cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 2,324 Documents
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN DARAH PADA KELOMPOK POLISI LALU LINTAS YANG TERPAPAR DAN TIDAK TERPAPAR TIMBAL DI WILAYAH POLRES JAKARTA SELATAN Pratiwi, Lisa
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Timbal yang berasal dari sisa pembakaran bahan bakar bermotor merupakan kontributor utama konsentrasi timbal di udara. Masuknya timbal dalam tubuh akan mengakibatkan gangguan proses sintesis hemoglobin. Pekerja di jalan raya rawan terpapar timbal yang berasal dari emisi kendaraan bermotor dibandingkan pekerja di dalam kantor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan kadar hemoglobin darah pada kelompok polisi lalu lintas yang terpapar dan tidak terpapar timbal di wilayah Polres Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian explanatory research dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi polisi lalu lintas wilayah Jakarta Selatan sebanyak 126 orang. Sampel penelitian berjumlah 40 orang yang terdiri dari 20 orang yang bekerja dikantor dan 20 orang yang bekerja dilapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengukuran kadar Hb, MCV, MCH, MCHC pada subyek penelitian. Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin pada kelompok polisi yang memiliki kadar haemoglobin < 13 g/dl sebanyak 7,5% dan terdapat 85% yang mengalami anemia normositik normokromik. Hasil uji beda kadar Hb (p=0,176;95%) dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kadar haemoglobin pada kelompok polisi lalu lintas yang terpapar dan tidak terpapar timbal wilayah Jakarta Selatan.  
PERILAKU KADER JUMANTIK DALAM MELAKSANAKAN PSN DBD 3M PLUS DI KELURAHAN JOMBLANG KECAMATAN CANDISARI Octaviani Tanjung, Marista
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Kasus penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 terdapat 137.469 dan di tahun 2009 terdapat 154.855. Pada tahun 2011, IR (Incidence Rate) DBD candisari  adalah 115,92/100.000 masuk dalam 3 kecamatan terbesar untuk kasus DBD. Pada tahun 2011, angka kasus tertinggi di kelurahan Jomblang dan  terjadi peningkatan kasus dari 17 kasus menjadi 40 kasus. Salah satu upaya pencegahan penyakit DBD adalah dengan memutuskan rantai penularan dengan cara mengendalikan vektor melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan ini merupakan prioritas utama program nasional pemberantasan penyakit DBD yang dilaksanakan langsung oleh masyarakat sesuai dengan kondisi dan budaya setempat. Dalam meningkatkan partisipasi masyarakat maka diperlukan adanya kader jumantik, bertujuan menggerakan masyarakat dalam pemberantasan jentik nyamuk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku kader jumantik dalam melaksanakan PSN DBD 3M Plus di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek utama penelitian ini adalah kader jumantik tingkat RT di kelurahan Jomblang dipilih secara purposive sampling. Dengan pengumpulan data subyek utama dengan indepth interview. Subyek triangulasi adalah koordinator jumantik RW , petugas puskesmas dan petugas kelurahan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktek kader jumantik dalam melaksanakan PSN DBD 3M Plus sudah berjalan baik, hal ini didukung oleh pengetahuan dan sikap yang baik, ketersediaan dan keterjangkauan informasi sudah berjalan baik, dan dukungan dari keluarga, kader, puskesmas dan pemerintah sudah berjalan baik.
