cover
Contact Name
Ir. Bambang Sudarsono, MS
Contact Email
geodesi@undip.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Program Studi Teknik Geodesi Jl. Prof. Soedarto SH, Kampus UNDIP Tembalang Semaran
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 418 Documents
PENYAJIAN INFORMASI KOMODITAS PERTANIAN BERBASIS WEBGIS DI KABUPATEN KENDAL A. Pertiwi, Adinda Thana; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.44 KB)

Abstract

Pertanian merupakan sektor yang memiliki peran strategis, karena merupakan sumber utama penghidupan dan pendapatan sebagian besar masyarakat, sebagai penyedia hasil dan penyedia pangan,penampung lapangan pekerjaan, sebagai sumber devisa dan sebagai salah satu unsur pelestarian lingkungan hidup terutama di Kabupaten Kendal.Penerapan aplikasi teknologi SIG dalam berbagai bidang pun terus berkembang, tidak terkecuali dalamsektor pertanian.  Informasi mengenai komoditas pertanian akan lebih mudah di akses oleh masyarakat dengan adanya sistem informasi geografis berbasis web.Dengan adanya aplikasi sistem informasi geografis yang berbasis web untuk sektor pertanian maka masyarakat bisa mendapatkan informasi non spasial dan juga informasi spasial dari komoditas pertanian yang ada di Kabupaten Kendal secara online. Hasil akhir  penelitian ini bisa diakses pada alamat web http://adindawebgis.web.id/.
PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD UNTUK IDENTIFIKASI PERUBAHAN PENGGUNAAN TANAH DI KABUPATEN SRAGEN Rianasari, Hayu; Subiyanto, Sawitri; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.614 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Sragen merupakan salah satu wilayah yang sedang berkembang, baik dalam bidang industri, jasa, permukiman, pendidikan, perdagangan, pariwisata maupun transportasi. Seiring dengan perkembangan wilayah tersebut maka terjadi alih fungsi lahan yang merupakan area yang tidak terbangun menjadi area terbangun sehingga akan meningkatkan kepadatan baik kepadatan penduduk maupun kepadatan permukiman. Dengan menggunakan teknik penginderaan jauh, dan dengan adanya citra penginderaan jauh yang multi waktu perubahan penggunaan tanah dapat dipantau dengan mudah dan cepat, sehingga dapat diketahui besar penggunaan tanah terhadap laju pertumbuhan penduduknya.Pada penelitian ini menggunakan citra Quickbird Kecamatan Sragen dan Kecamatan Karangmalang pada tahun 2004 dan tahun 2010. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan koreksi geometrik pada citra Quickbird tahun 2010. Langkah selanjutnya melakukan digitasi on screen dengan AutoCAD pada kedua citra untuk mengetahui penggunaan tanah menurut klasifikasi NSPM 2009 yang dikeluarkan oleh BPN. Kemudian peta diolah dengan software ArcGIS dan melakukan pengolahan dengan analysis tools antara lain dengan Extract dan Overlay sehingga didapatkan peta perubahan penggunaan tanah. Setelah itu, luas perubahan tersebut dihitung menggunakan Calculate Geometry. Pada tahap akhir dilakukan validasi lapangan untuk mengetahui kebenaran hasil interpretasi citra.Berdasarkan klasifikasi penggunaan tanah menurut NSPM 2009 BPN yang muncul di Kecamatan Sragen sebanyak 45 klasifikasi penggunaan tanah dan di Kecamatan Karangmlang sebanyak 25 klasifikasi penggunaan tanah. Perubahan penggunaan tanah yang terjadi pada rentang tahun 2004-2010 di Kecamatan Sragen sebesar 81.200,50 m2 dan di Kecamatan Karangmalang sebesar 138.543,24 m2.
ANALISIS DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED MATTER DAN KLOROFIL-A MENGGUNAKAN CITRA TERRA MODIS LEVEL 1B RESOLUSI 250 METER DAN 500 METER (Studi Kasus Daerah Pesisir Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Tahun 2012) Dicky H., Muhamad; Sasmito, Bandi; Parwati, Ety; Budhiman, Syarif
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TSM (Total Suspended Matter) adalah material tersuspensi berupa zat organik maupun anorganik yang memiliki diameter >1mm yang  berada di permukaan air, sedangkan Klorofil-A adalah kelompok pigmen fotosintesis yang menyerap cahaya biru, dan merah, serta merefleksikan cahaya hijau. Keduanya dengan jumlah yang besar dapat menutupi permukaan air dan membuat air menjadi hangat dan mengurangi kemampuan air untuk memenuhi kebutuhan oksigen untuk kehidupan biota laut dengan kata lain dapat menganggu ekosistem perairan. Dalam pengamatan kualitas air, perlu adanya pengamatan tentang TSM dan Klorofil-A untuk waktu dan tempat yang spesifik, serta berkelanjutan. Data pengideraan jauh dapat menganalisa beberapa parameter dalam cara spasial dan temporal. Akan tetapi masalahnya adalah sulit untuk menemukan algoritma yang sesuai untuk setiap daerah. Dikarenakan setiap daerah memiliki karakteristik yang belum tentu sama. Dengan menggunakan data time series akan lebih baik dalam memonitoring kondisi kualitas air. MODIS adalah  satelit yang memiliki time series harian, jadi sangat bagus untuk pengamatan daerah perairan. Data yang digunakan dalam pengamatan ini adalah Terra-MODIS level 1B resolusi 250 meter dan 500 meter bulan januari sampai september dan di validasi dengan data in situ bulan Agustus 2012. Beberapa model persamaan digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis sebaran konsentrasi TSM dan Klorofil-A. Hasil pengolahan data didapatkan transformasi kromatisiti kanal merah pada MODIS dapat digunakan untuk analisa sebaran koefisien TSM dengan nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,484 sedangkan rasio antara kanal NIR dengan Kanal biru dapat digunakan untuk analisa sebaran konsentrasi Klorofil-A dengan koefisien korelasi sebesar (R2) 0,924.
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN HASIL INTERPRETASI VISUAL CITRA SATELIT UNTUK PENERIMAAN PBB (STUDI KASUS : KECAMATAN SEMARANG UTARA) Saumidin, Mamei; Sudarsono, Bambang; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.871 KB)

