cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Saintek
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 17, No 1 (2012): APRIL 2012" : 7 Documents clear
EKSPLORASI BAKTERI TERMOFILIK PASCA ERUPSI MERAPI SEBAGAI PENGHASIL ENZIM EKSTRASELULER Rakhmawati, Anna; Yulianti, Evy
Jurnal Penelitian Saintek Vol 17, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian mengenai bakteri termofilik pasca erupsi Merapi masih sangat terbatas padahal masih banyak potensi yang dapat diteliti, salah satunya mengenai enzim ekstraseluler yang dihasilkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk isolasi, karakterisasi dan memperoleh isolat bakteri termofilik yang mampu menghasilkan enzim ekstraseluler. Isolasi bakteri termofilik dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) metode yaitu dilution dan enrichment dengan media Nutrient Broth kemudian diinkubasi pada 55 ºC, dilanjutkan dengan seleksi pada suhu 70 ºC. Karakterisasi yang dilakukan, yaitu karakterisasi morfologi koloni. Setelah itu dilakukan skrining aktivitas enzim amilase, protease, dan selulase. Hasil penelitian menunjukkan bakteri termofilik pasca erupsi Merapi yang diisolasi dari sampel air dan pasir Kali Gendol Atas dengan suhu inkubasi 55⁰C diperoleh 480 isolat, setelah diseleksi pada suhu 70 ⁰C diperoleh 253 isolat. Karakter fenotipik isolat bakteri termofilik pasca erupsi Merapi menunjukkan keanekaragaman morfologi koloni meliputi warna, bentuk, ukuran, tepi, dan elevasi koloni. Isolat bakteri termofilik yang menghasilkan enzim ekstraseluler amilase sebanyak 9 isolat, enzim protease sebanyak 4 isolat, dan 1 isolat penghasil enzim selulase pada suhu inkubasi 70 ⁰C . Kata kunci: bakteri, termofilik, enzim ekstraseluler
PENGARUH GEOMETRI RUANGAN TERSIRKULASI TERHADAP DISTRIBUSI TEKANAN GAS: KASUS PADA SUMBER ION SIKLOTRON Silakhuddin, Silakhuddin; Santosa, Fajar Hidayat B.
Jurnal Penelitian Saintek Vol 17, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Ruang ionisasi dalam suatu sumber ion merupakan ruang yang di dalamnya bersirkulasi gas yang diionkan, terdiri atas housing katoda dan ruang anoda atau kolom plasma. Distribusi tekanan gas hidrogen di sepanjang sumbu ruang anoda telah dipelajari untuk geometri housing katoda yang bervariasi baik panjang maupun tingginya. Studi yang dilakukan secara simulasi menggunakan program komputer berbasis CFD dimaksudkan untuk menilai kemungkinan melakukan modifikasi geometri head yang sudah dibuat untuk mendapatkan unjuk kerja yang lebih baik. Hasil analisis dari simulasi tersebut menunjukkan bahwa geometri head yang sekarang sudah dibuat yaitu dengan panjang housing 42 mm dan tinggi 16 mm merupakan geometri yang optimum. Secara umum dapat dikatakan bahwa untuk suatu ruangan yang di dalamnya tersirkulasi gas, bila ukuran aliran masuk dan keluar gas yang kecil dibandingkan ukuran ruangannya, maka perubahan geometri yang simetri dari ruangan tidak mempengaruhi distribusi tekanan gas yang merata di dalam ruangan tersebut. Kata kunci: ruang tersirkulasi, tekanan gas, CFD, sumber ion
AKTIVITAS ANTIPLASMODIAL EKSTRAK METANOL BEBERAPA TUMBUHAN OBAT HERBAL SECARA IN VIVO Atun, Sri; Arianingrum, Retno
Jurnal Penelitian Saintek Vol 17, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiplasmodial dari ekstrak metanol tiga jenis spesies tumbuhan, yaitu pegagan, meniran, dan pulai. Metode penelitian yang akan dilakukan adalah dengan melakukan eksperimen di laboratorium, yang di awali dengan pemilihan dan pengumpulan tiga jenis sampel tumbuhan serta dilakukan determinasi di laboratorium Biologi UGM. Selanjutnya dari berbagai jaringan tumbuhan yang biasa digunakan untuk pengobatan, seperti pegagan (semua bagian tumbuhan), meniran (semua bagian tumbuhan), dan pulai (kulit batang), dilakukan ekstraksi secara maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol dari masing-masing spesies tumbuhan dikeringkan dan digunakan untuk uji aktivitas biologi sebagai antiplasmodial