REVITALISASI PERAN PETUGAS LAPANGAN KELUARGA BERENCANA (PLKB) DALAM MENINGKATKAN PESERTA KELUARGA BERENCANA (KB) (Studi di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang) Zuhriyah, Lailatuz
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Revitalisasi peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) tidak terlepas dari peran BKKBN. Adanya perubahan bentuk kelembagaan KB pasca otonomi daerah menyebabkan jumlah PLKB menjadi menurun dan tugas menjadi bertambah. Hal tersebut dikarenakan organisasi KB yang ada tidak hanya menangani bidang KB saja, melainkan terdapat bidang lain. Untuk meningkatkan kapasitas PLKB sehingga jumlah peserta KB dapat meningkat maka diperlukan pengembangan SDM yang terdiri dari pengorganisasian, pendidikan dan pelatihan, kepemimpinan, kompensasi dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui revitalisasi peran PLKB di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian rancangan kualitatif. Pengumpulan data dengan indepth interview. Informan utama adalah 4 orang PLKB Kecamatan Banyumanik. Uji validitas dengan triangulasi sumber kepada Ka.UPTB, Kasubid Jejaring dan Informasi KB, Lurah Tinjomoyo, Lurah Srondol Wetan, Bidan Puskesmas Ngesrep, dan 5 peserta KB. Hasil penelitian ini adalah organisasi KB Kota Semarang adalah Bapermasper dan KB. Peran dari PLKB tetap sama seperti sebelum SOTK berubah menjadi Bapermasper dan KB, tetapi karena bentuk kelembagaan yang berbeda maka tugas dan tanggung jawab PLKB menjadi bertambah. Pendidikan dan pelatihan yang diperoleh PLKB sudah sesuai dengan tugas yang akan di laksanakan di lapangan, namun untuk bidang lain selain bidang KB PLKB belum memperoleh pelatihan maupun sosialisasi. Kepemimpinan Ka.UPTB kepada PLKB berjalan dengan baik. Kompensasi yang diterima secara rutin setiap bulan oleh PLKB adalah gaji, tunjangan fungsional dan kesejahteraan pegawai dan adanya motivasi PLKB untuk tetap bekerja dengan baik walaupun SOTK telah berubah dan pendanaan berkurang. Untuk tercapainya tujuan dan sasaran program KB di lapangan, maka perlu adanya pengembalian peran PLKB yang terdiri dari 10 langkah kerja.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS SARANA & PRASARANA RUMAH DAN PERILAKU SEHAT DENGAN KEJADIAN DEMAM TYPHOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGALIYAN KOTA SEMARANG Yerisa Yonathan, Daniel
xxxx Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Typhoid fever prevalent in low socioeconomic areas and sanitation and personal hygiene of the population does not meet the health requirements. Recorded Incident Rate typhoid fever in Indonesia is 500/100.000 population between 0.6 to 5% mortality. Ngaliyan Public Health Center ranks number 2 most cases of typhoid fever during the year 2011 in the city of Semarang. The purpose of this study was to analyze the relationship between the quality of facilities and infrastructure, homes and health behaviors with the incidence of typhoid fever in the Working Area of Ngaliyan Public Health Center, Semarang. Type of research is a study using the observational method with a case control study design. The sample was aged over 15 years in 6 villages of working area of Ngaliyan public health center, amounting to 33 case group and 33 control group. The sampling technique used was simple random sampling. Statistical analysis using chi square test. Based on the statistical test is known that there is a relationship of quality toilet facilities (p = 0.034), hand washing behavior (p = 0.007), no relationship between the bacterium E. coli (p = 0.473), waste management (p = 0.706), SPAL quality (p = 0.443), storage of food and beverages (p = 0.509) with the incidence of typhoid fever in working area of Ngaliyan public health center. From these results it can be concluded that the factors associated with the incidence of typhoid fever in the working area of  Ngaliyan Public Health Center is a quality toilet facilities and hand washing behavior.
JUMLAH TOTAL BAKTERI DAN COLIFORM DALAM AIR SUSU SAPI SEGAR PADA PEDAGANG PENGECER DI KOTA SEMARANG Lestari, Oneik
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Kualitas mikrobiologis air susu sapi segar masih menjadi masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini. Kota Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki daerah penghasil air susu sapi dan tingkat konsumsi susu sapi segar masyarakat mengalami peningkatan. Air susu merupakan bahan pangan yang mengandung gizi seimbang yang diperlukan oleh tubuh, namun air susu sangat rentan terjadi kontaminasi serta menjadi media pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total bakteri dan coliform dalam air susu sapi segar pada pedagang pengecer di Kota Semarang berdasarkan standart SNI. Pengujian 13 sampel air susu dari 13 pedagang pengecer diuji di laboratorium untuk mengetahui jumlah total bakteri dan coliform, metode pengujian untuk total bakteri menggunakan Pour Plate Count dan pengujian coliform menggunakan metode Most Probable Number. Hasil menunjukkan bahwa jumlah total bakteri tertinggi adalah 1,1 x 106 CFU/ml, angka tersebut melebihi batas maksimum standart SNI yaitu 1 x 106 CFU/ml. Keseluruhan sampel penelitian memiliki jumlah coliform (40 MPN/ml-24.000 MPN/ml) angka tersebut melebihi batas SNI yakni 20 MPN/ml, hal ini menunjukkan adanya cemaran kotoran pada produk air susu dan sanitasi lingkungan yang buruk. Kualitas mikrobiologis air susu sapi dipengaruhi oleh status kesehatan sapi, umur sampel dan penerapan prosedur pemerahan dan penanganan air susu sapi segar pasca panen secara tepat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PRAKTIK SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWI KEBIDANAN DI POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES SEMARANG Teguh, Ahmad; Tinuk Istiarti, M.Kes, Dra. V.G.; Widagdo, SKM, M.Hped, Dr. Laksmono
