebagai batu uji mengenai dapat diterima atau tidaknya sebuah permohonan dalam perkara sengketa pilkada 2017. Hal itu sebagai dampak dari diadopsinya proses dismissal (dismissal process). Kedua, penegakan keadilan prosedural dalam peradilan sengketa pilkada oleh MK tidak secara serta merta in line dengan perwujudan keadilan elektoral yang bersifat substantif. Ada kecenderungan bahwa putusan dismissal yang dilakukan oleh MK cenderung mengabaikan keadilan substantif. Ada dua hal yang potensial membuat prosedur beracara tidak dapat mewujudkan keadilan substantif dalam proses peradilan sengketa Pilkada di MK, yaitu; 1) tenggat waktu yang menyimpang asas nunc pro tunc dan 2) ambang persentase selisih hasil suara dalam sengketa pilkada, yaitu tidak lebih dari 0,5%, 1%, 1,5% atau 2%.--------------------------------------------------------The performance of the Constitutional Court in realizing electoral justice in simultaneous regional elections in 2017This article aims to describe the enforcement of procedural and substantive justice in the 2017 regional head election dispute court by the Republic of Indonesia Constitutional Court (MK). The approach used is qualitative with the content analysis method. The results of the analysis show, first, the Court is fully consistent in making the article regarding the deadline for submitting applications and legal status of the applicant as a test stone regarding whether or not an application can be accepted in a 2017 election dispute case. It is as a result of the dismissal process. Second, the enforcement of procedural justice in the election dispute court by the Constitutional Court is not necessarily in line with the realization of substantive electoral justice. There is a tendency that the decision dismissal carried out by the Constitutional Court tends to ignore substantive justice. There are two things that have the potential to make the procedure of proceedings unable to realize substantive justice in the Pilkada dispute trial process in the Constitutional Court, namely; 1) deadlines that deviate the principle of nunc pro tunc and 2) the threshold of the percentage of the difference in vote results in the election dispute, which is not more than 0.5%, 1%, 1.5% or 2%.

Penanaman nilai-nilai Pancasila pada kehidupan santri di pondok pesantren

Hendri, Hendri, Darmawan, Cecep, Halimi, Muhammad

Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.819 KB)

Abstract

Generasi bangsa harus mampu mengimplementasikan nilai- nilai Pancasila sebagai pandangan hidup, hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara dan lembaga, salah satunya yaitu di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas pesantren dalam menanamkan nilai- nilai Pancasila pada kehidupan santri. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kesimpulannya adalah santri di pesantren Syaikhona Moh. Cholil Bangkalan menanamkan nilai-nilai Pancasila, sebagai sumber menjalin hubungan yang baik dengan sesamanya. Salah satunya melalui Pendidikan dan program- program pesantren yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.--------------------------------------------------------------Instilling  the values of Pancasila in the santri’s life in Islamic Boarding SchoolsThe young generation of the nation must be able to implement the values of Pancasila as a way of life. This can be done in various ways and institutions, one of which is in pesantren. This study aims to describe and analyze the activities of pesantren in instilling Pancasila values in the lives of santri. This type of research uses a qualitative approach. Data collection techniques are carried out by observation, interviews and documentation studies. The conclusion is the santri in the pesantren Syaikhona Moh. Cholil Bangkalan instilled the values of Pancasila, as a source of establishing good relations with each other. One of them is through education and pesantren programs that reflect the values of Pancasila.

