cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)" : 26 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TEMPAT PERSALINAN TAHUN 2015 (Studi Di Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun Jambi) Putri, Meivy Dwi
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.54 KB)

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa penting yang senantiasa diingat dalam kehidupan wanita. Pemilihan tempat persalinan akan berdampak terhadap kesehatan ibu bersalin. Berdasarkan Laporan Evaluasi Bagian Kesehatan Ibu dan Anak Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, pemilihan pertolongan persalinan dengan nakes dirumah oleh ibu bersalin sebanyak 41,3% dan sebanyak 58,7% persalinan nakes di fasilitas kesehatan (periode Januari-November 2015). Meskipun didukung oleh fasilitas dan tenaga kesehatan yang baik masih ditemukan persalinan oleh tenaga kesehatan di rumah, hal ini terjadi di kecamatan dalam Kabupaten Sarolangun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan di Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari ibu bersalin pada bulan Januari-November 2015.Penentuan besar sampel pada penelitian ini melalui perhitungan menggunakan rumusLemeshow sebanyak 82 orang.Teknik pengambilan sampel menggunakan cara proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 74,4% responden memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat persalinan  dan 25,6% di non fasilitas kesehatan (rumah). Analisis statistik menunjukkan variabel yang secara signifikan berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan adalah variabel tingkat pendidikan (p value 0,022) POR/Exp B 3,854, variabel pendapatan (p value 0,037) POR/Exp B 3,373, dan variabel pengetahuan (p value 0,000) POR/Exp B 9,2. Faktor-faktor lain yang tidak berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan adalah paritas ibu (p value 0,954) dan dukungan keluarga (ρ value 0,357). Perlunya meningkatkan perhatian program-program pelayanan kesehatan melalui sosialisasi persalinan di fasilitas kesehatan serta meningkatkan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan agar ibu bersalin memilih fasilitas kesehatan.
Analisis Mitigasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di PT. X Chairunnisa, Syifa; Widjasena, Baju; Suroto, Suroto
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.226 KB)

Abstract

Berdasarkan pusat data dan informasi ketenagakerjaan tahun 2014, provinsi Jawa Tengah menduduki posisi keempat dalam jumlah kecelakaan kerja yang bersumber dari mesin yaitu 544 kasus. Upaya yang dilakukan untuk menghindari risiko cidera akibat kecelakaan kerja menjadi lebih parah dibutuhkan pemenuhan kapasitas dan peningkatan kemampuan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang lebih baik dengan standar P3K yang diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Per.15/MEN/VIII/2008. PT. X sudah melaksanakan program P3K namun masih terdapat kasus cidera yang belum tertangani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis mitigasi pertolongan pertama pada kecelakaan di PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan PT. X sudah menyediakan petugas P3K, fasilitas P3K, dan melaksanakan P3K di tempat kerja. Petugas P3K belum melaksanakan tugas perawatan fasilitas P3K dengan baik. Pendokumentasian kegiatan P3K belum dilaksanakan dengan benar, tidak ada pelatihan lanjutan untuk petugas P3K. Fasilitas P3K belum memenuhi syarat Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Per.15/MEN/VIII/2008. PT. X sudah menyediakan alat evakuasi dan transportasi. Penanggung jawab P3K perlu memantau tugas yang dilaksanakan oleh petugas P3K, memberikan pelatihan lanjutan dan melengkapi fasilitas P3K yang masih kurang sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Per.15/MEN/VIII/2008.
UJI EFEKTIVITAS RENDAMAN DAUN SINGKONG (Manihot utilissima) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti DENGAN METODE ELEKTRIK CAIR Iftita, Faya Azjka
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.751 KB)

