cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia memuat hasil penelitian yang berhubungan dengan sains dan teknologi nuklir dalam bidang: fisika, kimia, biologi, ilmu bahan, teknologi reaktor, konversi energi, instrumentasi, kesehatan, pertanian, industri, geologi dan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003" : 10 Documents clear
ANALISIS UNJUK KERJA HE TIPE PLAT REAKTOR KARTINI DENGAN METODE HILANG TEKANAN (PRESSURE DROP). Razak, Dudung Abdul; G, Suyamto
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.347 KB)

Abstract

ANALISIS UNJUK KERJA HE TIPE PLAT REAKTOR KARTINI DENGAN METODE HILANG TEKANAN (PRESSURE DROP). Telah dilakukan analisis unjuk kerja HE tipe plat reactor Kartini menggunakan metode hilang tekanan (ΔP). Analisis dilaksanakan setelah perawatan HE dengan cara pelepasan plat-plat nya untuk dibersihkan, sesuai dengan prosedur perawatan. Berdasarkan data hilang tekanan pada sisi primer ΔP11 = 0,6 kg/cm2 dan hilang tekanan tekanan sisi sekunder ΔAP12 = 2,9 kg/cm2 Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa setelah dioverhoul, dibersihkan dan diuji untuk operasi reaktor pada daya 100kW, HE telah mengalami kenaikan unjuk kerja yaitu ΔUf = 930,144 W/m2. K; Δɛ = 0,04; ΔCs = 0,426; ΔCf = 0,274; ΔNTU 0,025 dan ΔQact = 20,635.kW. 
PENGARUH POLIETILEN GLIKOL TERHADAP SIFAT FISïKA KIMIA HIDROGEL POLYETHYLENE OXIDE-KARAGINAN HASIL IRADIASI s, Erizal; P, Dewi S; Sudrajat, A
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1255.274 KB)

Abstract

PENGARUH POLIETILEN GLIKOL TERHADAP SIFAT FISIKA-KIMIA HIDROGEL POLYETHYLENE OXIDE-KARAGINAN HASIL IRADIASI. Dalam rangka mengembangkan aplikasi radiasi pada pengolahan polimer alam (natural polimer), telah dilakukan sintesis hidrogel polietilen oksida (PEO) karaginan menggunakan iradiasi mesin berkas elektron dan dipelajari pengaruh polietilenglikol (PEG) terhadap karakteristik fisiko-kimianya. PEO dengan konsentrasi 2 % (b/b) dicampur dengan larutan karaginan konsentrasi 2 % (b/b) dalam air suling, lalu kedalam campuran ditambahkan larutan polietilen glikol (PEG) dengan konsentrasi 0; 0,1; 0,3 ; 0,5 ; dan 0,7 % (v/v). Campuran diaduk hingga homogen pada suhu 80oC selama 1 jam. Selanjutnya campuran dimasukkan kedalam cetakan plastik (10x10x0,2) cm3, lalu di iradasi dengan mesin berkas elektron pada dosis 10; 20; 30 ; dan 40 kGy dengan laju dosis tunggal 10 kGy/pass. Sifat fisika-kimia dan hidrogel yang diamati adalah fraksi gel, swelling, penguapan air dan tensile strength. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dengan naiknya dosis iradiasi hingga 40kGy fraksi gel meningkat, dan dengan naiknya konsentrasi PEG fraksi gel dan hidrogel menurun. Naiknya konsentrasi PEG menaikkan kemampuan adsorpsi air dan hidrogel, dan menghambat penguapan air. Hidrogel PEO—karaginan menunjukkan karakter yang elastis dan transparan dan cocok sebagai bahan untuk wound dressing(pembalutluka). 
PERLAKUAN PERMUKAAN PADUAN BAJA DENGAN PROSES TERMOKIMIA Hasa, M Husna Al
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1622.902 KB)