secara in vivo. Uji aktivitas antiplasmodial secara in vivo dilakukan dengan cara 4 days suppressive test pada mencit Swiss yang diinfeksi P. berghei. Mencit dibagi menjadi kelompok kontrol (tanpa bahan uji) dan kelompok perlakuan masing-masing menggunakan 5 ekor mencit. Jumlah kelompok perlakuan 5 (lima) sesuai dengan peringkat dosis ekstrak yang digunakan, yaitu 37,25; 62,5;125; 250; dan 500 mg/BB. Hasil penelitian uji aktivitas antiplasmodial secara in vivo ekstrak metanol kulit batang pulai menunjukkan nilai efektivitas dosis (ED50) sebesar 29,78 mg/BB yang termasuk dalam kategori sangat baik, sedangkan aktivitas antiplasmodial dari ekstrak pegagan dan meniran masing-masing dengan ED50 sebesar 970,29 dan 1018,59 mg/BB, sehingga termasuk dalam kelompok tidak aktif.   Kata kunci:                  pegagan (Centella asiatica), meniran (Phyllanthus niruri); pulai (Alstonia scholaris), antiplasmodial (antimalaria)
PEMANFAATAN NATRIUM KARBONAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS ARANG BAKAU PADA PROSES KARBURISING PADAT Mujiyono, Mujiyono; Soemowidagdo, Arianto Leman
Jurnal Penelitian Saintek Vol 17, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Upaya peningkatan kualitas arang bakau untuk proses karburising padat telah dilakukan dengan penambahan natrium karbonat (Na2CO3). Arang bakau digilas menjadi serbuk dan disaring dengan ukuran mesh 30. Serbuk arang ini dicampur Na2CO3 dengan variasi 0, 15, 20, 25 dan 30 % berat. Hasil campuran ini digunakan untuk proses karburising padat pada benda uji baja karbon rendah dengan 98,34% Fe dan 0,156% C pada suhu 850oC selama 4 jam. Benda-benda uji hasil karburising ini dipanaskan kembali pada 850oC selama 5 menit, kemudian dicelupkan ke dalam air 28oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 25% berat Na2CO3 menghasilkan case depth setebal yaitu 520 µm dan kekerasan permukaan maksimum 683 VHN. Perubahan struktur mikro dari ferrit-perlit ke martensit setelah proses pencelupan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan unsur karbon pada permukaan benda uji baja ini hingga kedalaman 520 µm. Kata kunci: arang bakau, karburising padat, natrium karbonat
PENGEMBANGAN MODEL PENGOMPOSAN SAMPAH DAUN SISTEM TUMPUKAN ″MODEL WINDROW″ DENGAN PENAMBAHAN ABU VULKANIK ERUPSI MERAPI Satino, Satino; Sudarsono, Sudarsono; Suhartini, Suhartini
Jurnal Penelitian Saintek Vol 17, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan proses pengomposan, kualitas fisik, kemik serta biologik kompos sampah daun hasil proses pengomposan melalui sistem pengomposan sampah daun di UNY dengan penambahan bahan aditif berupa abu vulkanik merapi. Pengomposan dilakukan menggunakan sistem tumpukan (heap methode) dengan mengembangkan ″Model Windrow″. Substrat organik dikomposkan dalam kotak-kotak pengomposan dengan volume cukup banyak, disusun menyerupai tumpukan dan dibiarkan terbuka. Bahan yang dikomposkan disusun berdasarkan komponen karbon (C) dan Nitrogen (N) kemudian ditambah komponen abu vulkanik merapi (mineral). Besarnya tumpukan adalah 1,5 m x 2 m x1 m (lebar x panjang x tinggi). Parameter yang diamati dan diukur adalah kecepatan dekomposisi sampah daun yang diketahui dari hasil analisis kimiawi dan profil temperatur. Karakteristik kimiawi meliputi kandungan bahan organik, kadar air, C-organik, unsur-unsur makro, unsur mikro dan mineral khusus. Parameter biologik dilihat dari pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman muda serta perkecambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu vulkanik dapat mempercepat proses pengomposan. Kompos yang dihasilkan tidak berbeda dengan pengomposan daun tanpa penambahan abu fulkanik merapi. Ratio C/N yang dihasilkan lebih baik dibanding dengan pengomposan daun tanpa penambah­an abu fulkanik merapi. Kata kunci: pengomposan, model windrow, dan abu vulkanik
MODIFIKASI SISTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL MENJADI PENGAPIAN ELEKTRONIK Sumarauw, Hendrik J.R.