Abstract

Aedes aegypti is a vector of Dengue Hemorrhagic Fever. It’s necessary to find other alternatives for vector control with a method that is more environmentally friendly. Leaves of cassava (Manihot utilissima) contains flavonoids and cyanide can be use for insecticide. Liquid vaporizer selected because free of smoke and dust.This study use an experimental method with Randomized Control Trial design. The sample in this study used Aedes aegypti females aged 3-5 days were full of sugar solution about 960 tails. In this test, performed 4 times repetition. Divided in to 5 concentration, which is 18%, 31%, 39%, 63% and 124%. Mosquitoes exposed for 20 minutes and holding for 24 hours. The sample size for each treatment used 20 mosquitoes. LC50 values obtained 47.82% and LT50 23.44 hours with a level of 95%. Result showed that the most effective concentration as electrical was 39.32%. Communities can grow cassava for controlling Aedes aegypti  which is cheap andenvironmentally friendly.
PERBEDAAN TINGKAT KECUKUPAN NATRIUM, KALIUM, MAGNESIUM DAN KEBIASAAN MINUM KOPI PADA PRALANSIA WANITA HIPERTENSI DAN NORMOTENSI (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Tahun 2016) Wahyuni, Tri; Widajanti, Laksmi; Pradigdo, Siti Fatimah
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.223 KB)

Abstract

Pralansia merupakan rentang usia yang penting untuk mempersiapkan diri menuju usia lanjut dengan menerpakan pola hidup sehat akan mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi. Faktor risiko hipertensi yang dapat dikendalikan antara lain asupan zat gizi natrium, kalium, magnesium dan gaya hidup yaitu kebiasaan minum kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecukupan natrium, kalium, magnesium dan kebiasaan minum kopi pada pralansia wanita hipertensi dan normotensi. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan case control untuk menilai seberapa besar peran faktor risiko dalam kejadian penyakit. Populasi adalah seluruh pralansia wanita hipertensi dan normotensi yang terdaftar di posyandu lansia Kelurahan Sendangguo, Kota Semarang. Jumlah sampel 21 orang untuk masing-masing kelompok pralansia wanita hipertensi dan normotensi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data tingkat dengan menggunakan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecukupan natrium lebih (52,4%), kalium kurang (92,2%) dan magnesium kurang (38,1%) lebih banyak terjadi pada kelompok pralansia  wanita hipertensi dibanding pralansia wanita normotensi. Sedangkan kebiasaan minum kopi antara kelompok pralansia wanita hipertensi dan normotensi memiliki persentase yang sama (28,6%). Penelitian ini juga menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kecukupan natrium (p=0,003; OR=10,45; 95%CI=1,9-56,6), kalium (p=0,045; OR=10,00; 95%CI=1,1-90,5), magnesium (p=0,003; OR=4,50; 95%CI=1,0-20,1) dan tidak ada perbedaan kebiasaan minum kopi (p=1,000; OR=1,0; 95%CI=0,2-3,8) pada pralansia wanita hipertensi dan normotensi. Saran penelitian ini pralansia perlu aktif dalam posyandu agar mendapatkan penyuluhan tentang makanan yang baik dan sehat dan pemeriksaan tekanan darah agar tekanan darah dapat terkontrol.
HUBUNGAN KONSUMSI MIE INSTAN DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 24 – 59 BULAN DI DESA JAMUS KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK, INDONESIA TAHUN 2015 Raisa Cindy, Bulan Putri Intan; Suyatno, Suyatno; Pradigdo, Siti Fatimah
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.192 KB)

Abstract

Developments in information technology and the industry provides direct and indirect effects in the form of a change in lifestyle, which like fast food. Fast food like instan noodlefor food most beloved by all kinds of people. One pack of instan noodles containing high protein and carbohydrates, but low in energy, fat, fiber, and vitamins. Instan noodle consumption is often given to the toddler. Toddlers who eat instant noodles too often will affect the nutritional status. This study aims to determine the relationship of instant noodles consumption with nutritional status of infants 24-59 months in the village Jamus Subdistict Mranggen Regency of Demak in 2015. This type of research is explanatory research and cross sectional approach. The population is all children aged 24-59 months in the village Jamus totaling 50 people. Number of samples 44 people by using purposive sampling that the sample is selected according to criteria of research so as to represent the characteristics of the population. Data were collected by questionnaires, then tested for normality using the Test Kolmogorov Smirrnov significance of less than 0.05 results obtained distribution data is not normal. Researchers used a statistical test of Rank Spearman Test (r) because the data is not on normal distribution with the meaning rate was 95% (ρ <0.05). The results showed have correlation of the energy sufficiency with nutrition status (p = 0.000), and there is have correlation sufficiency of protein with nutritional status (p = 0.045). Not have correlation on % contribution energy and protein of instant noodle with nutrition status. This study recommends that more health workers to increase education about the need to adopt a balanced message by providing nutritious foods, as well as for the public to pay more attention to daily food consumption day by providing extra food just right so adequate intake is balanced and has a normal nutritional status.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI KERJA PADA PERAWAT RUMAH SAKIT JIWA (Studi Pada Bangsal Kelas III RSJD Dr.Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah) Cahyani, Intan Dwi; Wahyuni, Ida; Kurniawan, Bina
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.764 KB)