Abstract

PERLAKUAN PERMUKAAN PADUAN BAJA DENGAN PROSES TERMOKIMIA. Perlakuan permukaan dengan proses termokimia dilakukan untuk memperoleh ketangguhan sifat paduan baja. Perlakuan termokimia pada permukaan baja hasil tempering pada suhu 595°C dengan waktu 130 menit dilakukan pada suhu 570°C selama 120 menit. Proses perlakuan permukaan ini akan menghasilkan senyawa nitrida besi. Senyawa nitrida ¡ni akan memberi dampak terhadap perubahan sifat permukaan baja paduan. Pengujian yang dilakukan meliputi analisis struktur mikro dan senyawa dengan scanning electron microscope (SEM) dan emission diffraction x-rayspectrometer (EDX). Pengujian sifat mekanik pada permukaan dilakukan dengan metode Vicker. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa pada permukaan baja terbentuk lapisan. Lapisan cederung berwarna putih dengan ketebalan 3 µm dan lapisan di bawah warna putih berkisar 52 µm. Hasil analisis komposisi unsur dengan EDX memperlihatkan bahwa pada lapisan berwarna putih terdapat unsur nitrogen yang relatif tinggi mencapai 11,78 %. Sementara itu, di bawah lapisan putih unsur nitrogen berkisar 628 % dan karbon sekitar 7,87 %. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa sifat kekerasan relatif cukup tinggi pada lapisan putih yang terdapat kadar unsur nitrogen 11,78 % daripada yang 6,28 % nitrogen. Lapisan tersebut cenderung membentuk fasa 5 (Fe2N) yang bersifat relatif keras. 
MODIFIKASI PANEL MONITOR REAKTOR TRIGA 2000 P, Margono; M, Pardi; M, Muhaimin
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.187 KB)

Abstract

MODIFIKASI PANEL MONITOR REAKTOR TRIGA 2000. Sebagai bagian dan modifikasi sistem kendali reaktor TRIGA 2000 telah dibuat sistem pengamatan parameter-parameter yang diperlukan dalam operasi reaktor seperti daya reaktor, temperatur air, temperatur bahan bakar dan lain sebagainya. Pengamatan tersebut diambil dan sistem pengukuran yang sudah ada dan ditampilkan dalam bentuk digital panel meter. Pengukuran diambil dalam berbagai mode luaran sebagai arus dan tegangan. Sistem pengamatan ini merupakan sistem yang akan saling melengkapi dengan sistem pengamatan yang akan dilakukan melalui komputer dan ditampilkan melalui layar monitor, sehingga apabila terjadi kerusakan dalam sistem komputer tidak akan menimbulkan gangguan pengamatan parameter reaktor secara keseluruhan.Pengujian hasil modifikasi sistem pengamatan dilakukan melalui tahap komisioning sesuai prosedur yang diketahui BAPETEN. 
PENGARUH KONDISI IRADIASI MoO3 DAN PROSES PREPARASI TERHADAP KUALITAS LARUTAN 9”Tc-PERTEKNETAT. D, Misyetti; Kartini, Nanny
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KONDISI IRADIASI MoO3 DAN PROSES PREPARASI TERHADAP KUALITAS LARUTAN 99mTc-PERTEKNETAT. Teknesium-99m adalah radio nuklida yang paling banyak digunakan sebagai penanda radiofarmaka untuk tujuan diagnosis. Radionukiida 99mTc dlisiapkan dalam bentuk larutan natrium perteknetat (Na99mTcO4) dalam NaCl fisiologis. Teknesiuin-99m yang merupakan anak luruh dan 99Mo, dipisahkan dan radio nuklida induknya dengan metode ekstraks, menggunakan larutan pengekstrak metiletilketon. Proses ekstraksi ¡ni dilakukan setelah MoO3 diubah kedalam bentuk garam molibdat (Na299MoO4).Syarat dan larutan Na99mTcO4 yang boleh digunakan untuk tujuan medis antara lain: tidak bewarna/bening, jernih tanpa mengandung partikel atau koloid, kemurnian radiokimia> 95 %, kandungan Mo < 100 ppm, pH antara 4,5 - 75. Kadang-kadang persyaratan ini tidak dapat terpenuhi semua seperti terbentuknya larutan perteknetat yang bewarna kuning, sehingga tidak lolos dan pemeriksaan kualitas. Percobaan iradiasi MoO3 pada fasilitas centre thimble (CT) pada posisi 18 dan 13,5 inci dan botom grid (lempeng bawah) ke top grid (lempeng atas) tidak menimbulkan perbedaan pada kemurnian radio kimia dan radio nuklida larutan teknesium yang dihasilkan. Dan data MCA keluar puncak energi spesifik Teknesium-99m 140,6 keV dan dari kromatografi kertas maupun KLT diperoleh kemurnian radiokimia 99mTc > 99 %. Larutan 99mTc kadang-kadang diperoleh bewarna kuning, bersumber dan dua macam sebab yaitu karena kondisi pada saat iradiasi MoO3 sehingga terjadi reaksi kimia dan kondisi pada saat preparasi larutan 99mTc O4 Metiletilketon (MEK) adalah penyebab utama terjadinya warna kuning yang dipicu dengan pemanasan dan adanya NaCl. Percobaan penggunaan larutan perteknetat yang bewarna kuning ini untuk penandaan radiofarmaka menghasilkan efisiensi penandaan yang sangat bervariasi. Dalam penelitian ini ditelusuri penyebab dan penyimpangan kualitas ini mulai dan kondisi radiasi dalam reaktor sampai pada proses preparasi Na99mTc04. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU PAPARAN RADIAS! ALAM DI LINGKUNGAN Udayani, Pande Made
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2043.19 KB)

