cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Saintek
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 24, No 1: April 2019" : 7 Documents clear
MANUAL MATERIAL HANDLING IN THE ‘KARUNG’ LIFTING PROCESS USING BIOMECHANIC AND PHYSIOLOGI APPROACH Adiyanto, Okka; Prasetyo, Fajar Aji; Ramadhani, Muhammad Faris Kautsar
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 1: April 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.72 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i1.23611

Abstract

This study was aimed at minimizing musculoskeletal disorder (MSDs) in heavers on traditional markets by completing facilities and improving lifting techniques that are in accordance with ergonomic aspects. This research was conducted in traditional markets with heaver objects which are often carried out in the process of moving goods. This study used biomechanics and physiology methods to be able to analyze body posture so that it can prevent spinal damage. The data were then analyzed using Maximum Permissible Limit (MPL), which previously carried out data collection on the size of the body posture. The analysis of the results was done to determine the value of the compression force (FC). FC values are the basis for comparison with Action Limit (AL). The results show that FC values = 10,018,078N, FC> MPL. Importantly, the position of the heavers’ posture is at a dangerous level. Proposed improvements using a tool and after being developed again will result in changes in FC values to 3370.94, FC <AL means the position of the body in a safe condition. The results of this study are expected to provide an assessment that helps prevent spinal damage.MANUAL MATERIAL HANDLING PADA PROSES PENGANGKATAN KARUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN BIOMEKANIKA DAN FISIOLOGI Penelitian ini bertujuan untuk meminimumkan keluhan Musculoskeletal disorder (MSDs) pada pekerja kuli panggul di pasar tradisional dengan merancang fasilitas dan memperbaiki teknik memindahkan barang yang sesuai dengan aspek ergonomis. Penelitian ini dilakukan di pasar tradisional dengan objek kuli panggul yang sering melakukan proses pemindahan barang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan biomekanika dan fisiologi untuk dapat menganalisis postur tubuh sehingga dapat mencegah cedera tulang belakang. Data kemudian dianalisa menggunakan Maximum Permissible Limit (MPL) yang sebelumnya dilakukan pengambilan data ukuran postur tubuh pekerja tersebut. Analisis hasil dari perhitungan dilakukan untuk mengetahui nilai dari force compresion (FC). Nilai FC menjadi dasar untuk dibandingkan dengan Action Limit (AL). Hasil dari analisa didapat nilai FC = 10.018,078N, FC>MPL. Artinya, posisi postur tubuh pekerja dalam level berbahaya. Usulan perbaikan dengan menggunakan alat bantu dan setelah dianalisis kembali maka akan menghasilkan perubahan nilai FC menjadi 3370,94; FC< AL artinya posisi tubuh dalam keadaan aman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi alat bantu sehingga dapat mencegah cedera tulang belakang.
MULTIPLICATION EXAMINATION OF TURMERIC EXPLANTS USING AUXIN AND CYTOKININ TO MODIFIED MEDIA Azizah Romadhoni, Nur; Suminar, Erni; Nuraini, Anne; Mubarok, Syariful
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 1: April 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.26 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i1.19503

Abstract

This study was aimed at obtaining the type and concentration of cytokines as well as the optimal concentration of auxin for the multiplication of turmeric shoots in vitro. The trial was conducted in September 2017 until February 2018 at the Tissue Culture Seed Technology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. The materials used in this study were Murashige and skoog modified multiplication medium, jelly, sterile distilled water, HgCl2, 70% alcohol, clorox, tween 80 and fungicide and bactericidal. Growth Regulating Substances (GRS) used are BAP, TDZ, Zeatin and NAA. The explant source used was derived from the shoot of turmeric clones from Bogor. The experimental design in this study was Completely Randomized Design (CRD) with seven treatments and four replications. The planting medium used was Murashige Skoog Modification (MS) with the addition of Benzyl Amino Purine (BAP) 9 mg L-1, Thidiazuron (TDZ) 1 mg L-1, Zeatin 0.1 mg L-1 and NAA (0.01 mg L-1, 1 mg L-1). The results show that the combination of BAP 9 mg L-1 and NAA 0.01 mg L-1 produced the highest shoot induction at 12 weeks after planting. Giving zeatin 0.1 mg L-1 and NAA 1 mg L-1 produces the highest shoot length at 12 weeks after planting.PENGUJIAN MULTIPLIKASI EKSPLAN KUNYIT DENGAN PENAMBAHAN AUKSIN DAN SITOKININ PADA MODIFIKASI MEDIAPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis dan konsentrasi sitokinin serta konsentrasi auksin yang optimal untuk multiplikasi tunas kunyit secara in vitro. Percobaan dilaksanakan pada bulan September 2017 sampai Februari 2018 di laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah murashige dan skoog modified multiplication medium, agar-agar, aquades steril, HgCl2, alkohol 70%, clorox, tween 80, fungisida, dan bakterisida. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang digunakan yaitu BAP, TDZ, Zeatin, dan NAA. Sumber eksplan yang digunakan yaitu berasal dari tunas kunyit klon asal Bogor. Rancangan percobaan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan empat ulangan. Media tanam yang digunakan yaitu Murashige Skoog Modifikasi (MS) dengan penambahan Benzyl Amino Purine (BAP) 9 mg L-1, Thidiazuron (TDZ) 1 mg L-1, Zeatin 0,1 mg L-1, dan NAA (0,01 mg L-1, 1 mg L-1). Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi BAP 9 mg L-1 dan NAA 0,01 mg L-1 menghasilkan induksi tunas tertinggi pada 12 MST. Pemberian zeatin 0,1 mg L-1 dan NAA 1 mg L-1 menghasilkan panjang tunas tertinggi pada 12 MST.
THE ROLE OF HYDROGEL AND INCUBATION TIME TOWADS PH, C-ORGANIK, AND N-TOTAL SOIL Winingsih, Atih
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 1: April 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.495 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i1.20868

