cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 105 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT" : 105 Documents clear
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN DARAH PADA KELOMPOK POLISI LALU LINTAS YANG TERPAPAR DAN TIDAK TERPAPAR TIMBAL DI WILAYAH POLRES JAKARTA SELATAN Pratiwi, Lisa
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Timbal yang berasal dari sisa pembakaran bahan bakar bermotor merupakan kontributor utama konsentrasi timbal di udara. Masuknya timbal dalam tubuh akan mengakibatkan gangguan proses sintesis hemoglobin. Pekerja di jalan raya rawan terpapar timbal yang berasal dari emisi kendaraan bermotor dibandingkan pekerja di dalam kantor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan kadar hemoglobin darah pada kelompok polisi lalu lintas yang terpapar dan tidak terpapar timbal di wilayah Polres Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian explanatory research dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi polisi lalu lintas wilayah Jakarta Selatan sebanyak 126 orang. Sampel penelitian berjumlah 40 orang yang terdiri dari 20 orang yang bekerja dikantor dan 20 orang yang bekerja dilapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengukuran kadar Hb, MCV, MCH, MCHC pada subyek penelitian. Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin pada kelompok polisi yang memiliki kadar haemoglobin < 13 g/dl sebanyak 7,5% dan terdapat 85% yang mengalami anemia normositik normokromik. Hasil uji beda kadar Hb (p=0,176;95%) dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kadar haemoglobin pada kelompok polisi lalu lintas yang terpapar dan tidak terpapar timbal wilayah Jakarta Selatan.  
PERILAKU KADER JUMANTIK DALAM MELAKSANAKAN PSN DBD 3M PLUS DI KELURAHAN JOMBLANG KECAMATAN CANDISARI Octaviani Tanjung, Marista
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Kasus penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 terdapat 137.469 dan di tahun 2009 terdapat 154.855. Pada tahun 2011, IR (Incidence Rate) DBD candisari  adalah 115,92/100.000 masuk dalam 3 kecamatan terbesar untuk kasus DBD. Pada tahun 2011, angka kasus tertinggi di kelurahan Jomblang dan  terjadi peningkatan kasus dari 17 kasus menjadi 40 kasus. Salah satu upaya pencegahan penyakit DBD adalah dengan memutuskan rantai penularan dengan cara mengendalikan vektor melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan ini merupakan prioritas utama program nasional pemberantasan penyakit DBD yang dilaksanakan langsung oleh masyarakat sesuai dengan kondisi dan budaya setempat. Dalam meningkatkan partisipasi masyarakat maka diperlukan adanya kader jumantik, bertujuan menggerakan masyarakat dalam pemberantasan jentik nyamuk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku kader jumantik dalam melaksanakan PSN DBD 3M Plus di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek utama penelitian ini adalah kader jumantik tingkat RT di kelurahan Jomblang dipilih secara purposive sampling. Dengan pengumpulan data subyek utama dengan indepth interview. Subyek triangulasi adalah koordinator jumantik RW , petugas puskesmas dan petugas kelurahan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktek kader jumantik dalam melaksanakan PSN DBD 3M Plus sudah berjalan baik, hal ini didukung oleh pengetahuan dan sikap yang baik, ketersediaan dan keterjangkauan informasi sudah berjalan baik, dan dukungan dari keluarga, kader, puskesmas dan pemerintah sudah berjalan baik.