Abstract

Pesatnya pembangunan menyebabkan tingginya perubahan pola penggunaan lahan. Lahan yang dulunya merupakan lahan kosong atau lahan tidak terbangun, banyak mengalami perubahan fungsi menjadi  lahan terbangun. Perubahan penggunaan lahan dapat di monitoring menggunakan data spasial remot sensing. Akusisi data  remote sensing  secara berseri dari waktu ke waktu memungkinkan untuk melakukan analisis perubahan lahan. Citra yang dipakai dalam penelitian adalah Citra Ikonos tahun 2007, sedangkan pembandingnya merupakan peta penggunaan lahan kecamatan Semarang Utara tahun 2009. Software yang digunakan adalah E.R. Mapper 7.0  dan  Arc.GIS 10.  Proses rektifikasi menggunakan metode Map to Image  dimana titik GCP diperoleh berdasarkan data sekunder dari peta yang mempunyai liputan yang sama dengan citra yang akan dikoreksi. Berdasarkan pengolahan citra Ikonos tahun 2007 dan peta penggunaan lahan tahun 2009 didapatkan perubahan luas penggunaan lahan sebesar 62,656 Ha. Dengan adanya perubahan luas tersebut dapat mempengaruhi perubahan harga NJOP, perubahan harga NJOP yang terjadi sebesar 21,6 %.
APLIKASI PETA PROPERTI KOTA BERBASIS MOBILE GIS YANG TERINTEGRASI PADA GOOGLE MAP PADA SMARTPHONE ANDROID Pertiwi, Mutiaraning; Suprayogi, Andri
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.893 KB)