Abstract

Motivation is the things that cause, distribute, and support of human behavior in order to work diligently and enthusiastically to achieve optimal results and high productivity. This research aims to know the factors related with motivation to work in a psychiatric hospital’s nurse. Type of this research is explanatory research using cross sectional approach. Total population 91 people with a cross-sectional sample calculation formula so that the resulting number of samples 47 and are determined using purposive random sampling technique. The survey results revealed that as many as 57.4% of respondents have moderate motivation and 23.4% had low motivation. Statistical analysis showed that there are correlation between age (p = 0.007), employment period (p = 0.0001), work achievement (p = 0.0001), recognition (0.0001), the potential development of the individual (p = 0.001), perception of salary (0.0001), working conditions (p = 0.002), policy and administration (p = 0.045), personal relationships (p = 0.006), supervision (p = 0.022) with the motivation to work. There was no correlation between status of marriage (p = 0.526), work it self (p = 0.210), responsibility (0.773) with work motivation. Advised the management of mental hospitals always provide motivation for nurses. Suggestions for nurses should always increase the motivation, improve cooperation both with colleagues and superiors so as to improve working relationships and good working conditions.
TINGKAT KONSUMSI ENERGI, AKTIVITAS FISIK DAN KESEGARAN JASMANI PADA POSISI (TOSSER DAN SMASHER) ATLET BOLA VOLI Novitasari, Dwi Ayu; Rahfiluddin, M. Zen; Suroto, Suroto
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.7 KB)

Abstract

Physical health is the ability of human’s body to perform physical activity without experiencing fatigue. Tosser, as well as smasher, has important roles in the game, in which tosser works as a regulator of the game, receiver of the second ball and then assist the ball to smasher to attack the opponent, in order to have more point and to win. Volleyball players need more energy and endurance so they can feel tireless. Tosser has motion activity in the field more than other players and better endurance. More motion activity requires more energy intake to created optimal physical health. The purpose of this research is to determine the differences level of energy consumption, physical activity and physical health on each position (tosser and smasher) of volleyball athlete. The type of this research is a comparative study using cross-sectional approach. The population is all tosser and smasher on Kudus’s volleyball clubs. The sample of 17 people for each group tosser and smasher use purposive sampling, the sample was selected according to research criteria so characteristics of the population can be well represented. Independent T-test was used for analysis level of energy consumption, meanwhile, Mann-Whitney U test was used for analysis physical activity and physical health. The results showed that there was no difference level of energy consumption (p=0,943), there were differences physical activity (p=0,001) and physical health (p=0,001). This research suggests that increasing energy consumption is obviously needed for an athlete. Sports nutrition consultation is also needed for coaches and parents.
ANALISIS KEANDALAN DELIVERY MAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN PT. COCA COLA DISTRIBUTION DI SEMARANG Nuansa, Nurul Ufuk; Ekawati, Ekawati; Widjasena, Baju
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.958 KB)

Abstract

Indonesian National Police (INP) recorded 80 per day or 3 people per hour die in road traffic accidents during 2013. Some of the causes of traffic accidents is the use of drugs, use of personal protective equipment compliance is low, the condition of the machine , breaking traffic lights and or other disciplinary action in driving. This study aimed to analyze the reliability of Delivery Man in PT.Coca Cola Distribution Semarang in conducting pre-drive inspection. This research is a quantitative and qualitative descriptive through cross sectional approach using SPAR-H method in calculating the reliability Delivery Man. Sampling techniques saturate some 24 of Delivery Man and seven informants triangulation. The results showed that the reliability Delivery Man without considering the dependence factor is 0.999958367 relatively high reliability with 3 negative PSF are the availability of time, experience / training, and work processes. While reliability Delivery Man by taking into account relatively low dependence upon examination tread components (0), the condition of the fan belt worn / crack (0), tire pressure (0.4999979184), spare tire (0.4999979184), comprehensiveness and firmness tire wheel bolts (0,499995838), the completeness of the jack lock (0,499995838), batteries (0,499995838), radiators (0,499995838), engine oil (0,499995838), brake fluid (0,499995838), horn (0,499995838), belts (0,499995838), safety element (0,499995838) and brakes (0,499995838). While reliability Delivery Man by taking into account a relatively high reliance for electrical inspection large lamps (0,857135721), the turn signal (0,857135721), the brake lights (0,857135721), reverse light (0,857135721), and light box (0,857135721).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KEBIJAKAN DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG Yunita, Ajeng Retno; Sriatmi, Ayun; Fatmasari, Eka Yunila
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.545 KB)

