cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)" : 13 Documents clear
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Yang Terpapar Potassium Permanganate Dan Phosphoric Acid Di Industri Garmen Fathurrahman, Cecep; Jayanti, Siswi; Ekawati, -
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.772 KB)

Abstract

One of the negative effects of the garment industry was the air pollution by potassium permanganate and phosphoric acid that produced in the pp spray process. Potassium permanganate and phosphoric acid were a chemical irritant which inhaled by the workers will result impaired lung function with early symptoms such as asphyxiate, sore throat, coughing, etc. The purpose of this research was to know the factors (age, working periode, nutritional status, smoking habit, and habits of sport) were associated with impaired lung function in workers exposed to potassium permanganate and phisphoric acid in garment industry. This research was observational research with a cross sectional research design approach. The population of this research was the entire workers of PT Sai Apparel Industries in laundry department in pp spray section amounted to 72 people with a sample of 42 people. Samples were taken by simple random sampling. Data analysis was performed using univariate and bivariate using Chi Square test. The results showed that there was a significant relationship between the independent variables with the dependent variable (impaired  lung function) are working periode (p value = 0.016), smoking (p value = 0.007) , and use of PPE (p value = 0.030) and showed no relationship that age (p value = 0.094), nutritional status (p value = 0.353), and exercise habits (p value = 0.139). It is therefore necessary the use of respirator are strictly monitoring and continuous on the workers and the need to make more effort to lower the levels of potassium permanganate and phosphoric acid in the air with exhaust after work stopped, and make rotation work on workers in the laundry department in pp spray section PT Sai Apparel Industries
Analisis Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Kepuasan Pelayanan Rawat Jalan Semarang Eye Center (SEC) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Nur Hidayati, Aulia; Suryawati, Chriswardani; Sriatmi, Ayun
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.738 KB)

Abstract

SEC adalah layanan unggulan dari RSISA yang memberikan pelayanan pada kesehatan mata yang menjadi pusat rujukan pengobatan mata bagi masyarakat Jawa Tengah. Dalam tiga tahun terakhir jumlah kunjungan rawat jalan mengalami peningkatan meskipun terdapat kecenderungan menurun. Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator yang digunakan sebagai pencitraan awal rumah sakit apakah rumah sakit tersebut memberikan pelayanan yang baik bagi pelanggannya. Pihak rumah sakit perlu memahami karakteristik pasien untuk pengambilan keputusan terkait pelayanan rumah sakit sehingga pasien dapat merasa puas. Namun dalam pelaksanaan masih ada kecenderungan kurang puas pada pasien yaitu terhadap fasilitas pelayanan, waktu menunggu, pelayanan dokter, tarif, dan pelayanan administrasi pendaftaran pasien ASKES serta pelayanan administrasi pembayaran. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien dengan kepuasan pasien pada pelayanan poli mata SEC RSISA. Penelitian dilaksanakan di SEC RSISA menggunakan penelitian kuantitatif dengan survei kepuasan Cross Sectional dengan jumlah responden 100 orang pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden termasuk dalam kelompok umur dewasa (68%), jenis kelamin wanita (58%), asal suku jawa (86%), pendidikan lanjut (61%), bekerja (54%), pendapatan tinggi (75%), diagnosa penyakit kasus dengan operasi (72%), dan tipe pembiayaan umum (55%). Selain itu sesuai dimensi kepuasan Linder-Pelz bahwa pasien merasa puas pada dimensi accessibility (43%), availibility of resources (35%), countinuity of care (29%), efficacy (54%), finances (47%), hummaneness (37%), information of gathering (44%), information of giving (30%), pleassantness of surrounding (35%), dan quality (10%). Hasil uji ChiSquare, uji korelasi Pearson Product Moment dan uji korelasi Rank Spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara karakteristik dengan kepuasan pasien.
Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskuler (Studi Pada Mahasiswa Perokok Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Diponegoro Semarang) Sri Lestari, Endang; Dian Saraswati, Lintang; Setyawan S., Henry
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.404 KB)