Abstract

Bidang properti sektor perumahan merupakan salah satu bidang bisnis dan kebutuhan bertujuan untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok manusia. Seiring dengan perkembangan teknologi, integrasi teknologi mobile, GIS, dan GPS telah memungkinkan dikembangkan aplikasi mobile GIS yang interaktif. Dalam penelitian ini aplikasi peta properti berbasis Mobile GIS yang terintegrasi pada google Map pada Smartphone Android diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan properti di sektor perumahan dengan berbagai kemudahan dan kecepatan pengguna dalam mencari dan mengidentifikasi properti yang diinginkan. Dengan bantuan Global Positioning System (GPS) yang berfungsi sebagai penunjuk lokasi, Location Based Service (LBS) yang menyediakan informasi berdasar letak geografis perangkat mobile, serta adanya fasilitas Google Map yang telah built in dalam handphone Android, maka aplikasi ini akan semakin mudah untuk digunakan. Aplikasi ini dibangun dengan FrameworkAndroidSDK, Java dan PHP sebagai bahasa pemrograman yang dikembangkan dengan software Eclipse, MySQL sebagai basis data,dan Google Map API. Hasil akhir dari penelitian ini adalah aplikasi mobile pada handphone Android yang menyajikan informasi informasi terkait properti dijual di beberapa lokasi di Semarang yang disertai dengan peta dan arah kemudi. Informasi disajikan dalam beberapa kategori, yaitu kategori harga, luas tanah, dan luas bangunan.
ANALISIS AKSESIBILITAS SHELTER EVAKUASI TSUNAMI DI KOTA PADANG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Rahmadhani, Nia; Suprayogi, Andri; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1685.716 KB)

Abstract

Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut, akibat dari perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal (Pond and Pickard, 1983) atau horizontal (Tanioka and Satake, 1995), yang disebabkan oleh tiga sumber utama, yaitu gempa tektonik, letusan gunung api, atau longsoran yang terjadi di dasar laut (Ward, 1982).   Perairan barat Sumatera memiliki ciri kegempaan aktif, gempa-gempa yang sering menimbulkan tsunami tersebut perlu diwaspadai, terutama di kawasan pantai yang padat penduduk. Hal ini merupakan potensi bencana besar bagi Kota Padang, untuk itu dibutuhkan upaya penanggulangan bencana yang lebih terpadu. Teknologi Sistem Informasi Geografis merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menyusun model informasi yang nantinya dapat digunakan sebagai langkah dalam melaksanakan program mitigasi bencana. Pentingnya data jalur jaringan jalan Kota Padang yaitu untuk menentukan rute/jalur evakuasi tsunami, sementara data shelter evakuasi tsunami dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang pada bulan Mei – 2012 digunakan sebagai bahan analisa dan acuan pada penelitian ini, serta mengidentifikasi apakah shelter evakuasi tersebut dapat terjangkau secara efektif dan efisien  oleh korban tsunami pada saat proses evakuasi terjadi. Penelitian ini menganalisis jaringan jalan dan shelter evakuasi tsunami mana yang pas untuk dituju oleh tiap warga Kota Padang yang berada pada zona rawan tsunami, serta menganalisis apakah shelter yang direkomendasikan tersebut dapat mencakup secara keseluruhan daerah rawan bencana tsunami di Kota Padang. Terdapat satu metodologi pelaksanaan yang terdiri dari 4 tahap yaitu  tahap pengumpulan data, tahap persiapan , tahap pengolahan lanjutan yaitu proses network analisys di software ArcGIS dan terakhir yaitu tahap analisis. Hasil yang diperoleh bahwa shelter tersebut ternyata belum dapat mencakup semua daerah yang berada pada zona rawan tsunami. Untuk mengatasinya dilakukan penambahan minimal 2 buah shelter pada blank area agar dapat melingkupi daerah zona rawan tsunami. Peta jalur evakuasi bencana tsunami hasil  network analysis ini memiliki karakter yaitu mengikuti alur atau pola jaringan jalan yang telah ada, sehingga pada tiap shelter untuk luas area servisnya rata-rata 37.988 % lebih kecil dibandingkan dengan luas area buffering-nya.
APLIKASI TERRESTRIAL LASER SCANNER UNTUK PEMODELAN TAMPAK MUKA BANGUNAN (STUDI KASUS: GEDUNG PT. ALMEGA GEOSYSTEMS, KELAPA GADING-JAKARTA) Yuniar Maharsayanto, Pitto; Kahar, Sutomo; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.461 KB)

