cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Saintek
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 2: Oktober 2014" : 8 Documents clear
SIFAT MEKANIK SELULOSA BAKTERI DARI AIR KELAPA DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN Rahayu, Tutiek; Rohaeti, Eli
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kitosan yang dapat menghasilkan selulosa-kitosan bakteri dengan sifat mekanik optimum dan mengetahui pengaruh penambahan kitosan terhadap sifat mekanik, gugus fungsi, foto penampang lintang, dan kristalinitas selulosa bakteri dari air kelapa. Selulosa-kitosan bakteri dibuat dengan cara merendam selulosa bakteri kering di dalam larutan kitosan 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; dan 3,0% (m/v) selama 6 jam. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji sifat mekanik menggunakan tensile tester, uji kristalinitas menggunakan XRD (X-Ray Diffraction), uji gugus fungsi menggunakan FTIR (Fourier Transform Infrared), dan uji foto penampang melintang menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope). Selulosa-kitosan bakteri 0,5% memiliki sifat mekanik optimum. Penambahan kitosan dapat menurunkan perpanjangan saat putus, meningkatkan kuat putus, dan meningkatkan modulus Young selulosa bakteri. Kristalinitas menurun dengan penambahan kitosan 0,5% dari 30,43% menjadi 15,38%. Hasil uji gugus fungsi menunjukkan adanya interaksi antara selulosa bakteri dengan molekul kitosan. Selain itu, foto SEM menunjukkan bahwa selulosa bakteri terdiri dari benang-benang fibril yang rapat sehingga dapat membentuk lapisan sedangkan selulosa-kitosan bakteri 0,5% terdiri dari lapisan-lapisan yang terdiri dari lapisan selulosa bakteri dan lapisan kitosan
METABOLIT SEKUNDER PROSPEKTIF DARI FAMILI Simaroubaceae Widiyantoro, Ari
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Famili Simaroubaceae merupakan kelompok keluarga tumbuhan yang mempunyai kandungan senyawa utama quasinoid dan alkaloid. Famili Simaroubaceae tersebar di daerah tropis Asia, Afrika dan Amerika. Di kawasan Asia, Famili Simaroubaceae banyak tersebar di Asia Tenggara terutama Indonesia, Thailand, Vietnam dan Malaysia. Beberapa tumbuhan famili tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder yang menunjukkan prospek  menjanjikan untuk dimanfaatkan dalam bidang kesehatan dan pertanian yaitu tumbuhan pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack),  buah makasar (Brucea javanica L. Merr) dan pauh kijang (Irvingia malayana Oliv. ex. A. Benn). Beberapa senyawa yang berhasil diisolasi dilakukan uji antiinflamasi secara reduksi  radang akibat pemberian karagenan, uji antioksidan secara penghambatan reduksi NBT  dan uji insektisidal secara uji antimakan pada objek daun. Hasil penelitian menunjukkan senyawa eurycomasida dari fraksi etil asetat kulit batang pasak bumi bersifat antiinflamasi dengan mereduksi radang sebesar 23,56±0,89% setelah jam ke-10. Senyawa dehidrobrusatol dari fraksi etil asetat buah makasar menunjukkan aktivitas antioksidan berupa reduksi penghambatan NBT tertinggi sebesar 87,65±1,09%. Senyawa friedelin dari fraksi etil asetat kulit batang pauh kijang menunjukkan aktivitas insektisidal bersifat antimakan terbesar dalam konsentrasi 2% dengan ratio antimakan 90,65±4,34.