xxxx Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Pre-marital sexual behavior to cousesunexpected pregnancies, abortions and other reproduction helath problems. Based on the previous survey on February 2011 at Obstertrics Academy of polytechnic of health Departement at Semarang, it was found that 3 students had experienced pregnancy. Based on the survey, it showed that there was a supposition of a link among pre-marinatal sexual practice to reproduction helath knowledge, attitude to reproduction, friends’ attitude to reproduction health and parents attitude to reproduction health. This research was aimed to find out the relation of knowledge, attitude to reproduction health, attitude of friends of the same age and parents to reproduction health to pre-marital sexual practice of Obstetrics female students in HealthPolytechnic Department Semarang. This research was conducted at October 2011 to May 2012 at Obstetrics female students in Health Polytechnic Department Semarang. The kind of research conducted was Analytic Survey with Cross Sectional approach. The population and sample in this research were the second year female students of Obstetrics female students in Health Polytechnic Department Semarang, who did not live at Semarang with their parents or renting rooms to stay in, with total of 43 students. After the test analysis of Chi Square with CI = 95% (α = 0.05) was conducted, it obtained a result that p velue of variable of friends attitude to reproduction health was (p = 0.006) and was conducted, it obtained a result that p velue of variable of parents attitude to reproduction health was (p = 0,005) hereby, it can be concluded that there actually was a relation sexual practice of the female students of Obstetrics female students in Health Polytechnic Department Semarang.
PERBEDAAN PENGETAHUAN SIKAP PRAKTIK MASYARAKAT SETELAH MENDAPAT PENYULUHAN TENTANG PEMILAHAN SAMPAH DAN PEMBUATAN KOMPOS DI KELURAHAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Anggraeni Vironica, Gerhana
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Semarang city produces about 6500m3 per day. It can cause pollution and health problems to the community. Based on a survey in the field a temporary shelter. Tembalang village accommodates more than 24m3 per day. And not all can be transported to the Landfills. Most of its citizens still burn garbage and dispose of garbage in the river. In Tembalang village until April 2012 there are 670 cases of diarrhea 38 cases of dengue hemorrhagic fever (DHF) and 8 cases of Leptospirosis. Then a good waste management is needed to prevent the spread of communicable disease because of dirty environments. The one with manufacture of compost to reduce the amount of organic waste. The purpose of this research is to know the differences between knowledge, attitude, and practice of the community in tembalang in waste management before and after intervention form of counseling and got the practice of making compost at the community Neighborhood Tembalang village Semarang city. This type of reserch was quasi experiment with Non Equivalent Control Group design. Population studies are all members of the PKK in Tembalang village. The sample in this study of 60 people consisting of 30 respondents tho the intervention group and a control group respondents taken with purposive sampling methode. Analisys of data use mann-whitney u test with standard significance 95 %. This reserch result in indicates there is a difference knowledge (p value 0,004) and attitude (p value 0,000) between the the interventin and control group after given counseling. While for practice variable there is no difference between intervention and control group. According to Notoatmodjo, health education is behevioral investment long run. The result can only be seen after e few years.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENGGUNAAN MASKER PADA PEKERJA BAGIAN PENCELUPAN BENANG DI PT X KABUPATEN PEKALONGAN Nur Hiday, Zone