Abstract

Perkembangan dunia survei dan pemetaan sangatlah pesat. Di era sekarang ini, pemanfaatan teknologi Terrestrial Laser Scanner  dapat memberikan solusi untuk pendokumentasian suatu bangunan maupun pengukuran topografi. Teknologi ini dinilai sangat efisien jika dibandingkan dengan teknologi pengukuran lainnya. Hasil pengukuran Terrestrial Laser Scanner berupa point clouds yang mempunyai koordinat 3 dimensi.  Dalam tugas akhir ini, metode pengukuran  Terrestrial Laser Scanner   digunakan untuk pemodelan  tampak muka bangunan gedung PT. Almega Geosystems, Kelapa Gading-Jakarta. Proses akuisisi  data di lapangan dan pengolahan data menggunakan software Cyclone V.7.4 (compatible with Leica Scan Station 2). Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model tampak muka bangunan gedung PT. Almega Geosystems, Kelapa Gading-Jakarta. Pengujian hasil pengolahan model dilakukan dengan dua pengujian, yaitu perbandingan jarak antar sisi gedung hasil  pengukuran Electronic Total Station dan laser disto meter. Nilai rata-rata kesalahan dari perbandingan jarak antar sisi mengunakan Electronic Total Station sebesar 0.00527 meter dan nilai rata-rata kesalahan dari perbandingan jarak antar sisi dengan laser disto meter sebesar 0.00708 meter.  Kata Kunci : Terrestrial Laser Scanner, Point Cloud, Pemodelan Tampak Muka Bangunan, Cyclone V.7.4
ANALISA SPASIAL DINAMIKA MORFOMETRI WADUK MENGGUNAKAN DATA SATELIT MULTI TEMPORAL DI WADUK RAWA PENING PROVINSI JAWA TENGAH Hardini, Adiasti Rizqi; Helmi, Muhammad; Sasmito, Bandi
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.478 KB)