Abstract

Penyakit kardiovaskuler cenderung meningkat sebagai penyebab kematian. Faktor risikonya antara lain kebiasaan merokok, kurangnya aktifitas fisik, obesitas atau kelebihan berat badan, penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi serta adanya riwayat keluarga. Saat ini, trennya terjadi pada usia muda, dikarenakan gaya hidup serta perilaku remaja yang kurang baik yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko penyakit kardiovaskuler pada mahasiswa perokok Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Diponegoro Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey dan menggunakan desain cross-sectional-study. Sampel penelitian ini berjumlah 52 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, pemeriksaan kolesterol, gula darah dan tekanan darah. Data dianalisis dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji rank spearman dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol  agak tinggi/batas tinggi (200-239 mg/dl) sebesar 7,7%. Kadar gula darah sedang (100-125 mg/dl) 23,1%; tekanan darah sistolik diatas normal (≥135 mmHg) sebesar 55,8%; tekanan darah diastolik diatas normal (≥85 mmHg) sebesar 26,9%; tekanan darah tinggi (>140/90 mmHg) 17,0%; IMT tinggi (≥ 23kg/m2) sebesar 15,4%. Variabel yang terkait dengan kolesterol dan gula darah yaitu jumlah merokok (p=0,0001), dan lama merokok (p=0,0001). Variabel yang terkait dengan tekanan darah tinggi yaitu jumlah rokok (p=0,0001), lama merokok (p=0,0001), cara menghisap rokok (p=0,011). Disarankan bagi para mahasiswa untuk memperkecil risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dengan mengurangi konsumsi rokok dan konsumsi fast food
Analisa Komitmen Manajemen Rumah Sakit (RS) Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada RS Prima Medika Pemalang Ivana, Azza; Widjasena, Baju; Jayanti, Siswi
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.931 KB)

Abstract

Rumah sakit  (RS) Prima Medika Pemalang merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Potensi bahaya di RS disebabkan oleh faktor biologi, faktor kimia, faktor ergonomi, faktor fisik, faktor psikososial, serta bahaya mekanik, bahaya listrik, limbah RS yang dapat mengakibatkan penyakit, dan kecelakaan akibat kerja. Berdasarkan potensi bahaya di RS dan untuk mencegah dan mengurangi resiko bahaya tersebut, maka perlu ditetapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja di RS (K3RS) sedangkan pada RS Prima Medika bagian yang menangani masalah K3 secara khusus belum terbentuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komitmen manajemen RS terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada RS Prima Medika Pemalang. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Informan pada penelitian ini yaitu direktur RS, kepala sub bagian umum RS, seksi keperawatan RS, kepala ruangan keperawatan (IGD dan bangsal) dan kepala ruangan farmasi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa RS Prima Medika Pemalang sudah memiliki komitmen awal yang diungkapkan secara lisan untuk membentuk struktur K3RS akan tetapi belum diwujudkan dalam bentuk kebijakan secara tertulis dan struktur organisasi yang khusus untuk K3RS, namun RS sudah memiliki dana yang digunakan untuk keperluan K3RS seperti pengadaan Alat Pelindung Diri, pembelian APAR dan alat – alat keselamatan lainnya
The Influence Of Husband’s Support Towards The Case Of Menopause Syndrome Of Women In Sendangmulyo Village Tembalang Subdistrict Semarang City Nur Jannah, Anisa; Istiarti, Tinuk; Sugihantono, Anung
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.457 KB)