xxxx Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Textile industry is one industry that produces dust environment and use of chemicals in the production process. PT X is the textile industry. The monthly report disease data polyclinic PT X in June 2012, there were cases of acute respiratory infection by 52,7%. The prevention of work accidents and occupational diseases, the company provides a mask for free and require the use of masks to workers at work but the preliminary observations of nearly 60% of workers do not use it. The purpose of this study was to analyze the factors related to the masks usage practice on yarn dyeing workers of PT X in Pekalongan district. Type study was quantitative with cross sectional design. The number of samples are 49 workers by using technique of the total population. Data collected from observations and interviews of questionnaires. Analysis data used frequency distribution and Rank Spearman with significance level 0,05.  The result of this study, it was found that 42,8% workers were not wear masks while worked. The result of this study indicated that there was a correlation between age (p=0,007), working time (p=0,006), training (p=0,022) and supervision (p=0,001) with masks usage practice. There was no correlation between knowledge (p=0,087) with masks usage practice. The study suggests company to increase the knowledge workers of importance of personal protective equipment
FAKTOR-FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PRIMER DI PUSKESMAS TLOGOSARI KULON KOTA SEMARANG Nur Syahrini, Erlyna
xxxx Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

Di Indonesia prevalensi hipertensi berkisar antara 8,6–10%. Saat ini jumlah penderita hipertensi di Indonesia diperkirakan 15 juta orang. Prevalensi pada daerah urban dan rural berkisar antara 17-21% dan hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi pada dewasa 6-15% dan 50% di antara orang dewasa yang menderita hipertensi tidak menyadari sebagai penderita hipertensi sehingga mereka cenderung untuk menjadi hipertensi berat karena tidak menghindari dan tidak mengetahui faktor risikonya, dan 90% merupakan hipertensi esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar prevalensi dan faktor-faktor risiko hipertensi primer di wilayah kerja puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh penduduk yang berusia 15-44, 45-54, 55-64, dan 65 tahun keatas yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon. Sampel dari penelitian ini adalah sebagian dari populasi yang berjumlah 80 responden yang memeriksakan diri di puskesmas tlogosari kulon. Analisis yang dilakukan adalah dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara umur (p=0,0001), obesitas (p=0,003), kebiasaan konsumsi garam (p=0,027), dan kebiasaan konsumsi makanan berlemak (p=0,034) dengan hipertensi; tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p=0,161), kebiasaan merokok (p=0,655), kebiasaan konsumsi alkohol (p=0,383), kebiasaan konsumsi kafein (p=0,950) dengan hipertensi. Bedasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa umur, obesitas, kebiasaan konsumsi garam, dan kebiasaan konsumsi makanan berlemak merupakan faktor risiko hipertensi primer di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Kulon.
HUBUNGAN ANTARA KADAR DEBU BATUBARA TOTAL DAN TERHIRUP SERTA KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN GANGGUAN FUNGSI PARU PADA PEKERJA DI LOKASI COAL YARD PLTU X JEPARA Rahayu Simanjuntak, Nelly Sri; Suwondo, MPH, Dr. dr. Ari; Wahyuni, SKM, M.Kes, Ida
xxxx Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013
Publisher : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.509 KB)

Abstract

One of the negative effects from activity on coal yard location is air pollutant by coal dust. Coal dust that inhaled can caused the worker have lung function disorder risk. There are two prominent of lung function disorder that is restriction and obstruction. But there are also mixed disorder that compounding between restriction and obstruction. The purpose of this research was to analyze the correlation between total and inhaled coal dust amount and individual characteristic with lung function disorder of coal yard workers at PLTU X Jepara. This research was an observational study with cross sectional approach. The subjects of this study were all of workers in coal yard location by 40 persons as respondents. The result of this research showed that lung function disorder that happened in to the workers was restriction lung function disorder, which was from 35 respondents there were 25,7% were normal, 71,4% with light restriction and 2,9% with average restriction. Result from spyrometer tests showed that there was no obstruction and mixed lung function disorder for workers. The result of total dust amount in 5 locations using High Volume Sampler showed was dust amount is bigger than Threshold Limit Value. Based on Rank-spearman statistical tests, it was obtained the value of total dust amount (p-value = 0.001), and from the Pearson correlation test of inhaled dust amount (p-value = 0.000), smoking habit (p-value = 0.000), age (p-value = 0.533), nutrient status (p-value = 0.101) and exercise habit (p-value = 0.894). The conclusion of this study, there was a significant correlation between total dust amounts, inhaled dust amount and smoking habit with lung function disorder, whereas there was no correlation between age, nutrient status and exercise habit with lung function disorder.

Page 1 of 233 | Total Record : 2324


Filter by Year

2012 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 5 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 4 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013 Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat 2013 Vol 1, No 2 (2012): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT More Issue