Penguatan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar

Triyanto, Triyanto, Fadhilah, Nur

Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.933 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguatan nilai Pancasila pada peserta didik di era digital saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bagaimana penguatan nilai-nilai Pancasila  di SD; 2) Apa saja kendala untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila  di SD. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan penguatan nilai-nilai Pancasila di SD termasuk dalam jalur sosialisasi Pancasila melalui pengembangan sosial budaya (psyco-paedagogial development) yang dilakukan melalui sholat berjamaah, pemilihan ketua kelas, diskusi kelompok kecil, pramuka, pembelajaran di kelas, jumat bersih, upacara bendera dan piket kelas. Pelaksanan penguatan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar menemui kendala yaitu sikap anak yang sulit dinasehati dan memiliki kebiasaan di luar sekolah yang kurang baik. Terdapat perubahan sikap dari anti sosial menjadi sikap peduli sosial. Hal ini sangat penting untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila.---------------------------------------------------------Strengthening Pancasila values in elementary schoolsThis research is based on the importance of strengthening Pancasila values in students in today's digital era. The purpose of this study was to find out: 1) How to strengthen Pancasila values in elementary schools; 2) What are the obstacles to strengthening Pancasila values in elementary school. This study uses qualitative research. Data was collected through literature studies, observation, and interviews. The research subjects were principals, teachers, students. The results showed that: 1) The implementation of strengthening Pancasila values in elementary schools was included in the path of Pancasila socialization through socio-cultural development (psico-pedagogical development) carried out through congregational prayer, the election of class leaders, small group discussions, scouts, classroom learning, clean Friday, class ceremony and class picket. The implementation of strengthening Pancasila values in elementary schools has encountered obstacles, namely the attitude of children that is difficult to advise and has bad habits outside of school. There is a change in attitude from anti-social to social caring attitude. This is very important to strengthen Pancasila values.

Internalisasi nilai pendidikan kewarganegaraan pada tradisi pesta laut blanakan dalam rangka pengembangan ideal democratic citizen

Halimah, Lili, Anisah, Anisah

Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.494 KB)

Abstract

Pendidikan memiliki peranan yang penting dalam kehidupan manusia, dan diharapkan dapat menciptakan manusia yang berkualitas. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki tiga kompetensi yang dapat  membentuk “the ideal democratic citizen” yakni kompetensi civic knowledge, civic skills, dan  civic disposition. Pembelajaran PPKn mengaitkan antara teori dengan praktek nyata di lapangan, dan berhubungan dengan nilai-nilai budaya yang beragam dan majemuk. Faktor yang mempengaruhi nilai budaya lokal dalam melestarikan kebudayaan melalui  upacara adat pesta laut Blanakan Kabupaten  Subang Jawa Barat yang dilakukan setahun sekali  guna  menghormati leluhurmya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian (a) Masyarakat nelayan memunculkan civic knowledge yang diarahkan oleh para tokoh, sehingga memiliki kesadaran untuk melestarikan nilai-nilai kebudayaan, yang mampu mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi alam daerah, (b) Nilai-nilai dalam pesta laut, selalu memerlukan civic skill yang cakap dalam mengorganisasikan kegiatan, semua ini diperlukan partipatory skill, dan (c) Membentuk karakter masyarakat nelayan pada pesta laut, dengan cara memberi tahu dan mengajarkan hal-hal yang baik oleh para tokoh budaya. Dengan demikian perlu ditanamkan the ideal democratic citizen untuk meningkatkan kecintaan pada  nilai budaya lokal, dan tidak terpengaruh oleh budaya asing.----------------------------------------------------------- Internalization the value of citizenship education in the traditional sea party tradition (Pesta Laut Blanakan)  in order to develop the ideal democratic citizenEducation has an important role in human life and is expected to create quality human beings. Citizenship Education has three competencies that can form the ideal democratic citizen, namely civic knowledge, civic skills, and civic disposition competencies. PPKn learning links theory with real practice in the field, and deals with diverse and pluralistic cultural values. Factors that influence the value of local culture in preserving culture through the Blanakan Subang regency West Java regency traditional ceremony which is conducted annually to honor its ancestors. This study uses a qualitative approach. Research results (a) The fishing community raises civic knowledge directed by leaders, so that they have an awareness to preserve cultural values, which are able to explore and utilize the natural potential of the region, (b) Values in sea party, it always requires civic skills that competent in organizing activities, all of this requires participatory skills, and (c) forming the character of fishing communities at sea party, by telling and teaching good things by cultural leaders. Thus it is necessary to instill the ideal democratic citizen to increase the love of local cultural values, and not be influenced by foreign cultures.