Abstract

Background : The condition of life expectancy (UHH) of Indonesian people is 71 years old on the average, and WHO (World Health Organization) estimates that life expectancy of Indonesian people is 75 years old in 2025. As the result, there is an enhancement of elderly population so that many emerging health problems of elderly population rise simultaneously. Menopause syndrome is one kind of old women’s issue that needs to be prevented. Husbands support is one of some factors in the case of menopause syndrome suppression towards women. This research was carried out to find out the influence of husband’s support towards the case of menopause syndrome of women. Method: This  study  used  descriptive  analitic  method  and  cross-sectional approach  with the sample of 88 respondents of men with 45-54-year old menopausal wife selected by simple random sampling technique. The results obtained in this research were analyzed using univariate and bivariate analysis with a simple linear regression test (level of significance 0.05). Result:  The result of simple linier regression test with independent variables showed  two variables  that  influenced  the  case  of menopause  syndrome  of women were respondents knowledge about menopause (p≤0.05, p=0.0001) and respondents’ attitude (p≤0.05, p=0.017). Meanwhile, variables that didn’t affect the menopause syndrome case of women were the availability of information regarded to menopause (p>0.05, p=0.934) and the external support of themenopause (p>0.05, p=0.885). Conclusions: There are the influence of the respondents’ knowledge about menopause andrespondents’ attitude with the case of menopause syndrome suppression towards wife.
Aplikasi Pengelolaan Sampah Terpadu Di Kelurahan Tembalang Kota Semarang Af’idatul Himmah, Elzha; Wahyuningsih, Nur Endah; Joko, Tri
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.048 KB)

Abstract

Garbage is a classic problem for developing countries such as Indonesia, high population density and human activities lead to a growing amount of waste that is produced also increased and varied. The total population of around 47,763 souls Tembalang Village consists of 5,334 natives and newcomers. High number of population and environmental impacts of solid waste problems especially. Everyday TPS got a shipment exceeding 24 m3 of garbage containers. So that not all waste can be transported to the landfill. Based on data from Semarang City Health Office in 2012-August 2013 in the village Tembalang there were 43 cases of Dengue Hemorrhagic Fever. As for cases of diarrhea based on the data of Semarang City Health Office in 2012 to April 2013 there were 198 cases of diarrhea. This study aims to identify the application of integrated waste management in Sub Tembalang This study is a descriptive study using a qualitative approach to the collection of data through observation depth interview. Subjects taken by purposive sampling, a total of 8 people each RW is in the Village Tembalang, 2 officers garbage collector and three informants triangulation. Analysis of the data using interactive model analysis technique used is content analysis. These results are the source of waste generation from the activities of the household population and non- domestic activities. Operating technic is by shelter, the collection, and transportation. Organic waste processing activities carried residents from 8 RW 2 RW available (25%) and inorganic waste processing done PKK. Community participation in the form of retribution for the collection, sorting garbage, sewage treatment, and the provision of bins. The integration of waste management is a form of guidance, cooperation and partnership in supply/procurement of waste management facilities
Analisis Faktor Individu dan Lingkungan terhadap Keluhan Computer Vision Syndrome pada Karyawan Bagian Central Control Room PT. X Jepara Faiq, Azmi; Widjasena, Baju; Suroto, -
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.103 KB)