Jurnal Penelitian Saintek Vol 17, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Modifikasi sistem pengapian konvensional menjadi pengapian elektronik telah diselidiki. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan sistem pengapian konvensional menjadi sistem pengapian elektronik sehingga daya motor lebih optimal dan menghemat konsumsi bahan bakar. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung di lapangan (mesin 5-K) dan kemudian membuat rangkaian modifikasi sistem pengapian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transistor bekerja dengan mengirim dan menerima signal pengapian menjadi lebih tepat dan menghasilkan daya yang efektif. Sudut dwell yang semakin besar menghasilkan pengapian dan daya yang maksimal besar karena persentase arus primer yang mengalir semakin lama. Daya motor semakin meningkat dengan meningkatnya putaran mesin karena banyaknya langkah kerja yang dilakukan oleh torak dalam waktu yang sama tetapi terbalik dengan waktu sudut dwell. Kata kunci: Konvensional, pengapian, elektronik, hemat bahan bakar
PENGEMBANGAN METODE ANALISIS RENIK SPESI Cr(VI) MENGGUNAKAN TEKNIK PRAKONSENTRASI BERBASIS ANALISIS INJEKSI ALIR Sulistyani, Sulistyani
Jurnal Penelitian Saintek Vol 17, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Saintek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja metode prakonsentrasi spesi renik Cr(VI) secara non-kromatografi berbasis analisis injeksi alir (FIA) dengan teknik deteksi spektrofotometri fasa padat. Analisis sampel menggunakan kolom XAD-4 dengan aqua DM sebagai pembawa dan aseton sebagai eluen. Pengukuran spektrofotometri pada panjang gelombang 540 nm. Kondisi optimum pH kompleks Cr(VI)-DPC maupun pH retensi XAD terhadap Cr(VI)-DPC adalah 1. Kapasitas retensi XAD-4 pada penelitian ini adalah 0,12 mg Cr/ g XAD. Kajian parameter analitik menunjukkan bahwa kinerja metode ini cukup baik. Nilai presisi yang dinyatakan sebagai koefisien variasi kurang dari 5% pada konsentrasi renik (ppb). Kepekaan dari metode ini mencapai konsentrasi 0,77 ppb dan limit deteksi mencapai 4,5 ppb. Daerah linier dari konsentrasi diperoleh antara 40 ppb sampai 80 ppb dengan koefisien relasi 0,997. Nilai pemekatan (EF) dari prakonsentrasi dengan metode ini mencapai 14 kali. Dari hasil aplikasi metode, diperoleh konsentrasi spesi Cr(VI) yang terdapat dalam sampel air dari lingkungan industri pertambangan adalah masing-masing 2,67 ppm dan 1,38 ppm. Kata kunci:      prakonsentrasi, Cr(VI), XAD, DPC, FIA

Page 1 of 1 | Total Record : 7