Abstract

The study was aimed at determining the role of hydrogels and the incubation time on pH, organic C and N-total soil with indicators of sweet corn plants (Zea mays Saccharata Sturt) on Jatinangor inceptisols. The study was conducted from February 2018 to April 2018 at the Ciparanje Experimental Field, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. The study used a Randomized Block Design (RBD) with nine treatments and three replications, consisting of controls; mixed hydrogels and urea incubation and urea only incubation . The parameters observed were pH using the Potentiometric method, C-Organic using the Walkey and Black and N-Total using the Kjeldahl method. The data then were analyzed by variance. Significant testing was conducted to determine the effect of treatment using the Fisher Test at the level of 5%. The results show that there is an effect of hydrogels and the incubation time of hydrogels on pH, organic C and N-total soil. The control treatment shows the highest pH of 6.88. The urea treatment and incubation hydrogel of 20 days shows the highest organic C at 2.80% and the highest N-total is found in the treatment of urea and 40 day incubation hydrogel which is 0.34%.PERAN HIDROGEL DAN WAKTU INKUBASINYA TERHADAP pH, C-ORGANIK, DAN N-TOTAL TANAHPenelitian bertujuan untuk mengetahui peran hidrogel dan waktu inkubasinya terhadap pH, C-organik dan N-total tanah dengan indikator tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt) pada inceptisols Jatinangor. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari 2018 hingga April 2018 di Lahan Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan dan tiga kali ulangan, yang terdiri atas kontrol; hidrogel dan urea inkubasi serta urea inkubasi. Parameter yang diamati adalah pH dengan menggunakan metode Potensiometri, C-Organik dengan menggunakan metode Walkey and Black dan N-Total dengan menggunakan metode Kjeldahl. Data hasil pengamatan pada penelitian akan dianalisis dengan sidik ragam. Pengujian signifikan untuk mengetahui pengaruh perlakuan digunakan Uji Fisher pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh hidrogel dan waktu inkubasi hidrogel terhadap pH, C-organik dan N-total tanah. Perlakuan kontrol menunjukkan pH tertinggi yaitu 6,88. Perlakuan urea dan hidrogel inkubasi 20 hari menunjukkan C-organik tertinggi yaitu 2,80% dan N-total tertinggi yaitu perlakuan urea dan hidrogel inkubasi 40 hari yaitu 0,34%. 
THE EFFECT OF PARTICLE SIZE OF VOLCANIC ASH AND PHOSPHATE ROCK IN ANDISOL Azizah, Nur
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 1: April 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.101 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i1.20608