Abstract

Kumpulan gangguan fisik yang menyerang pengguna komputer disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS). Sekitar 88-90% pengguna komputer mengalami CVS. Keluhan yang sering diungkapkan oleh pekerja komputer adalah kelelahan mata  (yang merupakan gejala awal), mata terasa kering, mata terasa terbakar, pandangan menjadi kabur, penglihatan ganda,  sakit kepala, nyeri pada leher, bahu dan otot punggung dan tekanan darah tidak normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis faktor individu dan lingkungan terhadap keluhan computer vision syndrome pada karyawan bagian central control room PT. X Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan interpretative. Sebagian responden mengetahui postur duduk ideal tegak lurus, dari ketiga kursi yang paling mendekati kaidah kursi yang baik untuk mendukung kesesuian postur duduk adalah kursi kerja tipe 1 dan 2. Setiap responden memiliki persepsi yang berbeda mengenai jarak pandang mata terhadap monitor. Responden tidak mengetahui sudut pandang ideal mata terhadap monitor. Terdapat sebagian responden yang memiliki riwayat gangguan okuler, yaitu myopia. Lama melihat monitor responden berkisar 8 jam dengan waktu istirahat yang tidak terjadwal. Rata-rata usia responden adalah 30-40 tahun. Semua responden menyatakan pencahayaan ruangan sudah cukup, namun hasil pengukuran pencahayaan umum menunjukkan masih diatas standar. Sebagian besar responden menyatakan terbiasa dengan penggunaan multiple monitor, namun posisi monitor masih belum sesuai. Resolusi monitor memenuhi standar namun semua responden mengeluhkan ukuran monitor yang kurang besar. Sebagian responden menyatakan kontras monitor sudah sesuai, namun hasil pengukuran pencahayaan lokal menunjukkan masih diatas standar. Sebagian responden menyatakan masih merasakan kesilauan monitor. Sebagian besar karyawan menyatakan monitor terbebas dari kedipan.
The Association Between Physical Environmental Condition Of House With The Pneumonia On Children Under Five Years At Working Area Pati I Public Health Center Subdistrict Pati Regency Luvita Sari, Eka; Suhartono, -; Joko, Tri
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.449 KB)

Abstract

Background: Pneumonia is inflammation and swelling of lung tissue  infection caused by inhalation of foreign particles or radiation. In 2012-2013, there were 1.096 pneumonia cases on children under five years at Pati regency. I Pati Public Health Center had the highest pneumonia cases on children under five years with total 524 cases. One of risk factor that influence pneumonia incidence on children under five years was physical environmental condition of house. This study aimed to determine the association between physical environmental condition of housing with pneumonia incidence on children under five years. Method: It was the explanatory research observational with case control approach. The sample in this research was children ages 12-59 months with pneumonia and take a medicine Pati I Public Health Center on September 2012-August 2013. Data collecting through survey used questioner, observation and direct measurement at field. Data analytical used Chi-Square statistic examination and the risk with Odds Ratio (OR). Result: The result showed significant association with  room of density (p=0,000; OR=9,804), house of temperature (p= 0,010; OR= 12,571) natural lighting of house (p=0,000; OR=6,588), house of humidity (p=0,005; OR=8,734), room of humadity (p=0,001; OR=11,862) While house of density (pvalue= 0,609; OR=3,143), type of walls (p value = 0,053; OR=5,375), type of floors(p =0,064; OR=8,105), ventilation wide (p= 0,833; OR=0,836),  room of  temperature (p = 0,072; OR=4,000), dan natural lighting of room (p= 0,0091; OR=6,588)  did not show significant association. Conclusion: This study concludes that the need to improve the physical condition of the home environment, especially the habit of opening the window and healthy home ventilation standards
Analisis Implementasi Kebijakan ASI Eksklusif Di Tingkat Kabupaten Kebumen Tahun 2013 Dewi, Ayunovita; Suparwati, Anneke; Suryawati, Chriswardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.179 KB)