Abstract

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU PAPARAN RADIASI ALAM DI LINGKUNGAN. Analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi laju paparan radiasi di lingkungan telah dilakukan. Metode yang digunakan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor tersebut adalah dengan metode pencacahan yang dapat menyapu areal yang luas dengan karakteristik batuan dan kegiatan manusia yang berbeda dan beragam. Dan data diperoleh bahwa paparan radiasi dipengaruhi jenis batuan yang membentuk daerah yang bersangkutan, dan penggunaan lahan yang membantu sumbangan paparan radiasi alam ke lingkungan. Paparan radiasi rata-rata yang berasal dan semua jenis batuan adalah, 3,43 ± 0,69 µR/jam. Jenis batuan yang mempunyai paparan radiasi tertinggi adalah dan jenis batuan latosol dan batuan beku basis dan intermedier di daerah gelombang dan gunung, dengan paparan 14,99 µR/ jam, Jenispenggunaanlahan yang mempunyaipaparanradiasitertinggiadalahuntukpertaniandenganpaparan 14,99 p.R/jam, untuk lokasi perkebunan 13,87 µR/jam. Daerah — daerah yang penggunaan lahannya untuk kegiatan pertanian, perkebunan, dan industri memberikan kontribusi yang lebih dominan dibandingkan dengan kegiatan kehutanan dan perumahan. 
PERHITUNGAN SPEKTRUM ENERGI FLUKS NEUTRON REAKTOR TRiGA 2000 BANDUNG Yazid, Purwanto Ilham
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1677.569 KB)