PAHAT DARI BAJA KARBON RENDAH YANG DIKARBURISING PADAT (Tool from Pack Carburized Low Carbon Steel) Soemawidagdo, Arianto Leman; Tiwan, Tiwan; Mujiyono, Mujiyono
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan pahat alternatif dari baja karbon rendah yang dikarburising padat. Pahat dibuat dari baja karbon rendah dengan kekerasan 111,67 VHN yang dipotong dan diasah. Proses karburising dilakukan dengan variasi suhu 800, 850 dan 900 0C, dan lama difusi 1, 2 dan 3 jam. Pahat langsung dicelup ke air dan minyak setelah proses difusi. Pahat dipakai membubut baja lunak Ø31,75 mm pada mesin bubut EMCO Maximat V-13 pada kecepatan potong 25 m/menit, kecepatan makan 0,112 mm/put dan kedalaman potong 1 mm. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pahat yang dikarburising pada suhu 850 0C selama 3 jam dan dicelup air memberikan kekerasan rata-rata maksimal 760,4 VHN dan umur pahat dapat mencapai 425 detik. Ini berarti pahat tidak ekonomis dikembangkan untuk produksi masal
KINETIKA DAN KESEIMBANGAN ADSORPSI ION KROMIUM (III) DALAM LARUTAN PADA SENYAWA SILIKA DAN MODIFIKASI SILIKA HASIL SINTESIS DARI ABU SEKAM PADI Sulastri, Siti; Nuryono, Nuryono; Kartini, Indriana; Kunarti, Eko Sri
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji sifat beberapa adsorben senyawa silika dan modifikasi silika dalam interaksinya dengan suatu adsorbat yaitu ion Cr(III). Kajian diawali dengan menentukan keberadaan ion Cr(III) dalam larutan pada berbagai harga pH dan keberadaan adsorben pada berbagai harga pH,proses adsorpsi ion Cr(III) dalam larutan oleh berbagai adsorben tersebut pada harga pH yang bervariasi. Berdasarkan data yang diperoleh beserta beberapa perhitungan dapat dinyatakan bahwa berbagai adsorben mempunyai langgam protonasi – de protonasi yang berlainan. Keberadaan ion logam Cr(III) secara teoretis terdiri atas berbagai spesies yang jumlahnya tergantung pH larutan, dan dalam faktanya ion kromium hanya ada pada pH yang lebih rendah dari 5. Adsorpsi untuk mengkaji kinetika maupun keseimbangan dilakukan pada pH 5. Masing-masing adsorben mempunyai model kinetika yang berbeda.Semua adsorben mempunyai kesesuaian dengan model isoterm Langmuir 2, dan pada kondisi tersebut mengalami adsorpsi ion Cr(III) yang bersifat favorabel. Harga Qmaks tertinggi adalah pada HSSN. Pada model isoterm Freundlich dapat dinyatakan bahwa semua adsorben bersifat favorabel  untuk proses adsorpsi ion Cr(III) dalam larutan.
PENGARUH TEMPERATUR KALSINASI TERHADAP HIDROTALSIT Mg/Al YANG DISINTESIS MELALUI METODE PRESIPITASI TAK JENUH Adidarma, Hasan; Handayani, Sri; Kusumawardani, Cahyorini; Budiasih, Kun Sri
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur kalsinasi dari 200°C hingga 500°C terhadap karakter struktur hidrotalsit Mg/Al. Hidrotalsit Mg/Al disintesis melalui metode presipitasi tak jenuh  dengan perlakuan hidrotermal, menggunakan Mg(NO3)2.6H2O dan Al(NO3)3.9H2O sebagai bahan baku, dan larutan basa NaOH dan Na2CO3 sebagai presipitator. Hidrotalsit Mg/Al hasil sintesis sebelum dan setelah kalsinasi dikarakterisasi menggunakan fourier transform infrared (FTIR) dan X-ray diffractometer (XRD). Hasil analisis data FTIR dan XRD menunjukkan bahwa kalsinasi hidrotalsit Mg/Al pada temperatur kalsinasi 200oC tidak mengakibatkan perubahan struktur senyawa hidrotalsit, kalsinasi pada temperatur 300-400oC struktur senyawa hidrotalsit mulai berubah membentuk campuran oksida magnesium dan aluminium, dan pada temperatur kalsinasi 500oC struktur kristal hidrotalsit telah berubah membentuk senyawa oksida MgO (phericlase) dengan sedikit campuran oksida aluminium dalam bentuk θ-Al2O3 dan γ-Al2O3.
POTENSI PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA MELALUI KONVERSI BAHAN BAKAR GAS PADA KENDARAAN ANGKUTAN UMUM Arifin, Zainal
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meretrofit bus kota dengan bahan bakar gas (LPG) juga memberikan rekomendasi umum pelaksanaan skema DNS di Indonesia dan landasan kebijakan investasi sektor transportasi khususnya transportasi perkotaan dengan menggunakan skema DNS (debt national swept), selain itu mengembangkan metodologi valuasi perbaikan lingkungan bagi investasi transportasi perkotaan. Sehingga peelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pengambil keputusan pada tingkat nasional dan lokal (kota) dalam mengembangkan berbagai kebijakan, strategi, dan program investasi transportasi perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar per hari 35,68 liter atau 28,544kg solar (Berat jenis solar = 0,8kg/l) dan lower heating value = 42,5 MJ/kg, energi yang digunakan sebesar 1.213,12 MJ/hari. Tingkat penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) tiap tahun mengganti  minyak solar dengan LPG sebesar 111,93 ton, maka total penurunan emisi GRK = 11.081 ton CO2e. Manfaat finansial penggunaan LPG menghasilkan nilai NPV sebesar Rp. 18.518.582, jika ada kenaikan harga bahan bakar LPG, menghasilkan NPV sebesar (–) Rp. 58.17.169. Nilai NPV menunjukkan hasil positif sebesar Rp. 100.051.666 jika tarif bis dinaikkan 25% dari tarif yang berlaku saat ini.
PENGARUH BIOMASA MELATI AIR (Echinodorus paleafolius)DAN TERATAI(Nyphaea firecrest) TERHADAP KADAR FOSFAT, BOD, COD, TSS, DAN DERAJAT KEASAMAN LIMBAH CAIR LAUNDRY Padmaningrum, Regina Tutik; Aminatun, Tien; Yuliati, Yuliati
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair laundry mengandung sisa detergen,pewangi, pelembut, pemutih, dan senyawa aktif metilen biru yang sulit terdegradasi dan berbahaya bagi kesehatan lingkungan. Hampir semua limbah cair usaha laundry rumahan ini dibuang melalui selokan atau septitank tanpa diolah atau diencerkan terlebih dahulu sehingga akan mencemari lingkungan. Salah satu  cara mengurangi bahan kimia yang ada di dalam limbah cair adalah dengan fitoremediasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh biomassa melati air dan teratai terhadap kandungan fosfat, nilai BOD, COD, TSS, dan pH limbah cair laundry yang diberi perlakuan ini. Variabel bebas penelitian adalah jenis biomasa (melati air, teratai) dan waktu penerapan limbah. Variabel terikat meliputi kadar fosfat, DO, BOD, COD, TSS, dan pH. Tahapan penelitian meliputi 1) pembersihan akar dan batang tanaman melati air dan teratai, 2)  proses aklimatisasi, 3) penerapan tanaman selama satu bulan, dan 4) pengukuran variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan fitoremediasi menggunakan tanaman melati air dapat menurunkan kadar fosfat sebesar 172,1748 ppm, menurunkan nilai COD sebesar 446,890 mg/L, menurunkan nilai BOD sebesar 38,748 mg/L, dan menurunkan pH sebesar 0,18 satuan dari limbah cair laundry, nilai COD, BOD dan menurunkan pH sebesar 0,18 satuan dari limbah cair laundry. Tanaman teratai tidak dapat digunakan sebagai tanaman pengolah limbah cair laundry secara fitoremediasi.
PENGARUH BERBAGAI METODA PENYULINGAN TERHADAP KOMPONEN PENYUSUN MINYAK ATSIRI TANAMAN BARU CINA (Artemisia vulgaris L) SERTA EFEK ANTIBAKTERINYA Sulastri, Hartati; Elok, Elizabeth Betty; Linawati, Lilik
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 2: Oktober 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

anaman Baru Cina (Artemisia vulgaris L) banyak tumbuh di daerah Tawangmangu Jawa Tengah, diekstraksi dengan  menggunakan 3 metoda penyulingan yaitu penyulingan air, penyulingan uap-air dan penyulingan uap. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari ke 3 cara penyulingan di atas berturut-turut adalah 0,21%, 0,19% dan 0,17%. Minyak atsiri yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan Kromatografi gas Spektroskopi Massa. Hasil analisa menunjukan bahwa komposisi kimia minyak atsiri yang diperoleh dengan cara penyulingan air tersusun dari 36 komponen, yang diperoleh dengan cara penyulingan uap-air  tersusun dari 33 komponen sedangkan dengan cara penyulingan uap diperoleh 29 komponen. Namun demikian 6 komponen utama  penyusun masing-masing minyak atsiri tersebut adalah sama, hanya kadarnya yang berbeda. Enam  komponen kimia tersebut adalah 3,5-dimetil-4-etilidene-siklo heks-2-ena-1-one, filifolone, germakrene-D, gamma-karyofilen, eukarvone dan 1,8-sineol masing-masing dengan kadar lebih dari 3%. Hasil pengujian bioautografi menunjukkan  bahwa minyak atsiri daun Baru Cina memiliki efek antibakteri yang cukup kuat  khususnya terhadap bakteri E.coli.

Page 1 of 1 | Total Record : 8