Abstract

Kabupaten Kebumen adalah salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang cakupan ASI Eksklusifnya masih 54,6 %. Kabupaten Kebumen juga belum mempunyai suatu regulasi daerah tentang ASI Eksklusif.  Hal ini berakibat pelaksanaan ASI Eksklusif belum maksimal.  Permasalahan dalam implemetasi kebijakan ASI Eksklusif di Kabupaten Kebumen terdapat pada aspek komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi kebijakan ASI Eksklusif di tingkat Kabupaten Kebumen.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan observasional dan menggunakan wawancara mendalam dengan teknik pengumpulan data. Informan utama adalah Kepala DKK, Kabid Yankes, Kasie Gizi, Bagian Hukum Sekertariat Kabupaten Kebumen, Kepala Puskesmas Bonorowo dan Kuwarasan. Uji validitas dengan triangulasi sumber kepada Disnakertransos, Dikpora, TIM Penggerak PKK, BPPKB Kabupaten Kebumen dan PT. Sampoerna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek komunikasi sudah dilakukan dengan intensitas yang belum rutin. Pada aspek sumberdaya, ketersediaan dana Kabupaten masih kurang dan sarana prasarana berupa ruang menyusui harus difungsikan. Pada aspek disposisi masih kurangnya dukungan dari lintas sektor di Kabupaten Kebumen, masih adanya tenaga kesehatan yang bekerja sama dengan produsen susu formula dan penggunaan ruang menyusui yang belum maksimal. Pada aspek struktur birokrasi tidak terdapat petunjuk pelaksanaan yang khusus, yang dibuat oleh Dinas Kesehatan dan tidak ada Perda tentang ASI Eksklusis sedangkan Perda adalah peraturan tertinggi di tingkat daerah yang bisa mengikat semua kalangan masyarakat. Disarankan bagi Dinas Kesehatan segera membuat Perda dan menyelesaikan penyusunan Peraturan Bupati ASI eksklusif yang jelas dan rinci . Bagi Dinas Kesehatan dan kepala Puskesmas disarankan untuk melakukan supervisi dan monitoring ke tenaga kesehatan khususnya terkait dengan penggunaan ruang menyususi, dan sanksi terhadap bidan yang bekerja sama dengan produsen susu formula.
Respon Kadar Gula Darah Terhadap Konsumsi Lumpia Semarang Basah Dan Goreng Nuraini, Kartika; Irene Kartasurya, Martha; Widajanti, Laksmi
Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.087 KB)

Abstract

Kelebihan asupan makanan dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit gula darah atau Diabetes Melitus. Prevalensi Diabetes Mellitus di Kota Semarang dari tahun 2007-2010 sebesar 20,5%, dengan angka kejadian Diabetes Mellitus sebanyak 68.673 kasus. Salah satu makanan camilan khas Kota Semarang yang sangat diminati adalah Lumpia Semarang, Lumpia Semarang adalah camilan terbuat dari kulit lumpia yang diisi rebung dan varian telur atau daging yang mengandung energi yang cukup tinggi, terutama pada lumpia goreng dibandingkan dengan lumpia basah sehingga menjadi pertanyaan apakah konsumsi lumpia semarang beresiko terhadap kenaikan kadar gula darah dan respon kadar gula darah terhadap konsumsi lumpia goreng lebih tinggi dibandingkan lumpia basah. Selain itu aspek kehalalan produk lumpia menjadi hal yang dipertanyakan mengingat Lumpia Semarang adalah makanan adaptasi dari Negara China. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan adakah perbedaan kadar gula darah subjek penelitian terhadap konsumsi Lumpia Basah dan Goreng yang telah diobservasi kehalalannya. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental kuasi dengan metode time series design. Populasi dalam penelitian ini adalah orang dewasa muda usia 20-23 tahun dan jumlah subjek penelitian sebanyak 40. Data karakteristik subjek dan konsumsi lumpia dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran langsung. Analisis data menggunakan Uji Beda Wilcoxon. Hasil analisis data menyatakan bahwa pada menit ke 30-60 postprandial terjadi perbedaan kadar gula darah terhadap konsumsi lumpia basah dengan lumpia goreng dengan nilai p=0,03 dan perbedaan penurunan kadar gula darah pada menit ke 60-120 postprandial terhadap konsumsi lumpia basah dan goreng dengan nilai p=0,04. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diketahui ada perbedaan hasil pengukuran respon kadar gula darah antara setelah mengkonsumsi lumpia basah dengan lumpia goreng, yaitu pada menit ke 60 dan 120, pada konsumsi lumpia basah menjadi lebih tinggi dibandingkan konsumsi lumpia goreng pada menit ke 60 dan respon penurunan kadar gula darah setelah konsumsi lumpia basah lebih cepat dibandingkan lumpia goreng

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013 Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013 Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT More Issue