Pengembangan e-modul berorientasi KKNI pada perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Sriwijaya

Fatihah, Husnul, Waluyati, Sri Artati, Camellia, Camellia

Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.375 KB)

Abstract

Penelitian ini ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berorientasi KKNI pada perkuliahan pendidikan kewarganegaraan dan dampak potensial e-modul berorientasi KKNI terhadap hasil belajar mahasiswa pada perkuliahan pendidikan kewarganegaraan.  Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Subjek penelitian yang ditetapkan adalah mahasiswa  ilmu komputer dan jaringan yang mengambil Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada semester Ganjil 2017-2018. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, angket, observasi dan tes. Selanjutnya teknik analisis data yang digunakan ialah analisis data kuantitatif. Selain data hasil studi pendahuluan, data angket yang berkaitan dengan validitas produk juga dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka disimpulkan e-modul berorientasi KKNI yang dikembangkan ini valid, praktis dan berefek potensial dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi. Terkategorikan valid setelah mendapatkan hasil 92% dari validasi ahli bahasa dan 92% ahli materi. Kemudian dalam tiga kali tahapan uji coba mendapatkan tanggapan yang positif dari para mahasiswa penggunannya. Dan pada uji coba lapangan terdapat N-gain 0,6 dengan kategori sedang dari perbandingan pre tes dan pos tes yang dilakukan.-------------------------------------------------------Development of the KKNI-oriented e-module in the lecturing  on Citizenship Education at Sriwijaya UniversityThis study aims to develop KKNI-oriented e-modules in lectures on citizenship education and the potential impact of KKNI-oriented e-modules on student learning outcomes in lectures on citizenship education. This developmental research uses the ADDIE model. The research subjects were computer science and network students who took Citizenship Education Courses in the Odd Semester 2017-2018. Data were collected through documentation techniques, questionnaires, observations, and tests. Furthermore, the data analysis technique used is quantitative data analysis. In addition to the data from the preliminary study, questionnaire data related to product validity were also analyzed using descriptive analysis. Based on the results of the analysis and discussion, it was concluded that the KKNI-oriented e-module developed was valid, practical and had a potential effect in increasing students' understanding of the material. It is categorized as valid after getting 92% results from linguist validation and 92% material experts. Then in the three stages of the trial, there was a positive response from the students. And in the field trials, there are N-gain 0.6 with a moderate category from the comparison of the pre-test and post-tests conducted.

Peran karang taruna dalam mewujudkan tanggung jawab sosial pemuda sebagai gerakan warga negara

Pratama, Febri Fajar, Rahmat, Rahmat

Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.851 KB)

Abstract

Generasi muda merupakan aset bangsa, namun banyak dari pemuda yang saat ini kurang memiliki rasa tanggung jawab sosial dalam dirinya. Selain melalui pendidikan, rasa tanggung jawab pemuda dapat diwujudkan melalui organisasi, salah satunya adalah Karang Taruna sebagai organisasi sosial berbasis kepemudaan yang memiliki peran penting dalam mewujudkan tanggung jawab sosial pemuda. Dalam konteks Pendidikan Kewarganegaraan, Karang Taruna dapat ditinjau sebagai gerakan warga negara yang termasuk kedalam domain sosial kultural yang menekankan pada konsep praksis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran dari Karang Taruna Nagasari dalam mewujudkan tanggung jawab sosial pemuda di Desa Sindanglaya dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, studi literatur, dokumentasi dan pengamatan (observasi). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Karang Taruna Nagasari memiliki konsep pembentukan tanggung jawab sosial dengan memaksimalkan potensi wilayah, pemberdayaan pemuda dan masyarakat, mengedepankan konsep berdikari untuk melahirkan entrepreneur muda, membuat program produktif secara kontinu dengan memperhatikan aspek lingkungan serta permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat desa, khususnya mengenai kepemudaan, mengajak pemuda untuk peka terhadap lingkungan sosial, serta membantu sesama dengan tulus.---------------------------------------------The role of youth in realizing youth social responsibility as a citizen movementThe young generation is a national asset, but many of the youth currently lack a sense of social responsibility in themselves. In addition to education, the sense of responsibility of youth can be realized through organizations, one of which is Youth Organization as a youth-based social organization that has an important role in realizing youth social responsibility. In the context of Citizenship Education, Karang Taruna can be viewed as a citizen movement which is included in the cultural social domain which emphasizes the concept of praxis. This study aims to uncover the role of the Nagasari Youth Organization in realizing youth social responsibility in Sindanglaya Village using a qualitative approach. Data collection techniques used are interviews, literature studies, documentation, and observations. From the results of the study, it was found that the Nagasari Karang Taruna had the concept of forming social responsibility by maximizing the potential of the region, empowering youth and society, promoting a self-sufficient concept to create young entrepreneurs, making productive programs continuously by paying attention to environmental aspects and social problems faced by rural communities, especially regarding youth, invites youth to be sensitive to the social environment, and help others sincerely.