Abstract

Waduk Rawa Pening berada di antara jalan negara Semarang – Salatiga - Surakarta dan jalan Kabupaten antara Salatiga – Ambarawa yang terletak diantara jalan negara Semarang – Magelang – Yogyakarta, 32 km ke arah selatan dari kota Semarang dan 10 km ke arah utara dari kota Salatiga. Waduk Rawa Pening mempunyai peranan yang cukup penting sebagai pembangkit listrik tenaga air, bertani eceng gondok dan beternak ikan. Pertumbuhan eceng gondok yang semakin meningkat dari tahun ke tahun mengakibatkan perubahan morfometri waduk dan perubahan tutupan lahan disekitar Waduk Rawa Pening. Penelitian ini menggunakan Peta Topografi skala 1:50.000 lembar Ambarawa no helai 47/XL-D, data citra satelit landsat TM 5 tahun 1990, landsat 7 ETM+ tahun 2000, ALOS AVNIR-2 tahun 2009 dan dilakukan dengan metode penginderaan jauh yaitu interpretasi manual untuk memperoleh peta tutupan lahan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dinamika morfometri Waduk Rawa Pening Provinsi Jawa Tengah dalam periode ±10 tahun dimulai dari tahun 1982 sampai dengan tahun 2009 dan mengkaji dinamika perubahan pola tutupan lahan di area sekitar Waduk Rawa Pening Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukan bahwa tahun 1982-1990 perubahan luas waduk sebesar 1051,85 Ha dan pola perubahn tutupan lahan yang terjadi yaitu perubahan sawah irigasi menjadi sawah dan permukiman menjadi air, pada tahun 1990-2000 perubahan luas waduk sebesar 305,24 Ha dan pola perubahan tutupan lahan yang terjadi yaitu perubahan air waduk menjadi sawah irigasi.serta tahun 2000-2009 perubahan luas waduk sebesar 392,97 Ha dan pola perubahan tutupan lahan yang terjadi yaitu perubahan air waduk menjadi sawah irigasi.
ANALISIS ALTERNATIF BATAS WILAYAH LAUT KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN KENDAL Tiarasani, Anggi; Sabri, LM.; Awaluddin, moehammad
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.696 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari 33 provinsi dan mayoritas wilayahnya berupa laut. Untuk menjaga pengelolaan darat dan laut masing-masing daerah maka diberlakukan Permendagri No 1 Tahun 2006 tentang pedoman Penengasan Batas Daerah yang mengacu kepada Undang-Undang No 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Batas wilayah di laut merupakan pemisah antara daerah yang berbatasan berupa garis khayal (imajiner) di laut dan daftar koordinat di peta yang dalam implementasinya merupakan batas kewenangan pengelolaan sumber daya di laut. Berkaitan dengan undang-undang tersebut,  khususnya dalam pengelolaan sumber daya laut dan pesisirnya, ketegasan batas wilayah laut antar daerah menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Kepastian batas antar daerah yang berdekatan dimaksudkan untuk menghindari  konflik antar daerah dalam hal pengelolaan wilayah laut yang sangat mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan batas-batas dan cakupan kewenangan wilayah laut Kota Semarang dan Kabupaten Kendal yang dilakukan secara kartometrik dan menggunakan tiga peta yaitu peta LPI, peta RBI dan Peta Laut. Penelitian ini dilaksanakan dengan menentukan titik dasar dan garis dasar sebagai awal penarikan batas wilayah laut dan dilanjutkan dengan menentukan klaim 4 mil laut untuk masing-masing daerah. Penentuan batas laut Kota Semarang dan Kabupaten Kendal dilakukan dengan prinsip sama jarak (Equidistance) untuk pantai yang bersebelahan (adjacent coast).
TRANSFORMASI KOORDINAT PADA PETA LINGKUNGAN LAUT NASIONAL DARI DATUM 1D74 KE WGS84 UNTUK KEPERLUAN PENENTUAN BATAS WILAYAH LAUT PROVINSI JAWA TENGAH DAN JAWA BARAT Permatahati, Anyelir Dita; Kahar, Sutomo; Sabri, LM.
Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.376 KB)

Abstract

Datum adalah sekumpulan parameter yang mendefinisikan suatu sistem koordinat dan menyatakan posisinya terhadap permukaan bumi. Permendagri Nomor 1 Tahun 2006 menyebutkan bahwa Peta Lingkungan Laut Nasional digunakan dalam penentuan batas laut provinsi. Peta Lingkungan Laut Nasional ini masih menggunakan Indonesia Datum 1974 (ID74). Untuk itu perlu suatu model transformasi datum antara datum lokal ID74 ke datum global WGS 84.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis metode transformasi yang paling tepat untuk pemetaan batas wilayah laut provinsi, mengetahui data pengamatan optimal, dan koordinat batas wilayah laut dalam WGS 84.Data yang digunakan adalah Peta Lingkungan Laut Nasional, dan data hasil pengukuran dengan GPS Handheld. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode Lauf adalah metode yang paling baik dilihat dari ketelitian geometrik dan dari hasil uji statistik  Chi-Squares.  Batas wilayah laut provinsi Jawa Tengah dan Barat ditentukan dengan prinsip Equidistance Line sejauh 12 mil laut.

Page 1 of 42 | Total Record : 418