REVITALISASI PERAN PETUGAS LAPANGAN KELUARGA BERENCANA (PLKB) DALAM MENINGKATKAN PESERTA KELUARGA BERENCANA (KB) (Studi di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang) Zuhriyah, Lailatuz
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Revitalisasi peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) tidak terlepas dari peran BKKBN. Adanya perubahan bentuk kelembagaan KB pasca otonomi daerah menyebabkan jumlah PLKB menjadi menurun dan tugas menjadi bertambah. Hal tersebut dikarenakan organisasi KB yang ada tidak hanya menangani bidang KB saja, melainkan terdapat bidang lain. Untuk meningkatkan kapasitas PLKB sehingga jumlah peserta KB dapat meningkat maka diperlukan pengembangan SDM yang terdiri dari pengorganisasian, pendidikan dan pelatihan, kepemimpinan, kompensasi dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui revitalisasi peran PLKB di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian rancangan kualitatif. Pengumpulan data dengan indepth interview. Informan utama adalah 4 orang PLKB Kecamatan Banyumanik. Uji validitas dengan triangulasi sumber kepada Ka.UPTB, Kasubid Jejaring dan Informasi KB, Lurah Tinjomoyo, Lurah Srondol Wetan, Bidan Puskesmas Ngesrep, dan 5 peserta KB. Hasil penelitian ini adalah organisasi KB Kota Semarang adalah Bapermasper dan KB. Peran dari PLKB tetap sama seperti sebelum SOTK berubah menjadi Bapermasper dan KB, tetapi karena bentuk kelembagaan yang berbeda maka tugas dan tanggung jawab PLKB menjadi bertambah. Pendidikan dan pelatihan yang diperoleh PLKB sudah sesuai dengan tugas yang akan di laksanakan di lapangan, namun untuk bidang lain selain bidang KB PLKB belum memperoleh pelatihan maupun sosialisasi. Kepemimpinan Ka.UPTB kepada PLKB berjalan dengan baik. Kompensasi yang diterima secara rutin setiap bulan oleh PLKB adalah gaji, tunjangan fungsional dan kesejahteraan pegawai dan adanya motivasi PLKB untuk tetap bekerja dengan baik walaupun SOTK telah berubah dan pendanaan berkurang. Untuk tercapainya tujuan dan sasaran program KB di lapangan, maka perlu adanya pengembalian peran PLKB yang terdiri dari 10 langkah kerja.
JUMLAH TOTAL BAKTERI DAN COLIFORM DALAM AIR SUSU SAPI SEGAR PADA PEDAGANG PENGECER DI KOTA SEMARANG Lestari, Oneik
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Kualitas mikrobiologis air susu sapi segar masih menjadi masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini. Kota Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki daerah penghasil air susu sapi dan tingkat konsumsi susu sapi segar masyarakat mengalami peningkatan. Air susu merupakan bahan pangan yang mengandung gizi seimbang yang diperlukan oleh tubuh, namun air susu sangat rentan terjadi kontaminasi serta menjadi media pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total bakteri dan coliform dalam air susu sapi segar pada pedagang pengecer di Kota Semarang berdasarkan standart SNI. Pengujian 13 sampel air susu dari 13 pedagang pengecer diuji di laboratorium untuk mengetahui jumlah total bakteri dan coliform, metode pengujian untuk total bakteri menggunakan Pour Plate Count dan pengujian coliform menggunakan metode Most Probable Number. Hasil menunjukkan bahwa jumlah total bakteri tertinggi adalah 1,1 x 106 CFU/ml, angka tersebut melebihi batas maksimum standart SNI yaitu 1 x 106 CFU/ml. Keseluruhan sampel penelitian memiliki jumlah coliform (40 MPN/ml-24.000 MPN/ml) angka tersebut melebihi batas SNI yakni 20 MPN/ml, hal ini menunjukkan adanya cemaran kotoran pada produk air susu dan sanitasi lingkungan yang buruk. Kualitas mikrobiologis air susu sapi dipengaruhi oleh status kesehatan sapi, umur sampel dan penerapan prosedur pemerahan dan penanganan air susu sapi segar pasca panen secara tepat.