Abstract

PERHITUNGAN SPEKTRUM ENERGI FLUKS NEUTRON REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG. Dengan memanfaatkan program MCNP yang memiliki kemampuan memodelkan reaktor secara rinci, telah dilakukan perhitungan spektrum energi fluks neutron untuk reaktor TRIGA 2000 Bandung. Geometri tiga dimensi dan bahan reaktor dimodelkan serinci mungkin, mulai dan elemen bakar, reflektor, air pendingin sampai perisai biologis, bahkan tangki bulk shielding. Dalam perhitungan,teras diisi sepenuhnya dengan elemen bakar dan satu jenis. Spektrum energi fluks neutron dan tiga jenis elemen bakar, yakni yang memiliki kandungan uranium sebesar 8,5 %-berat, 12 %-beratdan 20 %-berat, dikaji dan diperbandingkan dalam makalah ini. Dalam perhitungan, energi neutron dibagi dalam 29 kelompok energi, mulai dan energi termal (0,0253 eV) sampai energi tinggi (17 MeV). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa spektrum neutron dan ketiga macam elemen bakar tersebut sangat berbeda terutama di daerah energi termal. Sedangkan pada daerah energi tinggi, spektrum neutron dan ketiga jenis elemen bakar adalah sangat mirip satu sama lain.Selain ¡tu, spektrum neutron di ring A sampai F praktis tidak memiliki perbedaan. Akan tetapi di ring G, puncak spektrum neutron termal mengalami kenaikan yang berarti. Hal ini memperlihatkan bagaimana besarnya pengaruh reflektor terhadap spektrum neutron di dalam elemen bakar. Untuk elemen bakar yang terletak di dalam ring A sampai ring F, puncak spektrum pada energi termal dicapai dalam kelompok energi 0,05 eV — 0,152 eV, yang untuk setiap jenis elemen bakar masing-masing adalah 0,365 (MeV-1), 0,278 (MeV-1) dan 0,149 (MeV-1). Sedangkan di dalam ring G, masing-masing berharga 0,396 (MeV-1), 0,310 (MeV-1) dan 0,174 (MeV-1). Puncak spektrum neutron untuk energi tinggi dicapai dalam kelompok energi 0,5 MeV- 1,35MeV. Semua jenis elemen bakar, di ring A sampai ring G menghasilkan puncak spektrum yang sama besar, yakni sekitar 0,341 (MeV-1)
STUDI PERANAN ANTI ULTRAVIOLET PADA KOMPOSIT BERBAS1S POLIMER LDPE DAN EVA SEBAGAI PLASTIK PERTANIAN. D, Sudirman; Karo, Aloma Karo; Yulius, Teguh; S, Anik; M, Isni
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1580.579 KB)

Abstract

STUDI PERANAN ANTI ULTRAVIOLET PADA KOMPOSIT BERBASIS POLIMER LDPE DAN EVA SEBAGAI PLASTIK PERTANIAN. Penambahan anti ultraviolet berupa chimmasorb dan tinuvin kedalam pembuatan komposit berbasis polimer LDPE (low density polyethylene) atau EVA (ethyl vinyl accetal) sebagai plastik pertanian telah dilakukan. Dalam proses pembuatan dilakukan dengan metode blending dengan cara melakukan pencampuran polimer LDPE atau EVA pada suhu 180oC selama 7 menit di dalam laboplastomil dengan penambahan chimmasorb atau linuvin dengan komposisi 5%, 8%, 11% dan 14 % berat. Selanjutnya dilakukan penjemuran selama 60 hari dan karakterisasi meliputi sifat mekanik dan struktur mikro sebelum dan sesudah penjemuran. Matriks komposit berupa LDPE lebih tahan terhadap ultraviolet dari pada EVA. Komposisi anti ultraviolet terbaik adalah yang mengnadung 11% berat chimmasorb lebih baik dan pada sampel dengan aditif tinuvin. Akibat penjemuran sampai 60 hari ternyata sifat mekanik komposit berbasis LDPE dan EVA mengalami penurunan. Kekuatan tank menurun sebesar 0,07% dan 2398%, kekuatan luluh menurun sebesar 3,08% dan 3,9% dan perpanjangan putus masing-masing sebesar 17,08% dan 13,95%.  
ILMU DAN TEKNOLOGI DALIAM STANDARDISASI DAN AKREDITASI A, Sunarya
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.354 KB)