Abstract

This study was aimed at determining the effect of various particle sizes of volcanic ash and phosphate rock, including normal size (2mm), micron (200 µm) and nano (400 ղ m) on available P, P retention, delta pH and leaf area of tea plant seeds in Ciater PTPN XII Tea Plantation, West Java. The study was carried out in December 2017 until February 2018. The soil analysis was carried out at the Integrated Testing Laboratory, Vegetable Crops Research Institute, Lembang, West Java. The manufacture of micron and nano volcanic ash and phosphate rock particles was carried out at the Nanotechnology and Graphine Laboratory, Mathematics and Science Faculty, Padjadjaran University and at Tekmira Research Center, Bandung. The research design used was a Randomized Block Design (RBD) consisting of 10 treatments of the combination of volcanic ash and phosphate rocks which were repeated three times. The results show that there is a significant effect of volcanic ash and phosphate rocks of normal size to a decrease in P retention of up to 42.87%. The combination of the treatment of normal-sized volcanic ash and nano-sized phosphate rocks has a significant effect on the total leaf area of the Gambung 7 clone plant, but it did not significantly affect the available P and delta pH.PENGARUH UKURAN PARTIKEL ABU VULKANIK DAN BATUAN FOSFAT PADA ANDISOLPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai ukuran partikel abu vulkanik dan batuan fosfat, meliputi ukuran normal (2mm), mikron (200 µm) dan nano (400 ղm) terhadap P tersedia, retensi P, delta pH dan luas daun bibit tanaman teh di Perkebunan Teh PTPN XII Ciater, Jawa Barat. Penelitian lapangan dilaksanakan pada Desember 2017 sampai Februari 2018. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Penguji Terpadu, Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang, Jawa Barat. Pembuatan partikel mikron dan nano abu vulkanik dan batuan fosfat dilakukan di Laboratorium Nanoteknologi dan Graphine, Fakultas MIPA, Universitas Padjadjaran dan di Puslitbang Tekmira, Bandung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 10 perlakuan kombinasi ukuran abu vulkanik dan batuan fosfat yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pemberian abu vulkanik dan batuan fosfat yang berukuran normal terhadap penurunan retensi P hingga 42,87%. Kombinasi perlakuan abu vulkanik berukuran normal dan batuan fosfat berukuran nano berpengaruh nyata terhadap total luas daun tanaman teh klon Gambung 7, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap P tersedia dan delta pH.
THE IDENTIFICATION OF SECONDARY METABOLITE COMPOUNDS FROM ETHYL ACETATE FRACTION OF Dendropthoe falcata Lestari, Astuti; Atun, Sri
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 1: April 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.374 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i1.20964

Abstract

This study was aimed at identifying secondary metabolites of ethyl acetate fraction of Dendrophtoe falcata (L.f.) Ettingsh mindi plant parasite (Melia azedarach L.). This research was conducted by maceration method using ethanol solvent, partitioning sequentially with n-hexane, chloroform, and ethyl acetate. Ethyl acetate fraction was separated by gravity column chromatography (GCC) in two stages. Phase I GCC used n-hexane : ethyl acetate (9 : 1). Phase II GCC used chloroform : methanol (9 : 1) eluent to obtain one pure compound. Purity identification used thin layer chromatography. Characterization of pure compounds obtained was carried out using UV-Vis and IR. The results show that the isolated compounds maximum wavelengths are at 351.20, 262.60, and 207.20 nm which corresponded to the conjugated synamoyl, benzoyl and chromophore phenol. IR spectrum data shows the presence of O-H, C-H aliphatic, C = O carbonyl, C = C aromatic, and C-O. From these data, the isolated compounds show flavonoid type flavanols.IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI FRAKSI ETIL ASETAT BATANG Dendropthoe falcata.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari fraksi etil asetat batang Dendrophtoe falcata (L.f.) Ettingsh parasit tumbuhan mindi (Melia azedarach L.). Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, partisi secara berurutan dengan n-heksana, kloroform, dan etil asetat. Fraksi etil asetat dipisahkan secara kromatografi kolom gravitasi (KKG) dalam dua tahap. KKG tahap I menggunakan eluen n-heksana : etil asetat (9 : 1). KKG tahap II menggunakan eluen kloroform : metanol (9 : 1) sehingga diperoleh satu senyawa murni. Identifikasi kemurnian menggunakan kromatografi lapis tipis. Karakterisasi senyawa murni yang diperoleh dilakukan menggunakan UV-Vis dan IR. Berdasarkan hasil analisis dengan spektrofotometer UV-Vis, senyawa hasil isolasi menunjukkan panjang gelombang maksimum pada 351,20; 262,60; dan 207,20 nm yang sesuai dengan gugus sinamoil, benzoil, dan kromofor fenol terkonjugasi. Data spektrum IR menunjukkan adanya ikatan O-H, C-H alifatik, C=O karbonil, C=C aromatik, dan C-O. Dari data tersebut, senyawa hasil isolasi menunjukkan golongan flavonoid jenis flavonol.
THE APPLICATION OF BIORATIONAL PESTICIDES ON PADDY STEM BORER AND BACTERIAL LEAF BLIGHT Suryadi, Yadi -
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 1: April 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.381 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i1.23420

Abstract

This study was aimed at determining the effectiveness of pheromone traps for controlling yellow paddy stem borer (Scabpophaga. Incertulas) insects and testing the effectiveness of biocontrol agents consisting of a mixture of endophytic bacterial cultures (Bacillus firmus E65 and Burkholderia sp E76) and insect pathogens (Serratia marcescens, SKM) based on kaolin bioformulation to control HDB disease. Tests were carried out on the conditions of farmers’ organic land in Cianjur, West Java by installing pheromones to catch male insects in the experimental plots, and applying kaolin-based biopesticide formulations (2.5 g / L). The results show that the application of pheromone traps by using 100 traps in an area of 10 ha, caused the population of male insects to be caught to decrease by less than 40 moths per month. It also effects stem borers to decrease into zero infestations, while stem borer infestation in plots that are not applied to pheromones show <10% infestation. The effect of bioformulation on non-Sintanur cultivars on other minor pests also decrease compared to controls (cv. Sintanur). Kaolin-based bioformulation shows a decrease in bacterial leaf blight of about 84.7% compared to untreated (without bioformulation) plots.APLIKASI PESTISIDA BIORASIONAL TERHADAP PENGGEREK BATANG DAN HAWAR DAUN BAKTERI PADIPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas perangkap feromon untuk mengendalikan serangga penggerek batang padi kuning (PBPK) (Scirpophaga. incertulas) dan menguji efektifitas agen biokontrol yang terdiri atas campuran kultur bakteri endofitik (Bacillus firmus E65 and Burkholderia sp E76) dan patogen serangga (Serratia marcescens, SKM) berbasis bioformulasi kaolin untuk mengendalikan penyakit HDB. Pengujian dilakukan pada kondisi lahan organik petani di Cianjur Jawa Barat dengan cara memasang feromon untuk menangkap serangga jantan pada petak percobaan, dan melakukan aplikasi formulasi biopestisida berbasis kaolin (2,5 g/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi perangkap feromon dengan mengguna-kan 100 perangkap pada area seluas 10 Ha, menyebabkan populasi serangga jantan yang tertangkap menurun kurang dari 40 ngengat per bulan, dan serangan hama penggerek batang juga menurun menjadi nol infestasi, sementara serangan hama penggerek batang pada petak yang tidak diaplikasi feromon menunjukkan <10% infestasi. Pengaruh bioformulasi pada kultivar non-Sintanur terhadap hama minor lainnya juga menurun dibandingkan dengan kontrol (cv. Sintanur). Bioformulasi berbasis kaolin menunjukkan penurunan penyakit hawar daun bakteri sekitar 84,7% dibandingkan dengan petak tanpa perlakuan (tanpa bioformulasi). 
RESPONSE OF TURMERIC EXPLANT ON CYTOKININ AND AUXIN IN MURASHIGE AND SKOOG Indriani, Mita
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 1: April 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.813 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i1.19784

Abstract

This study was aimed at determining the concentration of several types of cytokinins and auxin for the induction of turmeric shoots in vitro. The research was conducted at the Tissue Culture Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, Jatinangor. The study was conducted from October 2017 to February 2018. The source of planting material is in the form of shoots from the turmeric rhizome. The source of explants or planting material came from the field collected at the Tissue Culture Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. Explants were taken from rhizome buds with a size of 0.6-2.0 cm. The experiment used a Completely Randomized Design which was analyzed using the Student’s T-test method. The number of experimental and control groups in this study were seven groups. Variation in treatment with different BAP, thidiazuron, zeatin, and NAA concentrations in each group. The results show that Thidiazuron 1 mgL-1 + NAA 1 mgL-1 gives better results on the percentage of live explants and number of shoots on turmeric plants (Curcuma domestica Val.) Clones 41 at the age of 14 weeks after planting.RESPONS EKSPLAN KUNYIT PADA SITOKININ DAN AUKSIN DALAM MEDIA MURASHIGE DAN SKOOGPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan salah satu konsentrasi dari beberapa jenis sitokinin dan auksin untuk induksi tunas kunyit secara in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Waktu pelaksanaan penelitian ini dimulai pada awal bulan Oktober 2017 sampai bulan Februari 2018. Sumber bahan tanam berupa tunas dari rimpang tanaman kunyit. Sumber eksplan atau bahan tanam berasal dari lapangan yang dikoleksi di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Eksplan diambil dari mata tunas rimpang dengan ukuran 0,6-2,0 cm. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang dianalisis menggunakan metode Student’s T-test. Jumlah kelompok eksperimen dan kontrol dalam penelitian ini adalah tujuh kelompok. Variasi perlakuan dengan penambahan konsentrasi BAP, thidiazuron, zeatin, dan NAA yang berbeda pada setiap kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Thidiazuron 1 mgL-1 + NAA 1 mgL-1 memberikan hasil yang lebih baik pada persentase eksplan hidup dan jumlah tunas pada tanaman kunyit (Curcuma domestica Val.) klon 41 pada umur 14 MST (Minggu Setelah Tanam).

Page 1 of 1 | Total Record : 7