PERBEDAAN PENGETAHUAN SIKAP PRAKTIK MASYARAKAT SETELAH MENDAPAT PENYULUHAN TENTANG PEMILAHAN SAMPAH DAN PEMBUATAN KOMPOS DI KELURAHAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Anggraeni Vironica, Gerhana
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Semarang city produces about 6500m3 per day. It can cause pollution and health problems to the community. Based on a survey in the field a temporary shelter. Tembalang village accommodates more than 24m3 per day. And not all can be transported to the Landfills. Most of its citizens still burn garbage and dispose of garbage in the river. In Tembalang village until April 2012 there are 670 cases of diarrhea 38 cases of dengue hemorrhagic fever (DHF) and 8 cases of Leptospirosis. Then a good waste management is needed to prevent the spread of communicable disease because of dirty environments. The one with manufacture of compost to reduce the amount of organic waste. The purpose of this research is to know the differences between knowledge, attitude, and practice of the community in tembalang in waste management before and after intervention form of counseling and got the practice of making compost at the community Neighborhood Tembalang village Semarang city. This type of reserch was quasi experiment with Non Equivalent Control Group design. Population studies are all members of the PKK in Tembalang village. The sample in this study of 60 people consisting of 30 respondents tho the intervention group and a control group respondents taken with purposive sampling methode. Analisys of data use mann-whitney u test with standard significance 95 %. This reserch result in indicates there is a difference knowledge (p value 0,004) and attitude (p value 0,000) between the the interventin and control group after given counseling. While for practice variable there is no difference between intervention and control group. According to Notoatmodjo, health education is behevioral investment long run. The result can only be seen after e few years.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PRIMER DI PUSKESMAS TLOGOSARI KULON KOTA SEMARANG Nur Syahrini, Erlyna
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Di Indonesia prevalensi hipertensi berkisar antara 8,6–10%. Saat ini jumlah penderita hipertensi di Indonesia diperkirakan 15 juta orang. Prevalensi pada daerah urban dan rural berkisar antara 17-21% dan hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi pada dewasa 6-15% dan 50% di antara orang dewasa yang menderita hipertensi tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor risikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar prevalensi dan faktor-faktor risiko hipertensi primer di wilayah kerja puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh penduduk yang berusia 15-44, 45-54, 55-64, dan 65 tahun keatas yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon. Sampel dari penelitian ini adalah sebagian dari populasi yang berjumlah 80 responden yang memeriksakan diri di puskesmas tlogosari kulon. Analisis yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara umur (p=0,0001), obesitas (p=0,003), kebiasaan konsumsi garam (p=0,027), dan kebiasaan konsumsi makanan berlemak (p=0,034) dengan hipertensi; tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=0,161), kebiasaan merokok (p=0,655), kebiasaan konsumsi alkohol (p=0,383), kebiasaan konsumsi kafein (p=0,950) dengan hipertensi. Bedasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa umur, obesitas, kebiasaan konsumsi garam, dan kebiasaan konsumsi makanan berlemak merupakan faktor risiko hipertensi primer di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA AREA MANUFACTURING DI PT. X SEMARANG Apsari Zainiyah, Anissa
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Stress is a consequence of work-related incidents around the work environment. Intrinsic and extrinsic factors in the work environment becomes a factor in the onset of work stress cause labor in the company. ILO research results at the 2000 case work stress on labor in some countries continued to increase. One out of ten workers reported experiencing depression, anxiety and stress. The purpose of this research was to analyze the factors associated with job stress. This research is analytical research with cross sectional method. Population in this research are workers in the manufacturing area at PT. X Semarang, with a total population is 238 workers, who are then taken as 70 workers sampled using proporsional random sampling method. Data was taken with direct observation and used questionnaire. Data analysis used Chi Square test. The results of research showed that 80%workers experiencing light job stress and 20% weight of job stress. Of statistical tests, obtained relationship between the factors routines (intrinsic factor) and intrapersonal relations (extrinsic factor), each with ρ = 0.014 and ρ = 0.014.
HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN JAJANAN DI TLOGOSARI KELURAHAN MUKTI HARJO KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN SEMARANG Yuspasari, Ariendhita
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Hygiene bahan pangan merupakan hal penting, karena akan mempengaruhi pada kualitas makanan yang akan dikonsumsi. Masalah sanitasi bahan makanan ini nampaknya masih banyak orang yang mengabaikannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek higiene dan sanitasi makanan jajanan di Tlogosari Kelurahan Mukti Harjo Kidul. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 23 pedagang, sampel sebanyak 10 penjual dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan semua sampel air cucian negatif E. Coli. Pedagang telah mampu memilih bahan makanan pokok. Pedagang menyimpan bahan makanan di atas meja dengan kondisi terbuka. Pedagang tidak mencuci bahan seperti sayuran sebelum dimasak. Pedagang makanan tidak mencuci tangan sebelum memasak makanan. Pedagang juga tidak menggunakan celemek dalam mengolah makanan. Saran dari penelitian ini adalah pedagang perlu mendapat pembinaan atau kursus penyegaran tentang higienis dan sanitasi makanan. Pedagang seharusnya menyediakan tempat sampah di tempat penjualan agar pembeli membuang tisu, plastik, dan bungkus lainya di tempat sampah
GAMBARAN BEBERAPA FAKTOR FISIK PENYIMPANAN BERAS, IDENTIFIKASI DAN UPAYA PENGENDALIAN SERANGGA HAMA GUDANG (Studi di Gudang Bulog 103 Demak Sub Dolog Wilayah I Semarang) Luhjingga Pitaloka, Adelia
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Penyimpanan beras di gudang Bulog rentan terhadap serangan hama-hama gudang, khususnya serangga hama gudang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menilai tingkat serangan serangga hama gudang, menilai beberapa faktor fisik penyimpanan beras yang terdiri dari iklim mikro, bahan simpan (beras) dan kondisi fisik gudang terhadap keberadaan serangga hama gudang, serta menilai upaya pengendalian serangga hama gudang di Gudang Bulog 103 Demak Sub Dolog Wilayah I Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua serangga yang terdapat pada seluruh karung beras di Gudang Bulog Baru (GBB) B. Sampel diambil secara acak sebanyak 3 kg dengan masing-masing 1 kg dari tiap bagian tumpukan. Analisis data menggunakan metode analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga hama gudang yang ditemukan adalah Sitophilus oryzae, Tribolium castaneum dan Rhyzopertha dominica dengan kategori tingkat serangan berat. Iklim mikro gudang dengan suhu rata-rata 34, kelembaban udara 59% dan aerasi gudang yang baik masih memungkinkan keberadaan dan perkembangan serangga hama gudang. Selama 1,5 bulan masa penyimpanan beras dalam gudang terjadi beberapa perubahan komponen kualitas dan kuantitas beras. Kondisi fisik gudang di GBB B Gudang Bulog 103 Demak sebanyak 71,43% telah sesuai dengan ketentuan dari Perum Bulog. Upaya pengendalian serangga hama gudang menggunakan sistem PHGT yaitu melalui kegiatan pencegahan, monitoring dan pengendalian.
HUBUNGAN KONTRASEPSI HORMONAL, POLA KONSUMSI IODIUM DAN GOITROGENIK DENGAN NILAI THYROID STIMULATING HORMONE (TSH) (Studi Pada Wanita Usia Subur Di Klinik Bpp Gaki Kabupaten Magelang) Mirdatillah Fathonah, Dwina
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

One a problem of nutrition in Indonesia is disorder a deficiency of iodine (IDD). At the moment, was estimated at 12.989 women of childbearing age in central Java living in 15 district is the areas a deficiency of iodine. Thyroid Stimulating Hormon (TSH) is one of indicators deficiency of iodine. This research purpose to see contraceptive hormonal, consumption pattern iodine, goitrogenic and that relation to value Thyroid Stimulating Hormone (TSH) in women of childbearing age. Method of this research is explanatory research with the approach of cross sectional study. The population in this study are all women of childbearing age with diagnoses of IDD and listed as patients of clinic BPP GAKI Magelang is 76 people. Sampling usiang a purposive sampling technique, the determination of the minimum number of samples using the formula samples and obtained a sample of 38 people. Analysis of consumption pattern with TSH relationship using the Rank Spearman test and hormonal contraceptives with TSH relationship using Chi Square test. The result obtained 63,2% of respondents use contraception non hormonal, 86,8% respondents rarely consume food rich iodium, 50% of the respondents are rarely consume goitrogenic and 44,7% of the respondents fall within the criteria of hipertiroid. There was no relationship value of Thyroid Stimulating Hormone (TSH) with hormonal contraceptives (p:0,618, a:0,05, X2: 0,248), Iodium consumption pattern (p:0,085, a:0,05, rho:0,283) and pattern goitrogenic (p:0,405, a:0,05, rho:-0,139). Suggestion for similar research using primary data TSH, T4, and T3.

Page 1 of 11 | Total Record : 105


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013 Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013 Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT More Issue