Abstract

StandarNasionaladalahsuatuspesifikasiteknisdanatauketentuandansuatu produkbarangdanjasa, sisternmanajernen, sertakompetensipersonel yang dibakukan scbagaisuaturefcrcnsidalarntransaksiperdagangan. Standartersebutpadadasamya bersifatsukarela (voluntary) di suatunegara. Olehsebabituefektivitassuatustandar nasionalsangatditentukansejauhmanastandartersebutdigunakandalamtransaksi pasar. Untukkepentingantertentu yang biasanyaberkaitandcngankeanianan, kesciamatan, kesehatan, kelestarianlingkunganataupertimbanganlain, rnisalnya ckonomi, pcnierintahdapatiriemberlakukansuatustandarmenjadiwajib. Bilasuatustandardiberlakukanwajibniakasifatstandar yang tadinyahanya sebagaireferensipasar, berubahmenjadipersyaratanpasar, berartisuatuproduk barangataujasa yang standarnyadibcrlakukanwajibharusmernenuhistandar, balk scbckirnmaupunsetclahada di pasar. Lingkupstandardisasidalampengertiantersebut di atasadalalispesifikasi tcknisdanatanketentuandansuatuproduk yang termasukpadametrologi, standar, testing and qualii’y (MSTQ) yang mencakup: a. PerformasiPrOdukbarangdanjasabaikditinjaudanmutu, kcsclaniatan, kesehatandanlingkunganhidup. b. Kompatibilitasdan ¡ntcropcrabilitasprodukuntukdapatdiintcgrasikan denganproduk lain. C. Keragamanprodukuntukrncrnbcntukskalapasardanrncmpcrniudah transaksi.
PEMBUATAN SEDIAAN 153Sm—MIKROSFER ALBUMIN UNTUK SINOVEKTOMI RADIASI. W, Widyastuti; Tamat, Swasono R; B, Sardjoko; Indrawati, Teti
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1501.912 KB)

Abstract

PEMBUATAN SEDIAAN 153Sm—MIKROSFER ALBUMIN UNTUK SINOVEKTOMI RADIASI. Pengobatan rematoid artritis selama ini dilakukan dengan cara pembedahan yaitu dengan mengangkat membran sinovial yang meradang yang disebut juga sinovektomi. Cara ini dianggap kurang praktis, sehingga diupayakan untuk menggantikannya dengan cara sinovektomi radiasi. Telah dilakukan percobaan pembuatan mikrosfer albumin bertanda Samarium-153 yang akan digunakan untuk sinovektomi radiasi. Telahdilakukan serangkaian percobaan untuk memperoleh kondisi pembuatan mikrosfer albumin yang optimal meliputi waktu dan kecepatan pengadukan pada pembentukan partikel mikrosfer, dan variasi parameter yang mempengaruhi reaksi penandaan dengan 153Sm yang meliputi pH, jumlah natrium sitrat, Sm2O3 dan jumlah mikrosfer albumin. Efisiensi penandaan diamati dengan cara memisahkan mikrosfer bertanda dan cairan supernatannya, kemudian mengukur prosentase radio aktivitas mikrosfer bertanda tersebut. Partikel albumin diharapkan berbentuk bulat berukuran rata rata 15-50 µm. Efisiensi penandaan lebih dan 80 % dan 153Sm terikat kuat pada partikel. Pengujian stabilitas in vitro 153Sm- mikrosfer albumin dilakukan dengan cara mengamati ion 153Sm yang lepas dan partikel setelah partikel albumin bertanda ini diinkubasi dalam larutan NaCl 0.9 % dan larutan HSA selama 7 hari, sedangkan uji in vivo atau uji biodistribusi dilakukan dengan mengamati radio aktivitas pada sendi yang diijeksi radioaktivitas selama 7 hari setelah suspensi 153Sm-mikrosfer albumin disuntikkan secara intraartikular pada lutut tikus putih. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kecepatan dan waktu pengadukan yang dapat menghasilkan partikel dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan ialah 750 rpm selama 15 menit. Penandaan mikrosfer albumin dengan 153Sm menghasilkan efisiensi penandaan tertinggi pada kondisi pH 5-6, kadar natrium sitrat 10 mg/mL, kadar Sm2O3 125 µg/mL dan jumlah partikel mikrosfer albumin 10 mg. Sediaan mikrosfer 153Sm—albumin yang diperoleh stabil sampai hari ke-5 penyimpanan dalam lemari es.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Agustus 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue