cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Saintek
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 1 (2014): April 2014" : 8 Documents clear
OPTIMASI KONSENTRASI GARAM BISULFIT PADA PENGENDALIAN KUALITAS NIRA KELAPA Indahyanti, Ellya; Kamulyan, Budi; Ismuyanto, Bambang
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Garam  bisulfit  merupakan  bahan  tambahan  yang  sering  ditambahkan  dalam  bahan makanan untuk memberikan efek pengawetan. Pada penelitian ini garam bisulfit ditambahkan dalam nira kelapa. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penambahan natrium bisulfit terhadap kualitas nira. Parameter uji kualitas nira mencakup pH, kadar gula reduksi dan kadar sukrosa serta dibandingkan laju hidrolisis sukrosa tanpa dan dengan tambahan garam bisulfit.  Kadar gula dianalisis secara volumetri sesuai metoda Lane-Eynon   sedangkan laju hidrolisis diamati secara polarimetri. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan tambahan bisulfit dalam nira dapat menekan terjadinya reaksi hidrolisis sukrosa.
KARAKTERISTIK PETROLEUM ETER DAN DIETIL ETER SEBAGAI FLUIDA KERJA POMPA AIR ENERGI TERMAL Sambada, F.A. Rusdi; Prasetyadi, A.
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik, pompa air umumnya digerakkan motor bakar. Permasalahannya adalah bahan bakar semakin langka dan mahal. Penelitian ini bertujuan membuat model pompa air energi termal dan meneliti karakteristik petroleum eter  dan  dietil  eter  sebagai  fluida  kerja  pompa  air  energi  termal.  Parameter  yang divariasikan adalah jenis fluida, massa fluida kerja dan head pemompaan. Parameter yang diukur adalah temperatur fluida kerja, debit pemompaan, waktu pencatatan data, tekanan fluida kerja, tekanan pompa (tekanan tabung tekan udara). Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik simpulan yakni waktu satu siklus petroleum eter (158 menit) 6 kali lebih lama dibanding waktu satu  siklus dietil  eter  (24,3 menit). Debit rata-rata, debit minimum dan debit maksimum dietil eter (0,9; 0,7 dan 1,3 liter/menit) lebih besar dibandingkan  petroleum  eter  (0,3;  0,1  dan  1,1  liter/menit).  Dietil  eter  menghasilkan tekanan evaporator (0,7 bar) yang lebih besar dibandingkan petroleum eter (0,55 bar). Jumlah udara dalam tabung tekan udara dan jumlah udara dalam sistem mempengaruhi volume dan  debit  pemompaan air  yang  dihasilkan. Terdapat  massa  fluida  kerja  yang optimal pada head pemompaan dan  jumlah  udara  dalam tabung tekan udara tertentu. Terdapat tinggi head pemompaan yang optimal pada jumlah massa fluida kerja dan jumlah udara dalam tabung tekan udara tertentu
PENGARUH 2,4-DIKLOROFENOKSIASETAT (2,4-D) DAN BENZYL AMINOPURIN (BAP) TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA L.) SERTA ANALISIS KANDUNGAN FLAVONOID TOTAL Sugiyarto, Lili; Kuswandi, Paramita Cahyaningrum
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui   pengaruh penambahan beberapa konsentrasi ZPT (zat pengatur tumbuh) pada media MS (Murashige and Skoog) terhadap pertumbuhan kalus daun binahong dan kadar flavonoid total. Metode yang digunakan dengan perbanyakan kalus dengan sumber eksplan daun binahong dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Eksplan daun ditanam pada media MS yang mengandung konsentrasi 2,4 D berbeda (1;2;3ppm), 0,5ppm IBA+0,5ppm BAP; 0,5ppm IBA+1,0 ppm BAP ; 1,0 ppm IBA+0,5 ppm BAP, masing-masing 15 ulangan. Parameter yang diamati adalah waktu muncul kalus, tipe kalus (warna dan tekstur kalus), persentase terntuknya kalus, diameter kalus dan kadar flavonoid total. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan kalus optimal pada minggu ke-3 untuk semua perlakuan, sedangkan memasuki minggu ke-4 eksplan yang muncul kalus mengalami penurunan dan ada yang stagnan (tetap). Kadar flavonoid  total sampel daun segar lebih tinggi dibandingkan dengan sampel kalus
OPTIMASI SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA YOGYAKARTA DENGAN MODEL VEHICLE ROUTING PROBLEM MENGGUNAKAN ALGORITMA SEQUENTIAL INSERTION Sari, Rminugroho Ratna; Lestari, Dwi
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk model vehicle routing problem (VRP) untuk pengangkutan sampah di Kota Yogyakarta, menyelesaikan model yang diperoleh menggunakan algoritma sequential insertion, selanjutnya membuat bahasa pemrograman Macro Excel untuk mensimulasikan permasalahan. Kondisi pengangkutan sampah dapat dianalogikan dengan VRP dengan menambahkan intermediate facility pada akhir rute, yang dalam hal ini adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penentuan rute pengangkutan sampah diselesaikan dengan algoritma sequential insertion. Algoritma ini merupakan suatu metode untuk memperoleh rute perjalanan dengan cara memperbarui node yang belum ditugaskan dengan menyisipkan diantara node yang sudah ditugaskan. Berdasarkan 22 TPS yang disimulasikan dengan Macro Excel, diperoleh 4 tur jika diberikan panjang horizon perencanaan adalah 3 jam, dan diperoleh 3 tur jika diberikan panjang horizon perencanaan adalah 4 jam
FRAKSINASI POLI(TRIMETILEN-SEBASAT) DARI MONOMER TERBARUKAN SECARA PELARUTAN DAN PENURUNAN TEMPERATUR Mardiana, Diah; Poerwadi, Bambang; Kamulyan, Budi; Chandra, Siannita
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Poli(trimetilen-sebasat), material poliester telah disintesis dari sumber monomer gliserol dan minyak jarak kepyar. Produk polimer murni dapat diperoleh secara fraksinasi menggunakan  komposisi pelarut dan non-pelarut yang sesuai. Pada percobaan ini metoda pelarutan dimodifikasi dengan penurunan temperatur. Pemilihan jenis pelarut, non-pelarut dan   komposisinya   dilakukan   dengan   mengamati   perubahan   kekeruhan   sedangkan perlakuan temperatur dianalisis berdasarkan massa poli(trimetilen-sebasat), serta beberapa sifat fisik produk yang diperoleh. Hasil uji pendahuluan menunjukkan bahwa pelarut yang sesuai adalah kloroform dengan non-pelarut metanol. Tanpa penurunan temperatur, perbandingan volume antara kloroform : metanol adalah 1 : 10, namun modifikasi temperatur   mengurangi   penggunaan   metanol   hingga   50%.   Pada   konsentrasi   poli (trimetilen-sebasat) 3% dengan perbandingan volume kloroform : metanol sebesar 1 : 5 dan temperatur pengendapan 20-22oC diperoleh produk sejumlah 48,4%. Produk yang dihasilkan memiliki titik leleh 52oC dengan viskositas intrinsik 10,89mL/g dan Mn 2632 g/ekiv serta derajat kristalinitas 30,5%
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SECARA IN VIVO FRAKSI NON-POLAR EKSTRAK ETANOL BATANG INGGU (Ruta angustifolia [L.] Pers) PADA MENCIT YANG DIINFEKSI Staphylococcus aureus DAN Streptococcus mutans Rosenova, Frida; Haryoto, Haryoto; Suhendi, Andi
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Uji aktivitas antibakteri fraksi non polar ekstrak etanol batang inggu (Ruta angustifolia (L.) Pers) telah dilakukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans secara in vivo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi non polar  ekstrak etanol  batang inggu pada  hewan  uji  yang  diinfeksi bakteri Staphylococcus  aureus dan  Streptococcus  mutans. Serbuk  batang  inggu  dimaserasi dengan etanol 96% dan difraksinasi dengan kromatografi cair vakum menggunakan eluen bertingkat heksana : kloroform 6:4, 5:5, 4:6, 3:7. Uji aktivitas antibakteri secara in vivo terhadap fraksi pekat batang inggu pada hewan uji mencit dengan variasi dosis 0,3; 1,2 dan 2,14 g/kg. Cairan intraperitoneal dari mencit yang telah diberi perlakuan di kultur pada media agar dan di hitung koloni bakteri yang terbentuk. Aktivitas antibakteri pada bakteri Staphylococcus aureus memiliki rata-rata persen penghambatan koloni berturut- turut sebesar 73, 94 dan 99%, sedangkan pada bakteri Streptococcus mutans sebesar 41, 81 dan 97%. Identifikasi kromatografi lapis tipis senyawa dalam fraksi non polar ekstrak etanol batang inggu menunjukkan adanya senyawa flavonoid, terpenoid, dan alkaloid
PENGARUH MORDAN SINTESIS DARI LIMBAH KALENG TERHADAP DAYA IKAT DAN LAJU LEPAS ZAT WARNA METHYL VIOLET OLEH SERAT KAIN Ikhsan, Jaslin; LFX, Endang Widjayanti; Sunarto, Sunarto
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: daya ikat atau kemampuan maksimal kain untuk mengikat zat warna methyl violet (MV), laju lepas zat warna methyl violet oleh kain karena pencucian, dan pengaruh penambahan mordan hasil sintesis terhadap daya ikat dan laju lepas tersebut. Kondisi optimum pewarnaan yaitu suhu, pH dan waktu kesetimbangan reaksi (waktu kontak) selalu dikendalikan. Data daya ikat dikumpulkan melalui eksperimen isotherm, dan data laju lepas diperoleh dari eksperimen pelepasan. Eksperimen isotherm dilakukan dengan mengukur konsentrasi methyl violet yang terikat oleh kain pada berbagai konsentrasi methyl violet yang ditambahkan, pada kondisi optimum, yaitu suhu 30 oC,  pH 10 dan waktu kontak 10 menit. Eksperimen pelepasan dilakukan dengan mengukur konsentrasi methyl violet yang terlepas dari ikatan kain karena pencucian. Data daya ikat dianalisis dengan persamaan Isotherm Langmuir dan Freundlich, sedangkan data laju lepas dianalisis dengan menggunakan persamaan laju reaksi Lagergren. Hasil analisis menunjukkan bahwa ikatan terjadi melalui ikatan hidrogen, dan dengan melepaskan proton. Daya ikat direpresentasikan oleh persamaan isotherm Freundlich, dimana penambahan mordan mempengaruhi daya ikat, dengan tetapan daya ikat k1 sebesar masing-masing 2,45 x 10-8 dan 1,75 x 10-8 M MV/g kain untuk ikatan tanpa dan dengan mordan. Penambahan mordan juga berpengaruh nyata terhadap laju lepas, dimana pelepasan menjadi 2 kali lebih lambat.  Ini  ditunjukkan  oleh  besarnya  tetapan  laju  reaksi  pelepasan  yang  keduanya berorder dua pseudo dengan harga tetapan laju k2  masing-masing 2103,039 dan 1013,958 g mmol-1 menit-1
PENGARUH VARIASI RASIO Mg/Al PADA SINTESIS HIDROTALSIT DENGAN METODE KOPRESIPITASI HIDROTERMAL Handayani, Sri; Kusumawardani, Cahyorini; Budiasih, Kun Sri
Jurnal Penelitian Saintek Vol 19, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Katalis terbagi menjadi dua yaitu katalis homogen dan heterogen. Katalis yang sekarang terus berkembang adalah katalis heterogen karena mudah dipisahkan dan dapat digunakan kembali. Tujuan penelitian ini adalah sintesis dan karakterisasi Hidrotalsit Mg/Al sebagai salah satu katalis heterogen yang dapat digunakan dalam reaksi kondensasi aldol. Cara yang digunakan untuk sintesis Hidrotalsit adalah metode kopresipitasi hidrotermal. Sintesis hidrotalsit Mg/Al diawali dengan optimasi suhu hidrotermal. Selanjutnya dilakukan variasi mol Mg/Al dengan rasio 1-4 pada suhu hidrotermal optimal dan dikalsinasi pada 4000C. Karakterisasi dilakukan menggunakan FTIR untuk analisis gugus fungsional serta XRD untuk melihat strukturnya. Hasil karakterisasi hidrotalsit sintesis menunjukkan bahwa kondisi terbaik diperoleh pada perbandingan mol Mg/Al sebesar 3:1

Page 1 of 1 | Total Record : 8