Abstract

Rumah Sakit merupakan salah satu tempat kerja, yang wajib melaksanakan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) yang bermanfaat baik bagi SDM Rumah Sakit, pasien, pengunjung/pengantar pasien, maupun bagi masyarakat di lingkungan sekitar Rumah Sakit. Di awal pelaksanaannya permasalahan yang dijumpai di IGD RSUD Kota Semarang diantaranya menunjukkan adanya kejadian yang beresiko penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja seperti, masih ada perawat yang tidak memakai alat pelindung diri berupa sarung tangan dan masker saat melakukan tindakan perawatan di instalasi gawat darurat, pencahayaan yang kurang di ruang administrasi instalasi gawat darurat, ruang tunggu untuk pasien tidak nyaman,ruang triage yang tidak berfungsi dengan baik, dan tidak dibedakannya pintu masuk dengan pintu keluar Intalasi Gawat Darurat sehingga dapat menyebabkan terjadinya benturan antara pasien yang masuk dan keluar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor kebijakan Implementasi  Program K3RS di IGD RSUD Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dengan informan utama petugas kesehatan di IGD dan informan triangulasi Kepala Instalasi K3, Kepala Ruang IGD, dan Kepala Seksi Pelayanan Medik. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor implementasi dari segi isi dan  tujuan program K3RS, komunikasi, dan komitmen masih kurang penerapannya dikarenakan sosialisasi dan pengawasan yang kurang. Sedangkan untuk sumber daya, lingkungan kerja, dan SOP sudah baik. Disarankan pihak rumah mengadakan sosialisasi secara rutin, dan perlu adanya sanksi atau teguran bagi petugas kesehatan yang tidak menerapkan program K3RS sesuai dengan SOP yang ada.
ASOSIASI KOMPETENSI TENTANG PEDOMAN GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS INDEKS MASSA TUBUH REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN AL-ISHLAH BULUSAN KOTA SEMARANG Febrinsa, Fasella Dizka; Widajanti, Laksmi; Pradigdo, Siti Fatimah
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.691 KB)

Abstract

Initial studies in Boarding School Al-Islah Bulusan Semarang City, as much as 50% of the nutritional status of female teenagers experienced more nutrition. Todays teens have unhealthy eating patterns. Implementation competencies include knowledge, attitudes and skills about the selection of food in accordance with the standards of Indonesia Balanced Nutrition Guidelines are needed to improve nutritional awareness. The purpose of this study to determine the association of Indonesian Balanced Nutrition Guidelines competence with a body mass index status of female teenagers. The design studies with cross-sectional survey. The sampling technique was by purposive sampling amounted to 44 female teenagers. Data were collected through interviews and analyzed using Rank Spearman Rank test. The results showed that the status of the body mass index in young women is almost entirely better nutritional status (95.5%), lack of energy consumption (86.4%), lack of protein consumption (95.5%), and competence level about Balanced Nutrition Guidelines were good (84.1,%). In general, if the level of competence is seen from the competence of knowledge about Balanced Nutrition Guidelines were good (56.8%),competence level of attitudes about Balanced Nutrition Guidelines for attitude positive (52.3%), and competence level of skills about Balanced Nutrition Guidelines were good (40.1%). Based on Rank Spearman test there is a relationship of competence (knowledge,attitudes, skills) with a body mass index status (p-value = 0.017 and the correlation coefficient (ρ) = -0.359). The board suggested that boarding schools improve food management and curb the purchase of food at boarding corresponding Balanced Nutrition Guidelines.

Page 1 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013 Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013 Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT More Issue